Can't You Love Me Again ?
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
{Preview chapter 2}
Jongin sedikit kaget saat dirinya melihat Kyungsoo yang tak sengaja tertusuk oleh jarum rajut karena Kyungsoo memecah konsentrasinya dengan mengambil sesendok nasi dari kotak bekal makan siangnya yang terletak tepat disebelah Kyungsoo terduduk. ' benarkah jika Kyungsoo merajut sebuah syal itu untukku ? tapi mengapa ? bukankah aku hanya berlaku kasar dan tidak sopan padanya?' lagi Jongin membatin.
Sedetik kemudian Jongin kembali melihat Kyungsoo yang kembali focus pada rajutannya sembari mengunyak makanan yang telah masuk kedalam mulutnya. ' bodoh, bagaimana bisa ia menyelesaikan makannya jika dirinya terus focus pada kegiatan merajutnya.' Batin Jongin merasa iba dan kasihan melihat Kyungsoo yang begitu focus nya terhadap rajutannya dan mengenyampingkan makan siangnya. Setelah itu Jongin pergi dari tempat itu dengan beban pikiran yang memenuhi benaknya. Entah apa yang ia rasakan saat ini karena yang ia tahu, dirinya sangat membenci Kyungsoo karena mnejadi penghalang bagi cintanya pada Taemin.
Chapter 3 : The Lying
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Seseorang dengan postur cukup tinggi yang mungkin kini sudah dalam usia kepala 4 yang dapat terlihat dari beberapa kerutan kulit disekitar wajahnya memandang sesosok namja yang memiliki postur tubuh sedikit lebih rendah dengan senyum yang terpampang rapi di raut wajahnya. Sebuah ide jahil muncul di benaknya melihat sosok kecil tersebut masih saja focus dalam diamnya duduk disebuah kursi panjang di taman. Perlahan ia mendekat namja kecil tersebut dengan langkah yang sangat pelan dan bahkan nyaris tak menimbulkan bunyi sekecil apapun.
" Jangan Eomma kira aku tidak tau jika eomma akan melakukan hal yang buruk padaku" ucap sang namja kecil dengan focus yang masih tertuju ada arah lamunannya tanpa melihat kebelakang.
Sedangkan seseorang yang dipanggil eomma tersebut mendengus dengan suara yang sangat kentara menandakan bahwa dirinya kesal tak berhasil mengerjai putra satu satunya tersebut, lalu dengan agak sedikit kasar ia duduk tepat diseberang anaknya.
" Bagaimana kau tahu kalau Eomma akan menjahilimu ?" Tanya nya dengan mata yang sedikit memicing.
Sang anak tertawa pelan lalu menatap Eommanya yang merengut kesal. " Aku anak Eomma, tentu aku punya ikatan batin yang kuat." Jawabnya percaya diri dengan sedikit kekehan mengejek setelahnya. Sedangkan sang Eomma ikut tertawa setelahnya. Inilah hal yang sangat membuatnya bahagia, dapat melihat anak semata wayang nya itu tertawa dengan indahnya menunjukkan sebuah bentuk hati sempurna dibibir merahnya.
" Apa yang kau lakukan di taman belakang Kyungie ? biasanya uri Kyungie saat sore seperti ini hanya akan duduk didepan televisi menonton pororo nya atau bahkan hanya berdiam dikamar sembari merajut dengan seksama syal merah itu." Tanya sang Eomma.
Sudah dikatakan bukan, namja dewasa yang berperawakan layaknya anak kecil itu bukanlah berasal dari kalangan yng kurang berada, bahkan rumahnya luas dengan kolam renang serta areal taman belakang yang dipenuhi oleh bunga sebagai pelengkap keindahan rumahnya.
Kyungsoo tersenyum hangat, " Aku baru saja selesai merajut Eomma" jawab Kyungsoo sembari mengusap halus sebuah kotak berukuran cukup besar yang berada disampingnya. " sekarang aku hanya beristirahat sembari memikirkan suatu hal" jawab Kyungsoo melanjutkan ucapannya.
Wanita paruh baya itu menghembuskan nafasnya kasar mendengar penuturan dari anak kesayangannya tersebut. " Tentang pertukaran siswa ke China itu lagi ?" Tanya Eommanya. Ya, tentu Eomma kyungsoo tahu semua hal tentang putra kecil kesayangannya itu karena Kyungsoo tidaklah pintar menyimpan rahasia terhadap eomma nya. Bahkan dirinya juga tahu apa alasan Kyungsoo melakukan aktivitas merajut setiap hari disaat waktu senggangnya. walaupun ia tahu alasannya dibalik anaknya tersebut membuat syal, namun ia tak tahu kepada siapa Syal tersebut akan diberikan, karena wanita paruh baya itu menghargai sebuah privasi anaknya yang mana tak harus ia ketahui semuanya.
" Tahun ini apalagi alasanmu untuk menolak lagi beasiswa itu sayang ? tahun lalu kau menolaknya dengan alasan kau belum siap dan memiliki keberanian untuk tinggal jauh. Lalu sekarang kenapa hmm ?" Tanya sang Eomma lembut dengan menatap sayang putranya sembari mengusap halus telapak tangan Kyungsoo.
" Kyungie hanya tidak ingin meninggalkan Eomma sendiri untuk 3 bulan kedepan Eomma" jawab Kyungsoo.
Walaupun jawaban Kyungsoo tidaklah bohong sepenuhnya, namun itu hanya alasan kedua baginya, karena alasan pertama baginya baik itu tahun lalu ataupun sekarang, Kyungsoo belum siap dan bahkan merasa akan lebih kesepian jika ia tak bisa melihat sosok namja yang telah bertahun tahun mengisi setiap jengkal hati dan pikirannya, Kim Jongin.
