OSM

Decklaimer :

Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.

Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.

Rating : T

Genre : Romance

Pair : HanYu

" Aku punya rekaman videomu loh. Hahahaha Yuta I'm coming."

" HYUNGGGGG."

.

.

" Ano, hyungdeul ada urusan apa pagi-pagi sudah kesini?"

Yuta menatap Hansol dan Jonghyun dengan pandangan heran. Yuta semakin heran saja dengan pakaian mereka yang acak-acakan.

Mereka berlari ya? Untuk apa? Ini kan hari minggu dan setahu Yuta juga ini masih terlalu pagi untuk berkunjung karena sebelum membuka pintu Yuta sempat menengok jam dindingnya yang baru menunjukkan pukul 05:00.

" Ayo masuk!"

Karena kedua sepupu itu tidak menjawab, jadi Yuta memutuskan untuk mengajak mereka berdua masuk ke apartemennya.

Mereka berdua mengamati apartemen Yuta yang tumben sekali bersih. Seminggu yang lalu saat mereka berkunjung kesini banyak sekali sampah yang bertebaran.

Mereka berdua mengernyit. Setahu mereka Yuta itu orangnya jorok, tidak cocok sekali dengan kulit putih bersihnya. Kernyitan di kening mereka terlihat semakin dalam. Apa sebentar lagi akan terjadi badai?

Mereka berdua menggelengkan kepala mencoba mengusir pikiran buruk terhadap kebiasaan Yuta yang dari dasarnya memang buruk.

" Sebentar aku ambilkan minum dulu."

Hansol dan Jonghyun menganggukkan kepala dengan kompak, dan menatap Yuta dengan ekspresi kosong yang benar-benar kosong. Yuta heran, mereka berdua ini kenapa?

Hansol menatap Jonghyun sengit begitu Yuta benar-benar meninggalkan mereka berdua. Hansol harus menjaga imagenya di depan Yuta bagaimanapun caranya.

Sedangkan Jonghyun sendiri justru membalas tatapan tajam Hansol dengan seringai lebar. Ia kemudian sibuk dengan ponselnya, lebih tepatnya mengunci video yang direkamnya tadi saat Hansol tertidur. Ya, untuk jaga-jaga saja supaya Hansol tidak bisa menghapusnya jika saja Jonghyun lengah nanti dan Hansol berhasil mendapatkan ponselnya.

Enak saja Hansol, Jonghyun sudah capek-capek merekam juga. Harusnya Hansol berterimakasih padanya dong. Bukannya malah mengikuti Jonghyun yang ingin bertemu dengan pemuda Jepang yang tengah berada di dapur saat ini.

" Pulang sana!"

Hansol melirik Jonghyun datar, dan kembali menatap foto yang terpampang tepat di samping kirinya dalam figura berwarna coklat tua.

Fokus Hansol hanya tertuju pada foto sebuah keluarga dengan anak laki-laki berwajah cantik yang sedang tersenyum lebar sambil membawa bola.

Setelah melihat foto ini, Hansol melirik foto lain di samping foto yang Hansol lihat sejak tadi. Oh tidak Hansol terlalu gemas, ia ingin menjerit saja rasanya. Apakah balita berbaju kuning dan berwajah super imut itu Yuta? Hansol ingin menjerit tapi tidak terlalu keren untuk dimasukan dalam kategori fanboy alay soalnya.

Sekarang Hansol yakin kalau Yuta memang sudah cantik dari lahir.

" Sok keren."

Jonghyun kesal, ingin sekali ia melempar Hansol dengan sofa kosong di depannya. Tapi sayang, Jonghyun tidak lebih kuat dari Hansol biarpun Jonghyun itu lebih tua dari Hansol. Jonghyun merutuk dalam hati.

Hansol tersenyum tipis tanpa adanya sedikitpun niatan untuk membalas ataupun hanya sekedar melirik Jonghyun dari tadi. Sebenarnya Hansol ingin menertawakan Jonghyun sejak tadi, tapi tidak jadi begitu Hansol ingat bahwa ia masih berada-lebih tepatnya baru sampai- di daerah kekuasaan Yuta. Eh bukan, maksud Hansol itu apartemen Yuta.

" Maaf lama."

