Can't You Love Me Again ?
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
{Preview chapter 3}
" meskipun aku tidak tau apa alasanmu hingga menangis seperti tadi, tapi jika itu hal yang berat dan kau merasa belum puas menangis, maka menangis lah, menangislah di pundakku dan salurkan serta bagi rasa sakit dari masalahmu itu padaku melalu tangisanmu. Karena kau tau, setiap masalah sama hal nya dengan hujan dan gelapnya malam, disaat hujan turun kau maka carilah keindahannya yaitu pelangi dan saat gelap malam tanpa cahaya bulan maka lihatlah keindahan taburan bintang. Begitu pula masalah, jika kau memiliki masalah pecahkanlah dan temukan hikmahnya " Ucap Chanyeol sembari membelai lembut rambut Kyungsoo yang menguarkan wangi vanilla yang menenangkan.
Chapter 4 : Farewell date.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Layaknya memiliki sebuah alarm alami, Kyungsoo setiap hari selalu terbangun pagi, bahkan dapat dikatakan sangat pagi, bahkan saat ibunya masih nyaman dengan selimut untuk menghangatkan tubuhnya. Kyungsoo bangun pagi bukan tanpa alasan. Selain ia ingin membantu pekerjaan ibunya, Kyungsoo juga menyempatkan diri untuk memasak untuk bekal makanan yang akan ia bawa ke sekolah. Baik itu untuk dirinya maupun untuk orang yang ia kagumi atau bahkan ia sukai, Kim Jongin.
Pagi itu Kyungsoo sudah dalam keadaan menggunakan apron berwarna biru yang selalu ia pakai saat memasak. Semua bahakan makanan sudah ada, perlengkapan memasak juga telah ia siapkan, namun ia lakukan saat ini hanya diam, diam memandang kosong pada sebuah penggorengan yang telah ia pegang. Kyungsoo diam bukan karena ia bingung dengan apa yang harus ia masak, bahkan ratusan resep makanan sudah siap dan menunggu untuk dipilih olehnya.
" aku tahu kau menyukai ku sejak lama, maka dari itu untuk menunjukkan rasa terima kasih ku, akan mengabulkan keinginanmu untuk menjadi namjachingu ku. Bagaimana ? apa kau mau menjadi namjachinguku Kyungsoo ? bukankah itu yang kau inginkan ? ah atau bahkan kau menginginkan lebih dari menjadi seorang namjachingu ku ?" Kyungsoo terdiam karena ia memikirkan apa yang Jongin katakan padanya pada saat pesta sekolah berakhir. Separuh hatinya berkata memang ia ingin sekali menjadi kekasih dari orang ia kagumi dan ia sukai sekaligus. Bahkan Kyungsoo sendiri tak emnampik akan hal tersebut. Namun separuh hatinya lagi berkata bahwa ia tak ingin menjadi kekasih dari Kim Jongin hanya untuk sebuah bahan taruhan, walaupun Jongin adalah orang yang Kyungsoo sukai sekalipun.
" Apa yang harus aku lakukan Jongin-ah ? andai saja kau tidak menjadikanku sebagai bahan taruhan mu dengan Sehun maupun Baekhyun. Tapi kenyataannya aku hanya bagaikan sebuah mainan bagimu." desah Kyungsoo dalam hati tak mengerti apa yang harus ia jawab nanti saat Jongin datang padanya. Bahkan Kyungsoo sudah memikirkan akan hal ini semalam namun tetap hasilnya nihil. Karena hingga pagi ini Kyungsoo masih saja bingung dengan apa yang harus ia katakan.
" Apakah nasib sebuah mainan tidak bisa merasakan bahagia ? tapi aku bukanlah sebuah mainan yang bisa seena—"
" meskipun aku tidak tau apa alasanmu hingga menangis seperti tadi, tapi jika itu hal yang berat dan kau merasa belum puas menangis, maka menangis lah, menangislah di pundakku dan salurkan serta bagi rasa sakit dari masalahmu itu padaku melalu tangisanmu. Karena kau tau, setiap masalah sama hal nya dengan hujan dan gelapnya malam, disaat hujan turun kau maka carilah keindahannya yaitu pelangi dan saat gelap malam tanpa cahaya bulan maka lihatlah keindahan taburan bintang. Begitu pula masalah, jika kau memiliki masalah pecahkanlah dan temukan hikmahnya " belum selesai Kyungsoo bertanya pada dirinya sendiri, sekelebat bayangan serta nasehat melintas dalam pikirannya. Sebuah kalimat yang ia tahu, bahwa Chanyeol, orang yang ia baru kenal akhir akhir ini lah yang mengatakan hal tersebut.
Kyungsoo berfikir, ia berfikir dengan keras meneliti setiap kata yang terucap dan berusaha mencoba mencari makan dari kalimat tersebut. Kyungsoo berusaha mengaitkan apa yang telah Chanyeol katakan padanya tadi malam saat ia menangis dipundakknya dengan apa yang Jongin pinta padanya untuk ia jawab hari ini.
Perlahan namun pasti Kyungsoo meneguhkan hati dan pikirannya dengan apa yang akan ia pilih nanti nya saat Jongin meminta jawaban dengannya. Dengan menghembuskan napas pelan, Kyungsoo lalu menunjukkan senyum nya walaupun hanya senyum yang tipis dan meletakkan genggaman tangannya tepat didepan dadanya. " Aku bisa,, kau bisa Kyungsoo, mungkin inilah saatnya." Ucapnya dengan lirih. Setelah itu ia beralih pada apa yang seharusnya ia lakukan pagi ini.
Kyungsoo berfikir sejenak untuk memilih menu sarapan yang akan ia pilih untuk hari ini. Dari sederet resep dan menu masakan yang ia tata rapih dalam otaknya, Kyungsoo memilih untuk membuat nasi goreng kimchi untuk menu sarapannya pagi ini, sekaligus bekal yang akan ia bawa untuk Jongin.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Seperti biasa, Kyungsoo selalu datang ke sekolah lebih awal daripada yang lainnya. Dengan senyum yang merekah ia melangkahkan kaki mungilnya menuju tempat pertama yang setiap pagi ia tuju, Loker Room. Sesampainya disana, jika Kyungsoo biasanya langsung meletakkan bekal makanan itu ke dalam loker Kim Jongin, hari ini ia lebih memilih untuk berdiri tepat didepan loker itu dan menunggu hingga sang empu yang memiliki loker tersebut datang.
Walaupun Kyungsoo harus berdiri dan menunggu sekitar 20 menit, akhirnya ia melihat Jongin bersama dengan kedua sahabatnya, Sehun dan Baekhyun memasuki loker room dan langsung berjalan menuju arahnya. " Apa yang kau lakukan ? " Dingin, setidaknya nada dingin lah yang Kyungsoo dengar dari ucapan Jongin pagi ini. Sedangkan Baekhyun dan Sehun terlihat lebih ramah padanya dengan memberikan salam serta tersenyum untuknya.
