OSM

Decklaimer :

Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.

Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.

Rating : T

Genre : Romance. Fluff.

Pair : MarkYu

" Kalau minta cium sekarang gak papa sih hyung. Mumpung gak ada Jaehyun hyu…"

.

.

Mark cemberut, sebenarnya ia sudah tahu kalau ia akan kalah saat bermain game apapun dengan bocah yang satu ini. Yang Mark maksud tentu saja Jeno, bukan Haechan ya. Bocah setan itu mah beda lagi ceritanya.

Mark mendengus keras, Adiknya yang satu ini terlalu pintar dibalik wajahnya yang terlihat sangat tampan.

Kalau kata Mark sih, orang tampan itu sangat rakus. Kenapa bisa begitu? Tentu saja bisa, apalagi Mark sendiri yang membuat teori seperti itu.

Kita lihat saja Jeno lebih dalam. Pemuda itu bahkan masuk dalam 100 idol paling tampan bersama dengan Taeyong, Jaehyun dan Yuta. Dan yang perlu diingat, Jeno bahkan satu tahun lebih muda darinya. Jeno saja bisa kenapa ia tidak?

Sungguh tidak adil walaupun ia sendiri mengakuinya. Kerakusan Jeno yang lain, karena pemuda itu sangat pintar. Hanya saja ia terlalu rendah diri untuk menunjukkannya. Ya, walaupun Mark tahu kelemahan Jeno itu sama dengannya yaitu melawak tapi tetap saja mereka berbeda.

Dan yang membuat Mark semakin heran itu justru bukan Jeno tapi Yuta. iya benar, Namakamoto Yuta. Hyung yang sangat disayanginya itu.

Mark tidak ingin mengejek sebenarnya, tapi ia hanya heran saja kenapa pemuda secantik Yuta masuk dalam jajaran 100 idol tertampan. Mungkin saja Mark akan sangat setuju jika mereka memasukkan Yuta dalam daftar 100 idol tercantik. Ya, idol tercantik sepertinya lebih tepat untuk Yuta mengingat wajahnya yang terlalu mirip peremuan itu. Dan Mark lah yang seharusnya masuk daftar idol tertampan bukan Yuta.

" Aww sakit dasar bodoh." Mark memekik sakit saat Jeno mencubit hidungnya dengan keras.

Jeno yang ditatap dengan tajam oleh pemuda yang setahun lebih tua hanya dapat mengangkat bahunya tak perduli. Toh itu ia tidak merasa bersalah sama sekali.

" Jeno-ah."

Namun panggilan Mark membuat fokusnya yang awalnya berada pada game di depannya kini teralihkan hanya untuk menatap Mark yang saat ini tengah mengaruk tengkuknya bingung. Jeno hanya dapat mengangkat sebelah alisnya. Ia tidak penasaran sebenarnya, ia hanya heran saja karena Mark tak pernah berkelakuan selucu ini.

" Apa?"

" Emm –"

Mark menggantungkan kalimatnya, dan Jeno menatapnya dengan datar. Sungguh Jeno sangat ingin berkata bahwa diamnya mereka saat ini akan membuang waktu saja.

Tapi melihat Mark yang sepertinya ingin sekali mengatakan sesuatu itu jadi Jeno membiarkannya saja. Jeno itu orangnya sangat pendiam, jadi ia juka akan diam jika Mark tidak berbicara. Simple kan.

" M-menurutmu aku tampan tidak?" Tanya Mark dengan wajah memerah malu.

Jeno menatap Mark dengan pandangan ' kau bodoh ya hyung?' lalu berdiri dan hendak melangkahkan kakinya pergi, namun Mark dengan segera menahan kakinya. Mark bahkan memeluk kakinya dengan sangat erat. Membuat kernyitan di dahi Jeno semakin kentara.

Sungguh, sejujurnya Jeno tak ingin menjawab pertanyaan ini karena Mark dan semua member Dream bahkan Johnny dan Yuta juga selalu bertanya hal yang sama padanya. Jeno hanya heran saja, kenapa Mark dan yang lainnya selalu menanyakan ini padanya. Kenapa tidak ke Taeyong saja? Atau pada senior mereka Siwon, Minho dan Sehun sunbae? Kenapa harus selalu Jeno? Jeno lelah sungguh.

" Jawab aku dulu!"

" Tidak mau."

" Ayolah Jeno-ah, masak sama hyung kesayanganmu sendiri kau bicara begitu."

" Kau bukan hyung kesayanganku kalau hyung mau tahu."

Mark menatap Jeno datar. Ingin sekali ia berdiri dan mengumpat dengan di sertai hujan local di depan wajah Jeno saat ini. Mark sangat kesal, ia kan bertanya baik-baik kenapa jawaban Jeno justru seperti itu sih? Memangnya Mark salah ya kalau ia bertanya pada Jeno kalau ia tampan atau tidak?

" Ayolah Jeno-ah kau kan tampan, baik. Jawab pertanyaan hyung dulu ya?"

Jeno menghela napas pasrah, ia kembali mendudukkan dirinya di samping Mark tanpa memiliki niatan sedikitpun untuk menatap wajah hyungnya ini.

" Apa?"

" Menurutmu aku tampan tidak?"

" Ya."

" Bagian mana yang membuatku terlihat tampan?"

