SUPER PSYCHO LOVE #4

Pair HunKai ! GS for Kai!

WARNING..!

TYPO ANYWHERE..

GAK SUKA GS GAUSAH BACA..

GAK SUKA PAIR GAUSAH BACA..

DON'T LIKE DON'T READ..

STORY IS MINE..!

.

.

.

.

Happy Reading..

Preview...

"Wahh kau benar-benar pintar ya..tahu banyak soal anjing" ujar Kai mengusak surai halus Haowen gemas sekaligus kagum akan kepintaran nya.

"Biasa kok..aku memang pintar kan, kamu nya saja yang tidak tahu apa-apa" aishh kecil-kecil begini omongan nya tajam yah, Kai jadi semakin penasaran putra siapa sih bocah ini.

"Haowen, bisa kau beritahu aku siapa ayah mu? Jujur sampai saat ini aku tidak mengerti apa yang kau makaud tadi.." kata Kai yang kini mulai serius kembali dengan gambaran nya.

"Hmm ayahku bernama.."

"Apa yang kalian lakukan disini..?" Tiba-tiba suara yang mereka berdua kenali terdengar dibelakang dan mereka menoleh bersamaan.

"Kau/daddy!"

.

.

.

.

"Ahh itu daddy ku..bukankah kau pacarnya daddy? Kenapa kau tekejut sekali?" Haowen berdiri dari posisi nya dan berlari menuju ayah nya.

"Dad..jika Kai adalah pengganti mommy mungkin aku akan mempertimbangkan nya" Haowen menatap ayah nya yang kini mengelus puncak kepala nya sayang.

"Haowen kembalilah ke kamar dan kerjakan tugasmu, jangan terus-terusan bermain" nasihat nya kepada sang putra semata wayang yang kini mengerucutkan bibir nya kesal.

"Dan kau.." Sehun dengan segala keangkuhan nya berjalan kearah Kai yang masih terperangah tidak percaya jika yang dimaksud oleh Haowen adalah pria ini, pria sombong dan angkuh didepan nya.

"..ikut aku!" Sehun menarik kasar pergelangan tangan Kai dan menyeret nya keluar dari ruangan tersebut.

"Tapi dad..Kai sedang menggambarkan karakter anime kesukaanku" Haowen menghentikan langkah Sehun yang tengah menyeret Kai dengan menyuarakan protes nya.

Sehun menatap tajam Haowen, "Turuti apa kata daddy. Masuk kekamar mu!" setelah itu Sehun melanjutkan langkah nya melewati Haowen dan tetap menyeret Kai yang terus berontak karena tangan nya yang memerah sakit akibat cengkraman kuat dari Sehun.

Sehun terus menyeret Kai hingga kini mereka melewati koridor rumah yang nampak sepi.

"Lepaskan aku Sehun!" Kai menghentakkan tangan nya hingga terlepas dari cengkeraman Sehun.

"Oh..sekarang kau mulai melawan? Bagus, kalau begitu aku akan lebih mendisiplinkanmu dengan caraku sendiri" Sehun menarik lagi tangan Kai namun segera Kai tepis, gadis itu kini menatap sengit kearah Sehun.

"What?" Tanya Sehun dengan nada sok angkuh nya.

"Bagaimana denganmu? Bagaimana kau bisa melakukan ini sementara kau sudah memiliki putra? Kau ini ayah macam apa?" Kai berujar dengan segala emosi yang ia pendam selama ini.

"Jangan mengguruiku..lagipula kenapa kau bersama dengan Haowen? Bukan kah aku menyuruhmu untuk keruangan ku hah?"

"Cukup Sehun, aku mohon lepaskan aku! Biarkan aku pergi..kau memiliki tanggung jawab besar terhadap putramu, jangan bertingkah seperti ini. Aku merasa kasihan dengan Haowen, dia kesepian. Dia membutuhkanmu sebagai ayah nya, dan kau pasti memiliki istri kan?"

"Oh kau belum tahu ya jika aku sudah tidak memiliki istri, hmm kau bisa menjadi pengganti ibu Haowen kalau kau mau"

Kai menatap tak percaya dengan pria di depan nya. Apa maksud ucapan pria ini?

"Apa maksudmu?"

