Cedar

By Chrisony

Main Cast: Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kai, Kyungsoo, Jongdae

Pairing: Chanbaek, Hunbaek, Kaisoo

Genre: Romance, Drama

.

.

.

.

.

.

Chapter 4

"Baiklah park, pulanglah duluan. Aku akan mengantar Baekhyun dulu." Ucap Kai

"Baiklah Kai. Oh, iya titip salam pada teman kecilmu itu. Sepertinya dia terlihat sangat lelah." Chanyeol berbicara sambil melambaikan tangan kepada Kai.

Ya memang sepanjang perjalanan, Baekhyun berpura-pura tidur. Perasaan kalut karena apa yang terjadi dengan dirinya dan Sehun masih memenuhi pikirannya, dan ditambah dirinya yang baru saja berkenalan dengan Park Chanyeol. Baekhyun berpikir lebih baik berpura-pura tidur, agar ia tidak usah ambil pusing untuk mengontrol dirinya dihadapan mereka berdua. Dan, ya alhasil sekarang Kai mau tak mau menggendongnya sampai rumah.

"Hei Baek, bangunlah. Kita sudah sampai didepan rumahmu."

"Euumm… Hoaamm… Ah ya… Maafkan aku Kai. Kau bisa menurunkan ku disini." Ucap Baekhyun dengan akting seolah-olah dia baru terbangun dari tidurnya.

"Terimakasih Kai, maaf membuatmu lelah sampai harus menggendongku. Oh ya.. Kau tidak mau masuk dulu? Sepertinya masih ada kue coklat dikulkas. Hehe aku masih ingat seleramu Kai." Tawar Baekhyun.

"Maaf baek, bukannya aku tidak mau tapi Chanyeol sendirian dirumah. Aku merasa tidak enak padanya. Lagipula kedatanganku tanpa membawa apa-apa terkesan aneh." Jelas Kai yang hanya dibalas dengan wajah cemberut Baekhyun.

"Tenanglah, besok janji akan mengunjungimu. Okay…"

"Baiklah, kkamjong. Ku bunuh kau sampai tak menepati janjimu." Ucap Baekhyun dengan nada bicara seolah sedang mengancam dengan serius.

"Hehehe… Kau belum juga berubah, Baek. Baiklah, akan kuingat perkataanmu. Awas kau sampai tidak berhasil membunuhku, Baek. Sampai jumpa." Balas Kai dengan senyumnya yang terkesan konyol.

"KIM JONGINNNNNN!"

Sebenarnya Baekhyun bersyukur Kai tidak menerima tawarannya. Saat ini ia memerlukan waktu untuk sendiri. Ia memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Sehun atas perbuatannya. Memang, yang duluan memulai hal itu adalah Sehun. Tetapi Baekhyun juga sadar bahwa saat itu Sehun tengah sakit dan merindukkan kakaknya. Namun apaboleh buat, Baekhyun juga terbawa emosi karena perkataan Sehun padanya. Baekhyun berharap, besok ia bisa bersikap dengan seharusnya dan bisa meminta maaf pada Sehun. Sejahat-jahatnya Sehun, Baekhyun sudah menganggap ia teman baiknya dan beranggapan bahwa Sehun membutuhkan perhatian lebih.

Pagi ini, Baekhyun berhasil bangun tepat waktu tanpa harus membuat eomma nya berteriak. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang Byun Baekhyun. Ia berangkat sekolah sambil terus memikirkan caranya bersikap dihadapan Sehun nanti. Saat hendak memasuki ruang kelas, Baekhyun sedikit bersikap waspada akan keberadaan Sehun. Sungguh ia benar-benar masih bingung dan sempat terlintas dipikirannya untuk pindah tempat duduk. Tapi ia tidak tega membiarkan Kyungsoo sendiri.

"Selamat pagi, Baek. Wah kau datang lebih cepat dari biasanya." Sambut Kyungsoo yang dibalas dengan senyum manisnya.

Belum sempat ia duduk dibangkunya, tangannya sudah duluan ditarik oleh seseorang dibelakangnya.

