Chapter 3

.

.

.

PERGILAH KALIAN, PERGI ATAU MATI

.

.

.

Sore menjalang malam, disebuah pedesaan terlihat cukup gelap menyamai gelapnya langit hari itu karna hujan rintik yg menghampiri tempat itu. pemadaman yg terjadi hanya pada saat hujan di wilayah itu katanya untuk mencegah kemungkinan arus pendek listrik karna air hujan.

"..." disebuah kamar yg ditempati oleh seorang namja chubby, terlihat namja yg dikenal dgn nama Xiumin itu sedang memainkan ponselnya.

"PRAK..." tiba-tiba beberapa buku dimeja belajar sebelah kasur Xiumin jatuh berantakan.

"ng..." Xiumin sempat terkejut meski tak terlihat dari wajahnya, lalu ia pun merapikan kembali buku-buku itu ketempatnya dgn malas lalu beranjak tidur.

"..." sementara itu dikamar Chen dan Baekhyun.

"klek..." terlihat pintu baru saja dibuka oleh seorang namja kotak (?) membuat seorang namja lainnya sedikit terkejut.

"eoh, Chen-ah...kau dari mana saja" ucap si namja mungil bereyeliner yg terlihat sedang menghapus eyeliner dari mata cantiknya dan memoles wajahnya dgn krim malam.

"aku baru saja dari kamar mandi" balas namja kotak (?) itu yg dipanggil Chen.

"hoooaaammm...aku tidur duluan yah" Chen pun langsung membaringkan tubuh lelahnya pada kasur empuk.

"hn..." sahut Baekhyun yg masih sibuk merawat wajahnya agar terlihat sehat (?).

"tok...tok...tok" tiba-tiba terdengar suara ketukan jendela, merasa terganggu Baekhyun pun menghampiri jendela itu dan melihat keluar.

"dasar orang iseng..." dengus Baekhyun saat tak menemukan siapapun diluar jendela.

"wae yo?" tanya Chen dgn mata tertutup.

"hanya orang iseng yg berusaha menakuti kita dgn mengetuk jendela" balas Baekhyun.

"mana bisa ia mengetuk jendela kita yg ada dilantai 2" ucap Chen lagi dan kembali tidur.

"!" seketika Baekhyun langsung sadar mendengar pernyataan Chen.

"lalu...apa itu" gumam Baekhyun pelan mulai takut.

"SREEEEKKKK..." tiba-tiba Baekhyun mendengar lagi suara aneh dan kali ini berasal dari pintu kamar mereka.

"C-Ch...Chen-ah..t-tadi...tadi itu apa" tanya Baekhyun dgn suara sedikit gemetar sambil mengguncang tubuh Chen.

"ngh!..kau menganggu saja" gerutu Chen dan kembali tidur lagi.

"aniya...aku serius" ucap Baekhyun mulai panik.

"..." sekarang kita lihat bagaimana kamar Suho, sang leader EXO ini sedang sibuk berselancar internet dikamarnya sementara Lay sudah tidur sejak tadi.

"KRREEEESSSSHHHH..." tiba-tiba suara sebuah gesekan terdengar membuat ngilu telinga.

"UWAA..." kejut Suho, ia pun menyalakan lampu ponselnya dan mulai menyoroti kearah sumbar suara.

"ngh, ada apa?" tanya Lay yg terbangun karna pekikan Suho.

"!" sontak Suho tersentak kaget hampir melompat dari kasurnya begitu melihat kaca dikamarnya penuh goresan.

"pergi dari sini..." sebuah bisikan mengerikan terdengar amat dekat dgn telinga Lay.

"Suho-ya...kau mengatakan sesuatu?" tanya Lay mengira Suho mengucapkan sesuatu.

"a-ani..." ucap Suho gemetar.

"pergilah...atau kalian akan mati" kembali bisikan itu terdengar jelas oleh keduanya.

