Usai berlari kelabakan dari perpustakaan hingga tersasar ke arah timur, Lokasi yang khusus hutan buatan berada keduanya terduduk diatas tanah dengan nafas tersengal. Sebenarnya Si Penjaga Perpus tidak mengejar hanya saja berkat kecerobohan Oh Sehun yang kalau saja dia tidak menabrak Heechul saem dikoridor tidak mungkin juga mereka harus kelelahan begini.
"dasar—hosh—manusia ceroboh."ejek Jongin disela nafasnya yang putus-putus.
Merasa disalahkan walau memang salahnya Sehun mendengus tak terima."Bagus sekarang kau menyalahkan ku. Pikir deh, siapa yang bikin kita berlarian tidak jelas begini."Jongin bungkam. Dia berdiri mencari tempat duduk yang bisa membuat tubuhnya senyaman dan serileks mungkin. Menaruh ketiga bukunya yang setebal 3 cm disamping kirinya, 2 lensa hitam itu melirik kearah Sehun tanpa menoleh.
Nafasnya masih belum teratur, itu sedikit aneh?
"hei, Bocah."seru Jongin tiba-tiba. Dari tempatnya duduk Jongin bisa melihat Sehun tengah sibuk mengetikan sesuatu dilayar ponselnya.
Menoleh dengan ekspresi sinis. "apa sih?"dan jawaban judes.
"Kau baik-baik saja."
"ma-maksud elu?"Tanya Sehun tak mengerti, Ia masih mengatur nafasnya yang masih tersendat. Disini Jongin mendengus sebal, Sehun mode 'songong' nongol lagi, 'gue' dan 'elu' muncul ke permukaan kalau bisa mau dia jambak rambut si Sehun tetapi karena ada hal mengganjal jadi yah dia berdehem lalu bertanya.
"kau terlihat berkeringat lebih banyak dan naf—"
"gue punya asma."putus Sehun tiba-tiba, Ia memegang dadanya mimic wajahnya menderita. Sementara Jongin terkejut akan hal itu seingatnya didalam profil riwayat hidup milik Sehun Ia tak mendapat penjelasan tentang penyakit ini.
"kau membawa Inhealermu?"buru-buru Jongin mendekat memegang bahu Sehun, sebagai seorang mentor jika terjadi sesuatu pada anak didiknya Jongin merasa bertanggung jawab alih-alih menjawab Sehun menepis kasar tangan Jongin dari bahunya.
"Nggak usah sok perhatian. gue kelaparan, inhealer gue ketinggalan. Wajar aja kalau kondisi gue lemah gini"
"Kau itu bodoh 'ya. Kenapa tidak bilang kalau kau punya penyakit yang membahayakan seperti ini?"tandas Jongin menarik tangan Sehun berniat untuk memapahnya dan berpikiran untuk membawa Sehun ke UKS namun lagi-lagi tangannya ditepis.
"Elu siapa, kenal aja baru 2 hari?"
Sarkas dan tegas. Nafas Sehun terlihat semakin melemah, penglihatannya buram.
Lama Jongin terdiam tidak ada jawaban apapun yang terlintas selain."Aku ini mentormu, kalau ada apa-apa denganmu aku harus bertanggung jawab."
"Harus, elu kedengerannya terbebani."urai Sehun sedikit menekan pada kalimat 'harus'. Dia merebahkan tubuh diatas tanah yang dilapisi rerumputan hijau yang ditatak rapi. "gue nggak butuh orang yang terbebani karena gue, dan gue paling benci orang yang hidupnya merasa terganggu karena keberadaan orang lain."
Jongin kebingungan dia tidak tahu harus berkata apa.
Samar-samar pendengarannya mendengar langkah kaki yang terburu seperti berlari atau memang begitu, dari kejauhan walau tak begitu jelas Ia melihat seseorang bertubuh tak lebih tinggi dari Kyungsoo yang berlari dengan wajah tegang. Matanya dibasahi air mata, Sehun jadi merasa bersalah sudah membuat saudara kandungnya itu menangis.
Kala sampai disampingnya sosok itu buru-buru meletakan tabung kecil yang berisi oksigen itu diantara belahan bibir Sehun. Perlahan mimic Sehun terlihat lebih baik, wajah menderitanya semakin tersamar dengan senyuman lemah yang terpoles dibibirnya. Tangannya terangkat, menghilangkan jejak airmata yang mengalir dari sudut mata sosok itu.
