Soul, 1997 (musim semi)
langit menunjukkan matahari yang tersenyum cerah, bunga-bunga sakura bermekaran di sepanjang jalan. dapat diketahui bahwa hari ini merupakan musim semi.
seorang anak perempuan bermain lompat tali dengan teman-temannya.
"hey byun baek, sekarang giliranmu melompat" ujar seorang teman
"baiklah..." jawah seorang anak perempuan yang dipanggil byun baek tadi dengan senyuman yang manis.
sebelum si baek akan bermain lompat tali. segerombol anak laki-laki berseragam JHS lewat di samping jalan tempat baek bermain lompat tali. si baek pun berhenti bermain. ia melihat seorang anak laki-laki yang paling tinggi diantara anak-anak laki yang lain. ia terpesona dengan betapa tampan parasnya, senyumannya, candanya hingga dapat mengalimengalihkan si baek dari permainannya.
si baek pun merasakan jantungnya berdebar kencang.
"baek... baek.. Yak BYUN BAEKHYUN!" teriak teman-temannya.
"E-eh ya?"
"ayo lanjutkan mainnya, kamu malah bengong sih?"
"ne... kajja"
si byun baekhyun pun melanjutkan petmainannya.
pulang dari bermain tadi si baek pun menceritakan pada sahabatnyasahabatnya, kyungsoo
"kyung? kenapa jantungku berdebar seperti ini ya?"
"emang kamu tadi habis melihat apa?"
"tadi pas aku lagi main sama temen-temen setelah pulang sekolah aku melihat seorang anak laki-laki yang tampan kyung. sumpah senyumnya itu kyung... apalagi tawanya buat aku nggak bisa ngalihin pandangan kedia. aku kenapa ya kyung?"
"baek... masa kamu nggak tau sih..."
"hah... tau apa emang"
"baek, kamu itu lagi jatuh cintaaa. astaga"
"benarkah?"
"iyalah baek, kata temanku itu namanya jatuh cinta. tapi baek bisa aja itu cuma cinta monyet, cinta anak kecil yang mudah jatuh cinta mudah juga nggak suka lagi. pokoknya itu bukan beneran cinta. sebaiknya lupain aja baek, kamu itu mungkin hanya kagum sama dia"
"Baiklah kyung... aku akan mencoba lupain"
"semoga bisa ya baek... fighting!"
"fighting!"
"baek ayo kerumahku"
"ne... kajja kyungiee~"
merekapun berjalan dengan riang.
suatu tempat...
"chan, kamu lihat tadi ada yeoja yang berambut kecoklatan? kyaa... dia manis"
"entahlah... aku tak peduli"
"hey jangan begitu, dia ngelihatin kamu dari tadi"
"benarkah?"
"heemm"
"oh"
"dasar sialan"
"hahaha..."
