"Luhan...Hey Bagaimana kabarmu hum!",
Luhan mengerjapkan matanya pelan mencoba melihat siapa yang memanggil namanya . Ia mengernyit bingung melihat sekelilingnya dimana ini pikir Luhan saat mendapati dirinya yang duduk di bawah pohon maple besar yang dikelilingi tumbuhan tulip putih . Mencoba berdiri dan mencari sosok yang memanggilnya tadi berjalan pelan menyusuri hamparan kebun bunga itu hingga tatapannya melihat punggung seseorang yang berdiri tak jauh dari tempatnya .
Matanya memanas saat sosok itu berbalik badan dan tengah tersenyum teduh padanya .
"S-hixun...s-shixun hiks...", Luhan berlari hendak menyentuh sosok pria yang sangat ia cintai dan begitu ia rindukan itu . Namun yang ia rasa Shixun semakin jauh darinya "Shixun hiks...jangan..jangan pergi hiks...Shixun...",Teriak Luhan terus berlari .
"Hiduplah dengan baik hum!...Jangan salahkan siapa pun tentang kepergianku...mencobalah mencintai orang lain Deer, Jangan terlalu memikirkanku ... Selamat tinggal sayang...Aku Mencintaimu dan akan tetap seperti itu ..",Sosok Shixun itu melambai dan memberikan tatapan serta senyuman yang begitu teduh sebelum sosoknya menghilang bersama angin .
"TIdakkk~…Shixun...kembali hiks Shixun jangan pergi ..jangan tinggalkan aku lagi...hiks..SHIXUNNN~",
...
...
...
Hah...hah...hah..
Luhan bangun dengan terengah dan memegang dadanya mencoba menetralkan deru nafasnya sembari mengelap keringat yang cukup banyak diwajahnya . Matanya bergerak mengambil air minum didepannya . Karena kelelahan tadi membuat Luhan tak sadar tertidur di ruang tamu ia hanya berniat beristirahat sejenak namun saat itu pula ia bermimpi Shixun Ia masih sangat ingat wajah dan senyuman teduh Shixun beberapa waktu lalu.
"Kenapa begitu nyata ...",Lirih Luhan menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa menatap langit-langit apartemennya.
Ia tersenyum miris saat mengingat perkataan Shixun dalam mimpinya tadi ."Aku sudah hidup dengan baik Shixun...aku Hanya tak tahu harus bagaimana ...kepergianmu saat itu benar-benar membuatku hancur... Aku -..Maafkan aku...",Luhan menunduk menyembunyikan wajahnya pada kedua tangannya "A-aku ...bagaimana bisa aku melupakanmu Shixun...Dan bagaimana hiks..bisa aku mencintai orang lain saat namamu masih ada dihatiku...hiks Shixun.. Aku merindukanmu hiks..Aku juga mencintaimu...M-maafkan aku hiks...", Dan malam itu Luhan terisak sendirian disertai hujan yang mengguyur kota Seoul beberapa saat lalu seperti menemani Luhan yang kembali merasakan kesedihannya . Merasakan kekosongan, kehancurannya saat hari dimana ia kehilangan hidupnya orang yang ia cintai orang yang menyempurnakan dirinya yang telah pergi dari dunia .
...
...
Luhan berjalan menyusuri koridor dengan lesu tak ada binar dan senyuman yang menghiasi wajahnya . Saat sampai dikelasnya ia langsung menuju kursinya dan duduk membuat Kyungsoo dan Baekhyun yang melihatnya mengernyit bingung melihat tingkah laku Luhan yang tak seperti biasanya . Berinisiatif menghampiri Luhan yang menidurkan kepalanya dimeja
"Hei Lu kau baik-baik saja ...",Tanya Kyungsoo dan mengusak rambut Luhan pelan . Luhan perlahan mendongakkan kepalanya menatap wajah kedua sahabatnya yang terlihat khawatir . Ia mengangguk lalu menidurkan kembali kepalanya.
