"Belikan aku Ramen, Jongin-kun?"
"Duh, Bahuku nyeri-nyeri. Pijitin donk Jungin-kun!"
"Kakiku Keram, Pijat juga donk Jongin-kun!"
"Jongin-kun, aku ingin makan takoyaki belikan donk!"
"Jongin-kun."
"-kun. Jongin-kun."
"ngin-kun."
"Jo—"
"Mati Kau Sehun! Dasar Murid Durhaka! Tak Tahu Diri! Kejaaaam!"Pekik Jongin frustasi, Ia mengacak rambutnya hingga tak beraturan tanpa ragu mencubit kedua pipi Sehun sampai-sampai si pemilik wajah memberontak heboh."Berhenti memberi perintah, kau pikir kau itu siapa! Huh? Dan berhenti juga memanggilku dengan embel-embel –kun, menjijikan tau tidak sih!?"
"Lihat siapa yang mulai ingkar janji dan bersikap menjijikan baru saja, huh?"balas Sehun songong meski jatuhnya yang tidak keren sama sekali apalagi dengan pipi merah-merah bekas cubitan Jongin yang tidak manusiawi.
"Eh, bocah. Aku tidak ingkar janji, ya."jeda sebentar Jongin membuang nafas dia terlihat kelelahan dengan peluh yang membanjir disana-sini akibat perintah Sehun yang ada-ada saja, bayangkan saja dia harus membeli takoyaki diseberang kota –karena tumben sekali takoyaki didaerah dekat rumah sakit –kehabisan, The Hell. Sepertinya Jongin sudah banyak dosa sehingga Tuhan memberinya siksaan yang begini laknatnya.
"Kau saja yang sudah keterlaluan. Kau pikir aku ini robot apa yang tidak punya rasa capek, Dasar Aho, sinting, baka, bego –mati saja sana!"dumel Jongin, Sehun tertohok matanya mendadak berkaca-kaca terlihat memperihatinkan dimata normal Jongin yang notabene sosok yang sebenarnya tidak tegaan kecuali kalau lagi dalam proses mengajar –beda urusan lagi kalau masalah itu.
"A-aduh. Jangan menangis sih, kalau –hyung iblis mu datang bisa mati aku!"
Dan sukses air mata buaya Sehun memercik riang disudut mata, kala suara Baekhyun terdengar seiring dengan suara pintu yang menjeblak terbuka."Hunna My dongsaeng. –Hyung gantengmu datang beibeh!"
"Hueeeeee! Baek-hyung!"Jerit Sehun menangis kesetanan ketika sosok –hyungnya muncul dari balik pintu. Hahaha, rasakan kau Mentor tengik –muehehe mampus kau pasti di omelin –hyungku'pikir Sehun kejam sembari tertawa setan memikirkan apa yang akan dialami oleh Jongin setelah ini.
Mampus. Selamat tinggal surga dunia, RIP Kim Jongin, Maafkan aku Papa—Mama anakmu mati muda, maaf –hyung aku sering kurang ajar ketika kecil –dan membuat anjingmu mati karena muntaber gara-gara uji coba obat ku –dan para kawan-kawanku yang selalu menderita karena siksaanku ketika mendekati ujian sem—STOOP! Kenapa kesannya Jongin jadi melankolis begini, tidak-tidak ini bukan Jongin banget deh. Jongin yang biasanya tidak akan meminta maaf apalagi takut dengan kema—"JONGIIIN! KAU APAKAN ADIK KESAYANGANKU! HUUH!?"
Sial. Jongin benar-benar terkena tulah berturut-turut dihari yang menyebalkan dari pagi tadi. Bahkan Ia belum mandi, hhh yang sabar saja Jongin.
"Errgh –aku tidak itu –euumh. Sumpah –HYUNG!"sergah Jongin ngeri ketika dilihatnya Baekhyun bersiap menggeplak kepalanya dengan setumpuk buku dengan tebal 5 cm. Bisa pikun aku kalau sampai ditampar buku setebal itu.