"Mati..kau tahu artinya mati bukan? Ya, istriku meninggal 3 tahun yang lalu karena bunuh diri. Jelas?" tubuh Kai tiba-tiba bergetar ketakutan, dipikiran nya saat ini adalah pria macam apa Oh Sehun itu? Kenapa bisa istri nya bunuh diri? Dan kenapa Sehun mengatakan nya seakan kematian istrinya adalah hal biasa dan kenapa dia terlihat tidak peduli? Kai tiba-tiba merasakan ketakutan yang luar biasa saat berhadapan dengan Sehun sekarang ini.

"K-kenapa?" Kai mencoba bertanya tentang penyebab istri Sehun bunuh diri.

"Apa nya yang kenapa? Itu bukan urusanmu, sekarang ikut aku!" Tanpa menunggu persetujuan Kai, Sehun segera menarik lagi pergelangan tangan gadis itu dan menyeretnya keruangan kerja pribadi nya tanpa menghiraukan rontaan yang diberikan gadis tersebut.

Cklek...

"Ya! Kau.." suara cempreng dan menggelegar menyambut kedatangan Sehun dan Kai. Tiba-tiba sang pemilik suara tidak melanjutkan kata-kata nya saat melihat Sehun -yang diyakini orang tersebut yang telah menculiknya- menggeret seorang gadis yang ia kenal.

"Kai!" Teriak sang pemilik suara saat mengetahui bahwa dugaan nya benar tentang seseorang yang dibawa paksa oleh Sehun kemari.

Kai yang merasa nama nya dipanggil segera mendongak dan menghentikan rontaan nya, dan mata nya membulat saat tahu siapa orang yang memanggil nya barusan.

"Baekhyun!" Kai berujar senang saat mengetahui bahwa orang tersebut adalah sahabat nya, dan Kai segera menghambur kedalam pelukan Baekhyun setelah Sehun melepaskan cengkraman nya pada Kai.

"Ya Tuhan..ini benar kau Baek! Aku merindukanmu hiks"

"Aku juga Kai..kau tahu, aku tidak bisa tidur nyenyak tiap malam karena terus-terusan memikirkanmu yang tak kunjung kembali hiks" Baekhyun merengkuh tubuh Kai erat-erat, kedua nya saling berpelukan menyalurkan rasa rindu yang teramat sangat menyesakkan dada.

"Ehem..aku pikir sekarang saat nya untuk kau em nona Byun Baekhyun untuk mematuhi semua perintahku" suara Sehun berhasil membuat dua wanita yang saling berpelukan itu menatap bingung kearah Sehun.

"Apa maksudmu? Jangan bilang kau mau melibatkan Baekhyun, aku tidak akan membiarkanmu menyekap nya disini! Kumohon lepaskan dia, please Sehun.." mohon Kai yang berurai air mata mendengar penuturan Sehun.

"Well, aku memang akan melibatkan temanmu disini tapi aku tidak seburuk itu untuk menyekap seorang gadis, kau kira aku seorang yang hobi menyekap orang apa? Dipikiranmu aku ini pasti penjahat ya..hmm itu terserah kau saja mau berfikir seperti apa tentangku karena itu hak mu"

"Dan kenyataan nya memang begitu.." ucap Kai dengan nada sinis nya.

Sehun mengangkat bahu nya acuh lalu mendudukkan dirinya di kursi kerja nya dan menatap santai dua gadis berbeda usia didepan nya.

"Duduklah..aku akan menjelaskan apa yang akan temanmu lakukan mulai sekarang"

Kai menatap nyalang Sehun, tubuh nya sudah bersiap siaga didepan tubuh Baekhyun yang lebih pendek dari nya.

"Tak perlu..cepat katakan dan jangan bertele-tele!"

"Terserah! Dasar gadis keras kepala.." geram Sehun. Ia membetulkan posisi duduk nya dan menaruh kedua siku nya diatas meja lalu menatap Baekhyun yang berada di belakang tubuh Kai.

"Kau Byun Baekhyun, mulai sekarang adalah salah satu maid dirumah ini.."

"Mwo?!" Teriak Kai tidak percaya

Sehun tak menghiraukan teriakan Kai yang entah itu teriakan protes atau teriakan bahagia.

"..aku akan mengijinkanmu untuk khusus melayani Kai saja, aku juga akan menggajimu lima puluh kali lipat dari gajimu sebagai pelayan cafe atau bahkan seratus kali lipat terserah kau. Tapi ingat.." wajah Sehun berubah menjadi serius dan arogan. Mata nya menatap tajam tepat kearah Baekhyun.

