OSM

Decklaimer :

Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.

Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.

Rating : T

Genre : Romance. Fluff.

Pair : WinTa

" Aku ingin menikasi Yuta hyung. Boleh?"

.

.

Winwin mengintip keberadaan Yuta dari balik pintu kamar hyung kesayangannya itu. Namun nihil, tidak ada seorangpun di sana bahkan Jaehyun dan Mark sang teman sekamar pun tak ada. Winwin mendengus kecewa, padahal ia sangat merindukan pemuda Jepang itu saat ini walaupun pada kenyataannya mereka sudah terlalu sering bertemu tapi tetap saja Winwin merasa sangat rindu.

Winwin mendudukkan dirinya di samping Johnny yang sedang menonton film entah apa itu. Seingat Winwin ia tidak pernah menontonnya dan entah ini sebuah kebetulan semata, Winwin juga tak sedikitpun memiliki niatan untuk menonton film yang sepertinya berating agak dewasa itu. Winwin tak perduli, ia lebih memilih mengosongkan pandangan matanya dan mulai melamunkan sang pujaan hati yang tak kunjung dilihatnya.

Ini masih terlalu pagi jika ingin jalan-jalan, masalahnya ini masih pukul 5 pagi dan Yuta sudah tidak ada? Menyebalkan, Winwin sangat yakin sekali jika salah satu diantara hyungnya kalau tidak ya adik-adiknya tengah mengajak Yuta keluar. Winwin tidak masalah sebenarnya, ia juga tidak berhak melarang memang ia siapanya Yuta? Kekasihnya? Maunya Winwin sih begitu tapi Yutanya mau atau tidak?

Winwin menoleh ke samping, dan mendapati Johnny yang entah sudah sejak kapan tengah menatapnya dengan alis terangkat dan ekpresi yang kelewat menyebalkan. Winwin memicingkan matanya curiga saat Johnny tiba-tiba menyeringai jahil dan menatapnya dengan pandangan kasihan?

'Apa-apaan tatapannya itu?' Pikir Winwin kesal.

Johnnny menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan bersedekap dada dan jangan lupakan helaan nafas yang seakan telah melakukan sebuah kegiatan berupa kejahilan bersama salah satu magnae mereka Haechan. Tapi kenyataannya Johnny hanya menghela napas panjang.

" Kenapa wajahmu cemberut begitu? Jangan bertingkah sok imut kau tidak ada imut-imutnya sama sekali."

Ingin sekali Winwin membanting Johnny sekarang juga tapi mengingat betapa besarnya tubuh Johnny, Winwin jadi mengurungkan niatnya padahal ia ingin sekali memukul wajah – sok – tampan itu sejak ia menatap Johnny tadi. Enak saja, Winwin itu sangat imut tahu, bahkan lebih imut dari si bayi raksasa Jung Jaehyun.

" Hyug tahu tidak Yuta hyung di mana?" Tanya Winwin. Well, Winwin memang ingin memukul wajah Johnny, tapi sejujurnya mengetahui keberadaan Yuta saat ini lebih penting baginya.

" Kangen ya?"

" Tentu saja dia hyungku."

" Aku juga hyungmu tapi kau tidak pernah berkata rindu padaku."

" Hah? Memang kenapa?" Tanya Winwin agak sedikit ketus yang berhasil mendapat pelototan tajam dari Johnny. Winwin meringis, ia menggaruk tengkuknya sambil tertawa canggung, Johnny terlihat menakutkan sekarang.

Johnny mengernyit aneh, Winwin menatap Johnny dengan tatapan yang seolah mengatakan 'dimana istriku?' kurang lebih seperti itu. Membuat Johnny tergelak begitu saja. Sial, Johnny juga menyukai Yuta, tapi ia tidak seposesif itu pada Yuta yang bahkan baru dilihatnya 5 menit yang lalu.

" Serindu itukah?"

