Cast: Haechan, Mark, Jeno, Jaemin, otc.
Genre: romance, lil comedy, fluff, bxb, boys love.
p.s. cerita ini udah pernah di post sebelumnya di watty, dengan cast berbeda.
100% hasil pemikiran sendiri
~WHATTA MAN~
Benar saja, mark tidak mengantar haechan pulang kerumahnya, melainkan membawa anak itu ke apartemenya, dengan embel embel belum terbiasa menginap di rumah haechan. Lagian siapa juga yang akan menyuruhnya menginap?. Dan tentu saja, haechan menolak mentah mentah ajakan pria itu, sepanjang jalan menuju apartemen tadi dirinya sudah mengomeli pria itu agar memulangkannya kerumah.
Tapi namanya juga mark, pria keras kepala dan seenaknya sendiri. Mana mau ia dengarkan perkataan haechan? Ia lebih memilih menulikan pendengarannya. Mark membawa haechan agar ia bisa terus mengawasi anak itu, karena memang dirinya tidak bisa cepat beradaptasi di tempat baru.
Dilihatnya haechan yang sedang mendumal di ruang tengah apartemennya, wajahnya sudah masam dari tadi, tapi menurut mark itu sangat menggemaskan.
Mark segera membersihkan dirinya, meninggalkan haechan diruang tengah sendirian. Haechan yang melihat mark berjalan kearah kamarnya mengambil kesempatan untuk kabur dari tempat tinggal pria itu. Dengan susah payah ia berjalan menuju pintu, ingin membukanya. Tapi sebelum ia benar benar membukanya, mark tiba tiba sudah ada di belakang tubuhnya, bersedap dengan angkuh. "Mencoba kabur haechan?" Tangan kekar pria itu sudah mengurungnya di kedua sisi tubuh haechan, dirinya tak bisa berkutik ketika merasakan napas pria itu mengenai lehernya, mengecupnya perlahan.
Gairah mark seakan ingin meledak ketika menghirup wangi vanilla dari perpotongan leher haechan, membuatnya tergoda untuk mengecupi kulit halus anak itu. Haechan merasakan geli juga nikmat yang bersamaan, pria sialan itu selalu saja membuat dirinya tak bisa menolak kadar gairahnya. Mark membalikkan tubuh haechan, membawa anak itu kedalam ciuman panasnya.
Haechan merasakan gelenyar aneh dalam dirinya, ingin menolak semua pesona pria brengsek itu, tapi sayangnya tak bisa. Ia sudah terperangkap, tak bisa lari lagi. "Jawab aku haechan, apa kau mau kabur lagi dariku huh?" Tanya mark di sela ciumannya. Sepertinya haechan memang sudah sinting, terbukti kini ia malah menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan mark. Berbeda dengan kenyataanya yang memang anak itu akan melarikan diri tadi selagi mark meninggalkannya ke kamar.
Mark menyeringai tipis ketika melihat anak itu jelas jelas berbohong. Mark mengencangkan pelukannya di pinggang anak itu, menatap wajah merah haechan dengan seduktif. Haechan merasakan benda keras di bawah sana ketika mark merapatkan pelukannya, wajahnya makin memerah padam mangetahui jika mark sudah terangsang, ereksi pria itu benar benar menusuknya.
"Kau merasakannya kan, haechan? Aku sudah sangat siap untukmu." Ujar mark vulgar, haechan hanya bisa menundukkan wajahnya, menutupi pipinya yang sudah memanas sejak tadi. "Tatap aku haechan." Kata pria itu lagi dengan penuh penekan, yang membuat haechan begitu ciut di hadapannya.
Dengan takut takut haechan menatap langsung pria itu, tatapan mark sangat tajam, dirinya makin dibuat ciut oleh pandangan pria itu. Matanya sudah berkabut penuh gairah, minta dipuaskan.
Mark menggeram, napas nya sudah terengah, tubuhnya sudah begitu panas, ia bahkan sudah menggertakan giginya. Menahan gairah itu memang sangat menyiksa. Haechan yang melihat pria itu begitu menyeramkan seketika takut.