Kini eommanya menenangkan Kyungsoo dengan berpindah duduk kesisi Kyungsoo lalu memeluk hangat putra kesayangannya tersebut dan membelai halus rambut halus kecoklatan yang beraroma vanilla yang sungguh menenangkan. " Sungguh Eomma baik baik saja sayang, Kyungie tidak usah khawatir untuk itu, Eomma janji akan sering sering mengunjungi Kyungie disana" ucap sang eomma dengan sangat lembut yang membuat Kyungsoo semakin mempererat pelukannya kepada sang eomma.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Banyak orang mengatakan bahwa cinta dapat membuat seseorang menjadi gila, awalnya jongin tidak begitu percaya dan bahkan dirinya tidak setuju akan hal tersebut, namun hari ini, dan detik ini pula dinding tebal yang jongin buat untuk tidak mempercayai kalimat tersebut perlahan mengendur melihat sosok Sehun yang sedari tadi terus meraung raung dan memaki ponsel nya sendiri karena tak satu pun panggilan maupun pesan nya di balas oleh Baekhyun, kekasih nya. Jongin tahu apa penyebab sepasang kekasih yang juga menjabat sebagai sahabatnya itu mendeklarasikan perang dingin, mungkin harus diperbaiki, bukan kedua nya melainkan hanya Baekhyun yang mendeklarasikan perang dingin tersebut. Jongin mengetahui alasannya, dan ini karena sebuah taruhan yang berhubungan dengan Do Kyungsoo.
' tak cukupkah hidupku saja yang dibuat susah olehnya, mengapa Sehun dan Baekhyun kini juga mendapat imbasnya.' Jongin membatin dengan kesal menambah rasa benci yang ia pupuk untuk Kyungsoo semakin tumbuh dan semakin menumpuk layaknya kolonial semut yang menggerombol berebut ceceran gula.
" Apa Baekhyun belum juga membalas pesan ataupun menerima panggilanmu ?" Tanya Jongin retorik.
Sehun menatap Jongin dengan kesal serta wajah dinginnya semakin terlihat dingin saat menatap namja tan tersebut. " Kau sedari tadi duduk disana dan mengamati kegiatan ku, dan aku yakin kau mengetahui sendiri jawaban dari pertanyaan konyol mu itu Kai" ucap sehun dingin dengan desisan yang terdengar jelas.
Jongin terkekeh sembari menggaruk tengkuk nya yang sama sekali tidak gatal menyadari pertanyaan bodoh yang ia tujukan pada Sehun. Pertanyaan itu jujur saja keluar dengan sendiri nya dari mulut Jongin karena Jongin merasa kasihan juga pada Sehun yang sedari tadi selain memaki ponselnya sendiri, Sehun juga melakukan banyak hal bodoh seperti mondar mandir mencari siasat untuk meluluhkan hati Baekhyun layaknya ia sedang mencari sebuah sinyal ponsel, bahkan sudah berapa kali Jongin melihat Sehun berbicara sendiri dengan sebuah boneka yang sangat mirip dengan Baekhyun. Bahkan Jongin ingin muntah melihat Sehun yang selalu bersikap cool dan acuh saat ini terlihat layaknya pasien rumah sakit jiwa yang mendapatkan tiket keluar rumah sakit lebih awal walaupun belum sembuh total.
" Jika kau ingin berbaikan dengan Baekhyun, mudah saja kita temui dia dan katakan kalau kita membatalkan taruhan yang kau buat itu Sehun." Ucap Jongin sembari memencet acak tombol remote tv.
Sehun yang mendengar hal itu langsung bangkit dari tidurnya di sofa dan menjitak kepala jongin dengan keras layaknya Jongin memang pantas untuk mendapatkannya. " sampai kapanpun aku tidak akan membatalkannya bodoh. Aku namja sejati, dan namja sejati tidak akan mundur dan menarik lagi kata katanya." Ucap Sehun yakin.
' namja sejati tidak akan mundur dan menarik lagi kata katanya' Jongin terkesiap dengan jawaban sahabatnya itu, bahkan kata kata itu masuk dengan mudahnya ke kepala Jongin dan memaksa Jongin untuk mengingat sesuatu yang sering kali ia katakan baik itu kepada Sehun maupun kepada Baekhyun.
' Apa kau gila aku tidak akan jatuh cinta pada namja nerd dan bodoh seperti itu, tidak akan pernah.' Kalimat itu begitu familiar bagi Jongin. Itu adalah kalimat yang selalu ia ucapkan dengan percaya diri saat Baekhyun menyumpahinya bahwa dirinya suatu saat nanti bisa jatuh dalam pesona Do Kyungsoo.
Jongin menggeleng, mengeleng dengan kuat agar semua kalimat Sehun serta kalimatnya sendiri enyah dari pikirannya. ' apa yang aku pikirkan, tentu aku tidak akan jatuh cinta pada namja nerd itu, dan aku yakin akan hal itu sebagi namja sejati.' Batin Jongin meyakini keteguhannya.
" jika kau terus melanjutkanya taruhan ini, aku jamin kau tidak akan berbaikan dengan Baekhyun atau bahkan kau akan kehilangan jatah mingguan mu tuan Oh." Sindir Jongin lalu terkekeh geli di akhir kalimatnya.
" Aku bisa mengurus Baekhyun sendiri jadi kau tidak usah khawatir, dan harus kau ketahui aku melakukan hal ini karena aku ingin membantu mu untuk mendapatkan Taemin yang dengan kata lain aku sudah sangat lelah mendengar rengekanmu yang juga ingin tahu rasanya bagimana mendapatkan jatah mingguan." Balas Sehun menyindir Jongin yang bahkan Jongin sendiri kini tak bisa membalas sindiran tersebut karena memang itu benar adanya. Dan jika di ingat ingat Jongin memang sering kali bertanya pada Sehun bagaimana rasanya berciuman dengan orang yang ia sayang atau bahkan melakukan hal lebih dengan orang yang mereka kasihi.
Jongin berdehem kasar berupaya menghentikan tawa Sehun yang begitu lepas setelah menghinanya. " lalu apa kau pikir dengan taruhan ini Taemin akan menerima cintaku huh ? bahkan aku sudah berapa kali ditolaknya." Tanya Jongin dengan dingin kali ini, dan sesaat Jongin dapat melihat sebuah seringaian muncul dibalik wajah dingin Sehun.
