e)(o
You're Ruining My Life
Saranghaexo
Warning : YAOI, BOYS x BOYS,gay area, Boys Love
TYPO(S), NO PLAGIAT, NO JUDGE
Genre : Romance, drama, school life
Main Cast: Park Chanyeol x Byun Baekhyun
and Other Cast
Happy reading!
"Dasar jorok!"
"Siapa yang membuat lantai sekotor ini huh? Hey ayo jaw-"
"Yaa! Kau jangan menghalangi kerjaanku bodoh, minggir sana!" Teriak namja mungil yang sedang mengepel lantai kelasnya yang sangat kotor bekas jejak sepatu yang menginjak tanah becek.
"Hey, Pagi-pagi kau sudah marah-marah, apa kau datang bulan huh?" balas jongdae atau Chen yang sedang bersandar di dinding tak jauh dari baekhyun yang mengepel lantai.
"M-MWO? APA KATAMU? HEY TUTUP MULUT ONTAMU ITU SEBELUM AKU SUMPAL DENGAN SAPU PEL INI!" Baekhyun tak terima dikatakan datang bulan seperti itu, dia kan namja.
"Kau! lanjutkan mengepel lantai ini, aku tak bisa melanjutkan karena kau telah merusak mood ku, kau harus menyelesaikan ini sebelum pelajaran pertama dimulai, aku akan kekantor guru untuk mengambil buku paket dari Yuri ssaem " Ucap baekhyun ragu sambil memberikan sapu pel pada jongdae, karna baginya jongdae sahabatnya itu sangat ceroboh sekali. Namun ia tetap menyerahkan sapu pel itu karena ia tak punya mood lagi untuk melanjutkan.
"YAA BYUN BAEKHYUN! KENAPA HARUS AKU?! YASUDAH LAH, KAU URUS SANA GURU KESAYANGAN MU ITU!" Teriak Jongdae pada Baekhyun yang berlari keluar dari kelas, meninggalkan Jongdae yang mengumpat panjang.
Setelah menyerahkan sapu pel kepada jongdae, ia langsung bergegas ke kantor guru untuk membantu Yuri seonsaengnim membawa buku paket yang akan dipelajari pada pelajaran pertama nanti, itu adalah pekerjaan rutinnya sebelum memulai pelajaran dengan Yuri seonsaengnim karena ia adalah sekretaris kelas. Padahal masih banyak yeoja dikelasnya, namun entah kenapa ia terpilih menjadi sekretaris ia masih bingung.
-You're Ruining My Life-
"annyeong Yuri ssaem, saya akan mengambil buku paket yang ada dimeja anda" ucap Baekhyun sambil menunjuk buku paket yang ada diatas meja gurunya yang cantik dan beribawa itu.
"ah ya, silahkan baekki" sahut gurunya sambil memperbaiki tatanan rambutnya dicermin.
Yuri ssaem adalah salah satu guru yang sangat baik padanya, karena ia menyayangi Baekhyun seperti adiknya sendiri. Jika mereka bardua bergabung tanpa ada orang lain, mereka akan seperti kakak dan adik sesungguhnya.
Mereka juga sering bertemu di luar sekolah, seperti cafe sekedar untuk membahas hal-hal kecil bersama adiknya yang bernama Yoona, juga bersekolah di KHS dan berada dikelas 3-1.
Panggilan Baekhyun juga berubah , dia menggunakan panggilan 'noona' , tidak lagi 'ssaem' jika sudah tak lagi berada dilingkungan sekolah, bahasa informal tepatnya.
Mereka akan menggunakan bahasa formal ketika ada guru dan murid lain disekitarnya, agar kedekatan mereka tak terlalu kentara sebagai Guru dan Murid.
"Ne, saya duluan kekelas ssaem" ucap Baekhyun sambil membungkuk kearah Yuri,Yuri mengangguk. kemudian ia langsung keluar menuju pintu keluar kantor guru sebelum Yuri ssaem memanggilnya.
"Baekki jamkkan man, kau kekelas bersamaku saja ada beberapa hal yang inginku bicarakan denganmu" ucap Yuri sambil berjalan menuju kearah Baekhyun.
"Nde ssaem" sahut baekhyun sambil menunggu Yuri yang menuju kearahnya.