Winwin menganggukkan kepalanya lemas, ia sangat merindukan Yuta seperti ia sangat merindukan kedua orang tuanya di China sana. Johnny menyeringai jahil begitu mendapati sebuah ide yang tak kalah jahil dengan seringaiannya.

" Tadi sepertinya Yuta bersama Taeyong di kamarnya. Coba kau kesana saja, sepertinya mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan."

" HAH APA? KAMAR? MENCURIGAKAN?" Teriak Winwin heboh. Jika apa yang dikatakan Johnny benar, jika Yuta hyung tersayangnya sedang bersama Taeyong maka Winwin harus cepat-cepat memisahkan mereka. Jika mereka berdua tidak Winwin ganggu, Winwin takutnya Taeyong akan melakukan hal-hal tak senonoh pada Yuta seperti tiga hari yang lalu.

Saat Winwin tak sengaja terbangun ditengah malam karena haus dan memaksanya untuk pergi ke dapur, hingga ia mendapati Taeyong yang mendorong tubuh Yuta ke dinding dan memojokkan serta menghimpit tubuh hyung Jepangnya itu. Winwin sangat tahu apa yang ingin Taeyong lakukan pada Yuta maka dari itu Winwin pura-pura tidak mengetahui apa-apa, menyapa mereka berdua dan memaksa Yuta untuk memasakkan ramen dan membuatkan coklat panas untuknya.

Dan sejak hari itu Winwin berjanji pada dirinya sendiri. Jika Taeyong dan Yuta berada disatu tempat yang sama apalagi kalau mereka hanya berdua saja, maka Winwin wajib menjadi orang yang ketiganya. Winwin tak perduli dengan pepatah yang mengatakan jika berduaan maka yang ketiganya adalah setan, yang penting Yuta dalam keadaan utuh tak tersentuh karena jujur saja, Winwin juga punya keinginan besar untuk menyentuh hyung yang telah menarik perhatiannya sejak pertama bertemu itu. Bukankah Winwin sangat pantai menyembunyikan pikiran mesumnya dengan wajah lucunya? Sepertinya iya.

Winwin mengetuk pintu Taeyong keras, ia bahkan memanggil nama Taeyong dengan nada yang tak kalah bringasnya. Winwin tidak sabar, dengan disertai emosi yang tinggi didobraknya pintu kamar Taeyong-Haechan dengan sekali tendang hingga pintu itu terbuka lebar, dan mendapati Yuta yang sedang menyuapi Taeyong dengan semangkuk bubur di tangannya.

" Winwinie? Ada apa?"

Winwin tak mengindahkan pertanyaan Yuta, pemuda China itu lebih memilih untuk mengernyitkan dahinya dan menggamati Taeyong yang nampak lemah tak berdaya di atas kasurnya, dengan wajah kelewat pucat, bahkan tingkat kepucatannya melebihi kulit Jaehyun yang sudah pucat dari sananya.

" Taeyong hyung sakit?" Tanya Winwin memastikan dan dijawabi anggukan kepala kompak oleh kedua hyung di depannya.

Winwin merenung, ia kembali mengingat kata-kata Johnny 7 menit yang lalu sebelum ia mengamuk dan mendobrak pintu kamar Taeyong.

Winwin mengepalkan tangannya, ia baru ingat kalau Johnny itu salah satu saingannya dalam merebut hati Yuta hyungnya, tentu saja Johnny akan melakukan berbagai cara untuk mengerjainya. Winwin juga baru ingat kalau Johnny itu orang paling menyebalkan nomor 2 setelah si setan berkedok magnae Haechan.

Sepertinya Winwin harus berhati-hati setelah ini, Johnny orang yang sangat berbahaya. Winwin akan memasang alarm peringatan jika mereka bertegur sapa lagi nanti.

" Kenapa berdiri di situ? Cepat masuk! Kau ingin bertemu dengan Yuta kan?" Winwin mengangguk mendengar perkataan Taeyong. Pemuda China itu melangkahkan kakinya dan berdiri tepat di belakang Yuta.

