SUPER PSYCHO LOVE #5
Pair HunKai ! GS for Kai!
WARNING..!
TYPO ANYWHERE..
GAK SUKA GS GAUSAH BACA..
GAK SUKA PAIR GAUSAH BACA..
DON'T LIKE DON'T READ..
STORY IS MINE..!
.
.
.
.
Happy Reading..
Preview...
Itu karena kau bodoh..jika tidak ingin ditertawakan ya jangan membuat dirimu malu dan dipandang sebelah mata" ucap nya dengan kedua tangan bersidekap melihat Kai yang masih tetap berusaha berjalan dengan benar. Tubuh nya menyender pada mobil Porce hitam nya. Oke malam ini Sehun tidak ingin jadi sorotan maka nya ia tidak ingin menggunakan mobil mahal nya ataupun menggunakan supir toh dia tidak suka hal yang berlebihan dan dia tidak ingin nanti nya malah dikerubungi banyak para penjilat.
"Yak..! Ini kan-" ucapan Kai terpotong saat tubuh nya mendadak tidak seimbang dan hampir saja terjatuh jika saja Sehun tidak mendekap pinggang nya erat-erat.
Sesaat kedua nya saling berpandangan. Kai yang masih tetap dengan sebelah tangan menutupi dadanya dan sebelahnya lagi tengah bertengger manis di bahu Sehun. Kai bisa merasakan tangan Sehun yang dingin menyentuh permukaan kulit punggung nya yang terekspos. 'Apakah pria ini menungguku lama? Tangan nya dingin sekali.' Ujar nya dalam hati dan seketila tersadar dari posisi nya dengan Sehun saat ini.
"Ehem..aku tidak akan berterima kasih karena ini kan salahmu!" Sehun memutar bola mata nya malas dan berjalan kearah kemudi mobil tanpa membukakan pintu untuk Kai.
.
.
.
Sehun mengendarai mobil Porche nya membelah jalanan Seoul yang ramai menuju tempat yang dituju.
Mata Kai memicing menatap jalanan yang dilalui mobil Sehun, hingga akhirnya Sehun memarkirkan mobil nya sembarangan didekat pinggiran Sungai Han. Mata Kai semakin membulat takjub menatap Kapal Pesiar super megah tengah berdiri didepan nya.
"Wooww..jadi acara makan malam diadakan di kapal pesiar?" Gumam Kai. Sehun yang mendengarnya hanya mengangkat bahu nya acuh.
"Ayo.." Sehun berjalan mendahului Kai, meninggalkan nya yang masih berusaha berjalan dengan benar.
Merasa Kai yang tak kunjung menyusul nya, Sehunpun menoleh kebelakang dimana Kai masih sibuk dengan cara berjalan nya.
Sehun memutar bola mata nya malas lalu berjalan menuju Kai, mengambil tangan Kai untuk diletakkan di lengan nya. Kai yang terkejut dengan tindakan Sehun hanya memandang Sehun dengan pandangan bingung nya.
"Apa..? Sudah ayo jalan" Kai hanya menunduk memegang lengan Sehun untuk berjalan bersama menaiki kapal pesiar. Tak lama kemudian kapal pesiar tersebut berlayar dengan pelan bahkan Kai merasakan angin bererhembus menerpa kulitnya dan menciptakan rasa dingin yang sangat menusuk. Diam-diam Kai menyumpahi Sehun dalam hati karena sukses membuat Kai kedinginan.
Sumpah serapah Kai dalam hati untuk Sehun seketika berhenti saat pria yang seumuran ibu nya datang menghampiri mereka. Kai sempat memuji ketampanan pria paruh baya itu yang masih terlihat tampan diusia nya yang ia yakini lebih dari kepala empat.
"Mr. Sehun..glad to see you in here. Thank you for coming" ucap Pria tersebut sambil berjabat tangan dengan Sehun, dari percakapan nya Kai tahu bahwa pria itu adalah pemilik acara ini.
