OSM
Decklaimer :
Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.
Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.
Rating : T
Genre : Romance. Fluff.
Pair : DoYu
…
" OKE HYUNG OKE SATU MINGGU."
.
.
.
Doyoung menghela napas pasrah. Badannya tampak lemas, di tangannya terdapat banyak tas belanjaan yang Doyoung sendiri tak tahu berapa totalnya.
Saat ini ia sedang bersama Yuta yang terlihat masih sibuk menatap pakaian di depannya. Benar, hukumannya menjaga Yuta selama satu minggu belum selesai dan hari ini adalah hari terakhir.
Sungguh, Doyoung merasa capek hati dan capek badan selama seminggu ini. Yuta benar-benar memanfaatkan waktu bersamanya dengan sangat baik. Tapi Doyoung senang kok.
Seperti sekarang ini buktinya, mereka sedang membeli banyak baju di mall karena suruhan teman-teman satu grubnya yang katanya kehabisan pakaian. Sebenarnya tadi Yuta menolak karena hari ini bukan jadwalnya belanja melainkan Renjun dan Taeil, Renjun sedang tidak enak badan, Taeil sedang ke ruang manajer membuat Yuta harus menuruti permintaan mereka apalagi mereka semua memelototi Yuta – terutama Taeyong – hingga membuat Yuta mengangguk pasrah, lebih tepatnya sih takut.
Dan kebetulan sekali Doyoung yang sedang dalam masa hukuman dengan senang hati menawarkan diri untuk menemani Yuta. Niat Doyoung sih, maunya kencan rahasia mumpung mereka cuma berdua tapi kalau endingnya jadi babu begini sih, ya sudahlah Doyoung mah pasrah saja.
" Doyoungie sini." Panggil Yuta.
Doyoung mengangguk, ia berdiri dan menghampiri Yuta dengan agak kesusahan. Tas-tas itu isinya tidak berat, hanya jumlah tasnya saja yang membuat Doyoung kualahan.
" Menurutmu ini bagus tidak?"
" Yang itu hyung? Tapi kan itu baju perempuan."
Yuta mengernyitkan dahinya tak mengerti. Memangnya tadi ia bicara apa? Kenapa pula Doyoung mengiranya akan membeli baju perempuan? Hello, Yuta memang ingin jadi perempuan dikehidupan selanjutnya tapi ya bukan sekarang.
Yuta mengernyit tak mengerti saat Doyoung mengambil dress biru muda dengan renda dibagian roknya yang letaknya tak jauh dari mereka. Dress itu sangat simple, namun terlihat sangat cantik disaat bersamaan. Yuta baru tahu jika selera fashion Doyoung lumayan bagus untuk urusan yang seperti ini, padahal kan biasanya Doyoung itu fashion teroris sekali.
" Pakai itu."
" Apa?"
" Hyung, pakai itu cepat."
" Jangan asal bicara kelinci."
Yuta mengembalikan dress itu ke Doyoung. Dan merengut saat Doyoung terus memaksanya untuk memakainya. Yuta kan bukan perempuan, kenapa Doyoung harus segigih itu sih? Yuta kan jadi kesal sendiri.
" Ayolah hyung, sekali saja."
" Kenapa memaksa sih?"
" Nanti aku belikan takoyaki setiap hari deh?"
" Takoya – " Yuta menelan ludahnya saat mendengar nama makanan yang sangat dicintainya itu keluar dari bibir Doyoung. Sungguh, Yuta sangat lemah jika berurusan dengan Takoyaki. Dan Doyoung mengatakan akan membelikannya setiap hari membuat Yuta menjadi semakin bimbang.
" - ki?" Yuta menggigit bibir bawahnya, ia tak tahu apa yang harus dikatakannya sekarang. Yuta mendongak, menatap Doyoung yang tampak tersenyum cerah sekali saat ini.
" Baiklah. Tapi kau harus janji akan membelikan aku takoyaki setiap hari."
Doyoung mengangguk patuh. Tak masalah jika ia nanti akan kehabisan uang sekalipun Doyoung tak masalah, sungguh. Memangnya kapan lagi ia bisa melihat Yuta dalam versi perempuan.
" Kita butuh yang lain hyung."
" Yang lain?"
" Ikut saja."
Kepala Yuta pusing, ia mengikuti Doyoung membeli sepatu dan saat ini mereka berada di salon kecantikan. Yuta tak mengerti kenapa tenaga Doyoung bisa kembali secepat itu mengingat tadi pemuda kelinci itulah yang terlihat paling lemas.
