SUPER PSYCHO LOVE #3
Pair HunKai ! GS for Kai!
WARNING..!
TYPO ANYWHERE..
GAK SUKA GS GAUSAH BACA..
GAK SUKA PAIR GAUSAH BACA..
DON'T LIKE DON'T READ..
STORY IS MINE..!
.
.
.
.
Happy Reading..
Preview...
Sesampainya di lantai dua, Sehun melihat kedua orang kepercayaan nya Woo Bin dan Jong Suk tengah berjaga didepan pintu yang ia yakini gadis itu berada, terbukti dari suara gaduh dan teriakan didalam.
Sehun menyeringai mendengar teriakan gadis yang sudah ia selidiki akhir-akhir ini, well ia pasti akan sangat mengejutkan gadis itu jika muncul didepan nya sekarang.
"Buka pintunya" Woo Bin segera membuka pintunya dan mempersilahkan Sehun masuk.
"Well kita bertemu lagi bitch!" Sehun tersenyum menyeringai.
"K-kau..."
.
.
.
"K-kau.." ucap Kai terbata, ketakutan nya tentang pria ini menjadi kenyataan, pria didepannya itu bukan pria sembarang terbukti bukan sekarang Kai berada ditempat asing ini karena ulah pria itu.
"Tidak menyangka bukan?" Seringai Sehun, ia berjalan mendekati Kai yang semakin berjalan mundur.
"A-apa yang kau inginkan?"
"Yang kuinginkan? Hmm simple, tapi sebelumnya bisa kau suruh temanmu itu pulang?"
Kai Mengernyit bingung, "Teman? Apa maksudmu?"
"Dibawah, ya tepatnya diluar gerbang kedua temanmu itu mengikuti dirimu saat kemari, so..bilang pada mereka untuk-"
"Baekhyun! Chanyeol!" Teriak Kai dari jendela kamar itu, berharap kedua temannya bisa mendengar.
"Bodoh! Aku belum selesai bicara, dan apa yang kau lakukan! Dasar gadis liar! Kau pikir ini dihutan?" Sehun segera membekap mulut Kai dan menghimpit tubuh gadis itu ketembok.
"Kau tau kan aku bisa melakukan apa saja terhadapmu, termasuk memperkosamu sekarang juga!"
Deg..
Tidak! Kai tidak akan membiarkan itu terjadi, tidak akan pernah!
Kai menggeleng, "kalau begitu kau telfon temanmu itu dan suruh mereka pergi, sekarang juga!" Perintah Sehun, pria ini selalu seenaknya sendiri, dan perintah nya mutlak harus dituruti.
Kai menggeleng lagi, ia tidak mau. Jika ia menyuruh Baekhyun dan Chanyeol pergi lalu bagaimana dengan dirinya?
"Oh, kau tidak mau ya? Baik jika itu maumu, aku bisa menyuruh orang-orang kepercayaanku untuk menghancurkan bisnis pria bernama Park Chanyeol itu dan aku juga akan melukai sahabat mu itu, hm Byun Baekhyun ya.." mata Kai membulat tidak percaya, pria didepannya ini sungguh memiliki hati iblis. Pria yang sangat mengerikan, bisa-bisa nya ia mengancam dengan ancaman sekeji itu. Tidak! Ia tidak ingin kedua sahabatnya itu terluka apalagi karenanya.
Kai tidak tahu apa yang terjadi setelah ini jika ia menuruti semua permintaan Sehun, ia takut sungguh. Apalagi eommanya belum ketemu. Kai yakin Sehun tidak akan melepaskannya meski Kai harus memohon, karena pria didepan nya ini pasti masih menaruh dendam besar karena kejadian di Jepang waktu itu.
"Bagaimana? Kau masih mempertahankan egomu dan membiarkan sahabatmu terluka karenamu?" Kai menggeleng, Sehun melepaskan bekapan tangannya pada mulut Kai dan menjauhkan tubuhnya dari gadis itu perlahan.
"B-baiklah ak-aku akan menyuruh mereka pulang"
"Bagus, ini.." Sehun menyodorkan ponselnya pada Kai, gadis itu segera mengetikkan nomer ponsel Baekhyun dan mendiall nya.