"Jangan menangis Baek-hyung. "katanya lemah sekali, ya dia Oh Baekhyun berstatus sebagai Kakaknya, pemuda yang lebih tua setahun darinya itu semakin menangis histeris lalu memeluk tubuh Sehun.
"syukurlah, syukurlah aku tidak terlambat."ucapnya tergagap karena sesenggukan.
Jongin memperhatikan itu dalam diam, Ia menyilangkan kakinya dan menghela nafas lega.
Zing
Entah kenapa bulu kuduk Jongin mendadak berdiri, ada apa ya arahnya sih dari orang asing itu. Mata hitamnya bertemu pandang dengan milik orang itu lalu sialnya, diantara rasa ngerinya Ia sempat menahan tawa sedikit geli melihat ketika orang itu berusaha untuk melotot berusaha menakuti-nakutinya.
Tidak usah begitu juga, kau malah terlihat lucu kalau seperti itu'pikir Jongin geli, merasa lucu melihat bagaimana Baekhyun yang berusaha melebar-lebarkan matanya yang jelas-jelas minimalis.
"apanya yang lucu?"Tanya sosok itu tersinggung. Jongin sibuk berdehem berusaha menghilangkan tawanya.
"Tidak ada."jawab Jongin kalem.
"Dasar Mentor tak berguna, Kau apakan Sehun hah! Dia hampir saja mati gara-gara kau."omel Baekhyun tiba-tiba, sementara Sehun sudah bisa mendudukan diri sedangkan Baekhyun mulai mendekati Jongin dan berdiri menjulang dihadapan Jongin.
"aku ti—"
Sehun memperhatikan dan menebarkan senyum sinis kearahnya. Jongin dongkol.
"dia itu tidak bisa lari jauh-jauh. "
"ah maa—"
Sehun tertawa tanpa suara, lalu menatap Jongin sembari berkata isyarat 'makan tuh omelan'. Begitulah otak Jongin menerjemahkannya ketika membaca gerakan bibir Sehun. Rasa khawatir Jongin mendadak melalang buana entah kemana tergantikan rasa jengkel luar biasa. Dalam kondisi setengah sekarat, Sehun si kampret bin pecundang itu tetap kurang ajar. Dosa apa dia punya anak didik yang sebegini tengiknya.
"perutnya berbunyi beberapa detik yang lalu. Kau tahu tidak Sehun itu tak bisa telat makan."
"benarkah sa—"
"Jangan memotong omonganku kau mentor tak berguna."bentak Baekhyun tak sadar diri.
Memotong pantatmu, sejak tadi omongan ku yang terus dipotong dasar Ibu-ibu tukang omel'gerutu Jongin didalam pikirannya, maaf saja dia tak bisa atau tepatnya tak ingin mengutarakan isi hatinya secara langsung apalagi saat ini ia merasa seolah tengah menghadapi Mamanya—yang super galak dan tukang marah-marah.
Rupanya rasa takut Jongin akan sang Mama semakin parah, sampai-sampai Baekhyun yang jelas-jelas berdada rata dan bersuara baritone tanggung-tanggung tanpa jakun begitu sudah cukup menjelaskan bahwa Baekhyun itu laki-laki—tulen ya tulen. Mungkin kacamata yang dipakai Jongin saat ini sedikit mengacaukan penglihatannya—yaah mungkin.
Maka dari itu yang keluar yang Cuma manggut-manggut ayam.
"Kalau begitu, Boc—maksud ku Oh Sehun—sshiit. Kita bisa mengulang lagi materi ini besok pagi, disini jam 7 pagi. Permisi Baekhyun—sshi."pamit Jongin buru-buru pergi, mengabaikan wajah Sehun yang memerah marah karena dengan disengaja Jongin menyerapah padanya dengan cara meleset kata-kata (Sshi) menjadi (Shiit) diujung namanya.
Kalau bukan karena Baekhyun yang menahan tangannya sudah pasti Sehun akan menyerang Jongin, adu tinju kalau memungkinkan.
"sudah Sehun, jangan terpancing. Sebaiknya Kau langsung ke asrama saja, istirahat dikamar dan jangan kemana-kemana."titah Baekhyun tegas, Sehun mengangguk saja rasa bersalahnya karena membuat Kakaknya menangis masih melekat dihatinya.