Kyungsoo membuka tas sekolahnya dan mengeluarkan sebuah kotak bekal makanan yang ia siapkan dari pagi buta tadi. " Aku membawakanmu bekal makanan Kai. Aku hari ini memasak nasi goreng Kimchi untukmu." Jawab Kyungsoo dengan senyum walaupun terdengar betul dari nada ucapannya bahwa dirinya saat ini dalam keadaan gugup dan takut.
Jongin mendecih lalu mengambil dengan sedikit kasar bekal makanan yang Kyungsoo sodorkan untuknya. " Sekarang kau berani berbicara padaku, aah.. apa karena aku memintamu untuk menemaniku saat pesta sekolah semalam ? kau tahu aku tak butuh ini, karena akan sama dengan hari biasanya, bekal ini akan berakhir ditempat yang sama. Yang aku butuhkan darimu adalah jawa—"
" Aku akan memberikan jawabanku. Aku pasti menjawabnya. asal kau tidak membuang bekal itu, maka aku akan menjawabnya." Sergah Kyungsoo memotong ucapan Jongin. Entah mendapat keberanian darimana, Kyungsoo berani memandang dalam pada manic mata tegas Jongin.
" Setelah aku melihatmu menghabiskan bekal itu aku akan menjawabnya." Lanjut Kyungsoo. Jongin berdehem sejenak menetralkan dirinya karena terlalu bingung dengan apa yang harus ia katakan.
" Ehmm… bagaimana kalau nanti saat bel istirahat kita makan bersama dikantin. Kau mau kan Kyungsoo makan bersama dengan kami ?" ucap Sehun akhirnya karena tak ada lagi yang berbicara setelah Kyungsoo menyuarakan keinginannya
" Yhaa ! apa kau gila .. bagaimana bisa ki—"
" Geure.. maka aku juga akan menjawabnya nanti. Terimakasih ajakannya Sehun-sshi. Kalu begitu aku permisi dulu." Potong Kyungsoo cepat atas ucapan Jongin, lalu ia membungkukkan badannya dan berlalu meninggalkan Jongin, Baekhyun dan Sehun.
" Jongin kau harus lebih perhatian padanya. Setidaknya karena Kyungsoo lah nanti kau bisa bersama dengan Taemin." Ucap Sehun dengan menepuk pundak Jongin pelan.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Jika biasanya Kyungsoo menikmati pelajaran dengan tenang bahkan seolah jam pelajaran itu berlangsung sangat khidmat, kali ini Kyungsoo merasa berbeda. Kyungsoo merasa jika jam pelajaran kali ini berlangsung begitu cepat. Pasalnya, ia merasa bahwa dirinya baru saja duduk untuk menerima pelajaran, namun saat ia melihat jam tangan yang ia kenakan, ia sadar jika 10 menit lagi pelajaran akan selelsai dan akan masuk pada jam istirahat.
Hal tersebut berkebalikan bagi Jongin. jika Kyungsoo merasa jam pelajaran kali ini terasa lebih cepat, Jongin merasa jika pelajaran kali ini jauh lebih lama daripada biasanya. Entah apa yang membuatnya merasa seperti itu. Padahal apa yang ia lakukan selama jam pelajaran sama dengan apa yang ia lakukan biasanya. Duduk dan bermain handphone, diam diam mengamati dan mengambil gambar Taemin, atau bahkan tertidur didalam kelas. Namun entah mengapa baginya jam pelajaran kali ini terasa jauh lebih lama walaupun dirinya telah melakukan apa yang biasa ia lakukan.
" Baiklah, kita bertemu minggu depan anak anak." Kalimat yang ditunggu tunggu oleh Jongin akhirnya terdengar juga walaupun waktu pelajaran masih tersisa.
Mendengar hal itu, Kyungsoo menyimak teman temannya yang bersorak ria karena akhirnya jam isirahat tiba, dengan tersenyum, perlahan ia memasukkan semua perlangkapan sekolah yang ia gunakan saat pelajaran ke dalam tasnya. " I'll wait in the rooftop. Dan jangan terlalu lama." Kyungsoo mendongak, Jongin yang mengatakan hal tersebut dengan nada yang cukup pelan namun kentara sekali nada dingin dalam kalimat tersebut tercetak jelas memenuhi indera penglihatan Kyungsoo.
Kyungsoo menghembuskan nafas pelan melihat Jongin berlalu begitu saja. " Kyungsoo-ya ada apa ? " Tanya Taemin yang melihat ada hal ganjil diantara Kyungsoo dan Jongin. sedangkan Kyungsoo hanya membalasnya dengan sebuah senyuman dibibir nya, menepuk pelan pundak Taemin lalu berlalu untuk menyusul Jongin. sedangkan Taemin semakin merasa curiga setelah Sehun dan Baekhyun juga mengikuti Kyungsoo dibelakangnya.
•••
•••
•••
•••
Tak perlu menunggu lama, Jongin yang sudah terlebih dahulu ada di atap sekolah melihat kedua sahabatnya tengah berjalan menuju arahnya bersamaan dengan Kyungsoo. jujur Jongin saat ini takut jika saja Kyungsoo menolak untuk menjdi kekasih nya, karena jika Kyungsoo menolak itu juga berarti rencana nya mala mini untuk mendapat cinta Taemin, orang yang ia sukai juga gagal. " Bagaimana ? apa kau mau menjadi namjachinguku ?" ucap Jongin setelah Kyungsoo berdiri tepat didepannya.
Bukannya menjawab, Kyungsoo hanya tersenyum yang membuat Jongin bingung, bahkan bukan hanya bingung, kini Jongin mulai khawatir rencana nya dengan Sehun akan gagal. " Duduk dan makanlah dulu Jongin." jawab Kyungsoo setelah tersenyum bahkan Kyungsoo mendahului Jongin untuk duduk terlebih dahulu.
" Woah.. aku yakin kau sudah tau jika aku tidak mau ada yang memanggil nama asli ku kecuali sahabat dan juga kekasih yang aku cintai, nerd. " ucap Jongin dengan menekan sebuah kata diakhir kalimatnya untuk menyindir Kyungsoo lalu ia duduk tepat didepan Kyungsoo. sedangkan Baekhyun dan Sehun duduk disebelah Kyungsoo.
Bohong jika Kyungsoo tak merasa tersindir dengan ucapan Jongin yang ditujukan kepadanya. Kyungsoo bukanlah siswa bodoh yang tak mengerti apa apa. Kyungsoo adalah siswa yang memiliki nilai paling bagus disekolahnya. Namun Kyungsoo lenih memilih untuk berpura pura dan mengabaikan apa yang Jongin katakan tentang nya. " Maaf, Kai-sshi." Jawab Kyungsoo kemudian.