Pip..
'Hallo..' sapa suara diseberang.
"Baek.."
'Kai? Kau kah itu? Kau tidak apa-apa kan? Kau tunggu saja, sebentar lagi polisi datang' ucapnya setengah panik, Kai menggeleng meski orang diseberang tidak akan melihatnya.
Kai melirik Sehun yang menatapnya tajam, air matanya menetes. Ingin rasanya ia mengatakan 'ya, selamatkan aku Baek. Selamatkan aku dari iblis ini' tapi apa daya, Kai justru mengatakan sebaliknya.
"Tidak Baek, Jangan..aku baik-baik saja. Pulanglah kumohon. Aku berjanji akan pulang secepatnya. Dan Baek...jangan menelpon polisi"
'Tapi Kai-'
Srrett..pip
Sehun segera merampas ponsel nya dan memutuskan sambungan telpon secara sepihak.
"Bagus. Tapi alangkah baiknya jika kau tadi tidak memberi mereka janji yang tidak bisa kau tepati. Sekarang..kita tunggu mereka pergi, jika mereka tidak segera pergi maka aku akan menghabisi mereka" Sehun menyeringai, tubuh Kai bergetar ketakutan. Membayangkan sahabatnya celaka karena dirinya, tidak! lebih baik Kai saja yang celaka asal jangan sahabat-sahabatnya.
Tiba-tiba pintu diketuk dari luar dan pria tampan dengan tubuh kekarnya masuk kedalam.
"Mereka sudah pergi Tuan.." dan setelah itu pria tersebut pergi bersamaan dengan tubuh Kai yang merosot kebawah tidak sanggup menahan berat tubuhnya, Sehun menyeringai dan berjongkok didepan tubuh Kai, mencengkeram rahangnya kuat-kuat.
"Dari awal aku sudah berkata bahwa aku tidak akan pernah melepasmu jika kita bertemu lagi, and now..welcome in your home love" Sehun beranjak dari jongkoknya dan berjalan meninggalkan Kai.
"Bunuhlah aku.." ucapan Kai sontak membuat Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kai tajam tepat dikedua bola mata nya yang sayu.
"Dan membiarkanmu bebas begitu saja? Tidak akan! Aku tidak akan pernah mebunuhmu, tapi aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku. Kau harus membayar semua perbuatanmu padaku waktu itu. Dan..bersiaplah untuk besok, aku harap kau sudah tau caranya memuskanku bitch!" Dan setelah itu Sehun benar-benar meninggalkan Kai yang terisak dan menangis pilu.
'Eomma, mianhae..'
...
"Kunci pintunya, dan pastikan dia tidak bisa kabur" titah Sehun pada bodyguard nya yang bertubuh kekar lalu melangkah pergi kelantai bawah.
"Dimana dia..?" Tanya Sehun pada keempat orang kepercayaan nya, Woo Bin, Jong Suk, Chang Wook dan Hyun Woo.
Mengerti yang dimaksud, Jong Suk menjawab, "ada dikamarnya tuan, sedang tidur"
"Apa dia sudah makan?"
"Ya tuan, sebenarnya tadi ia ingin menunggu hingga tuan pulang tapi akhirnya ia memutuskan untuk makan sendiri" kali ini Hyun Woo yang menjawab.
Sehun menghela nafas pelan, "Pergilah..besok aku ingin kalian selidiki lagi tentang Soo Jin, aku sangat yakin jika ia masih memiliki rencana licik lainnya. Dan awasi jika ada hal mencurigakan lainnya di Perusahaan"
Keempat namja tampan kepercayaan Sehun dan yang paling mengemban tugas penting itupun mengangguk lalu pergi meninggalkan Sehun yang kini tengah berdiri disebuah pintu berwarna abu-abu tersebut lalu memasuki nya.
.
.
.
Ini sudah hari kedua Kai tidak menyentuh makanan nya sama sekali semenjak dirinya menginjakkan kaki dirumah mewah Sehun, ia lebih memilih sakit perut meminun air westafel yang ada di kamar mandi kamar tersebut daripada memakan makanan yang dibawakan pelayan. Bahkan kini wajah nya saja pucat dan kacau, air mata nya masih menggenang dipelupuk mata dan pipinya, satu yang diinginkan nya yaitu pulang cuma itu saja. Sungguh..