Baekhyun dan Kyungsoo menghela nafas pelan sebelum duduk di kursinya yang berada dibelakang Luhan menatap punggung Luhan . Sebelum mata mereka teralihkah pada sosok Sehun yang berjalan ke kursinya yang kebetulan melewati tempat duduk Luhan ,Baekhyun dan Kyungsoo . Saat sampai dibangku Luhan Sehun menghentikan sejenak langkah kakinya dan memandang punggung Luhan yang menidurkan kepalanya dimeja sebelum kembali berjalan ke tempatnya.
Baekhyun dan Kyungsoo saling memandang satu sama lain . Mereka merasa suasana hari sangat aneh
"Apa kau pikir mereka punya masalah yang serius Baek..",Tanya Kyungsoo sedikit berbisik
Baekhyun mengedikan bahunya acuh "Aku tidak tahu tapi aku rasa kau benar ..mereka terlihat erh..aneh",
Dan Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya dan kembali sibuk dengan pikirannya sendiri .
Bel masuk sudah berbunyi dan beberapa saat kemudian guru memasuki kelas .
"Selamat pagi...",
"Pagi ..",Jawab semua murid serempak
Dan Luhan dengan terpaksa mengangkat kepalanya lalu membenarkan duduknya . Ia hanya tak ingin mendapat teguran dari guru karena dikira tidur dalam kelas .
"Kalian masih ingat tentang perjalanan yang akan kita lakukan ke pulau jeju... ",Tanya Songsaeninm pada para siswa dan ditanggapi dengan anggukan .
"Mengingat perjalanan akan dilakukan besok saya hanya berpesan kalian tidak datang terlambat ..Dan hari ini adalah jam bebas bagi kalian jadi gunakanlah untuk berpikir barang-barang apa yang hendak kalian bawa ...Ingat kita disana Satu minggu penuh..."
Usai menyampaikan sedikit pengumuman akhirnya Kim songsaeninm keluar dari kelas . Dan membuat kelas kembali ribut dengan ocehan para siswa siswi yang hendak menyiapkan barang-barang keperluan mereka . Luhan berdiri dari duduknya dan memakai tas punggungnya berbalik menghadap kedua sahabatnya
"Baek...Kyung..aku akan tidur diruang kesehatan jangan mencariku...",Kata Luhan
Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk
"Baiklah Lu..kami akan menyusulmu nanti...",Ujar Kyungsoo
Luhan tersenyum sebelum membalikkan kembali tubuhnya dan sesaat ia terdiam saat tatapannya bertemu dengan Sehun yang entah sengaja atau tidak sedang menatapnya dalam diam . Memilih mengacuhkan Sehun Luhan segera berbalik dan berjalan keluar kelasnya .Baekhyun dan Kyungsoo menatap punggung Luhan yang menjauh .
Sehun terdiam cukup lama masih melihat kearah pintu ruang kelasnya padahal sosok Luhan sudah tak terlihat lagi . Sehun berpikir Luhan menghindarinya ia hanya merasa agak aneh karena hari-hari biasanya ia akan berdebat kecil dengan Luhan . Namun karena kejadian kemarin entah mengapa membuatnya maupun Luhan tak lagi berdebat . Memilih tak ambil pusing ia memutuskan keluar kelas mungkin ke atap menyenangkan pikirnya .
Sehun berjalan menuju keatap dengan santai sesekali kepalanya mengikuti irama lagu yang ia putar dari earphonenya .
Cklek
Sehun membuka pintu atap pelan melangkahkan kakinya hendak menuju pagar pembatas sebelum matanya menangkap sosok Luhan yang tengah tertidur . Sehun mengernyit dan berjongkok dihadapan Luhan mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Luhan .
"Bagaimana bisa ia tidur disini...padahal aku dengar dia pergi keruang kesehatan...",Guman Sehun pelan . Tangannya perlahan menyingkirkan helaian rambut Luhan yang menutupi matanya . Senyum tercetak diwajah tampan Sehun saat memandangi wajah cantik Luhan yang memejamkan mata melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada tubuh Luhan lalu ia kembali tersenyum sebelum berjalan ke arah pagar pembatas . Menyenderkan tubuhnya disana dan kembali memasang earphonenya memejamkan matanya menikmati terpaan angin yang meniup helaian rambutnya.