"AAA..." jerit Suho dan langsung menarik Lay keluar dari kamar mereka

"..." lalu kita lihat kamar sang maknae, terlihat Sehun yg asik memonton video bersama Chanyeol dari laptopnya. Eitss...jangan salah video yg mereka tonton adalah video konser mereka minggu lalu yg dikirimkan oleh sang manager mereka.

"penggemar kita semakin banyak saja nee" ucap Chanyeol.

"hn...mereka yeoja-yeoja cantik yg setia dgn fandom kita" balas Sehun senang

"WUUUSSSHH..." tiba-tiba angin malam yg dingin masuk menerpa kulit kedua namja itu.

"aish...anginnya kencang sekali" gerutu Chanyeol dan mulai beranjak dari kasur menuju jendela yg tebuka lebar itu.

"keluar...keluar kau" seketika sebuah bisikan terdengar ditelinga Sehun

"eoh...wae yo hyeong?kau bilang apa tadi aku kurang jelas" tanya Sehun yg menatap namja tiang itu.

"mwo?aku tak bilang apa-apa" balas Chanyeol bingung.

"g-geunde...geunde aku mendengar sebuah suara" cicit Sehun yg mulai takut.

"tenanglah Sehunnie...aku ada disini, mungkin kau hanya berhalusinasi mendengar deru angin bercampur cuara riuh laptop" balas Chanyeol enteng.

"..." Sehun pun berfikir dan berusaha mempercayai ucapan namja dobi itu.

"sudahlah...ini sudah malam lebih baik kita tidur" ajak Chanyeol yg sudah mulai berbaring diranjang.

"..." dalam diam Sehun ikut berbaring dan merangkul pinggang Chanyeol karna masih merasa ganjil.

"DUK...DUK...DUK" belum semenit mereka memejamkan mata, sebuah suara keras menganggu indra mendengaran mereka.

"aish...suara apa lagi sih itu" geram Chanyeol kesal saat tidurnya terusik, ia pun menyibak kasar selimut dan pergi menghampiri sumber suara yg berasal dari jendela.

"Hyeong...perasaanku mulai tidak enak" lirih Sehun.

"gwaenchanha Sehunie tak akan ada apa-apa" ucap Chanyeol.

"SREEET...AAAAAAAAA" saat menyibak tirai jendela Chanyeol menjerit histeris begitu juga Sehun yg hampir menangis.

"Hyeong...ayo kita keluar aku takut disini" ucap Sehun menarik Chanyeol yg syok melihat jendela.

"PERGI ATAU MATI" begitulah tulisan dijendela itu, namun bukan hanya itu saja tulisan itu ditulis menggunakan darah segar.

"..." mereka pun lari tunggang langgang keluar dari kamar.

"..." sementara itu dikamar sang eomma, Kyungsoo terlihat Kai yg terus menerus menggoda Kyungsoo mengusik ketenangan Kyungsoo.

"hyung~..." rajuk Kai, namun namja mungil bermata besar ini hanya acuh dan sibuk bukunya.

"hyung, sekaliiii saja" pinta Kai lagi dan membuat Kyungsoo jengah.

"ini sudah malam Kai-ah, lebih baik kau tidur" titah Kyungsoo membuat namja tan itu mengerucutkan bibirnya sebal.

"..." sejenak keheningan tercipta karna Kyungsoo tak lagi mendengar rengekan Kai yg tak jelas.

"ngh...K-Kai-aahh...b-bukankah aku menyuruhmu...ngh...tidur, eoh?" tiba-tiba Kyungsoo merasakan sebuah benda lunak nan basah menyapu tengkuk belakangnya.

"aku meminta baik-baik dan kau menolak, hyung..." ucap Kai yg rupanya sedang menjilati leher belakang Kyungsoo.

"maka aku akan mengambilnya sendiri..." lanjut Kai yg masih asik dgn kesibukan barunya setelah merengek bagai Sehun yg belum keputihan (?)

"aish..." umpat Kyungsoo.

"ngh~...mmpphhh..." dan entah bagaimana, kedua namja itu sudah berbagi saliva digelapnya kamar yg hanya diterangi cahaya bulan.