"..aku tidak mau melihat atau mendengar laporan jika KAU membantu sahabatmu Kai kabur dari sini. Jika itu terjadi lihat saja apa yang aku akan lakukan pada Kai, kau pasti akan menyesali nya. Jadi jangan pernah berani berfikir untuk mencoba kabur, kau MENGERTI!" ucap nya penuh dengan penekanan.

Baekhyun meneguk ludah nya susah payah lalu mengangguk. "M-mengerti.."

"Good.." Sehun lalu beranjak dari kursi nya lalu berjalan menuju pintu meninggalkan Kai dan Baekhyun yang saling menatap dengan pandangan berbinar. Sebelum nya Sehun menghentikan langkahnya untuk menyampaikan satu hal yang hampir saja ia lupakan.

"Ah ya..nona Byun kau hanya kuijinkan menjadi maid disini mulai pukul 1 siang hingga jam 7 malam. Dan ingat aku tidak ingin ada orang lain tahu jika kau bekerja disini termasuk kekasihmu Park Chanyeol itu..aku akan tetap mengijinkanmu bekerja dengan pria itu asal kau tidak memberitahu siapapun tentang masalah ini, kalau tidak..kau akan tahu akibatnya" Sehun menyunggingkan seringaian mematikan nya pada Kai dan Baekhyun secara bergantian.

Sehun baru akan membuka pintu ruang kerja nya jika saja suara Kai tidak menghentikan nya.

"Kenapa kau tidak biarkan Baekhyun tinggal saja disini denganku? Dan mengapa kau melakukan ini? Apa maumu?"

Sehun mendekat kearah Kai lalu menarik pinggang gadis itu mendekat sedangkan sebelah tangan nya menyentuh dagu Kai dan sedikit mencengkram nya.

Pria itu mendekatkan wajah nya ketelinga Kai dan berbisik.

"Aku tidak mau terlalu memanjakanmu dengan membuat temanmu itu menemanimu 24 jam penuh, dan tolong jangan salah paham..aku melakukan ini bukan karenamu melainkan karena aku ingin agar kau terus disisku karena aku TIDAK AKAN PERNAH melepasmu, kau tidak lupa bukan jika kau berhutang banyak padaku. Dan jika kau ingin tahu, mauku adalah mengikatmu selamanya bersamaku, aku akan membuatmu bertekuk lutut didepanku dan menjadikanmu partner sempurna saat diatas diranjang" Sehun tersenyum menyeringai mengakhiri kalimatnya dan memberikan kecupan dipelipis Kai lalu berlalu pergi meninggalkan Kai yang berdiri mematung.

Baekhyun segera mendekati Kai saat tahu Kai tidak bergeming sedikitpun setelah pria itu pergi.

"Kai..kau baik-baik saja? Kai!" Baekhyun mengguncang tubuh Kai dan barulah Kai tersadar bersamaan dengan air mata yang menetes melalui pelupuk mata nya.

"Gwenchana?" Baekhyun memeluk tubuh Kai yang bergetar.

"Dia...iblis"

.

.

.

.

Pukul 2 siang Sehun telah sampai di salah satu perusahaan ternama nya.

Dominique Estate nama perusahaan Sehun yang sekarang ia datangi sekaligus pusat dimana dirinya mengendalikan seluruh perusahaan nya.

Saat sampai di ruangan kerja super duper mewah nya ia sudah disuguhi beberapa berkas yang bejibun banyak nya dan semua merujuk pada persetujuan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ingin mengajaknya kerja sama.

Maklumlah karena perusahaan Sehun ini salah satu perusahaan oh atau satu-satu nya perusahaan yang banyak dilirik inverstor asing. Disamping perusahaan Sehun memang perusahaan satu-satu nya di Korea yang paling menjanjikan untuk diajak kerja sama dan menanamkan modal, kinerja para karyawan dan kemajuan perusahaan yang terus-terusan menanjak membuat para investor dalam dan luar negeri tertarik untuk bekerja sama dengan pebisnis tampan dan muda ini.

