Can't You Love Me Again ?
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
{Preview chapter 1}
" Lalu kapan aku bisa mencampakkannya Hun ?" Tanya Kai selanjutnya.
Sehun memasang pose berfikir sebelum menjawab pertanyaan dari Kai. " Bawa saja ia ke tepi sungai Han jam 6 malam, disana aku akan menunggumu, dan disana pula kau bisa memutuskan hubungan itu dan disana pula kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan Kai." Jawab Sehun mantap dengan seringaian licik yang tergambar jelas di wajah nya. Dan Kai mengangguki nya sebagai jawaban persetujuannya akan ide Sehun.
Sedangkan Kyungsoo, Kyungsoo benar benar kecewa dengan pilihan Kai. Meskipun Kyungsoo tahu Kai tidak akan pernah membalas rasa kagum dan rasa cintanya, Kyungsoo berfikir tidak seharusnya Kai melakukan hal segila itu hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi serta menjauhkan dirinya sendiri dari Kyungsoo. Kyungsoo ingin sekali mereka bertiga tahu bahwa dirinya saat ini ingin sekali menangis dan melampiaskan rasa kecewa nya dengan menjatuhkan butiran air mata yang telah bertahun tahun ia tahan dan ingin ia tumpahkan karena sikap dan perilaku Kai terhadapnya.
" Seburuk itu kah aku hingga kau tak ingin melihatku berada didekatmu Kai. " batin Kyungsoo dengan menarik kuat ujung baju seragamnya.
Chapter 2 : The Process of Love
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak setengah jam yang lalu, namun Kyungsoo tetap tak bergeming dari tempat duduknya, berfikir keputusan apa yang harus ia ambil untuk kedepannya, haruskah ia tetap tinggal dan menolak untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan tetap mengejar cinta sorang Kim Jongin yang sudah pasti ia ketahui tak mungkin ia dapatkan, tetap bertahan dalam rasa pedih dan kecewa setiap harinya terlebih setelah mengetahui apa yang akan Jongin dan Sehun taruhkan tentang dirinya, atau ia memilih untuk menerima program pertukaran pelajar itu dan mencoba untuk menghapus perlahan rasa cinta dan kagumnya terhadap Kim Jongin.
Setengah jam lebih Kyungsoo berfikir dengan berpangku tangan serta terus menatap bangku Kai, terkadang ia bangkit dari duduknya untuk duduk dan mengusap lembut bangku orang yang cintai itu. Gumaman gumaman halus serta lemah tentang apa yang ia ingin sekali sampaikan pada Kai terus terucap dan terucap setiap kali ia bangkit untuk duduk dan meletakkan kepalanya di atas bangku Kai. Bolehkah dan haruskah Kyungsoo menangis kali ini ? jawabnya adalah tidak, Kyungsoo tak ingin menangis dan mengotori bangku orang yang ia cintai itu dengan lelehan air matanya.
Setelah lama ia merenung dan menumpahkan rasa sayangnya walaupun hanya pada bangku milik Kai, Kyungsoo bangkit dari duduknya, merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang, setelah itu ia pun melangkahkan kakinya keluar kelas dan bersiap untuk pulang. Langkah demi langkah telah diambilnya, dan ia pun menyadari bahwa dirinya sudah terlalu lama terdiam didalam kelasnya setelah melihat sekolah sudah begitu sepi, hanya ada tukang kebun sekolah yang sedang bersih bersih dan mungkin dirinya adalah satu satunya murid yang masih berada di sekolah.
Kyungsoo membungkuk serta memberikan senyumnya untuk penjaga sekolah yang menyapanya tepat di gerbang sekolah setelah itu ia melanjutkan langkah kakinya menuju halte bus terdekat. Seperti biasa, sesaat dirinya sampai di halte terdekat, Kyungsoo tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bis yang akan mengantarlannya ke tempat tujuannya. Dengan sigap Kyungsoo naik kedalam bis dan mendudukkan dirinya di kursi belakang paling pojok bis karena memang disana merupakan tempat favoritnya saat menaiki bus saat pulang sekolah.
Sebenarnya Kyungsoo bisa saja meminta agar supir keluarganya untuk menjemputnya ke sekolah, tapi baginya itu hanya akan menyusahkan orang lain karena memang pada dasarnya Kyungsoo bukanlah orang yang bergantung pada orang lain, ia ingin hidup mandiri, membangun sebuah interaksi dengan orang lain yang biasa disebut dengan pertemanan. Namun apa daya nya jika tak seorang pun yang mencoba dekat dengannya maupun mencoba untuk berteman dengannya bukan karena status sosial nya, bukan juga karena Kyungsoo memiliki keterbelakangan mental karena, jika dilihat dari kedua hal tersebut Kyungsoo bukanlah berasal dari kalangan tidak mampu, orang tuanya memiliki sebuah restoran serta butik ternama di Korea. Kyungsoo juga bukanlah orang yang mengalami ketebelakangan mental mengingat Kyungsoo dapat dengan mudah mencerna setiap liku kehidupannya bahkan dirinya juga tergolong anak yang cerdas dengan selalu menjadi juara umum disekolah setiap tahunnya.
