OSM
Decklaimer :
Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.
Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.
Rating : T
Genre : Romance
Pair : IlTa/IlYu
…
" Mau jadi pacarku?"
" Jones ya?"
.
.
Taeil menatap layar tv di depannya dengan mata berbinar. Jika kalian ingin tahu apa yang sedang bang bulan kita lakukan, ia hanya sedang menonton acara musik yang tayang tiap hari jum'at disalah satu stasiun tv yang entah kenapa sering dihujat netizen Korea karena kerakusannya dalam menguasai pasar hiburan :'v . Oke abaikan yang barusan! Lebih baik kita tengok pemuda tampan dengan julukan kolot bernama Moon Taeil yang sedang berfanboy ria sambil sesekali memeluk dan menggigit bantal sofa yang di peluknya dengan sangat gemas.
Taeil hanya sedang menonton live perform dari salah satu sunbae di agensinya kok tidak lebih. Kalau boleh jujur Taeil jauh menyukai Super Junior terutama Kyuhyun dari pada sunbaenya yang satu ini. Tapi tetap saja yang namanya aura bintang walaupun Taeil biasa saja sekalipun tetap saja ia kagum. Apalagi dengan visual mereka.
Benar, yang Taeil tonton itu EXO. Siapa yang tidak kenal EXO apalagi ditahun 2016 dimana semua peralatan serba canggih dan industry hiburan juga sudah semakin maju? Saat ini EXO sedang masa jayanya, dan sekarang juga mereka dalam masa promosi Lotto dan sumpah demi apa Taeil sangat suka lagu itu apalagi saat Chen melakukan nada tingginya. Sial, Taeil merasa kalah hanya dengan mendengar suara Chen. Suara Taeil tidak setenor itu masalahnya.
" Kalian terbaik sunbae." Gumam Taeil pelan, ia bahkan memberikan dua jempolnya. Sungguh ia benar-benar kagum dengan EXO yang bahkan selalu menduduki chart pertama disetiap comebacknya dengan jumlah fans yang berjuta-juta banyaknya. Taeil melamun, sampai ia tak menyadari keberadaan seseorang yang sedang berjalan mengendap ke arahnya dengan menampakkan senyum lebar dan tatapan mata jahilnya. Ini bukan Haechan, tatapan jahil Haechan lebih mengerikan dari ini. Dan terlebih lagi, Haechan tidak pernah tersenyum lebar saat mengerjai mangsanya, bocah dengan julukan evil itu lebih memilih menyeringai licik bukan tersenyum.
" Wah nada tingginya mengerikan. Kira-kira itu berapa oktaf ya? 3 apa 4 ya? Ah bingung." Gerutu Taeil seraya mengacak surai pirangnya yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan. Pemuda yang tidak terlalu tinggi itu mengambil remot yang tergeletak di samping kanannya dan menambah volumenya hingga menjadi 28.
Yuta yang berada di belakang Taeil yang tadinya ingin mengerjai Taeil jadi mengurungkan niatnya. Pemuda Jepang manis itu lebih memilih menutup telinganya dengan kedua tangannya dan menatap punggung Taeil dengan pandangan menusuk.
" Yakk hyung."
Tapi Taeil tidak mendengar. Yuta berdiri di belakang Taeil dengan kedua tangan yang masih menutupi telinga. Raut wajahnya benar-benar tidak bersahabat saat ini. Alis mengkerut, kening tertekuk, tatapan tajam dan bibir yang mengerucut sebal.
" Kecilkan sedikit hyung!"
Taeil tetap tidak mendengar. Atau pemuda bermarga Moon itu memang sengaja pura-pura tidak mendengar? Jawabannya iya. Taeil memang pura-pura tidak mendengar suara Yuta. Sekali-kali Taeil yang mengerjai Yuta tidak apa-apa kan? Sebut saja ini sebagai ajang balas dendam tak bermutu Taeil kemarin karena cinta super tulusnya itu ditolak.
Taeil tersenyum dalam hati. Seingatnya ia tak pernah mengerjai orang selama ini. Biasanya Taeil yang menjadi korban bully member yang lain terutama oleh orang bernama Haechan, Ten dan Johnny. Memberi hukuman itu beda lagi ya. Itu sih salah member yang lain karena membantah peraturan yang sudah Taeil tetapkan. Dan hari ini, dimenit ini dan detik ini Taeil sedang mengerjai Yuta.
Taeil merasakan getaran di samping kirinya. Ia melirik sebentar tanpa ada niatan untuk menoleh sedikitpun. Taeil terkekeh dalam hati. Yuta sedang bersedekap dengan bibir mengerucut dan alis tertekuk. Tunggu, itu bukan aegyo kan? Imut sih, tapi seingat Taeil tidak ada aegyo seaneh itu. Apa ini jenis aegyo baru yang sedang hits sekarang? Taeil masa bodoh dengan aegyo yang penting Yuta duduk di sampingnya.
" Hyung kecilkan volumenya dong! Ini terlalu keras." Taeil menoleh kearah Yuta yang kini juga tengah menatapnya. Taeil memundurkan kepala karena jarak mereka yang terlalu dekat. Taeil kembali menatap layar tv dengan tangan mengelus dada, ia bernapas dengan lega. Tapi sejujurnya untuk sekarang ini Taeil sedang tidak bisa fokus dengan apa yang sedang tv di depannya tayangkan. Sial, setiap berada di dekat Yuta fokus Taeil menjadi buyar. Apa Taeil harus membeli kacamata kuda untuk menghindari keinginannya yang sangat tinggi untuk menatap Yuta.
