FLASHBACK

"Shixun ...",

"Ya...",

"Apa yang ingin kau lakukan saat kau sudah dewasa nanti...",

"Umh!Aku pikir aku ingin melakukan banyak hal..Kenapa bertanya...",

"Tidak hanya ingin tahu saja...",

"Aku selalu ingin melakukan banyak hal...tapi yang paling kuinginkan hanya satu...",

"Apa itu...",

"Kau benar-benar ingin tahu...",

"Umh!tentu saja jadi cepat beritahu aku...",

"Ya baiklah...aku ingin selalu bersamamu sampai kita dewasa nanti.. Dan menikah denganmu tentu saja...",

"E-eh...benarkah..bagaimana jika kau melupakan itu ..",

"Tidak..itu tidak mungkin aku lupakan ...kau adalah satu-satunya hal yang kumiliki dan takkan pernah aku lupakan...",

"sama seperti dirimu juga kalau begitu...umh!Shixun...mau berjanji untuk terus bersama sampai dewasa...",

"Tidak aku tidak mau...",

"E-eh kenapa...",

"Karena aku ingin selalu bersamamu selamanya dan aku berjanji dengan hal itu...",

Menarik tangan yang lebih mungil dan menautkan jari kelingking keduanya dan tersenyum.

"Baiklah...aku juga berjanji ...",

Luhan dan Shixun kecil berjalan di trotoar jalan hanya berdua . Shixun menuntun Luhan yang tengah sibuk dengan permen kapas ditangannya berjaga-jaga jika si mungil tersandung langkahnya sendiri atau menabrak orang karena tak memperhatikan jalan didepannya .

Kadang keduanya lebih terlihat seperti saudara walaupun hubungan mereka bukan seperti itu . Luhan dan Shixun adalah teman kecil saat mereka masih berumur 7 tahun dan terhitung sampai hari ini usia mereka 10 tahun .

Luhan sosok yang lebih mungil sesekali tersenyum jenaka melihat kearah Shixun . Sambil memakan permen kapasnya seorang diri .

Luhan memang berasal dari keluarga yang terpandang di Beijing Ayahnya adalah seorang pengusaha kaya dan ibunya adalah seorang model cantik yang terkenal . Namun sesibuk apapun mereka Luhan tak pernah mengeluh karena adanya Shixun yang selalu disampingnya . Hingga saat dimana kecelakaan 1 Tahun lalu yang merenggut nyawa kedua orang tuanya . Dalam kecelakaan itu hanya Luhan lah yang dapat diselamatkan .Luhan tidak mengingat jelas peristiwa itu dimana ia merasakan mobil yang ia tumpangi bersama kedua orang tuannya ditabrak dengan kencang oleh sebuah Truk pengangkut barang dan terpental hingga jatuh ke sungai . Yang Luhan ingat saat itu ia Tengah tenggelam berusaha mencari Oksigen untuknya bernafas namun karena ia tak dapat berenang membuat tubuh mungilnya semakin tenggelam dan melemas sampai semuanya gelap untuknya .

Dan saat ia tersadar hal pertama yang ia dapati adalah Shixun yang menggenggam tangannya dan menatapnya dengan raut wajah lega sambil beberapa kali merapalkan puji kepada Tuhan. Ia tersenyum senang saat melihat orang yang ia sukai itu sangat menghawatirkannya . Sampai beberapa hari ia sudah diizinkan pulang saat itu ia merasa bingung saat hanya Shixun ,paman Zhang dan Yixing putranya yang menjemputnya .kenapa bukan kedua orang tuanya yang menjemputnya hingga mereka tiba dirumah Luhan . Dan saat itu pula Luhan membuka suara bertanya pada Shixun mengapa banyak orang memakai pakaian serba hitam dirumahnya . Namun pertanyaannya belum terjawab paman Zhang memakaikan sebuah kain hitam pada Lengannya.

"Lulu harus tabah...",

"memangnya ada apa paman..dan dimana mama dan baba...kenapa banyak orang dirumah Lulu .lalu apa ini...",Luhan kecil memegang kain hitam Dilengan kanannya .

"Mama dan Baba Lulu sudah bersama Tuhan sekarang...",

"Apa Maksud paman mereka bersama Tuhan...",

"Mama dan Baba Lulu sudah pergi bersama Tuhan..mereka sudah meninggal...", Paman Zhang mengelus kepala Luhan yang menatapnya berkaca-kaca.

"T-tidak ..kenapa mama dan baba meninggalkan Lulu hikks...",Luhan berlari ke kedua peti mati didepannya .