Ah ya..perusahaan Sehun bergerak dibanyak bidang salah satu nya properti, media, hotel dan terutama dalam bidang elektronik. Dan jangan heran jika kalian liburan di negara-negara terkenal kalian akan menemukan banyak nama Sehun tertera sebagai pemilik perusahaan besar di negara tersebut. Dan bisa kalian bayangkan bukan betapa kaya nya seorang Oh Sehun, dan sial nya kekayaan nya itu dimanipulasi oleh paman bajingan nya, banyak uang yang diselewengkan dan sabotase sana sini. Sehun sudah mengendus rencana licik paman nya tersebut tapi ia masih membiarkan paman yang tidak pantas disebut paman itu melakukan apa yang direncanakan nya. Sehun masih menunggu, menunggu waktu yang tepat untuk menjatuhkan dengan telak sang paman hingga kedalam jurang terdalam kehidupan sekaligus. Dan ia akan melihat siapa yang akan tertawa terakhir kali.

"Jongsuk, keruanganku sekarang.." ucapnya melalui sambungan telepon yang berada dimeja nya. Dan beberapa detik kemudian pria yang dipanggil Jongsuk itu menghadap pada Sehun.

"Apa-apaan berkas dimejaku ini hah?"

"Maaf tuan..pagi ini banyak sekali para investor, klien dan kolega anda ingin bertemu dengan anda untuk membicarakan kerjasama tapi karena pagi tadi anda tidak berada ditempat maka mereka menitipkan proposal-proposal kerjasama tersebut untuk bahan pertimbangan agar anda membaca dan menandatangani nya." Jelas Jongsuk dengan panjang lebar.

Sehun menggeram frustasi dan mengambil semua kertas-kertas tersebut lalu melemparnya ke kedua lengan Jongsuk.

"Aku sudah bilang..jangan membawa berkas-berkas sampah itu dihadapanku. Kebanyakan mereka yang ingin bekerja sama dengan perusahaanku hanya perusahaan kecil dan tidak punya ambisi untuk memajukan perusahaan nya, mangka nya mereka terus-terusan meminta agar perusahaanku mau bekerjasama dengan nya, cih.." ya begitulah Oh Sehun jika sudah berada di Kantor. Ia akan sangat sensitif dan teliti saat menyangkut masa depan perusahaan nya.

"Sekarang buang berkas-berkas itu, katakan pada mereka semua. Jika mereka ingin kerjasama dengan perusahaanku setidak nya mereka bisa membuktikan bahwa perusahaan nya layak untuk bekerjasama dengan perusahaanku, sekarang pergilah" Jongsuk mengangguk dan segera meninggalkan ruangan Sehun.

Sehun mendudukkan tubuh nya pada kursi kebanggaan nya. Dirinya mulai fokus pada berkas-berkas penting yang berada ditumpukan sisi kanan nya, membaca nya dengan seksama dan penuh ketelitian hingga suara pintu ruangan nya diketuk dari luar.

"Masuk.." ucap nya mempersilahkan tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas tersebut.

Pria tinggi berwajah tampan sang pelaku pengetukan pintu tersebut berjalan pelan kearah Sehun dan menaruh sebuah kertas putih dengan corak elegan ke meja Sehun sehingga membuat pria itu mau tak mau mengalihkan pandangan nya pada orang tersebut.

"Apa ini Woobin?"

"Itu undangan dari Investor terbesar anda Mr. Jackson..beliau mengajak para kolega-kolega nya untuk makan malam sekaligus ramah tamah atas kerjasama yang telah dibangun" jelas Woobin. Sehun segera membuka dan membaca isi undangan tersebut.

Setelah membaca nya Sehun berfikir sejenak, akankah ia menghadirinya atau tidak. Jujur saja Sehun tidak suka acara formal meskipun kebanyakan orang seperti Sehun sering sekali menghadiri acara-acara formal seperti itu. Tapi bagi Sehun, menghadiri acara-acara formal seperti itu sama saja seperti menghadiri acara para penjilat. Sehun bukannya naif tapi memang kenyataan nya seperti itu, orang-orang yang berada diacara tersebut selalu mendesak nya untuk menerima mereka sebagai partner perusahaan nya, tak jarang juga mereka membawa putri-putri nya untuk mendekati Sehun dan berharap salah satu dari mereka menarik perhatian nya mengingat status Sehun yang menyandang duda itu sudah diketahui beberapa rekan nya.

"Menurutmu apa aku harus kesana?" Tanya Sehun pada salah satu orang kepercayaan nya itu.

"Menurut saya..Iya anda harus datang, mengingat Mr. Jackson adalah investor terbesar anda. Dan bukankah anda terlalu sering menolak undangan dan beberapa kolega anda, dan ditakutkan nantinya mereka akan berfikiran buruk tentang anda Tuan." jawab Woobin disertai pengertian, kepala nya menunduk tak berani menatap Sehun yang entah berekspresi apa sekarang. Woobin hanya tak ingin Tuan nya itu dicap sebagai pemilik perusahaan yang sombong dan tidak mau berbaur kecuali dalam hal bisnis.