" Aku yakin Taemin akan menerimamu, dan aku jamin akan hal itu." Jawab Sehun yakin
*FlashBack*
Sehun's POV
Apa kalian pernah mendengar istilah yang mengatakan 'Menunggu adalah hal yang paling membosankan' ? apa kalian mempercayainya ? jika kalian tidak mempercayainya, aku sarankan agar kalian melakukan hal tersebut, dengan itu kalian akan mengetahui bahwa Menunggu memanglah hal yang sangat membosankan serta menjengkelkan. Seperti saat ini, seperti yang aku lakukan, hanya karena sebuah taruhan konyol yang begitu saja keluar dari mulutku yang aku tujukan kepada seorang kim Jongin, aku harus rela didiamkan oleh kekasih ku yang sangat seksi itu dan kini aku harus rela menanti seorang namja lain yang menurutku sama sekali tidak seksi bernama Lee Taemin. Sebenarnya aku sendiri bingung, apa yang Jongin lihat dari namja ini, sungguh tak ada bagusnya sama sekali.
Aku menunggunya sudah lebih dari 2 jam lamanya, berdiri layaknya orang bodoh didepan sebuh gedung bertuliskan ' Ruang Musik ' sendirian tanpa ada yang menemani. Sebenarnya jika aku mau aku bisa memilih siapapun baik itu yeoja maupun namja uke untuk menemaniku menunggu disini mengingat aku dan Jongin adalah pujaan para siswa dan siswi di sekolah kami. Tapi sayang aku cukup waras untuk tidak memperkeruh hubungan ku dengan Baekhyun yang kini merenggang.
Setelah lebih dari jam lamanya aku menunggu, akhirnya sosok Taemin dapat kulihat keluar dari gedung membosankan itu dengan kedua temannya. Aku menghampirinya dengan raut muka acuh serta dinginku dan berdiri tepat didepan mereka untuk menghentikan langkahnya. Dari jarak sedekat ini dapat aku lihat baik Taemin maupun kedua teman nya itu menunjukkan raut muka kaget yang sama.
" bisakah kalian meninggalkan ku dan Taemin ? aku butuh bicara dengannya." Ucap ku dingin pada dua sosok namja teman Lee Taemin.
Dengan enggan dan sedikit tidak rela kedua teman Taemin itu melangkah meninggalkan Taemin untuk mengobrol berdua dengan Sehun, salah satu namja idaman di sekolah mereka. Satu hal yang pasti muncul dibenak kedua teman Taemin tersebut, ' Taemin adalah namja beruntung yang dekat dan bahkan disukai oleh namja popular sekolah, Jongin dan Sehun.'
" Ada apa Oh Sehun ? tak biasanya kau datang ke gedung musik, jika kau kemari hanya untuk mencari namjachingu mu, jawabnya tidak ada, kau tahu sendiri jika ia memiliki jadwal yang berbeda dengan ku." Tanya Taemin to the point.
" Aku hanya ingin bertamya sesuatu padamu dan mungkin sedikit menawarkan kerjasama denganmu Lee Taemin." Jawab ku dengan menekan kalimatku saat mengucapkan nama Taemin.
Aku dapat melihat jika Taemin mengernyit bingung, sungguh ini pertama kali baginya berdiri sejajar dengan ku sedekat ini dan mengajaknya mengobrol bahkan menawarkan kerjasama. Ya walaupun Jongin mencintainya, namun sebagai sahabat yang paling dekat dengan Jongin, jujur aku sama sekali tak tertarik untuk menjadikannya sahabat juga walaupun Jongin sudah sering kali mengenalkannya pada ku maupun Baekhyun.
" apa yang ingin kau tanyakan ?" Tanya Taemin dengan sedikit gugup dan sangat kentara sekali raut muka angkuh yang sangat jelas menutupi rasa gugup nya sekarang
" Kai mencintaimu, dan aku juga tahu jika kau sebenarnya juga mencintai Kai. Lalu mengapa setiap kali Kai menyatakan Cintanya padamu, kau selalu menolaknya ?" Tanya ku untuk pertama kali.
Aku dapat melihatnya tersenyum sesat sebelum dirinya mencoba membuka mulutnnya untuk membalas pertanyaanku. " Mungkin karena aku butuh waktu lebih dan menurutku Kai juga masih belum melakukan hal lebih untuk menunjukkan kesungguhannya padaku. Maka dari i—"
" kau menolaknya bukan karena kau takut Kyungsoo menjauhi mu dan kau tidak lagi mendapatkan bantuan darinya mengingat selama ini nilaimu selalu bagus karena semua bantuan Kyungsoo yang diberikannya dengan cuma cuma kepadamu" potong ku akan ucapan Taemin yang belum ia sempurnakan. Bahkan aku dapat dengan jelas melihat jika saat ini matanya sudah benar benar ingin keluar dari sarangnya setelah mendengar ucapanku.
" You should know, that everyone has their own limit on their tolerance ? tidakkah kau berpikir jika mungkin saja saat ini Kai sudah lelah dan bosan akan penolakanmu setiap saat dia menunjukkan rasa cintanya padamu ?" lanjut ku kemudia karena ia sama sekali terlihat tak akan membuka mulutnya.
" hanya karena kau takut Kyungsoo tidak akan membantu mu lagi kau terus saja menolak cinta Kai, bukankah kau sangat egois Lee Taemin, memanfaatkan teman mu sendiri yng juga menyukai Kai agar dia membantu mu, dan nanti setelah kau merasa tak memerlukan nya lagi kau membuangnya begitu saja" terusku berucap.
" Aku tidak seperti itu. Aku tahu Kyungsoo menyukai Kai, tapi Kai menyukai ku, lalu apa salahku disini ?" Tanya nya yang memang kalau dipikir pikir perkataannya benar juga.
" Aku hanya ingin mengatakan, jangan menyesal jika Kai menemukan cinta yang lain nantinya." Lanjutku
" ini mungkin akan terlihat sangat percaya diri, tapi aku harus mengatakan jika itu tidak mungkin" jawabnya dengan yakin.
" benar, kau terlalu percaya diri, dan saat ini kau melupakan satu hal, Kai adalah pujaan banyak siswa maupun siswi disekolah, jika Kai mau, Kai hanya tinggal memilih salah satunya untuk dijadikan kekasihnya. Dan harus kau tahu juga, saat ini Kai tengah mendekati salah satu siswa." Jawab ku dengan remeh.