Sementara Sehun bercakap-cakap dengan rekan nya, Kai sibuk mengamati suasana ramai di bagian ujung dek. Bukankah Sehun bilang ini acara makan malam tapi kenapa seperti pesta, ya meskipun jumlah orang yang ada disini tak lebih dari 30 orang termasuk dirinya.
"..and who is this beautiful girl Mr. Sehun?" Kai yang merasa ditatap mulai menolehkan wajah nya pada Sehun dan pria didepan nya.
"She is.." ucapan Sehun menggantung diudara saat Kai dengan cepat menjawab pertanyaan rekan nya.
"My name is Kai, Kim Kai. Nice to meet you Mr.." Kai menggantungkan kata-kata nya saat dirinya sadar bahwa ia tidak mengetahui nama pria tersebut.
"Jackson..you can call me Mr. Jackson, and nice to meet you too Ms. Kai, i hope you enjoy this party" Mr. Jackson tersenyum menjabat tangan Kai yang dibalas Kai dengan senang hati.
"Party?"
"Yeah, My daughter's party because today is her birthday. Wait a minute, i will introduce her to you.." pria tersebut berlalu dari hadapan Kai dan Sehun untuk memanggil putri nya.
"Bukankah kau bilang ini acara makan malam?" Tanya Kai pada Sehun yang terlihat santai memandang kumpulan remaja yang tengah tertawa dan berdansa diujung dek pinggiran kolam renang. Ok kapal pesiar milik Mr. Jackson ini benar-benar Wow menurut Kai makanya ia mengangumi nya. Ia berfikir seberapa kayanya Mr. Jackson itu?
Sehun menatap Kai intens, "Memang acara makan malam untuk rekan-rekannya tapi juga pesta untuk putri nya yang berulang tahun ke 19. Kau lihat kan yang hadir hanya orang penting, bahkan kau lihat para remaja yang ada disana, mereka teman-temannya yang dari Amerika khusus datang ke Seoul untuk menghadiri acara ini" Kai hanya manggut-manggut menyetujui ucapan Sehun.
"Mr. Jackson keren sekali, pasti dia sayang sekali dengan putri nya sampai mengadakan pesta sebegitu mewah nya. Berbeda sekali dengan.." Kai tak melanjutkan perkataan nya, hampir saja ia kelepasan menceritakan kehidupan nya kepada Sehun, pria yang justru harus dihindari nya.
Sehun yang tadi nya menatap ramai nya suasana pesta mulai mengalihkan pandangan nya pada Kai, ia sempat melihat raut wajah sedih Kai. Dan itu sukses membuat Sehun semakin penasaran untuk mencari tahu tentang seluk beluk keluarga Kai, bukankah gadis itu saat dibawa -diculik- kerumahnya ia berkata bahwa ibu nya tengah menghilang.
Sehun bedecih, "Biasa saja, aku juga bisa membuat pesta seperti ini bahkan aku bisa membuat nya lebih meriah jika kau menginginkan nya" Sehun berdehem menghilangkan rasa gugupnya yang tiba-tiba mendera saat gadis itu menatap berbinar pada nya.
"Benarkah? Oh ya aku hampir lupa jika kau si kaya dan arogan Oh Sehun" cibir Kai. Entah sejak kapan mereka bisa berbincang sebegitu santai nya seperti saat ini, bukankah seharusnya mereka -tepat nya Kai- saling membenci.
Sehun menggeram mendengar ucapan Kai dan akan membalas ucapan gadis itu tapi ia urungkan saat melihat Mr. Jackson berjalan kearah nya dengan menggandeng seorang gadis cantik disamping nya.
"Well..Ms. Kai this is my daughter" Mr. Jackson memperkenalkan putri nya yang sangat cantik, menurut Kai.
"Hai..aku Alexa, senang berkenalan denganmu. Ngomong-ngomong kau cantik sekali, aku suka gaunmu" Kai melongo menatap gadis bernama Alexa tersebut yang dengan fasih nya berbahasa Korea hingga ia melupakan tangan Alexa yang menggantung diudara menunggu nya membalas jabatan tersebut.