Melihat Sehun yang diam saja, Woobin jadi was-was sendiri. Tapi tak lama kemudian Sehun bersuara.

"Hmm kau benar..baiklah aku akan kesana. Dan..aku ingin gadis itu ikut denganku" Sehun tersenyum menyeringai memikirkan Kai yang akan ia ajak dan perkenalkan pada dunia nya, dunia yang penuh dengan orang-orang seperti Sehun.

"Apa anda yakin? Bukankah nanti malah menimbulkan gosip baru dan orang-orang akan menanyakan hubungan anda dengan nya?"

"Tidak..itu justru bagus, aku memang berencana mengenalkannya sebagai kekasihku karena aku benar-benar akan mengikatnya setelah ini" seringai itu semakin jelas terlihat saat Sehun membayangkan ekspresi apa yang dikeluarkan oleh gadis itu nanti nya.

.

.

.

Pukul 06.00pm

Mansion Oh Sehun...

"Eonni..aku senang sekali kau bisa menemaniku mulai sekarang. Jujur aku takut sekali membayangkan bagaimana nasibku jika terus-terusan terkurung disini bersama makhluk berdarah dingin seperti Sehun, aku membenci nya!" Ucap Kai, mereka tengah rebahan dikamar Kai layak nya gadis-gadis yang akan mengadakan pajama party.

"Aku juga..Kai, tapi tidak kah kau merasa aneh mengapa ia melakukan ini? Maksud nya, membawaku kemari untuk menemanimu ya meski dalam artian kamus nya menjadi pembantumu..kenapa dia harus repot-repot melakukan ini? Bukankah ini terlihat seperti..dia ingin kau lebih betah disini?"

Kai bangkit dari posisi rebahan nya menjadi duduk, ia menatap Baekhyun sedikit kesal karena mengatakan hal seperti itu.

"Kau salah eonni jika berfikiran seperti itu..pria itu sangat licik, angkuh dan arogan, dia itu makhluk berdarah dingin dan aku sangat sangat membencinya"

Baekhyun bangkit mendudukkan tubuh nya seperti apa yang dilakukan Kai. Ia menatap Kai bingung, apa maksud Kai?

"Pria itu..dia sudah memiliki putra yang bernama Haowen usia nya sekitar 6 tahun dan pastinya dia mempunyai istri bukan? Tapi apa kau tahu dimana istrinya?" Baekhyun hanya menatap Kai saat gadis itu bertanya, menunggu kelanjutan ucapan nya.

"Bunuh diri..aku mengetahui fakta itu hari ini dan kau tahu dia mengatakan soal istri nya yang bunuh diri dengan gamblang nya dan kau tahu ekspresi wajahnya..aku bersumpah pria itu tidak menunjukkan rasa sedih atau kehilangan, tatapan nya justru penuh dengan amarah tiap kali membicarakan istri nya. Dan seketika aku tahu bahwa Sehun itu pria yang berbahaya. Dia juga memanggilmu kesini karena dia ingin terus menyiksaku dengan mengurungku lebih lama disini..dia tidak mau aku bebas begitu saja eonni" jelas Kai, mata nya mulai berkaca-kaca.

"Sudah kita hentikan saja pembicaraan ini, aku tidak ingin melihatmu menangis. Yang terpenting saat ini aku sudah bersamamu kan?" Baekhyun memeluk Kai, mengelus rambutnya yang panjang dan mengucapkan beberapa kata penenang.

"Aku..aku ingin segera keluar dari sini secepatnya hiks hiks, aku ingin mencari ibuku hiks. Eonni apa masih tidak ada kabar tentang ibu?" Baekhyun menggeleng lemah menatap Kai, seketika gadi itu semakin terisak.

"Sstt jangan menangis..apa kau ingin aku membantumu keluar dari sini?"

"Jangan! Aku tidak mau kau kenapa-kenapa jika membantuku eonni..ancaman nya tidak pernah main-main"

"Aku bisa meminta Chanyeol membantuku"

"Tidak tidak..aku tidak mau kalian berdua celaka ditangan Sehun. Pria itu pernah mengancam akan menghancurkan usaha Chanyeol dan akan membunuhmu saat pertama kali aku dibawa kesini"

Baekhyun terlonjak, jadi ini alasan nya mengapa Kai waktu itu menyuruhnya dan Chanyeol pergi karena gadis itu telah diancam oleh Sehun. Keterlaluan!

