Previous chapter

Sosok dua namja sedang duduk bersantai di kamar tidur Baekhyun yang besar, Mereka sedang menonton televisi berlayar besar yang sedang menampilkan drama kolosal di zaman Goryo.

"Yaak! kwenwapwa mwerweka dijwodohkan sih? Twak aswik" Baekhyun menggerutu sambil terus mengunyah camilan yang ada ditangannya.

"habiskan dulu makananmu dulu Baekhyunie, kau jorok sekali" Luhan meringis melihat makanan yang menyembur dari mulut Baekhyun.

Selang beberapa lama, Luhan beranjak dari kamar Baekhyun menuju dapur, ia ingin mengambil tambahan camilan yang ada di dalam kulkas.

"Baekhyunie ini punya siapa? Kenapa besar sekali sih?" Luhan kembali dari dapur dengan hoodie bergambar rilakkuma besar berwarna coklat ditubuhnya yang membuatnya terlihat tertelan oleh hoodie tersebut.

"Yaak! Luhanie kau jangan sembarangan memakai barang oranglain, ayo cepat lepas!" Baekhyun melotot kearah Luhan, membuat Luhan terpaksa melepas hoodie yang nyaman itu dari tubuhnya.

"hoodienya wangi sekali , uummmm.." ucap Luhan sambil mendekatkan hidung mancungnya ke hoodie yang beraroma maskulin.

"Yaak jangan dicium, itu busuk!"

"ini wangi tau! Lebih wangi daripada parfummu yang beraroma strawberry itu!"

"Yaa! Kenapa kau membanding-bandingkan parfumku!?" teriak Baekhyun tak terima parfum strawberrynya dibanding-bandingkan dengan parfum makhluk licik itu.

"tapi ini punya siapa Baek? Ini pasti bukan punya kau, badan kau kan kecil"

"Yaak jangan mengejekku! Itu memang punyaku, aromanya berbeda denganku kaena itu parfum Appaku, aku ingin mencoba-cobanya sedikit, tapi akhirnya aku akan mencucinya karena busuk" bohong Baekhyun.

TIN …

TIN…

TIN…

"Suara klakson mobil? Bukannya Appa dan Eomma sekarang sedang ada urusan keluar kota,kenapa mereka pulang lebih awal?" gumam Baekhyun.

Ditengah kebingungannya namja mungil itu segera melihat mobil yang menuju pekarangan rumahnya melalui balkon kamarnya. Matanya membulat, Itu adalah mobil Chanyeol.

"Andwae ! andwae ! Luhanie tidak boleh mengetahui siapa Chanyeol, ottokhae?!" ditengah kepanikannya Baekhyun berlari masuk kedalam rumahnya dan berteriak pada Luhan yang sedang nikmat bersantai untuk cepat mengemasi barang-barangnya.

"Luhanie! Yaak cepat kemasi barang-barangmu! Tidak ada penolakan!" ucap Baekhyun panik sambil membantu Luhan mengemasi barang-barangnya.

. . .

. .

.

e)(o

Saranghaexo

present

You're Ruining My Life

e)(o

Warning : YAOI, Boys x Boys,gay area, Boys Love

TYPO(S), NO PLAGIAT, NO JUDGE

Genre : Romance, drama, school life

! belum memasuki rated M/NC

Main Cast : Byun Baekhun x Park Chanyeol,

Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo, Kim Jongdae, Kim Minseok, Kim Junmyeon, Zhang Yixing, Wu Yifan, Huang Zitao.

Yuri (GG), Yoona (GG)

"Waegeurae? Yaa benar-benar kau mengganggu acara bersantaiku, kenapa kau tiba-tiba menyuruhku pulang, ada apa sih Baekhyunie?!" ucap Luhan sambil memasang tasnya dibantu Baekhyun.

Kenapa dia pulang cepat sekali sih? bukannya jam pelajaran belum selesai? Batin Baekhyun.

. . .

. .

.

TIN …

TIN…

TIN…

Mobil mewah Chanyeol berbunyi, menandakan bahwa pemiliknya sudah tiba dikediaman agar security membukakan gerbang rumahnya. Setelah turun dari mobil ia segera masuk kerumah dan melangkah menuju dapur untuk melepas dahaga.

ketika ia akan berjalan meninggalkan dapur ia melihat dua orang namja yang sama mungilnya sedang berjalan munuruni tangga, lantas ia langsung bersembunyi dibalik dinding bukan karena ia takut diketahui keberadaannya, namun karena gerak-gerik dua namja itu mencurigakan sekali seperti maling.

Chanyeol penasaran dengan apa yang dilakukan Baekhyun dan temannya itu, maka ia diam-diam mengikuti mereka yang berjalan menuju pintu kecil gerbang. Setelah berhenti dijendela terdekat yang menghadap langsung kemereka, ia memperhatikan dua orang tersebut dengan mata menyipit.

Ternyata yang ia lihat hanya satu orang yang keluar dari pintu tersebut, ia melihat Baekhyun melambaikan tangannya pada temannya dan kembali masuk kerumah. Ketika Baekhyun berjalan didekat persembunyian Chanyeol, tiba-tiba ia menghadang jalan Baekhyun.

Baekhyun berhenti dan menatap orang tinggi didepannya dengan tatapan-minggir dari hadapanku. Chanyeol tak bergeming, diangkatnya satu alisnya dan menarik sudut bibir membentuk seringaian. Baekhyun kesal, ia hanya ingin lewat namun orang aneh ini dengan kurang ajar mencegatnya. Sebelum sempat kakinya mendarat di tulang kering Chanyeol, Chanyeol dengan cepat melompat kesamping menghindari cederanya kakinya akibat tendangan Baekhyun.