"Iya Baek-hyung."
"Anak pintar."tandas Baekhyun sembari tersenyum lebar.
Sehun mendengus." Omong-omong Hun."
"hnggh.."jawab Sehun malas. "Mentormu ganteng ya, sexy gitu."Sehun tersedak. Lalu menoleh dan memegang bahu Baekhyun, manic madunya menatap dalam-dalam kearah mata Baekhyun. Wajahnya seperti orang yang sembelit.
"Ingat hyung kau itu laki-laki. Laki-laki –hyung. Dan lagi hubungan yang seperti itu begitu mengerikan"pungkas Sehun, wajahnya pucat pasi, matanya menerawang jauh seperti mengingat memori yang tak ingin diingatnya.
Baekhyun menepuk pipi kanan adiknya 2 kali membawa Sehun kealam sadar lagi."Kau itu ya, masih sebegitu homophobicnya."
Sehun melepaskan bahu Baekhyun. Ekspresi wajahnya tak bisa dijabarkan Baekhyun"kembali saja -hyung. Pasti mereka sedang mencarimu."
"Iya-iya dongsaengku sayang. Hati-hati jangan salah kamar lagi."teriak Baekhyun, berkebalikan dengan matanya yang bersedih. Lambaian tangan sebagai balasan dari Sehun.
-.-.-.-.-.-.- Welcome -.-.-.-.-.-.-
Kick Or Kiss
Kim Jongin / Oh Sehun
Warning : Boys Love, bahasa amburadul, absurd namun sok-sok melucu padahal garing, chara-chara yang sedikit miring, kata-kata yang tidak EYD, gaje, alay, lebay, SEKALI LAGI INI YAOI, BL, GAY, KALAU KAGAK SUKA SILAHKAN KLIK BACK. SI 2 PANGERAN JONGIN DAN SEHUN JANGAN DIBASH DAN COUPLE YANG LAIN JUGA, KALAU MAU NGASIH BAHASA PELANGI CUKUP KE SAYA AJA. OKE DEAL, SIIP , FINE OKEH.
(Inner Jongin)
(Inner Sehun)
TERIMAKASIH BANYAK, SUDAH MEREVIEW READER-SAN.
SILAHKAN DISANTAP
-.-.-.-.-.-.- Reader sekalian -.-.-.-.-.-.-.
.-.-.-. -.-.-.-.-.-.
Sehun sedang menderita Muram dan murung, dan kelaparan, 3 jam duduk dibawah pohon rindang tempat mengungsi dadakan karena diusir dari perpustakaan sehari yang lalu, dengan seorang mentor—galak—dan terlalu sok berkuasa. Sial sekali hidupnya.
"Mata empat. Serius gue kelaparan."
"memang aku peduli."sahut Jongin cuek, kedua matanya terlihat sibuk memeriksa hasil kerjaan Sehun berkaitan tentang Hukum Newton. Hanya 5 soal essai dan rupanya hasil yang ia inginkan jauh dari harapan—mogok diangka 35 terus begitu dalam 3 kali tes dadakan yang ia berikan, padahal boleh lihat catatan. Dan yang dicatat Sehun berkaitan dengan tes itu.
"kau ini bodoh 'ya"
Hati Sehun tertohok. Tangannya berhenti mencatat sudah ganti materi dan kali ini materi—Bahasa Inggris. Sewaktu Sehun bertanya kenapa ganti materi, Jongin menjawab /mataku bisa katarakan kalau terus-terusan melihat nilai merah begini—terlalu hiperbolis, kalau kondisi mendukung ingin rasanya Sehun meninju wajah sok kalem itu.
"elu memang kejam"gumam Sehun, suaranya tidak jelas karena beradu dengan bukunya yang tergeletak tak berdosa diatas rerumputan.
"Hah?"koor Jongin. Ia menghentikan kegiatannya lalu memberi perhatian penuh kepada Sehun.
"sudah sampai mana?"Tanya Jongin mendadak lembut suara tegasnya hilang, Sehun mendongak wajahnya sedatar tembok bikin Jongin sempat kaget.
(Dia jadi lebih kalem. Apalagi kekejaman yang akan dia berikan.)
"matamu kau taruh dimana, dipantat!"jawan Sehun judes.