Jongin sendiri bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini. Selama ini Jongin selalu membuang setiap bekal makanan maupun vitamin yang Kyungsoo berikan padanya secara diam diam di dalam loker miliknya. Jongin hanya terlalu bergantung dan selalu mengedepankan rasa gengsinya, ia hanya tak mau Kyungsoo melihatnya menghaiskan mbekal makanannya dan mengira jika dirinya menyukai bekal tersebut. " Aku hanya akan mempermalukan diriku jika aku menghabiskan bekal ini, terlebih dia pasti tahu jika selama ini aku selalu membuang bekal yang ia berikan padaku." Setidaknya itulah yang Jongin pikirkan tentang apa yang harus ia lakukan dengan bekal tersebut.
Melihat kegelisahan pada mata Jongin, Sehun terkekeh. Ia yakin Jongin sedang berfikir dengan otak kecilnya bagaimana caranya agar terhindar dari bekal makanan tersebut. " Mengapa kau tak mencicipi bekal yang Kyungsoo bawa Jongin ?" goda Sehun yang duduk disebelah Baekhyun, kekasihnya. Sedangkakn Jongin sudah siap untuk menyambar Sehun dengan sumpah serapah yang sedari tadi sudah berada diujung mulutnya.
" Kyungsoo-ya, aku yakin Jongin tidak akan menghabiskan bekal makanan yang kau bawakan. Kalu begitu mau kah kau pergi dari sini denganku ? kita bisa makan ditempat lain dari pada harus menghabiskan waktu istirahat hanya untuk menunggu Jongin untuk menghabiskan makanannya. Dengan begitu kau tak perlu menjawab apa yang Jongin tanyakan padamu., emm ?" celetuk Baekhyun dengan penuh harap pada Kyungsoo, bahkan Kyungsoo dapat melihat jika Baekhyun nampak akan menangis saat mengatakannya.
Jujur saja Kyungsoo bingung, " Mengapa Baekhyun berlagak tak rela jika aku menjadi bahan mainan Jongin dan namjachingunya, bukankah ia juga ikut campur dalam membuat taruhan itu ?" Tanya Kyungsoo dalam hati dengan kembali menunjukkan senyum nya pada Baekhyun yang terlihat khawatir.
" Gwenchana Baekhyun sshi." Ucap Kyungsoo lembut. " Kai sshi, kau tidak perlu memakannya jika kau memang tidak mau. Karena dengan kau tidak membuangnya saja aku sudah bersyukur." Lanjut Kyungsoo. dan dapat ia lihat setelah itu Jongin menghembuskan nafas lega setelah mendengar apa yang dikatakannya.
" Ah geure ? baiklah jika kau memaksa, " jawab Jongin dengan enteng. " Sehun-ah, bukankah kau sangat suka nasi goreng kimchi ? jika kau mau makanlah. Entah mengapa aku kenyang." Lanjut Jongin dengan menggeser kotak bekal makanan itu pada Sehun.
" Bolehkah ? Baekkie baby, apa kau mau ? " jawab Sehun serta menawarkannya sang kekasih.
" Kyungsoo membuatnya untuk Kai, jadi seharusnya Kai lah yang menghabiskannya. Dan kau Kai, setidaknya hargai apa yang Kyungsoo lakukan unt—"
" Gwenchana Baekhyun sshi. Jika kau dan Sehun mau, kalian boleh menghabiskannya, dari pada tidak ada yang memakannya kan?" sergah Kyungsoo memotong ucapan Baekhyun yang menggantung.
Seolah mendapatkan izin, Sehun menyantap nasi goreng kimchi yang merupakan makanan kesukaannya layaknya anak kecil yang suguhi permen. Bahkan Sehun menyantap nya secara rakus seolah olah ia tak pernah makan makanan itu.
" Wae ? rasanya tidak enak ? sudah kuduga ?" ucap Jongin secara terang terangan melihat Sehun yang tadinya menyantap makanan tersebut dengan rakusnya tiba tiba berhenti mengunyah secara tiba tiba.
" Sehunnie wae geure ?" Tanya Baekhyun yang juga bingung melihat ekspresi dan mata Sehun yang terlihat berkaca kaca.
Sehun menelan nasi goreng kimchi yang sudah ada didalam mulutnya secara perlahan. " Ani, ini sangat enak. Dan rasanya,, mengingatkan pada nasi goreng kimchi buatan mendiang eomma." Jawab Sehun dengan memandang lekat nasi goreng buatan Kyungsoo. " Gomawo,, Kyungsoo-ya" lanjut Sehun, sedangkan Baekhyun dan Jongin menatap Kyungsoo dan Sehun bergantian.
" Ehmm.. aku yakin kau salah makan saat sarapan tadi kan ? mana mungkin masakan si nerd ini kau samakan dengan masakan mendiang eomma mu yang sudah dikenal diseluruh Korea sebagai chef terbaik ? aku yakin sebentar lagi kau akan muntah Hun." Cerocos Jongin menyindir nyata masakan yang dibuat Kyungsoo.
" Aku anak nya, dan ini kali pertama aku merasakan nasi goreng kimchi dengan rasa yang sama dengan buatan Eomma ku setelah eomma meninggal." Jawab Sehun yang membuat Jongin langsung menutup mulutnya.
" Syukurlah jika kau suka Sehun sshi, Baekhyun sshi mintalah kekasihmu untuk makan pelan pelan. Bisa bisa ia tersedak jika makan seperti tadi." Ucap Kyungsoo menyudahi perdebatan kecil Sehun dan Jongin.
Kyungsoo tahu tentang keluarga Sehun. Bahkan kyungsoo juga tahu perihal mendiang ibu Sehun yang meninggal karena kecelakaan pesawat tahun lalu. Hanya satu hal yang tak Kyungsoo sangka. Sehun menyamakan makanan yang ia buat sama enaknya dengan makanan yang dibuat oleh ibunya yang bahkan merupakan pemilik restoran yang menjadi favorit nya dan eommanya. Dan entah mengapa Kyungsoo percaya pada Sehun saat mengatakannya. Karena Sehun mengatakan dengan mata yang berair dan tak mungkin itu merupakan suatu kebohongan.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Walau ini kali pertama bagi Kyungsoo dapat menikmati makan siang dikala jam istirahat bersama dengan temannya, meski mereka bukanlah teman yang dekat tapi satu hal yang Kyungsoo dapatkan yaitu suatu kebersamaan serta kehangatan atau bahkan bisa Kyungsoo ungkap layaknya sebuah kekeluargaan. " jika saja kami adalah teman ataupun sahabat dekat, pasti akan jauh lebih menyenangkan." Pikir Kyungsoo.