"BRAAKK..." terkejut? Pasti! Kedua namja itu langsung menghentikan aksi 'ayo makan si mungil' karna suara keras yg mengusik.

"PLTAK!" dgn kejamnya Kyungsoo langsung memukul pelan kepala Kai.

"sudahku bilang tutup jendelanya, kau malah membiarkannya begitu saja" omel Kyungsoo saat melihat rupanya jendela kamar mereka lah yg berbunyi gaduh karna terbuka paksa oleh angin hujan malam ini.

"mian hyung..." dan Kai pun beranjak menutup kembali jendela itu, sementara Kyungsoo merapikan kembali bajunya yg sempat berantakan.

"..." perlahan ia melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian berniat mengambil ponselnya yg rupanya tertinggal didalam sana saat ia membereskan baju tadi siang.

"KYAAAA..." jerit Kyungsoo histeris saat menutup kembali pintu lemari yg terdapat cermin besarnya itu, pasalnya dicermin itu tercetak bercak darah dgn kata-kata pengusiran.

"Kyungie-hyung..." Kai yg terkejut langsung menghampiri Kyungsoo yg terduduk menangis sesegukan.

"uljima..." ucap Kai sambil mengusap sayang pucuk kepala namja mungil itu.

"pergi...PERGI KALIAN " terdengarlah bisikan kasar ditelinga Kai saat ia mendekap hyung kesayangannya itu.

"YA, SIAPA KAU!" pekik Kai karna saat melihat sekeliling ia tak menemukan apapun dan siapapun selain mereka berdua.

"hiks...Kai-ah, ayo keluar dari sini...hiks...hiks" dgn gemetar Kyungsoo menarik lemah lengan Kai dan mengajaknya keluar dari kamar itu.

" .DUK" sepertinya keributan itu juga mengusik kamar Xiumin.

"aish...siapa sih yg mengetuk pintu sekeras itu" gerutu Xiumin berjalan menuju pintunya.

"Klek...WAAA" kejut Xiumin nyaring, namun ini bukanlah hantu melainkan Sehun yg langsung menabrak Xiumin hingga mereka jatuh bersama dan saling menindih.

"S-sehun-ah ada...ada apa" tanya Xiumin gugup.

"a...ng...Umin-hyung, jika dilihat dari dekat memang sangat cantik" puji Sehun tiba-tiba.

"ya! Menyingkirlah..." ucap Xiumin galak berusaha memalingkan wajahnya yg bersemu merah karna digoda si maknae evil.

"Umin-hyung..." tiba-tiba datang 2 namja lagi Suho dan Lay wajah mereka pucat dan berkeringat dingin.

"ada apa?" tanya Xiumin bingung.

"greb..." langsung saja Kyungsoo yg juga baru sampai didepan kamar Xiumin mendekap namja yg sama mungilnya dgn dirinya itu lalu merosot turun dgn lemas masih dgn wajahnya yg pucat.

"WAAAAA..." tak lama jeritan lain datang dan sang sumber suara sudah berdiri didepan kamar Xiumin.

"Umin-hyung...disana...disana ada sekelebat bayangan" ucap Baekhyun panik.

"Umin-hyung...gwaenchanha?" tanya Chen dan langsung memutar tubuh kecil Xiumin untuk melihat keadaannya.

"wae ?" tanya Xiumin bingung.

"kalian semua kenapa? Ada apa?" Xiumin menatap satu persatu member yg terlihat ketakutan.

"a...aku melihat sekelebat bayangan melintasi jendela kami juga aku merasa ada yg terus memperhatikan kami" jelas Bakehyun dibalas anggukan Chen.

"aku mendengar ada bisikan mengerikan mengusir kita untuk pergi" ucap Suho.

"nde...aku juga mendengar itu seperti suara gadis kecil" sahut Kai.

"d-di...dijendela kami ada darah membentuk tulisan pengusiran kita" ucap Sehun hampir menangis.

"..." Xiumin seperti berfikir.