Cklekk...brakk
Tiba-tiba pintu kamar nya dibuka kemudian ditutup dengan kasar oleh seorang pria tampan yang memiliki garis wajah yang tegas dan penuh keangkuhan, ya dialah Oh Sehun..
Pria itu menghampiri Kai dengan langkah tergesa nya, raut wajah nya menyiratkan bahwa pria itu tengah marah besar terhadap Kai. Mata nya melirik sekilas pada makanan yang masih utuh dinakas.
Ditariknya dengan kasar tangan Kai sehingga gadis itu berdiri dari duduk nya didekat jendela dan segera mendorong tubuh Kai hingga jatuh terlentang diranjang King Size nya.
"Apa maumu ha! Kau sengaja ingin mati!" Bentak nya tepat diwajah Kai yang kini mengeluarkan air mata nya kembali.
"Aku ingin pulang.." jawab nya pelan, ia benar-benar tidak memiliki tenaga sama sekali barang untuk membalas bentakan Sehun.
Sehun mendecih, ditarik nya kerah kemeja yang dipakai Kai dengan sedikit kasar. "Dalam mimpimu saja. Hah sudah kukatakan bukan kalau aku tidak akan pernah melepaskanmu jika kita bertemu kembali jadi simpan saja keinginanmu itu dan bila perlu buang jauh-jauh.." Sehun menjeda kata-kata nya sebentar, rasanya berbicara dengan Kai akan membuatnya lelah dan terengah.
Sedetik kemudian Sehun menyeringai menatap Kai yang kini mengalihkan wajah nya yang enggan menatap Sehun.
"Baiklah, kita buat perjanjian..aku akan membebaskanmu jika kau bisa melunasi hutangmu. Aku tahu kau sedang bingung kan bagaimana caranya kau bisa melunasi hutangmu sedangkan kau sendiri masih disini tanpa melakukan apapun?" Kai mulai menatap Sehun dan mendengar apa yang akan ia tawarkan dan sampaikan padanya setelah ini.
"Aku akan membayarmu 1 juta won tiap kali kau tidur denganku, dan jika kau berhasil memberiku keturunan aku akan membebaskanmu. Bayi itu akan menjadi milikku dan kau pun akan bebas, bagaimana?" Kai menatap tak percaya pada Sehun yang dengan gampangnya berkata seperti itu, dia pikir dirinya adalah budak sex apa?
"Kau..iblis" ucap Kai dengan nada pelan dan serak, air mata nya sudah mengalir dengan derasnya sedari tadi.
"Terserah kau mau mengataiku apa..dan aku hanya ingin kau melayaniku saat ini juga" Sehun menjauh dari tubuh Kai dan berjalan mundur, membuka satu per satu kancing kemeja hitam nya.
Kai menatap tak percaya pria didepan nya yang kini telah setengah telanjang. Kai juga sedikit tertegun melihat tubuh Sehun yang sangat atletis dan putih pucat bahkan pria itu memiliki beberapa tatto ditubuhnya.
Di dada sebelah kanan terdapat gambar dua buah pedang yang saling menyilang dengan atas nya terdapat salib kecil, dan diperutnya terdapat sebuah nama 'Haowen' dengan tulisan latin indah yang menyerong, lalu jika diperhatikan lagi pria didepan nya juga mempunyai tatto di pergelangan tangan kiri nya dengan tulisan 'Believe' dan ketika pria pucat itu berbalik kalian akan melihat sebuah tatto yang lebih besar dari ketiga tatto lainnya yang berada dipunggung atas tepat nya dibalik pundak dengan tulisan 'ONLY GOD CAN JUDGE ME'
Kai benar-benar takut melihat sosok Sehun yang sebenarnya dengan tatto dimana-mana dan wajah yang penuh keangkuhan, dan kini pria itu mendekatinya dengan seringaian lebar dibibir tipis nya.