"chk, chk. Bau apa ini?"tandas Baekhyun risih tubuhnya mendekati Jongin dan mencium bau tidak sedap dari tubuh kecoklatan milik Jongin yang dibanjiri keringat –sedikit banyaknya dia jadi prihatin pasti adik laki-lakinya meminta ini dan itu, sudah bukan hal baru bagi Baekhyun. Pertahunnya kala Sehun masuk rumah sakit pasti banyak sekali yang diminta anak itu –tak jarang juga Ia dan orang tuanya kewalahan karena harus menuruti kemauan Sehun –karena jika tidak Sehun akan mengurung diri didalam kamar tak menerima siapapun jika permintaanya tidak di turuti. Memang terkesan manja tapi itulah cara Sehun agar Ia tidak ditinggal sendirian.
Pluk! Pluk!
Semenit terlewat Jongin masih terpaku didalam posisinya sampai-sampai Baekhyun keheranan kalau Sehun sih sudah mengusap air matanya dengan urat kemarahan didahinya merasa jengkel karena rencananya diketahui oleh –hyungnya.
Si-si iblis berwajah bidadari—eh bidadara tadi baru saja menepuk kepalaku dengan sorot mata peduli dan prihatin –ap-ap-ap aku ti—"Jongin-ah. Kau baik-baik saja?"
"huh—eh apa? I-i-iya aku baik-baik saja."Sahut Jongin tak jelas, Baekhyun acuh saja dan memilih menduduki diri diatas kursi yang berada disamping bangsal Sehun sembari mulai mengupaskan buah apel merah segar yang Ia bawa bersamaan dengan keranjang buah dengan beberapa buah segar lainnya yang sengaja ia bawa untuk adiknya.
"Tubuhmu bau sekali, kau pasti belum mandi. Kembali saja ke sekolah, untuk hari ini biar aku saja yang menjaga Sehun."
Jongin mengangguk dalam diam.
Baekhyun mengikuti tubuh Jongin hingga menghilang dari balik pintu, dahinya mengkerut."Kenapa sih dengan Mentor gantengmu itu Sehun. Mendadak jadi robot berjalan begitu?"Sehun mengendikan bahu tak peduli, mulutnya sibuk mengunyah potongan apel yang disuapkan oleh –Hyungnya.
Tak sengaja mata coklat Baekhyun melihat beberapa buntal plastik bekas yang tercecer didalam bak sampah yang cukup jauh dari bangsal Sehun lalu mengarahkan matanya kepada sang adik."Kau sepertinya terlalu merepotkan mentormu, huh?"
Sehun balas menatap mata Baekhyun, bibirnya tertarik ke sudut kiri –menyeringai senang."Tehehe, menyenangkan juga menjadikannya babu dadakan. Hahaha."Baekhyun menggeleng saja, merasa prihatin pada Jongin untung saja Ia cepat sadar situasi yang tengah dialami Jongin hingga ia tidak jadi mengomel tak jelas –telat saja dia tersadar pasti Jongin akan mati kelelahan karena merasakan tendangannya.
"Jangan kejam begitu Hunna. Begitu-begitu juga dia orang yang telah membantumu untuk mendapatkan peringkat 3 dikelas. Bayangkan saja kalau berada di urutan bawah lagi, pasti Umma dan Appa akan mengirimmu ke Amerika menyuruhmu bersekolah atau parahnya kau tidak akan pernah kembali ke korea selatan lagi –mengerikan bukan tidak bisa pulang ke kampung halamanmu sendiri."tutur Baekhyun tenang serta disemati peringatan.
Sehun mendengus."Aku hanya balas dendam kok. Seandainya saja –hyung tahu bagaimana kejamnya dia ketika mengajarku. Itu bahkan lebih parah dibandingkan terkurung dengan sepuluh ekor singa."mendengar perumpaan Sehun yang menurut Baekhyun berlebihan membuat Ia terkekeh geli.