"Ma ..Ba ..jangan hiks...tinggalkan Lulu...hiks..Lulu tidak mau sendiri...",

Ia menangis kencang memanggil nama kedua orang Tuannya yang sudah tak bernyawa sampai ia berbalik saat merasa tangan seseorang menepuk bahunya .

"S-shixun..hiks...", Dan Shixun membawa Luhan kedalam pelukan hangatnya menepuk pelan punggung Luhan .

"Lulu tidak boleh menangis... Jika Lulu menangis Mama dan Baba Lulu juga akan sedih... Jadi kumohon berhentilah menangis...",

"Ta-tapi hiks..kenapa mereka m-meninggalkan aku sendiri Shixun hiks..",

Shixun menggeleng dan melepaskan pelukannya memberi jara dan menangkup pipi Luhan "Mereka tidak meninggalkanmu...tapi mereka masih tetap akan bersamamu disini..", Shixun menunjuk dada Luhan "Dan berjanjilah padaku untuk tidak menangis lagi... Mungkin Tuhan sudah merindukan kedua orang Tuamu ...",

"T-tapi hiks-...",

"Kau tidak sendiri ada aku disini..aku berjanji akan selalu menemanimu kapan pun itu...",

Dan ajaib tangis Luhan mereda saat itu . Luhan memang masih memiliki Shixun disisinya yang selalu menjaganya Luhan berterima kasih pada Tuhan saat ia masih memberikan Shixun untuk Luhan .

...

...

"Luhan...",

Terdengar seseorang memanggil namanya dan membuat si pemilik nama membalikkan tubuhnya .

"Ya ada apa...",Tanya Luhan . Sedangkan anak didepannya masih sibuk menatap tautan tangan Shixun dan Luhan sambil mengepal .

"A-ah...tidak apa hanya ingin memastikan kalau kau benar Luhan ...Aku hanya mengira kau orang lain...",Anak didepannya itu mengaruk belakang kepalannya lalu tersenyum kikuk.

Dan Luhan hanya mengangguk kan kepalanya "K-kalau begitu..aku akan pergi selamat bersenang-senang Lu ,Shixun...", pamit anak itu dan berlari meninggalkan Luhan yang kembali sibuk dengan permennya dan Shixun .

"Lu...",

"Ya...",Luhan menatap kearah Shixun.

"Aku rasa dia menyukaimu...",Kata Shixun datar.

Dan Luhan tersenyum sambil mengangguk "Ya..kau benar Yixing juga bilang seperti itu...Tapi kau tahu aku hanya menyukaimu...", Luhan memelankan suaranya pada kata terakhir namun Shixun masih dapat mendengarnya terbukti dari bibirnya yang terukir senyuman manis .

"Aku juga menyukaimu kalau begitu...",Dan Shixun terkekeh kecil saat melihat semburat merah di kedua pipi Luhan yang menunduk .

...

...

Waktu terus berjalan seakan tak lelah . Hari berganti hari bulan berganti bulan hingga Tahun pun berganti Tahun. Sampai saat ini hari dimana upacara kelulusan JHS Luhan dan Shixun . Luhan merangkul lengan Shixun dengan membawa beberapa bucket bunga ditangannya .

Ya walaupun Luhan tidak mendapatkan peringkat pertama hari ini namun ia cukup senang saat menduduki peringkat kedua karena ya itu sudah cukup untuknya , dan untuk peringkat pertama tidak usah bertanya siapa lagi yang mendudukinya tentu saja itu Shixun . Si genius disekolahnya dan Luhan berterima kasih padanya karena Shixun mau membantunya sampai mendapatkan peringkat ini .

"Lu...",

"Ya...",

"Apa kau senang hari ini...",

"Tentu saja ...aku tidak pernah bermimpi bisa mendapatkan peringkat kedua. Terimakasih untukmu...",

CUP

Luhan mengecup pipi Shixun lalu tersenyum sangat manis dan Shixun juga membalas senyuman Luhan .

Tring

"Eh ..apa ini...",Tanya Luhan saat Shixun memberinya sebuah gantungan berbentuk beruang padanya .

"Ini untukmu...maaf hanya bisa memberi hadiah ini...",Jawab Shixun .

"Tidak apa ...bisa bersamamu sampai hari ini saja sudah membuatku sangat bahagia .."Kata Luhan Tulus.

"Aku juga bahagia...Jadi apa kau mau jadi pacarku...",Tanya Shixun pada Luhan.