Karena yang Kyungsoo tahu, semua anak disekolahnya tak mau berteman dengannya karena dirinya sedikit berbeda, ya hanya karena dirinya sedikit berbeda dalam hal penampilan. Jika semuanya berlomba lomba untuk tampil modis dan elegan, maka Kyungsoo sebaliknya, ia berpenampilan simple dan tertutup yang mana membuat dirinya terkesan nerd. Namun satu hal yang harus digaris bawahi, Kyungsoo menyukai penampilannya karena baginya ' bukan baju mahal, berkelas dan bermerk ternama yang membuatnya terkesan gaul dan trendy, namun baginya saat dirinya merasa nyaman dengan apa yang ia kenakan serta percaya diri dengan apa yang ia kenakan itulah yang ia sebut dengan gaul serta trendy'.
Merajut, ya merajut merupakan rutinitas kegiatannya saat dirinya berada dalam perjalanan pulang sekolahnya menggunakan bus umum. Memang merajut menjadi pilihan baginya untuk mengusir rasa bosan yang mendera dirinya selama perjalanan, terlebih dirinya selalu duduk sendirian tanpa ada yang kebohongan besar jika saja Kyungsoo mengatakan dirinya tidak merasa bosan duduk sendiri di kursi pojok belakang bustanpa seorang pun yang menyapa maupun berbicara kepadanya layaknya seorang teman atau bahkan seorang sahabat yang sangat ingin sekali ia miliki.
Mungkinkah kalian bertanya mengapa Kyungsoo memilih merajut sebagai alasannya untuk mengusir rasa bosan ?
Jawabnya sudah pasti itu karena seorang Kim Jongin.
*FlashBack*
Seorang anak kecil, ah sebenarnya dia bukan lagi anak kecil mengingat kini usia nya telah menginjak usia 13 tahun, hanya mungkin karena tubuhnya yang memang lebih kecil dan mungil dari kebanyakan orang yang menyebabkan dirinya selalu dipandang layaknya anak kecil oleh orang lain. Anak kecil yang bukan lain adalah Kyungsoo itu tengah berdiri gemetaran dengan punggungnya yang telah bertabrakan sempurna dengan sebuah pohon besar. Sedangkan didepannya tengah berdiri 4 orang namja yang memilii ukuran tubuh yang jauh lebih besar darinya walaupun mereka memiliki umur yang sama. Keempat namja tersebut tertawa dengan keras melihat Kyungsoo yang tengah gemetar dengan mata yang memerah menahan tangis yang kapan saja bisa meledak. Kyungsoo benar benar terlihat seperti anak ayam yang mencari keberadaan induknya saat ini karena sedari tadi tak hentinya Kyungsoo menyebutnya nama ibunya dengan kondisi tubuhnya yang terus gemetaran.
Keempat namja besar tersebut mengerjai Kyungsoo hanya karena Kyungsoo yang secara tidak sengaja menabrak salah satu dari mereka yang membuat dua ekor burung yang mereka pelihara terlepas dari sangkarnya dan terbang jauh merasakan kebebasannya. Berkali kali sudah Kyungsoo mengungkapkan permintaan maaf nya, namun yang ia dapat hanya cacian, serta perilaku kasar dari keempatnya yang benar benar tak terima karena telah kehilangan burung peliharaan mereka.
Mata bulat Kyungsoo seketika tertutup rapat saat dirinya melihat dengan jelas salah satu dari mereka tengah mengayunkan kayu dengan kuat kearah nya. Namun aneh, mengapa Kyungsoo tak merasakan apapun setelahnya. ' mungkinkah mereka tidak jadi memukul ku?' itulah yang terucap dalam hatinya sehingga Kyungsoo memberanikan diri untuk membuka kembali mata bulat nya. Matanya tertuju pada satu objek dengan sempurna, melihat sesosok namja berkulit agak kecoklatan yang masih mengenakan seragam menahan kayu yang tadi diayunkan untuk memukulnya. Rasa lega Kyungsoo hanya bersifat sementara, pasalnya namja yang datang untuk membantu Kyungsoo langsung dihajar habis habisan oleh keempat namja besar tanpa ampun. Bahkan Kyungsoo dapat melihat jika namja berkulit tan itu hanya berusaha untuk menutupi bagian wajahnya agar tak terkena pukulan bertubi tubi dari keempat namja tersebut.