"Ah m-maafkan aku. Aku Kai..Kim Kai, dan terima kasih kau juga sangat cantik, emm kau fasih sekali berbahasa Korea" Kai tidak bisa menyembunyikan kekaguman nya pada gadis itu, alhasil ia memuji Alexa yang fasih dalam berbahasa Korea dan membuat Mr. Jackson tertawa, Ok sekarang Kai mulai bingung. Kenapa pria paruh baya itu tertawa? Apakah ada yang lucu? Apa ia salah berucap?
"Dad..stop it" Alexa menyikut perut ayah nya untuk berhenti tertawa meski Kai tahu bahwa gadis didepan nya itu juga ikut tersenyum. Dan yang membuat Kai semakin mengernyit saat melihat Sehun mengalihkan wajah nya kesamping, pria itu juga tengah menahan tawa nya. What! Kai tidak salah lihat kan?
"Begini Kai.." Ucap Mr. Jackson dan jeda sesaat. Lho..kenapa Mr. Jackson juga bisa berbahasa Korea?
"Dad hentikan! Kau membuat Kai kebingungan" tegur Alexa untuk kedua kali nya.
"Oh maafkan aku nona Kai..aku tidak bermaksud mengerjaimu dan membuatmu bingung. Sungguh maafkan kekurangajaranku ini.." Kai hanya mengangguk dengan raut bingung nya.
"Sebenar nya dad dan aku bisa berbahasa Korea. Mommy ku adalah orang Korea, setelah dad dan mom menikah mereka memutuskan menetap di New York. Tapi saat aku berusia 14 tahun kami pindah kesini karena permintaan mom yang saat itu tengah sakit-sakitan. Ia berkata bahwa ia ingin menghabiskan sisa hidup nya di tanah kelahiran nya ini. Tepat dua tahun lalu mom akhirnya meninggal, dad dan aku memutuskan untuk menetap disini sekaligus mengenang mommy." Gadis itu berujar dengan tegar nya, Kai bahkan takjub dengan ketegaran Alexa. Ia jadi malu dengan gadis itu, mereka sama-sama sedih karena ditinggal seseorang yang dicintai tapi Alexa justru lebih terlihat tegar.
"Alexa adalah putriku satu-satu nya dan aku sangat mencintai nya" Mr. Jackson memeluk sang putri tercinta dan mencium puncak kepala nya sayang. Kai benar-benar iri..kapankah ia bisa seperti mereka? Bisa bersama-sama, meskipun hanya ada mereka berdua yang saling mencintai. Kai sendiri bahkan tidak tahu ibunya ada dimana, mengingat itu membuat mata nya berkaca-kaca.
"Kai, kau baik-baik saja?" Tanya Alexa saat mendapati gadis itu tengah menatap nya.
"Ya.." jawab Kai singkat lalu tersenyum.
Hening sejenak..
"Wanna dance with me..?" tiba-tiba Alexa menarik lengan Kai tapi gadis itu menahan nya, ia berbalik menatap Sehun. Bagaimanapun Sehun yang mengajaknya kesini jadi ia harus meminta persetujuan pria itu.
Mengetahui maksud Kai, Alexa pun mendekati Sehun dan meminta izin padanya.
"Sorry sir..pacarmu aku pinjam dulu boleh?"
Sehun mengangguk tapi ia mengacungkan jari telunjuknya yang membuat Kai dan Alexa menatapnya bingung.
Pria itu tak memperdulikan tatapan dua gadis didepan nya, ia malah melepaskan Tuxedo nya dan mendekat kearah Kai. Memakai kan tuxedo nya ketubuh Kai.
"Gadis ku ini kedinginan, jadi ijinkan aku memakaikan tuxedo ku pada nya terlebih dahulu" Alexa mengangguk dengan penuh semangat.