"Hihihi, ternyata dia sekuat itu. Hebat!"puji Baekhyun, Sehun menoyor dahi Baekhyun kasar.
"Aduh, sakit Hunna. Kurang ajar kau!"
"Jangan terlalu kagum dengannya –hyung. Dia itu manusia pervert yang levelnya diatas rata-rata, pernah sekali aku tak sengaja melihatnya sibuk membaca manga dan tebak apa –isi manganya itu Cuma tentang manga dewasa, oppai dan oppai –hiiiih, hebat darimananya coba?"terhenti sebentar Sehun terlihat mengingat sesuatu lalu Ia kembali mengoceh"dan tahu tidak, dia itu saat tidur setenang orang mati sambil mendengkur keras seperti beruang yang hibernasi. Jorokan –hyung?"Diluar dugaan Baekhyun malah tertawa keras."AHAHAHAHA"Yang ditertawai mendumel, lalu bertanya judes."Apa sih yang lucu!"
"Tidak Hunna. Hanya saja pffft –aku tidak tahu kau sebegitu detailnya memperhatikan kebiasaan Jongin –simentor pribadimu itu. Ahahaha!"
Sadar memilih kata-kata, Sehun merutuki kebodohannnya apalagi ketika merasakan rasa panas berlebih menjalar ke seluruh wajahnya. Malu sekali."Ya ampun wajahmu memerah. Manisnya."koor Baekhyun masuk dalam mode fanboying –meski itu adiknya sendiri pada dasarnya Baekhyun adalah tipe Kakak protektif.
"Kau mencium sesuatu?"seorang suster sebut saja suster A bertanya dengan si suster B. Keduanya mengurut alis dan menutup hidung mereka dengan masker. Si Suster B menyahut"Ya ampun bau apa ini, seperti—eh?"keduanya terperangah kaget lalu perlahan-lahan berjalan mundur ketika merasakan hawa hitam menguar dari tubuh pria dengan wajah ganteng tetapi berpakai tak rapi –"ayo kita pergi! Seraam!"dan keduanya kabur dari sana meninggalkan Jongin dengan kefrustasiaannya yang menganak beranak tanpa dicegah.
-.-.-.-.-.-.- Welcome Back-.-.-.-.-.-.-
Kick Or Kiss
Kim Jongin / Oh Sehun
Warning : Boys Love, bahasa amburadul, absurd namun sok-sok melucu padahal garing, chara-chara yang sedikit miring, kata-kata yang tidak EYD, gaje, alay, lebay, SEKALI LAGI INI YAOI, BL, GAY, KALAU KAGAK SUKA SILAHKAN KLIK BACK. SI 2 PANGERAN JONGIN DAN SEHUN JANGAN DIBASH DAN COUPLE YANG LAIN JUGA, KALAU MAU NGASIH BAHASA PELANGI CUKUP KE SAYA AJA. OKE DEAL, SIIP , FINE OKEH.
(Inner Jongin)
(Inner Sehun)
TERIMAKASIH BANYAK, SUDAH MEREVIEW READER-SAN.
SILAHKAN DISANTAP
-.-.-.-.-.-.- Reader sekalian -.-.-.-.-.-.-.
-KAIHUN-
"Kyungie~"
"hmm.."tanggap Kyungsoo malas, tubuhnya terlentang diatas rerumputan menatap deretan kalimat dari sebuah novel yang kini tengah Ia pegang. Hari ini minggu dan seperti sekolah pada umumnya ini adalah hari libur alias jam kosong. Tidak adanya Sehun membuat hidupnya mati kebosanan –benar jangan lupakan sosok Myeonki sialan yang akhir-akhir ini menguntitnya kesana-kemari seperti anak itik, berbulu kuning sekaligus berciak-ciak berisik. Kyungsoo berusaha keras untuk tidak menyumpal mulut kemerahan milik Suho dengan sepatu bekasnya.
"Kau tidak kangen Honey Bee?"
Clap –menutup bukunya lalu bangkit mendadak menatap aneh kearah Suho –si badut ganteng.