Kyungsoo merasa bahagia hanya dengan melihat keakraban yang dibangun antara Jongin, Sehun dan Juga Sehun. Kyungsoo juga merasa sangat terhormat mendapat pujian baik itu dari Sehun maupun Baekhyun setiap mereka menikmati bekal makanan yang ia bawa sebenarnya untuk Jongin. Kyungsoo bahagia walaupun ia tahu jika semua ini hanyalah sandiwara yang dimainkan oleh Jongin untuk mendapatkan cintanya yang sesungguhnya. Yang Kyungsoo harapkan, jika suatu saat ia juga ingin diberi kesempatan untuk kembali melihat serta menikmati moment ini bersama dengan mereka maupun tema temannya yang lain.
" Kau sudah selesai ? jangan kau kira aku lupa dengan tujuan kita makan bersama disini. " sebuah kalimat yang terucap dengan nada yang kurang bersahabat menyapa telinga Kyungsoo sehingga mengharuskannya untuk berhenti tersenyum melihat tingkah konyol yang dilakukan Sehun dan Baekhyun sebagai sepasang kekasih
Kyungsoo tersenyum, " Aku pun juga mengingatnya Kai sshi.. " jawab Kyungsoo singkat
Jongin mendecih tak suka pada Kyungsoo saat mendengar jawabannya. jika kebanyakan orang akan berpura pura bersikap baik dan manis jika sedang membutuhkan sesuatu dari orang lain ? lalu mengapa Jongin berbeda ? mengapa ia secara terang terangan menunjukkan ekpresi maupun ketidaksukaannya terhadap Kyungsoo ? bukankah saat ini semua rencana taruhannya bersama dengan Sehun ada pada Kyungsoo. jika saja Kyungsoo menolak nya bukankah itu sama artinya dengan kegagalan baginya. Sebegitu bencinya kah Jongin kepada Kyungsoo. jika pepatah ' Benci bisa berubah jadi cinta ' itu benar adanya, mungkinkah suatu saat Jongin akan merasakan hal tersebut kepada Kyungsoo. dan mungkinkah pada saat itu, Kyungsoo masih memiliki perasaaan yang sama seperti yang ia rasakan saat ini ?.
" Kalau begitu, bukankah kau harus menjawabnya sekarang, mengingat kita sudah makan bersama dan bahkan dapat aku lihat kau menikmati suasana ini bersama sahabat sahabat ku. ?" lanjut Jongin menatap nyalang pada Kyungsoo yang juga menatap nya dengan mata polosnya. " Atau mungkin kau secara todak sengaja memintaku untuk mengulang pertanyaan yang semalam aku katakan padamu ? jika benar maka aku akan mengulanginya. Do Kyungsoo maukah kau menjadi kekasihku ?" Tanya Jongin lagi namun kali ini tanpa memandang Kyungsoo.
" Em, aku mau Kai sshi" jawab Kyungsoo " Jika itu bisa membuatmu bahagia, aku akan melakukannya untukmu. " lanjutnya dalam hati.
Sehun dan Baekhyun dibuat bengong dengan jawaban yang Kyungsoo berikan. ' bukankah Kyungsoo terlalu bodoh untuk menerka apa yang akan Jongin lakukan selanjutnya mengingat sikap Jongin sama sekali tidak menggunakan perasaan saat menyatakan cinta tersebut ? mungkinkah Kyungsoo sudah dibutakan oleh cintanya kepada Jongin ?' bahkan baik Baekhyun dan Sehun pasti akan kaget dengan pikiran mereka jika mereka tahu bahwa apa yang mereka pikirkan saat ini sangatlah sama.
" Kyungsoo-ya andwee.. Kyungsoo ini bukan seperti yang kau pikirkan, ini ha—"
" Anii,,, Aku yakin baik Kai maupun kalian tahu jika selama ini aku secara diam diam menaruh hari terhadap Kai. Dan hari ini dia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Bukankah ini suatu keberuntungan yang besar bagiku Baekhyun sshi." Sempurna, Kyungsoo memerankan perannya sangat sempurna. Dengan wajahnya yang sungguh polos Kyungsoo benar benar berperan seolah olah ia tak tahu dengan apa yang Jongin dan Sehun mainkan saat ini.
Kai tersenyum penuh kemenangan saat ini, bahkan senyumnya itu tidak dapat dikatakan sebagai senyum yang tulus, senyum itu lebih menurus pada sebuah kejahatan yang tersembunyi dalam sebuah kebohongan semata. Sedangkan Sehun, dialah yang memprakarsai ide taruhan tersebut, ia juga yang berjanji akan membatu Jongin dalam mendapatkan Taemin melalui Kyungsoo, namun ia bingung, mengapa ia sendiri pula yang merasa ini benar benar tidak adil bagi Kyungsoo. walau ia baru kali ini dekat dengan Kyungsoo, Sehun bisa merasakan ketulusan yang sempurna dari diri Kyungsoo yang membuatnya sungguh merasa bersalah akan hal ini.
" Hari ini adalah hari sabtu, dimana kita resmi menjadi sepasang kekasih. Dan malam ini adalah malam minggu yang mana diketahui banyak orang sebagai malam dimana sepasang kekasih biasa menikmati malam bersama. Kai sshi, aku tahu ini berlebihan, tapi bisakah kita memulai first date kita nanti malam di tepian sungai Han ?" lagi dan lagi, Kyungsoo menyelami perannya dengan sangat sempurna. Bahkan Kyungsoo dapat melihat walaupun hanya sekejap jika Jongin menunjukkan senyum kemenangan yang cukup mengerikan.
" Andwee !" Sehun dan Baekhyun memberikan penolakan secara bersama. " Andwee Kyungsoo-ya, maafkan aku, sebenarnya ini semua ha—"
" Wae andwe ? ini pasti akan sangat menyenangkan Sehun sshi. Kau dan Baekhyun sshi datanglah bersama aku yakin kalian menyukainya nanti." Kyungsoo menyadari jika Sehun hendak membongkar semua yang ia rencanakan bersama dengan Jongin, namun Kyungsoo terlalu sempurna dalam memainkan peran korban. Kyungsoo hanya tak ingin tahu kenyataan sebenarnya saat ini, ia hanya ingin mengikuti semuanya karena ia bukanlah seorang pengecut yang perlu dikasihani walaupun secara fisik ia terlihat lemah untuk ukuran namja.
Sedangkan Jongin nampak sangat kesal dengan Sehun yang seolah berubah pikiran secara tiba tiba. ' Bukankah ini semua idenya mengapa Sehun seolah tak ingin melanjutkannya.' pikirnya. Tapi Jongin tetaplah Jongin, ia terlalu dibutakan dengan cintanya yang begitu besar kepada Taemin. Yang ia pikirkan hanya ia harus bisa mendapatkan cintanya yang sudah bertahun tahun hari ini karena ia sudah melalui hal besar dan cukup menjijikkan baginya dengan berurusan dengan siswa nerd seperti Kyungsoo.