" Untuk kali ini kuijinkan kau untuk memeluk Yuta sepuasmu, lebih dari itu jangan harap kau bisa memanggil namanya lagi, mengerti?" Winwin tahu itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan tapi siapa juga yang perduli. Lagi pula Tayong sudah memberinya lampu hijau, lebih baik dimanfaatkan sebaik mungkin kan?

Maka dari itu, dengan secepat kilat dengan disertai jantung yang berdebar kuat karena mendapatkan ijin dari orang pertama yang mengklaim Yuta. Winwin segera meraih pinggang ramping hyung Jepangnya, dan memeluknya dengan sangat erat. Winwin menaruh dagunya di bahu Yuta dan menggesekkan pipinya dengan pipi hyung manisnya itu.

Entah mendapat pencerahan dari mana, Winwin menatap Taeyong dengan pandangan yang sulit diartikan. Taeyong yang ditatap seperti itu hanya dapat menghela napas berat. Entahlah, tapi ia sangat tahu apa yang diinginkan Winwin sekarang. Taeyong berpikir sejenak, menimang keuntungan dan kerugian jika ia menuruti permintaan non verbal dari Winwin.

Kerugiannya ia bisa melihat Yuta yang sedang bermesraan dengan anaknya sendiri dan itu tentu saja membuatnya panas, karena anak yang satu ini sangat pembangkang. Mana ada anak menyukai Ibunya sendiri kalau bukan Winwin?

Keuntungannya, ia bisa menghukum Yuta dengan dalih 'jadi begitu? kau rela dipegang orang lain tanpa memikirkan perasaanku?' kurang lebih seperti itu. Jadi Taeyong akan memberi Winwin kesempatan untuk kali ini saja. Mumpung Taeyong sedang baik.

Tidak tahu saja Taeyong kalau Winwin bahkan lebih dari perkiraannya.

" Kau boleh menciumnya tapi hanya di pipi."

" Hah? Taeyongie tunggu dulu, kalian bicara apa?"

" Kalau bibir?"

" Jangan berharap kau menyentuh bagian itu apalagi di depanku." Winwin mengangguk paham dan menatap Taeyong dengan pandangan terimakasih. Mereka berdua bahkan saling bernegoisasi tanpa mengindahkan protesan Yuta yang saat ini hanya bisa cengo mendengarnya.

' Taeyong hyung bilang aku tidak boleh mencium bibir Yuta hyung kalau di depannya? Kalau di belakangnya boleh begitu? Ahaha celah besar, aku akan memanfaatkan kesempatan itu nanti.' Winwin tersenyum lebar, Winwin cukup pintar untuk tidak menyeringai karena ia tahu kalau Taeyong akan mencurigainya nanti.

" Yuta hyung."

" Apa?"

" Saranghae."

" Eh?"

Winwin memeluk Yuta semakin erat dan menempelkan bibirnya pada pipi Yuta yang terasa halus nan lembut. Winwin ingin sekali berteriak senang namun ia mengurungkan niatnya.

Pipi Yuta sangat bersih dan halus, ia tidak tahu Yuta menggunakan pelembab wajah merek apa tapi Winwin sangat menyukainya.

Winwin menekan bibirnya semakin dalam pada pipi Yuta, mengabaikan wajah Yuta yang sekarang sudah sangat merah dan tatapan tajam Taeyong yang untung saja tidak dapat membunuhnya.

Winwin melepaskan ciumannya pada pipi Yuta dan menatap hyung manisnya itu dengan senyum super lebar yang tampak menyilaukan sekaligus menyebalkan dan entah kenapa terasa mengejek di mata Taeyong.

' Seharusnya aku tidak mengijinkannya. Dasar anak ayam.' Taeyong menatap Winwin datar, karena saat ini Winwin mengecup pipi Yuta yang lain dengan durasi yang lebih lama dari sebelumnya, membuat ubun-ubun Taeyong memanas.

" W-winwinie sudah cukup." Yuta tidak bisa melawan karena posisi Winwin yang memeluknya dari belakang ini apalagi dengan sangat erat membuat semua pergerakan yang Yuta lakukan sia-sia.