Yuta datang dengan membawa jus jambu, satu toples cookies dan tiga mangkuk sup entah apa itu. Dilihat dari tampilannya sih sepertinya enak. Kedua sepupu itu memang sering datang kesini. Tapi ini pertama kalinya Yuta memasak untuk mereka.

Hansol mendengus, seharusnya tadi ia ikut ke dapur supaya bisa melihat Yuta memasak. Siapa tahu kalau Yuta menggunakan apron. Sebenarnya, khayalan terbesar Hansol selama ia 18 tahun hidup adalah melihat Yuta menggunakan apron. Apalagi kalau apronnya berwarna pink.

Kenapa begitu? Karena menurut Hansol, perpaduan antara Yuta dengan kain anti noda dapur seperti apron adalah kombinasi paling sempurna. Yuta itu sudah cantik, dan biasanya orang cantik itu kalau menggunakan apron bisa fleksibel sekali wajahnya seperti chanell TV. Bisa cantik, manis, imut dan seksi disaat bersamaan. Hansol ingin melihat Yuta yang seperti itu.

" Aku tidak bisa memasak makanan korea, Ibu belum mengajariku. Jadi aku buatkan sup miso saja ya. Apa tidak apa-apa?" Tanya Yuta.

Kedua sepupu itu terdiam dengan mata melotot dan mulut menganga lebar. Entah kenapa mereka bisa melihat lingkaran halo diatas kepala Yuta.

" Ano, kalian tidak apa-apa?"

" Jangankan sup miso yut, kamu masak sup krikil saja akan aku habiskan." Hansol melirik Jonghyun sengit. Ini kenapa juga Jonghyun yang menggombal, harusnya kan Hansol.

" Ayo dimakan."

Mereka berdua mengangguk patuh dan mulai memakan sup miso yang sudah dengan susah payah Yuta buatkan untuk mereka berdua.

" Maaf ya tidak ada nasi. Aku tidak bisa memasaknya."

" Tidak apa-apa kok sayang… ADUH APAAN SIH SOL? KALAU MINTA DIHAJAR BILANG DONG. GAK USAH PAKAI NGINJEK KAKI AKU SEGALA."

Hansol menulikan telinganya, ia bahkan memakan supnya dengan mengumbar senyum super lebar pada Yuta hingga membuat wajah Yuta memerah.

Sialan sekali Hansol, Jonghyun janji akan menghajanya jika mereka sampai rumah nanti. Lagian tujuan Jonghyun datang kemari kan bukan mau melihat Hansol menggombali Yuta. Sepertinya Jonghyun harus menyelesaikan ini semua, tapi setelah Hanso lengah dong ya.

" Sebentar, aku kebelakang dulu."

" Ngapain sol? Mau boker ya?"

" Itu tahu."

" Ikut dong. Aku pingin liat kamu boker soalnya."

Hansol dan Yuta menatap Jonghyun dengan datar. Sepertinya mulut pemuda tampan itu harus disapu, atau bila perlu disemprot dengan cairan pestisida. Ehm, sianida sepertinya lebih oke.

Hansol meninggalkan Yuta dan Jonghyun di ruang tengah dengan Jonghyun yang masih sibuk menghabiskan isi dalam mangkuk supnya.

Jonghyun meletakkan sendoknya dan menatap Yuta yang juga menatapnya sambil memakan cookies. Oh god, kenapa harus secute itu sih? Sialan, Jonghyun kan jadi salting sendiri.

" Yuta."

" Nde."

" Aku… Itu…Emm, bagaimana ya bicaranya ya? Ah begini, aku ingin menunjukkan sesuatu."

Jonghyun mendekatkan wajahnya pada Yuta, ia melirik sekitarnya dan tersenyum begitu merasa aman.

" Aku tidak ingin mengatakannya jadi lihat saja langsung."

Jonghyun mengambil ponsel di saku celananya. Membuka aplikasi galeri, lebih tepatnya video dan memberikannya pada Yuta.

' Ah, Yuta-chan kenapa kamu cantik sekali? '

Mata Yuta melotot. Apa-apaan ini? Orang yang ada di video dan melakukan hal aneh sambil memanggil namanya itu Hansol? Kenapa Hansol…

Ah, Yuta tidak sanggup mengatakan apapun, ia terlalu malu. Yuta ingin menyudahinya tapi Jonghyun memaksa Yuta untuk melihat video itu secara keseluruhan.