You're Ruining My Life
Jam pertama di Kyunghee High School (KHS) telah dimulai, koridor-koridor telah sepi tak ada lagi murid atau guru yang berlalu lalang dikoridor , kecuali Baekhyun dan Yuri yang berjalan bersisian dikoridor menuju kelas 3-3, kelas Baekhyun.
Yuri berbicara mengenai peraturan kelas 3-3 yang baru karena Yuri adalah wali kelas dari kelas 3-3, banyak peraturan kelas yang harus diperbaharui.
"oh iya Baek, apakah kau mengenal Byun Chanyeol, murid tingkat 1 yang pintar dan juga sangat tampan itu? Kebetulan marganya juga sama denganmu" Yuri tiba-tiba keluar dari topik pembicaraan awal dan parahnya ia menanyakan tentang makhluk aneh yang membuat hidupnya menderita itu, membuat ia tersedak air ludahnya sendiri.
"Yak kau kenapa Baekki? " Tanya Yuri cemas sambil menepuk-nepuk puggung Baekhyun yang masih terbatuk-batuk.
"A-a-ni-yaa Noo-na aku sama sekali tak mengenalnya" Jawab Baekhyun terbata-bata. Dia tak ingin ada orang lain mengetahui perihal hubungannya dengan Chanyeol, dia benci Chanyeol. Harusnya ia memang tak pernah mengenal Chanyeol.
Bahkan teman-temannya pun menganggap Baekhyun adalah anak tunggal dari Tuan Byun. Ia menyembunyikan fakta bahwa ia mempunyai seorang adik kandung yang selalu membuatnya menderita.
"Yasudahlah jika kau tak kenal Baekki, tapi aku hanya menceritakan bahwa dia adalah murid yang sangat tampan yang pernah aku temui disekolah ini setelah Wu Yifan, dia baru 2 bulan bersekolah disini tapi sudah terkenal" Ucap Yuri dengan mata berbinar.
"ahh tampan sekali~ seandainya aku seumuran dengannya aku akan mengajaknya kencan" Ucapan Yuri membuat Baekhyun memutar bola mata kesamping tanpa diketahui oleh Yuri.
"atau tidak aku akan menjodohkannya dengan Yoona" ucap Yuri lagi sambil terkikik.
"Noona tak akan mengatakan itu jika noona mengetahui perilakunya yang sebenarnya, percayalah" ucap Baekhyun enteng, ia melupakan perkataannya tadi bahwa ia sama sekali tidak mengenal Chanyeol.
"kau barusan bilang apa Baek? Kau mengatakan itu seperti kau telah mengenalnya bertahun-tahun, tapi tadi kau mengatakan padaku kalau kau sama sekali tak mengenalnya, kau mengenalnya kan?" ucap Yuri dengan berbinar.
"A-aniya no-ona, serius aku tidak mengenal Byun Chanloy yang noona bilang, serius Aku hanya menebak-nebak saja, kita tidak bisa menilai orang hanya dari covernya Noona" Ucap Baekhyun dengan cepat sambil mengangkat dua jarinya berbentuk v didepan wajah Yuri.
Baekhyun sengaja mengucapkan nama Chanyeol dengan salah, supaya kebohongannya tidak terlalu kentara.
"Namanya Chanyeol bukan Chanloy Baekki sayang, Yasudah ayo cepat bergegas kita akan memulai pelajaran, yang lain sudah menunggu" Ucap Yuri tegas pada Baekhyun. Ia melupakan batasannya dengan Baekhyun sebagai muridnya dilingkungan sekolah.
"Nde ssaem" ucap Baekhyun nyengir, ia kembali memanggil Yuri 'ssaem'. Yuri lebih dahulu berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih menyengir.
"Dasar mulut yang tak bisa dikontrol, untung ini mulutku" batinnya sambil menepuk pelan mulutnya. Lalu bergegas menyusul Yuri yang sudah jauh meninggalkannya.
You're Ruining My Life
Baru saja Yuri muncul didepan pintu kelas 3-3, Ia sudah disambut sukacita oleh para murid-murid dikelas dangan sorak sorai namja riuh. Selalu begitu jika Yuri memasuki kelas 3-3, selain baekhyun ia juga adalah guru favorit murid namja maupun yeoja . maka tak sedikit murid yang iri dengan kedekatan Baekhyun dan Yuri.