Luhan menolehkan kepalanya cepat menatap Shixun"Kau bilang apa tadi...",

"Umh!Luhan apa kau mau jadi kekasihku..dan berjanji untuk selalu bahagia bersama ...",Kata Shixun tanpa ragu .

Luhan menatap Shixun dan langsung memeluknya erat menjatuhkan bucket bunga ditangannya"T-tentu saja aku mau...dan-...Dan ya aku berjanji...",

"Terimakasih Lu...aku menyayangimu..ah tidak aku mencintaimu...",

"Aku juga mencintaimu Shixun...",

Dan Luhan semakin mempererat pelukannya pada Shixun dan begitu pun sebaliknya.

...

"Aku ingin kalian menyingkirkan dia untukku..."

"Siapa yang Tuan Muda maksud...",

"Wu Shixun...",

"Baiklah Tuan Muda...",

Ia menyeringai mengepalkan tangannya"Itu adalah balasan untuk orang yang sudah berani merebut milikku...",

...

...

"Woah~ada namamu disini..",Girang Luhan menunjuk sebuah ukiran di gantungan itu .

Shixun tersenyum kecil dan mengambil gantungan berbentuk rusa dari sakunya "Ya dan disini ada namamu...", Luhan menatap gantungan ditangan Shixun kemudian tersenyum senang

"Ini bagus Shixun Terimakasih...", Ucap Luhan tulus .

"Lu...",

"Hum!"

"Mau berjalan-jalan sebentar...Cuacanya benar-benar sangat bagus sekarang...",Tanya Shixun

Dan Luhan mengangguk menyetujuinya.

...

...

Mereka menempuh perjalanan sekitar 45 menit hingga sampai di sebuah sungai . Saling bergandengan tangan hingga mereka duduk tepat dibawah jembatan besar .

"Wah~disini cukup bagus...",Kagum Luhan melihat Lurus ke depan dimana banyak lampu-lampu gedung terlihat menyala dan indah disana .

"Kau menyukainya ...",

"Hum!Aku menyukainya...dan terlebih saat ini bersamamu...", kata Luhan malu-malu menunduk dan menyembunyikan rona merah diwajahnya .

Cup

"Eh!",Luhan mendongakkan kepalanya sambil mengerjap dan memegang pipinya yang dikecup Shixun .

"K-kenapa...",

"Apanya...itu hanya ya sebagai ucapan selamat untuk hari ini...",Balas Shixun kikuk .

"O-oh baiklah...", Jawab Luhan yang merasa pipinya kembali memanas sekarang . Beberapa menit mereka hanya terdiam menikmati semilir angin di bawah jembatan sambil menatap kerlap-kerlip kita Beijing yang seperti bersinar malam ini .

"Woah~Lihat ada yang sedang kencan disini rupanya...", sampai sebuah suara menginterupsi membuat Shixun dan Luhan menoleh dan mendapati beberapa orang berpakaian hitam dan bermasker mengelilingi mereka . Tak dapat dipungkiri Luhan merasa Takut sekarang membuat pegangan tangannya pada Shixun semakin erat begitu pun sebaliknya .

"Siapa kalian...",Tanya Shixun waspada .

Mereka semua tertawa mengejek "Kami...kau tidak perlu tahu siapa kami ...", dan semakin berjalan mendekat kearah Shixun dan Luhan .

SRET

Salah satu pria bermasker itu menarik tubuh Luhan hingga pegangannya pada Shixun terlepas.

Shixun yang merasa Luhan ditarik paksa menolehkan kepalanya namun saat itu pula sebuah balok kayu menghantam tepat pada wajahnya membuatnya tersungkur dengan darah disudut bibirnya .

"SHIXUN...LEPASKAN AKU ...SHIXUN...SHIXUN HIKS.." Jerit Luhan gerus meronta minta dilepaskan namun sia-sia .

"Brengsek jangan Sentuh Dia...",Geram Shixun dan berusaha bangkit untuk menghampiri Luhan yang tengah menangis .

Namun belum sempat ia berdiri sempurna

BUGH

BUGH

BUGH

BUGH

Tubuhnya kembali dipukul dengan balok kayu oleh beberapa pria bermasker lainnya lalu kembali tersungkur dengan darah mengucur dari kepala dan hidungnya .

"Uhuk..apa sebenarnya mau kalian uhuk...",Tanya Shixun terbatuk merasa dadanya seperti ingin meledak karena sesak .

"Kami hanya ingin nyawamu ... ",Para pria itu tertawa sebelum kembali memukuli tubuh Shixun tanpa ampun

"TIDAK...SHIXUN..SHIXUN BANGUN...HIKS..", teriak Luhan saat melihat Shixun yang sudah terkapar dengan darah yang mengotori tubuhnya . Ia terus meronta sampai

BUGH

Sebuah pukulan diterimanya membuat kepalanya terasa berputar dan ia terjatuh begitu saja.