Jongin sedikit terkekeh dan mencubit pelan pipi gembil Kyungsoo " Aigoo, bukankah kau sangat manis,, kalian dengar kana pa yang anak ini katakan. Baiklah aku setuju. Nanti malam kita lakukan first date kita disana sayang," ucap Jongin dengan nada yang cukup kale dan terkesan merayu. Sedangkan Kyungsoo tersenyum menaggapi ucapan Jongin.
" Ahh, bagaimana jika sebagai ucapan terimakasihku karena kau sudah mau menjadi kekasih ku, aku mengabulkan satu keinginanmu hari ini? " lanjut Jongin
" Benarkah ?" Tanya Kyungsoo
" Tentu, katakan saja." Jawab Jongin dengan mempertahankan senyumnya.
" Kalau begitu, Lotte world" jawab Kyungsoo senang.
" Aaah, jadi kekasihku ini ingin bermain ke lotte world. Baiklah, nanti sore aku akan menjemputmu sekaligus nanti malam kita langsung menuju tepian sungai Han seperti keinginanmu sayang." Jawab Jongin.
Sehun dan Baekhyun sungguh ingin menghentikan ini semua, namun apa daya mereka, selama 5 tahun mereka mengenal Kyungsoo walaupun baru kali ini mereka saling berkomunikasi, ini kali pertama bagi mereka melihat Kyungsoo sebahagia ini. Untuk merusaknya, baik Baekhyun dan Sehun sungguh tak mampu. Kyungsoo nampak terlihat layaknya anak kecil yang sangat bahagia saat melihat orang tua nya pulang bekerja dengan membawa makanan manis. Andai saja, andai saja mereka tahu bahwa Kyungsoo sudah mengetahui semua nya, semua tentang taruhan itu, mungkinkah mereka akan berfikir hal yang sama seperti saat ini ?.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Sore ini, tepat didepan sebuah rumah yang cukup megah yang dikelilingi oleh pagar tinggi yang terbuat dari besi besi yang diukir cukup indah, sepasang kekasih terlihat sedang beradu mulut didalam mobil. Ah, mungkin hanya salah satu dari mereka saja yang nampak marah, karena salah satu dari mereka terlihat nampak menjelaskan pada kekasihnya. " Jika kau turun dari mobil dan membawa namja bermuka dua itu bersama kita, aku pastikan aku akan marah padamu Sehun !" ucap Baekhyun mengancam Sehun sang kekasih dengan sedikit berteriak.
Tangan Sehun yang sudah siap untuk membuka pintu mobil terhenti mendengar kekasihnya mengancam nya seperti itu. Bagi Sehun, Baekhyun tak pernah mengancamnya selama mereka 4 tahun berpacaran. Di mata Sehun, Baekhyun selalu ceria dan terlihat selalu romantic dan manja terhadapnya. Dan jika sekarang ia mengancamnya, bukankah hal yang sangat buruk terjadi diantara mereka berdua.
" Lalu aku harus bagaimana Baekkie-ya.. aku dan Jongin sudah bertaruh akan hal ini. Sepulang sekolah bahkan aku sudah meminta padanya untuk berhenti saat aku tahu Kyungsoo benar benar polos dan lugu. Tapi ia tetap bersikukuh untuk melanjutkannya." Terang Sehun pada kekasihnya dengan perlahan dan lembut. Sehun tahu jika ia juga berkata menggunakan kalimat dengan nada yang sama dengan Baekhyun maka ia hanya akan memperkeruh emosi Baekhyun yang saat ini ada di puncaknya.
" Lalu kenapa dengan bodohnya kau mengajukan taruhan gila itu pada Jongin jika kau merasa kasihan pada Kyungsoo sekarang ?" serang Baekhyun dengan mata yang sudah mulai berair.
" Aku tahu aku salah. Setelah ini aku akan berusaha mencari jalan yang terbaik bagi Kyungsoo. tapi aku mohon pengertianmu sayang. Pria sejati tidak menarik ucapannya kembali. Dan juga setidaknya kita bisa lihat dari sisi baiknya. Bukankah dengan ini Jongin sahabat kita sedari kecil bisa mendapatkan kebahagiaannya ?" Sehun menjelaskan dengan mengusap lelehan airmata yang mulai membasahi pipi tirus kekasih nya, memberi pengertian untuk menghindari konflik diantara mereka berdua.
" Bagaimana dengan Kyungsoo ? bagaimana dengannya Sehunna.. Jongin mendapatkan kebahagiannya bersama namja bermuka dua sialan itu tapi Kyungsoo yang menjadi korbannya. Dia terlalu baik untuk kalian sakiti Sehunna." Tanya Baekhyun yang sudah tak kuasa menahan tangisnya. Mungkin Baekhyun dan Kyungsoo bukanlah teman baik selama ini. Mereka hanyalah sebatas teman satu kelas yang bahkan tak pernah berkomunikasi satu sama lainnya. Tapi bagi Baekhyun, Kyungsoo adalah satu satu nya teman sekelasnya yang sangat ingin ia jadikan teman bahkan sahabat dekat karena Kyungsoo memang selalu baik kepada setiap orang.
Sembari menangkup pipi kekasihnya, Sehun juga mengusap lembut pipi tersebut, mencoba menghilangkan jejak air mata yang mengalir disana. " Aku tahu, aku turut andil dalam taruhan yang merugikan Kyungsoo ini. Aku berjanji, aku berjanji akan membantunya dalam segala hal setelah masalah ini selesai, jadi kau jangan terla—"
TOKK TOKK..
Ucapan Sehun terhenti saat ia mendengar suara kaca mobilnya diketuk seseorang, bahkan baik Sehun dan Baekhyun menanggapi hal tersebut dengan keterkejutannya, sempat melihat dan mengetahui siapa yang melakukannya Sehun segera membukakan kaca mobil disebelahnya.
Orang tersebut melihat dengan seksama pada Sehun dan Baekhyun. " Sehun, apa yang kau lakukan disini ? dan juga Baekhyun mengapa kau menangis ? eoh,, apa kalian bertengkar didepan rumahku ?" Tanya nya dengan akrab.
" Eoh Taemin-ah.. kami hendak mengunjungi mu, tapi syukurlah ternyata kami bertemu dengan mu disini jadi kami tidak perlu masuk." Jawab Sehun tak kalah ramah. Memang hubungan Sehun dan Taemin cukup dekat karena memang Jongin sering sekali mengajak Sehun untuk bertemu dengan Taemin. Sedangkan hubungan Baekhyun dengan Taemin adalah kebalikannya. Baekhyun tidak menyukai Taemin karena menurutnya Taemin terlalu memiliki banyak wajah dan sangat pandai dalam mengolah wajah wajah tersebut.
" Kalian mencariku ?" Tanya Taemin bingung. " Apa aku memiliki janji dengan mereka berdua ?" lanjut Taemin dalam hati.
" Yup.. masuklah.. ini sudah mulai petang, kita harus cepat." Jawab Sehun dengan membantu membuka pintu belakang mobil untuk Taemin.