Melihat ada kesempatan untuk kabur, Baekhyun segera lari namun belum sempat menjauh kakinya segera ditungkai Chanyeol membuatnya tersungkur kelantai. Ia berdiri, menunjukkan muka merah padamnya yang menahan amarah "APA SEBENARNYA MAUMU ADIK KECILKU?" Baekhyun mengejek Chanyeol dengan mata melotot, tangannya sekarang tengah mengepal supaya ia bisa menahan agar tak meninju muka Chanyeol, ia geram.

"Adik? Biar umurku kecil tapi aku tumbuh dengan sempurna, dibandingkan denganmu apa yang bisa kau banggakan pendek? Dengan tubuh kecil seperti itu siapa yeoja yang mau dipasangkan denganmu, wajah saja seperti wanita hahaha"Chanyeol menyeringai lebar dan menaik turunkan alisnya. Memang ia sering dikatakan adik oleh Baekhyun namun ia tetap tak suka dengan panggilan itu, seolah-olah merendahkan dirinya yang hebat ini. karena sebenarnya ia benci dengan takdir yang menetapkan Baekhyun lebih tua darinya.

Mendengar Chanyeol berucap seperti itu mata Baekhyun melotot, melipat lengannya didepan dada "Yaaa dengar, asal kau tahu dengan tubuhku yang tidak raksasa sepertimu banyak yang mengantri untuk jadi kekasihku kau tahu?" giliran Baekhyun menyeringai.

"benarkah? Kau yakin yang mengantri itu para yeoja cantik? Bukan namja gay dan lelaki hidung belang itu? Aku tidak yakin yeoja akan mau dengan namja berwajah seperti perempuan seperti kau, bisa-bisa mereka kalah saing hahaha"

Baekhun terdiam, kemudian ia menyeringai "Benarkah? Lalu mengapa dulu aku bisa memiliki pacar cantik seorang yeoja?". Pembicaraan Baekhyun memasuki tahap serius, Chanyeol terpancing. "Kau mulai memancingku? " Tatapan Chanyeol mendingin, Baekhyun mengernyit bingung- dia memancing Chanyeol? "Jika kau masih belum sadar, maka yang memancing penderitaanmu selama ini adalah kau sendiri, seandainya dulu kau bisa lebih mengerti perasaanku dan menjadi seorang kakak yang baik, semuanya tak akan jadi begini" Chanyeol berjalan meninggalkan Baekhyun, ia berhenti tepat disamping Baekhyun "seekor ikan tidak akan memakan umpan kalau tak dipancing" Chanyeol berbisik tepat disamping telinga Baekhyun, setelah itu ia menepuk pundak Baekhyun dua kali dan berlalu meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun tetap diam, ia tak membalas Chanyeol karena terkejut tentang apa yang diucapkan Chanyeol, Baekhyun tetap tak bergeming, kakinya seperti tertancap ketanah tak mampu digerakkan, matanya menatap lurus kedepan seperti memikirkan sesuatu yang sangat rumit. kembali ia tersadar dan segera bergegas menuju kamarnya, tak ingin berlama-lama dan kembali bertemu dengan Chanyeol.

..

.

Chanyeol menghempaskan tubuhnya keatas ranjang empuk-king size-nya. Rasanya benar-benar melegakankan. Ia merentangkan tangannya lebar-lebar, menutup matanya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya dan membuangnya lagi. Begitulah caranya Chanyeol menghilangkan kepenatan. Belum terlalu puas ia merilekskan tubuh, tiba-tiba matanya kembali terbuka karena dengan kurang ajarnya bayangan-bayangan masa lalunya kembali terekam diingatannya.

Chanyeol menghela nafas, sesekali menutup mata. Gara-gara pembicaraannya dengan Baekhyun membuatnya kembali dilanda kerisauan. Selama ini bukan tanpa alasan ia membuat Baekhyun menderita, dulu sebelum Baekhyun menginjak SMA, ia dan Baekhyun masih berhubungan baik layaknya adik dan kakak. namun keadaan kini telah berubah, tidak ada lagi kedamaian dan kasih sayang antara dia dengan Baekhyun, dan berhenti untuk memanggil Hyung pada Baekhyun. Kini ia hanya menganggap hubungannya dengan Baekhyun hanyalah hubungan antar manusia yang tinggal seatap saja.

Terlalu pahit kenyataan baginya untuk diakui, seandainya saja ia lebih dahulu dilahirkan kedunia dari Baekhyun, tentu kenyataan tidak akan seperti ini dan hubungannya dengan Baekhyun masih tetap berjalan dengan baik.

Atas tuntutan kejadian di masa lalu, merubah Chanyeol yang hangat dan ceria menjadi seorang yang dingin dan kasar pada Hyungnya- Baekhyun.

. . .

. .

.

Baekhyun masuk kekamarnya dengan lesu, ia bersandar pada pintu kamar kemudian merosot kelantai.

Kau mulai memancingku? Jika kau masih belum sadar, maka yang memancing penderitaanmu selama ini adalah kau sendiri, seandainya dulu kau bisa lebih mengerti perasaanku dan menjadi seorang kakak yang baik, semuanya tak akan jadi begini.

Segelintir kata-kata Chanyeol tadi membuat Baekhyun seakan menghipnotisnya, kata-kata tersebut terus terngiang-terngiang dikepalanya. Baekhyun menghela nafas, dengan lesu ia bangkit kemudian berjalan munuju meja belajarnya. Ia duduk bersandar pada kursi dan memandang sebuah photo figura yang ada dimejanya.

