~Nan Gwenchana~

"Eungh~" Luhan melenguh mengerjapkan pelan matanya membiasakan sinar matahari masuk ke dalam retina matanya.

"Kau sudah bangun " Dan Luhan menoleh mendengar suara asing yang bertanya padanya matanya melebar saat menemukan Sehun duduk di samping ranjangnya sibuk dengan ponselnya .

Luhan mengedarkan pandangannya melihat ke segala sudut ruangan yang ia tempati saat ini.

"S-Sehun sedang apa kau disini. Kita ada dimana" Tanya Luhan bingung

"Ini kamarku dan Kita di hotel jeju " Balas Sehun singkat

"E-eh kita sudah sampai ..T-tapi apa kita sekamar" Tanya Luhan lagi

Dan Sehun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Luhan. Luhan mengingat kembali kejadian tadi mulai saat ia berangkat dan pingsan di kapal . Mengingat itu apa benar jika Sehun yang menolongnya dan mengendongnya tadi dan apa Sehun juga yang membawanya kemari .

" Sehun apa kau yang menolongku dan membawaku kemari "Tanya Luhan dan dapat ia lihat Sehun menghentikan acaranya bermain ponsel lalu menatap ke arah Luhan .

"Untuk apa aku repot-repot melakukan hal itu...Kai dan Chanyeoll yang membantumu tadi bukan aku "Balas Sehun berdiri dari duduknya lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Luhan yang mendengus .

"Oh" Lirihnya kecewa

...

...

Luhan memilih keluar kamarnya mencari-cari keberadaan Kyungsoo maupun Baekhyun . Ia mengedarkan pandangannya kemudian tersenyum simpul mendapati Kyungsoo yang tengah melambai padanya dari halaman hotel dengan Baekhyun di sampingnya .

"Hey Lu ..Kau sudah merasa lebih baik " Tanya Kyungsoo saat Luhan sudah duduk disampingnya.

"Ya. Aku sudah lebih baik Sekarang " Balas Luhan dan kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan

"Di mana Kai dan Chanyeoll " Tanya Luhan

"Memangnya ada apa dengan mereka " Balas Baekhyun yang sibuk dengan sebuah rubik di tangannya

"Ya. Ada apa dengan Kedua orang itu "Sambung Kyungsoo

"Tidak, Aku hanya ingin berterima kasih saja "Kata Luhan mengambil sebuah majalah di depannya .

"Untuk" Tanya Kyungsoo dan Baekhyun hampir bersamaan dengan mata menatap lekat pada Luhan

"Bukankah mereka berdua yang membantuku saat di kapal dan sampai di hotel" Jawab Luhan

Kyungsoo dan Baekhyun mengernyit

"Kenapa kau berpikir mereka yang membantumu" Kyungsoo menggeser duduknya menghadap Luhan

"Sehun yang mengatakannya padaku saat aku bangun tadi" Ujar Luhan menjelaskan

Namun beberapa detik kemudian terdengar tawa cukup kencang dari Kyungsoo dan Baekhyun

"Kalian ..- memang ada yang lucu" Luhan memandang kedua sahabatnya bingung

"Tidak.. Dan mungkin ada yang harus aku luruskan disini benarkan Baek" Kyungsoo menyenggol lengan Baekhyun dan Baekhyun mengangguk setuju

"Pertama , Bukan Kai apalagi Chanyeoll yang membantumu saat tak sadarkan diri tadi Lu . Dan kau harus tahu juga bahkan mereka hanya melihat saat itu "Kekeh Kyungsoo merasa suasana saat ini begitu lucu.

"Dan apa kau tidak curiga pada Sehun yang duduk disampingmu saat kau bangun tadi "Kata Baekhyun

"Eh! A-apa maksud kalian "Tanya Luhan masih tak mengerti

"Astaga Lu. Baiklah aku jelaskan sebenarnya Sehun yang mengendongmu saat kau pingsan tadi bahkan ekspresi wajahnya terlihat begitu khawatir saat itu dan saat kita sudah sampai di sini..-Jeju dia juga yang mengendongmu sampai kedalam kamar hotel "

"A-Pa..-" Luhan menatap tak percaya pada Kyungsoo

"Lagi dia juga menawarkan diri untuk menjagamu dan menyuruh Aku,Baekkie ,Chanyeoll dan Kai untuk bersenang-senang saja mengingat kegiatan kita akan di mulai besok ..Aku rasa Sehun menyukaimu Lu" Kekeh Kyungsoo

Luhan menatap Kyungsoo dan Baekhyun bergantian dengan mulut sedikit terbuka "A-apa y-yang kau bicarakan Kyung"

"Ya aku setuju dengan Kyungie ..melihat raut wajahnya yang begitu khawatir tadi saat kau tak sadarkan diri dan Sehun juga bersikeras yang mengendongmu lalu menyuruh kami menyingkir .. Oh! Ya Lu satu lagi Sehun juga merawatmu tadi bukankah itu sudah sangat jelas kalau dia menyukaimu "Perjelas Baekhyun sedangkan Luhan masih tak percaya .

