Cedar

By Chrisony

Main Cast: Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kai, Kyungsoo, Jongdae

Pairing: Chanbaek, Hunbaek, Kaisoo

Genre: Romance, Drama

.

.

.

.

.

.

Chapter 3

"Euhhmm… Benarkah itu Chanyeol-ku? Apa yang terjadi padanya? Mungkinkah ia kecelakaan dan amnesia lalu berubah menjadi culun seperti itu? Ah… Tidak tidak tidak… Tidak Baekhyun… Lalu? Apa mungkin dia berpura-pura menjadi culun? Tapi untuk apa? Apakah dia ingin menyembunyikan identitasnya? Akkkhhh….. Bisakah seseorang datang dan memberitahuku tentang semua ini? Haissshhh…"

Baekhyun berguman panjang lebar dikamarnya. Ia benar-benar merasa bingung akan apa yang dia lihat. Sungguh nasib mu malang sekali oh Baekhyun..

"Ahhh…. Tidak tahu tidak tahu tidak tahu… Aku tidak mau tahu… Uwaaaa…."

Ya Baekhyun trus berteriak sampai ia merasa kelelahan. Ya tidak mungkin seorang Baekhyun tidak mau tahu akan hal yang berhubungan dengan Chanyeol-nya. Ya begitulah…

Terik sinar matahari muncul di antara tirai jendela seakan berniat untuk menyuruh Baekhyun untuk segera bangkit dari kasurnya. Baekhyun bersiap dan pergi menuju sekolahnya dengan perasaan senang.

Sesampainya Baekhyun di sekolah, beberapa menit kemudian bel pun berbunyi. Baekhyun menjalankan kesehariannya di sekolah seperti biasa, dan sampai saat ini Baekhyun belum juga mempunyai kesempatan untuk mencari tahu tentang Chanyeol.

"Baek, bisakah kau mengantarkan catatan ini ke apartement Sehun? Ya kau tahu lusa ada test dan ia tidak masuk hari ini karena sakit." Tanya Kyungsoo dengan wajah memelas.

"Eumm… Bukannya aku tidak mau, Kyungsoo-ya. Tapi kau lihat sendiri, selama ini Sehun selalu bersikap seolah ia membenci ku." Jawab Baekhyun.

"Ya aku tahu, tetapi sepulang sekolah nanti aku harus menemani ibu ku ke rumah sakit untuk check-up rutin. Dan Chen juga harus mengikuti less vokalnya, terlebih ia akan konser untuk Sabtu ini. Jadi ya ia tidak bisa ijin. Jadi ku mohon, Baek. Yayaya" Bujuk Kyungsoo.

"Hhhh.. Baiklah.. Bagaimana aku bisa tega menolak wajah memelas mu itu, Kyung. Okay aku pergi dulu ya. Bye-bye." Ucap Baekhyun seraya mengambil buku yang dipegang Kyungsoo dan pergi meniggalkannya.

"Bye-bye… Hati-hati Baekhyun.. Jangan pedulikan perkataan dan sikapnya yang buruk ya." Teriak Kyungsoo yang hanya dibalas anggukan oleh Baekhyun.

Saat ini Baekhyun tengah memencet bell pintu apartement Sehun. Sudah sekitar 20 menit ia berdiri, memencet bell dan bahkan ia meneriaki nama Sehun. Ia bingung, mengapa Sehun tidak membukakan pintunya. Karena lelah, akhirnya ia menyerah dan berniat ingin pulang kerumahnya. Namun, ketika ia hendak melewati lorong menuju tangga, ia melihat seseorang duduk terkulai lemas dibawah lantai. Baekhyun penasaran dan ia meneliti orang itu.

"Ohh… Astaga! Sehun mengapa kau duduk disini? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Baekhyun dengan nada yang terselip kekhawatiran. Tapi Sehun tak kunjung merespon Baekhyun. Kepalanya tetap menunduk dan matanya pun tetap tertutup. Baekhyun merasa Sehun pingsan. Akhirnya ia turun ke lantai bawah, meminta tolong kepada penjaga apartement untuk membantunya mengangkat Sehun ke kamarnya dan juga membukakan pintunya.

Ia berterimakasih kepada penjaga apartement itu dan segera kembali untuk melihat keadaan Sehun. Baekhyun memegang dahi Sehun dan ia cukup kaget karena badan Sehun terasa sangat panas. Ia mencari baskom , air dan kain kompres untuk Sehun. Ia mengompres Sehun dengan penuh perhatian. Baekhyun cukup merasa simpati pada Sehun. Disaat seperti ini, pastilah Sehun sangat kesepian, dan ia tahu betapa sakitnya kehilangan kakak yang biasanya menemani dia di apartement ini.

"Eummm… Kakak pulang? Aku merindukanmu, kak… Jangan pernah pergi jauh lagi ya…" Racau Sehun sambil menampilkan senyumnya.

Tanpa sadar, Baekhyun meneteskan air mata. Tangan Sehun mengelus pipi Baekhyun untuk menghapus air matanya.