"Yaakk Sehun, mau kau bawa kemana Baekhyun? Haisshh.." Teriak Kyungsoo pada Sehun yang membawa Baekhyun pergi dari hadapannnya.

"Sehun lepaskan tanganku. Ini terasa sakit Sehun." Ucap Baekhyun sambil meringis karena lengannya yang digenggam erat oleh Sehun.

Sehun tidak memedulikan ucapan Baekhyun dan membawa Baekhyun ke halaman belakang sekolah. Setelah itu, ia melepaskan genggamannya pada lengan Baekhyun.

"Apa yang kau mau Sehun."

"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu pada kau. Apa yang kau mau sampai berbuat hal itu padaku?"

"Baiklah, aku mengaku salah dan aku minta maaf. Tapi tetap saja kau yang memulai itu duluan. Aku hanya ingin membalasnya saja. Kau pikir kau siapa seenaknya saja melakukan hal itu padaku?"

"Kaupun menyadari aku tengah dalam posisi tidak sepenuhnya sadar. Jadi untuk apa kau membalasnya?"

"Walau seperti itu pada akhirnya kau menyadari bahwa itu diriku kan? Bukannya menerima permintaan maaf tapi aku malah menerima perkataan dingin mu. Apakah kau waras Sehun?"

"Baiklah aku minta maaf. Dan aku juga akan meminta maaf untuk hal ini."

Setelahnya Sehun tiba-tiba menangkup kedua pipi Baekhyun dan menciumnya. Baekhyun terkejut dan memukul-mukul dada Sehun untuk menjauhkan dirinya. Namun hal itu percuma karena tenaga Sehun pastilah lebih besar dari Baekhyun. Perlahan Baekhyun menghentikan aksinya dan Sehun semakin memperdalam ciumannya dengan melumat bibir Baekhyun. Setelah beberapa waktu berlalu, Sehun melepaskan ciumannya namun ia masih mendekatkan wajahnya pada Baekhyun.

"Sudah kukatakan sejak awal jangan memedulikan diriku. Jangan salahkan aku akan apa yang akan terjadi selanjutnya padamu." Ucap Sehun dan pergi meninggalkan Baekhyun sendiri disana.

Setelah melewati jam pelajaran pertama, Baekhyun memutuskan untuk pulang ke rumah. Ia benar-benar merasa kacau atas semua hal yang terjadi padanya. Ia meminta ijin kepada gurunya dengan alasan ia tiba-tiba merasa tidak enak badan. Karena memang wajah Baekhyun terlihat pucat, maka gurunya pun memperbolehkan ia untuk pulang.

Sesampainya dirumah, ia disambut oleh eomma nya dan pertanyaan-pertanyaan menyangkut kepulangannya yang lebih awal.

"Eomma aku hanya merasa tidak enak badan dan ingin berbaring di tempat tidur."

"Yaampun, Baek. Perlukah kita pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaanmu?"

"Tidak perlu eomma, yang kubutuhkan hanyalah berbaring di tempat tidur. Eomma tidak usah khawatir." Jelas Baekhyun.

"Baiklah kalau itu maumu, Baek. Panggil eomma jika kau memerlukan sesuatu."

"Iya, terimakasih eomma."

Akhirnya eomma nya meninggalkan Baekhyun sendirian. Ia ingin memulihkan pikirannya dan sementara ini ingin melupakan semua tentang Sehun.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hai, enggak nyangka bisa nyempetin untuk ngelanjutin ff ini. Aku minta maaf karena chapter ini lebih pendek. Dan ya untuk sementara ini memang lagi berfokus pada hunbaek dulu ya hehe… Untuk chapter selanjutnya, aku akan lanjutin setelah ujian-ujian ku berlalu. Aku minta maaf juga atas semua kesalahan apapun yang ada di ff ini. Terimakasih banyak telah membaca ff ku yang hemm masih sangat aneh ini.

Tulis review kalian ya… Itu sangat berharga bagiku… Hehehe… ^^

Sampai jumpa di chapter depan.