" Cih.. tidak bisa berkelahi tapi sok menjadi seorang pahlawan bagi anak kecil" ucap salah satu namja setelah keempatnya puas menghajar namja tan yang mencoba membantu Kyungsoo. setelah itu salah satu namja menarik paksa sebuah syal yang dikenakan oleh namja tan tersebut lalu merusaknya dengan sebuah ranting pohon yang berjatuhan disekitar daerah tersebut. Setelah merusak syal hingga tak berbentuk lagi keempatnya pun pergi meninggalkan Kyungsoo dan namja tan penolongnya sendirian.
Perlahan namun pasti dengan tubuh yang masih gemetar, Kyungsoo melangkah mendekati namja tan yang tengah terkapar sembari membersihkan lelehan darah yang keluar dari sudut bibirnya. " G-gwenchana ?" Tanya Kyungsoo dengan gugup nya.
Namja tan itu hanya melirik Kyungsoo lalu bangkit sendiri tanpa menunggu Kyungsoo menawarkan bantuannya, namun satu hal yang pasti di ketahui oleh namja tan itu, namja mungil bernama Kyungsoo itu masih tetap dalam mode ketakutannya. " Nan Gwencana." Jawab sang namja.
Kyungsoo yang masih tertunduk enggan untuk menatap wajah namja yang telah menolongnya itu mengambil sebuah syal berwarna hitam yang telah rusak parah yang berada tepat dibawah kakinya. "T-terima kasih telah membantu ku.. d-dan juga, syalmu.." ucap Kyungsoo menyesal bahkan untuk melanjutkan kalimatnya saja Kyungsoo sungguh merasa merasa buruk karena tak bisa berbuat apa apa.
" Lupakan syal itu, aku bisa membeli nya lagi nanti. Hari akan berganti gelap, sebaiknya ku antar pulang." Jawab namja tan tersebut sembari menawarkan bantuan untuk mengantar pulang Kyungsoo. namun Kyungsoo menggeleng untuk menolak hal tersebut, Kyungsoo sudah membuatnya dalam keadaan buruk seperti saat ini, dan Kyungsoo tak mau lagi membatnya harus mengantarkannya pulang dan semakin membuatnya kerepotan. Saat Kyungsoo akan menjelaskan dan mengungkapkan kalimat yang sopan dan halus untuk menolak bantuan namja tersebut, tiba tiba sebuah dering handphone terdengar jelas oleh indera keduanya, dan Kyungsoo yakin itu adalah bunyi handphone namja tan ini pasalnya Kyungsoo saat ini masih belum mempunyai sebuah handphone.
Kyungsoo dapat melihat jika namja tersebut sedang beradu kata dengan orang yang tengah menelpon nya saat ini, hal itu dapat terlihat dan terdengar jelas dari setiap kalimat serta intonasi yang digunakan oleh namja tan tersebut. " Maaf, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang, orang tua ku me—"
"Gwechana, terima kasih telah membantu ku, pergilah, pasti orang tua mu sangat membutuhkan mu saat ini" ucap Kyungsoo memotong kalimat namja tan tersebut.
" Snguh tak apa jika kau ku tinggal ?" Tanya namja tersebu yang dibalas dengan anggukan mantap serta sebuah senyuman tipis oleh hal itu namja tan tersebut meninggalkan Kyungsoo dengan berlari dengan terburu buru dan hilang di sebuah belokan diujung jalan. Setelah Kyungsoo benar benar sudah tak melihat keberadaan namja tan tersebut Kyungsoo melangkah kakinya untuk pulang, namun baru satu langkah, ia merasakan menginjak sesuatu, dan saat ia melihatnya ternyata Kyungsoo menginjak sebuah name tag yang Kyungsoo yakini adalah milik namja tan yang menolong ya tadi.
" Kim Jongin " Ucap Kyungsoo lirih dengan senyum yang merekah indah dibibirnya. " aku berjanji akan membuatkan mu sebuah syal yang hangat dan akan segera memberikannya padamu saat kita bertemu lagi nanti." Janji Kyungsoo sambil menatap sebuah syal yang telah terkoyak ditangannya.
*Flashback End*
Dalam kegiatan merajutnya, Kyungsoo tersenyum mengingat Kai yang menyelamatkannya dulu saat dirinya masih berusia 13 tahun dari empat namja besar yang hendak memukulnya dengan sebuah balok kayu. Kyungsoo bersyukur Tuhan mengirimkan seorang Kim Jongin aka Kai untuk menolongnya saat itu karena jika saja tidak, mungkin wajahnya tidak mungkin semulus saat ini karena hantaman balok kayu tersebut.