"Apa yang kau tunggu, cepat lepas pakaianmu atau aku akan merobek nya dengan paksa" Kai menggeleng kuat-kuat dan memundurkan tubuhnya hingga membentur kepala ranjang.
"Tidak kumohon lepaskan aku!" Teriak nya ketika Sehun berhasil menarik kedua pergelangan tangan nya untuk mendekat.
"Bukankah kau bilang bahwa kau ingin pulang..? Jadi, tunggu apalagi.." Kai berusaha melepaskan diri dari Sehun, tubuh nya terus berontak dan menendang-nendang tak tentu arah dan itu cukup membuat Sehun tambah marah.
"Kau ini benar-benar pelacur yang tidak tahu diri" setelah mengatakan itu Sehun segera membanting tubuh Kai agar berbaring diranjang.
Kai tidak mepunyai cukup tenaga lagi melawan Sehun, tubuh nya benar-benar lemah dan kilatan kejadian waktu di Jepang membuat nya semakin trauma, bahkan perut nya serasa mual dan kepala nya semakin pusing. Ia masih terus berusaha melepaskan diri dan sesekali menutup mulut nya yang merasa mual tersebut.
Sehun tidak menyadari perubahan sikap Kai karena pria itu sibuk mengecupi pelipis, telinga dan leher Kai dengan penuh nafsu. Dan barulah ia mulai sadar saat mendapati tubuh Kai tidak berontak lagi karena gadis itu tengah terisak ketakutan dalam kungkungan tubuh Sehun diatasnya.
'Shit..!' Sehun mengumpat dalam hati saat matanya menatap wajah Kai yang menoleh kesamping dengan berurai air mata, Sehun juga mendengar dengan jelas gadis itu sesenggukan dalam tangisan nya.
"Fuck..kau membuatku menjadi seperti pria brengsek yang memperkosa seorang gadis dengan brutal, aku benar-benar merasa menjadi pria yang tidak di inginkan..kau memandangku seakan aku pria yang menjijikkan! Asal kau tahu aku tidak pernah ditolak oleh satu gadis pun didunia ini bitch" Sehun menjauh dari tubuh Kai dan mengambil kemeja nya yang berada disofa dan memakainya kembali.
"Cepat makan makananmu, kalau kau masih tidak mau makan aku akan memaksamu dan akan melakukan hal yang lebih dari ini.." ancam Sehun lalu segera berlalu dari kamar tersebut, meninggalkan Kai yang masih terisak.
Sementara itu, Sehun yang merasa benar-benar menjadi pria brengsek menjijikkan melangkahkan kaki nya ke kamar super mewah nya dan berteriak kesetanan, meninju kaca hingga tangan nya berdarah dan membanting barang-barang nya kelantai.
"Brengsek! Gadis itu benar-benar..!" Satu tinjuan ia layangkan kedinding nya yang bercat putih tersebut dan seketika membuat temboknya menjadi berwarna merah karena darah yang mengucur semakin deras dipunggung tangan nya.
.
.
.
Semenjak insiden memuakkan itu Sehun sudah tidak pernah menemui Kai lagi, terhitung satu minggu telah berlalu. Kai juga sedikit merasa lega, ia juga sudah mulai baikan, tubuh nya tidak selemah dulu karena ia memakan makanan nya dengan teratur. Raut wajah nya juga sudah kembali seperti semula meski mata nya sedikit hitam karena kurang nya tidur, gadis itu mempunyai kebiasaan tidur yang buruk. Ia tidak bisa tidur nyenyak jika tidak dikamar nya sendiri, maka dari itu Kai sering terbangun tepat tengah malam dan tak akan bisa tertidur kembali hingga pagi menjelang.
Sedangkan Sehun, pria itu sedikitnya telah menyesal memperlakukan Kai dengan buruk waktu itu, padahal ia tahu betul jika Kai memang gadis baik-baik. lagipula Sehun sebenarnya bukan pria yang menyukai kekerasan, apalagi menyakiti perempuan bukan gaya nya sama sekali meskipun Sehun brengsek seperti itu. Tapi bagaimanapun Sehun terpaksa melakukan nya karena ia tidak ingin Kai bebas begitu saja dari nya.