"Brengsek kenapa kau menyentuhnya...",Teriak seseorang menghampiri Luhan dan Luhan bisa melihat jelas siapa itu .

BUGH

Ia memukul wajah pria yang menyakiti Luhan membuatnya tersungkur sebelum membawa kepala Luhan ke pangkuannya .

"Luhan kau baik-baik saja...", Tanya pria itu.

"Tuan muda apa yang harus kita lakukan dengan orang ini...",Tanya salah seiring pria bermasker itu pada pria yang memangku kepala Luhan . Menunjuk kearah Shixun yang sudah tak sadarkan diri .

"Buang tubuhnya ke sungai...dan pastikan dia tewas", Dan Luhan masih bisa mendengar pria itu menyuruh anak buahnya yang kemudian mengangkat tubuh Shixun

Byur

Dan membuangnya begitu saja kedalam sungai yang dingin tanpa perasaan . Hingga Luhan kehilangan kesadarannya sepenuhnya namun ia bisa melihat dengan jelas dan mendengarnya .

Tes

Setetes air mata jatuh dari manik rusanya "Shixun...",Ucapnya lirih sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri dan merasakan tubuhnya terangkat dan entah dibawa kemana .

...

...

"Luhan selamat tinggal ...maafkan aku tidak menepati janji...",

Luhan berlari sambil menangis tersedu-sedu tangannya berusaha meraih sosok Shixun yang perlahan menjauh darinya.

"Hiks...Shixun..jangan pergi...hiks jangan tinggalkan aku...Shixun...SHIXUNNNNNN",

...

Hah...hah...hah...

Luhan terbangun dari tidurnya dengan terengah. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang terasa pusing ia mengedarkan matanya melihat dimana ia berada sekarang . Sampai ia menemukan sosok Yixing berpakaian serba hitam masuk ke kamarnya

"Luhan Syukurlah kau sudah sadar... ", Yixing tersenyum dan memberikan segelas air pada Luhan dan diterima Luhan lalu meneguknya hingga tak tersisa . Sampai

"Xing dimana Shixun..dia baik-baik saja kan..Xing...",Tanya Luhan membuat raut wajah Yixing berubah sedih .

"Xing kenapa diam jawab aku...",Bentak Luhan mencengkeram kerah kemeja Yixing.

"Xing kumohon bicara padaku ...",

"Maaf Lu...",Ia menunduk

Luhan lagi-lagi menatap kosong peti beserta foto disana . Air matanya tak berhenti mengalir sejak tadi dengan perlahan ia berjalan menghampiri peti itu melihat kedalam sosok pucat yang tengah terbaring tak bernyawa didalamnya .

"Shixun...",Panggilnya Lirih mengelus pelan pipi pucat Shixun .

"Shixun bangun ...hiks...Shixun hiks...jangan begini hiks kumohon...",

Bruk

Luhan merasa kakinya melemas air matanya terus mengalir " ..hiks Shixun..",

Dan Luhan merasa kehilangan dunianya hari ini .

"Lu...",Panggil seseorang menepuk bahu Luhan membuatnya menoleh dan membelalakkan matanya

"Kau..",Luhan memundurkan tubuhnya saat sosok itu mendekat kearahnya .

"Lu kumohon...Jangan menjauhiku..",

"PERGI KAU HIKS...PERGI PEMBUNUH PERGI...", Teriak Luhan membuat Yixing langsung memeluknya menenangkan.

"Lu apa yang kau katakan...kumohon tenanglah...",Ucap Yixing mengelus punggung Luhan yang bergetar hebat .

"Hiks..suruh dia pergi Xing..hiks..",Pinta Luhan Lirih .

"Sebaiknya kau pergi ...",kata Yixing pada sosok pria tinggi didepannya.

"Tapi Xing..-"

"pergilah Kris..Luhan tidak menginginkanmu berada disini..."

...

...

Ini sudah 10 hari semenjak kematian Shixun dan sekarang Luhan merasa benar-benar kosong dan kehilangan semangat hidup . Ia begitu menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang terjadi mengurung diri dikamar melewatkan jadwal makannya dan tak memperdulikan sekolahnya membuat Yixing dan paman Zhang benar-benar khawatir .

"Ba aku sangat menghawatirkan Luhan...dia menyiksa dirinya sendiri...",Kata Yixing sedih .