"Waahh kalian romantis sekali..! Baiklah, ayo Kai" Alexa segera menarik lengan Kai kembali dan mengajak nya menemui teman-teman nya.
"Kau suka lagunya Ariana?" Tanya Alexa saat mereka berada di bawah panggung mini.
"Tentu saja.."
"Bagaimana kalau kau menyanyikan salah satu lagunya untuk ku.."
Kai sedikit berfikir, awalnya ia ragu tapi teman-teman Alexa yang begitu baik menerima Kai yang bukan bagian dari mereka mulai bersorak menyerukan nama Kai agar gadis itu bersedia menyanyikan salah satu lagu dari Ariana Grande, akhirnya ia pun menyetujui.
"Baiklah..anggap ini hadiah untukmu" ujar Kai yang mendapat sorakan dan tepuk tangan dari Alexa dan teman-teman nya.
"Aku akan menyanyikan lagu Right There, jadi adakah yang pandai nge rap disini?" Tanya Kai pada teman-teman Alexa. Para lelaki mengangkat tangan berebut untuk berduet dengan Kai, hingga akhirnya Alexa menarik salah satu sahabat yang paling dekat dengan nya untuk mendekat kearah Kai.
"Dengan nya saja..dia jago nge rap"
Pria itu mendekat kearah Kai. Tersenyum, lalu berjabat tangan dengan Kai, memperkenalkan dirinya.
"Hai..i'm Justin. Ah umm You are so beautiful" teman-teman Alexa bersorak mendengar ucapan Justin, sedangkan Kai sendiri pipi nya kini tengah merona.
"I'm Kai..well thanks, you too. Handsome boy"
"Ok, so let's party!" Justin menggenggam tangan Kai lalu menarik nya untuk menaiki panggung. Tak lama musik terdengar, Kai dan Justin bersiap-siap untuk menyanyi, sedangkan Alexa dan teman-teman nya mulai bersorak.
[Justin & Kai]
(If you wanna party, if you, if you wanna party)
Then put your hands up (put your hands up)
(oh oh ooh oh)
(If you wanna party, if you, if you wanna party)
Then put your hands up (put your hands up)
You got it, you got it babe
You got it, you got it babe
You got it, you got it babe
You got it, you got it babe
[Justin]
Justin Don!
Okay, this, this, this one
For my number one girl
Who got the top spot title
Spent an hour in the bathroom
Walked out looking like a model,
God! Doing what you do,
Got me right there with Apollo,
On the moon (moon)
Who needs genies in a bottle girl
If they already got you
(Got you, I got you)
Justin merapp dengan ahlinya, kini giliran Kai, ia menunjuk Kai dengan kedua jari telunjuk dan ibu jari nya (gestur pistol) yang ada disampingnya untuk menyanyi.
[Kai]
Boy you make me feel so lucky
Finally the stars align
Never has it been so easy
To be in love and to give you
This heart of mine
You know what I need (aye)
I know what you like, (aye)
Put it all together baby
We could be alright (hey)
How can this be wrong
When it feels so right?
Yeah, I really love you
I really love you (oh)
And I'll never let you go...
Kai dan Justin saling mendekat menempelkan bahu nya dan menari bersama sambil mengangkat tangan.
You should know
I'm never gonna change
I'm always gonna stay
When you call for me
I'm right there (right there)
Right there (right there)
Dilain sisi, Sehun tengah menatap Kai yang terlihat sangat bahagia menikmati pesta milik Alexa, bahkan gadis itu sedari tadi tersenyum menyanyikan lagu milik Ariana. Not bad pikir Sehun mengomentari suara Kai.
Tapi alisnya seketika terangkat melihat pria asing yang menari dan menyanyi bersama Kai, bahkan pria itu terlihat sangat dekat sekali dengan Kai seperti sudah mengenal Kai sejak lama. Pria itu juga berani merangkul pundak dan terkadang pinggang nya.
Sementara Kai..gadis itu terlarut dalam lagu dan tarian nya sendiri, sejenak masalah dan kegundahan nya menguar tergantikan senyum dan tawa gadis itu.