Saat ini Sehun tengah meneliti berkas-berkas yang akan ia siapkan untuk presentasi pagi ini dengan para investor asing. Ini sudah keberapa kali nya pria itu menghela nafas, pikiran nya masih tertuju pada satu nama yaitu 'Kai'.
"Woo Bin keruanganku sebentar" perintah Sehun pada Woo Bin melalui sambungan telepon diruangan nya, dan beberapa menit kemudian Woo Bin sudah berdiri tegap di depan Sehun.
"Ada apa tuan?" Tanya Woo Bin to the point.
"Bawa dia kemari, aku ingin siang ini dia sudah berada disini. Jika dia berontak paksa saja tapi kerjakan dengan halus, aku tidak ingin ada orang lain yang tahu seperti apa yang kau dan Jong Suk lakukan pada Kai" Sehun melempar sebuah foto dimeja didepan Woo Bin.
"Baik tuan..saya permisi" setelah membungkuk sejenak pada Sehun, Woo Bin segera beranjak pergi dan melaksanakan tugas yang diberikan Sehun padanya.
.
.
.
Matahari siang ini cukup terik dan panas, mengingat bahwa bulan ini adalah musim panas. Pasti menyenangkan jika bisa bermain keluar rumah, meminum es serut dan memakan semangka ah dan juga berenang. Kai suka sekali berenang, membayangkan segarnya air kolam renang membasahi tubuh nya pasti menyenangkan sekali. Dulu saat masih di Jepang, Baekhyun sering mengajaknya pergi ke pantai atau kolam renang umum. Mereka akan berenang bersama, bercanda bersama dan melakukan hal yang seru-seru tanpa harus memikirkan pekerjaan yang melelahkan mereka. Haahh membicarakan soal kolam renang membuat Kai sangat merindukan Baekhyun, andai saja ia boleh meminta permohonan ia ingin Baekhyun ada disini dan kalau bisa Baekhyun bisa membawa nya pergi dari sini tapi semua itu hanya imajinasi nya saja, kenyataan nya Kai tidak bisa apa-apa selain berdiam diri di kamar luas nan megah yang ditempati nya saat ini tanpa tahu kapan ia akan keluar dari sangkar yang menyiksa nya ini.
Kai masih sibuk memandangi halaman rumah megah Sehun dari jendela kamar nya, sesekali ia tersenyum miris merutuki nasib nya yang beitu buruk. Kai bahkan tidak sadar jika ada seseorang yang memasuki kamar nya dan membuyarkan lamunan nya seketika.
"Maaf nona.." Kai sedikit tersentak mendengar suara seseorang dibelakang nya, ia segera menoleh ke sumber suara dibelakang nya dan mendapati sosok pria tampan yang belum pernah ia lihat, karena yang ia tahu hanya dua pria tampan dan tinggi yang menculik dan membawa nya kemari, ia tidak menyangka jika pria di depan nya ini juga salah satu orang suruhan Sehun.
"Maaf jika saya membuat anda terkejut. Nama saya Ji Chang Wook anda bisa memanggil saya Chang Wook, saya kemari karena perintah tuan Sehun..beliau meminta anda untuk keruangan nya sekarang." Ujar pria tampan bernama Chang Wook tersebut dan pergi meninggalkan Kai yang terdiam mematung. Gadis itu mendadak gemetaran saat mendengar nama Sehun disebut, ia masih trauma, takut juga jika kejadian kemarin akan terulang kembali.
Dan, lamunan Kai buyar seketika saat mendengar suara pintu yang sudah ditutup diluar. Oh dia harus mengejar pria bernama Chang Wook tersebut karena pasal nya ia tidak tahu dimana ruangan Sehun berada, mengingat bahwa rumah Sehun ini sangat luas. Tapi, saat dirinya sudah keluar dari kamar nya, pria itu sudah menghilang.
Akhirnya Kai memutuskan berkeliling mencari sendiri dimana ruangan Sehun berada. Kaki nya terus berjalan menelusuri koridor, sesekali mata nya memandang takjub atas interior rumah Sehun yang benar-benar mewah bak istana dalam dongeng yang sering ibu nya ceritakan waktu kecil dulu.