Sayup sayup Kyungsoo mendengar sebuah tawa kecil dari kursi sebelah, dan saat ia menoleh ternyata benar disana tengah duduk seorang namja yang tengah terkikik entah karena apa. " namja ini lagi " batin Kyungsoo. biasanya Kyungsoo hanya akan duduk sendirian di kursi bagian belakang bus ini dan mengerjakan kegiatan merajutnya dengan khusyuk, namun entah mengapa, akhir akhir ini Kyungsoo merasakan bahwa seseorang selalu menatap dan terus mengawasinya saat dirinya sedang merajut didalam bus. Saat pertama kali Kyungsoo merasakan orang tersebut memperhatikannya dalam diam, Kyungsoo tak bergemik tanda bahwa dirinya tak terusik karena dirinya tak mau merasa percaya diri untuk berprasangka jika dirinya tengah diperhatikan oleh seseorang. Namun perlahan prasangkanya menunjukkan sebuah kebenaran, hampir setiap hari Kyungsoo mendapati orang tersebut duduk di sebelahnya dalam bus yang sama dengan dirinya sembari terus memberikan seluruh focus dan perhatiannya pada dirinya. Kyungsoo tak mengenal pasti siapa namja tersebut asal namja tersebut tak mengganggunya, maka hal itu bukanlah bagi Kyungsoo. dan juga satu hal yang harus akui, namja yang hampir setiap hari duduk disebelahnya saat pulang sekolah ini merupakan namja tampan meskipun Kyungsoo tak dapat melihat wajah namja tersebut dengan jelas karena dia selalu menggunakan masker tapi Kyungsoo yakini mungkin umurnya sebaya dengannya.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
*Someone POV*
aku berjalan memasuki areal rumah yang sudah hampir 18 tahun ini menjadi tempat ku untuk bernaung, mengistirahatkan tubuhku dari rasa penat yang hampir setiap hari melanda ku sebagai seorang siswa yang diwajibkan untuk belajar selama 6 hari penuh. Dirumah ini pula aku tumbuh dengan suka duka yang menghiasi jalannya kehidupannku. Seperti biasa, sepulang sekolah maka aku akan segera pulang kerumah karena memang aku malas untuk bermain diluar, but hey, don't think that iam lonely person who don't have friend. Aku punya banyak teman, yah karena memang aku selain sebagai siswa aku juga merupakan seorang model yang cukup terkenal maka dari itu aku memiliki banyak teman, relasi atau bahkan penggemar yang mungkin saat ini tengah memandang foto foto ku sambil memikirkan bahwa aku akan menikahinya. :D
" YHAAA ! apa yang kau lakukan eoh ? kenapa kau tak pulang bersama dengan shin Ahjussii" lagi dan lagi kalimat itu yang aku dengar dari kakak perempuan ku yang sudah satu minggu ini dia selalu berteriak seperti itu hanya karena aku tak pulang sekolah bersama dengan sopir pribadi keluarga ku.
" Sudahlah Noona, aku sudah besar dan aku bisa menjaga diriku sendiri." Jawab ku acuh lalu beranjak menuju kamarku dilantai dua.
" YHAAASSS! Apa mungkin kau memiliki kekasih diluar sana makanya kau tidak pulang bersama dengan shin ahjussi guna menyembunyikannya eoh? " ucap noona ku lagi, sebenarnya aku sedikit kaget dengan pernyataan tersebut, tapi aku hanya menjawab perkatannya noona dengan sebuah hendikan bahu.
" PARK CHANYEOL ! NOONA BELUM SELESAI BICARA" bukankah kalian berpikir jika noona ku itu berisik ? dia suka sekali berteriak dan selalu ingin tahu apapun tentangku.
Akhirnya aku sampai di kamar tercinta ku dan segera aku merebahkan tubuhku untuk mengistirahatkannya dari rasa penat hari ini. Sebenarnya aku ingin sekali menjawab pertanyaan dari noona ku yang terus bertanya mengapa aku sekarang tak pernah pulang bersama dengan Shin ahjussi, namun jika aku mengatakannya aku hanya khawatir dia pasti akan menertawakanku. Sebenarnya jika aku pulang sekolah aku selalu pulang bersama dengan Shin ahjussi, jika aku pulang dari acara modeling atau syuting iklan maupun drama maka aku akan selalu pulang dengan asisten artis ku. Hanya saja selama satu minggu ini aku memang tidak lagi pulang sekolah bersama dengan Shin ahjussi itu karena aku penasaran dan ingin tahu tentang seseorang awalnya, namun perlahan aku merasa tertarik dengan kepribadian orang itu sehingga begini aku sekarang selalu menjadi penguntit nya setiap kali pulang sekolah. Meskipun berbeda sekolah tapi kami memiliki jadwal pulang sekolah yang sama. Maka dari itu aku menyimpulkan jika dia sama dengan ku masih duduk di bangku tingkat kedua senior high school. Apakah kalian penasaran seperti apa orange yang ku temui sehingga membuatku menjadi seorang penguntit ? baiklah akan ku ceritakan.