'apa mungkin ulah para sesaeng?' gumam hati Xiumin terus berfikir.

"apa hyung tak merasakan apapun? Atau gangguan apapun?" tanya Lay.

"ani...tak ada apapun yg menggangguku" balas Xiumin mengerjap polos.

"ya, sudah…untuk sementara kita dikamar Umin-hyung saja, karna sepertinya ini kamar yg paling aman" usul Baekhyun.

"mwo?!" kejut Xiumin seperti tak setuju.

"ng...tapi kamar Umin-hyung hanya ada 1 ranjang, tak mungkinkan kita membagi satu ranjang kecil ini untuk ber-9" ucap Lay.

"nde...itu benar" sahut Chen.

"arra...kau saja yg tetap dikamar sana, aku tak mau terganggu oleh sesuatu yg aneh seperti itu lagi" ketus Baekhyun, dan Chen pun hanya mencibir.

"yasudah, agar adil...kasurnya saja yg disingkirkan dan kita semua tidur dibawah bersama-sama" usul Sehun yg membuat member lain berfikir.

"sudahlah jangan banyak berfikir, tak ada pilihan lain bukan?" ucap Baekhyun yg langsung menarik Chanyeol masuk kekamar Xiumin.

"hooaamm...aku sudah mengantuk hyung" Sehun pun berjalan mengikuti Baekhyun dan Chanyeol begitu pun member lain.

"YA! Itu kan kamarku!" omel Xiumin karna merasa terlupakan sebagai tuan pemilik kamar, ia pun pasrah dan masuk dgn wajah cemberut yg lucu.

Akhirnya, ke-9 namja ini tidur dgn beralaskan selimut tipis yg harus dibentang untuk mereka. Itu pun tak cukup mengingat tubuh Sehun dan Chanyeol yg terkadang membuat orang darah tinggi (?) sehingga selimut tipis nan kecil itu tak muat mereka tempati bersama.

"Chanyeollie~ tubuhmu sangat hangat" ucap Baekhyun pelan sambil terus memeluk tubuh tinggi Chanyeol dan menyerap semua kehangatan tubuh itu.

"aish...mereka itu selalu bemesraan dimana saja" cibir Xiumin.

"..." sementara Kyungsoo sudah terlelap sejak tadi setelah lelah menangis ketakutan.

"aku harap ini hanyalah hal-hal iseng yg dilakukan para sesaeng" ucap Suho pelan sambil memejamkan matanya.

"kau berfikir ini ulang sesaeng, Suho-ah?" tanya Lay.

"aku pun berfikir begitu, lagi pula mana ada yg namanya hantu" sahut Xiumin.

"hush...Umin-hyung jangan bicara sembarangan seperti itu" rungut Sehun imut.

"aku itu masih percaya hal-hal seperti itu tau" ucap Sehun lagi.

"ey...kau mengingatkanku pada si pa-...BUKK" ucapan Chen terputus setelah Xiumin memukulnya dgn bantal.

"akh! Appo..." ringis Chen.

"kau ini!" desis Xiumin dan Chen pun sadar akan ucapannya lalu menggumamkan maaf.

"Cha~ sudahlah, kita akan tau kepastiannya besok pagi...jaljayo memberdeul" ucap Suho menghentikan kesunyian sejenak karna ucapan Chen yg lagi-lagi membuat member lain mengingat sebuah kenangan yg seharusnya mereka kubur lama.

"..." senyap dan member-member EXO ini sudah mulai memejamkan mata mereka masing-masing.

"bogoshipeo..." bisik Sehun sebelum lelap kealam mimpi

.

.

.

.

.

TBC~

.

.

.

.

.

Annyeong ^^ "Our Holiday" is back with new Chapter

untuk chapter kali ini aku ragu bisa bikin reader merinding tapi akan aku usahakan membuat yg lebuh tegang lagi dari ini ^^

mohon bantuannya readers semua dgn review kalian untuk ongkos inspirasi biar cepet nyampe ke otak author ^^

review berkembang ff berlanjut ^^

#salam shinNiel ^^