Dan pancingan ku saat ini berhasil, melihat mata nya yang bergerak acak secara perlahan itu, aku yakin jika saat ini namja tinggi bernama Taemin ini tengah merasakan gelisah, bahkan sesekali ia menatap ku dengan dalam seolah mencari suatu kebohongan didalam mataku. Memang benar aku berbohong, tapi sayang dia tidak akan menemukannya karena aku sudah menutup kebohongan tersebut dalam dalam dan mengubahnya dengan raut muka dingin dengan pandangan mata yang tajam untuk meyakinkan bahwa apa yang aku ucapkan adalah kebenaran yang ada.
" Aku harap kau tak menyesali nya, saat Kai benar benar melupakanmu." Lanjut ku dengan menunjukkan seringaianku padanya lalu berbalik untuk meninggalkannya.
Dan benar seperti yang aku rencanakan, baru beberapa langkah kaki ku membawa ku pergi, Taemin memintaku untuk tetap berada disini. Seringaian ku kembali muncul sesaat sebelum aku membalikkan badanku untuk kembali menatap nya.
" Lalu apa yang harus aku lakukan Oh Sehun ?" Tanya nya gelisah dan bahkan terdengar bagai rengekan minta tolong ditelinga ku.
" Datanglah ke Sungai Han Sabtu malam. Disana kau harus memutuskan pilihan mu, dan itu kesempatan terkahir mu." Jawab ku dengan memandang remeh Taemin lalu berbalik sempurna untuk meninggalkannya sendirian dan aku yakin berbagai macam pikiran kini hinggap di benaknya.
*Flashback Off*
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Suhu yang cukup dingin ini memulai Kamis pagi ini dengan sangat sempurna dan mengharuskan setiap orang yang akan melakukan aktifitas nya diluar rumah mengenak jaket tebal yang dapat menghangatkan tubuh mereka. Jika biasanya kicauan merdu burung terdengar disetiap sudut kota, namun pagi ini yang terdengar hanya hembusan angin yang saling bersautan dengan kibaran dedauan pohon bahkan rintihan kecil gedung yang bergesekan dengan hembusan angin.
" Kau tak seharusnya menyeretku dari kasur hangat ku hanya untuk mengatarkan sebuah kemeja untuk Baekhyun dihari yang dingin dan hari libur ini Sehun." Desis Jongin kesal karena Sehun seenak jidatnya menarik Jongin dan memaksa nya untuk segera mandi dan memintanya untuk ikut menemui Baekhyun pagi ini.
" Diamlah Kai, kita hari ini bukannya libur, memang setiap tahunnya setiap siswa akan diberi waktu untuk mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menghadiri pesta ulang tahun sekolah." Jawab Sehun dengan senyum sumringah di bibirnya karena melihat Baekhyun yang berjalan mendekat menuju arah nya dan Jongin.
" Hey Baby, apa tidurmu nyenyak, nyamuk tidak meng—"
" Apa yang kau inginkan ? cepatlah aku malas beranjak dari kasur di hari dingin ini." Potong Baekhyun cepat akan ucapan Sehun, kekasihnya itu. Sedangkan Kai tertawa dan hatinya melihat Sehun yang diperlakukan seperti itu oleh Baekhyun.
Sehun berdehem, mencoba memahami keadaan hubungannya dengan Baekhyun saat ini. " aku membawakan mu kemeja untuk acara pesta sekolah mala mini Baby, ku harap kau memakai nya mala mini, karena ini sepasang dengan kemeja yang akan ku kenakan nanti."
Dengan cepat tangan Baekhyun menyambar kotak berukuran cukup besar yang dilapisi dengan kertas kado yang diulurkan oleh Sehun lalu BAekhyun berbalik dan melangkah kan kakinya kembali untuk memasuki rumahnya.
Sehun terlihat sedikit kecewa dengan reaksi kekasih nya itu, namun apalah daya nya, memang disini ia menyadari bahwa dirinya lah yang bersalah dan bahkan memaksakan ego nya untuk tetap melanjutkan taruhan tersebut dan membantu Jongin untuk meraih cintanya. Sedangkan Baekhyun tersenyum dengan indahnya dibalik pintu rumahnya menatap lembut kotak berisi kemeja tersebut dengan mata yang sedikit berair. " Saranghae Oh Sehun" gumam nya sembari mengusap lembut kotak tersebut.
Setelah memberikan kejutanya kepada Baekhyun, kini Sehun dan Jongin tengah berada di sebuah café mungkin untuk sedikit mengisi perutnya karena mengingat mereka memang pergi menemui Baekhyun tanpa secuil energy yang berada dimeja makannya.
Pagi itu café yang biasa Jongin, Sehun dan Baekhyun datangi untuk menikmati waktu mereka terlihat sepi bahkan hanya ada mereka berdua yang duduk dibangku pelanggan. ' Mungkin karena cuaca yang dingin pagi ini' pikir keduanya dan lalu mereka kembali pada pikiran mereka masing masing sehingga atmosfir diantara kedua nya kini lebih terdengar sunyi tanpa sebuah suara.
" Kau tahu Sehun.." ucap Jongin memecah keheningan diantara mereka dan membuat Sehun memusatkan atensi nya pada sahabatnya itu.
" Aku ingin sekali mengetahui bagaimana rasanya pergi ke pesta ulang tahun sekolah dengan orang aku cintai layaknya dirimu dan Baekhyun. Bisa menari bersama dan menghabiskan waktu bersenang senang bersama disaat itu terdengar sangat luar biasa indahnya." Lanjut Jongin.
" By the Way kau bisa melakukannya tahun depan" jawab Sehun dengan enteng lalu tertawa keras meratapi kesialan sahabat nya itu.
" Yah semoga saja" jawab Jongin murung. Namun sedetik kemudian Sehun dapat melihat wajah cerah berseri Jongin dan berkata " Haruskah aku mengajak Taemin sama sepertimu mengajak Baekhyun pergi bersama setiap tahun nya ?" Tanya Jongin dengan antusias.
" Andwaee.. kau saat ini masih dalam masa taruhan dengan ku. kau harus berbuat baik pada Kyungsoo agar kau bisa menjadikannya kekasih sehari mu Jongin. Dengan kata lain kau harus menjauh dari Taemin untuk beberapa waktu ini. Dengan begitu, TAKKK, kau akan mendapatkan pengakuan jujur Taemin." Jawab Sehun
Jongin mngernyit bingung tak mengerti maksud ucapan Sehun dengan mendapat pengakuan jujur Taemin. Sedangkan Sehun memutar bola mata nya dengan malas melihat reaksi bodoh sahabatnya akan ucapannya yang menurutnya sudah jelas.