*Flashback*
Saat itu aku berangkat sekolah dengan tergesa gesa karena aku kesiangan terlebih lagi aku hari ini ada ulangan harian yang tak bisa aku tingggalkan karena nilaiku di mata pelajaran ini sangatlah buruk sehingga aku mau tak mau harus meningkatkan nilai ku karena kau tak mau media mengetahui jika seorang Park Chanyeol, model yang sedang naik daun adalah orang yang bodoh. Dan beruntungnya saat aku sampai disekolah, bel belum berbunyi dan gerbang sekolah masih terbuka lebar. Singkat waktu aku pun selesai mengikuti ulangan harian tersebut dengan lancar namun satu hal yang kini menjadi masalah, karena berangkat dengan tergesa gesa aku melewatkan sarapan ku sehingga membuatku harus menahan lapar ku hingga nanti pulang sekolah. Sebenarnya aku bisa makan dikantin sekolah, but hell no, aku akan sangat yakin jika kantin akan berubah menjadi layaknya sebuah lapangan sepak bola yang sangat ramai oleh para yeoja mapun namja yang mengantri untuk minta foto bersama, dan aku bukan berakhir dengan makan siang melainkan harus menghindari mereka dengan berlari yang tentu akan membuatku semakin kelaparan.
Hingga akhirnya bel pulang sekolah berbunyi dan aku bergegas untuk segera keluar karena aku yakin Shin ahjusii pasti sudah menungguku didepan sekolah. Tapi apa ? saat aku sampai disana Shin ahjusii masih belum sampai disekolah dan saat aku menelponnya ternyata dia mengatakan jika ia akan terlambat sekitar 30 menit karena masih harus mengantar noona ku pergi ke salon. Sungguh mengenaskan bukan, dalam keadaan yang sudah sangat kelaparan aku harus menunggu lagi selama 30 menit untuk mendapatkan jemputan. Dengan masker yang terus menempel pada wajahku saat ini setidaknya tidak banyak orang yang mengetahui jika aku adalah seorang Park Chanyeol yang banyak dieluh eluhkan belakangan ini. Sembari menunggu, aku berjalan kesana kemari layaknya orang yang tak punya tujuan dengan kedua tangan ku yang terus memegang erat perutku yang terus meminta untuk segera diisi. Lelah menanti akhirnya aku diam terduduk layaknya seorang zombie disebuah halte dekat sekolah ku, aku tak menghiraukan banyak siswa yang menoleh dan menertawakanku karena mereka dapat mendengar jelas suara perut ku yang sedari tadi terus mengaung kelaparan. Jika saja mereka tahu kalau aku adalah Park Chanyeol, akankah mereka menertawakanku. Sungguh ironi bukan.
" Gwenchana ? apa kau sedang sakit ?" lembut, sungguh lembut sebuah suara yang masuk melewati indera pendengaran ku,
Aku menoleh pada orang yang mengatakan hal tersebut dengan suara lembutnya, sebenar nya aku ingin marah karena dia masih bisa bertanya apakah aku baik baik saja saat dirinya sudah bisa mendengar suara perutku yang begitu keras. Aku mengurungkan niatku untuk memarahinya saat aku melihat orang, ah namja yang bertanya padaku itu menunjukkan raut muka kahwatir yang sangat jelas. Namun di sisi lain yang dapat aku bertanya ' benarkah dia seorang namja ? mengapa tubuhnya begitu mungil serta wajahnya sangat imut mempesona'. Aku terkesima dan sedikit melupakan perihal rasa laparku hanya dengan memandang wajah imut yang menguarkan kepolosan disana. Sampai akhirnya aku dapat melihat dirinya menyodorkan sebuah kotak makanan kepadaku. " makanlah, isi perutmu, kalau tidak kau akan terserang penyakit maag." Ucapnya lagi dengan lembut. Aku diam, tak bergerak sedikitpun, meskipun wajahnya begitu polos bukan berarti aku tidak boleh mencurigainya bukan. " Meskipun ini kali pertama kita bertemu, kau tenang saja, aku bukan orang jahat. Makanan ini tidak ada racunnya, aku memasaknya dengan bumbu bumbu yang Eomma ku ajarkan padaku." Ucapnya dengan senyuman tulus yang membentuk sebuah hati dibibirnya saat tersenyum. ' apakah namja ini bisa membaca pikiran?' tanyaku lagi dalam hati. " jujur saja kau ingin apa ? kau ingin foto ? kau ingin tanda tangan ku ? atau kau ingin yang lainnya dariku ?" Tanya ku mencerca nya, dan dapat kulihat ia menaikkan salah satu alis nya dan ia terlihat kebingungan dengan pertanyaanku hingga akhirnya aku pun membuka masker ku untuk menunjukkan siapa diriku sebenarnya. " benar, aku Park Chanyeol, model serta actor muda yang tengah naik daun" lanjut ku, dan dapat ku lihat ia kini tersenyum lagi.
