SUPER PSYCHO LOVE #7
Pair HunKai ! GS for Kai!
WARNING..!
TYPO ANYWHERE..
GAK SUKA GS GAUSAH BACA..
GAK SUKA PAIR GAUSAH BACA..
DON'T LIKE DON'T READ..
STORY IS MINE..!
.
.
.
.
Happy Reading..
Preview...
"Haowen.." panggil Sehun, bocah itu segera menoleh kearah sang ayah dengan wajah lesu nya.
"Daddy bingung harus melakukan apa waktu liburan musim panas, apa kau punya ide?" seketika wajah Haowen berseri-seri mendengar ajakan sang ayah yang menurutnya jarang itu.
"Lotte World! Dan kepantai!" Seru Haowen dengan semangat.
"As you wish son..sekarang cepat berangkat"
"Okey!" Sehun tersenyum geli menatap kepergian Haowen.
Kini hanya ada dirinya dan Kai yang masih tertidur diranjang. Sehun tersenyum menyeringai saat mengatahui jika sedari tadi gadis itu sebenarnya sudah terbangun. Sehun mengacuhkan nya dan kembali melangkahkan kaki nya kebalkon kamar nya dan mengetikkan sebuah pesan pada salah satu keempat orang kepercayaan nya.
'Cari tahu keberadaan ibu Kai, dan selidiki soal kejadian semalam'
Send..
.
.
.
Hari ini Kai cukup bahagia pasalnya si arogan Sehun telah membebaskan nya ya dalam artian bebas bukan secara harfiah, hanya saja Sehun sudah mengijinkan Kai untuk keluar rumah tapi salah satu orang kepercayaan nya harus ikut dengan Kai kemanapun gadis itu pergi. Sehun juga mendadak menjadikan Baekhyun sebagai mata-mata nya, ia memerintahkan Baekhyun agar menemani Kai kemanapun Kai pergi.
Kai awalnya bingung atas perubahan sikap Sehun yang bisa dibilang ajaib ini, pria itu agaknya lebih baik. Pria itu juga sudah tidak terlalu arogan lagi padanya karena faktor kerjaan mungkin sehingga eksistensi mereka bertemu sedikit. Kai juga sudah mulai menikmati tinggal dimansion megah itu, bahkan tak jarang Baekhyun menginap disini untuk menemani Kai, dan ajaibnya lagi Sehun mengijinkan bahkan pria itu juga menyuruh Baekhyun tinggal di mansion nya tapi gadis itu menolak karena rumah Kai tidak ada yang merawat nanti nya. Hubungan Kai dan Haowen juga semakin baik, bocah SD itu sekarang lebih banyak tersenyum ketika bermain bersama Kai, mereka berdua benar-benar seperti ibu dan anak.
Semuanya berubah menjadi lebih baik menurut Kai semenjak insiden kapal pesiar tersebut. Sehun, pria itu berubah menjadi sosok ayah yang hangat untuk Haowen (Kai tak sengaja pernah melihat Sehun bermain dan bercanda bersama Haowen di taman waktu itu)
Sore ini Kai yang ditemani oleh Baekhyun dan Haowen menuju Taman Bermain dekat mansion Sehun dibawah pengawasan Jongsuk, pria tampan itu lebih memilih menunggu diparkiran daripada harus ikut bermain, toh Kai tidak punya nyali untuk kabur darinya. Karena menurut Kai, Jongsuk itu seperti penyihir. Pria itu terlihat menyeramkan dibandingkan dengan Woobin, Changwook maupun Hyunwoo.
"Sudah berapa lama ya aku tidak datang ketaman bermain ini?" Gumam Kai sambil melirik beberapa wahana khusus anak kecil didepan.
"Beberapa bulan atau beberapa tahun mungkin?" Baekhyun berdiri disampingnya dan tersenyum kearah Kai.
"Sudah sudah..ayo bermain..jangan bernostalgia saja" Haowen datang menyerobot ditengah-tengah tubuh Kai dan Baekhyun lalu menyeret tangan kedua nya menuju wahana yang nampak sepi karena hari juga semakin sore dan pastinya anak-anak lebih memilih berada dirumah bersama kedua orang tua nya dan menunggu waktu makan malam ketimbang berada diluar.