Tapi menurutnya Sehun juga sedikit aneh akhir-akhir ini . Apa benar semua yang dikatakan Kyungsoo dan Baekhyun kalau Sehun menyukainya .

"Ish~tidak mungkin..bagaimana bisa "Guman Luhan mengacak rambutnya frustrasi

...

...

Luhan berdiri di balkon kamarnya memandangi malam di pulau jeju dari lantai 12 kamarnya tak begitu buruk . Usai perbincangan singkatnya dengan Kyungsoo dan Baekhyun Luhan memilih pergi meninggalkan mereka tak ingin bertambah pusing dengan perkataan temannya yang begitu cerewet itu.

Luhan bersandar pada pagar pembatas menikmati terpaan angin yang begitu lembut menerpanya . Soal Sehun ,Luhan belum melihat nya lagi semenjak ia keluar dari kamar tadi sore entah kemana pria itu . Luhan mengedikkan bahunya lalu merogoh saku celananya mengambil gantungan beruang pemberian Shixun .

Ia tersenyum memandangi gantungan itu

"Hay! Shixun sedang apa kau disana" Kata Luhan matanya menatap lekat pada gantungan beruangnya

"Kau tau hari ini aku naik kapal laut dan kau pasti tau akhirnya ..-" Luhan berhenti dan terkekeh pelan

"Aku hanya merasa tak percaya dan bingung Shixun ..Apa yang di katakan Baekhyun dan Kyungsoo benar Hum! ..." Ia menghela nafas

"Tapi ada sebagian dari hatiku yang merasa senang Shixun , Apa aku pantas dan apa aku boleh menyukainya Shixun..Apa kau akan baik-baik saja"

"Jujur saja sampai saat ini aku..-aku masih mencintaimu Shixun masih sangat.. Aku hanya takut melupakanmu jika aku menaruh hati pada orang lain , Dia itu seperti dirimu terlihat acuh dan dingin di luar namun saat mengenalnya dia begitu lembut dan hangat , Aku hanya tidak ingin ingatan tentangmu memudar di otak maupun hatiku ..."Luhan menunduk dan memejamkan matanya

"Tapi bolehkan aku mencintainya Shixun, mencintai Sehun mulai saat ini"

Guman Luhan masih memejamkan matanya rambutnya bergerak tertiup angin .

Luhan tak menyadari Sehun berdiri tak jauh darinya dengan sebuah senyuman tipis dibibirnya .

"Kau bilang mencintai orang lain , tapi kau bilang mencintaiku juga . Cih!Egois sekali "Cibir Sehun dari belakang Luhan . Membuat Luhan membalikkan tubuhnya cepat saat mendengar suara Sehun di belakangnya . Matanya membulat kaget dan ia bergerak gelisah di tempatnya

"S-Sehun s-sejak k-kapan k-kau disana"Gugup Luhan

Dan Sehun tertawa kecil "Sejak saat kau bicara dengan gantungan beruangmu itu"

"A-apa..-J-jadi K-au...-"

"Ya! Aku mendengar semuanya "Potong Sehun dan berjalan mendekat kearah Luhan . Ia menghentikan langkah tepat didepan Luhan

"M-maaf Sehun.."Kata Luhan tak berani menatap Sehun yang tepat berdiri didepannya

"Aku juga mencintaimu"Ucap Sehun sedikit mencondongkan tubuhnya pada Luhan

"M-maaf A-ku...APAAA"Pekik Luhan memelototkan matanya menatap Sehun yang hanya tersenyum bodoh

"Aku juga mencintaimu rusa idiot"Kekeh Sehun dan Luhan menatapnya tak percaya

"Haha...apa kau sedang melawak Sehun..Kau bercandakan" Luhan tertawa bodoh namun ia berhenti saat Sehun menatapnya tajam

"K-kau tidak bercanda" Kata Luhan menatap Sehun yang menggeleng tanda ia serius .

Dan Luhan terdiam seketika membuat Sehun mendesah pelan lalu membalikkan badannya berjalan kearah ranjang dan merebahkan tubuhnya

"Lupakan ... Anggap aku tak pernah mengatakannya dan kau tak mendengarnya . Lagi pula kau mencintai orang lain bukan " Ucap Sehun memandang langit-langit kamar hotelnya dan Luhan.