"Dasar murid kurang ajar."tanpa sadar Jongin membentak lagi.
Jongin berdehem sebentar."Kalau sudah selesai, kita istirahat. Ku traktir kalau kau bisa jadi anak baik seharian ini."Sehun bangun dari acara tidurannya lalu mundur 3 langkah dengan menggunakan pantatnya, Jongin menaikan alis tak mengerti.
"kau itu kenapa sih?"Tanya Sehun waspada.
"aku. Memangnya aku kenapa?"
"kebaikanmu itu sedikit mengerikan tau?"
"maksudmu?"
"Iya. Itu—euumh nggak usah sok baik. Horror tau gak?"
"APA!?"Seru Jongin tiba-tiba, wajahnya berubah 180 derajat."KERJAKAN 100 SOAL BAHASA INGGRIS. SEKARANG!" Tuhkan insting Sehun benar kelembutan Jongin pasti berakhir keganasan.
.-.-.-. -.-.-.-.-.-.
"Channie!?"
Yang dipanggil menoleh memberi senyuman hangat pada seseorang yang berlari kearahnya, "Baekhyun!"Serunya riang merentangkan kedua lengannya yang panjang.
"Aku kangen sekali."
"Miss you too. Love."Balas Chanyeol memeluk tubuh yang lebih pendek darinya itu begitu erat. Ini sudah hampir sebulan Ia baru kembali dari perburuan, lama sekali tidak bisa menghirup aroma bunga sakura dari tubuh Baekhyun.
"Jadi, oleh-oleh apa yang ku dapat setelah hampir berminggu-minggu kau menghilang."Tandas Baekhyun, jemari lentiknya menyusuri wajah Chanyeol. Lalu memberi kecupan singkat diujung bibir kekasih jangkungnya.
Chanyeol terkekeh,"huh? Berarti kau lebih menginginkan oleh-oleh itu dibandingkan aku?!"Omelnya, Baekhyun tertawa pelan.
"Kau segalanya."
Lalu mereka berjalan beiringan menuju sebuah pondok kecil yang tampak asri dan tentram. Suara-suara burung terdengar merdu dipagi yang cerah, angin menerpa lembut wajah keduanya.
.
.
.
Kecupan-kecupan kecil jatuh di wajah Baekhyun, membuat tubuhnya tak nyaman lalu tawa kecil keluar dari bibirnya.
"Hentikan Chanyeol, hahaha. Itu geli."Pinta Baekhyun. Sementara Chanyeol malah semakin gencar memberi kecupan dan gigitan kecil dileher putih milik Baekhyun.
"Berhenti Channie."Pinta Baekhyun sekali lagi.
Chanyeol menyeringai"mana bisa aku berhenti. Kau kelihatan suka begitu."Kelakar Chanyeol lalu kembali melanjutkan aksinya.
Baekhyun mendengus. Kala bibir Chanyeol sibuk menjamah lehernya, membuka satu persatu kancing bajunya.
Pervert'Inner Baekhyun menggerutu sebal.
"Berhenti Chan."
"Tidak mau ah."
Kecupan dibibir.
"Channie."
"Iya sayangku Baekhyun"
"Sayangku, sayangku. Dasar PERVERT!"
Duagh!
Dan berakhirlah kemesuman Chanyeol ketika 'anunya' ditendang telak oleh Baekhyun menggunakan lututnya.
"WADAW!"
CUT CUT CUUUUT!
"Sial Baekhyun. INI SUDAH 393 KALI TAKE, dan kau selalu berhenti dibagian yang sama."
Merasa Geram Baekhyun menatap kearah sang suteradara, mendekati lalu mengambil TOA butut itu dan berteriak ditelinga si sutradara.
"MASA BODOH! GANTI SAJA AKU!"
Wajahnya menoleh kearah Chanyeol yang duduk kalem diatas ranjang.
"DAN KAU, PERVERT! BERHENTI MENJAMAH TUBUH SEXYKU!"
Chanyeol mendengus malas."Sexy apanya, kurus begitu."
Baekhyun murka."APA KAU BILANG!"
"KURUS! KURUS!"Tekan Chanyeol gemas. "Chk, kurus-kurus begini. Kau juga semangat sekali menjamahnya."Ucap Baekhyun santai.