"Baba tahu...dia memang sangat terpukul atas kematian Shixun...",

"Ba..siapa yang tega melakukan ini semua pada mereka..",

"Baba juga tidak tahu Xing..polisi juga belum menemukan sesuatu..",

"Ba bagaimana jika aku membawa Luhan ikut denganku...",

"Kau yakin dia mau..."

"Apa salahnya mencoba Ba..."

...

...

Luhan dan Yixing sampai di bandara incheon beberapa saat lalu . Dengan penuh perjuangan dari Yixing dan ayahnya membujuk Luhan hingga membuat pria bermata rusa itu ingin ikut bersama Yixing yang melanjutkan jenjang universitasnya dinegri ginseng itu. Dan setelah usai dari makam Shixun dan kedua orang tuanya untuk berpamitan disinilah mereka sekarang di bandara besar incheon .

Luhan hanya mencoba dan berusaha sedikit merelakan kepergian Shixun dengan lebih memilih ikut dengan Yixing dan juga melanjutkan jenjang SHSnya disini . Walaupun itu butuh waktu yang lama namun Luhan akan terus berusaha karena ia tidak ingin Shixun sedih sebab Luhan yang selalu menghakimi dirinya sendiri .

Dan hingga pada saatnya ia masuk disebuah sekolah elit di Seoul lalu bertemu dengan Baekhyun dan Kyungsoo yang membuatnya perlahan melupakan kesedihannya dan mencoba bangkit dari keterpurukannya . Dan Juga Oh Sehun pria albino yang selalu mencari masalah dengan Luhan dengan kejahilannya namun hal itu pula yang membuat Luhan menaruh hati padanya tanpa sadar dan mulai menyukainya . Karena Luhan hanya merasa Ia sedikit memiliki kemiripan dengan Shixunnya tapi Luhan tahu mereka adalah orang yang berbeda.

FLASHBACK END

...

...

"Hey...Kau baik-baik saja...",Tanya Sehun pada Luhan yang masih diam tak bicara sedikit pun padanya.

Dan disinilah mereka sekarang ditaman kota yang cukup sepi karena Ya Sehun tidak tahu harus membawa Luhan kemana karena Pria bermata rusa itu hanya diam dengan pandangan kosong .

"Eh! ..Ya aku baik-baik saja..dan maaf memelukmu tiba-tiba..",Jawab Luhan pelan dan berdiri dari duduknya lalu memakai ranselnya .

"Kau mau kemana...",Ujar Sehun ikut berdiri .

"Aku akan pulang... Terima kasih Sehun ..",Kata Luhan dan hendak berjalan sebelum lengannya ditahan oleh Sehun .

"Apa perlu aku antar..kau terlihat tidak cukup baik...",Tawar Sehun yang entah mengapa merasa khawatir pada Luhan .

Luhan menggeleng pelan "Tidak perlu Sehun ...Aku akan pulang sendiri..sekali lagi Terimakasih..Kau pulanglah...",Tolak Luhan lembut dan berjalan menjauh dari Sehun yang hanya bisa menatap Punggung sempit Luhan yang mulai menjauh darinya.

Seakan tersadar Sehun mendudukkan tubuhnya pada Kursi taman dan memegang dadanya "Ini seperti bukan aku...Arrghh...Aku bisa gila...",

...

...

Luhan berjalan gotai memasuki apartemennya membanting tubuhnya ke sofa empuknya

Ia merogoh sakunya mengambil gantungan pemberian Shixun dan mengelusnya pelan "Shixun aku merindukanmu...",

"Shixun aku bertemu dengannya lagi... Apa yang harus aku lakukan..",

Luhan menunduk matanya terasa memanas sekarang "Aku membencinya Shixun..hiks..",

...

...

...

...

TBC!

Hai masih ada yang nungguin ff ini apa nggak ya... Maaf kalau gk bisa fast up kemaren karena aku banyak tugas kampus jadi terpaksa ini molor jadinya .

Maaf kalau banyak flbcknya ya..chap depan bakal lanjut lagi kok ...

Kalau ada yang ingin ditanyakan tanya aja ..bisa pm atau lewat review kalau kurang jelas...

Maaf juga kalau alurnya kecepetannya . Buat TFSM janji bakal fast up minggu berikutnya ya tapi .. Chap 4 buat NG juga bareng sama TFSM ...

Udah ya segitu aja ...

Sekali maafkan aku karena molor dan membuat kalian nunggu haha..

Jadi kayak biasanya aja mohon review,foll adau fav karena partisipasi kalian adalah penyemangat buat aku nulis..

So SEE YOU...