Luhan yang tersadar dari keterkejutannya mengerjap-ngerjap beberapa kali sebelum menghampiri Sehun yang berbaring dan ia mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang .

"Maaf..aku tak bermaksud seperti itu" Kata Luhan merasa bersalah pada Sehun

"Jangan meminta maaf kupikir tak ada yang salah bukan "Balas Sehun memejamkan matanya

Luhan memandang pemandangan malam lewat jendela kemudian ia tersenyum lirih

"Mau mendengar ceritaku" Tanya Luhan entah kenapa ia merasa harus menceritakan semaya yang terjadi dengannya di masa lalu

"Hum!" Guman Sehun menyetujui apa yang Luhan katakan

"Orang yang kau maksud tadi Bernama Shixun , Wu Shixun . Dan kau benar aku masih mencintainya"Mulai Luhan dan Sehun terlihat mengerutkan dahinya saat mendengar Luhan masih mencintai pria bernama Wu Shixun itu .

Namun sesaat kemudian ia membuka matanya dan menatap Luhan yang menerawang jauh melalui jendela

"Maksudmu" Tanya Sehun . Ia pikir ada yang aneh saat Luhan berkata masih mencintai orang itu

"Ya aku masih mencintainya Shixun teman kecilku . Mungkin jika ia masih hidup usianya sama dengan kita "Lirih Luhan

Sehun yang mendengarnya bangun dari berbaringnya

"Dia sudah meninggal,Maaf aku tak bermaksud"

"Tidak apa-apa , dan Ya ! Ia sudah meninggal tepat saat kami masuk ke tingkat 1 SHS saat itu aku masih berada di China dan belum pindah kemari . Dia bukan hanya aku anggap sebagai teman kecilku , maupun orang yang paling aku cintai setelah kedua orang tuaku namun ia sudah seperti pelengkap diriku . Dia selalu ada saat aku membutuhkannya ,dia selalu datang saat aku dalam keadaan tidak baik dan dia sudah seperti penganti orang tuaku " Luhan berhenti sejenak menunduk menatap gantungan beruang ditangannya sedangkan Sehun tetap diam dan memasang telinganya ingin tau apa yang akan di katakan pada Luhan tentang masa lalunya

"Orang tuaku meninggal tepat saat hari kelulusanku masa JHS ,Kecelakaan mobil . Dan saat itu juga Shixun satu-satunya orang yang menghiburku selain Yixing dan ayahnya . Aku sangat terpukul namun aku masih bersyukur memiliki Shixun saat itu yang memeluk tubuhku dan menenangkanku...- Dia segalanya bagiku tapi aku rasa Tuhan lebih menyayanginya dan sudah merindukannya hingga Tuhan mengambilnya begitu cepat dariku"

Sehun menatap bahu Luhan yang nampak bergetar dengan suara isakan kecil lolos dari bibirnya.

"Apa yang terjadi sampai ia meninggal "Tanya Sehun pelan dan terdengar begitu lembut

"Pembunuhan" balas Luhan Singkat membuat Sehun menatap Luhan kaget

"A-apa maksudmu...J-jadi dia korban pembunuhan" Ujar Sehun jujur saja ia begitu terkejut

Luhan mengangguk lalu mengangkat kepalanya sedikit menggeser tubuhnya dan menghadap Sehun. Menceritakan Semua yang terjadi padanya dan Shixun di masa Lalu pada Sehun yang setia mendengarkannya . Sehun mengepalkan tangannya merasa begitu buruknya cerita Luhan yang membuatnya seketika emosi.

Tak ingin bertanya lebih jauh karena melihat Luhan yang nampak masih begitu sedih . Tak tega membiarkan Luhan yang masih menangis Sehun menarik Luhan kedalam pelukan hangatnya dan menepuk punggungnya pelan berniat menenangkan

"Menangislah Lu..mungkin itu bisa membuatmu lebih baik ..Aku akan menjadi sandaranmu mulai sekarang "Kata Sehun

"Hikss..aku hanya takut melupakannya Sehun..aku takut jika sosoknya hilang dalam pikiranku" Isak Luhan di pelukan Sehun

"Ssst~tenanglah Lu semua akan baik-baik saja " Hibur Sehun masih mengelus punggung Luhan lembut

Mereka masih berpelukan hingga beberapa menit . Sehun tersenyum miris membayangkan hal yang terjadi di kehidupan Luhan yang begitu menyedihkan dan menyakitkan . Dan melihat air mata Luhan membuat Sehun merasakan sakit yang teramat pada hatinya .