"Tidak."
Suho mendengus."bohong."tandasnya dengan nada menyindir. Kyungsoo tersinggung tapi diam saja tahu akan runyam kalau meladeni Suho.
"tapi aku kangen. Kita ke rumah sakit yuk!"ajak Suho manja, Kyungsoo ilfeel setengah mati.
Woosh~
"Euungh—"Suho menutup hidung, alisnya menukik dalam matanya memicing curiga kepada sosok yang baru saja lewat dengan berlari hingga hilang di balik pintu besar asrama yang Ia tinggali dan beralih memandang Kyungsoo.
"Kau kenapa?"tanya Kyungsoo, kembali bermalas-malasan diatas rerumputan.
"Tadi itu si pervertkan?"
"haah?"koor Kyungsoo, lama-lama sakit kepala karena harus terbiasa mendengar celetukan Suho setiap kali melihat orang baru –Kyungsoo bahkan yakin jika kulit Suho sedikit gelap dan sedikit lebih tinggi maka pastilah si myeonki cocok menjadi saudara kembar si mentor pribadi milik sahabatnya. Oh, ngomong-ngomong tentang si mentor –"eh, Myeonki. Kau melihat Jongin tidak?"
"Lihat?"
Kyungsoo berhah lagi."Mana?"tanyanya keheranan sambil tengok kanan dan kiri kali ini mulai berdiri mulai serius mencari sosok Jongin menuai kernyitan penuh tanya dari pihak Suho.
"Matamu sudah minus berapa sih? Kakekku saja masih punya penglihatan lebih bagus."
"WOI!"seru Kyungsoo dongkol karena penglihatannya diragukan oleh Suho dibandingkan dengan kakeknya pula –bikin sakit hati tau tidak sih.
"Tuh, dia diatas!"tunjuk Suho, Kyungsoo tentu saja reflek mengikuti arah telunjuk milik Suho dan detik berikutnya mata kehitamnya terbelalak lebar.
"a-a-apa dia gila!"teriak Kyungsoo merinding, tanpa lupa menarik Suho."Ayo kita ke atas sana. Kita harus menjernihkan si mesum sialan itu!"
"heh? Tidak mau ah."
"ayo!"
"tidak mau!"
"ayo!"Kyungsoo masih keras memaksa, dan Suho kekeuh mempertahankan posisinya. Lelah berdebat dan tau Suho tidak akan sudi menurutinya dengan senang hati Ia menendang kaki Si Badut ganteng lalu kabur secepat tornado.
"WOI! BURUNG HANTU SIALAN! JANGAN KABUR!"
Bergerak gesit, lari terbirit-birit Kyungsoo gemetaran ngeri karena mendengar teriakan Suho yang menggelegar for god sake –dia Cuma menendang kakinya kok, tidak keras sama sekali. "DASAR LEBAY!"balas Kyungsoo menyebalkan tidak sadar diri sudah menendang kaki Suho yang tak berdosa bukan meminta maaf malah menambah urat-urat kemarahan didahi Suho yang putih mengkilat.
"DASAR PENDOSA!"
"ANAK ITIK!"
Setelah adu bacot tak berujung, didetik ke 130 detik. Suara gedebug dan teriakan memekakan mengejutkan kedua sejoli tersebut.
.
.
Hello, there. Masih ada yang nunggu, ngarepnya sih gitu. Gak nyangka Jongin yang item, dekil, tapi ganteng bin sexy tujuh turunan sudah ada yang punya hmmm –psst, ini kata lain dari kit hati, dih lebay ah—jujurlah padaku, ah bangke. Ngomong apa'an. Maaf, kurang greget, kurang panjang, kurang lucu, kurang dan kekurangan lainnya. Males ngitung –author males—ditabok.
Sampai jumpa chapter depan –hmm, tinggalkan review mari kita merefresh otak dan pikiran kita –if you know what I mean… uaraaagh. Stop… Stoooop! Goodbye reader sekalian –Hope you enjoy it? :v