" Aissh pabbo. Tarik dan ulur Jongin. Selama ini kau selalu menarik Taemin, maka dari itu dia meremehkan mu, maka dari itu sesekali kau harus mengulurnya dan membuat mu terlihat jauh dari nya agar ia sadar bahwa dirinya tak bisa jauh dari mu." Terang Sehun dengan sabar pada Jongin.
Dan Jongin dengan segera mengangkat salah satu tangannya sedangkan Sehun menerima ajakan Jongin untuk mengangkat tangan juga, dan berakhir dengan keduanya yang saling mempertemukan telapak tangan mereka keras hingga terdengar suara 'CLAP' dan kemudian Jongin berkata " Im with you man."
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Jika malam ini akan menjadi malam yang spesial bagi kebanyakan siswa yang bersekolah di SM Highschool namun tidak bagi seorang Do Kyungsoo, pesta ulang tahun sekolah baginya tak ubahnya seperti sebuah ajang bagi para siswa untuk menunjukkan dan memamerkan apapun yang mereka miliki yang bahkan tak mereka hasilkan sendiri melainkan hasil jerih payah orang tua mereka. Tapi Kyungsoo tetaplah salah satu murid yang juga bersekolah disana. Mau tidak mau Kyungsoo harus tetap datang dalam pesta perayaan ulang tahun sekolahnya walaupun baginya itu tidaklah begitu menarik dari membaca buku sejarah yang bisa membuat kepalanya berputar dengan euphoria layaknya bianglala yang ditumpangi para kumpulan gadis yang terus berteriak.
Memang Kyungsoo tidak menyukai nya namun bukan berarti Kyungsoo membenci nya. Ada satu hal yang juga Kyungsoo sukai saat perayaan pesta ulang tahun sekolah nya. Dan satu satu nya hal tersebut adalah tingkat ketampanan serta karisma dari seorang Kim Jongin yang menggunung akan sangat terlihat dengan jelas oleh netra nya.
Jika dipagi hari cuaca dingin sudah cukup menusuk, maka pada saat malam cuaca dingin itu akan semakin meningkat berkali kali lipat, bahkan jika hanya untuk membuat Kristal Kristal es dari percikan air itu sangat memungkinkan. Malam ini dengan pakaian yang tertutup, jaket tebal yang melekat kuat ditubuhnya serta tak lupa kacamata bulat yang ia kenakan, Kyungsoo sembari menggosokkan kedua telapak tangannya untuk mencari secercah kehangatan dari gesekan tangan yang dibuatnya duduk termenung menunggu datangnya bis di halte untuk membawanya ke sekolah dimana perayaan akan segera dimulai.
Kyungsoo akan berbohong jika ia mengatakan kini dirinya tidak kedinginan menanti bis datang, karena hampir lebih dari 30 menit sudah dirinya duduk manis di halte tersebut untuk menanti bus, namun tak kunjung datang, sekalipun bus datang, itu bukan lah bus yang akan membawanya menuju sekolah.
Kyungsoo sedikit kaget saat indera pendengar nya menangkap suara decitan kasar mobil sehingga membuat Kyungsoo harus mendogakkan kepalanya yang tertunduk untuk melihat apa yang terjadi disekitar. Yang ia lihat hanya sebuah mobil sport berwarna merah yang sangat ia kenali berhenti tepat didepan halte dimana ia menunggu bus.
' Bukankah mobil itu ? tidak mungkin.' Monolognya dalam hati. Kyungsoo tetap memperhatikan dengan seksama mobil tersebut untuk memastikan mobil yang ia lihat memang benar mobil yang ia kenali. Salah satu pintu mobil yang terletak disebelah kemudi terbuka dengan sedikit kasar sehingga Kyungsoo dapat melihat dengan jelas siapa yang tengah duduk di kursi kemudi mobil tersebut.
" Cepatlah masuk jika kau tak mau mati kedinginan dan aku besok akan menemukan Koran dengan berita konyol tentang siswa mati kedinginan menunggu bus" ucap sang pengemudi dengan kasar.
" K-kai…" gumam Kyungsoo melongo lalu mengulum bibir nya yang mulai memutih karena kedinginan.
" Cepatlah masuk atau kau ku tinggal !." Pengemudi yang diketahui bernama Kim Jongin aka Kai itu kembali berucap dengan tegas.
Kesempatan tidak datang dua kali, walau Kyungsoo tak percaya dengan apa yang Jongin katakan, Kyungsoo bangkit dari duduknya lalu berlari kecil untuk masuk kedalam mobil Jongin.
" Terima kasih Kai." Ucap Kyungsoo lembut dengan memberikan sedikit senyum indah nya pada Jongin.
Jongin mendengus melihat wajah Kyungsoo yang menurutnya dibuat buat. " Jika kau tak ingin ku turunkan di jalan jadi tetaplah diam dan jangan banyak bicara selama perjalanan, karena aku benci diganggu saat mengemudi." Ucap Jongin tegas yang balas berupa anggukan antusias serta senyuman yang merekah indah di bibir Kyungsoo.
Selama perjalanan menuju sekolah, baik Kyungsoo dan Jongin tidak ada yang membuka obrolan sehingga selama perjalanan mereka melaluinya dengan sunyi senyap. Acara pesta yang dilakukan di outdoor itu membuat setiap siswa siswi yang telah datang dan menikmati pesta dibawah cuaca dingin dapat melihat dengan jelas mobil Sport yang baru saja terparkir dihalaman sekolah. Hampir setiap siswa dan siswi disana mengenal betul mobil itu sehingga banyak dari mereka yang mulai mengeluh dan menjerit kesetanan bak melihat idol pujaan hati mereka.
Namun sayang, teriakan dan pujian itu seketika sirna saat melihat sosok pujaan hati mereka –Kai- datang ke pesta ini tidaklah sendirian, Jika itu adalah Baekhyun dan Sehun maka mereka akan biasa saja, namun saat ini mereka dapat melihat dengan jelas potongan namja dengan tampilan yang menurut mereka sangat cupu keluar dari mobil Jongin dengan senyum dibibirnya.