Sehun menyingkirkan rambut Luhan yang menutupi matanya ia tersenyum lagi melihat Luhan yang sudah terlelap . Sehun pikir ia mungkin kelelahan karena menangis

Sehun membaringkan Luhan perlahan lalu menaikkan selimutnya hingga batas dada tangannya mengambil gantungan beruang yang sedari tadi di genggam Luhan .

Menatapnya sebentar sebelum menaruhnya di atas meja kecil disamping ranjang. Ia membaringkan tubuhnya disamping dan menghadap Luhan . Menggunakan lengannya untuk bantalan matanya masih sibuk menatap wajah Luhan yang tengah terlelap damai . Tangan Sehun terulur untuk mengusap sisa lelehan air mata di pipi Luhan dan mengelus setiap inci lekuk wajah Luhan .

"Tidurlah Lu,Aku mencintaimu "

Cup

Sehun mencium kening Luhan lama dan Luhan tersenyum kecil masih mendengar pernyataan cinta dari Sehun untuknya

"Nado Sehun-ah"Jawab Luhan dalam hati seraya mencari posisi nyaman pada Sehun yang tengah memeluknya . Sehun Menarik wajahnya agar ia bisa menatap wajah Luhan sebelum mengepalkan erat tangannya .

Ia bertekad akan mencari bajingan yang membuat Orang yang ia cintai begitu sedih saat ini.

Entah mengapa emosinya naik saat mendengar bahwa Shixun adalah korban pembunuhan dari teman mereka sendiri dan yang paling parahnya otak dari pembunuhan itu bahkan lepas dari tuntutan hukum sebab tak ada saksi . Sehun pikir betapa tak pantasnya orang itu hidup di dunia ini . Dan Sehun perlu menghargai apa yang menjadi masa lalu Luhan termasuk Shixun orang yang pernah mengisi hidup Luhan dulu .

"Terimakasih sudah memberitahuku tentang masa lalumu ,Hah!Aku bahkan tak pernah berpikir hari ini akan terjadi"

"Tapi Lihat saja aku akan menemukannya Luhan dia harus membayar semua yang pernah ia lakukan padamu" Tekad Sehun menatap wajah Luhan dan membawa Luhan yang terlelap kedalam pelukannya sebelum mulai memejamkan matanya menyusul Luhan kealam mimpi .

...

...

Luhan terbangun pagi ini mengucek matanya dan melirik kekanan ke kiri . Ia mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang sesekali menguap kecil

"Kau sudah bangun... Cepat mandi dan bersiap-siap kita akan turun pukul 6 nanti untuk sarapan kau punya waktu 30 menit" suara Sehun terdengar . Luhan menatap Sehun yang tengah berdiri didepannya dengan handuk di kepalanya .

"Cepat mandi idiot" Kesal Sehun karena Luhan tak kunjung bergerak dan hanya menatapnya.

Luhan berdiri dan mulai berjalan lalu mencibir Sehun yang mulai mengatainya lagi.

"Semalam saja manis... Sekarang sudah seperti Albino menyebalkan lagi"Guman Luhan pelan berjalan menuju kamar mandi di kamarnya

"Yak!Xi Luhan aku mendengarmu" Teriak Sehun yang duduk di pinggiran ranjang dan Luhan langsung melesat masuk ke kamar mandi sebelum Sehun mengamuk

...

Luhan dan Sehun berjalan beriringan menuju restoran yang berada di hotel hendak mengikuti sarapan pagi bersama teman mereka yang lain . Tak ada perdebatan ataupun obrolan diantara keduanya dan tak ada salah satu dari Sehun maupun Luhan yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.

"Duduklah dulu disana aku akan mengambilkan makanan untukmu "Kata Sehun menunjuk tempat duduk yang nampak ada Kyungsoo ,Baekhyun ,Kai, dan Chanyeoll disana. Luhan menoleh pada Sehun sebelum mengangguk dan mulai berjalan menghampiri teman-temannya.

"Astaga aku kira dia hanya bercanda tentang yang semalam "Guman Luhan dan menghela nafas . Namun ia tersenyum kemudian merasa mood nya sangat baik sekarang

"Dia bahkan belum mendengar balasan pernyataan cintanya semalam ,Huh! " Luhan mengerucutkan bibirnya .

"Selamat pagi Lu" Sapa Kai saat Luhan tiba-tiba duduk pada kursi didepannya

"Selamat pagi Kai"Balas Luhan

"Kau tidak sarapan"Tanya Chanyeoll yang melihat Luhan datang tanpa membawa menu sarapannya .