Baekhyun mendaratkan dadanya kemeja belajar, ia membenamkan kepalanya didalam lipatan tangannya, kepalanya terasa pusing sesekali ia menghembuskan nafas kasar. Selang beberapa menit berada dalam posisi tersebut, Baekhyun menegakkan kepalanya setelah rasa pusingnya berangsur menghilang. Baekhyun selalu pusing jika kepalanya dipaksa untuk berfikir keras, tak jarang ia sering ke UKS karena pusing akibat pelajaran yang sangat sulit.

Dan kini kepalanya pusing akibat memikirkan pembicaraan Chanyeol yang ambigu, ia masih belum menemukan titik terang, Aku memancing dia? Aku tidak mengerti perasaannya? Benarkah aku seperti itu? Batinnya.

Baekhyun merasa ia tidak pernah menyakiti adiknya itu hingga membuat Chanyeol berubah, dulu jika salah satu dari mereka ada yang merasa tersakiti, maka yang satunya lagi pasti akan langsung meminta maaf. Tapi Chanyeol dengan kurang ajarnya menyakiti Baekhyun tanpa alasan yang jelas. Kesalahan fatal apa yang membuat hubungan mereka hancur Baekhyun tak tahu, pikirannya buntu. Ia tidak bisa berfikir lebih jauh lagi, bisa-bisa kepalanya meledak.

Baekhyun mengusap permukaan photo figura didepannya pelan, menatap miris pada gambar dua namja didalam photo tersebut. Ya, difoto tersebut ada Baekhyun yang tengah digendong dipunggung Chanyeol- Adiknya yang kuat dan bertubuh lebih besar darinya. Pertumbuhan Chanyeol berkembang pesat dari Baekhyun sedari mereka kecil. Dulu sebelum ia menginjak SMA, ia dan Chanyeol sangat dekat tidak bisa dipisahkan, Chanyeol selalu manja padanya dan Baekhyun pun sama, mereka saling bergantung satu sama lain. Mata Baekhyun menyiratkan sebuah kekecewaan saat ia menatap photo itu "Hahh kenapa hahh kenapa?" ia mengusap rambutnya gusar "Apa itu hahh? bantu aku menjawabnya" ia mendesah keras.

"Kau benar-benar berubah Chan" ia berucap seakan Chanyeol yang diphoto bisa mendengarkan. "kau bukan adik kecilku yang manis lagi, kau berubah menjadi monster sekarang" ia menghela nafas, dikuasai oleh perasaan sedih. "Kesalahan apa yang dibuat Hyung mu ini? Kenapa sampai setega itu kau selama ini padaku Chanyeol" ia menggeleng dengan senyum kesedihan di wajahnya.

"KENAPA KAU BISA SEPERTI INI BAJINGAN! KAU MEMBUATKU PUSING SETENGAH MATI KEPARAT!" Baekhyun berteriak histeris didalam kamar, emosi nya tercampur aduk, hatinya merasa sedih dan marah disaat bersamaan, ia merosot kelantai kemudian ia meraih figura fotonya dan Chanyeol diatas dan melemparnya sekuat mungkin ke pintu kamar, membuat suara pecahan yang keras dengan bingkai figura tersebut patah dan kacanya pun hancur berserakan dilantai. Baekhyun sekarang tidak peduli lagi dengan sesuatu yang berhubungan dengan adiknya-Chanyeol.

Baekhyun lelah, lelah dengan penderitaannya selama ini, dan selama ini juga ia masih sanggup bersabar menghadapi Chanyeol, selama ini pula ia masih berusaha untuk mengacuhkan Chanyeol, masih meladeni Chanyeol dan bersikap seperti seorang kakak, menanggapi sikap buruk Chanyeol sebagai cara agar hubungan mereka semakin dekat. Namun kali ini ia sudah tidak sanggup lagi,ia akan belajar untuk mengabaikan Chanyeol dan bersikap seolah Chanyeol tidak pernah ada dihidupnya. Baekhyun duduk memeluk lututnya dilantai dan membenamkan kepalanya disana kemudian tanpa sadar ia menangis tanpa bersuara.

. . .

. .

.

PRANG!

Suara pecahan kaca membuat Chanyeol tersentak, ia sedang melewati kamar Baekhyun untuk menuju ke lantai satu, tanpa babibu ia langsung menuju sumber suara-kamar Baekhyun. ia membuka pintu dan matanya menangkap sesuatu yang berada didekat kakinya, ia melihat sebuah photo figura yang pecah, hatinya mencelos saat melihat keadaan figura tersebut, setelahnya Chanyeol melihat Baekhyun dalam keadaan menyedihkan memeluk lutut, badannya yang mungil semakin terlihat kecil karena posisinya yang seperti itu, juga bahunya yang naik-turun menandakan dia sedang menangis. Chanyeol menghela nafas, setelah itu Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun.

"Mianhe Hyung"

. . .

. .

.

Baekhyun berjalan menuju kelasnya, hari ini ia terlambat karena semalam ia begadang harus mengerjakan pekerjaan rumah yang sangat sulit. Koridor telah sepi, namun keterlambatannya hari ini tidak akan mempengaruhi nilainya, karena ada toleransi dari guru piket untuk murid pintar seperti dia.

Karena terlambat Baekhyun harus mengetuk pintu kelas terlebih dahulu, gerakan tangannya tiba-tiba terhenti, matanya membesar dengan kedua alis naik juga mulutnya yang ternganga sedikit, ya sebenarnya Baekhyun kaget tapi ia segera mengontrol agar reaksinya terlihat tidak berlebihan. Adakah yang lebih buruk dari ini tuhan? Batin Baekhyun.