"Annyeonghaseyo Yuri Ssaem" Itu Kim Joonmyeon atau Suho si guardian angel. julukannya menempel karena senyumannya yang sangat menawan, layaknya malaikat subuh. Yang juga dia adalah ketua kelas di 3-3.
"Ssaem, anda bening seperti biasa bahkan sekarang terlihat lebih bening " itu Kim Jongin alias Kai yang memang tampan dan berkulit tan, minus otak yang mesum.
"Yaa! Kau sama saja bilang Ssaem itu tidak memakai busana huh, bening-bening itu otakmu, tidak berisi kosong semua!" itu Do Kyungsoo, namja bermata bulat yang berteriak kearah Jongin, entah apa sebabnya ia mengumpat seperti itu, yang jelas setiap Jongin memuji wanita ia selalu marah. Tapi jangan salah, ia juga tergolong namja favorit di KHS tidak salah banyak yeoja dan para seme yang mengejarnya, namun ia selalu menolak entah apa sebabnya.
"tutup mulutmu BURUNG HANTU! mau aku bilang apapun pada Yuri ssaem yang cantik ini terserahku, kenapa kau yang sewot huh!" balas Jongin tak mau kalah.
"Yaak diam kalian, sudah jangan meribut terus, seperti suami istri yang meributkan kreditan panci saja!" seru Jongdae yang membuat Jongin dan Kyungsoo diam seketika.
"ucapanmu manjur sekali Chen, ada apa ya diantara mereka, sensitive sekali dengan ucapanmu itu" bisik keras Kim Minseok alias Xiumin yang duduk disebelah Chen. Namja berwajah seperti hamster tersebut langsung terdiam karena mendapat tatapan death glare dari Jongin dan Kyungsoo.
"Mianhee Kyungie, Jongin hehehe" ucap Xiumin terkikik acuh kemudian memalingkan wajahnya dari dua orang yang masih menatapnya tajam.
Yuri hanya tersenyum geleng-geleng menanggapi celotehan anak-anak muridnya itu,itu juga hiburan baginya untuk meningkatkan mood pagi harinya. ia tak terlalu mempermasalahkannya asalkan itu masih didalam batasan.
Sementara di bangku baris dua didepan Jongdae dan Minseok duduk namja berparas cantik bernama Xi Luhan, ia bergerak gelisah dengan mata yang terus melihat kearah pintu dan jendela karena Baekhyun semenjak mengambil buku kekantor ia masih belum kembali menampakkan batang hidungnya.
Baekhyunie kau kemana sih? Batin luhan disela kegelisahannya.
"Ssaem, ngomong-ngomong Baekhyun kemana? Kenapa dia masih belum kembali dari kantor?" Akhirnya luhan bertanya pada Yuri.
"Oh iya, kenapa dia lama sekali, ayo cepat kau susul saja dia Luhan" Ucap Yuri .
"Nde Saem" Luhan bergegas keluar kelas.
Kenapa anak itu lama sekali ya? Batin Yuri tanpa suara.
You're Ruining My Life
"Aww a-auww noona pelan-pelan, ini sakii-iit sekali a-auww"
Namja mungil bermata sipit itu sekarang berada di ruang kesehatan KHS,namja mungil itu sedang diobati oleh Choi Sooyoung yang bertugas sebagai kepala kesehatan di KHS, karena Baekhyun mendapatkan memar di lutut dan dikeningnya.
"Kau habis ngapain sih Baekhyun, Kenapa kau bisa ceroboh seperti ini, makanya kalau jalan itu jangan terlalu tergesa-gesa, apalagi kau membawa banyak buku dipangkuanmu"
"Ne noona, aku ceroboh sekali ya sangat ceroboh" gumam Baekhyun.
Baekhyun menatap lurus dinding ruangan kesehatan itu dengan tatapan sendu. Ia kembali teringat akan kejadian yang membuatnya seperti ini.
FLASHBACK ON
"Dasar mulut ku yang tak bisa dikontrol, untung ini mulutku" batinnya sambil menepuk pelan mulutnya. Lalu bergegas menyusul Yuri yang menuju kelasnya.
Namja mungil itu berjalan menyusuri koridor dengan santai, supaya buku-buku ditangannya tak jatuh berserakan. Ia bersiul pelan , koridor sepi sekali hanya terdengar tapak sepatunya yang beradu lantai. Ia terus berjalan .