" tak peduli kau seorang model, kau seorang pejabat atau bahkan kau seorang presiden, kau tetaplah seorang manusia, dan Eomma ku mengatakan jika aku melihat seseorang tengah membutuhkan bantuan, maka aku harus membantunya. Jadi makanlah agar kau tak sakit nantinya." Ucapnya yang membuatku membulatkan mataku meskipun tak akan sebulat mata milik namja imut didepanku ini. " makanlah dengan tenang, aku tidak akan mengganggumu, bye" lanjut nya kemudian bangkit untuk menaiki bus yang telah berhenti dihalte yang kami singgahi.
" Heyy… siapa namamu ?" teriakku karena ia telah berada didepan pintu masuk bis.
" Kyungsoo, Do Kyungsoo" itulah namanya, nama yang indah seindah orang nya. Dan sejak hari itu aku mencoba untuk bertemu lag dengannya, dan setelah aku bertemu dengannya aku perlahan mengetahui sedikit tentangnya.
Dia akan selalu duduk di bagian pojok belakang bus saat pulang sekolah.
Dia akan merajut seperti sebuah syal didalam bus saat perjalanan pulang.
Dan dia adalah seorang siswa dari sekolah yang letaknya berhadapan dengan sekolahku.
*Flashback off*
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Baekhyun, Sehun dan Jongin seperti biasa sepulang sekolah mereka akan bemain bersama, baik itu dirumah, Sehun, Baekhyun dan seperyi saat ini kini giliran rumah Jongin lah yang menjadi tempat 3 sahabat itu untuk bermain. Namun saat ini mungkin yang lebih menikmati waktunya adalah Jongin dan Sehun yang sedari tadi terus berteriak teriak sembari bermain Xbox milik Jongin sedangkan Baekhyun memilih untuk duduk menghadap jalanan serta pepohonan dari teras kamar Jongin yang terletak dilantai dua. Sehun bukannya tidak peka dengan kekasihnya yang sedari tadi murung, ia tau bahwa kekasihnya kini memikirkan tentang rencananya bersama Jongin untuk sedikit bermain dengan seorang Do Kyungsoo. Bahkan Sehun juga tahu jika Baekhyun, kekasihnya itu sudah lama berusaha untuk bisa berteman dengan Kyungsoo, namun Kyungsoo sedikit menutup diri karena jika Baekhyun dan Kyungsoo berteman maka Jongin akan menjauh dari keduanya.
" Hey,, tak biasanya kau berdiam diri, biasanya kau selalu banyak omong." Ucap Jongin lalu ikut mendudukkan dirinya disalah satu kursi kayu yang tersedia di teras kamarnya. Sedangkan Sehun berdiri dibelakang Baekhyun sambil memegang pundak Baekhyun dan sedikit mengusap usapnya lembut.
" Jongin apa kau ingat ?" Tanya Baekhyun
" Apa ?" Tanya Jongin bingung, dan ini pertama kali sejak setahun lamanya Baekhyun tak memanggil nama asli nya karena biasanya Baekhyun akan memanggilnya Kdengan Kai.
" ingat kah kau dulu kau pernah bercerita pada ku dan sehun kapan dan bagaimana kau bertemu dengan Kyungsoo untuk pertama kalinya ? " lanjut Baekhyun, sedangkan Jongin mengernyit bingung mengapa tiba tiba Baekhyun membahas hal itu lagi.
" Kau mengatakan kau pertama kali bertemu dengannya saat kau berusia 13 tahun, dan saat itu kau menyelamatkannya dari 4 orang namja yang memiliki tubuh jauh lebih besar dari tubuhnya." Baekhyun berucap lalu menjeda kalimatnya untuk menatap Jongin, dan dapat Baekhyun lihat Jongin kini menatapnya dengan selidik.
" Kau juga mengatakan jika saat itu, saat kau menolong nya, kau harus rela kehilangan sebuah syal yang merupakan pemberian dari ibumu karena syal tersebut dirusak oleh keempat namja yang mengganggu Kyungsoo kan ?" lanjut Baekhyun dengan tetap menatap Jongin.
" Ya aku ingat, dan akan selamanya aku ingat. Dan saat ini aku menyesali perbuatanku yang telah sok menolongnya jika mengingat dirinya lah satu satu nya penghalanng bagiku untuk mendapatkan cinta taemin." Jawab Jongi remeh yang terlihat jelas dari raut wajahnya.
