Disclaimer: Naruto milik om Masashi Kishimoto. Dan aku tidak mendapatkan keuntungan materil dari membuat cerita ini.
Sakura.
Aku merasa Tuhan sangat baik kepadaku. Tanpa terasa hari yang kutunggu pun tiba. Sudah sejak satu jam aku bersiap sebelum Sasuke menjemputku, dan kupastikan untuk selalu mengingat bahwa dia tidak suka menunggu.
Bel apartemenku berbunyi. Kurasa seseorang yang kutunggu sudah datang menjemputku. Setelah kuyakin semuanya siap, aku melangkah menuju pintu apartemenku. Pintu terbuka lebar dan pemandangan yang tersaji saat ini cukup membuat napasku terasa terhenti sejenak. Apakah sosok yang ada dihadapanku ini benar – benar jelmaan manusia? Mungkin terkesan berlebihan memang, tapi aku merasa malam ini kadar ketampanannya menjadi berkali lipat dari biasanya yang memang sudah tampan.
Dia mengenakan setelan jas hitam yang selaras dengan gaun selutut yang kupakai, dipadukan dengan kemeja biru polos serta dasi yang bertengger manis di lehernya. Tidak ada kesan glamor, tetapi aku yakin pakaian yang dia kenakan adalah merk branded yang harganya tidak sembarang.
"Apa kau akan tetap berdiri di situ?" tanyanya menyadarkanku dari segala lamunan tentang dirinya.
"Ah ... maaf."
Apakah dia menyadari kegugupanku? Aku beringsut dari pintu apartemen setelah menutupnya, dan berjalan di samping Sasuke menuju mobil audi hitamnya yang terparkir di basement apartemen ini.
Selama perjalanan, tidak ada satu pun dari kami yang mengeluarkan suara. Sasuke sangat fokus dengan kemudinya, sedangkan aku hanya memandang keluar kaca mobil yang menyuguhkan pemandangan jejeran etalase toko di sepanjang jalan yang kami lalui. Aku sungguh membenci keadaan seperti ini dan berharap agar cepat sampai ke tempat yang kami tuju.
Dan ternyata aku tidak perlu menunggu terlalu lama. Kami akhirnya sampai ke tempat tujuan yang belum aku ketahui. Aku segera turun dari mobil Sasuke dan tidak kupungkiri bahwa saat ini diriku merasa takjub dengan restoran yang menjadi pilihannya.
High class, ya tentu saja bagi seorang CEO muda seperti dia. Walaupun aku belum pernah ke restoran ini tetapi aku yakin restoran yang bergaya klasik ini pasti menyajikan makanan – makanan dengan harga yang tidak bisa dibilang murah. Kami berdua melangkahkan kaki memasuki restoran yang sangat kental dengan sentuhan Eropanya. Pelayan di sisi kanan kiri memberikan senyuman ramah seraya membungkukkan badannya menyambut kedatangan kami. Aku hanya membalas canggung senyuman mereka yang kurasa jika ada cermin sekarang pasti aku sendiri akan tertawa melihat mimik wajahku. Sedangkan Sasuke hanya membalas mereka dengan senyuman tipis.
Seorang pelayan yang sepertinya memang menunggu kedatangan kami berdua menunjukkan meja yang telah dipesan oleh Sasuke. Aku sempat bingung karena meja yang telah dipesan sudah ditempati oleh orang lain, namun Sasuke sama sekali tidak menghentikan langkah kakinya sehingga aku pun tetap mengekor.
Pelayan tersebut mempersilahkan kami berdua untuk duduk di kursi yang telah di sediakan di hadapan kedua pelanggan tersebut. Aku mengambil tempat di depan seorang wanita cantik dengan gaun merah yang menambah kesan anggunnya di malam ini. Sasuke duduk di sebelahku dan berhadapan dengan seorang pria yang juga tidak kalah tampan dari pria yang menjadi kekasihku ini.
Di meja yang kami tempati sudah tersaji berbagai macam menu yang sepertinya belum kupesan. Namun aku mengingat kalau Sasuke sudah mereservasi restoran ini jadi tentu saja dia tidak akan lupa untuk langsung memesan hidangannya walau tanpa meminta pendapatku terlebih dahulu mengenai hidangan apa yang kusuka.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya wanita di hadapan kami, memulai pembicaraan.
"Tentu sangat baik," jawab Sasuke dengan nada datar.
"Oh … baguslah, dan kau…" Wanita itu mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Haruno Sakura. Senang bertemu denganmu." Aku memperkenalkan diri.
"Uzuki Yugao," balasnya sambil tersenyum. "Dan ini adalah Sasori, kekasihku," lanjutnya, menjelaskan posisi pria di sampingnya dengan menekankan kata kekasihku sambil menatap Sasuke dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sebenarnya ada apa antara Sasuke dengan wanita itu? Ah … benar, aku baru ingat sekarang bahwa wanita yang sebelumnya kurasa familiar memang pernah kulihat walau tidak secara langsung. Wanita itu, atau lebih tepatnya Uzuki Yugao adalah wanita yang ada di foto bersama Sasuke. Tapi hubungan seperti apa yang ada antara mereka berdua? Memang wanita itu memperkenalkan kekasihnya kepada kami berdua. Namun ada sedikit keganjilan di sini yang tidak kumengerti.