Tiba-tiba kaki nya terhenti disebuah ruangan yang sangat luas dengan beberapa sofa putih, meja kaca, televisi LCD super besar dan karpet berbulu oh mungkin ini ruang keluarga tapi..kenapa banyak sekali anjing disana?
Woo..woo..
Salah satu anjing jenis Alaskan Malamut yang lumayan besar berdiri disamping tubuh Kai dan mengelus-elus kaki Kai. Berlarian disekeliling kaki Kai dengan lincah.
"Ya..Tetsuya apa yang kau lakukan disana eoh?" Ucap sebuah suara yang mendekat kearah Kai dan berjongkok mengelus bulu lebat anjing yang menyerupai serigala tersebut.
Kai menatap bingung pada sosok yang tengah berjongkok disamping kaki nya tersebut.
'Anak kecil? Bocah laki-laki siapa ini? Rasanya tidak mungkin jika dia anak salah satu pembantu disini' gumam Kai dalam hati.
Merasa ditatap, bocah lelaki tersebut pun menatap Kai dengan tatapan datar yang sangat Kai kenal. Tunggu, wajah nya seperti...
"Kau siapa?" Tanya nya dengan nada dingin tanpa ekspresi.
Kai gelagapan sendiri saat ditatap sedemikian rupa oleh bocah lelaki yang memiliki wajah tampan tersebut.
"Ak-aku..nama ku Kai" jawab Kai seadanya, ia ikut berjongkok dan menatap bocah laki-laki tersebut lalu tersenyum tulus.
"Pacar baru daddy ya?" Tanya nya tiba-tiba dan penuh selidik, Kai jadi bingung sendiri apa yang dimaksud dengan pacar daddy nya? Siapa?
"Maksud nya?" Tanya Kai balik, bocah lelaki itu tidak menjawab dan malah meninggalkan Kai yang kebingungan.
"Kemarilah..kalau kau pacar daddy dan akan jadi mommy ku kau harus bisa akrab dengan teman-temanku" ucap nya, Kai yang masih kebingungan itupun mau tak mau menuruti ucapan bocah laki-laki tersebut dan menghampirinya yang sedang bermain dengan anjing-anjing nya.
"Maaf, tapi apa maksudmu? Daddy? Siapa?" Tanya Kai pada bocah itu yang tengah asik berguling dengan anjing yang dipanggil nya Tetsuya.
"Hmm ini, coba kau beri makan Cerberus yang ada disana..kalau kau berhasil memberinya makan maka aku akan mempertimbangkan untuk menerimamu menjadi mommy ku" bocah yang berusia sekitar 6 tahun itupun memberikan makanan anjing pada Kai dan menyuruh nya berjalan kearah anjing yang tengah tertidur disamping sofa.
Dengan segala kebingungan nya Kai menuruti semua perkataan bocah itu, menghampiri anjing yang sama jenis nya dengan yang bocah itu panggil tetsuya.
Awalnya Kai sedikit takut melihat besarnya anjing tersebut tapi ia tiba-tiba teringat dengan anjing nya yang bernama monggu yang meninggal waktu Kai akan berangkat ke Jepang.
Dielusnya anjing tersebut dengan pelan dan penuh kasih sayang, dan seketika anjing tersebut bangun dengan tiba-tiba sehingga membuat Kai sedikit tersentak ketakutan, ia bahkan sudah membayangkan bahwa anjing itu akan menyerangnya tapi justru sebaliknya anjing tersebut malah menggosok-gosokkan kepalanya ke pipi Kai dan mau tak mau membuat Kai tertawa. Kai pun segera mengambil makanan anjing tersebut, menuangkan ditangannya dan menyodorkan pada anjing bernama Cerberus tersebut yang dibalas senang hati oleh nya.
"Waahh kau wanita hebat, aku tidak pernah melihat Cerberus sejinak ini selain dengan daddy. Kau ini bukan hanya sekedar pacar nya daddy kan?" Ujar bocah tersebut tiba-tiba dan lagi-lagi penuh selidik menatap Kai. Sedangkan Kai hanya tersenyum membalas ucapan bocah laki-laki tersebut.