"Jangan menangis, kak. Wajah manismu tidak pantas untuk terlihat sedih, kak." Baekhyun hanya menundukkan kepalanya. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Lagi-lagi, Sehun menampilkan senyum manisnya. Sehun meraih dagu Baekhyun, dan dalam hitungan detik Sehun mencium bibir Baekhyun dengan teramat lembut. Perlahan tangan Sehun naik menuju pipi Baekhyun. Ia mulai melumat bibir Baekhyun. Baekhyun terdiam pasif dan pikirannya seakan melayang entah kemana. Namun beberapa saat, Baekhyun sadar dan mendorong bahu Sehun untuk menjauh. Karena dorongan tersebut, Sehun seakan juga tersadar akan apa yang ada didepannya bukanlah kakaknya, melainkan Baekhyun. Keheningan menyelimuti mereka, sampai pada akhirnya Baekhyun yang duluan angkat bicara.

"Kau tadi pingsan, dan aku meminta bantuan bapak penjaga untuk pamit pulang. Permisi." Ucap Baekhyun dan ia kemudian berjalan menuju pintu apartement Sehun. Tapi kemudian langkah Baekhyun terhenti karena panggilan Sehun kepadanya.

"Baekhyun…"

"Lupakan apapun yang terjadi hari ini. Jangan memedulikan aku. Aku sungguh membenci semua sikap mu yang sok baik ataupun peduli terhadap ku. Pergilah…" Ucap Sehun dengan wajahnya yang dingin.

"Jangan kau paksakan dirimu menjadi orang yang jahat, Sehun. Terlebih lagi, kau tidak bisa memaksakan dirimu untuk membuat orang-orang disekitarmu membenci dan menjauhi mu. Aku tahu, kau berkata seperti itu hanya karena kau ingin aku membencimu dan menjauhimu. Tapi kau salah memilih target, Oh Sehun." Ucap Baekhyun dan setelahnya ia berbalik, menghampiri Sehun yang tengah berdiri dalam keheningan. Hingga detik berikutnya, Baekhyun menempatkan bibirnya kembali dengan bibir Sehun. Setelah itu, Baekhyun lari pergi keluar dari apartement Sehun.

Sehun yang merasakan hal itu hanya terdiam. Dia menyadari siapa yang mengecup bibirnya tadi. Bukan Luhan melainkan Baekhyun. Tapi apa yang dirasakannya sekarang adalah perasaan yang nyaman dan bahkan jantungnya pun berdebar saat ini.

"Ada apa dengan dirimu ini?" Lirih Sehun.

Sekarang Baekhyun tengah menunggu buss. Ia terdiam memikirkan apa yang ia lakukan di apartement Sehun tadi. Sejujurnya, Baekhyun hanya terbawa emosi dan hanya ingin memberi balasan kepada Sehun. Ya, ia emosi karena ciuman tadi adalah hal pertama bagi Baekhyun. Tetapi saat Sehun menciumnya tadi, ada rasa kasihan yang terselip dihatinya.

Sudah cukup lama Baekhyun duduk di halte tersebut, sampai ia tak menyadari ada sosok namja yang sekarang tengah berdiri disampingya.

"Permisi, bolehkan aku menduduki tempat disampingmu?" Ucap namja itu.

Merasa ada yang berbicara padanya, Baekhyun menoleh dan menemukan sosok namja itu.

"Oh… Baekhyun-ssi apa kabar? Aku tak menyangka itu dirimu." Sahut namja itu dengan senyum lebar.

"Kai? Benarkah kau Kai? Iya kan? Ya Tuhan.. Sejak kapan kau ada di Korea? Owhh… Aku sangat rindu padamu, kkamjong ku."Ucap Baekhyun yang segera memeluk namja itu.

"Baru dua hari yang lalu, Baek. Rencananya besok aku ingin mengunjungimu. Tak menyangka malah bertemu dirimu disini. Oh iya, aku akan menetap disini, Baek. Tapi tidak tahu untuk sementara atau ya memang akan benar-benar menetap disini." Jelas namja itu.

"Euumm…. Aku berharap, kau menetap disini, Kai." Ucap Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

"Aku harap juga seperti itu, Baek. Oh iya, mari kita pulang bersama. Tapi tunggu sejenak ya. Aku sedang menunggu temanku, ia sedang membeli minuman di seberang sana. Sementara ini aku tinggal dirumahnya, ya aku belum sempat mencari apartement." Ucap Kai.

"Hmm… Baiklah." Jawab Baekhyun.

Tak lama, ada seseorang yang menghampiri mereka. Namun apa yang dilihat Baekhyun sekarang membuat jantungnya berdebar.

"Oh… Kau sudah selesai? Oh iya, Baek.. Kenalkan ini temanku, namanya Park Chanyeol. Dan Chanyeol, kenalkan dia teman kecilku namanya Byun Baekhyun" Ucap Kai.

"Hai, Baekhyun-ssi. Senang bisa bertemu dengan mu." Ucap Chanyeol dengan senyum manisnya.

"Hai, Chanyeol-ssi. Senang juga bisa bertemu denganmu." Ucap Baekhyun dengan nada bicara yang terlihat gugup.

"Mengapa ini bisa terjadi? Haruskah aku berpura-pura tidak mengenalnya?"

.

.

.

.

.

.

TBC

Hai… Akhirnya bisa menyelesaikan chapter 3. Huehehe… Sesuai janjiku, di chapter ini aku membuat moment chanbaek. Ya walau hanya sedikit hehehe… Maaf ya… Aku berusaha untuk kedepannya. Maaf juga atas kesalahan apapun yang ada.

Tulis review kalian ya… Itu sangat berharga bagiku… Hehehe… ^^

Sampai jumpa di chapter depan.