"Aku benar-benar jatuh cinta pada rusa cina itu ...",Kata Sehun dan tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putih nan rapinya .
Luhan menggeliat kecil hidungnya bergerak-gerak saat mencium aroma yang tidak ia ketahui . Membuka matanya dan memegang jaket yang entah milik siapa .
Ia mengedarkan matanya dan tersenyum melihat ada orang yang berdiri menyender pada pagar pembatas . Luhan berdiri dari duduknya menepuk pelan celana seragamnya lalu berjalan menghampiri orang yang mungkin menjadi pemilik jaket ini.
"Permisi...apa ini jaketmu...",Tanya Luhan menyodorkan jaket itu .
Orang itu membalikkan tubuhnya menghadap Luhan dan langsung mengambil jaketnya menyampirkannya ke pundak .
"Eh...S-sehun...", Kata Luhan sedikit membelalakkan matanya heran .
"Hum!" Balas Sehun .
"A-ah T-tidak apa-apa... Terimakasih",Jawab Luhan kikuk .
"Lain kali tidurlah di ruang kesehatan ...sekarang sudah hampir memasuki musim dingin",Kata Sehun masih memandang kedepan .
"Eh...B-baiklah...Tapi kau juga sering tidur disini...",
"Itu hanya saat aku ingin...dan aku rasa saat itu belum memasuki musim dingin...",
"Um...bukankah jika musim panas akan kepanasan...", Tanya Luhan
"Tidak mungkin...disini banyak tempat yang bisa digunakan berteduh aku rasa...", Ujar Sehun
"Benarkah ..dan kenapa kau tidak tidur di ruang kesehatan..",
"Aku hanya malas...", Balas Sehun
"Tapi kenapa kau menyuruhku tidur disana tidak boleh disini...",
Sehun membalikkan tubuhnya menatap Luhan kesal "Kan aku sudah bilang karena saat ini hampir memasuki musim dingin ...Astaga kau benar-benar cerewet seperti ahjumma-ahjumma...",
"Yak...Aku kan hanya bertanya ...lagi pula aku hanya berusaha baik kenapa kau malah mengataiku Ahjumma",Kesal Luhan .
"Haha...kau berusaha baik...Apa kau sedang mengingau ..lagipula kau benar-benar cerewet dan berisik ", Kata Sehun
"Aku tidak cerewet Sehun...",Protes Luhan tak terima
" Kau tidak menyadarinya...Yang benar saja ..katakan pada seseorang yang tak berhenti bertanya padaku alasan kenapa aku melarang tidur diatap ...",Kekeh Sehun
Sedangkan Luhan menggaruk tengkuknya dan tersenyum bodoh pada Sehun
"Baiklah..memang benar tapi sedikit...",
"Berhenti tersenyum bodoh seperti itu...kau seperti idiot..",Kata Sehun tak berperasaan membuat Luhan mencebikkan bibirnya kesal .
"Harus berapa kali aku katakan kalau aku ini bukan idiot Oh Sehun... ",Protes Luhan menatap Sehun sengit. Sedangkan Sehun berusaha mati-matian untuk tidak tertawa melihat ekspresi Luhan yang sangat Lucu saat ini.
"Xi Luhan idiot...",
"Kau yang idiot...",
"Rusa idiot super cerewet...",
"Yak ..kau ini benar-benar berhenti mengataiku..",
"Bagaimana kalau aku tidak mau...",
"Baiklah kalau begitu rasakan ini...YAKKKKK",Teriak Luhan memukuli Sehun dengan Buku tulis yang ia ambil dari tasnya membuat Sehun memekik kaget
Bugh
Bugh
"YAK...YAKK...AWW XI LUHAN HENTIKAN.. "
"Aku tidak Mau..Wlleee",
"YAK ..Aku bilang berhenti...",
"Haha..aniya...Rasakan ini Manusia Es...",
"Aww..awww Berhenti Xi Luhan..."