Baekhyun mendengar suara tapak sepatu lainnya dikoridor, itu bukan tapak sepatunya. Lalu ia memutar kepala kesamping, Mata Baekhyun membulat, yang ia lihat sekarang adalah seseorang yang ia kenal. Jadi ia langsung mempercepat langkahnya menuju kelas, sebelum Baekhyun sempat menghilang dibalik koridor, Chanyeol mendekat dan menyenggol bahu Baekhyun dengan keras .
"Yaaa! Apa-apaan ka- ayaaaaaak !-"
Bagaikan adegan slow motion, Baekhyun kehilangan keseimbangan, jatuh dalam keadaan berlutut dan kepalanya menabrak sudut dinding koridor dengan keras, semua buku-buku yang ia bawa berhamburan dan jatuh berserakan dilantai. Ia meringis kesakitan karena kepala nya terantuk keras, dan lututnya terhempas keras kelantai.
Dalam amarah mendidih ia segera bangkit dan mendorong dada Chanyeol dengan keras. Melupakan rasa sakitnya yang telah tertutupi oleh amarah. Api dan asap imajiner menampakan diri disekitar kepala namja mungil itu, lalu berteriak lantang didepan wajah Chanyeol.
Chanyeol mundur beberapa langkah akibat dorongan keras Baekhyun pada dadanya. Namun dia tak menggubris, melawan ataupun membalas balik dorongan Baekhyun, Ia hanya memasang wajah datar,menatap kening Baekhyun yang sedikit mengeluarkan darah.
Ia mengangkat sebelah tangannya untuk mengusap darah di kening Baekhyun sebelum yang kecil memukul tangannya.
"YAA! JANGAN PERNAH MENYENTUHKU! SEBENARNYA APA MASALAHMU DENGAN KU KEPARAT?! DASAR TIDAK TAHU DIRI! APA YANG KAU INGINKAN DARI KU HUH? "
Baekhyun menunjuk-nunjuk wajah Chanyeol emosi. Sementara Chanyeol hanya diam menatap Baekhyun yang sudah merah padam.
"AKU, HANYA-INGIN- SELALU- MEMBUATMU -MENDERITA" Jawab Chanyeol menekankan satu persatu kata dengan nada dingin.
Ucap Chanyeol dengan suara berat khas-nya, ditambah raut wajah yang datar membuat Baekhyun bergidik. Setelah mengucapkan itu Chanyeol berlalu meninggalkan Baekhyun yang terpaku.
"Kejam"
Hanya kata itu yang keluar dari mulut seorang namja mungil yang tengah terisak menahan air mata agar tak tumpah. Ia tak ingin terlihat lemah, apalagi jika namja yang telah menabraknya itu melihatnya menangis.
Namun tanpa Baekhyun sadari seorang namja berkulit putih pucat, berwajah bak tokoh anime, Oh Sehun berdiri menyaksikan semuanya tak jauh dari Baekhyun berada.
"siapa namja itu?"
FLASHBACK OFF
You're Ruining My Life
TAP… TAP…
TAP… TAP…
Ditengah keheningan koridor seorang namja cantik berlari kecil dengan mata yang tak berhenti menelisik keseluruh penjuru koridor, ia berhenti sebentar untuk mengisi pasokan udara pada paru-parunya yang sesak, membungkuk dan menyangga tubuhnya pada lutut. Ngos-ngosan karena semenjak keluar dari kelas ia memang berlari-lari mencari sahabatnya itu. Lalu ia melanjutkan mencari Baekhyun.
"Baekhyuniee kau dimana? Baekhyunieee"
"Yaa! Baekhyuniee? Baekhyu-" Luhan berteriak sambil berjalan mundur.
BRAK
"AUWW, KAU TAK PUNYA MATA HAH!" / "ARGHH, KALAU JALAN ITU LIHAT-LIHAT!"
Sehun dan Luhan bertabrakan diujung koridor, jatuh serentak saling membelakangi, lalu mereka memutar kepala masing-masing kebelakang untuk mengetahui siapa yang tertabrak dan saling berpandangan.
"SEHUN?" / "LUHAN?"
"KAU TIDAK BELAJAR?" / "KAU KENAPA ADA DISINI?"
Hening.
Sehun dan Luhan berdiri, menepuk-nepuk kecil pakaian mereka dari debu lantai yang menempel. Dihinggapi rasa penasaran mengapa masing-masing tidak berada dikelas padahal sekarang jam pelajaran sedang berlangsung.