"Ini benar-benar keterlaluan Kai, kau tidak bisa berdiam diri saja, kita harus melaporkan nya kepolisi" Baekhyun hendak beranjak mencari telepon rumah tapi segera dicegah Kai.

"Jangan! Please...aku tidak mau membuatmu celaka nanti nya karenaku. Biarkan saja, yang terpenting eonni sudah disini denganku, aku hanya akan berlaku kasar dan mengacuhkan dia supaya dia bosan dan muak sehingga dia akan segera melepaskanku. Lagipula.." Baekhyun mengernyit menatap bingung Kai yang tengah menggantungkan kalimatnya.

"..lagipula aku kasihan dengan Haowen, dia pasti akan sedih jika melihat ayah nya dipenjara, itupun jika berhasil memenjarakan nya. Dan ya ampun eonni..Sehun itu bukan orang biasa!" Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Kai. Ia jadi berfikir ulang jika harus berurusan dengan Sehun karena ia pasti akan membuat Kai dalam bahaya nanti nya.

"Baiklah..kita lupakan rencana yang sama dengan bunuh diri ini. Tapi Kai..apa pria itu pernah memperlakukanmu dengan buruk? Misalnya menyiksamu, memaksamu atau..emm memperkosamu?" Ucapan Baekhyun memelan diakhir kata yang ia ucapkan seakan sangsi mengatakan nya.

Deg..

Ucapan Baekhyun sukses menghantam telak dirinya. Haruskah ia ceritakan kejadian waktu Sehun hampir memperkosa nya?

"Ak-aku.." belum sempat Kai melanjutkan ucapan nya pintu kamar nya dibuka kasar oleh pria yang sejak tadi menjadi objek pembicaraan mereka.

"Sehun.." gumam Kai dan Baekhyun bersamaan.

Sehun mengernyit menatap dua gadis yang tengah memandang nya aneh.

"Ada apa dengan mata kalian..terkejut huh? Oh aku tahu..kalian sedang membicarakanku ya..well jika yang kalian bicarakan soal rencana kabur dari sini dan melaporkanku ke polisi lebih baik buang jauh-jauh pikiran bodoh kalian, karena itu tidak akan berguna. Dan kau.." Sehun mendekat kearah Kai dan menarik tangan gadis itu dengan kasar persis saat Kai sedang bersama Haowen.

"Aduh! Sakit Sehun.." protes Kai yang tangan nya kesakitan akibat perlakuan Sehun.

"Lepaskan tanganmu, kau menyakiti Kai!" Bentak Baekhyun pada Sehun yang tak mengiraukan nya.

"Kau..malam ini ikut aku menghadiri acara makan malam." penyataan Sehun barusan menandakan bahwa ia tidak bisa ditolak, perintah mutlak untuk Kai.

"Tidak..aku tidak mau!" Kai menghentakkan tangan nya dari tangan Sehun.

"Oh..kau menolak? Baiklah, kau..keluar dari rumahku dan jangan kembali lagi" Sehun segera beralih menarik tangan Baekhyun dan menyeretnya tetapi tangan Kai menghalangi.

"J-jangan..biarkan Baekhyun bekerja disini. Baik..baik aku akan ikut denganmu asalkan malam ini Baekhyun tetap tinggal disini" Sehun mengangkat sebelah alis nya menatap Kai, menimang penawaran yang diajukan Kai barusan.

"Baiklah..hanya malam ini saja, ingat! Dan kau nona Byun..aku percayakan gadis itu padamu. Kau harus bisa membuatnya pantas bersanding denganku 1 jam mulai dari sekarang, aku yakin kau pasti pandai mendandani nya. Karena aku yakin sia-sia saja mendatangkan penata rias terkenal jika sikap sahabatmu sangat bar-bar. 30 menit lagi aku akan kesini lagi dan gunakan gaun yang nantinya diantarkan oleh salah satu maidku, dan aku harap tidak ada lagi penolakan untuk yang kesekian kali nya. Kalian paham.." Baekhyun menganggukkan kepala nya sedangkan Kai hanya memalingkan wajah nya acuh.

Sehun berdecih menatap Kai yang tengah memalingkan muka dan segera pergi dari kamar tersebut.