" Aku akan ikut jika kau menjelaskan padaku apa yang sedang terjadi dan mau kemana kita Sehun !" jawab Taemin dengan memicingkan matanya.
Sehun sempat kewalahan untuk membuat Taemin masuk dalam mobil dan mengikuti nya dengan diam karena Taemin enggan untuk ikut jika Sehun maupun Baekhyun tak menjelaskan keadaan sebenarnya. Sehun menoleh pada Baekhyun untuk meminta pendapat, namun apa daya Baekhyun sungguh mengacuhkannya dengan bermain handphone bahkan telah memasang headphone pada telinganya yang membuat Sehun menghembuskan nafas pasrah.
Perlahan Sehun menjelaskan semua nya pada Taemin, Sehun menjelaskan mulai dari taruhan yang ia buat bersama Jongin, dimana Jongin saat ini, bersama siapa Jongin saat ini dan apa rencana selanjutnya, semuanya ia ceritakan kepada Taemin. Memang Sehun tak langsung mendapatkan jawaban yang pasti dari Taemin namun satu hal yang Sehun tidak mungkin tahu, jika Taemin bahagia dengan semua yang direncanakan. Karena pada dasarnya, Taemin juga memiliki rsa yang sama dengan apa yang Jongin rasakan padanya sejak lama.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Di tempat lain di waktu yang sama, yang Kyungsoo dapat selama perjalanan menuju Lotte World hanyalah omelah yang tiada henti dari Jongin karena membuatnya menunggu cukup lama didepan rumah Kyungsoo. Kyungsoo bukannya lupa akan rencananya bersama Jongin sore ini, bukan juga karena Kyungsoo lelet dalam berbagai hal. Hanya saja saat Jongin sampai dirumah Kyungsoo, ia memastikan jika tidak ada yang tertinggal astu pun dari semua persiapan yang ia bawa untuk hari ini. Ditambah lagi Jongin sama sekali tidak mengabari Kyungsoo jika dirinya sudah berada didepan rumah Kyungsoo, itu seua karena baik Jongin maupun Kyungsoo sama sama tidak memiliki kontak satu sama lainnya. beruntungnya saat itu Eomma Kyungsoo datang dan memberitahu jika Ada seseorag yang menunggu anak semata wayang nya itu didepan rumahnya.
" Apa kau masih marah Kai sshi ?" Tanya Kyungsoo takut takut, sungguh Kyungsoo tak memiliki niatan untuk membuatnya menunggu lama didepan rumahnya.
Mendengar hal itu Jongin mengibaskan tangannya asal. " Lupakan, lagi pula bukan semua salahmu." Jawab Jongin. sebenarnya Jongin menjawab seperti itu karena ia bosan mendengar Kyungsoo yang terus bertanya apakah ia marah ataupun meminta maaf. Dan juga tidak mungkin bagi Jongin mengakui kesalahapahaman akan hal tersebut terang terangan mengingat dirinya selalu mengedepankan ego maupun rasa gengsinya.
" Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Kai sshi ?" Tanya Kyungsoo lagi bingung dengan apa yang Jongin cari. Pasalnya Jongin sedari tadi, sesampainya di Lotte world ia bertingkah layaknya orang kebingungan mencari sesuatu.
" Tentu melakukan apa yang kau mau disini. Tapi sebelum itu aku mau bertemu dengan sepupu ku dulu. Kudengar ia sedang pemotretan di Lotte World." Jawab Jongin sambil berjalan menuju sebuah kerumunan kecil yang ia tengarai mungkin disanalah sepupunya itu melakukan kegiatannya. Sedangkan Kyungsoo mengangguk angguk menandakan ia paham sekaligus terus berjalan mengikuti Jongin dari belakang.
Dari belakang, Kyungsoo dapat melihat dengan jelas Jongin melambaikan tangannya pada seseorang lalu mereka saling berpelukan layaknya mereka benar benar sepupu yang sangat akrab. Selain sepupu Jongin, manic mata Kyungsoo juga menangkap postur tubuh namja yang tinggi menjulang bahkan sedikit lebih tinggi dari Jongin yang juga menatapnya dengan senyum lebarnya. Kyungsoo menunduk, berusaha menyembunyikan kepalanya, entah mengapa ia tiba tiba merasa malu akan sesuatu.
" Siapa dia ? kekasihmu ?" Tanya sepupu Jongin to the point. Mendengar hal tersebut baik Jongin maupun namja tinggi tersebut terbatuk bersamaan.
" kalian kenapa ? ada yang salah dengan ucapanku ?" lanjut sepupu Jongin bertanya tanya dan memandang bingung secara bergantian Jongin dan namja tersebut.
" Kau bicara apa Hyung.. dia.. dia temanku ?" jawab Jongin sedikit ragu ragu. " Benarkan ?" lanjut Jongin mengkonfirasi kepada Kyungsoo. namun sayang apa yang Jongin tanyakan tak dapat direspon dengan baik, karena entah apa yang Kyungsoo pikirkan saat ini. Ia terlihat bengong layaknya jiwa baru saja keluar dari raganya.
" Yhaa.. oyy.. ? " lanjut Jongin sembari mengibas kibaskan pelan tangannya, namun Kyungsoo tetap tidak peka akan hal tersebut.
" meskipun aku tidak tau apa alasanmu hingga menangis seperti tadi, tapi jika itu hal yang berat dan kau merasa belum puas menangis, maka menangis lah, menangislah di pundakku dan salurkan serta bagi rasa sakit dari masalahmu itu padaku melalu tangisanmu. Karena kau tau, setiap masalah sama hal nya dengan hujan dan gelapnya malam, disaat hujan turun kau maka carilah keindahannya yaitu pelangi dan saat gelap malam tanpa cahaya bulan maka lihatlah keindahan taburan bintang. Begitu pula masalah, jika kau memiliki masalah pecahkanlah dan temukan hikmahnya "
" apakah aku terlihat begitu buruk dimatanya ? benar aku menyukai nya, mengaguminya, tapi mengapa ia memperlakukanku layaknya sebuah boneka. Aku juga memiliki hati yang juga bisa bahagia, bisa juga terluka, mengapa ia tak peka akan hal tersebut.. hikss."
Mengingat sepotong percakapan yang ia lakukan semalam bersama dengan orang yang baru ia kenal itu membuat Kyungsoo mendesah kasar dan mengucapkan sumpah serapah terhadap dirinya sendiri, bahkan Kyungsoo mengacak acak rambutnya secara tidak sadar.
" Dia gila " ucap sepupu Jongin yang diangguki setuju oleh Jongin sendiri. Sedangkan namja tinggi yang bersama mereka tertawa lirih melihat Kyungsoo yang frustasi. " Catatan baru, saat frustasi dan juga pipi yang memerah, dia sangat menggemaskan." Batinnya senang.