" Harus kujawab ya?"

" Tentu saja."

Jeno menatap Mark dalam diam, pemuda tampan itu mengamati wajah Mark dengan sangat serius dan teliti. Membuat Mark yang di tatap menjadi risih sendiri. Well, sebenarnya sih maunya di tatap orang semanis Yuta hyungnya bukan Jeno.

" Tidak ada."

" Hah?"

" Tidak ada yang special dari wajahmu."

" Cih, pembohong. Aku tidak mau bertanya padamu lagi."

Jeno tertawa keras saat Mark meninggalkannya seorang diri di ruang tengah bersama dengan game yang masih menyala. Jeno tidak tahu, menjadi orang receh seperti itu ternyata sangat menyenangkan. Ingatkan ia untuk mengerjai Mark lagi nanti.

.

.

Mark mendobrak pintu kamarnya bersama Jaehyun dan Yuta. Dan ia mendapati kedua hyungnya itu tengah membersihkan kamar. Jaehyun tengah menyapu lantai dan Yuta merapihkan kasur mereka bertiga yang nampak sangat berantakan.

" Hyung~"

Jaehyun dan Yuta menatap Mark dengan pandangan aneh. Tidak biasanya pemuda itu memanggil mereka dengan nada merajuk seperti itu.

" Kenapa?" Tanya Jaehyun membuat Mark makin mengerucutkan bibirnya. Bukan kenapa-kenapa, masalahnya Jaehyun juga tampan hanya itu yang membuatnya kesal.

" Memangnya aku tidak tampan ya?"

" Siapa yang bilang begitu?" Tanya Yuta yang nampaknya kembali memilih untuk merapihkan kasur. Membuat Mark mengernyit tak terima.

" Jeno yang bilang begitu hyung."

" Hoho Jeno sangat pintar."

" Hyung~"

Jaehyun tertawa keras. Lihatlah wajah Mark saat ini, sungguh tak layak untuk dilihat. Keningnya mengkerut dengan alis menekuk tajam, bibir mengerucut lucu. Oh, jangan lupakan tatapan tajamnya yang tak berefek sama sekali. Jika Mark itu Haechan, mungkin saja mereka sudah adu tonjok sedari tadi.

Mungkin saja Jaehyun akan lari terbirit-birit jika Taeyong yang menatapnya seperti itu. Karena dari dasarnya tatapan Taeyong itu sangat mengerikan. Bahkan saat pemuda itu dalam keadaan normal sekalipun. Nah ini Mark? Orang terkaku no.3 setelah Jeno dan Taeil. Tentu saja Jaehyun tertawa. Apalagi orang yang membuat Mark merajuk itu Jeno. Hello, ini Jeno orang terkaku no.1 bung bukan Ten atapun Johnny apalagi Haechan. Sungguh kemirisan yang sangat lucu.

" Kalau menurutku sih –"

Yuta menggantung kalimatnya. Pemuda cantik itu tampak memikirkan sesuatu saat ini. Entah apa yang dipikirkannya Mark dan Jaehyun jelas tidak tahu. Karena sesungguhnya jalan pikiran seorang Nakamoto Yuta itu tak dapat ditebak dalam sekali tatap. Mungkin saja ia tengah memikirkan bagaimana menjawab pertanyaan Mark.

" Setahu ku sih semua laki-laki di dunia ini tampan. Tidak ada orang yang jelek jika kau melihatnya dari berbagai aspek positif seperti kelakuan baik misalnya. Dan menurutku kau itu sangat tampan, kau juga pintar dan imut."

Wajah Mark memerah. Perkataan jujur Yuta itu entah kenapa membuat perutnya dipenuhi oleh kupu-kupu, kepalanya juga ingin meledak. Bahkan Jaehyun juga sama merahnya seperti Mark. Sepertinya mereka berdua tersentuh dengan ucapan Yuta.

Mereka berdua menghampiri Yuta dan menatap Yuta dengan senyum lebar dan mata berkaca-kaca hendak menangis. Terlihat seperti dua bayi kembar yang merindukan mainannya. Lucu sekali.

" Yuta hyung."

" Apa?"

Yuta menatap Mark heran. Dan ia hanya dapat meringis begitu mendapati Mark tengah memeluk tubuhnya dengan sangat erat, begitu pula dengan Jaehyun hingga menimbulkan kernyitan aneh di dahi Yuta. sungguh, Yuta tidak tahu ada apa dengan mereka berdua.

" HYUNG AKU SANGAT MENYAYANGIMU."

TBC

Kemarin kita sudah dibuat horror sendiri oleh mas sicheng di ff sebelah. Sekarang kit abaca yang manis tapi random di sini. Udah segini aja gak perlu panjang-panjang karena aku bingung mau ngetik apa, wah bentar lagi tamat nih haha XD

Terimakasih untuk TenCara, JenTababy, Hobi hyung, Kim991, Yuyu arxlnn, Vi Jiminie, Park RinHyun-Uchiha, BlueBerry Jung, liaoktaviani. joaseo, BaconYoda, Min Milly, Misharu Rin, Yuta Noona, Kiyoo.

Selamat untuk NCT 127 yang kemarin menang Rookie of the years di Golden disk award. Semoga kedepannya semakin sukses. Btw Yuta tambah cantik XD