"Sudah ku bilang jangan kabur lagi dari jarak pandangku haechan. Jangan membantah kemauanku." Pria itu berbicara dengan nada penekanan di setiap kalimatnya, menahan amarahnya agar tidak meledak. Setelah berkata seperti itu mark mencium bibir haechan dengan amat bringas, mengeksploitasi setiap incinya, memastikan tidak ada yang terlewat sedikitpun.
Haechan sudah pasrah, percuma jika ia ingin mencoba kabur lagi, kenyataannya pria brengsek itu akan selalu tahu niat busuknya. Bagaimana bisa pria itu dengan mudahnya memonopoli pikiran warasnya? Haechan tak akan bohong jika pesona mark dapat menjatuhkan harga dirinya, harga diri yang ia bikin setinggi langit itu akhirnya runtuh seketika dihadapan pria itu.
Mark menuntun haechan ke kamarnya tanpa melepaskan tautan bibir mereka, lidah nya sudah meneksplor jauh kedalam mulut anak itu, mengobrak abriknya. Mark menjatuhkan tubuh keduanya ke kasur, menindih haechan masih dengan ciuman panasnya. Lalu pria itu melepaskan tautan bibir mereka, haechan seperti merasa kehilangan ketika bibir panas pria itu menjauhkannya dari bibir miliknya yang sudah setengah bengkak. Dilihatnya haechan dengan mata sayu nya, mata yang mengeluarkan kabut gairah seperti dirinya. Mark menyeringai dalam hati, tahu jika haechannya sudah terbawa nafsu. Mark bangun dari posisi menindih anak itu, mengambil boks kayu dari dalam lemarinya, lalu ia letakkan di samping meja ranjangtanpa membukanya.
"kau ingin kita bermain main dulu atau ke permainan inti, haechan?" haechan tahu jika dirinya tak akan selamat untuk kedua kalinya, mengesampingkan lubangnya masih sedikit nyeri, ia bingung menjawab pertanyaan mark bagaimana. Mark yang melihat haechan kebingungan membuka mulutnya lagi "kali ini aku tidak akan bermain pelan." Katanya dengan penuh keyakinan, mark melepaskan dasi yang masih bertengger di kerah leher pria itu, mengikatkan nya pada kedua tangan haechan, dan tentu saja haechan berontak menolaknya. "ma-mark apa yang akan kau lakukan!" haechan berteriak ketakutan ketika pria itu mengambil 'sesuatu' dari dalam boks kayunya. Mark segera menelanjangi haechan, tidak meninggalkan sehelai benang pun pada tubuh anak itu, langsung menerjang haechan dengan kecupan kecupan lembut pada dada bocah itu. haechan mendesah dengan perlakuan mark yang tiba tiba, merasakan geli juga panas di sekujur tubuhnya.
Mark memasangkan cobra libre II pada pusat tubuh anak itu yang sudah mengeras, masih mengecupi sekujur tubuh haechan agar mengalihkan perhatian anak itu, haechan merasakan ada yang aneh pada penisnya segera menundukkan kepalanya melihat kebawah tubuhnya, dirinya terkejut bukan main ketika mark sedang memasangkan benda hitam pada penisnya, "mark! Ap-apa yang-aah! Ahh!" haechan mendesah ketika benda itu tiba tiba bergerak, membuat penisnya ikut bergetar. Sensasinya bukan main, ia begitu kenikmatan ketika benda hitam itu memijat penisnya dengan lembut. Membuatnya ingin orgasme dengan cepat. "menikmatinya, haechan?" mark puas membuat haechan begitu tersiksa dengan sex toy miliknya pada tubuh anak itu.
Seluruh aliran darahnya begitu panas ketika melihat haechan begitu terangsang, mendesah dengan menutup matanya, dengan tangan yang terikat oleh dasi di atas kepalanya. Ereksinya makin membengkak, ia juga begitu tersiksa sama seperti anak itu. mark mengecupi leher haechan, menambah hickey pada leher jenjang itu, turun ke dadanya yang sedari tadi sudah melengkung. "ohh mark, aku sudah tidak tahannhh- ahh.. hyunghh cepat lepaskan benda itu," haechan mengerang dengan nada memohon agar mark melepaskan benda sialan itu pada penisnya. Bukan mark namanya jika ia menuruti permohonan anak itu, ia malah mengatur kecepatannya semakin tinggi, membuat tubuh haechan makin menggeliat berantakan.