'Cause you listen and you care
You're so different
No one compares
And if you never change
I'm gonna stay right there
I'll always be right there
(If you wanna party, if you, if you wanna party)
You got it, I'll always be right there
(If you wanna party, if you, if you wanna party)
I'll always be right there
You got it, you got it babe
You got it, you got it babe
You got it, you got it babe
You got it, you got it babe
Got it babe.
Part akhir dari lagu yang dinyanyikan Kai dinyanyanyikan juga oleh Justin. Tepat musik dari sound system memelan Justin mendekat kearah Kai dan saling berhadapan cukup dekat bahkan kedua lengan Justin merengkuh pinggang Kai.
Dari jarak sedekat ini Kai bisa melihat dengan jelas lekuk wajah Justin yang hampir mirip dengan Sehun -panjang- bibir, hidung dan alis nya juga tebal tunggu tunggu kenapa harus dibandingkan dengan Sehun? Ahh pokok nya Sempurna! Pria didepan nya sangat tampan. Meskipun ada pepatah yang mengatakan bahwa no bodys perfect.
Kai terus mengangumi ketampanan Justin sampai-sampai gadis itu tidak menyadari bahwa Justin semakin mendekatkan wajah nya pada Kai. Sampai akhirnya...
"Excuse me, can i take my girl's back?" Sehun menepuk pundak Justin, menarik tangan Kai dan membawa nya pergi tanpa menunggu persetujuan Justin. Toh kenapa ia harus meminta persetujuan pria itu jika Kai sendiri milik nya. Cih miliknya? Membayangkannya saja Sehun ingin tertawa.
"Tunggu Sehun..aku belum berpamitan pada mereka semua"
"Tidak perlu.." sahut Sehun sinis.
Ia terus menarik Kai hingga menjauhi kerumunan teman-teman Alexa dan rekan-rekan nya menuju sayap kiri kapal dan memenjarakan Kai di belakang pagar pembatas. Wajah Sehun ia dekatkan pada Kai sehingga Kai bisa merasakan hembusan nafas Sehun yang menerpa wajah nya.
"A-apa yang mau kau lakukan? M-menjauhlah.." Kai mendorong pelan bahu Sehun tapi pria itu malah mendekatkan wajah nya pada leher Kai dan menyeringai.
"Mau ku.." ucapan Sehun terpotong saat Alexa menghampiri nya bersama pria yang hampir mencium Kai tadi.
"Ops! maaf sir karena mengganggu ehm acara kalian..tapi ada yang ingin temanku sampaikan padamu" ujar Alexa yang sukses membuat Sehun menggeram rendah dan menjauhkan tubuhnya dari Kai dan berbalik merengkuh pinggang Kai dengan lengan kiri nya.
"Justin ingin minta maaf soal yang tadi, dia tidak bermaksud untuk men..cium Kai tadi, maafkan dia ya sir.." Alexa menunduk tak berani manatap Sehun yang tengah menguarkan aura hitam, tangan Alexa menarik tengkuk Justin untuk menunduk.
"Forgive me..i don't mean to.."
"Nevermind..but you should to know if this girl is MINE, she would be my wife soon" jawab Sehun memotong ucapan Justin dan memberikan penekanan disetiap kata nya. Sedangkan Kai disampingnya hanya memekik tak terima saat Sehun mengatakan bahwa ia akan menjadi istrinya, gadis itu ingin protes tapi pelukan Sehun pada pinggang nya yang mengerat menandakan bahwa pria itu tidak suka dibantah sehingga Kai hanya menelan kata-kata protesnya kembali.
"I'm so sorry Kai" ucap Justin, wajah nya menyiratkan penyesalan entah menyesal karena sikap nya yang tadi atau..menyesal karena ternyata dia tidak bisa memiliki Kai?
"No..it's ok. I'm fine..but thank you for that last" Kai tersenyum kearah Justin dan dibalas senyuman pula oleh nya.
