Cast: Haechan, Mark, Jeno, Jaemin, otc.

Genre: romance, lil comedy, fluff, bxb, boys love.

p.s. cerita ini udah pernah di post sebelumnya di watty, dengan cast berbeda.

100% hasil pemikiran sendiri

~WHATTA MAN~

Haechan menatap punggung pria yang berada di depannya, pikirannya berkecamuk sedari tadi. Ia bahkan sudah bersiap untuk pulang ke rumah. Tapi pria sialan itu malah sibuk di depan kompor panasnya.

Mark mematikan kompornya lalu berbalik menghadap haechan yang sedari tadi sedang duduk di pantry dengan tangan yang memangku dagu runcingnya, menatap dirinya sedikit sinis. "tadi kau menyuruhku untuk pulang, tapi sekarang apa? Di paksa duduk menungguimu yang entah sejak tadi sedang memasak apa." Bocah itu memutar bola matanya tak habis pikir. "sebaiknya kamu mandi dulu sebelum pulang, memangnya kamu mau pulang dengan keadaan bau alkohol seperti itu? Yang ada ibumu menyalahkan saya." Mark mengambil dua buah piring di rak samping kompornya dan segelas madu. "memangnya kamu siapa berhak memerintahku seperti itu?" haechan bebrbicara dengan nada sinisnya, "calon suamimu." Jawab mark singkat, tetap melanjutkan kegitannya yang sedang meletakkan pancake yang tadi ia buat ke piringnya dan haechan.

"mandi atau kamu saya kurung seharian di apartement ini dan tidak akan membukakan kuncinya," ia kira tadi haechan sedang membersihkan diri ketika ia keluar meninggalkan kamarnya dan membuat pancake madunya, ternyata anak itu hanya cuci muka tanpa gosok gigi ataupun mandi. "yak!" haechan protes tak suka dengan penawaran pria itu, lebih baik dirinya menuruti perkataan mark daripada harus terkurung seharian disini, terlebih dengannya. Ia berjalan dengan menghentakkan kakinya memasuki kamar yang ia tiduri semalam.

"sialan! Brengsek! Apa apaan dia itu?!" haechan mengumpat setelah menutup pintu dengan membantingnya, ia lalu melempar ranselnya ke sembarang tempat berjalan kekamar mandi sambil melepaskan pakaiannya seenak jidatnya, tak tahu diri jika dirinya sedang berada di apartement mark. Biarkan saja, lagian mark tidak akan masuk kan?

Selagi haechan mandi, mark memasuki kamarnya itu. Terlihat tak nyaman ketika dirinya mendapati pakaian berserakan dimana-mana, ia menggelengkan kepalanya sambil menghela napas panjang, memunguti pakaian yang di lemparkan anak itu satu satu dan berakhir dengan pakaian dalam yang tepat berada di pintu kamar mandi.

Terdengar suara gericik air ketika ia berdiri di depan pintu putih itu, mungkin haechan sedang membilas dirinya, pikir mark. Ia menaruh pakaian haechan di ranjang kotor sebelahnya, tak lama pintu itu terbuka menampakkan haechan yang sedang sibuk mengikat tali bathrobe yang ada di pinggangnya, tak memerhatikan mark yang sedari tadi berdiri di depan pintu. Hasilnya, ujung kepala haechan membentur dada bidang mark. "A- HEI! Apa yang kau lakukan di kamarku?! Kau mengintip?!" haechan buru buru mengumpat di belakang pintu, melindungi dirinya yang hanya memakai bathrobe tanpa dalaman itu dari pandangan mark. "ini kamar saya omong-omong," mark mengingatkan. "ma-maksudku, kenapa kau di depan pintu saat aku sedang mandi? Benarkan, kau sedang mengintipku?! Dasar keparat mesum!" setelah berkata seperti itu haechan menyembunyikan setengah wajahnya pada pinggiran pintu, dengan tangan yang menahan pintu itu agar sedikit tertutup. Ia lupa jika ini bukanlah kamarnya, dan ia malu setengah mati sudah berkata seperti tadi dengan nada yang tak bisa dikatakan rendah itu.