"hyungghh.. aku mohonhh, shhhh... ohh!" haechan mengeluarkan orgasme nya yang terhalang oleh benda laknat itu, tubuhnya menggelinjang hebat. Napas haechan terengah, tubuhnya yang lemas sudah banjir keringat, tapi mark belum berniat melepaskan benda itu. malah kini dirinya sibuk mengambil sex toy lainnya, mengambil benda berbentuk seperti jamur dengan bulat kecil pada bagian bawahnya.
Haechan tahu benda apa yang ada di tangan mark, ia pernah sekali melihat benda itu di kamar hyungnya, tapi ia tidak tahu apa kegunaan benda itu. "hyung, sudah.. jangan menyiksaku seperti ini.." katanya haechan dengan nada memelas, "itulah tujuanku haechan, kau tahu betapa aku menikmati wajahmu yang sedang amat terangsang penuh kenikmatan itu? aku sangat menikmatinya." katakan jika pria itu sudah menjadi psikopat seutuhnya! Mark benar benar sudah gila! Berbeda dengan mark yang haechan temui saat pertama kali, ini yang dia maksud menjalin hubungan baik, eh? Dasar keparat sialan! Haechan benar benar ingin mengumpati pria itu dengan teriakan miliknya. Tapi mulutnya dengan amat kurang ajarnya malah melantunkan desahan desahan yang begitu erotis.
Mark memasukkan bagian bulat kecil itu pada lubang haechan, yang menghasilkan anak itu berteriak dengan kesakitan. Haechan benar benar merasakan ini adalah penghinaan terbesar yang pernah diterimanya, selain mark yang 'memperkosanya' tadi siang. Dirinya diperlakukan layaknya jalang yang tak berguna, dengan posisi ia mengangkangi pria itu dengan tubuh berkeringat dan kissmark dimana mana, berbeda dengan mark yang masih mengenakan kemejanya lengkap, hanya beberapa kancing saja yang sudah terbuka. Mulut mark tak tinggal diam, ia meraup puting keras haechan kedalam mulutnya, menghisapnya dalam, menambah kenikmatan pada tubuh haechan.
Fokus haechan sudah buyar, mark begitu menyiksanya dengan kenikmatan kenikmatan yang tiada tara, membawanya melayang tinggi kedalam pusaran gairah miliknya, menyiksanya begitu banyak. Bahkan ia sudah tidak ingat sudah berapa kali dirinya orgasme berkat sex toys pria itu pada kedua bagian tubuhnya, ditambah dengan mulut pria itu yang kini sibuk mengemuti kedua putingnya.
Demi tuhan! Haechan sudah tidak kuat menerima penyiksaan ini, tubuhnya lelah. Tapi mark dengan kurang ajar nya masih mengeluar masukkan black pearl itu di lubangnya, menumbuk prostatnya bertubi tubi. "shit! Haechan kau benar benar bergairah, sangat amat indah haechan. Arggghhh!" mark mengerang frustasi, menjauhkan benda yang ada di lubang haechan, lalu ia buru buru melepaskan semua pakaiannya sendiri, menggantikan benda hitam tadi dengan penis kerasnya yang sudah membengkak, yang sedari tadi menyiksanya, tapi ia menikmati itu. menikmati ketika dirinya dibuat tersiksa karena melihat anak itu begitu kenikmatan, begitu seksi dimatanya.
"ohhh! Hyungghh.. tolong lepaskan benda itu juga pada penisku! Ahhh! Kau benar benar menyiksaku tanpa ampun!" haechan berteriak dengan nada frustasi,sudah kalah dibawah sang kuasa si iblis mark. Kali ini mark menuruti anak itu, melepaskan cobra libre II nya yang sudah terisi cairan opalit haechan, melemparkannya entah kemana. Mark terus menyodokkan penis kerasnya pada lubang anak itu, dibawahnya haechan masih mendesahkan namanya dengan suara parau, seperti minta diampuni.