"Me too.." Setelahnya Justin dan Alexa meninggalkan Kai dan Sehun yang kini saling terdiam.
"It's oke kau bilang? Cih..kau hampir dicium orang asing dan kau bilang it's ok? Lucu sekali.." Sehun melepas rengkuhan nya pada pinggang Kai dan tersenyum remeh menatap gadis itu.
"Justin bukan orang asing..kami sudah menjadi teman sejak Alexa memperkenalkan kami, bahkan kami berdua bernyanyi bersama tadi"
"Terserah.."
"Ck..lagipula kenapa kau harus marah? Aku kan bukan siapa-siapa mu" ucapan Kai barusan seketika membuat amarah Sehun meluap, ia mendorong tubuh Kai hingga membentur pagar pembatas dan mencengkeram dagu nya kasar.
"Bukan siapa-siapa kau bilang? Baiklah akan aku tunjukkan apa posisimu disini.." Sehun segera menyambar bibir sintal Kai, mencium nya dengan tidak sabaran. Menghisap, melumat bibir Kai atas dan bawah secara bergantian.
Meskipun ini bukan kali pertama Kai dengan Sehun berciuman tapi jujur saja Kai masih ragu untuk bersikap bagaimana? Haruskah ia membalas atau diam saja? lagipula Sehun itu pria arogan, dalam hal berciuman saja dia sangat terburu-buru, tidak sabaran dan..bernafsu.
Pada akhirnya Kai hanya membalas ciuman Sehun sebisa nya (bukan berarti Kai menerima ciuman Sehun) toh dia memang tidak pernah ciuman, bukan juga good kisser. Ingatkan bahwa first kiss Kai sudah dicuri oleh si brengsek Oh Sehun didepan nya ini.
"Emhh.." Shit! Apa barusan Kai mendesah? Sialan Oh Sehun ini, berani-berani nya dia membuat Kai mendesah hanya karena ciuman. Oh! Jangan lupakan tangan dingin Sehun yang bergerilya masuk kedalam Tuxedo yang dikenakan Kai.
Sehun menyeringai, ia semakin gencar menginvasi bibir Kai. Tak cukup hanya disitu, pria pucat itu mengigit bibir Kai berusaha menerobos masuk kedalam mulutnya.
Sukses! Gadis itu telah membuka mulutnya, kini giliran Sehun untuk menerobos dan menjelajah gua hangat milik Kai. Dan baru beberapa detik menikmati ciuman yang tidak bisa dibilang biasa itu netra Sehun dikejutkan oleh sosok pria yang sangat dikenal nya tengah berlari kebelakang dek, pria itu memakai jaket dan topi hitam sehingga sedikit menutupi pandangan Sehun. Maka dengan sangat terpaksa Sehun melepaskan ciuman nya dengan Kai, kepala nya menoleh kesamping dimana pria tadi menghilang. Kai yang tengah mengambil oksigen sebanyak-banyak nya menatap Sehun dengan pandangan bingung nya.
"A-apa?" Tanya Kai saat tiba-tiba Sehun menangkup kedua pipi nya dan menatap Kai intens.
"Tunggu disini sebentar, jika ada sesuatu yang terjadi.." Sehun tidak melanjutkan ucapan nya, entah apa yang ada dipikiran nya yang terpenting saat ini ia tidak ingin membuat Kai ikut-ikutan panik.
"A-ada apa Sehun?" Sehun menggeleng dan melepaskan kedua telapak tangan nya dari kedua pipi Kai. Perasaan nya tiba-tiba menjadi gelisah..
"Tidak ada..pokok nya jangan kemana-mana" Sehun segera berlalu dari pandangan Kai, menyisakan Kai yang menatap nya dengan tanda tanya besar dikepala nya. Gadis itupun memutuskan untuk bergabung kembali bersama Alexa dan teman-teman nya.