"Kalian sudah berhubungan berapa lama?" tanya Yugao.
"Ah, hubungan kami baru berjalan sekitar empat bulan," jawabku sedikit malu karena harus memproklamirkan lamanya status kami.
"Oh ya? Ternyata sudah berjalan cukup lama dari yang kukira. Kenapa kau tidak pernah cerita tentang masalah ini?" sepertinya wanita di hadapanku ini cukup penasaran dengan hubunganku dan Sasuke.
"Bukan hal penting untuk dibicarakan jika pada akhirnya kalian juga akan tahu," jawab Sasuke dengan nada yang belum berubah, datar.
Suasana menjadi senyap, hanya terdengar dentingan suara garpu dan sendok yang beradu dengan piring. Hanya menikmati hidangan yang tersaji atau memang kecanggungan yang sedikit kentara terlihat saat ini.
"Kalian berdua pasangan yang serasi," kataku memecah keheningan karena tidak terdengar komentar dari siapa pun di antara kami berempat.
"Terima kasih," sahut pria yang menjadi kekasih Yugao sembari memberikan senyuman kepada wanita di sampingnya.
"Dan dua bulan lagi kami berencana untuk melangsungkan pernikahan," sambung Yugao riang.
"Benarkah? Selamat kalau begitu. Itu berita yang menggembirakan."
"Ehem." Deheman yang cukup keras dari Sasuke menginterupsi pembicaraan yang membuat kami bertiga mengalihkan pandangan ke arahnya.
"Semoga kalian berdua berbahagia," kata Sasuke kembali dengan nada datarnya.
"Tentu saja," sahut Yugao. "Kami akan memastikan bahwa kami akan hidup berbahagia. Aku tidak ingin menghabiskan waktu dengan hal yang tidak membuat hidupku bahagia, benar 'kan Sasori?" lanjutnya lagi meminta pendapat kepada prianya.
"Ya ... itu benar sekali Sasuke-san. Aku tidak akan membiarkan wanitaku ini larut dalam kebahagiaan yang tidak pasti."
"Bukankah terlalu egois untuk seseorang menuntut rasa bahagia itu jika dia sendiri tidak ingin mencobanya apalagi bertahan untuk menunggu kebahagiaan itu datang?"sahut Sasuke tajam.
"Tapi tidak ada salahnya kita rela melepaskannya jika dia dapat menemukan kebahagiaan lainnya." Sasori membalas dengan serius.
Aku melihat Sasuke dengan genggaman tangannya yang mengepal kuat di bawah meja yang tidak akan terlihat oleh pasangan di depanku kecuali diriku. Aku sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan mereka bertiga, dan sepertinya di situasi ini hanya aku sendiri yang tidak tahu menahu tentang apa yang telah terjadi. Terlalu banyak pertanyaan yang muncul di benakku sekarang sedangkan aku sendiri tidak tahu siapa yang akan memberikan penjelasan terhadapku. Aku menyesap sedikit minuman yang telah tersaji untuk meredam sedikit kebingungan yang ada di otakku sekarang.
"Kalian juga secepatnya menyusul kami nantinya." Tiba – tiba Yugao memberikan pernyataan yang hampir saja membuatku menyemburkan minuman yang sudah kuminum setengah gelas.
"Kalian tidak usah khawatir," ujar Sasuke. "Kami akan segera memberitahu kabar gembira itu nanti."
Apalagi ini? Apakah seorang Sasuke serius dengan perkataannya kali ini walau kata – katanya masih bias, yang tidak secara gamblang menyatakan bahwa dia akan membawa hubungan kami kearah yang lebih serius yaitu ikatan pernikahan? Aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan berpikiran seperti itu. Aku bingung harus memberikan pernyataan seperti apa. Yang kulakukan pasti seperti orang bodoh sekarang. Hanya tampang bingung dengan mulut yang sedikit terbuka, ya ... hanya seperti itu keadaan yang dapat kugambarkan.
Yugao dan Sasori, kekasihnya, memberikan senyuman dan pandangan seperti mengatakan 'selamat' kepadaku yang masih tak bergeming. Aku melirik Sasuke yang menyantap makanannya dengan santai tanpa memedulikan keterkejutanku. Tidak ada pembicaraan lebih lanjut. Kami hanya terfokus pada makanan yang kami santap hingga pertemuan yang kukira sebelumnya kencan untukku berakhir malam ini.
TBC
Rekomendasiin aku cerita SasuSaku dong reader, ato author ff yang bagus. Plis ... Ratenya apa aja. Tapi chapternya jangan lebih dari 20 ya. Makasih sebelumnya. Dan ditunggu ripiunya.
Makasih buat Uchiha Cherry 286, Nurulita as Lita-san, 5a5u5aku5ara, it is ink atas ripiunya. Bikin semangat deh.