"Menurutmu. Itu cuma akting Bung, jangan besar kepala kalau bisa besarkan tuh mata minimalismu"Balas Chanyeol cuek.
"Chk, ini mah udah dari sananya."Decak Baekhyun lalu pergi.
"DASAR AKTOR MANJA!"Teriak sang sutradara.
Dari kejauhan Baekhyun memeletkan lidah.
.
.
.
Hari ini kembali normal, yah walau sebentar, Yah walau 3 jam lalu Ia sempat kena migrant dadakan karena mengerjakan 100 soal Bahasa Inggris. Setidaknya Sehun bisa bernafas lega terpisah sedikit jauh dari pengawasan Kim Jongin untuk saat ini 'Mentor tengik'seorang manusia sok berkuasa yang sah menjadi pembimbingnya—terkutuklah kepala sekolah yang memiliki paras seindah malaikat padahal hatinya sekejam Medusa –tidak nyambung sesuka Sehunlah.
Karena berkat orang itu intensitas kelakuan tengilnya menjadi terbatas, contohnya tidak bisa keluyuran saat pelajaran berlangsung padahal itu adalah salah satu hobinya. "Mentor tengik sialan."menyumpah Kim Jongin Season 2.
"Hun?"
Cuek. Sehun menelungkupkan wajahnya ke atas meja, mengabaikan panggilan pelan dari teman sebangkunya Do Kyungsoo.
"Heh, Cecunguk kerempeng. Jam 2 nanti bimbingan dengan ku di taman belakang asrama mu."Menoleh cepat, Sehun memicingkan mata sinis.
"Berisik. Mata empat."Balas Sehun judes, kembali menelungkupkan wajahnya.
Yang dikatai tak terima, jadi Jongin balik berkata judes.
"Pecundang."
Merubah posisi wajah kesamping lalu membalas menatap kearah teman-temannya yang berlalu-lalang dengan aktivitas mereka masing-masing.
"Mentor bermata iblis."
Si pengguna kacamata, menggerutu dengan intonasi sedang.
"Pemegang rekor paling malas sedunia."
Memejamkan mata sejenak lalu memutar balikan ejekan"Pemegang rekor paling sadis sedunia."
"Anak tak berguna."
"Mentor pembunuh bin ababil."
"APA KAU BILANG! KALAU MENGHINA KREATIF DIKIT DONK!"
Sehun mendengus geli. Kenapa sih dia punya mentor sebocah Kim Jongin. Sehun tidak tahu kalau Jongin sebenarnya berada 2 tahun diatasnya.
"SUKA-SUKA LAH, MULUT-MULUT GUE JUGA!"Balas Sehun tak kalah galak, matanya mendelik berniat mengibarkan bendera perang. Jongin kehilangan kesabaran.
Dan...
Adu jambak, tinju bahkan gegulingan diatas lantai yang terhimpit antar meja dan kursipun tetap terjadi, dipadu teriakan semangat dari teman-teman sekelas dengan kalimat
'iya tinju saja, tendang perutnya Jongin' atau
'jangan pamrih, pantang mundur, hancurkan hidungnya Sehun'.
Dan mungkin yang lebih tak lumrah didengar
'waah, hebat pertengkaran suami istri. Ayo, tinju kanan, heyaaah' dan sorakan dadakan absurd lainnya.
Untunglah diantara sekian murid anak tak lazim lainnya, ada Kyungsoo yang masih punya pikiran waras .
Dia kembali dengan nafas terengah-engah di ikuti datangnya Heechul dan Kyuhyun Saem. "Lihat, Mereka Saem. Mereka sedang berkelahi."Urai Kyungsoo disela-sela menarik nafasnya yang satu-satu. Melihat itu Kyuhyun saem prihatin lalu menepuk bahu Kyungsoo.
"Iya, Nak Do. Duduk saja biar bapak yang menyodomi mereka berdua."Tandas Kyuhyun semangat. Kyungsoo menaikan satu alisnya merasa aneh atas kata-kata yang baru saja dilontarkan Kyuhyun saem.
"Pak."Panggil Kyungsoo sembari menarik ujung kemeja milik Kyuhyun saem."Apa maksud bapak dengan menyodomi"tanya Kyungsoo, wajahnya seinnocent bayi baru lahir. Menggemaskan sekali dan apa ya tampak lugu, atau imut. Waduh, Kyuhyun saem berpikir kearah lain nih.