"kau kenapa tidak belajar Sehun?" Tanya Luhan sambil menatap Sehun dari atas kebawah.
"belajar itu membosankan" jawab sehun enteng.
"aisshh, dasar pemalas" Luhan memutar bola matanya mendengar jawaban Sehun.
"lalu kau bagaimana?apakah kau belajar? kalau belajar kenapa kau berkeliaran disini?"
"Oh iya, aku sedang mencari Baekhyun, ia belum masih masuk kekelas setelah mengambil buku dari kantor" Luhan menyengir menampakkan gigi putihnya tersusun rapi.
Luhan melupakan tujuannya mencari Baekhyun, karena insidennya tertabrak dengan Sehun.
"Kau sejak tadi berkeliaran di koridor, apa kau melihat Baekhyun?"
"Ne, kajja ikut aku" jawab Sehun sambil berjalan mendahului Luhan.
-You're Ruining My Life-
"Luhanie? "
"kenapa kau bisa ada disini uh,Pasti kau terpeleset lagi ya? Dasar ceroboh" gerutu Luhan sambil melihat kening dan lutut Baekhyun yang sudah dibalut plester.
"aku yang terluka kau yang sewot, Luhanie kau perhatian sekali"
"oh iya, tadi aku kesini dengan Sehun, dia kemana kok tidak masuk sih, Sehun Oh sehun ayo cepat masuk!" teriak Luhan dari dalam ruangan memanggil Sehun.
Akhirnya Luhan bergegas keluar dari ruangan kesehatan, karena Sehun masih tak muncul-muncul juga.
"Yaa! Oh Sehun kau ayo mas-"
Ucapan Luhan terhenti ketika Ia tak melihat Sehun di koridor. Hanya hembusan angin yang menyapanya dikoridor.
"aissh anak itu kemana sih, kenapa malah pergi?" batin Luhan.
Sementara diruangan kesehatan Baekhyun kembali teringat akan kejadiannya tadi, kenapa Chanyeol tidak pernah berhenti untuk membuatnya menderita. Syukurlah dia masih berada ditingkat satu, dan teman-temannya tidak akan mengetahui masalahnya dengan Chanyeol,dan mereka juga tidak mengenal Chanyeol dan setelah satu tahun ini, Baekhyun akan terbebas dari cengkeraman Chanyeol. dan Ia akan melanjutkan pendidikan ke Universitas walaupun kemungkinan untuk tinggal sendiri masih diragukan izinnya.
Tapi masih ada yang mengganggu pikirannya saat ini, walaupun Chanyeol itu tingkat satu, tak menutup kemungkinan ia akan mengenal teman-teman Baekhyun. Secara Chanyeol itu termasuk Namja yang terkenal, dan berita tentang Chanyeol akan sampai ketelinga teman-temannya.
"Baekhyunie, Sehun- S-sehun, aku tidak melihatnya diluar, sepertinya dia sudah pergi" suara Luhan menginterupsi lamunan Baekhyun.
Baekhyun yang sedang melamun segera kembali kesadarannya,berterima kasihlah pada Luhan yang telah menginterupsi acara lamunan Baekhyun sehingga tak menambah fikiran negative Bakhyun.
"Baekhyuniee.." ucap Luhan sambil menggembungkan pipinya imut, namun Baekhyun yang melihatnya langsung bergidik.
Baekhyun memandang kearah Luhan yang duduk didekatnya. Ia merasakan ada gelagat aneh dari Luhan, Baekhyun waspada dan Baekhyun menebak Luhan akan meminta sesuatu yang merepotkan Baekhyun nantinya. Dan tebakan Baekhyun memang benar.
"Wae? " sahut Baekhyun, ia menatap Luhan waspada.
"Baekhyuniee bawa aku kerumahmu, Kau sudah lama tak membawaku kerumahmu, ayolaah Baekhyuniee, tiap kali aku meminta kau tak pernah mengijinkan, jadi kali ini tak ada penolakan, lagian sekarang kau dan aku diperbolehkan untuk izin" ucap Luhan sambil memasang wajah puppy eyes.
"Shireo! Andwae, jangan sekarang Luhanie aku tak bisa" ucap Baekhyun memalingkan mukanya kearah lain, selain kearah Luhan.