Mark maju selangkah, membuka pintu yang tadi hanya terbuka sedikit, "siapa yang kau bilang mesum itu? saya bahkan tidak membuka pintu ini sedikitpun ketika kau sedang mandi," haechan yang tadi hanya kelihatan setengah wajahnya kini telah terlihat seluruhnya, dengan rambut basah dan juga sisa-sisa air yang menetes dari rambutnya menuju wajah dan juga leher jenjangnya, mark menelan ludah dengan susah payah ketika pengelihatnnya turun ke leher haechan, bocah itu benar benar telah menaikkan hasratnya untuk bercinta.

Mark benar-benar ingin membawa haechan ke ranjang miliknya, menyetubuhi anak itu sampai puas, sampai ia mengerang keenakan, maminta lebih pada dirinya, meminta terus memasuki lubang anak itu. Mark beralih menatap bibir merah haechan yang lembab, mendekatkan dirinya pada bocah itu, haechan panik ketika mark mendekat, tangannya sudah terngkat siap umtuk memukul mark. Tapi tiba-tiba mark mengambil tangannya di udara dan pingganggnya di tarik mark agar mendekat. Kaki haechan sedikit limbung ketika ia ditarik mark, tapi tangan mark menahannya dengan cara memeluk pinggang haechan. Selanjutnya yang terjadi adalah bibirnya bertemu dengan benda kenyal nan basah, bibir mark.

Haechan melebarkan matanya kaget dengan perlakuan mark yang tiba tiba menciumnya, tubuhnya berontak tak suka, cengkraman mark pada pergelangan semakin menguat ketika anak itu tak bisa diam didekapannya, mark mulai menggerakkan bibirnya. Melumat,menghisap, merasakan setiap inci bibir berisi haechan yang sialnya membuat mark tak ingin melepaskannya. Bahkan, bibir haechan-nya lebih candu dari kokain sekalipun.

Haechan sudah tak lagi berontak, bahkan anak itu sudah menutup matanya dan membalas lumatan mark perlahan lahan, satu tangan nya mencengkram kaos yang dipakai mark menahan nya agar tetap berdiri seimbang, kakinya lemas seperti jelly yang kebanyakan air.

Ciuman itu semakin panas kala mark menelusupkan lidahnya kedalam mulut haechan, berperang lidah dengan milik anak itu, ia tersenyum di sela-sela ciumannya itu kala bocah itu tak menolak. Degup jantung keduanya berpacu, darah mereka berdesir satu sama lain. Kepala haechan pening, dirinya sudah tak tahan untuk menghirup oksigen, lalu ia pun sedikit menjauhkan kepanya dari mark. Memutus kontak bibirnya dengan mark, napasnya terengah.

Tanpa melepaskan pelukannya sedikitpun, mark menatap wajah haechan yang terengah di depannya, bibirnya nya yang bengkak sehabis ciuman sedikit terbuka menampakkan gigi kelincinya, tatapannya pun sayu. Haechan-nya terlihat 100x lebih sexy di hadapannya.

Jika mark tidak ingat ia sudah berjanji pada ibunya haechan untuk memulangkan anak itu secepatnya, mungkin saja ia akan melanjutkan kegiatan tadi bersama haechan dan bisa saja berakhir dengan bocag yang berada di bawah kungkungan mark mendesahkan namanya.

Mark segera menepis pikirannya itu, mengecup bibir haechan cepat dan melepaskan pelukannya pada pinggang anak itu. "cepat berpakaian. Lalu kita pulang" ucapnya lalu meninggalkan haechan yang masih diambang kesadarannya, mark menghentikkan langkahnya saat akan mencapai pintu, membalikkan tubuhnya menghadap haechan "kau bisa memakai baju yang ada di lemari, karena pakaian mu bau alkohol dan nanti akan segera saya cuci." Lalu mark menggilkan kamar itu lagi.

.

Mereka kini sudah berada di dalam mobil dengan kecanggungan keduanya, setelah sesi panas tadi di kamar apartemennya mark, mark tidak banyak berbicara seperti biasanya. Dan lagi haechan seperti kerasukan setan yang ikut ikutan mark tak banyak berbicara, bahkan saat merka sarapan tadi. Keduanya canggung, haechan bingung harus berbuat apa, dia seperti bukan dirinya saja.

"ehem." Tak tahan dengan kondisi seperti itu, bocah itupun sedikit berdehem pelan guna mencairkan suasana, melihat mark yang fokus pada jalanan yang ada di depannya, yang di tatap hanya melirik nya sekilas lalu memfokuskan dirinya lagi.