Kai dan Baekhyun duduk di ayunan menatap Haowen yang tengah bermain pasir dengan Tetsuya, bocah itu jika bermain tidak pernah lepas dari anjing alaskan malamut kesayangan nya. Pasti selalu membawa Tetsuya, jika ditanya kenapa ia selalu mengajak nya pasti ia akan menjawab 'Karena Tetsuya teman sehidup sematiku' katanya ya walaupun seekor binatang terutama anjing tidak bisa memiliki nyawa sepanjang nyawa manusia, suatu saat Tetsuya pasti meninggalkan Haowen.
"Aku senang.." ujar Kai tiba-tiba, Baekhyun menatap Kai bingung ia menunggu kelanjutan ucapan gadis itu.
"Aku senang semua nya menjadi lebih baik walaupun awalnya aku sangat membenci Sehun, membenci karena pria itu sudah menculik dan mengurungku dimansion nya tapi perlahan pria itu semakin baik meski terkadang sifat aslinya keluar. Aku senang dia membawamu untuk menemaniku eonni, aku juga senang bisa mengenal Haowen dan beberapa anjingnya. Sepertinya aku mulai nyaman tinggal bersama mereka tetapi.." Kai menjeda kembali ucapan nya, seketika wajah nya mendadak murung dan mata nya berkaca-kaca. Pasti ini tentang ibu nya, batin Baekhyun.
"..tetapi eomma masih belun ditemukan. Jikapun sudah ditemukan..aku tidak yakin Sehun mau melepasku dan membiarkanku tinggal bersama ibuku"
Tes..
Satu air mata lolos dari pelupuk mata Kai. Baekhyun mendekat dan menghapus air mata gadis itu lalu mendekapnya perlahan.
"Tenanglah..ibumu pasti ketemu aku yakin karena.." elusan dipunggung Kai yang diberikan Baekhyun seketika berhenti dan membuat Kai mendongak menatap nya.
"Karena apa eonni..? Apa kau sudah menemukan tanda-tanda bahwa kau menemukan eomma?" Tanya Kai antusias. Baekhyun menggeleng, ia ragu ingin mengatakan ini atau tidak.
"Lalu?" Tanya Kai lagi, melihat wajah Kai yang berharap membuat Baekhyun mau tak mau harus memberitahu nya, ya setidaknya dengan begitu Kai bisa sedikit tenang.
"Sebenarnya Kai.." Baekhyun menjeda sebentar, ia menghela nafas dan tersenyum sekikas.
"Sebenarnya kau tak perlu khawatir tentang ibumu karena..karena Tuan Sehun sudah mengerahkan seluruh anak buah nya untuk mencari ibumu. Dan aku percaya secepat mungkin ibumu pasti akan ketemu" Kai diam, ia cukup terkejut sebenarnya tapi ia ingin mendengar kelanjutan ucapan Baekhyun.
"Sebenarnya aku tak sengaja mendengar Tuan Sehun menyebut-nyebut ibumu dalam telepon nya dengan seseorang tapi saat aku mencuri dengar, ternyata Tuan Sehun sudah mengerahkan anak buah nya untuk mencari ibumu. Dan soal kebebasanmu mungkin suatu saat kau pasti akan mendapatkannya. Dan Kai.."
"..aku yakin Tuan Sehun sebenarnya orang yang baik, mungkin trauma masa kecil nya lah yang membuat ia seperti itu padamu. Dan mungkin..ia menyukaimu"
"A-apa? Tidak mungkin eonni..ya aku tahu jika Sehun semakin baik sekarang tapi pria itu masih memiliki dendam padaku. Dan..dan..pria itu hampir menperkosaku" cicit nya diakhir kalimat dan membuat Baekhyun sedikit tersentak.
"Benarkah?"
"Ya..waktu pertama kali aku dibawa kemansion nya tapi pria itu tiba-tiba berhenti saat melihatku tidak bergeming karena waktu itu aku masih trauma dengan kejadian di Jepang, dan yang membuatku untuk memutuskan kembali ke korea waktu itu adalah karena Sehun..tidak em sebenarnya waktu aku menunggumu itu aku diculik oleh pesuruh bosmu ditempat kerjamu dan dijadikan pelacur, aku dijual kepada Oh Sehun tapi seorang pria mabuk memasuki kamar dimana seharusnya Sehun yang harus masuk hingga pria itu hampir memperkosaku tapi Sehun datang dan membuat pria itu pergi.."