BRUK
Sehun terjatuh tepat diatas tubuh Luhan membuat Luhan menghentikan acara nya memukuli Sehun . Untuk beberapa saat keduanya saling menatap dalam manik mata masing-masing entah apa yang mereka pikirkan sekarang . Sedangkan Sehun merasa terhipnotis dan tanpa sadar mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan . Dan Luhanpun hanya terdiam tak dapat bergerak saat dirasa Sehun mulai mendekatkan wajahnya .
Dan saat jarak mereka tinggal beberapa centi lagi Luhan memekik tersadar membuat Sehun langsung menjauhkan wajahnya dan menyingkir dari atas Luhan .
"Yak ..Dasar mesum...",Teriak Luhan dengan wajahnya yang sudah semerah tomat . Ia berdiri dan langsung berlari keluar atap meninggalkan Sehun yang tengah mengacak rambutnya
"Isshhh...Apa yang aku lakukan...", Teriaknya frustasi.
...
...
Luhan berlari kearah kamar mandi dan membasuh wajahnya menatap kaca lalu perlahan mencubit pipinya .
"Astaga..Ada apa denganku...",Kata Luhan memegang dadanya yang berdetak abnormal .
Namun ia menggelengkan kepalannya cepat dan menepuk kedua pipinya. "Ishh ...
.mana mungkin aku menyukai tembok berjalan itu...Tidak Mungkin..",
Luhan mengacak rambutnya kesal "Oh Sehun mesum..Astaga aku bisa gila..."
...
...
Keesokan harinya terlihat para siswa tengah berkumpul didepan sekolah . Di kanan maupun kiri mereka sudah banyak terdapat beberapa koper dan ada juga yang hanya memakai tas ransel dipunggung mereka . Terlihat Luhan yang sedang bersedekap dan memutar bola matanya malas melihat kedua sahabat cerewetnya yang tengah berisik saat ini
"Bisakah kalian lebih tenang...", Itu bukan Luhan . Suara itu berasak dari belakangnya membuat Luhan membalikkan tubuhnya dan mendapati Sehun, Kai beserta Chanyeoll disana dengan sebuah tas ransel berukuran sedang dipunggung mereka .
"Memangnya kenapa... Ada masalah Tuan Oh..",Sindir Baekhyun menatap Sehun tajam dan dibalas lebih tajam oleh Sehun membuat Baekhyun langsung menyengir
"Ya karena kalian berisik ...Apa salahnya kalau kita harus naik kapal laut..",Kata Sehun santai .
"Memang tidak ada salahnya jika naik kapal laut tapi tidak dengan Luhan...",Kata Kyungsoo kesal.
"Eh..Kenapa denganku Kyung...",Tanya Luhan polos .
"Apa Kau mabuk laut..Cih...",Sindir Sehun dingin .
"Yak..M-mana mungkin...S-siapa yang mabuk laut dasar manusia es...",Balas Luhan tak terima .
"Benarkah...Jangan mengelak dasar rusa cina...", Sindir Sehun lagi membuat Luhan mendelik kesal padanya
"Berhenti mengataiku Oh Sehun sialan..kemarin kau mengataiku idiot, Ahjumma dan sekarang kau mengataiku rusa Cina ...Sebenarnya apa maumu hah!",Kesal Luhan .
"Aku rasa itu sangat menghibur... Lagi pula semua panggilan itu cocok untukmu terlebih rusa cina",Kekeh Sehun membuat Luhan kembali mendelik sebal padanya . Sedangkan berbeda dengan ekspresi Kai , Chanyeoll ,Baekhyun dan Kyungsoo yang baru pertama kali melihat seorang Oh Sehun tersenyum seperti itu . Sehun yang merasa diperhatikan menghentikan kekehannya dan berdehem kemudian menatap satu persatu temannya mulai dari Kai dan Chanyeoll kemudian beralih pada Duo berisik sahabat Luhan .
"Berhenti menatapku seperti kalian baru saja melihat hantu...",Jengah Sehun lalu lebih memilih memakai earphonenya .