Kai kembali menari dan menyanyi bersama mereka, bahkan Justin kembali mendekati Kai saat mengetahui bahwa sosok pria yang bersama Kai tadi tidak berada dalam jangkauan mata nya.
Semua tamu undangan menikmati acara mereka masing-masing, mulai dari party milik Alexa hingga acara dinner milik Mr. Jackson meskipun sedari tadi pria paruh baya itu mencari-cari keberadaan Sehun yang entah ada dimana.
Hingga suara ledakan dari arah belakang kapal membuat suasana ramai seketika menjadi hening dan dilanda panik. Kemudian ledakan kedua menjalar hampir kebagian tengah kapal. Kapten yang mengemudikan kapal sudah berteriak kepada para tamu Mr. Jackson agar segera meninggalkan Kapal tersebut dan menaiki sekoci yang ada disayap kanan.
"Ayo Kai kita segera naik.." teriak Alexa pada Kai yang tengah tertegun melihat ledakan tersebut.
'Ada apa ini? Apa ini ada hubungan nya dengan ucapan Sehun tadi?' Ujar Kai dalam hati.
"Kai..!" Teriakan Justin membuyarkan lamunan nya, ia melihat Alexa dan Justin yang sudah panik dari tadi untuk menyuruh Kai segera pergi dari sana. Kai menatap Alexa prihatin, pesta ulang tahun yang tadi nya baik-baik saja kini hancur dan berubah menjadi bencana sepert ini.
"Kai, are you ok? Come on, we must to go!" Justin menarik tangan Kai agar mengikuti nya tapi gadis itu masih terdiam.
Ia ingin sekali pergi tapi bagaimana dengan Sehun? Pria itu masih belum kembali. Tapi..bukankah ini kesempatan untuk dirinya pergi dari Sehun, ia bisa bebas..tidak akan terikat lagi dengan pria kasar macam Oh Sehun, bahkan ia bisa mencari ibu nya yang menghilang. Tapi..
"No! Sehun still inside, i can't leave him" Kai menggelengkan kepalanya dan melepaskan tangan justin.
"But..this is so dangerous, you must go now!" Kai masih tetap menggelengkan kepala nya dan meninggalkan Justin.
...apa daya jika hati lebih memilih untuk menyelamatkan Sehun daripada meninggalkan nya. Entah apa yang terjadi dengan Kai sehingga rela mengorbankan nyawa nya untuk mencari Sehun yang entah ada dimana.
Kai melepaskan heels nya dan berlari mencari Sehun, dan ini kali ketiga ledakan dikapal itu terdengar.
Asap mengepul diudara, sebagian kapal pesiar itu sudah terbakar. Kai sedikit kesusahan mencari Sehun karena asap yang begitu banyak memasuki paruh-paruh nya dan membuat ia sesak nafas, bahkan beberapa puing tak sengaja mengenai pelipis Kai dan membuatnya terluka cukup parah.
"Sehun..Sehun..dimana kau?" Kai berteriak dan memasuki satu persatu ruangan yang masih utuh untuk mencari Sehun. Hingga ia berada diujung bagian yang sangat dekat dengan kebakaran ia mendengar sebuah suara, suara yang sangat ia kenal meski pelan.
"Kai.." itu Sehun! Ya..Kai yakin jika itu suara Sehun.
"Sehun kau dimana?" Kai berusaha berteriak lagi agar Sehun memberitahu dimana dia berada.
Suara ketukan pelan pada sebuah pintu mengalihkan pandagan Kai. Gadis itu segera berlari kesebuah pintu yang terbuat dari besi, oh sepertinya itu sebuah pintu yang menuju pada mesin kapal. Bagaimana ini, Kai tidak bisa membuka nya, pintu itu terkunci -tergembok-
"Sehun..tunggu sebentar aku pasti akan mengeluarkanmu, aku akan mencari benda untuk membuka gembok ini. Bertahanlah..!" teriak Kai berharap Sehun masih bisa mendengarnya didalam karena sejak tadi Kai tidak mendengar gumaman Sehun lagi.