"Aku pikir Sehun penolongku tapi ternyata dialah yang membeliku tapi aku kabur darinya..dan itulah mengapa pria itu masih dendam padaku" Kai mengakhiri cerita nya dengan satu tarikan nafas lalu menunduk dalam. Baekhyun menepuk pelan punggung Kai guna menenangkan gadis yang sudah dianggap nya sebagai saudara itu.
"Aku yakin suatu saat Tuan Sehun akan melepasmu dan melupakan dendamnya, kau mungkin perlu bicara baik-baik dengannya" Kai hanya mengangguk mengiyakan.
"Baekhyun noona..aku haus, ayo cari minuman didekat sini. Bubble tea sepertinya ide yang bagus..aku juga ingin membelikan untuk daddy" ucap Haowen yang tiba-tiba menghampiri mereka, Kai segera menghapus air matanya agar bocah itu tidak bertanya macam-macam padanya.
Baekhyun menatap Kai, meminta persetujuan. Kai pun mengangguk mengijinkan.
"Pergilah..aku tidak akan kabur hehe" kekeh Kai pelan.
"Kai..tolong jaga Testsuya sebentar ya..aku janji tidak akan lama, dan kembali dengan membawa bubble tea yang banyak untuk kita." Kai mengangguk dengan mengacungkan kedua jempol nya.
"Jangan terlalu banyak minum bubble tea oke..nanti perutmu sakit"
"Oke oke..bye!" Kai terkejut karena mendapat kecupan singkat dipipinya saat Haowen pergi meninggalkan nya bersama Baekhyun. Bocah itu mungkin sudah terbiasa dengan Kai yang ia anggap sebagai ibu nya. Kai tersenyum membayangkannya
.
.
.
Sudah 10 menit berlalu Kai menunggu Baekhyun dan Haowen yang tak kunjung datang. Sebenarnya mereka membeli bubble tea dimana eoh?
"Mereka lama ya..?" Kai bermonolog sendiri sembari mengelus kepala Tetsuya yang tengah tiduran dikaki nya.
Kai masih asyik menikmati pemandangan sore hari di taman bermain itu hingga telinga nya menatap suara rintihan dibelakang nya. Kai menoleh kebelakang dan mendapati seorang ibu-ibu yang tengah membawa beberapa kantung belanja terjatuh di trotoar. Ia segera beranjak dari ayunan dan membantu ibu tersebut dengan Tetsuya yang mengekor dibelakang nya.
"Gwenchana ahjum-" ucapan Kai terpotong saat mengetahui wajah yang sangat tak asing baginya itu kini berdiri tepat didepan nya, wajah yang sangat dirindukan nya selama beberapa tahun terakhir. Tubuh nya sedikit bergetar saking bahagia nya, dan sedetik kemudian Kai memeluk erat wanita paruh baya tersebut.
"E-eomaaaa.."
"Hiks eomma aku merindukanmu..hiks kemana saja kau selama ini hiks" Kai menangis terharu sembari terus memeluk wanita yang diyakini adalah eomma nya tersebut.
"M-maaf kau s-siapa? Bisa kau lepaskan a-aku?" Ucap wanita paruh baya tersebut.
Deg..
Kai tersentak kaget mendengar ucapan wanita tersebut, apa ibu nya itu tidak mengenali dirinya? apa ibunya sudah lupa dengan dirinya.
"Eomma ini aku Kai..Kim Kai anak eomma, kenapa eomma lupa dengan Kai.." Kai memegang kedua tangan wanita tersebut tapi wanita itu menepisnya pelan.
"Maaf tapi aku tidak mengenalmu, sungguh. Apa kau mengenalku?" Kai mengangguk antusias.
"Tentu aku mengenalmu karena aku putrimu eomma..aku anakmu dan kau ibuku. Aku pergi ke Jepang untuk melanjutkan studi ku bersama paman tapi paman menipuku dan barang-barangku dibawa sehingga aku tidak bisa pulang dan menelpon eomma. Dan saat aku pulang eomma menghilang..eomma ini aku Kai" Kai terus menangis berusaha meyakinkan ibh nya bahwa ia benar-benar anak nya.
"K-Kai?"