"Aku pernah mempunyai anjing dulu, namanya Monggu tapi dia sudah meninggal dua tahun lalu" jawab Kai santai, tangan nya mengelus anjing berbulu putih dan abu-abu tersebut.
"Ish..sudah ah aku bosan. Aku mau melihat anime saja. Ingat ya, meskipun kamu pacar nya daddy dan sudah meluluhkan Cerberus kamu tidak akan jadi mommy ku" ujar bocah tersebut, lalu berjalan untuk mengambil remote televisi dan menyalakan nya.
Kai tersenyum dan menghampiri bocah tersebut. "Kau suka anime juga? Wah kita sama..apa anime favorite mu? Bukan anime khusus dewasa kan?" Tanya Kai sedikit menggoda, hmn entahlah Kai merasa nyaman saja dengan bocah yang tak dikenal nya itu.
"Kamu ini bicara apa! Tentu saja tidak..! Daddy tidak akan membiarkanku melihatnya, lagipula daddy hanya membelikan ku DVD anime khusus yang bisa ditonton anak seusia ku! Lagipula aku ini pintar, aku bisa memilih mana yang cocok untuk ku" ucap bocah itu dengan nada angkuh nya, tuh kan kalau begini malah semakin mirip dengan...
"Haha iya iya aku tahu, memang kamu umur berapa dan apakah sudah sekolah?"
"Tentu saja aku sudah sekolah tante..malah aku sudah kelas 3 sekolah dasar, aku loncat kelas karena aku pandai di usiaku yang ke 6 tahun ini." lagi-lagi bocah itu menyombongkan diri tapi Kai justru semakin gemas dengan tingkah nya.
"Wah..hebat!"
"Tentu saja, hmm ngomong-ngomong tante ini umur berapa sih?"
"Ahh aku tidak setua itu jadi jangan panggil tante panggil Kai saja, aku masih berumur 21 tahun"
"Hmm terpaut 7 tahun dengan daddy" gumam nya yang tidak didengar Kai.
"Eoh ini bukan nya anime Hunter X Hunter?" Ujar Kai saat mengetahui bahwa yang bocah itu putar adalah DVD anime Hunter X Hunter yang juga menjadi anime favorite nya.
"Kai juga suka anime ini?" Tanya bocah itu sedikit sangsi, jujur saja bocah lekaki itu sebenar nya ingin sekali bercerita banyak hal soal anime dan kegemaran nya tapi karena Kai itu orang asing yang mungkin akan merebut posisi ibu nya jadi ia pura-pura tidak excited (?)
"Tentu saja! Aku suka persahabatan Gon dan Killua..mereka anak-anak pemberani ah apa kau tau adik nya Killua hmm Alluka bukankah dia anak perempuan yang manis meskipun dia mempunyai kekuatan yang mengerikan? Ahh rasanya aku ingin sekali mempunyai adik semanis Alluka" komentar Kai panjang lebar, bahkan dirinya seakan lupa akan penderitaan nya selama ini dan sepertinya ia juga lupa tujuan utama nya untuk mencari ruangan Sehun.
"Yak! Kai kau tidak boleh memiliki Alluka, Alluka hanya milikku tau" bocah itupun merengut tidak suka, Kai justru tertawa melihat ekspresi bocah tersebut.
Kai mengusak pelan kepala bocah tersebut hingga membuat bocah itu tersipu malu "gomawo..kau membuat ku tersenyum lagi" ucap nya dengan tulus. Ya, setidak nya saat bertemu bocah ini ia bisa tertawa lagi.
"Ah Ya Tuhan aku lupa menanyakan namamu, ternyata dari tadi aku tidak tahu namamu ya. Jadi namamu siapa bocah tampan?"
"Aku bukan bocah! Sebentar lagi aku akan dewasa seperti daddy kok..hm Haowen namaku Oh Haowen"
"Hao..wen? Sepertinya aku pernah tahu nama itu" gumam Kai.
"Hei Kai kau bisa gambar manga?" Tanya Haowen tiba-tiba, Kai yang tadinya sibuk melamun memikirkan nama Haowen yang tak asing itupun segera menoleh kepada Haowen dan mengangguk.