" Tutup matamu sebentar Yuta-sii."
Yuta menutup matanya dengan patuh, ia tak ingin membantah kakak cantik yang sedang mendandaninya, karena Yuta tahu kalau kakak cantik ini akan berubah menjadi menyeramkan saat ia tak menurutinya, seperti saat Yuta menolak memakai dress tadi. Sunggguh, Yuta ingin merutuk dalam hati. Tapi ini semua demi takoyaki yang sangat ia cintai jadi ia hanya diam saja.
" Tinggal rambut."
Sepertinya kakak cantik itu sudah selesai merias wajahnya, tapi Yuta enggan membuka matanya karena ia sangat takut. Yuta dapat merasakan jika saat ini kakak cantik itu sedang memegang rambutnya. Yuta memilin ujung dress yang dikenakannya. Ia ingin sekali mengumpat di depan wajah Doyoung karena dress yang ia pakai saat ini cukup pendek, hanya sebatas paha saat ia berdiri, dan akan terlihat semakin pendek saat ia duduk seperti sekarang ini. Membuat Yuta mati-matian menutupi pahanya yang terekpos dengan sangat jelas.
" Selesai, oh astaga cantik sekali."
Yuta membuka matanya perlahan dan menatap pantulan dirinya yang terlihat. Emm, bagaimana menjelaskannya ya?
" Noona."
" Ya?"
" J-jangan katakana pada orang-orang jika aku pernah melakukan ini, kumohon."
Perempuan itu tertawa pelan dan mengacak surai coklat Yuta yang telah ia sambung menjadi lebih panjang. Perempuan itu tersenyum dan mengangguk, membuat Yuta tersenyum lebar. Membuat sosoknya terlihat semakin cantik.
Mereka berdua keluar dari ruangan rias dan menghampiri Doyoung yang sibuk dengan majalah di tangannya. Sepertinya pemuda kelinci itu tidak sadar dengan kedatangannya.
" Doyoungi."
Doyoung mendongakkan kepalanya dan melongo saat melihat seseorang di depannya. Matanya yang memang dari sananya sudah lebar menjadi bertambah lebar.
Doyoung mengamati penampilan baru Yuta. Surai coklatnya disambung dan dikepang dua dengan poni rata, dress biru muda yang entah kenapa terlihat angat pas melekat di tubuhnya membuat hyung Jepangnya itu terlihat semakin ramping, kulitnya putih bersinar yang sialnya sekali sangat mulus. Make up nya sangat tipis, Doyoung sekali jika wajah Yuta hanya diberi bedak, eyeliner, dan lipgloss. Doyoung memang sudah tahu sejak lama jika hyung Jepangnya ini memiliki wajah cantik natural. Tapi Doyoung tak pernah mengira Yuta secantik ini.
" Ayo kita pulang."
" Apa? Pulang? Tidak mau, nanti yang lain lihat."
" Nanti kalau tidak mau takoyakinya tidak jadi loh."
" Jahat hiks Noona tolong aku."
Perempuan itu hanya dapat tertawa lucu melihat interaksi dua idol rookie itu. sangat polos, sepertinya mulai hari ini ia akan menjadi fans mereka berdua.
.
" Kau bukan kelinci kau iblis."
Doyoung tak mengindahkan perkataan Yuta dan lebih memilih untuk membuka pintu dorm, masuk ke dalamnya dan mengabaikan Yuta yang masih mengomel di belakangnya. Tanpa mengindahkan penghuni lain yang tampak terkejut melihatnya.
Doyoung mengernyit, semua member sedang berkumbul tidak biasanya mereka seperti ini dan apa yang mereka lihat sampai terkejut begitu?
" DOYOUNG KAU APAKAN YUTA-KU."
" YUTA HYUNG CANTIK BANGET."
" MENJAUH DARIKU. DONGHYUK JANGAN PEGANG TANGANKU. HIKS DOYOUNGIE."
TBC
Wkwkwkwkwkwk cukup segitu aku bingung lanjutnya haha.
Makasih buat Misharu Rin, BlueBerry Jung, TenCara,Khasabat04, Min Milly, JenTababy,Vi Jiminie, liaotaviani .joaseo, Kim991, kiyoo.
Saya menerima kritik dan saran jadi jangan lupa read and review.