"mmm.. mark," haechan ragu ketika memanggil mark setalah ia lihat reaksi mark tadi, "ya?" jawab mark "apa boleh aku menyetel dvd?" hei, kenapa haechan jadi sopan begini? Bukan dirinya sekali, bahkan tadipun ia dengan seenak jidatnya melepaskan pakaian miliknya dengan cara dilempar ke sembarang arah. Tapi sekarang? Setelah kejadian di depan pintu kamar mandi ia jadi bukan dirinya sekali, tidak banyak omong dan terkesan kalem. "silahkan saja," jawab mark singkat, anak itu lalu mengeluarkan cd dari dalam tasnya, lalu menyetelkannya pada dvd mobil itu.

"michael jackson, huh?" gumam mark tatkala telinganya mendengar lagu dari penyanyi pop legendaris itu, "heum, aku fans beratnya" tanpa ditanya haechan berkata seperti itu. "sejak kapan?" tanya mark "sejak dia masih hidup, bahkan aku sempat menabung untuk menonton konsernya, tapi karena mami tidak mengijinkan jadinya tidak jadi" haechan mencebikkan bibirnya tatkala ia mengingat kejadian beberapa tahun silam yang amat sangat menyebalkan menurutnya, mark hanya tersenyum geli melihat bocah itu dengan ekspresi kesalnya.

Entah kenapa mood haechan langsung kembali lagi ketika berbicara tentang idolanya itu kepada mark, bahkan ia lupa kalau seharusnya ia kesal dengan pria itu karena sudah mencuri ciumannya tadi, tapi haechan seakan tak mementingkan hal itu sekarang. Ia sedang bersemangat menceritakan bagaimana ia mengoleksi semua album michael jackson dengan uangnya sendiri, ralat yang benar itu uang jajannya pemberian dari ibunya.

Bocah itu bahkan tak menyangka jika mark juga menyukai orang yang bahkan sudah meninggal itu, itulah kenapa ia sangat bersemangat ketimbang bercerita kepada sahabatnya yang bahkan tak tahu siapa michael jackson itu.

Haechan tak sadar jika ia mereka sudah sampai di pekarangan rumahnya, mark mematikan mesinnya, tapi haechan masih asik berbicara ini itu kepadanya. Mark mengalihkan seluruh atensinya pada anak itu yang masih belum mau berhenti pada ceritanya. "-dan kau tahu betapa menyebalkannya jaehyun hyung yang merobek poster besar michael dikamarku, membuatku ingin menangis kalau mengingat kejadian itu. Eh, sudah sampai?" haechan menatap sekelilingnya, mark hanya tersenyum geli ketika lagi lagi bocah itu terlalu asik dengan dunianya sendiri, tidak sadar jika sudah 10menit yang lalu mereka berada di dalam mobil.

"mmm.. kalau begitu, aku masuk dul-" sebelum haechan menyelesaikan kalimatnya, mark dengan cepat mencuri ciuman dari bocah itu, sebenarnya hanya kecupan bebrapa detik, tapi efeknyamembuat haechan salah tingkah. Dengan cepat anak itu turun dari mobil, bahkan ia lupa mengambil cd dan albumnya yang masih tertinggal di dashboard mobil mark. Tulang pipi mark semakin naik tatkala melihat reaksi bocah itu.

Haechan-nya menggemaskan.

Tbc.

Hai haii siapa yang nunggu apdetan ff abal ini?xixixi niatnya si authornya mau bikin adegan greget greget manja gitu dulu, tapi kayanya gagal yaXD maaf kalo chapter ini freak bgt, authornya lagi terserang alergi & flu jadinya gabisa banyak mikir deh wkwk fyi, author bikin ini sambil ngidam sadas(sayap pedas)nya dbesto sama dengerin lagunya mj yang the way you love me, mark sendiri lho yang rekomendasiin kemaren di vapp bareng johnjae, lagunya enak bgt serius deh. Hehe

Oiya, ada yang tau gimana caranya ganti ke screenplays gitu ga? Sebenernya si suka sama boy meet boy cuma ko terkesan gimana gitu ya sama david levithan nya, ff gini ko ya disamain sama karya besar, jadi kaya menghina bgt ga sihXD

See u next chap mwahh