Baekhyun tak bisa membawa teman-temannya termasuk Luhan kerumah, karena itu akan membuat rahasianya terbongkar, Baekhyun belum siap untuk menceritakan semuanya pada teman-temannya, karena ia takut teman-temannya akan pilih kasih dan akan berteman dengan Chanyeol seperti dengan orangtuanya yang pilih kasih, karena yaah Chanyeol itu sempurna. Ia tak akan membiarkan semua itu terjadi.
Sementara kelebihan yang ia miliki hanyalah modal otak jenius, dan masalahnya Chanyeol juga memilikinya. Untunglah mereka berbeda tingkat sekolah, jika Chanyeol setingkat dengannya bahkan satu kelas, maka HABISLAH BAEKHYUN.
Terakhir kali ia membawa teman-temannya kerumah, ia bisa mengabulkan keinginan teman-temannya, karena pada saat itu orangtuanya dan Chanyeol pergi menghadiri acara event perusahaan ayahnya di Jeju selama tiga hari,mereka meninggalkan Baekhyun dengan alasan supaya ada pemilik rumah yang tinggal, memangnya Baekhyun security apa?
Dan Baekhyun mengajak teman-temannya untuk menginap dirumahnya. Ia tak perlu persetujuan orangtuanya karena itu memang rumahnya juga. Sangat aneh kalau orangtuanya melarang.
"Yaa! Baekhyuniee, terakhir kali kau mengajakku itu kita masih berada ditingkat 2 sudah lama sekali, bawa aku saja ya ya, aku tidak akan membocorkan kepada yang lain, Jebal .. Jebal Baekhyunie ku " Luhan mengedip-ngedipkan matanya dan menggosok-gosokan telapak tangannya pada Baekhyun.
Ia tak masalah dengan Luhan, lagian dia setelah ini memang diharuskan pulang, dan orangtuanya sedang tak berada dirumah.
"N-ne,tapi dengan satu syarat" ucap Baekhyun sambil mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Luhan.
"apa?"
"Kau harus pulang sebelum jam sekolah usai, tak ada penolakan Luhanie" ucap Baekhyun tegas.
"Ne ne ne, oh iya aku akan mengurus surat izinmu dulu, Kau tunggu disini jangan kemana-mana, nanti kau terpeleset lagi" Luhan terkikik, dan beranjak pergi meninggalkan Baekhyun yang duduk diatas ranjang.
Disaat keheningan menghampirinya, ia selalu melamun. Melamun tentang bagaimana kejahatan yang selama ini telah Chanyeol lakukan padanya. Chanyeol yang selalu membuatnya menangis terisak dalam diam, menggelung diri didalam selimut agar tangisannya yang mengiris hati tidak didengar siapapun dirumah itu. Chanyeol membuatnya sering mengurung diri didalam kamarnya tanpa ada perhatian orangtuanya. Jikapun ada, itu hanyalah ajakan Eomma nya yang mengajak makan malam setelah lama mengurung diri dikamar.
Hanya sedikit perhatian yang diberikan padanya, tak seperti Chanyeol yang selalu dimanja oleh orangtuanya. Perhatian orangtuanya pada Baekhyun hanyalah sekedar bumbu-bumbu pelengkap supaya masih terlihat seperti orangtua yang baik.
Tanpa ia sadari airmata yang sejak tadi namja mungil itu tahan akhirnya tumpah, bagaikan sungai yang menghiasi wajah indahnya yang mendung,dan jatuh membasahi seragam sekolahnya.
You're Ruining My Life
"Ige mwoya?" ucap namja berperawakan tubuh tinggi, mata bulat seperti kelinci, bibir kissable yang mengeluarkan suara baritone seksi yang khas.
Chanyeol sekarang berada di kantor administrasi KHS, Chanyeol dipanggil oleh Sunny ssaem untuk mengurus dokumen-dokumen Chanyeol.
"Kau langsung dinaikan ketingkat 3 tanpa harus menyelesaikan tingkat 1 dan 2 mu" ucap Sunny sambil menyusun dokumen yang akan diisi oleh Chanyeol.
"M-MWO? " Chanyeol sontak terkejut, dan mengundang perhatian guru-guru lain diruangan itu.
"Kau murid yang sangat jenius nak,dan kau berhak mendapatkannya" Sahut Kyuhyun, yang juga guru bagian administrasi.
"Jeongmal? Tapi apakah aku bisa melalui nya? Aku bahkan masih 2 bulan berada disekolah ini" ucap Chanyeol sambil menuntut penjelasan dari Kyuhyun.