Tapi mark belum puas, ia ingin anak itu terus tersiksa karena kenikmatannya, karena dirinya. Ia mempercepat gerakkannya, yang membuat haechan makin mengerang keenakan. "ARGGHH- ahh!" dan akhirnya mark mengeluarkan orgasmenya di dalam lubang anak itu, melenguh panjang disertai erangan keras haechan. Haechan sudah ingin menutup matanya ketika mark dengan begitu paksa menarik tubuhnya, membalikkan posisi mereka jadi haechan yang ada di atas tubuh mark, "blow job haechan. Aku ingin berada dalam mulut panasmu." oh tuhan! Tidak lagi. Haechan sudah benar benar tak ada tenaga, tapi si iblis mark itu malah menyuruhnya melakukan blow job pada penisnya? Haechan ingin menolaknnya, tapi mark sudah mendorongnya tepat menghadap penis pria itu yang sudah mulai mengeras lagi.
Mau tidak mau ia menuruti mark, mengulum milik pria itu kedalam mulutnya. "ouhh.. haechan. Yeahh.. seperti itu sayang, ohh.." mark mengerang kenikmatan ketika dirasanya ujung miliknya menyentuh pangkal tenggorokkan haechan, begitu hangat dan juga nikmat. Haechan berusaha memasukkan penis pria itu keseluruhan, tapi tidak bisa. Karena memang ukurannya yang bisa dikatakan gila itu tidak sampai memasukki mulut kecilnya, yang ada ia malah tersedak nantinya. "ya, mainkan lidahmu seperti itu haechan. Ooouuhhh... yeshh! Good boy." Mark meracau tidak jelas ketika haechan memainkan lidahnya pada penisnya, menjilatinya dengan seduktif, kadang menghisapnya dalam. Bahkan, tangan nya sudah bermain main pada twinsball mark dengan nakalnya. Mark meremat surai lembut haechan, membantu anak itu mengeluar masukkan penisnya.
Dirasakan penis mark semakin membengkak dalam mulutnya, haechan mempercepat gerakkan kepalanya agar mark mencapai klimaksnya, dan ia bisa cepat mengistirahatkan tubuh lelahnya. Pria itu membenamkan penisnya kedalam mulut haechan, hampir menyentuh tenggorokkannya ketika dirasa klimaks nya semakin dekat. Mengeluarkan orgasme nya dalam mulut panas haechan, anak itu hampir tersedak oleh cairan mark yang membanjiri tenggorokkan dan mulutnya,"telan, haechan." Dengan jijik haechan menelan sperma pria itu dengan cepat. Tubuhnya ditarik mark agar berbaring di sebelahnya, matanya sudah menutup dengan napas masih sedikit terengah, dirasakannya benda kenyal menyentuh bibirnya yang sedikit terbuka. Mark menciumnya begitu pelan, tanpa nafsu. Seolah pria itu sedang menyalurkan kekuatannya pada tubuh lemah haechan. Anak itu sudah tidak peduli dengan mark, ia lebih memilih tenggelam dalam nyenyaknya, mengistirahatkan tubuh kotornya.
.
"jadi bagaimana? setelah kita melewati tiga ronde panas tadi.." "ya, jeno. Aku mau." Sela jaemin memutuskan kalimat jeno yang menurutnya sangat vulgar. Kini keudanya sudah tidak lagi berada di gang sempit gelap tadi. Setelah melakukan kegiatan mereka tadi, jeno menyeretnya ke rumah pria itu. selama berteman beberapa tahun ini, ia tidak tahu jika jeno hidup sendiri. Karena memang pria itu tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya, dan lagi ia dan haechan juga tidak pernah di bawa pria itu ke tempat tinggalnya. Jadi yah, jaemin sedikit terkejut setelah mengetahui fakta itu. yah sebenarnya tidak terlalu terkejut sih, mengetahui bagaimana watak pria itu yang sangat membosankan dan tidak terlalu terbuka.
Jeno menyunggingkan senyum bulan sabitnya mendengar jawaban jaemin, yang menerimanya sebagai kekasih anak itu. lagian siapa yang akan menolak si tampan jeno lee? Terlebih mereka tadi melanjutkan kegiatan saling 'memberi kenikmatan' tiga ronde setelahnya. Jeno mengeratkan pelukan pada tubuh polos keduanya,saling berbagi kehangatan.
Kencan, ya.
.