Kyungsoo dan Jongin melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah kerumunan yang kini menatap keduanya tak percaya, tak sedikit dari mereka melongo dengan mulut terbuka lebar, ada yang menggunjing dibelakang bahkan ada yang terang terangan menyerang Kyungsoo dengan kata kata yang sangat kasar.
Kyungsoo bahkan sempat akan mundur dan mencoba lari dari sana mendengar ucapan pedas dari banyak siswa, namun usahanya gagal saat Jongin menggenggam tangannya dengan halus dan melanjutkan langkahnya menuju Baekhyun dan Sehun ditengah sana yang sedang tersenyum hangat kearah keduanya. Kyungsoo juga akan berbohong lagi jika dirinya tak merasa malu atau bahkan tak merasa terlecehkan dengan setiap ucapan ucapan para siswa disana.
' Apa yang kau lakukan hingga Kai memperlakukanmu layaknya seorang putri'
' Kai, apa yang kau lihat dari si culun itu, bahkan aku yakin dia tidak akan kuat bermain walau hanya sekali saja'
' dasar namja jalang, sadarlah jika tubuhmu itu terlalu buruk untuk seorang Kai'
Kalimat itu bahkan masih banyak lagi kalimat buruk yang semua nya tertuju padanya Kyungsoo abaikan seolah menulikan pendengarannya hanya karena seorang Jongin kini tengah menggengam erat telapak tangan mungilnya yang mulai menggigil.
" Hai Hun, Baek, ahh hai Taemin kau sudah datang rupanya." Sapa Jongin pada pasangan hunbaek yang tersenyum serta Taemin yang tengah menatap lekat tautan tangan nya pada Kyungsoo.
Taemin berdecak sebal sesaat lalu pergi menghilang dari pandangan Jongin. Berbanding terbalik dengan Taemin, Jongin malah tersenyum senang didalam hatinya melihat tingkah Taemin yang terlihat sangat cemburu akan hal yang ia lakukan. Dan kini Jongin menyadarinya, jika Taemin juga mencintai nya.
Pesta perayaan ulang tahun sekolah SM Highschool itu berlangsung dengan meriah bahkan dapat dikatakan pesta paling membahagiakan bagi Kyungsoo dan Kyungsoo, pesta itu menyenangkan karena hampir setiap saat Jongin memperhatikannya walaupun hal itu mengakibatkan riuh akan ocehan dan gunjingan siswa lain terhadapnya.
Sedangkan bagi Baekhyun, pesta ini sangat membuatnya bahagia karena ini kali pertama baginya dapat mengobrol dan berinteraksi secara hangat dengan seorang Do Kyungsoo yang sangat ingin sekali ia ajak untuk berteman selama bertahun tahun ini.
Saat pesta berakhir, setaip siswa pulang dengan perasaan dan suasan hati yang berbeda beda. Taemin yang jengkel dan penuh cemburu pulang begitu saja setelah menatap tajam Kyungsoo. Taemin sempat berfikir perihal ucapan Sehun tempo lalu tentang Jongin yang mendekati siswa lain. ' Mungkinkah itu Kyungsoo?' Tanya Taemin dalam hati nya dengan gusar.
Sedangkan Baekhyun pulang diantar oleh Sehun sang kekasih setelah sedikit mengancam Jongin. " Jika kau tidak mengatrkan Kyungsoo sampai rumah atau bahkan besok aku mendengar kalau kau tidak berlaku baik pada Kyungsoo, aku akan benar benar mematahkan lehermu Kai." Ancam Baekhyun tadi setelah dirinya menyerah karena gagal mengajak Kyungsoo untuk pulang bersama.
Kyungsoo sedikit bingung karena sedari tadi Jongin tidak melajukan mobilnya melainkan hanya tertawa sinis dengan menghadap nya sejak mereka mulai memasuki mobil Jongin. Kyungsoo awalnya hanya mengira jika Jongin tertawa saat mengingat serpihan ingatannya saat pesta, namun lama kelamaan Kyungsoo menyadari jika senyum yang Jongin tunjukkan bukanlah senyum yang bersahabat dan lebih terkesan meremehkan.
" K-kau kenapa Kai ?" Tanya Kyungsoo dengan gugup melihat ekspresi Jongin yang cukup mengerikan.
" Apa kau mendengarnya dan menyadari nya ?" Jongin balik bertanya dengan nda yang dingin.
" semua perkataan siswa terhadap mu. Apa kau mendengar nya? Semua yang mereka katakan adalah kebenaran namun kau bertingkah layaknya semua yang mereka katakan adalah kesalahan dan malah menikmati semua interaksi kita." Lanjut Jongin menjeda kalimatnya menikmati raut muka Shock Kyungsoo yang duduk disebelahnya.
" tidakkah kau sadar jika dirimu terlalu buruk untuk ku, tidakkah kau sadar jika yang aku lakukan tadi hanya untuk membuat orang yang kucintai menunjukkan perasaanya yang sesungguhnya padaku. Bukankah kau adalah siswa terpandai disekolah, tapi mengapa kau terlihat sangat bodoh Do Kyungsoo." lanjut Jongin dengan seringaian yang mengerikan menghiasi wajahnya.
" aku tahu kau menyukai ku sejak lama, maka dari itu untuk menunjukkan rasa terima kasih ku, akan mengabulkan keinginanmu untuk menjadi namjachingu ku. Bagaimana ? apa kau mau menjadi namjachinguku Kyungsoo ? bukankah itu yang kau inginkan ? ah atau bahkan kau menginginkan lebih dari menjadi seorang namjachingu ku ?" cerca Jongin tanpa henti pada Kyungsoo yang tanpa sadar sudah menciptakan aliran sungai kecil dipipinya.
" K-kai,, B-bukan, Bukan itu—"
" jangan terlalu terburu buru menjawab Kyungsoo. akan ku beri waktu kau berfikir untuk sehari, sabtu pagi beri aku jawaban mu Kyungsoo." ucap Jongin dengan mengangkat dagu Kyungsoo dan memaksa sang empunya untuk menatap nya.