"melihat cara belajar dan prestasi yang selama ini kau capai kau pasti bisa nak" jawab Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pundak Chanyeol.
"Kau bahkan sudah sama jeniusnya dengan Byun Baekhyun Si juara sekolah bertahan" mata Chanyeol membulat mendengar penuturan Kyuhyun.
Sunny ssaem yang duduk dihadapan namja yang berbeda usia itu hanya tersenyum manis mendengarkan pembicaraan itu.
"oh satu lagi, Chanyeol kau akan menempati kelas 3-3, segera persiapkan dirimu untuk bertemu dengan Baekhyun, dia akan menjadi saingan terberatmu nak" ucap Sunny sambil menyerahkan semua dokumen kepindahan Chanyeol. Lagi-lagi mata Chanyeol membulat lebih besar.
"Nah sekarang kau boleh kembali kekelasmu untuk mengucapkan perpisahan pada teman-temanmu, lalu kau boleh pulang, besok kau akan memulai kelas barumu. Selamat Chanyeol" ucap Sunny berwibawa.
"N-nde ssaem, Gomapseumnida" Chanyeol membungkuk kearah Sunny dan Kyuhyun, dan langsung bergegas keluar dari ruangan itu.
"ini adalah keputusan yang tepat, dia itu memanglah sangat jenius" ucap Sunny tersenyum.
"Apa sih yang dikonsumsinya hingga tumbuh tinggi dan cerdas seperti itu" sahut Kyuhyun geleng-geleng kepala.
"dan dia juga sangat tampan" Sunny terkikik dengan ucapannya sendiri.
"Yaa! Sunny-ya , Kau harus ingat umur untuk mengatakan itu" Ucap Kyuhyun mengundang gelak tawa guru diruang itu, membuat guru muda itu cemberut seketika.
You're Ruining My Life
Bunyi cipratan air dikolam renang membelah keheningan kediaman Byun. Terlihat dua namja dengan tubuh atas terbuka dan menampakan punggung mulus keduanya yang indah. Mereka sedang bermain tembak-tembakan menggunakan pistol air, sungguh kekanakkan sekali.
"Yaak Baekhyunie kau jangan menembak mataku!" teriak Luhan,Luhan mengusap matanya.
Namun yang diteriaki hanya memeletkan lidahnya kesosok yang ia tembak. "mianhe Luhanie"
Sudah dua jam mereka bermain air dikolam itu sampai namja mungil bermata sipit itu menginterupsi kesenangan namja yang masih bermain dikolam.
"Luhaniee ayo cepat naik keatas kita harus membersihkan diri ayo cepat!" ucap Baekhyun disertai kibasan tangan pada Luhan.
"Wae? Kenapa cepat sekali, aku masih belum puas Baekhyuniee" rengek luhan yang masih keukeuh didalam air.
"perasaanku tak enak, ayo cepat kau naik keatas, dan jangan lupa meminum jus ini ne?" ucap Baekhyun.
"Arraseo Tuan muda Byun yang terhormat" ejek Luhan sambil keluar dari dalam kolam.
"Yaa! Sudah kubilang beberapa kali, kau jangan memanggilku seperti itu Xi Luhan!" gerutu Baekhyun, sahabatnya yang satu ini gemar sekali memanggil Baekhyun seperti itu, Baekhyun sangat tak menyukai panggilan itu, karena terdengar m-e-n-j-i-j-i-k-a-n.
You're Ruining My Life
Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata, membelah jalanan Seoul dengan gagah, mobil Mercedes Benz-nya yang dihadiahkan oleh Appanya sebagai di hari ulang tahunnya.
"oh satu lagi, Chanyeol kau akan menempati kelas 3-3, segera persiapkan dirimu untuk bertemu dengan Baekhyun, dia akan menjadi saingan terberatmu nak"
Chanyeol menghela nafas sesekali. Terkadang ia mencengkeram keras setir kemudinya. Pandangannya menatap lurus pada jalanan didepan. Ia kembali teringat pembicaraannya dengan Sunny ssaem. Bahwa ia akan dinaikkan ke tingkat3. Tapi itu bukanlah masalah baginya, karena iya yakin pasti orangtuanya akan bangga dengannya. Yang menjadi masalah baginya adalah apa yang harus ia rencanakan untuk Baekhyun, karena ini akan menjadi permainan yang menarik baginya.