" Yhaa.. kau ini kenapa ?" kesal Jongin dengan sedikit menyenggol Kyungsoo melihat tingkahnya yang semakin aneh baginya.
Terima kasih pada Jongin, karena nya Kyungsoo sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini. " Eoh … anii.. " jawab Kyungsoo gelagapan sembari tersenyum aneh dan menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal.
" Perkenalkan dia sepupu ku namanya Kim –"
" Kim Jongdae.. namamu siapa manis ?" sergah Jongdae memotong ucapan Jongin sembari mengusap usap rambut Kyungsoo.
Tanpa sadar Jongin memindahkan paksa tangan Jongdae dari rambut Kyungsoo. " Ahh, aku,, Kyungsoo. Do Kyungsoo. senang mengenal anda Jongdae sshi." Jawab Kyungsoo memperkenalkan dirinya.
" Pppfftt… Jongdae ? bukannya kau biasa dipanggil Chen si muka kotak ?" sanggah namja disebelahnya dengan gelak tawanya. Sedangkan Jongdae memberikan sumpah serapah tanpa suara pada pelaku yang mempermalukannya.
" Eheemm.. dia temanku, ahh lebih tepat orang yang selalu merepotkanku Chanyeol, Park idiot Chanyeol" ucap Jongdae tak mau kalah mempermalukan temannya.
" Siapa yang tak mengenalnya Hyung.. dia star korea terwow saat ini" lanjut Jongin tak begitu suka. Sebenarnya tak ada alasan kuat bagi Jongin untuk tidak menyukainya. Jongin hanya sedikit tidak suka kepada Chanyeol karena ia mengetahui Taemin, orang yang ia sukai, merupakan penggemar berat Chanyeol. Bahkan wallpaper dihandphonenya adalah gambar Chanyeol. Dengan kata lain Jongin dapat dikategorikan Cemburu.
" Bukankah kau kemari untuk bersenang senang.. jika benar, maka cepatlah. Atau aku berubah pikiran." Ucap Jongin pada Kyungsoo dan berlalu begitu saja.
Melihat Jongin yang pergi begitu saja, Kyungsoo segera menunduk memberi hormat kepada Jongdae lalu pergi menyusul Jongin. " Apa mereka sepasang kekasih ?" tanya Chanyeol pada Jongdae dengan tetap menatap lekat Kyungsoo yang semakin menjauh dan hilang ditelan kerumunan.
Jongdae tertawa menanggapi pertanyaan Chanyeol. " Mungkinkah begitu ? tak bisakah kau menerka jawabannya dari sikap sepupuku, idiot." Jawab Chen tak jelas.
" Jadi benar mereka sepasang kekasih.. " sanggah Chanyeol pelan yang cukup keras sehingga Jongdae bisa mendengarnya.
" Kau memang idot Park. Mana mungkin mereka sepasang kekasih." Ucap Chen kesal.
" Sepupumu terlihat cemburu dan tak terima saat kau mengusap rambutnya." Argue Chanyeol.
" Sepertinya selain telingamu yang lebar kau membutuhkan mata yang lebar juga Park. Bahkan anak kecil tahu hanya dari interaksi keduanya jika tak mungkin bagi mereka menjalin hubungan. Sepupuku sudah memiliki incarannya. Dan terakhir aku melihat fotonya ia cukup manis. Walau tak semanis namja bernama Kyungsoo itu." Ucap Chen acuh sekaligus mengikuti arah pandang Chanyeol lurus kedepan.
" Sangat mungkin. Jika dia adalah seorang player." Jawab Chanyeol singkat dan setelah itu Chanyeol menyambar jaketnya dan berlari menyusur kerumunan orang disana.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Sore ini, entah perasaan Jongin saja atau memang Kyungsoo terlihat sedikit berbeda. Jika biasanya Jongin melihat Kyungsoo sebagai siswa nerd yang tak ingin ia dekati, hari ini sedikit berbeda. Dimata Jongin, saat ini Kyungsoo nampak begitu manis walaupun penampilannya tetap menggunakan aksesoris yang biasa ia pakai, celana panjang dan baju lengan panjang serta kacamata bulat yang menempel dengan tepat pada tempatnya. Hanya saja Jongin baru menemukan jika Kyungsoo ternyata memliki senyum yang cuup indah jika dilihat dari jarak sedekat ini. Mata bulatnya yang bersinar saat mengagumi indahnya kota saat Ferris Wheel berhenti tepat diatas layaknya anak kecil yang sangat menggemaskan. Bahkan Jongin sempat mengakui pada dirinya sendiri jika Kyungsoo terlihat sangat cantik saat tersenyum dengan helaian poni rambutnya yang tersapu angin.
Harus Jongin akui jika kencan sehari ini tidak seburuk yang ia bayangkan. Sebelumnya ia membayangkian jika banyak orang yang akan tertawa maupun mencibir Jongin karena pasangannya yang sedikit berbeda dalam hal penampilan. Namun dalam kenyataannya berbeda, ia menyukai nya bahkan hatinya pun berkata hal yang sama.
"Ekhemmm… " Jongin berdehem guna mendapatkan perhatian Kyungsoo yang sedari tadi lebih focus pada pemandangan dibawah.
Kyungsoo menoleh dengan wajah yang tetap mempertahankan senyum heart shape lips nya. " Dari sekian banyak permainan di lotte World, mengapa kau memilih untuk menaiki wahana Ferris Wheel ini. Padahal banyak yang jauh lebih seru seperti Roller Coaster. Bukankah itu lebih ekstrim sekaligus kesempatan yang bagus bagimu karena kau bisa berpegangan pada ku." Ucap Jongin dengan percaya diri mencoba kembali untuk menjadi Jongin yang Kyungsoo tahu. Karena sejujurnya Jongin tak ingin Kyungsoo tahu tentang perasaan senang nya hari ini.
Kyungsoo tersenyum menanggapi pernyataan Jongin. " Karena aku menyukai nya. Di wahana inilah banyak kenangan indah yang terukir. Walau di wahana ini pulalah kenangan buruk tertingal. " jawab Kyungsoo sambil menatap Jongin.
" Apa maksudmu ? kenangan indah ? kenangan buruk ? " bingung Jongin.
Kyungsoo kembali tersenyum, " ini adalah wahana favorit ku dan juga kedua orang tua ku, kami hampir setiap tahun datang kemari untuk menaikinya. Dan di wahana ini pula lah Appa ku meningggalkan aku dan Eomma untuk selamanya." Jawab Kyungsoo. ' begitu pula denganmu Jongin. setelah bersenang senang bersama disini, kau juga akan pergi.' Lanjut Kyungsoo dalam hati.