Kyungsoo menangis, menangis terisak tanpa suara menyadari bahwa semua kemanisan hal yang Jongin lakukan hanyalah sebuah kepalsuan layaknya tirai hitam yang Kyungsoo coba untuk singkap. Namun saat kyungsoo berhasil menyingkap nya isinya hanyalah sebuah ruangan kosong dengan tulisan ' Kau bodoh ' yang tertulis dengan cat merah di dinding berlapis cat hitam.
'mungkinkah ini rencanamu dan Sehun bahkan Baekhyun untuk membuatku percaya padamu dan kalian akan melakukan taruhan itu ?' Tanya Kyungsoo dalam hati.
" Keluarlah dari mobilku, pulanglah sendiri aku sudah memesankan taksi untuk mu." Usir Jongin tanpa memandang Kyungsoo. sedangkan Kyungsoo melakukan apa yang Jongin perintahkan dengan perlahan dan Jongin langsung menancapkan gas setelah Kyungsoo keluar sempurna dari mobilnya dan pergi meninggalkan Kyungsoo sendiri.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Chanyeol's POV
Malam ini sebenar nya aku malas untuk melakukan apapun, karena selain cuaca yang sangat dingin, hari ini aku juga dalam mood yang benar benar kacau. Mungkinkah kalian bertanya apa yang menyebabkan mood ku berubah menjadi buruk padahal aku adalah tipe orang yang sangat bisa mengendalikan mood ku sendiri.
Pertama, aku harus melakukan pemotretan majalah seharian penuh dicuaca dingin ini terlebih style pemotretannya harus mengenakan kain yang sangat tipis.
Kedua, disela sela kesibukan pemotretan, aku menyempatkan untuk melakukan rutinitas ku selama seminggu ini sebagai stalker, namun aku tak menemukannya di bus seperti biasa hari ini, dan saat aku mengetahui nya ternyata sekolah namja mungil imut itu diliburkan.
Ketiga, sore tadi aku sudah terlampau lelah tapi noona ku dengan seenaknya menggunakan salah satu mobil koleksi ku dan mengembalikannya dalam keadaan lecet.
Namun dari semua itu yang paling mengesalkan adalah alasan kedua ku, entah mengapa tak melihat nya walau hanya satu hari saja membuat sesuatu disini, tepat didada sebelah kiriku seolah berteriak memintaku untuk bertemu denganya.
Sejak sore tadi aku juga tidak mengobrol pada noona layaknya hari hari biasa agar dia tahu kalau aku marah padanya. Tapi bukannya mencoba untuk meminta maaf atau apalah itu, noona ku kini malah meninggalkanku sendirian dirumah tanpa ada masakan yang bisa aku makan untuk dinner ku. Sebenarnya aku bisa memasak walaupun hanya simple dish tapi karena mood ku benar benar buruk membuatku malas untuk melakukan hal tersebut. Hingga akhirya kini aku berada di dalam bangku kemudi mobil kesayanganku memutuskan untuk mencari makan diluar.
Saat diperjalan samar samar aku dapt melihat sosok namja mungil yang tidak berhasil kutemui tadi siang tengah mengusap usap kedua tangannya disebuah halte untuk mendapatkan sedikit kehangatan. ' Apa yang sedang ia lakukan disana malam malam begini ?' Tanya ku pada diri sendiri.
Namun saat aku keluar dari mobil dan mencoba menghampirinya, lagi lagi aku gagal karena ia masuk kedalam mobil sport merah dengan senyum berbentuk hati yang aku kagumi sejak satu minggu ini. Aku memutuskan untuk mengikuti kemana mereka pergi bahkan kini aku sudah tidak lagi merasakan lapar di perutku. Dan ternyata mobil itu memasuki areal sekolah namja mungil bernama Kyungsoo untuk waktu yang cukup lama.
Darimana aku tahu jika mereka berada di sekolah itu untuk waktu yang cukup lama ? jawabnya karena aku menunggu selama hampir 2 jam penuh hingga akhirnya banyak mobil, dan sepeda motor yang keluar dari sekolah itu dan salah satunya adalah mobil sport berwarna merah itu. Namun ada yang aneh, sesaat setelah semuanya sudah mulai sepi bahkan mobil sport merah itu juga sudah pergi, aku penglihatanku menangkap sosok Kyungsoo berjalan gontai dan terlihat tengah menangis sembari memeluk tubuhnya sendiri yang kedinginankeluar dari gerbang sekolah itu.
Sesaat aku mencoba untuk menggeleng karena siapa tahu itu hanya halunasiku, namun tetap saja aku dapat melihat sosok Kyungsoo terus melangkah dengan memeluk tubuhnya sendiri dengan pelan lalu mendudukkan dirinya disebuah halte.
Dan benar ternyata dia adalah Do Kyungsoo dan dia tengah menangis terisak di halte tersebut dengan menggumamkan kata bodoh berulang kali. Memang aku tidak mengetahui apa penyebab nya hingga ia menangis seperti ini. Tapi mungkinkah ini berhubungan dengan namja yang ia sukai ? aku stalkernya selama satu minggu ini, dan aku tahu jika ia kini menyukai namja berkulit tan yang menurutku tidak begitu menarik jika dibandingkan dengan ku.
Chanyeol's POV end
Kyungsoo tahu jika ini sudah malam dan disekitarnya saat ini sepi dan tidak ada orang, sehingga hal itu Kyungsoo manfaatkan untuk menangis dan membiarkan semua rasa bahagia, sedih, kecewa dan kebodohannya menguap tergerus oleh cuaca dingin yang dibawa oleh hembusan angin awal musim gugur. Ia menyesali kebodohannya karena melupakan adanya sebuah taruhan yang di buat oleh Sehun dan Jongin tentang dirinya, tidakkah Jongin bisa memberikannya sedikit kebahagiaan sebelum ia benar benar melakukan taruhan gila itu terhadapnya. Bukankah hidup ini terasa sangat sulit dan terlihat tak berada di sisi Kyungsoo mengingat dirinya lah yang selalu dijadikan korban untuk kebahagiaan orang lain.
Ditengah tangisnya yang semakin jadi, Kyungsoo dapat melihat sosok namja kini tengah mengusap lelehan air mata yang sempat menjadi aliran sungai kecil dipipinya menggunakan sapu tangan berwarna putih. Kyungsoo sempat menolaknya dan mencoba menghapus lelehan air mata tersebut menggunakan tangannya.
