e)(o
Saranghaexo
present
You're Ruining My Life
e)(o
Warning : YAOI, Boys x Boys,gay area, Boys Love
TYPO(S), NO PLAGIAT, NO JUDGE
Genre : Romance, drama
Happy reading!
14 Februari – 2 tahun yang lalu.
Hari valentine adalah hari yang tepat untuk menyalurkan kasih sayang bagi semua insan, baik yang tua maupun yang muda. Namun ingat, perayaan Valentine tidak hanya terjadi antara sepasang kekasih bukan? Hari kasih sayang penting juga dalam Hubungan antara sahabat dan saudara juga layak merayakannya bukan?
Chanyeol telah berdiri didepan sebuah cafe, ia mengenakan celana jeans hitam dengan baju hangat wol putih yang menutupi leher jenjangnya dan luaran mantel jas hangat berbulu dengan warna coklat,style-an nya yang kasual.
Walaupun ia masih duduk di bangku SMP tingkat dua, namun penampilan dan postur tubuhnya yang tinggi tak jarang membuat orang terkecoh dibuatnya. Style Chanyeol sudah setara dengan anak-anak SMA pada umumnya, bahkan tak jarang pula ia sering menerima ajakan kencan dari para yeoja-yeoja yang telah berada dibangku SMA. Dianugerahi wajah tampan dan tubuh tinggi membuatnya bersyukur setidaknya ia masih bisa mengejar yeoja yang sudah lama disukainya yang usianya terpaut 2 tahun diatasnya.
Surai coklat dengan poni yang menutupi keningnya bergerak-gerak kecil akibat hembusan angin. Ditangannya terdapat sebuah bucket bunga yang sangat cantik, dan disela-sela jarinya juga diselipkan sebuah coklat batangan yang telah dihiasi pita pink.
Setelah yakin dengan penampilannya hari ini, Chanyeol melangkah masuk dan menemukan orang yang akan ia temui, yeoja itu duduk manis disudut café sambil melihat keluar jendela.
"Sudah lama menunggu, hm?" Chanyeol mengambil tempat duduk didepan yeoja tersebut- Yoona.
Merasa ada seseorang, Yoona menoleh kedepan dan bertemu dengan Chanyeol yang telah duduk. Yoona tersenyum "hm,kau membuatku menunggu lama. tapi café ini telah berhasil mengusir kebosananku," kemudian Yoona terkikik. "Happy Valentine day Chanyeol-ah" Yoona memberikan sebuah coklat berpita pink pada Chanyeol, Chanyeol menerimanya dengan pancaran mata yang berbinar. "Sekarang giliranku, Happy Valentine day Yoona-ya" Chanyeol memberikan sebuah bucket bunga dan coklat pada Yoona dengan senyuman lebar.
Yoona tersenyum menerimanya "Terima kasih Chanyeol-ah, woaah indahnya ini juga wangi, hmm". Chanyeol tertawa "itu aku menyemprotkan sedikit parfumku agar kau bisa mengingatku terus ahaha" Kemudian Chanyeol tersenyum kikuk setelah sadar apa yang telah diucapkannya.
"Hahaha benarkah Chanyeol-ah? Wah kau pintar memilih parfum" kemudian ia menyesap Cappucino hangat didepannya, dan juga mempersilahkan Chanyeol menyesap Americano yang telah dipesan Yoona tadi.
Yoona telah terbiasa dengan sikap Chanyeol, sudah berulangkali ia ingatkan bahwa Chanyeol harus memanggilnya dengan embel-embel 'Noona' namun Chanyeol tetap bersikeras tak mendengarkan, ia sangat tahu perasaan Chanyeol padanya lebih dari seorang kakak, selama ini ia hanya menganggap Chanyeol tak lebih dari seorang adik namun Chanyeol dengan kekeras kepala-annya tak menggubris. Chanyeol terus mencoba dan mencoba meraih hatinya, dan sebenarnya Yoona juga sudah memiliki seseorang yang sangat ia sukai.
dan sikap selama ini pada Chanyeol adalah bagaimana semestinya hubungannya sebagai seorang kakak kepada adik. ia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi segala tingkah Chanyeol, maka dari itu Ia selalu menerima segala bentuk perhatian Chanyeol agar hati Chanyeol tidak tersakiti.
-Pertemuan pertama mereka juga konyol
Hari itu sepulang sekolah, Chanyeol berjalan sendirian kesebuah halte pandangan melekat ketrotoar, setelah sampai dihalte tanpa memedulikan sekitar ia duduk sambil menendang-nendang kecil daun-daun musim gugur yang berjatuhan.