Kai berlari kesana kemari mengabaikan kepala nya yang berdenyut sakit dan mengeluarkan banyak darah untuk mencari benda apapun yang bisa membuka pintu tersebut.
Mata nya terus berkeliling hingga pada akhirnya ia menemukan sebuah kapak yang berada dalam kaca, sepertinya itu salah satu kapak yang biasa digunakan saat emergency. Tak mau berlama-lama akhirnya ia memecahkan kaca tersebut dengan tangan nya yang sudah ia balut dengan sapu tangan yang ada di saku Tuxedo milik Sehun dan segera membawa kapak tersebut.
Kai bersusah payah membuka gembok yang sepertinya sengaja dikunci itu dengan kapak yang ia bawa. Dan berhasil! Gembok nya terbuka. Kai segera membuka pintu tersebut dan saat pintu itu terbuka betapa terkejutnya Kai saat tib-tiba ia disambut oleh tubuh Sehun yang menimpa dirinya.
"Sehun..Sehun..kau bisa mendengarku? Sehun! Bangun!" Kai menepuk pipi Sehun berharap pria itu membuka mata nya.
"K-kai.."
"Sehun..kita harus pergi dari sini! Ayo.." Kai membantu Sehun untuk berdiri dan memapah tubuh nya yang setengah sadar itu hingga menuju tepi pagar.
"Kita harus melompat sebelum kapal ini meledak" Sehun menggeleng dan melepaskan pegangan tangan Kai pada nya.
"T-tidak..a-aku tidak bisa b-berenang. K-kau pergilah"
"Apa! Kau gila ya..mana bisa aku meninggalkanmu di kapal yang hampir meledak ini hah? Jangan bodoh..! Kalau begitu berpeganganlah padaku, aku akan memegangmu. Aku akan membantumu berenang, ayo.." Kai segera memegang Sehun dan menceburkan dirinya kedalam sungai.
Dan beberapa detik kemudian kapal pesiar tersebut meledak. Kai yang berada didalam sungai segera mencari Sehun saat dirinya sadar bahwa pria itu lepas dari genggaman tangan nya.
Mata Kai membelalak melihat Sehun tenggelam, ia segera berenang kebawah dan menarik tangan Sehun untuk menuju permukaan. Bersyukur karena bibir sungai sangat dekat dengan posisi nya berenang saat ini. Kai pun segera menarik tubuh Sehun dengan sekuat tenaga dan membaringkannya di rerumputan.
Hosh..
Hosh..
Hosh..
Kai susah payah mengambil nafas, ia menatap wajah Sehun yang semakin pucat. Cepat-cepat Kai duduk disamping Sehun dan berancang-ancang melakukan CPR dan nafas buatan.
"Uhukk.." Berhasil! Sehun akhirnya dapat bernafas kembali. Kai menghela nafas lega, ia segera merogoh saku celana Sehun dan mengeluarkan ponsel nya dari disana.
"Semoga masih hidup, kumohon..kumohon..ya!"
Tuuut..tuutt..pip
"Halo Tuan S-"
"Woobin..woobin..ini aku Kai, t-tolong jemput kami hah hah, S-Sehun..pokok nya jemput kami, sesuatu telah terjadi d-dan..kumohon cepatlah..kami berada tak jauh dari sungai han, gunakan GPS mu"
"Ba×ik saya akan segera kesana"
Pip..
Sambungan terputus, Kai menjatuhkan tubuh nya tepat diatas dada Sehun. Rasa sakit yang tak tertahankan mendera kepala nya, dan tubuhnya pun mulai menggigil kedinginan dan akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC or END?
Review nya makin dikit nih..udah pada bosen ya? Padahal udah aku usahain share cepet nih..
Kalau begitu cepet-cepet aku tamatin aja ya..
Dan maaf ya kalau bahasa nya makin ancur, maklum jarang nulis cerita soal nya..
Oke..next chap yang mau lanjut angkat suara haha
Bye~~~