Baekhyun menatap Kai yang juga menatapnya mengisyaratkan agar Kai bersiap-siap dan hanya dibalas dengan helaan nafas pelan dari gadis manis itu.

.

.

.

30 menit kemudian..

"Oh waaww..ya ampun Kai kau cantik sekali! Kyaaa aku tidak menyangka jika aku berbakat mendandani orang" Baekhyun berucap bangga menatap Kai -hasil karyanya- yang sangat cantik bak seorang putri dalam negeri dongeng yang berbalut gaun hitam sederhana namun elegan tersebut dengan takjub.

"Tapi..emm ini terlalu terbuka. Ya Tuhan..punggung dan belahan dada nya eonni, ini benar-benar sangat terbuka. Pria itu benar-benar mau membuatku hipotermia di cuaca yang kurang ajar dingin nya ini ya!?"

Ehem ya memang gaun hitam yang dikenakan Kai itu memang sedikit -banyak- terbuka dibeberapa bagian meskipun gaun yang dikenakan Kai long dress tanpa lengan tapi bagian punggung nya terekspos full dan bagian depan dengan belahan dada yang rendah. Tapi Baekhyun sangat suka dengan desain gaun yang dipakai Kai, meski sederhana tapi kesan elegan dan mewah nya masih melekat karena disepanjang lingkar pinggang depan dan sepanjang belahan dada depan menempel begitu banyak berlian. Dan gaun nya begitu halus dan lembut saat tersentuh kulit.

Dan jangan lupakan rambut hitam dan panjang Kai dibuat bergelombang dibeberapa ujung nya, lalu dikesampingkan dibahu kirinya sehingga bahu kanan, dada dan punggung nya full terekspos. Lalu Make up yang tidak terlalu tebal karena Baekhyun ingin menampakkan kesan natural pada wajah Kai dan bibir tebal gadis itu ia poles dengan lipstik merah sehingga menimbulkan kesan sexy. wow sekali bukan? Dan Baekhyun yakin banyak pria akan melirik kedua ah tidak em bahkan beberapa kali pada Kai, hmm dan mungkin bisa saja si pria arogan seperti Oh Sehun akan terpesona dan takhluk dengan nya.

Tok..tok..

Suara ketukan pintu dan suara salah satu bodyguard Sehun menandakan bahwa waktu Kai untuk berdandan sudah selesai dan beberapa detik lagi Sehun akan datang kekamar nya.

"Ayo cepat pakai high heels mu sebelum Sehun mengomelimu lagi.." Baekhyun menyodorkan high heels senada dengan gaun Kai yang tinggi nya sekitar 15cm.

Mata Kai mendelik horor menatap heels yang disodorkan Baekhyun pada nya. Oh damn! Masih ada saja siksaan untuk Kai..?

"Ya Tuhan eonni..aku tidak yakin pulang nanti aku bisa selamat dengan pakaian dan sepatu seperti ini" keluh Kai.

"Sudah jangan mengeluh lagi..Sehun bisa marah dan berbuat kasar denganmu jika ia mendengar keluhanmu"

"Biar saja, biar dia mendengarnya..biar dia tahu jika aku tidak nyaman seperti ini!" Teriak Kai, dan detik berikut nya pintu terbuka dan menampakkan sosok Sehun yang tampan dengan rambut hitam yang disisir rapi dengan berbalut Tuxedo hitam ditubuh proporsionalnya.

"Astaga! Double waaww..Ya Tuhan Kai, dia tampan sekali..kalian cocok" bisik Baekhyun disamping Kai yang malah cuek-cuek saja melihat Sehun bahkan gadis itu berdecih mengalihkan wajah nya dan memegangi bagian dada nya yang terbuka, sebenarnya Kai malu dengan baju nya yang W.O.W terbuka nya aishh.

Sedangkan Sehun, beberapa detik barusan pria tampan itu terpana melihat Kai dalam balutan long dress yang khusus ia datangkan dari Paris sore tadi, tak mau terus-terusan terpesona akhirnya pria itu buru-buru memasang wajah stoic nya kembali.

"Heh..ayo cepat. Jangan hanya berdiri disana..kau membuang waktuku" meskipun Sehun mengatakan hal demikian tapi wajahnya menunjukkan hal lain dan Baekhyun bersumpah jika ia bisa melihat gelagat salah tingkah dari diri Sehun saat pria itu hendak berbalik meninggalkan kamar Kai. What? Dia tidak salah bersumpah kan? Eh..?