"Nah Chanyeol, itu sekretaris kelas kita yang sedang berdiri didepan pintu, sepertinya Baekhyun terlambat" tunjuk Yuri ssaem pada Baekhyun dengan senyum berbinar, yah-sepertinya Yuri sangat bahagia bisa menjadi wali kelas dari Chanyeol-murid yang dikaguminya.

Didepan kelas sana, ia melihat seorang yang semalam ia patenkan untuk dihindari dan ia benci, namun ternyata tuhan berkata lain bahwa orang tersebut mau tak mau akan selalu berada disekitarnya mulai saat ini.

"Byun Baekhyun" Yuri memanggil karena sedari tadi Baekhyun hanya berdiri mematung didepan pintu.

"Ye?" Baekhyun tersentak dan mengalihkan pandangannya dari Chanyeol.

"Sampai kapan kau akan mematung disana?" Tanya Yuri geli, semua mata tertuju padanya.

"Oh ye, Jeosonghamnida" setelah berbungkuk minta maaf, Baekhyun segera duduk kebangkunya.

Tanpa disadari siapapun, Chanyeol menyeringai pada Baekhyun yang sedang melihatnya. Takut disadari siapapun Baekhyun segera menoleh kesekeliling khawatir jika ada yang melihat Chanyeol menyeringai didepan seperti itu. Ketika yakin bahwa tidak ada yang melihat Baekhyun kembali meluruskan kepalanya, namun tanpa sengaja matanya melihat Sehun yang melirik Chanyeol dan dirinya bergantian. Sial, Sehun melihatnya! batin Baekhyun memicingkan matanya, ia meringis.

"kenapa? Kau sakit Baek?" Tanya Luhan.

"ye? A-aniya, aku baik-baik saja"

"dia tampan sekali hihi" gumam Luhan, membuat Baekhyun tersedak air liur sendiri.

Setelah acara perkenalan Chanyeol, Chanyeol dipersilahkan duduk disebelah Sehun yang kebetulan duduk sendirian.

"Nah karena semenjak pertama kalian menginjak kelas ini, selaku wali kelas saya belum pernah menentukan formasi tempat duduk jadi mungkin sekarang adalah waktu yang tepat" semua murid mendesah, tidak ingin dipisahkan dari teman sebangkunya.

Yuri tampaknya tidak menghiraukan keluhan para murid, ia tetap merubah dan merubah sampai selesai, hingga menimbulkan kekesalan disemua murid, terutama Baekhyun. Baekhyun dengan kurang ajarnya didudukkan di depan Chanyeol, astaga apa yang lebih menyedihkan dari ini?

"Sehun dan Chanyeol tetap akan duduk bersama, Baekhyun dan Luhan juga begitu dan kalian pindah kedepan Chanyeol dan Sehun"

"Saya keberatan ssaem! Saya pindah kepojok sana saja ya ssaem? Jebal" Baekhyun menggosok-gosokan telapak tangannnya.

"keputusan saya tidak bisa diganggu gugat" ucap Yuri tegas, Baekhyun pasrah.

Siksaan apa lagi setelah ini tuhan? –Baekhyun.

Mata Sehun tidak pernah lepas dari Baekhyun semenjak mereka dipindahkan. Ia tahu mengapa Baekhyun menolak dipindahkan didepannya, karena ada Chanyeol.

Yuri menyusun formasi dengan mendudukan Chen dan Xiumin diurutan ke 2 pada barisan paling tepi dekat dinding, dibelakang mereka ada Baekhyun dan Luhan yang menduduki barisan ke 3 tepat didepan Chanyeol dan Sehun yang duduk diurutan ke 4. Kemudian Suho dan Tao duduk sejajar dengan ChenMin pada barisan kedua dan urutan kedua juga, dibelakang mereka ada Kyungsoo dan Lay yang duduk dibaris ke 3, Kai dan Kris duduk tepat di belakang Kyungsoo dan Lay diurutan ke4 sejajar dengan pasangan Chanyeol Sehun.

. . .

. .

.

Sejak ia tiba dikelas hingga kini jam istirahat Baekhyun uring-uringan, keningnya tidak berhenti menciptakan sebuah perempatan yang jelek, bibirnya terkadang di manyunkan atau sesekali menggembungkan pipi, membuat Luhan keheranan. Ada apa gerangan sahabatnya yang satu ini?

Kini mereka makan siang dikantin, hanya Baekhyun dan Luhan berdua saja karena yang lain sedang memiliki urusan penting masing-masing katanya.

Hingga makan siang kini Baekhyun masih uringan tidak jelas bahkan ia menghentak-hentakkan sendok ke nampan, kepalanya menunduk dan bahunya melorot, makin lama membuat Luhan menjadi risih dibuatnya "Yaa kenapa kau?" Luhan kesal, namun Baekhyun mengabaikannya.

"Ayaaa! A-aw sakit Luhan!" Baekhyun meringis memegang kepalanya yang sakit karena dipukul Luhan dengan sendok, Baekhyun menatap tajam Luhan.

"siapa suruh mengabaikanku, Kau tahu? Sejak tadi kau membuatku ikut risih gara-gara kelakuanmu yang aneh tidak biasanya kau seperti ini" Luhan mendengus.

" hanya masalah mood, abaikan aku saja" Baekhyun mengibaskan tangan.

"ck, kalau kau sedang dalam mood yang buruk, aku punya satu permintaan"

"apa?"

"tolong jangan uring-uringan didepanku"

"kenapa?" Baekhyun mengernyit.