Berbeda dengan kemarin, kini haechan terbangun dengan tangan mark yang berada di pinggangnya. Berhadapan langsung dengan wajah tenang mark yang sedang tertidur,terlihat begitu polos dimatanya, begitu tampan, dengan napas pria itu yang teratur. Tidak seperti pria itu ketika sedang terbangun yang menampakkan raut wajah dingin dengan rahang keras terkatup. Apalagi mark yang semalam dirasanya seperti iblis yang menakutkan.
Jari lentik haechan menyusuri kulit dahi mark, dahi yang selalu mengernyit ketika haechan membantah kemauan pria itu, ia mengelus nya perlahan. Lalu menuruni hidung mancung pria itu, berakhir pada bibir ranum mark dengan bentuk lucu, menurut haechan. Bibir yang selalu menciumnya dengan panas, bibir yang membuatnya gila, bibir yang semalam dengan beraninya mengeksplor seluruh tubuhnya. Haechan menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran kotor kejadian semalam, membuat pipinya panas seketika. Telapak nya beralih pada permukaan lembut pipi mark yang sedikit chubby, mengelusnya beberapa kali. Entah mengapa perasaan haechan menghangat, dadanya berdegup kencang sedari tadi. Jangan bilang jika ia sudah mencintai pria brengsek itu.
Tiba tiba mark membuka matanya, dan dengan bodohnya haechan malah berpura pura tidur. Tentu saja mark sadar apa yang haechannya lakukan ketika ia menutup matanya tadi, karena memangpria itu sebenarnya sudah bangun ketika merasakan pergerakan tangan haechan pada kulit wajahnya. Mark tersenyum geli melihat tingkah konyol haechan yang malah berpura pura tidur, "tidak perlu berpura pura haechan." Mark mengelus pipi gembil haechan agar anak itu membuka matanya, dan benar saja, haechan membuka matanya dengan takut takut, terkesan seperti mengintip. Mengalihkan matanya agar tidak melihat mark yang sepertinya sedang menertawai kebodohannya itu. "menimati ketampananku, eh?" goda mark pada haechan yang kini pipinya sudah merah karena malu.
Mark mengangkat dagu haechan agar menatapnya, memberi kecupan ringan pada bibir manis itu. "apa kau ingin melanjutkan kegiatan kita yang semalam, haechan?" tanya mark masih dengan nada menggoda. Sepertinya ia mempunyai hobi baru, menggoda haechan sampai anak itu tidak bisa berkata kata lagi. Tangan mark beralih menyisir rambut haechan yang berantakan menggunakan jari jarinya, haechan yang memang sudah tak bisa berkutik lagi hanya diam di perlakukan seperti itu oleh mark.
"aku mau pulang, hyung." Kata haechan akhirnya, yang dibalas seringaian oleh mark. Entah apa maksud seringaian itu, hanya mark yang tahu. Dan lagi, kenapa dirinya sekarang memanggil mark dengan sebutan 'hyung' dengan kesadaran penuh? Sebelumnya ia hanya akan memanggilnya 'hyung' ketika sedang memohon dengan desahannya, duh! Kenapa ia jadi berpikir kearah sana lagi sih?! "aku akan mengantarmu pulang setelah melanjutkan kegiatan panas kita yang semalam." Mark tiba tiba sudah berada di atas badan haechan, "tidak! huwaaaaa.. mamiiii"
Ingatkan haechan untuk membeli batu nisan kuki setelah ini, karena ia dengan tidak bertanggung jawabnya membiarkan kucing kesayangannya kelaparan sejak kemarin.
Tbc.
Huwaa.. maafkan author atas keterlambatan updatenya, karena kemaren diriku sedang berkencan dengan tugas akuntansi yang menumpuk minta dicocol manja dan tertawakan saja saya yang lupa jika hari ini nyepi yang menyebabkan saya dengan bodohnya malah berangkat sekolah-_- dan yah, maaf jika kurang adegan sado masonya mark, karna saya belum pengelaman membuat adegan naena, jadi maaf kalo kurang puas ya xixixixi.. siapa yag udh liat update an jaemin terbaru yang katanya tuh anak ke coex kemaren? Author kelojotan demi apa, kangen nana huweee
Sepertinya saya memang tidak berbakat di menulis ya? Soalnya banyak banget salah penulisan kata/typo. Salah saya juga si yang engga baca ulang muehehehe..
See u next chap