Sialan, wajah Yuta memerah sempurna. Pemuda cantik itu benar-benar ingin menyudahi ini. Video ini sangat mengerikan, Yuta tidak kuat. Yuta tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Karena Yuta selalu berpikir kalau dirinya masih kecil.

" J-jonghyun hyung."

" Apa?"

" S-sudah ya?"

" Tidak boleh. Tolongah Yuta, tonton sampai habis ya? Masak kamu tidak kasihan sama hyung. Merekam itu susah loh."

" Tapi…"

" Tonton saja!"

Yuta mengangguk takut, ia kembali menonton video laknat yang ingin dihapusnya saja saat ini. Tapi ini ponsel Jonghyun, Yuta tidak berani apalagi Jonghyun terlihat sangat mengerikan tadi.

Jonghyun ini juga kenapa aneh sekali sih. Pakai acara merekam Hansol pas mengigau segala lagi. Masih mending kalau normal. Lah ini? Video ini dilihat dari pertama kali saja sudah tidak normal, dan semakin kesini semakin tidak normal.

" Eh ada Hansol. Eh, kok kamu jadi tambah tinggi sih? Gimana bokernya sukses?"

Hansol memutar bola matanya bosan, pemuda tinggi itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah Yuta yang kini menatapnya dengan wajah memerah malu.

" Ada apa?" Tanya Hansol, ia kemudian duduk di samping Yuta yang justru menggeser tubuhnya agak menjauhi Hansol.

Hansol mengangkat sebelah alisnya heran. Yuta ini kenapa? Hansol mengalihkan pandangannya kearah Jonghyun yang tengah bersiul riang.

" A-ano Hansol hyung, aku tidak tahu kalau hyung ternyata s-suka hal seperti itu."

" Apa maksudmu?"

" A-aku tidak tahu, hyung lihat sendiri saja."

Hansol menatap layar ponsel itu dengan datar. Menurutnya video ini normal, hanya ada Hansol yang sedang tertidur. Eh? Tunggu dulu apa itu?

" Hah?"

Hansol melotot horror, apa-apaan video itu kenapa disitu ia bisa bermastu… Ah tidak, Hansol tidak sanggup melanjutkan ini. Hansol baru ingat, pantas saja tadi saat membangunkannya Jonghyun tertawa seperti orang kesetanan.

" Kamu melihatnya?" Tanya Hansol pada Yuta. Yuta mengangguk, ia bahkan menceritakan pada Hansol bahwa Jonghyun terus memaksanya untuk menonton video laknat itu.

" Hyung."

" AHAHAHA HABISNYA KAMU SIH MELAKUKAN ITU PAS AKU MASUK KEKAMARMU. LAGIAN AKU BANGUNIN KAMU GAK MAU BANGUN AHAHAHAH… Ah, ya ampun lucu banget, perutku jadi sakit."

DUAKKK

" KAMPRET SAKIT TAHU. KALAU MAU NENDANG LIHAT-LIHAT DONG. ORANG GANTENG KAYAK AKU ITU NGGAK PANTES DITENDANG."

" Ngomong sama tembok sana!" Hansol menatap Yuta yang tengah menatap Jonghyun prihatin. Hansol meraih tangan Yuta dan…

GREBBBBB

" Eh?"

Yuta menegang, kenapa Hansol tiba-tiba memeluknya seperti ini?

" Maafkan aku."

" Eh? Untuk apa?"

"Aku tidak mau kamu terganggu dengan video itu."

" Tidak apa-apa kok, ini bukan salah hyung."

" APAAN SIH SOL AKU JUGA MAU MELUK YUTA KALI."

Hansol menatap Jonghyun dengan tatapan paling mengerikan dari semua tatapan yang dimilikinya. Sepertinya Hansol memang harus menghajar kakak sepupunya yang menyebalkan ini.

" Mengganggu saja. Pergi sana!"

TBC

Aku suka banget bikin Jonghyun jadi sepupunya Hanso entah kenapa. Bagaimana dengan yang ini? Aku akan mengupload pairnya sesuai urutan di Our Sweet Mochi seperti yang sudah disarankan kemarin.

Terimakasih untuk semua reader yang sudah mau merivew. Aku sayang kalian :*

Next HaeYu

Salam sokyu