"bisa-bisa kau juga menulariku kunyuk!" Luhan menjitak Baekhyun.

"Yaa! Aku bilang jangan kepalaku! Dasar-" Ucapan Baekyun terputus-

"Boleh aku duduk disini? Semua kursi sudah penuh, yang tersisa hanya disini" Chanyeol duduk disamping Luhan setelah mendapat izin dari Luhan, sementara Baekhyun mematung.

"Ah ye ye Chan- Chan" Luhan mengeja, bukan karena lupa tapi karena ia sedang mencium sesuatu yang familiar, aroma Chnayeol sama dengan bau hoodie yang ada dirumah Baekhyun.

"Chanyeol, Byun Chanyeol" Chanyeol tersenyum pada Luhan.

"Ah ye, Chanyeol" Luhan terkekeh.

Oh shit! Baekhyun menggerutu didalam hati, Chanyeol benar-benar memberikannya kejutan besar. Apa yang harus kulakukan? Chanyeol kau benar-benar batin Baekhyun.

"Baekhyun dia adalah-" ucap Chanyeol dengan ekspresi polosnya pada Luhan, namun dengan cepat dipotong Baekhyun. "-adalah sekretaris kelas 3-3 ya kau benar aku Baekhyun-Byun Baekhyun, aku tadi terlambat dan tidak sempat mendengarkan kau memperkenalkan diri" Baekhyun menyalami tangan Chanyeol secepat kilat sebelum hubungan mereka dibocorkan Chanyeol.

Chanyeol mengernyit- Apa-apaan? Batin Chanyeol. Kemudian Chanyeol mengerti dan melemparkan tatapan -Oh jadi kau ingin bermain sandiwara denganku? lalu menyeringai ke Baekhyun. Baekhyun meremaskan tangan Chanyeol yang masih belum ia lepas. Kemudian Chanyeol tersenyum manis pada Baekhyun-karena didepan Luhan. Dasar senyum palsu batin Baekhyun, ngomong-ngomong ia juga sudah lama tidak melihat senyuman adiknya yang seperti ini, aaah Bakhyun jadi merindukannya, dan kemudian Baekhyun menggeleng-nggeleng kecil sebelum pikirannya menjalar lebih jauh.

"Byun Baekhyun senang berkenalan denganmu" Chanyeol menjalankan aksi yang juga menguntungkan baginya, tak salah ia menolak.

"marga kalian kebetulan sama hahaha, jujur pada awalnya aku terkejut mendengar margamu sama dengan Baekhyun, atau sebenarnya kalian adalah saudara yang terpisah sejak kecil?" Ucap Luhan.

"apa-apaan kau, jangan mengarang!" Chanyeol tersentak.

"Yaa! Aku hanya bercanda,dasar moody" Luhan berdecak menggeleng-nggelengkan kepalanya.

Dan Chanyeol tahu penyebab Baekhyun moody,

Dan Chanyeol juga terkejut kalau Baekhyun benar-benar membencinya hingga tidak lagi menganggapnya.

. . .

. .

.

Chanyeol sedang mengendarai mobilnya, ia merasa lelah dan mungkin membutuhkan sedikit refreshing –karena sebelum pulang Yuri menyuruhnya untuk mengambil semua buku pelajaran yang diperlukan diperpustakaan, dan setelahnya ia menyeringai mengingat sesuatu.

Kemudian ia melajukan mobilnya menuju rumah dengan kecepatan senang, senyuman licik jelas terukir di bibir kissablenya.

. . .

. .

.

Baekhyun baru saja tiba dirumah dan kini ia tengah mandi sambil merilekskan tubuhnya yang lelah, dan hari ini adalah hari yang paling terberat untuk dilalui, bagaimana tidak, selama ini setelah hubungannya dengan Chanyeol retak bahwa hanya kelas di sekolah dan sahabat-sahabatnya lah yang hanya merupakan tempat teraman dan ternyaman yang ia rasakan, rumah hanyalah sebuah neraka dunia baginya. Tapi kini, Chanyeol sudah berhasil menerobos zona aman Baekhyun.

Baekhyun telah selesai dengan acara mandinya, ia segera menelentangkan tubuhnya ditepi ranjang dengan kaki terjuntai kebawah. Guna untuk merilekskan tubuhnya lagi. Selang beberapa menit Baekhyun tidur-tiduran masih dalam kondisi berhanduk pada bagian bawah tubuhnya, ia tertidur.

"Oi pen-

"dek"

Tiba-tiba Chanyeol menerobos masuk kedalam kamarnya, namun Baekhyun masih larut dalam tidurnya, membuat panggilan Chanyeol seketika terhenti karena melihat kondisi Baekhyun yang setengah tertutupi, memperlihatkan penampakan tubuh Baekhyun yang terlihat aneh dipenglihatannya. Jantungnya berdetak kencang, yah sudah lama ia tidak melihat Baekhyun seperti itu.

"Oh Shit ada apa dengan jantungku" ia meraba dadanya sambil bernapas keras.

Chanyeol tidak bisa mendekati Baekhyun karena mereka sudah terikat perjanjian, Dilarang memasuki kamar tanpa izin dari sipemilik kamar dan hanya boleh berdiri pada daun pintu, tidak lebih.

Mengingat peraturan itu Chanyeol urung memasuki kamar Baekhyun dan hanya berteriak memanggil dari pintu.

"Yaa! Byun, bangun hey pendek bangun!"