Jongin tahu jika senyum yang Kyungsoo tunjukkan saat ini berbeda dengan senyum yang sedari tadi ia gunakan untuk mengagumi pemandangan. Senyum itu lebih pada senyum indah yang digunakan untuk menutupi sebuah rasa sakit, kecewa maupun kesedihan. Kyungsoo selalu mengatakan ' im okay, don't worry',, ' its okay Kai sshi' saat Jongin meminta maaf karena menyinggung masalah tersebut, tapi entah mengapa Jongin merasa hatinya berkata untuk tetap bersamanya, menenangkannya dan berada disisinya.
Susah payah Jongin mencoba untuk menepis perasaan tersebut, namun hasilnya tetap saja tak berubah, hatinya tetap saja berkata yang sama, sekeras apapun Jongin diam, saat hatinya berkata untuk menenangkan Kyungsoo, tanpa sadar tangannya menarik lembut tubuh Kyungsoo dan membawanya kedalam pelukan hangat. Dan saat rasa hangat tubuhnya dan tubuh Kyungsoo bertemu giliran mata nya yang tertutup menikmati rasa nyaman tersebut. Kembali mencoba menyangkal apa yang ia rasakan, pikirannya lah yang menjadi tenang saat ia menghirup aroma vanilla dari rambut halus Kyungsoo.
Jujur saja Jongin bingung dengan kinerja tubuhnya, seolah olah tak mendengar egonya, tubuh Jongin hanya mengikuti apa yang perasaan dan hatinya katakan. Dan saat ia menyerah dengan ego nya sendiri dan memilih untuk mengikuti apa kata hati nya. Yang ia temukan adalah rasa nyaman yang sempurna, kehangatan yang menenangkan serta debaran jantung yang tak menentu, tapi anehnya Jongin menyukai detak jantung yang tak menentu tersebut, layaknya sebuah nada dengan ritme yang sempurna.
Perlahan Jongin melepaskan peluk hangat tersebut. " Kau mengatakan jika tidak hanya kenangan buruk yang tertinggal disini, namun kau juga mengatakan kenangan indah juga terukir disini." Ucap Jongin yang diangguki lemah oleh Kyungsoo yang mencoba mengusap airmata yang membasahi pipi gembilnya.
" Bisakah aku menjadi kenangan indah tersebut ?" tanya Jongin. Kyungsoo bingung ia tak tahu apa yang harus ia katakan. Karena memang dari awal Jongin adalah kenangan indah serta kenangan buruknya untuk hari ini.
Tak kunjung mendapat jawaban dari Kyungsoo, mendekatkan tubuh mereka, menangkup kedua belah pipi Kyungsoo dengan lembut hingga kedua wajah mereka semakin dekat. Bahkan baik Kyungsoo dan Jongin dapat merasakan deru nafas masing masing. Semakin dekat hingga semakin dekat lagi wajah keduanya untuk saling bersentuhan.
Kyungsoo tahu ini tidak benar, Kyungsoo tahu jika semua ini harusnya tidak boleh terjadi hingga akhirnya ia memilih untuk memalingkan wajahnya kesamping. Menyadari Kyungsoo menolak untuk diciumnya, Jongin membuka kelopak matanya yang terpejam dan jelas terlihat olehnya, Kyungsoo berusaha menjauhkan wajahnya.
" M-maaf,, ini salah Kai sshi." Ucap Kyungsoo gugup.
" Tidak ada yang salah. Bukan kah hal ini sudah biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. " jawab Jongin.
Kyungsoo tersenyum. " Karena ini terlalu cepat Kai sshi." Balas Kyungsoo. ' Karena aku hanya akan memberikan ciuman pertama ku pada orang yang mencintaiku. Maafkan aku.' Lanjut Kyungsoo dalam hati.
Terlepas dari gagalnya kegiatan yang akan Jongin lakukan pada Kyungsoo, Chanyeol yang diam diam mengikuti mereka berdua yang saat ini berada di kabin ferris Wheel yang berbeda merasa lega. Namun walaupun ia merasa lega hatinya tetap tak terima melihat diatas sana berdekatan bahkan bersentuhan dengan orang lain.
Berbeda dengan Chanyeol, Jongdae yang juga ada ditempat yang sama dengan Chanyeol karena ia mengejar Chanyeol sebelumnya, menganga tak percaya.. ' benarkah Jongin seorang player ?' batinnya bergumam.
•••
•••
•••
•••
Kaisoo – Can't You Love Me Again ? – Chansoo
•••
•••
•••
•••
Ada hal yang tidak bisa kau dapatkan hanya dengan
Mengikuti apa yang ego mu katakan.
Hal yang mungkin sederhana tapi sangat kau perlukan.
Sebuah hal yang hanya kau dapatkan dengan
Mengikuti apa yang hatimu katakana.
Sebuah hal sederhana bernama " ketenangan jiwa"
• Kim Jongin •
•••
•••
•••
•••
To be Continue.
Chapter 4 is up …. Maaf karena sangat lama menelantarkan ff ini.. sungguh kuliah tak seindah di ftv ftv. Lari sana lari sini untuk mengerjakan tugas .. sungguh saya minta maaf chingu deul…
Terima kasih buat kak Lovesoo dan juga chingu deul semua yang terus mengingatkan untuk up ff ini… juga terima kasih untuk semuanya… maaf jika masih ada banyak typo didalam penulisan.. semoga chap ini bisa diterima oleh chingu sekalian..
Oh ya sebenarnya saya ada ff pure Kaisoo dengan genre romance fantasy. Seperti inilah penampakan awalnya :
"Dilihat dari sisi manapun, tak peduli melihat ku menggunakan alat apapun, semua akan mengira aku adalah seorang manusia. Karena memang secara keinderaan, aku terlihat layaknya manusia normal pada umumnya, bukan sebuah robot bukan pula sebuah boneka. Namun pada kenyataannya, aku dapat diartikan sebagai cermin. Aku hidup dan tumbuh dewasa berdasarkan pada rasa cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh pemilikku. Karena aku adalah… seorang Hybrid Child"
Seperti itu sii summary nya kalau ada yang suka dan tertarik akan coba saya share, hehhehe
Ditunggu review, saran serta kritik yang membangun ya chingu …. Sampai jumpa di chap selanjutnya …. :D
Big thanks to :
Kim Jong Soo 1214, DOHXO,WKCS-Hyun, Lovesoo, NN, kaisoomin, AAAgst, ripusi1288, indriichan, Dinadokyungsoo1, natasya98, xiuhan799, park byunhun, tarifebriantii88, Park insoo, Renita kaisoos, Kyungsooxeveryone, Asehn, Ika554, nurul523, Kaisooship, Cherry blossom 8812, queenaaudreycelloniashakina, nesyarera, kyung kyung, windy kim, Kyungie love, nanay273, HamsterXiumin, Pororo crong nini, Kyungiesoo12, Kawaiichan, Kim Gongju, Mimi, kaisoomin, Ayys, Park yolo, kikykikyau, baby soo, alexa, mamiichan evil maknae, annisahlailiya.