Tanpa ia sadari selama duduk beberapa menit disana datanglah seorang yeoja yang sedang mengusap matanya berkali-kali, wanita itu terlihat menangis, dia duduk diujung bangku halte sambil menyandarkan kepalanya ke dinding. Karena seragam sekolah mereka yang sama membuat Chanyeol penasaran, Chanyeol merasa kasihan melihat kondisinya yang tampak kacau, ditengah keheranannya, akhirnya bus yang ia nanti pun tiba namun ia merasa tidak tega meninggalkannya walaupun mereka belum pernah berinteraksi sebelunya. Akhirnya Chanyeol mencoba untuk mendekatinya dan menawarkan sedikit bantuan, Chanyeol berdiri didepannya dan bertanya dengan sopan.
"permisi, Sepertinya kau dalam keadaan yang tidak baik, apa kau baik-baik saja?"
Mata basahnya bertemu dengan mata Chanyeol yang tengah menatapnya, segera ia mengusap sisa airmata dipinya dengan punggung tangan, dan kembali mendongak.
Chanyeol tersenyum, melihat cara duduk yeoja disampingnya yang seperti sedang menanggung masalah besar.
Belum sempat mereka berdua untuk saling bertukaran nama, namun bus yang dinanti oleh si wanita tiba. sebelum yeoja tersebut menaiki bus, Chanyeol sempat memberikan sebuah sapu tangannya pada si yeoja "ingat, kau memiliki hutang untuk mengembalikan sapu tangan ini" dan yeoja tersebut tersenyum.
-end flashback
Yoona masih termenung dalam masalalunya.
Seandainya hari itu Chanyeol tidak memberikan sapu tangannya pada Yoona, mungkin sampai hari in ia tidak perlu merasakan kebimbangan seperti ini.
Sekitar 30 menit mereka bersenda gurau, tiba-tiba getaran di ponsel Yoona menghentikan kegiatan mereka,
"yeoboseyo?"
"oh kau sudah didepan? Hm baiklah aku akan berangkat sekarang"
Sesaat setelah menerima telpon, Yoona meminta izin pada Chanyeol untuk pergi dengan alasan ada urusan mendadak.. Tentu Chanyeol merasa jengah dengan sikap Yoona yang tidak menampakan urusan mendadak sedikitpun, bahkan raut wajah berbinar jelas terpancar diwajah cantiknya.
Maka diam-diam Chanyeol mengikuti Yoona.
Tidak jauh dari tempat Chanyeol berada, ia bisa melihat Yoona yang sedang berjalan dengan seseorang namja. Dan setelah mengamati wajah namja tersebut, kornea matanya melebar.
Baekhyun.
Ya, namja yang sedang berjalan disamping Yoona adalah Baekhyun – yang notabenenya adalah kakak kandungnya.
Kenapa dunia bisa sesempit ini tuhan? – batin Chanyeol.
Alisnya berkerut tidak senang, melihat Yoona yang terus menempel pada Baekhyun. bahkan ia melihat bagaimana Yoona mengalungkan lengannya pada lengan Baekhyun. pandangannya masih terkunci pada dua orang yang semakin lama menjauh dan menghilang dibalik pintu masuk mall.
Chanyeol kecewa.
Kenapa harus Hyung-nya?
Bagaimana ia akan bersikap biasa pada Baekhyun setelah menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya berdenyut luar biasa seperti saat sekarang ini?
Tidak, yang perlu ia lakukan saat ini adalah menuruti kata hatinya yang sangat hancur, ia sudah lelah selalu mengalah dan mengalah pada Baekhyun ditiap kesempatan, dan sekarang yang harus ia lakukan adalah melakukan apa yang sedang dikehendaki oleh hati dan pikirannya.
Tidak peduli lagi dengan hubungannya dengan Baekhyun, ia sudah lelah.
.
.
TBC
.
.
Kapan hubungan mereka kembali utuh seperti sebelumnya?
-Biar waktu yang menjawab
Huhu maafkan aku telah menelantarkan ff abal2 ini, semoga kalian masih ingat dan masih betah mengikuti ceritanya, dan maaf chapter ini sangat pendek, karena ini hanya menceritakan bagaimana sepenggal masa lalu yang membuat hubungan Chanbaek hancur /mewek/.
Aku janji bakal fast update setelah ini, dunia rl membuat aku ngga sempat bikin kelnjutannya, terus syarat membuat cerita yang baik adalah ; Mood, kesempatan, dan Niat. Kesibukan rl ku meimpah ruah astaga, ini dua minggu lagi mau ujian mid semester sekolah, kemudian aku juga diseibukkan sama kepanitiaan acara diorganisasi, makanya aku butuh semangat dari kalian berupa repiu/modus/.
Sekian cuap2 nya, see you di next chapter- Annyeong chingudeul~
OKE GUYS, TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, YANG REVIEW, FAV/FOLLOW /KISSEU/BHAKSS/
Mind to Review?
Saranghaexo,
22517