Baekhyun masih tidak merespon, suara dengkurannya terdengar halus, sudah lama Chanyeol tidak mendengarnya, membuatnya kembali teringat dengan masa-masa dulu ketika Baekhyun yang mendengkur ketika mereka masih satu kamar, namun dengan sigap Chanyeol tersadar, dan kemudian Chanyeol melempar Baekhyun dengan sebuah penanya yang diambilnya dari dalam tas.

Baekhyun terjaga dan langsung berdiri dan melihat keseliling lalu bertemu dengan Chanyeol yang sedang berdiri bertolak pinggang kearahnya.

"Yaa! Keluar kau mesum!" Baekhyun menutup tubuh bagian atasnya dengan tangan.

"NAGA!" Baekhyun berteriak seperti orang kesetanan, "PALLI!" Baekhyun melempar pakaiannya dan dengan sigap ditangkap oleh Chanyeol, Kemudian Chanyeol keluar dengan muka gugup, sifat jahilnya hilang sekejap anehnya ia gugup luar biasa, astaga.

"tutup pintunya!" Chanyeol menutup pintu dengan muka merah padam sampai ketelinganya.

Chanyeol bersandar pada pintu kamar Baekhyun, dadanya bergemuruh dan wajahnya masih memerah hingga ketelinga, "astaga yang tadi itu benar-benar, aku juga kenapa seperti ini sih, aiish" gumamnya sambil menepuk dahinya berulang kali.

CKLEK

Pintu kamar Baekhyun terbuka, nyaris membuat tubuh Chanyeol yang sedang bersandar terjatuh. Baekhyun menyembulkan kepalanya dibalik daun pintu "YAA! KEMARIKAN PUNYAKU!" Baekhyun berteriak sambil menengadahkan tangannya.

"mwo?" Chanyeol bingung.

"ITU YANG DITANGANMU!"

"oh ya, ini apaan?" Chanyeol melihat apa yang dipegangnya, "AYAA!" Chanyeol spontan melemparkan pakaian celana dalam Baekhyun, Chanyeol benar-benar blank. Setelah mendapat celana dalamnya Baekhyun menutup pintu dengan keras, membuat Chanyeol terkejut.

"DASAR CABUL!" Teriak Baekhyun dari dalam.

"MWO? KAU SENDIRI YANG MELEMPARNYA PADAKU PENDEK!"

Hening.

Maupun Baekhyun dan Chanyeol, mereka berdua sama-sama merasa aneh, mungkin efek sudah lama tidak berinteraksi seperti ini.

. . .

. .

.

Yoona sedang duduk bersantai di café berdua dengan Yuri, seperti biasa ada Baekhyun namun Baekhyun berkata ia tidak bisa ikut karena sedang ada keperluan mendadak, jadi terpaksa hanya mereka berdua saja, sebenarnya berkumpul tanpa Baekhyun tidaklah asyik karena Baekhyun dapat menghilangkan kepenatan dan kebosanan mereka dengan hiburan yang dibuatnya, dan padahal sekarang Yuri bilang mereka akan membahas tentang namja tampan yang sedang hot-nya di sekolah.

"kau tahu, jika kau melihatnya dari dekat kau akan tergila-gila" ucap Yuri terlalu berlebihan, membuat Yoona mencibir, eonni-nya ini benar-benar berlebihan.

"Eonni berlebihan" Yoona memutar bola matanya.

"aku tidak berlebihan, kau harus melihatnya" Yuri meyakinkan.

"kalau dia adalah Chanyeol yang sama, aku benar-benar tidak bisa"

"maksudmu?" Yuri mengernyit

"Yah, dulu aku juga pernah berteman dengan orang yang namanya juga sama dalam waktu singkat, namun akhirnya hubungan pertemanan kami putus, dia juga tidak pernah lagi menemuiku, aku tahu dia sangat marah padaku, dan jika dia adalah orang yang sama, maka aku tidak akan bisa berhadapan dengannya lagi, rasanya aku benar-benar tidak punya malu jika aku malah setuju jika kau mendekatkan kami" Yuri mengernyit bingung, namun ia memberikan tatapan –lanjutkan, Yoona menggangguk dan kemudian melanjutkan,

"intinya Aku benar-benar jahat padanya dalam waktu yang singkat itu, dan juga aku tidak pantas menerima maaf darinya, rasanya aku lebih jahat dari penjahat diluar sana Eonni" Yoona menghela nafas keras, "aku tidak bisa menceritakan terlalu jauh eonni" kemudian ia mendesah, Yuri mengangguk mengerti.

"Wow jika mereka orang yang sama, kau benar-benar wow" ucap Yuri kagum, Namun raut mukanya kembali kecewa, "Yah semoga mereka bukan orang yang sama, tapi jika dia adalah orang yang sama, jangan sampai kau bermusuhan dengannya, berteman sudah lebih dari cukup" Yuri menarik napas, "itu sudah lebih dari cukup dibanding menjadi kekasih" Yuri menghela napas, berharap semoga Chanyeol yang ini bukan orang yang pernah dekat dengan adiknya dulu.

"Aku hanya tidak ingin berharap banyak eonni"

Entah kenapa Yoona merasa menyesal dengan keputusannya di masa lalu.

. . .

. .

.

"Diam!"

Chanyeol muak dengan tingkah Baekhyun yang sejak tadi tidak bisa tenang, dan akhirnya dengan sekali bentakan Baekhyun langsung terdiam, yah maklumkan saja suara Chanyeol itu.

"Ya tapi-

"Diam atau kedokmu taruhannya"

Yah, sekarang Chanyeol mempunyai sebuah senjata untuk menyiksa Baekhyun secara tidak langsung.