Baekhyun tertawa kecil " kau sudah mendapatkannya, bahkan sejak lama kau sudah mendapatkan cinta taemin, Jongin. Hanya saja Taemin berpura pura menolak mu hanya karena ia tahu jika ia menerima mu saat ini, maka ia akan kehilangan suntingan nilai dari Kyungsoo yang juga menyukaimu." Jawab Baekhyun yang membuat Jongi membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan sahabatnya itu yg mengatakan Taemin juga mencintainya. Namun saat Jongin akan menyerukan ucapannya, Baekhyun kembali berucap.
" Tahukah kau Jongin ? jika selama ini secara diam diam Kyungsoo merajut sebuah syal untuk mengganti syal milikmu yang rusak karena menyelamatkannya dulu. Aku yakin kau tidak tahu kan ? saat dirinya memiliki waktu luang, perlahan demi perlahan Kyungsoo merajut syal tesebut dengan teliti seolah dirinya mencurahkan semua rasa sayang nya dalam setiap rajutannya. Tahukah kau akan hal itu Jongin ?" lanjut Baekhyun, lalu Baekhyun beranjak dari tempatnya menghempas kasar tangan kekasihnya. Kaena memang saat ini Baekhyun kecewa dengan Sehun yang seenaknya membuat sebuah taruhan yang sungguh tidak masuk akal dengan mengorbankan sebuah perasaan dari seseorang yang tidak mengetahui apa apa.
Sedangkan Jongin diam tanpa kata memikirkan setiap kalimat yang diucapkan oleh Baekhyun, mencerna setiap kata yang terucap yang namun pada akhirnya tak pernah ia pahami seutuhnya.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Bel istirahat sekolah telah berbunyi sejak 20 menit yang lalu, dan saat ini Jongin, Sehun, dan Baekhyun tengah melahap makan siangnya dalam sunyi di kantin sekolah karena ketiganya tengah sibuk dengan pikiran masing masing.
Baekhyun dengan pikiran nya yang tak jauh tentang bagaimana caranya agar Kyungsooo tidak jatuh dalam taruhan Jongin dan sehun, kekasihnya.
Sehun dengan pikiran nya tentang bagaimana caranya agar Baekhyun tak lagi marah dan mengacuhkannya karena sudah banyak hal yg ia lakukan agar kekasihnya itu tak marah lagi padanya namun hasilnya nihil.
Jongin dengan pikirannya yang harus ia akui ini adalah pertama kalinya baginya memikirkan tentang Do Kyungsoo. Jongin berpikiran Jika omongan baekhyun kemarin siang dirumahnya hanya gertakan semata agar dirinya tidak mempermainkan perasaan kyungsoo. Pagi ini bahkan Jongin masih mendapatkan kotak bekal makan siang dari kyungsoo yang masih berakhir sama seperti hari sebelumnya yaitu berakhir di tempat sampah. Sedangkan biasa nya saat makan siang, Kyungsoo akan berada di pojok kantin untuk makan dan mengawasi dan memperhatikan setiap gerakannya. Tapi hari ini berbeda, Kyungsoo tak ada disana dan membuat sedikit hal ganjil dan aneh terjadi bagi Jongin.
Setelah makan siang siang, merkea hendak akan kembali ke kelas mereka, namun Jongin meminta Baekhyun dan Sehun untuk pergi terlebih dahulu karena dia ingin pergi ke kamar mandi. Sebenarnya bukan itu tujuan utama dari Jongin, ia hanya ingin tahu dimana Kyungsoo saat ini mengapa ia tak menemukan Kyungsoo memperhatikannya saat makan siang tadi.
Setelah mencari cukup lama akhirnya Jongin menemukan Kyungsoo tengah duduk disebuah bangku kecil di taman belakang sekolah dibawah sebuah pohon besar yang melindunginya dari terik sinar matahari yang cukup menyengat siang ini. Diam diam Jongin mendekat dan bersembunyi di balik sebuah gedung dekat taman sekolah yang letaknya sangat dekat dari letak pohon besar itu.
Dari sana dapat Jongin lihat dengan jelas jika Kyungsoo tengah duduk sendiri dengan sebuah benang rajut berwarna merah serta sebuah rajutan Syal yang baru setengah jadi. ' ternyata benar apa yang dikatakan oleh Baekhyun' batin Jongin.
Jongin sedikit kaget saat dirinya melihat Kyungsoo yang tak sengaja tertusuk oleh jarum rajut karena Kyungsoo memecah konsentrasinya dengan mengambil sesendok nasi dari kotak bekal makan siangnya yang terletak tepat disebelah Kyungsoo terduduk. ' benarkah jika Kyungsoo merajut sebuah syal itu untukku ? tapi mengapa ? bukankah aku hanya berlaku kasar dan tidak sopan padanya?' lagi Jongin membatin.