"Benarkah? Kalau begitu tolong kau gambar karakter Alluka yang cantik dan manis oke? Aku akan mengambilkan buku gambar nya dulu"
"Hm oke"
Kini Kai tengah sibuk menggambar karakter Alluka sesuai permintaan Haowen dan entah sejak kapan mereka berdua kini seperti seorang teman yang sangat akrab oh atau bisa dikatakan seperti ibu dan anak.
Coba saja lihat, Kai yang serius menggambar dan disampingnya ada anjing milik ayah Haowen yang bernama Cerberus tengah tiduran dan disampingnya lagi ada Haowen yang tengah tengkurap menyangga dagu dengan kedua tangan nya menatap gambaran Kai. Ugh seperti ibu dan anak bukan..
"Jadi..anjingmu ini jenis Alaskan Malamut sedangkan milik ayahmu Siberian Husky?"
"Hu'um..daddy memberikan ku anjing jenis Alaskan Malamut saat ulang tahun ku yang ke lima. Aku dan daddy suka sekali dengan anjing yang rupanya seperti serigala, kami juga memiki beberapa anak anjing Alaskan Malamut dan Siberian Husky di kandang belakang, ah ada juga poodle dan Golden Retriever seperti yang kau lihat sekarang disini..tapi anjing Alaskan Malamut ku ini lebih besar daripada milik ayah"
"Benarkah? Bukankah sama saja? Bahkan rupanya juga sama"
Haowen segera bangkit dan duduk dari posisi tengkurap nya hendak memprotes Kai yang tidak tahu apa-apa soal anjing jenis ini.
"Berbeda Kai..anjing jenis Alaskan Malamut badannya lebih besar daripada Siberian Husky, kau tahu anjing nya Kuroko Tetsuya? Nah anjing ku seperti milik nya itulah mengapa aku juga menamai anjing ku dengan nama Tetsuya hehe, tapi perlu kau tahu jika Alaskan Malamut dan Siberian Husky memiliki perbedaan terutama dari mata, ekor, berat badan dan kekuatan nya. Yah memang jika Alaskan Malamut itu anjing yang lebih besar dari Siberian Husky tapi kekuatan dan kecepatan mereka berbeda karena Siberian Husky lebih kuat dan cepat, orang-orang masyarakat Siberia Utara biasa menjadikan Siberian Husky untuk menarik kereta sedangkan penduduk eskimo menjadikan Alaskan Malamut untuk mengangkut barang berat hmm jika kau biasanya datang ketempat ice skatting kau akan menemui anjing Siberian Husky yang biasa menarik kereta yang dinaiki oleh pengunjung.." jelas Haowen dengan lancarnya bahkan membuat Kai berdecak kagum.
"Wahh kau benar-benar pintar ya..tahu banyak soal anjing" ujar Kai mengusak surai halus Haowen gemas sekaligus kagum akan kepintaran nya.
"Biasa kok..aku memang pintar kan, kamu nya saja yang tidak tahu apa-apa" aishh kecil-kecil begini omongan nya tajam yah, Kai jadi semakin penasaran putra siapa sih bocah ini.
"Haowen, bisa kau beritahu aku siapa ayah mu? Jujur sampai saat ini aku tidak mengerti apa yang kau makaud tadi.." kata Kai yang kini mulai serius kembali dengan gambaran nya.
"Hmm ayahku bernama.."
"Apa yang kalian lakukan disini..?" Tiba-tiba suara yang mereka berdua kenali terdengar dibelakang dan mereka menoleh bersamaan.
"Kau/daddy!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC or END
hihi ini ff jadi cerita apaan yaakk..
Eh maaph ya share nya malem2 begini..dan maaf juga ff sequel nya Best mistake sama bermain kerumah Chanyeol nya gak jadi hari ini, besok aja ya kalau ada waktu serius deh..
Tapi chap ini lumayan panjang kaann..dan maaf deh kalau banyak typo karena baru aja selesai ngetiknya haha..
Eh btw tahu dong siapa ayah Haowen sebenarnya haha gampang banget nebak nya kan..
So sekarang boleh minta review nya?