"sudah sampai" Chanyeol melepas seatbelt dan bersiap untuk turun namun gerakannya terhenti karena melihat Baekhyun yang tidur dengan kepalanya yang mangayun-ayun kekiri dan kanan. Kemudian Chanyeol hendak membangunkan Baekhyun namun matanya berhenti pada wajah Baekhyun, spontan ia memajukan kepalanya kedepan wajah Baekhyun, menyibakkan poni yang menutupi sebagian keningnya, Chanyeol tersenyum miris "sudah lama ya Hyung" Chanyeol tersenyum tulus "sudah lama aku tidak lagi melihat wajah mu sedekat ini, kenapa wajahmu makin terlihat seperti yeoja, dasar aneh" bisik Chanyeol ia tidak ingin Baekhyun terjaga dan melihat posisi mereka yang sedekat ini.

Baekhyun bergerak, ia mengedip-ngedipkan matanya, kemudian dengan cepat Chanyeol memundurkan tubuhnya dan turun dari mobil, mereka telah sampai di sebuah taman bermain terbesar di Seoul.

"Yaa! sampai kapan kau akan didalam? Ayo keluar, ppalli!" Baekhyun kesal, ia sungguh lelah namun si raksasa ini malah menyeretnya kesini, Baekhyun tidak dapat menolak, dan mau tidak mau dia harus menurut karena ancamannya adalah kedoknya selama ini akan terbongkar gara-gara si raksasa ini.

Baekhyun akhirnya keluar, ia berjalan terseok-seok dibelakang Chanyeol, tidak ingin berdekatan dengan Chanyeol.

Karena merasa ada Baekhyun disampingnya, maka Chnayeol merangkul Baekhyun tanpa melihat namun tangannya jatuh keudara, maka Chanyeol melihat kebelakang dan menampakkan Baekhyun yang sedang menatap tajam padanya, sebenarnya Baekhyun ingin tertawa melihat Chanyeol seperti itu, namun dia harus mempertahankan kesadisannya.

"Mwo ? mwo? Mau apa kau? Mencoba kabur eoh?"

Baekhyun benar-benar merasa miris dengan kata-kata Chanyeol yang sangat kurang ajar, sepertinya ia sudah kehilangan hati nuraninya gara-gara tidak lagi kunasehati- gumam Baekhyun.

"Dasar berandal, awas saja kau nanti" Ucap Baekhyun saat Chanyeol mengibas-ngibaskan tangannya menyuruhnya mendekat.

"mwo? Aku tidak mau dekat-dekat denganmu apalagi dirangkul seperti itu" Baekhyun memasang muka meringis jijik.

Setelah berada disamping Chanyeol, tiba-tiba Chanyeol merangkul pundak Baekhyun dan merapatkan tubuh Baekhyun ketubuhnya, layaknya dua orang sahabat yang sangat akrab.

Baekhyun meronta-ronta namun Chanyeol kembali mangancamnya dan membuat Baekhyun kembali terdiam. Astaga, siapa disini yang tua?

"sekali lagi kau memberontak, aku tidak akan segan-segan membeberkannya" Chanyeol menunjuk-nunjuk wajah Baekhyun dengan telunjuknya. Dalam posisi seperti ini siapapun akan terkecoh dengan kenyataan bahwa mereka berdua adalah sepasang musuh.

. . .

. .

.

"Ya, memang lidahmu itu lebih cocok untuk berbohong daripada berbicara kebenaran" telinga Baekhyun sudah lelah mendengar racauan Chanyeol semenjak mereka tiba di taman bermain tadi hingga sekarang perjalanan pulang, membuatnya muak. Chanyeol benar-benar tidak memberikan istirahat untuknya bahkan ketika Baekhyun meminta untuk pulang sendiri lebih dulu Chanyeol tidak mengizinkan, dan alhasil, mereka pulang hingga pukul 8 begini.

"berhenti bertingkah seperti kau tahu semuanya" ucap Baekhyun kesal dan membuat Chanyeol menepikan mobilnya.

"Yaa, kau marah padaku?" ucap Chanyeol dramatis sambil memegangi dadanya. "apa kau menyebutku seperti itu ketika aku membantu merahasiakan semua kebohonganmu?" Chanyeol menggeleng-nggeleng sok miris , "oho, bagaimana bisa kau menyebutku seperti itu?" Baekhyun hanya menatap Chanyeol dari samping tanpa memutar kepalanya.

"Kau benar-benar melompat kelas?" tanya Baekhyun sarkatis sambil melihat kedepan, ia tidak sudi melihat Chanyeol.

"tentu saja, aku jenius darimu" Chanyeol meninggi, Baekhyun mendesis.

"Sejak kapan kau berbohong seperti itu?" Tanya Chanyeol sarkatis, Baekhyun melirik Chanyeol mulutnya bergerak-gerak kesal. "aku lihat kau mempunyai banyak teman, tapi kenapa satu kalipun aku tidak pernah melihat kau mengajak mereka kerumah? dan kemarin pertama kalinya aku melihat kau mengajak temanmu, hmm itu Luhan bukan? Kau mengajaknya kerumah karena aku sedang berada disekolah, namun tanpa kau sangka aku tiba-tiba datang, dan kau dengan cepat menyuruh Luhan pulang agar ia tidak bertemu denganku" Chanyeol berkata dengan cepat lalu berhenti sebentar, "sshh apa kau benar-benar ingin aku lenyap?" Chanyeol meletakkan jarinya didagu, sok berpikir "hm apa karena aku kau selama ini tidak pernah membawa temanmu? Begitu?" Chanyeol mengintimidasi Baekhyun dengan suaranya yang keras, membuat Baekhyun meringis.