"Yeoll...apa aku tadi salah lihat..apa albino itu benar-benar tertawa...Astaga Yeoll coba pukul aku...",Kata Kai masih terperangah tak percaya .
Plak
"Yak kenapa kau memukulku dobi . "Teriak Kai mengusap dahinya yang dipukul cukup keras oleh Chanyeoll.
"Kau yang menyuruhku tadi hitam ..",Jengah Chanyeoll.
"Sudah-sudah berhenti ribut.. Yeolli dan kau Kai..tadi Luhan dan Sehun lalu kalian ...Lebih baik kita segera naik Bis ..aku tak mau terlambat karena kalian terus berdebat...",Kesal Baekhyun menunjuk Sehun,Luhan dan Kyungsoo yang sudah berjalan memasuki Bis .
Sedangkan Kai dan Chanyeoll hanya menggaruk tengkuk mereka dan berjalan menyusul teman-temannya menaiki Bis yang sudah disiapkan pihak sekolah mereka.
"Baek Kau duduk denganku...",Kata Chanyeoll dan menarik tangan Baekhyun yang hendak duduk disamping Luhan ke sampingnya .
"Kalau begitu...Baby Soo kau duduk denganku...",Kata Kai ikut-ikutan menarik tangan Kyungsoo membuat pemilik tangan melotot namun hanya diberi sebuah cengiran bodoh dari Kai.
"Yak Kai..kembalikan Kyungie aku tidak mau duduk dengan manusia es ini...",Rengek Luhan hendak menarik kembali Kyungsoo namun dihalangi oleh Kai.
"Memangnya kau pikir aku mau duduk disebelah rusa idiot sepertimu...",Sindir Sehun
"Kau pikir aku juga mau duduk disamping orang mesum sepertimu...",Kesal Luhan melotot pada Sehun .
"Siapa yang kau bilang mesum...",Protes Sehun tak terima dan membalas lototan Luhan.
"Kau mesum...", Kata Luhan
"Tidak ...",Balas Sehun
"Iya...,"
"Tidak...",
"Iya...",
"Tidak...",
"XI LUHAN ...OH SEHUN..DUDUK DENGAN TENANG BERHENTI BERDEBAT ...",Teriak Kim songsaeninm dari depan pada Luhan dan Sehun
"XI LUHAN DUDUK DISAMPING SEHUN CEPAT..KITA AKAN SEGERA BERANGKAT..",
"Tapi Saem aku tidak mau duduk dengannya...", Tunjuk Luhan pada Sehun
"Kau pikir aku mau...",Jawab Sehun
"KALIAN BERDUA DIAM ATAU KALIAN TURUN SEKARANG",Teriak Kim Songsaeninm kesal .
Luhan mendengus kesal sebelum dengan tak rela duduk disamping Sehun . Sehun menaruh tas ranselnya ditengah sebagai pembatas sedangkan Luhan hanya mencoba tak peduli dan memilih untuk memandang keluar jendela .
Bis mulai berjalan menuju pelabuhan incheon banyak Siswa yang mulai bernyanyi untuk membuat suasana bis tidak terlalu sepi . Sehun beberapa kali mendengus karena jujur saja ia tidak terlalu suka dengan suasana yang begitu berisik . Ia memasang kembali earphonenya menyetel dengan volume yang keras. Entah sengaja atau tidak ia melirik Luhan dengan ekor matanya melihat Luhan yang tengah sibuk dengan sebuah gantungan ditangannya sesekali tersenyum sebelum menggenggamnya erat dan melihat kembali ke luar jendela .
"Apaan dia seperti gadis yang baru diberi hadiah oleh kekasihnya...",Guman Sehun sinis namun tak terdengar oleh Luhan karena anak itu tengah sibuk dengan dunianya sendiri .
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja bis yang ditumpangi para Siswa Seoul SHS sampai di pelabuhan Incheon . Para siswa segera berhamburan keluar bis dan menuju ke kapal yang sudah di sediakan untuk mereka . Luhan berjalan pelan mendekati kapal dengan Baekhyun dan Kyungsoo disampingnya .