" Sebentar lagi ya hyung, masak sama anak sendiri begitu."

' Anak sendiri kepalamu.' Batin Taeyong kesal, ia bahkan dapat melihat lirikan Winwin yang ditujukan padanya.

' Dia mengejekku?' Batin Taeyong.

" Winwin sudah ya? Hyung mau cuci mangkuk ini."

Winwin dengan terpaksa melepaskan pelukannya. Ia berdiri tegak dan menatap kedua hyungnya secara bergantian, jangan lupakan senyum polosnya yang entah kenapa terlihat sangat menyebalkan.

" Terimakasih Taeyong hyung, besok aku mau mencium Yuta hyung lagi tanpa ijin darimu, aku pastikan akan mencium bibirnya. Sudah ya, aku mau pamer ke Johnny hyung dulu. Yuta hyung hati-hati."

BLAM. Pintu kamar itu tertutup, meninggalkan Yuta dan Taeyong yang hanya menatap pintu itu dengan ekspresi bodoh.

.

Winwin berjalan kearah Johnny yang saat ini sedang bersama Taeil, dan mendudukkan tubuhnya di samping pemuda tiang Chichago itu yang masih menonton film. Ia bahkan menatap Johnny dengan senyum mengembang dan tanpa berkedip. Membuat yang ditatap merasa risih sendiri.

" Hyung tahu tidak?"

" Tidak tahu."

" Dengarkan ceritaku dulu."

" Apa?"

Winwin terkekeh kecil saat mengingatnya, ia yakin setelah ini kedua hyung tetuanya ini akan berteriak heboh jika mendengar ceritanya. Oh, sepertinya menambahkan sedikit bumbu akan terasa lebih seru.

" Tadi Taeyong hyung memberiku ijin mencium Yuta hyung loh. Tahu tidak aku menciumnya di mana?"

Taeil dan johnny menggeleng kompak. Mereka berdua sejak tadi berada didepan tv dan mengomentari beberapa adegan di film yang sangat membosankan. Johnny saja tidak tahu apalagi Taeil yang baru beberapa menit yang lalu datang. Ya, tapi tadi Johnny memang sempat bercerita pada Taeil sih jika pemuda tiang itu sedang mengerjai Winwin dengan mengatakan Taeyong sedang melakukan hal tak senonoh pada Yuta, walaupun sebenarnya ia tahu kalau Taeyong sedang sakit. Namun apa yang dikatakan Winwin setelahnya membuat mata mereka melotot dengan mulut menganga tak percaya.

" Di bibir. Ahaha beruntung sekali kan aku? Sudah ya hyung, aku mau bermain dengan Renjun dulu." Winwin meninggalkan Johnny dan Taeil yang saat ini saling menatap, masih dengan mata melolot dan mulut menganga lebar.

" TAEYONG BRENGSEK KAU DASAR PILIH KASIH MENTANG-MENTANG WINWIN ANAKMU."

" AKU JUGA MAU MENCIUM YUTA."

TBC

WKWKWKWKWK BETAPA RANDOMNYA DIRIKU. Maaf pemirsa, aku akhir-akhir ini memang lagi demam WinTa entah kenapa. Winwin biarpun tingkahnya sok polos begitu kalau udah sama Yuta jadi polos-polos menghanyutkan. Bisa banget cari kesempatan modusin mamih gue -_-

Btw hari ini teaser papih suh dan asdfghjkl dia ganteng parah walaupun sampai kapanpun aku akan berkata Haechanlah yang paling ganteng /PLAK/ XD besok tgl 5 yey mereka comeback stage XD

Terimakasih untuk Vi Jiminie, Misharu Rin, Yuta Noona, CaraTen, Yuyu arxlnn, BlueBerry Jung, JenTababy, BaconYonda, Unnayus, Min Milli, Park RinHyun-Uchiha, Kim991, kiyo. Jangan lupa Read and Review.