"Tidak mungkin, aku berbohong baru hari ini" Baekhyun mengelak, "aissh jinja, kau benar-benar kreatif, ya? Kalaupun aku ingin berbohong, aku tidak akan memakai alasan yang aneh seperti itu, aissh kau benar-benar" Baekhyun sok tertawa, Chanyeol juga tertawa mengejek.

"ya lalu kenapa kau tadi mulai berbohong?" Chanyeol mengintimidasi lagi.

"I-i-itu karena… Lihat, ada merpati" Baekhyun menunjuk burung merpati yang bertengger di depan kaca mobil.

"woaah kau luar biasa, wah Hyung ku benar-benar kejam" Chanyeol mengejek, namun Baekhyun menaikan dua alisnya –Hyung ku? Baekhyun mendengus.

"Aigoo, kau berani berbuat sejauh itu untuk dendammu" Chanyeol menghidupkan kembali mesin mobilnya, Baekhyun merasa lega, tangannya sudah gatal untuk memukul Chanyeol.

"Apa kau tidak akan kena masalah jika teman-temanmu tahu?" lanjut Chanyeol sok polos "Seorang Hyung berbohong pada teman-temannya selama bertahun-tahun bahwa ia adalah anak tunggal" Chanyeol sok polos mengeja sambil menggerak-gerakkan tangannya. "Oh Astaga, Yaa Yaa! Bagaimana nasibmu jika mereka tahu" Chanyeol memasang wajah sok kaget, Baekhyun tidak bisa berkata-kata karena intimidasi Chanyeol.

Baekhyun menunduk, kemudian ia mendesah dan menarik nafas panjang "Kau akan merahasiakannya, kan?" Baekhyun merasa harga dirinya sudah runtuh.

"Ah iya, tentu saja" Chanyeol berkata sok mengiba, benar-benar membuat harga diri Baekhyun menghilang. "Mengumumkannya tidak akan memberiku keuntungan" Baekhyun lega, Chanyeol membuat gerakan meresleting mulutnya, dan membukanya lagi, "Kau pikir aku akan tetap diam?" Baekhyun melotot, "tidak perlu bagiku untuk merahasiakannya, aku akan memutuskannya tergantung dengan sikapmu..."

"Ayolah, apa maksudmu? Apa yang tadi tidak cukup?" Baekhyun kesal sekali,dan membentak "kenapa kau-" Baekhyun hendak memukul Chanyeol namun tangannya terhenti karena Chanyeol memasang wajah sok terkejut "Yaa, apa kau marah padaku?"Chanyeol menggeleng-nggeleng miris, "Tidak, suaraku memang keras, mungkin itu kenapa aku terdengar marah" tangan Baekhyun masih terangkat diudara, "tidak, sepertinya kau marah padaku" Chanyeol menunjuk ta ngan Baekhyun yang masih terangkat hendak memukulnya, kemudian Baekhyun mengangkat tangan satu lagi "tidak, aku tidak marah".

"Ah, aku hanya kesal" ucap Chanyeol sambil menatap kejendela mobil.

"Aku tidak marah padamu" Baekhyun menggeleng meyakinkan Chanyeol, Chanyeol melirik Baekhyun.

"aku benar-benar tidak marah" ucap Baekhyun dengan suara yang direndahkan.

"Biarkan aku memikirkannya" ia melirik Baekhyun.

"Memikirkan apa? Aku tidak marah" Baekhyun menggerak-gerakan tangannya.

"sudah sampai" Ucap Chanyeol tanpa memedulikan Baekhyun.

Hingga mereka menginjak rumah sampai Chanyeol memasuki kamarnya Baekhyun masih tidak berhenti meyakinkan Chanyeol.

"Aku tidak marah padamu, Ayolah" Baekhyun berhenti mengetuk pintu kamar Chanyeol seperti pengemis, kemudian ia memasuki kamarnya dengan menyeret ranselnya dilantai, berjalan terseok-seok.

"ah astaga, ottokhae" Baekhyun mendesah didalam kamarnya.

Sementara Chanyeol yang dibalik pintu tertawa terpingkal-pingkal dengan Baekhyun yang selama ini selalu bersikap acuh tak acuh dengannya. "woah, aku tidak percaya ini" gumamnya, "kenapa dia berbohong pada temannya dari sekian banyak alasan untuk membalasku?" ia tertawa "aissh jinja, ia benar-benar membenciku".

.

.

.

TO BE CONTINUED

Annyeong Chingudeul

Abal-abal banget ya ff nya ya wkwk, tapi aku berusaha bikin cerita yang bagus, yah masih dalam tahap belajar bukan, semua keberhasilan butuh proses dan juga dukungan. aku kira bakal ga ada yang repiu eh ternyata lumayan juga sih , sebelumnya ff ini pernah dipublish tapi diapus lagi ya udah aku publish lagi, karena sebelumnya aku kehilangan akal gimana kelanjutannya, akhirnya gara-gara banyak nonton drama aku jadi terinspirasi ambil beberapa adegannya, aku juga puas jadi author di dunia per ff-an ini, seru gitu (kan jadi curhat :v)

Sekarang 12 January Kyungsoo Day's Semoga Ucoo tambah imut, semoga kita Exo-l bisa ketemu dia sebelum dia wamil yeah, Amin~

OKEY GUYS, MAKASI YANG UDAH REVIEW FAV/FOLLOW, AKU CINTA KALIAN PARA READERS *KISSEU/BHAKSSS/.

Tunggu Chap depan Chingudeul ~

REVIEW JUSEYO?

Saranghaexo,

Wednesday, January 12 2017