Grep
Kyungsoo dan Baekhyun menggenggam erat tangan kiri dan kanan Luhan kemudian tersenyum .
"Semua baik oke..ini aman jangan Takut...",Kata Kyungsoo menenangkan dan tersenyum hangat pada Luhan begitu pun dengan Baekhyun . Luhan memandang Laut didepannya ia bukannya mabuk laut atau semacamnya hanya saja melihat laut dan gelombang ia teringat dulu bagaimana saat kecelakaan dengan kedua orang tuannya . Kecelakaan yang merengut orang tuannya darinya . Dan itu seperti menimbulkan trauma tersendiri baginya . Namun karena tak ingin membuat kedua temannya khawatir ia memilih menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum .
"Ternyata benar dugaanku...",Sindir Sehun dari belakang membuat ketiga pria cantik didepannya menoleh dan melotot terutama Luhan .
"Apa yang benar ...",Tanya Baekhyun .
"Rusa itu mabuk laut...",Kata Sehun
"Yak ...mana mungkin Luhan mabuk laut ia hanya memiliki tra-...",
"Sudahlah Baek..jangan urusi tembok berjalan ini ...Ayo kita naik...",Ajak Luhan menarik tangan kedua temannya meninggalkan Sehun ,Kai dan Chanyeoll dibelakang.
"Apa kau tak bisa berhenti menggodanya Hun...",Tanya Kai yang berjalan beriringan dengan Sehun .
"Tidak...",Balas Sehun acuh
"Atau jangan-jangan kau menyukai Luhan ...",Kekeh Kai saat melihat Sehun melotot kearahnya .
"Mana mungkin aku menyukai Pria pendek dan idiot sepertinya...",Kesal Sehun . Kai dan Chanyeoll hanya tersenyum geli
"Benarkah...bukan hanya aku saja ..Chanyeoll juga berpendapat sama ",Kata Kai menunjuk Chanyeoll yang mengangguk-anggukan kepalanya setuju.
"Aku bilang tidak ya tidak...",Kesal Sehun kemudian berjalan cepat meninggalkan kedua temannya yang tengah tertawa terbahak melihatnya .
...
...
...
Luhan menatap hamparan laut biru didepannya sambil mencengkeram erat pegangannya pada pagar pembatas . Kapal sudah berlayar beberapa jam lalu mungkin akan berlabuh beberapa jam berikutnya kini Luhan tengah berdiri sendiri disamping kiri kapal mengingat Kyungsoo dan Baekhyun tengah bersama dengan Kekasih mereka karena ya Kai dan Chanyeoll menarik paksa mereka . Mata Luhan bergerak gelisah ia benar-benar membenci Laut . Keringat dingin mengucur dari pelipisnya dan ia menyekanya kasar .
"Mama..baba...",
"Mama baba...tolong Lulu...",
"Ma..Ba...Shixun..",
Hahhh...Hahh..
Luhan memegang kepalanya yang berdenyut mencoba melangkah mundur hingga tubuhnya mengenai badan kapal dibelakangnya . Ingatan itu kembali pada otaknya membuat Luhan merasakan kembali rasa takutnya . Wajahnya sudah pucat pasi sekarang keringat dingin membasahi wajah pucatnya . Kakinya melemas membuatnya terduduk sambil menjambak kepalanya
"Ma...Ba...",
"Shixun tolong Lulu...",
Nafas Luhan terengah ia merasa sesak sekarang terlebih kepalanya yang berdenyut sakit sekarang.
...
Sehun mendengus kesal ia merasa perjalanan ini sangat membosankan . Kenapa mereka harus naik kapal Laut sedangkan lebih cepat naik pesawat benar-benar membuang waktu . Memutuskan untuk berjalan-jalan mungkin itu dapat membuatnya dapat menghilangkan rasa bosannya . Sehun mengerakkan kepalanya mengikuti alunan musik dari earphonenya sebelum ia berhenti saat matanya melihat sosok Luhan yang sedang duduk bersimpuh . Melepaskan earphonenya dan berjalan mendekati Luhan berniat menggodanya . Namun Sehun mengernyit saat melihat Luhan berkeringat dingin dan terlihat pucat apalagi sekarang tangan mungilnya itu tengah mencengkeram erat rambutnya .