Entah apa reaksi Baekhyun nantinya setelah ia mengetahui bahwa ia akan berada satu kelas dengannya. Dan itu adalah kesempatan besar bagi Chanyeol untuk membuat Baekhyun lebih menderita. Ia menyeringai membayangkan bagaimana tersiksanya Baekhyun nantinya. Membayangkannya saja Chanyeol tidak sabar untuk menempati kelas yang akan membuat misinya berjalan lebih lancar. Ia melirik dokumen-dokumennya di jok penumpang disamping kemudinya.
"berbahagialah kau Baekhyun" ia menyeringai.
Chanyeol mempercepat laju mobilnya, ia tak sabar untuk tiba di kediamannya dan menghempaskan diri di kasurnya yang empuk.
You're Ruining My Life
Sosok dua namja sedang duduk bersantai di kamar tidur Baekhyun yang besar, Mereka sedang menonton televisi berlayar besar yang sedang menampilkan drama kolosal di zaman Goryo.
"Yaak! kwenwapwa mwerweka dijwodohkan sih? Twak aswik" Baekhyun menggerutu sambil terus mengunyah camilan yang ada ditangannya.
"habiskan dulu makananmu dulu Baekhyunie, kau jorok sekali" Luhan meringis melihat makanan yang menyembur dari mulut Baekhyun.
Selang beberapa lama, Luhan beranjak dari kamar Baekhyun menuju dapur, ia ingin mengambil tambahan camilan yang ada di dalam kulkas.
"Baekhyunie ini punya siapa? Kenapa besar sekali sih?" Luhan kembali dari dapur dengan hoodie bergambar rilakkuma besar berwarna coklat ditubuhnya yang membuatnya terlihat tertelan oleh hoodie tersebut.
"Yaak! Luhanie kau jangan sembarangan memakai barang oranglain, ayo cepat lepas!" Baekhyun melotot kearah Luhan, membuat Luhan terpaksa melepas hoodie yang nyaman itu dari tubuhnya.
"hoodienya wangi sekali , uummmm.." ucap Luhan sambil mendekatkan hidung mancungnya ke hoodie yang beraroma maskulin.
"Yaak jangan dicium, itu busuk!"
"ini wangi tau! Lebih wangi daripada parfummu yang beraroma strawberry itu!"
"Yaa! Kenapa kau membanding-bandingkan parfumku!?" teriak Baekhyun tak terima parfum strawberrynya dibanding-bandingkan dengan parfum makhluk licik itu.
"tapi ini punya siapa Baek? Ini pasti bukan punya kau, badan kau kan kecil"
"Yaak jangan mengejekku! Itu memang punyaku, aromanya berbeda denganku karena itu parfum Appaku, aku ingin mencoba-cobanya sedikit, tapi akhirnya aku ingin mencucinya karena busuk" bohong Baekhyun.
TIN …
TIN…
TIN…
"Suara klakson mobil? Bukannya Appa dan Eomma sekarang sedang ada urusan keluar kota,kenapa mereka pulang lebih awal?" gumam Baekhyun.
Ditengah kebingungannya namja mungil itu segera melihat mobil yang menuju pekarangan rumahnya melalui balkon kamarnya. Matanya membulat, Itu adalah mobil Chanyeol.
"Andwae ! andwae ! Luhanie tidak boleh mengetahui siapa Chanyeol, ottokhae?!" ditengah kepanikannya Baekhyun berlari masuk kedalam rumahnya dan berteriak pada Luhan yang sedang nikmat bersantai untuk cepat mengemasi barang-barangnya.
"Luhanie! Yaak cepat kemasi barang-barangmu! Tidak ada penolakan!" ucap Baekhyun panik sambil membantu Luhan mengemasi barang-barangnya.
.
.
TBC
.
.
Fast Update -
ini chapter 1 nya, yang mana chapter kemaren adalah prolognya, mian masih dikit moment Chanbaek nya. Maafkan aku gabisa update chapter ini lebih panjang.
Guys, aku mau rekomendasi ff baru aku judulnya 'Let's go to Hell Together' bergenre mystery, silahkan dibaca (Okay, aku sekalian promosi kkkk)- Gomawo.
MIND TO REVIEW?
Gomawo, annyeonhaseyo Chingudeul💋💜💙
Saranghaexo