"Ayo Kai bergegaslah ikuti Sehun..come on come on!" Baekhyun mendorong-dorong tubuh Kai yang lebih tinggi dari nya.

"Hei eonni..ini perasaanku saja atau kau memang tengah bersekongkol dengan Sehun?"

"Apa maksudmu? Sudahlah dia sudah menunggumu.."

"Tuh tuh..kau ingin sekali aku dengan nya"

"Sudahlah Kai nanti saja berdebat nya, kau ingin kena damprat lagi dari nya karena menunggumu. Bisa-bisa aku tidak diperbolehkan disini nanti nya"

Kai mengangguk-anggukan kepala nya, ia jadi ingat jika Sehun tidak pernah main-main dengan ancaman nya. Akhirnya Kai berjalan menyusul Sehun dengan susah payah karena jujur saja Kai tidak bisa memakai heels apalagi yang tinggi seperti ini. Dan Kai merutuk saat mendengar Baekhyun tengah menertawakan cara berjalan nya yang aneh itu.

"Awas Kai..jangan sampai kau membuat kakimu cedera dengan cara berjalan seperti itu" teriak Baekhyun saat dirinya sudah berada dilorong menuju halaman depan dimana mobil Sehun terparkir.

Sehun mengernyit saat menatap Kai -cara berjalan nya- yang tengah susah payah melangkah dengan heels setinggi 15cm dikaki nya. Gadis itu terlihat menyeimbangkan tubuh nya agar tidak jatuh dengan sebelah tangan menutupi dada nya sedangkan sebelahnya menggantung diudara.

Sehun berdecih saat melihat Kai yang tengah berdiri 5 langkah didepan nya, dan Kai mendengar dengan jelas decihan Sehun barusan, ia lalu menatap kesal pada Sehun.

"Apa kau lihat-lihat..! Ini semua salahmu, jangan salahkan jika nanti rekan-rekanmu menertawakanku" Kai berucap sambil terus berjalan menatap kaki nya.

"Itu karena kau bodoh..jika tidak ingin ditertawakan ya jangan membuat dirimu malu dan dipandang sebelah mata" ucap nya dengan kedua tangan bersidekap melihat Kai yang masih tetap berusaha berjalan dengan benar. Tubuh nya menyender pada mobil Porce hitam nya. Oke malam ini Sehun tidak ingin jadi sorotan maka nya ia tidak ingin menggunakan mobil mahal nya ataupun menggunakan supir toh dia tidak suka hal yang berlebihan dan dia tidak ingin nanti nya malah dikerubungi banyak para penjilat.

"Yak..! Ini kan-" ucapan Kai terpotong saat tubuh nya mendadak tidak seimbang dan hampir saja terjatuh jika saja Sehun tidak mendekap pinggang nya erat-erat.

Sesaat kedua nya saling berpandangan. Kai yang masih tetap dengan sebelah tangan menutupi dadanya dan sebelahnya lagi tengah bertengger manis di bahu Sehun. Kai bisa merasakan tangan Sehun yang dingin menyentuh permukaan kulit punggung nya yang terekspos. 'Apakah pria ini menungguku lama? Tangan nya dingim sekali.' Ujar nya dalam hati dan seketila tersadar dari posisi nya dengan Sehun saat ini.

"Ehem..aku tidak akan berterima kasih karena ini kan salahmu!" Sehun memutar bola mata nya malas dan berjalan kearah kemudi mobil tanpa membukakan pintu untuk Kai.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC or End?

Oke gak mau panjang-panjang bacot nya..

Saya mau minta maaf soal nya ngaret posting ff nya dan mohon maklumi yee lagi unmood *semoga gak tanya alasan nya

Dan untuk HBVH chap end nya saya gak bisa jamin selesai diwaktu dekat, soal nya saya juga punya pikiran buat berhenti jadi author kalau ff udah kelar semua soal nya semakin hari semakin sibuk tapi entahlah liat aja kedepan nya..

Udah gitu aja sih hehe oh ya itu gaun nya si Kkamjong kalau yang nonton f&f7 pasti tau gaun nya letty yang warna merah pas dia and the gank mau ambil balik Mata Tuhan, nah gaun Kai kayal milik letty hanya beda model dan warna.

Ok tinggalkan jejak kalian bagi yang mau lanjut nih ff..