"A-aku..-"

"Dia sarapan tentu saja" Jawab Sehun yang entah kapan sudah berdiri di belakang Luhan dan menaruh segelas susu serta piring berisi beberapa potong Sandwich didepan Luhan . Keempat orang yang ada didepannya minus Luhan menoleh dan sedikit memelototkan matanya menatap Sehun yang duduk disamping Luhan .

"Sehun ... Tumben sekali kalian akur dan lagi kau juga mengambilkan sarapan untuk Luhan ..J-jangan-jangan Kalian~…-"

"Berhenti bicara Khamjong"Kesal Sehun dan menjejali mulut Kai dengan Sandwich miliknya membuat Kai tersedak

"Sialan kau" Kata Kai menatap tajam kearah Sehun namun yang didapatinya hanya wajah datar Tanpa ekspresi membuat Kai hanya mencibir pada Sehun .

"Jadi benar kalian berdua sudah Umh! Menjadi sepasang kekasih"Tanya Kyungsoo menyatukan kedua telunjuknya sambil menatap pada Sehun dan Luhan secara bergantian .

"TIDAK"Jawab Keduanya serentak membuat Kyungsoo beserta yang lain terkekeh pelan

"Tapi kalian berbeda sekali hari ini "Chanyeoll mulai angkat bicara sambil memasukkan beberapa potong kecil Sandwich kemulutnya

"Memangnya kenapa"Balas Sehun malas sedangkan Luhan memilih untuk diam saja sebab entah kenapa suasananya menjadi sangat canggung sekali .

"Ish~dasar menyebalkan jawab saja yang benar"Kesal Chanyeoll merasa Sehun tak pernah menjawab pertanyaannya dengan tepat

"Tidak penting" Jawab Sehun acuh membuat Chanyeoll mendengus sebal sedangkan Kai, Kyungsoo dan Baekhyun hanya tertawa kecil .

Sehun terlihat memotong kecil Sandwichnya lalu menusuknya dengan garpu sebelum menyuruh Luhan untuk membuka mulutnya karena sedari tadi anak itu hanya melihat makanannya tanpa menyentuhnya sedikit pun.

Luhan menoleh gugup pada Sehun "Makan"Perintah Sehun membuat Luhan menatapnya kesal sebelum membuka mulutnya dan memakan Sandwich yang diberikan Sehun .

"Kapan sih dia berhenti menjadi menyebalkan "Gerutu Luhan dalam hati

"Kalian manis Sekali" Kekeh Baekhyun membuat Pipi Luhan merona hebat dan menundukkan kepalanya sedangkan Sehun hanya menatapnya malas

"Seperti bukan Sehun" kekeh Kai

"Berhenti bicara hitam" Kesal Sehun menatap nyalang ke arah Kai

"Haha...Tenang Dude~" Kai mengangkat kedua tangannya didepan dada sambil tersenyum bodoh pada Sehun.

"Menjijikan"Kata Sehun dingin membuat Kyungsoo, Chanyeoll dan Baekhyun tertawa terbahak menatap wajah masam Kai karena perkataan Sehun

"Dasar Kau ini" Dengus Kai .

...

...

...

"Cih Lihat dia "

"Sehun terlalu baik untuk pria menjijikkan sepertinya "

"Ya kau benar..Jadi ingin bermain-main"

"Tentu saja...Mari bermain bersih"

Seringai keempat wanita yang duduk tak jauh dari Kursi dimana Luhan dan Sehun beserta yang lainnya duduk

...

...

...

...

TBC!

Whoaaaa~ Bisa update gak late kan .. Aduh ngerasa makin aneh and gaje aja ya makin kesini. Kan ada yang tanya apa Sehun punya kisah cintahh lain di masa lalu atau masalah percintaan dia jawabannya enggak ada kok tenang aja tapi kebanyakan konflik yang akan terjadi berasal dari Sehun rencananya sih baruan . Buat si Kris Wu bentar lagi nongol di tunggu ya dia aku jadiin konflik disini rada berat

Untuk pemberitahuan aja ya buat minggu depan kayaknya bakalan rada telat update ini . Dinda lagi sibuk dikit sih emang . Tapi doain aja masih bisa update

Udah segitu aja ya dan untuk yang sudah review ,fav and foll ...Gomawo~

Dan buat yang sudah nyempetin berkunjung untuk membaca Terimakasih juga ~

Maaf untuk typo Sekali lagi dinda masih baru alias amatir mohon dimaklumi dan mohon bantuannya :-D Kritik maupun saran dari para readers akan saya terima dengan baik

So,See you next chap...

Please review...

Next up : LOOK AT ME