Sedetik kemudian Jongin kembali melihat Kyungsoo yang kembali focus pada rajutannya sembari mengunyak makanan yang telah masuk kedalam mulutnya. ' bodoh, bagaimana bisa ia menyelesaikan makannya jika dirinya terus focus pada kegiatan merajutnya.' Batin Jongin merasa iba dan kasihan melihat Kyungsoo yang begitu focus nya terhadap rajutannya dan mengenyampingkan makan siangnya. Setelah itu Jongin pergi dari tempat itu dengan beban pikiran yang memenuhi benaknya. Entah apa yang ia rasakan saat ini karena yang ia tahu, dirinya sangat membenci Kyungsoo karena mnejadi penghalang bagi cintanya pada Taemin.
Cinta dapat berarti memberi.
Memberi kasih sayang, memberi sebuah perhatian.
Walau terkadang cinta juga dapat menghadirkan rasa sakit.
Namun percayalah, jika kau mencintai seseorang dengan ketulusan hati.
Walau tak ada manusia yang sempurna.
Kau akan tetap bisa melihat kesempurnaan dari orang tersebut
melalui ketulusannmu.
• Do Kyungsoo •
•••
•••
•••
•••
To be Continue.
Chapter 2 is up guys … :D
Karena banyaknya yang meminta untuk dijadikan Chansoo, maka saya akan coba untuk mempairkan mereka hehehe,,, bagi yang meminta Kaisoo tenang saja karena ff ini tidak akan mnghilangkan feel pada Kaisoo karena seperti yg saya katakana sebelumnya ff ini bakal terfokus pada kehidupan KAISOO DAN CHANSOO jadi semoga kalian semua chingu deuls senang dan menyukainya..
Setelah membaca mohon meninggalkan jejak ya chingu :D dengan begitu berarti kita saling mengharagi :D selamat membaca ^_^
Balasan review chingu sekalian :
Kaisoomin, AAAgst : insyaallah bakal di end kan dan saya akan coba dengan pairing chansoo ya :D tapi tetep dengan feel kaisoo yang ga bisa dihilangin. Hehe
Ripusi1288 : hehe maaf ya chingu … gara gara file yang hilang jadi harus repost dan mengecewakan chingu mianhae
Indriichan : hehehe iya disini masih yaoi ya .. hehehe ntar deh bakal di up yg gs setelah yg ini tapi ya .. hehehe
Dinadokyungsoo1 : sabar chingu sabar … hahaha kalo dibogem kasian Kyungsoo ntar dia ngerawat beruang nini lagi donk hehehe
Natasha98, xiuhan799, park byunhun : ini sudah dilanjut ya .. hehehe terima kasih sudah berkenan membaca dan menorehkan tulisan indah di sini :D
Tarifebrianti98 : karena banyak yg minta Chansoo bakal saya coba dengan Chansoo, tapi jangan khawatir karena kaisoo juga bakal terus ada dari awal sampai akhir cerita ini :D
DOHXO : mianhae jeongmal mianhae kkak…. Harus ngerepost.. maaf karena mengecewakan kkak
Kyungsooxeveryone : chanyeol baru muncul sebentar nih chingu di cahp kedua ini … hehehe :D
Kaisooship : jeongmal mianhae Chingu maaf karena mengecewakan chingu sekalian.. bakal coba yg terbaik untuk ff ini agar ngecewain chingu lagi.
Kim Jong Soo 1214 : taraaaaa… im comeback kkak hehehe … makasih kkak supportnya … mohon sarannya untuk kedepannya ya kkak .. hehehe
Cherry blossom 8812 : hehehe ini sudah dilanjut ya chingu … selamat membaca :D
WKCS hyun : amiinnn … bakal di coba sampai end ini chingu :D hehehe terima kasih supportnya chingu :D
Nesyarera : siippp :D terima kasih supportnya chingu … bakal di coba sampai end chingu :D
Kyung kyung : maaf ya chingu… file nya yang hilang jadi ga bisa post chap selanjutnya,, terlebih udah ga begitu hapal dengan ceritanya sehingga memutuskan utk merepost dengan alur sedikit beda.. hehehe
Windy kim : hehehe insyaallah sekarang bakal dicoba sampai end dan kalau bisa di post disetiap akhir pekannya chingu hehehe :D
Big thanks to :
Kim Jong Soo 1214, DOHXO,WKCS-Hyun, NN, kaisoomin, AAAgst, ripusi1288, indriichan, Dinadokyungsoo1, natasya98, xiuhan799, park byunhun, tarifebriantii88, Park insoo, Renita kaisoos, Kyungsooxeveryone, Asehn, Ika554, nurul523, Kaisooship, Cherry blossom 8812, queenaaudreycelloniashakina, nesyarera, kyung kyung, windy kim.