Kyuhyun menggeleng lalu tersenyum canggung, salah bicara kata lainnya sih keceplosan.
"Ahaha, mak-"
"Heh, kau Kyuhyun berhenti menggoda Kyungsoo dan pisahkan 2 biang masalah itu. SEKARANG!"Raung Heechul saem, salah baca situasi. Sementara dirinya tengah bersantai diatas kursi guru yang tidaklah kosong, membiarkan guru itu ( baca : Hangeng Saem ) memangku tubuh menjulangnya.
Kyuhyun sebal.
Dengan teriakan lantang menghentikan keramaian itu dalam sekejap.
"Berhenti!"
Keramaian itu buyar seketika bagai gerombolan semut yang disiram air selokan, krusak-krusuk, gedebrak-gedebruk kehebohan atas kedatangan Kyuhyun saem membuat murid-murid dikelas itu gemetaran hingga saling tubruk tak terelakanpun terjadi.
Ketika melihat murid-murid itu kembali duduk ketempat mereka masing-masing dengan penampilan amburadul, Kyuhyun saem merasa puas dan bersiap melaporkan keberhasilannya pada Heechul saem.
"Sudah tuh, aku ma-"
"Hei, minggir dari atas tubuhku IDIOT!"
"MATA EMPAT SIALAN"
Bugh!
"BERISIK! LOSER ! MINGGAT DARI ATAS TUBUHKU!"
"TIDAK SUDI!"
"PLEASE, INI MENJIJIKAN"
"MEMANG !"
"Yasudah, menyingkir. Kau BERAT!"
"TIDAK BISA! AKU BELUM PUAS MENINJU WAJAHMU"
"SIAL"
BAGH!
Lalu gegulingan kedua manusia tak sadar tempat itupun berlanjut lagi.
Kyuhyun saem geram, matanya mendelik, murid lainnya menunduk atau beberapa berdoa –berharap iblis yang merasuki Kyuhyun saem, hilang—bahkan ada yang melindungi kepala mereka dengan meja.
"DASAR 2 ALIEN PERUSUH!"Teriak Kyuhyun saem ganas dan badas.
.
Tu
Wa
Ga
STOOP!
Pojok Selokan author : Hahaha, absurd banget. Biarlah nunggu para review untuk request dulu aja. Hmm, adegannya memang aneh, percakapan tidak nyambung dan dll. Tapi, semoga aja masih bisa dikonsumsi.
1 : untuk usulan couple Chanbaek dan Suhodo. Thanks, banget Sudah memberi Ide. Sudah dimasukin sih Chanbaek. Agak bingung gimana Suho dan Do bertemu, well lagi dipikirkan. Dan ketambah juga Kris Suho, mampus pala makin puyeng, belum lagi sempat kena apa itu Virus WB, hahaha mungkin saja atau Authornya yang males, ide mengalir diotak tetapi setelah dilayar kaca bagaikan melihat bolong-bolong mengerikan #tyrophobiadetected, stop ah cuap-cuap kagak penting ini.
12 : Aah, mau ngomong apa ya? #blanked
123 : well, bisa tolong beri review. Buat ngasih batere ke author lagi. Jika bersedia juga sih, tapi kalau Cuma mau sekedar baca tanpa review no problem. Hehe.
… Bonus!
"PLEASE, INI MENJIJIKAN"
Dasar otak udang, kenapa tidak ingin menyingkir. Kepalaku pening, bawahku sesak. Menderita tau, harus menahan diri. Aaargh, untung saja kau sedikit bodoh kalau tidak.
"MEMANG!"
"Yasudah, menyingkir. Kau BERAT!"
" TIDAK BISA! AKU BELUM PUAS MENINJU WAJAHMU!"
Bugh!
"SIAL!"
Kenapa tidak mau, memang mau ku 'pegang-pegang' ya. Dasar bodoh-bodoh-bodoh. Anak bodoh-bodoh. Wah, aku semakin jago mengumpat sejak mengenal si bocak cecunguk ini. Dammit.
.
Kurang greget yeth, Bonusnya. Hahaha, ngomong-ngomong RnR please.
Salam hangat-hangat kuku dari San Kim. Bye-bye-byee! ERR—THANKYOU SO MUCH, BUAT REVIEWNYA! #Deep_bow