" seseorang pernah berkata padaku, tak peduli kau seorang model, kau seorang pejabat atau bahkan kau seorang presiden, kau tetaplah seorang manusia, dan Eomma ku mengatakan jika aku melihat seseorang tengah membutuhkan bantuan, maka aku harus membantunya." Ucap namja tersebut dan membuat Kyungsoo menatap nya lekat, Kyungsoo tahu itu adalah kata katanya pada orang yang mengaku seorang model pada dirinya seminggu yang lalu saat dirinya menawarkan bantuan.
" dan sekarang kau terlihat seperti seseorang yang membutuhkan bantuan. Jadi biarkan aku yang membantumu kali ini, Do Kyungsoo." ucap namja tersebut yang kembali membuat Kyungsoo menatapnya dengan mata yang membola.
' bagaimana namja ini mengetahui namaku ?' Tanya Kyungsoo saat menyadari jika namja tersebut memang namja yang mengaku sebagai model yang bernama Park Chanyeol.
Kyungsoo membiarkan namja model bernama Park Chanyeol itu menginvasi kedua belah pipi gembil nya menggunakan sapu tangannya lalu duduk tepat disamping Kyungsoo. bahkan Kyungsoo sempat kaget saat Chanyeol menarik lembut kepalanya untuk bersandar pada pundaknya dan mengusap halus rambutnya.
" meskipun aku tidak tau apa alasanmu hingga menangis seperti tadi, tapi jika itu hal yang berat dan kau merasa belum puas menangis, maka menangis lah, menangislah di pundakku dan salurkan serta bagi rasa sakit dari masalahmu itu padaku melalu tangisanmu. Karena kau tau, setiap masalah sama hal nya dengan hujan dan gelapnya malam, disaat hujan turun kau maka carilah keindahannya yaitu pelangi dan saat gelap malam tanpa cahaya bulan maka lihatlah keindahan taburan bintang. Begitu pula masalah, jika kau memiliki masalah pecahkanlah dan temukan hikmahnya " Ucap Chanyeol sembari membelai lembut rambut Kyungsoo yang menguarkan wangi vanilla yang menenangkan.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Terkadang menangis adalah satu satu nya cara untuk meluapkan
Rasa sakit dari setiap masalahmu.
Namun cobalah untuk merubah dan membenarkan cara pandangmu
Terhadap masalah yang kau hadapi.
Dengan begitu kau akan mendapatkan dua hal penting disana.
Solusi dari masalah mu dan Proses pendewasaan diri.
• Park Chanyeol •
•••
•••
•••
•••
To be Continue.
Chapter 3 is up chingu :D semoga suka ya, selamat membaca dan sampai bertemu di chapter berikutnya. Dan juga jangan lupa review, saran dan juga kritiknya nya ya chingu agar saya semangat nulis nya hehe :D
Balasan review chingu sekalian :
Windy Kim : uwaa.. terima kasihh chingu… hehe dan juga maaf ya chingu karena tidak bisa up secepat yg chingu harapkan
Annisah lailiyah : insyaallah … hehehe terima kasihh … disini sedikit nyempil ya chingu moment chansoo nya :D
Ripusi1288 : hahaha mungkin karena di sini jongin belum beringas chingu :D :D xixixi
Mammichan evil maknae : hehehe iya direpost chingu dengan coba di detail setiap karakter semoga suka ya .. hehehe :D
Xiuhan 799 : eumm kalo pair baru seperti masih belum ada chingu hehehe
Lovesoo : hehehe tenang saja Chingu disini bakal focus ke kisah chansoo kaisoo kok chingu :D
Dinadokyungsoo1 : siippp siaapp chingu :D terima kasihhh banget chingu :D
WKCS-HYUN : hehehe iya beda disini karena coba memaparkan kisah setiap karakter .. hehe terima kasih chingu :D
Baby soo : aminnnn … terima kasih juga atas pujiannya dan telah menyukai ff abal ini :D hehe
Kikykikyau : hahahaha iya juga siih chingu … hunsoo moment akhie akhir ini sedang gila ya .. hehehehe :D terima kasih chingu ,,,semoga chingu suka ya :D
Park yolo : hehehe maaf ya chingu karena merepost cerita ini … semoga chingu tetep mantengin ff ini ya :D
Ayys : hehehe terima kasih … thumb up juga buat kamu chingu .. hehehe :D
Kaisoomin : siaaapp ini sudah dilanjut .. hehehe terima kasih juga chingu :D
Mimi : hehehe karakter Chan memang masih beda karena memang masih belum saat nya chingu hehehe
Kyungie94 : hehehe maaf ya chinguu karena membuat kamu nunggu lama … jengmal mianhae … semoga kali ini chingu suka yaa :D
Kim Gongju : disini juga bakal diceritain kisah kaisoo kok chingu ,, hehehe iya ntar bakal coba lagi buat kaisoo ff nya chingu :D
Indriichan : okayyy fighting juga buat kamu :D
Kawaiichan : yeaaayyy ada temennya ternyata saya :D hehehe boo love chanyeoll .. xixixixi
Kyungiesoo12 : hahaha untuk part yang itu harap ditunggu dulu ya chingu :D hehehe
Cherry blossom 8812 : hehehe trima kasih chingu … chap ini sudah ku coba buat lebih panjang hehehe semoga suka chingu :D
HamsterXiumin : hahaha jahat bener kan chingu … aku pun tak rela :D
Kyungie Love : siaapp dehh … hehehe :D
Big thanks to :
Kim Jong Soo 1214, DOHXO,WKCS-Hyun, NN, kaisoomin, AAAgst, ripusi1288, indriichan, Dinadokyungsoo1, natasya98, xiuhan799, park byunhun, tarifebriantii88, Park insoo, Renita kaisoos, Kyungsooxeveryone, Asehn, Ika554, nurul523, Kaisooship, Cherry blossom 8812, queenaaudreycelloniashakina, nesyarera, kyung kyung, windy kim, Kyungie love, nanay273, HamsterXiumin, Pororo crong nini, Kyungiesoo12, Kawaiichan, Kim Gongju, Mimi, kaisoomin, Ayys, Park yolo, kikykikyau, baby soo, alexa, mamiichan evil maknae, annisahlailiya.