"Hei..Kau baik-baik saja...",Tanya Sehun berjongkok didepan Luhan .Luhan yang menyadari ada orang yang menghampirinya mendongakkan kepalanya dan matanya bertemu dengan tatapan tajam Sehun .
Tak ingin membuat orang lain Khawatir Luhan mengangguk lemah dan mencoba berdiri dengan berpegangan pada kabin .
"Aku baik-baik saja...",Balas Luhan Lemah dan mulai berjalan meninggalkan Sehun yang berdiri dibelakangnya .
Bruk
Dengan Sigap Sehun menangkap Tubuh Luhan yang tiba-tiba ambruk didepannya .
"Yak...Xi Luhan bangun...", Sehun menepuk pelan pipi Luhan berniat membangunkannya.
"Astaga kau pucat sekali...", kata Sehun khawatir masih mencoba membangunkan Luhan .
"LUHANNN..."
Sehun menoleh saat mendengar teriakan dan melihat Kyungsoo ,Baekhyun beserta Kai dan Chanyeoll tengah berlari menghampiri nya .
"Astaga Luhan..Sehun apa yang kau lakukan pada Luhan hah...",Tanya Baekhyun saat melihat Luhan yang tengah pingsan dipelukan Sehun .
Sehun memutar bola matanya malas "Diam...aku tidak tahu juga ..tiba-tiba saja dia pingsan ",
"Kalau begitu cepat bawa dia kekamar",Kata Chanyeoll dan Sehun mengangguk lalu mengendong Luhan ala Brydal diikuti Kyungsoo dan Baekhyun dibelakangnya .
Sedangkan Kai dan Chanyeoll masih berdiri ditempatnya menatap kepergian Sehun dengan Luhan di gendongannya .
"Apa Sehun sedang Khawatir pada Luhan...",Tanya Chanyeoll
"Aku rasa iya...akhirnya dia mau membuka hati untuk seseorang ...",Kekeh Kai dan kemudian berjalan mengikuti Keempat temannya .
...
...
Sehun membaringkan Tubuh Luhan di salah satu kamar yang ada di kapal dengan pelan lalu ia mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang . Menaikkan selimut untuk menutupi tubuh Luhan sambil menunggu Duo cerewet yang entah pergi kemana tadi .
"Shixun...",
"Eh!"Sehun menatap Luhan yang ia kira sudah bangun namun ternyata ia hanya mengingau.
"Shixun...",
Sehun mengernyit bingung berpikir siapa Shixun kenapa Luhan sampai mengingaukan namanya. Dan tanpa sadar ia mengepalkan yang tak suka .
"Sehun...",
Sehun menoleh lagi menatap wajah Luhan
"Sehun jahat..."
Sehun hanya dapat mendengarkan apa yang diigaukan Luhan merasa sedikit bersalah sebenarnya karena terus mengatainya
"Tapi aku menyukaimu...",
Sehun membelalak melihat wajah tertidur Luhan . Apa ia salah dengar dan apa Luhan tadi bilang menyukai dirinya . Sehun menatap Luhan dalam dan tersenyum tipis
"Nado Lu...",
...
...
...
TBC!
Huwee akhirnya bisa update . Maaf ya kalo aku sekarang Cuma bisa update 1 cerita seminggu soalnya aku banyak tugas kuliah dan ini aja curi-curi waktu buat update udah deh segitu aja maaf deh kalo tambah Gaje kesini tapi bentar lagi HUNHAN bakal jadian kok buat problemnya ditunggu aja ya haha...
Makasih buat yang masih nungguin..
So sperti biasa mohon Review ,Fav,or Foll ya karena partisipasi kalian adalah semangat bagiku..
See you ..
Next up.:Look at it as Luhan