Tapi karena Taeil itu orangnya gengsian, maka dari itu Taeil lebih memilih untuk berpura-pura fokus dengan tontonannya. Siapa tahu Yuta bosan karena tidak ada yang mengajak bicara dan memilih pergi meninggakan Taeil seorang diri seperti awal tadi.
Yang namanya harapan itu kalau tidak diperjuangkan akan tetap menjadi harapan. Jika saja Taeil tidak mengabaikan Yuta dan menuruti Yuta untuk mengecilkan sedikit volume tv maka pemuda manis itu tidak akan bertanya aneh-aneh padanya seperti sekarang ini.
" Hyung tuli mendadak?" ' Sial.'
" Hyung tahu tombol di remot yang aku pegang ini ada tulisan angka berapa?" ' Aku tidak rabun apalagi buta dasar manis.'
" Kapan terakhir kali telinga hyung dibersihkan?" ' Ya Tuhan untung dia cantik.'
" Hyung tahu tidak kenapa Chanyeol hyung bisa setinggi itu?" ' Mana kutahu.'
" Hyung kenapa mau disuruh mengecat rambut hyung jadi pirang?" ' Ini tuntutan pekerjaan Yuta sayang~' Taeil jadi gemas sendiri.
Yuta mendengus karena tidak mendapat respon apapuun dari Taeil. Karena kebetulan sekali remot tv sedang dikuasi Yuta. Maka dari itu Yuta memilih mengganti saluran tv begitu EXO menyelesaikan encore mereka. Tidak heran kalau mereka menang lagi.
" Kenapa jelek semua sih? Menyebalkan sekali." Gerutu Yuta, pemuda manis itu bahkan tidak sadar sedang beraegyo sekarang. Taeil yang sejak tadi meliriknya hanya dapat tersenyum simpul. Pesona Yuta memang tidak terbantahkan. Pikir Taeil dalam hati.
" Ah, Sponsbob." Seingat Taei, Yuta baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 21 bulan lalu. Dan setahu Taeil juga orang dengan umur 21 itu sudah bisa dikatakan dewasa jika mengingat batasan dewasa di korea itu orang berumur 20? Yang membuat Taeil mengernyit bingung adalah. Apa orang yang berumur 21 tahun bisa seimut ini saat menonton kartun? Bukankah seharusnya menonton acara yang agak sedikit lebih dewasa? Maksud Taeil menonton acara yang sesuai dengan umur Yuta. Seperti kasus pemerintahan yang sedang heboh-hebohnya, seharusnya Yuta menonton acara yang seperti itu. bukan menonton acara yang biasa Jisung tonton. Ini mengerikan, dan faktanya Taeil benci kartun terutama Sponsbob bercelana kotak itu.
" Ganti!"
" Hah?"
" Kubilang ganti!"
" Hyung kenapa memaksa?"
" Turuti saja perintahku."
" Kalau aku tidak mau?"
" Kucium kau nanti."
Yuta mendengus keras, berhadapan dengan Taeil yang sedang mode menyebalkan itu sangat merepotkan. Karena Yuta orangnya baik dan untuk alasan yang lain karena Yuta tidak mau kena damprat - cium - Taeil. Maka dari itu Yuta lebih memilih mengikhlaskan remot yang sempat dikuasainya tadi pada Taeil. Dan membiarkan hyungnya itu menguasai remot tv dan mengganti channelnya kesaluran Mbc yang sedang menayangkan berita China yang saat ini tengah memboikot seluruh kegiatan yang berbau Korea.
Yuta menatap Taeil datar, terlalu datar malahan. Pemuda manis itu entah kenapa merasa prihatin dengan Taeil saat ini. Oke, Yuta tahu rasa kasihannya ini tidak berdasar sama sekali tapi tetap saja sekarang ini Taeil minta sekali dikasihani.
GREP. " Eh?" Taeil membulatkan matanya selebar mungkin begitu Yuta memeluk tubuhnya erat. Yuta bahkan mengelus punggung Taeil guna menyalurkan rasa simpatiknya. Sialan, wajah Taeil tiba-tiba memerah.
" Yang sabar ya hyung." Kata Yuta setelah pemuda manis itu melepaskan pelukannya dari tubuh Taeil yang kini masih membatu.
" Apa maksudmu?" Tanya Taeil begitu sadar ada kejanggalan dari semua sikap Yuta yang tiba-tiba, terutama perkataannya tadi. Yuta menatap Taeil dengan tatapan terluka, Yuta dan kelakuannya itu mengundang kernyitan aneh di dahi Taeil.
" Aku tahu hyung itu tidak lucu sama sekali." Taeil semakin mengernyit. Apa Yuta sedang mengejeknya sekarang? Sepertinya iya. Kalau iya, bolehkah Taeil menendangnya?
" Tolong jangan tonton berita lagi. Hyung nonton acara lawak saja ya! Hyung itu sudah tidak lucu, nanti hyung semakin tidak lucu jika hyung seperti ini terus." Sungguh, ingin sekali Taeil memukul kepala Yuta dengan remot sekarang juga. Dan tolong ingatkan Taeil juga untuk berhenti menyukai pemuda manis dengan mulut pedas bernada polos di sampingnya ini.
TBC
Kenapa selalu bangbul yang endingnya ngenes? Entahah aku cuma suka aja. Kayaknya cocok aja gitu :'V
Btw terimakasih untuk tenbreeze, Misharu Rin,titiktitik, Kim991, Yuyu arxlnn, Unnayus, Jentababy, MyNameX, casper. Jangan lupa tinggalkan komentar setelah mampir kesini ya. RnR