"Iya ini aku Kai anak eomma.." wanita itu mengernyit mendengar nama yang disebutkan gadis didepannya dan wajah yang ia tatap kini mengingatkan ia akan sesuatu yang hilang dari dirinya tapi ia tak tahu, seketika kepala nya mendadam sakit dan hampir saja terjatuh jika saja seorang pria yang seumuran ibu nya tidak datang dan menangkap nya.
"Yeobo..astaga yeobo apa yang terjadi?" Ucap pria itu panik.
"K-kepalaku" ringisnya, pria itu menatap Kai tajam.
"Apa yang kau lakukan pada istriku hah?" Pria paruh baya itu mendorong tubuh Kai kasar dan membuat Kai sedikit limbung, Tetsuya yang ada disebelahnya menyalak tajam kearah pria tersebut.
"Apa maksud paman..? Dia ibuku..aku putrinya, tolong lepaskan ibuku. Dia harus pulang denganku" Kai menggapai tangan ibu nya tapi ditepis pria tersebut, wajah pria tersebut sedikit gugup dan berubah murka.
"Apa-apaan kau. Dia istriku bukan ibumu..kami sudah lama menikah dan kami tidak memiliki seorang putri! Menjauhlah!" Pria itu sekali lagi mendorong tubuh Kai dengan kasar hingga Kai benar-benar terjatuh di trotoar dan siku nya berdarah, Tetsuya mendekat kearah Kai dan mengusakkan kepala nya pada pipi Kai seolah bertanya apa ia baik-baik saja. Anjing besar itupun menyalak lagi pada pria paruh baya tersebut yang kini terburu-buru membawa wanita tadi untuk memasuki mobil, Kai dengan langkah gontai nya segera bangkit mengejar mobil yang sudah melaju kencang tersebut dan meninggalkan Kai yang jatuh terduduk di aspal sambil menangis memanggil ibunya.
"Eomma..! Eomma..jangan tinggalkan Kai kumohon..hiks eomma.." teriak Kai mengabaikan rasa sakit yang berdenyut pada siku dan lutut nya yang berdarah.
Baekhyun dan Haowen yang tengah berjalan membawa sekantong besar berisi bubble tea itupun terkejut melihat keadaan Kai, mereka segera berlari menghampiri Kai dan Tetsuya yang setia mengeluskan kepala nya pada pipi Kai.
"Kai..Kai kau kenapa?" Tanya Baekhyun yang panik melihat Kai yang menangks tersedu dengan lutut dan siku yang mengeluarkan banyak darah.
"Eomma..aku hiks tadi menemukan eomma hiks tapi-tapi dia hiks tidak mengenaliku eonni..hiks dan dia dibawa pergi oleh pria yang hiks mengaku sebagai suami nya hiks eomaaaaaa.." Baekhyun mengelus punggung Kai dan mendekap erat gadis itu.
"Apa kau yakin itu ibumu?"
"Yakin sekali eonni..aku tidak mungkin hiks melupakan ibuku hiks sendiri"
"Kai..maafkan aku karena sudah meninggalkanmu disini. Andai tadi aku tidak mengajak Baekhyun noona melihat pertunjukan sulap pasti kita bisa mencegah ibumu dibawa pergi..maaf Kai" Howen turut menyesal, bocah itu sangat jenius dan dewasa. Ia cukup tahu permasalahan Kai dan Kai seperti ini juga karena dirinya, andai tadi mereka segera kembali pasti Kai tidak akan seperti ini.
Kai tidak menghiraukan, ia tetap menangis. Haowen memeluk nya dan ikut menangis, sungguh ia menyesal. Baekhyun ikut-ikutan meneteskan air mata nya melihat keadaan Kai. Ia segera menelpon Jongsuk agar segera menjemputnya.
"Sebaiknya kita pulang dahulu dan obati lukamu Kai..nanti kita cari eommamu ne.." Kai tetap diam dan menangis menggumamkan nama ibu nya sampai Jongsuk datang dan menggendong Kai memasuki mobil dan segera melesat menuju mansion.
.
.
.
Sehun tersenyum didepan pintu mansion saat melihat mobil yang dikendarai Jongsuk memasuki halaman. Sepertinya jagoan nya sudah pulang dari acara bermain nya pikir nya.
Tapi senyuman Sehun seketika hilang saat melihat Jongsuk buru-buru keluar dan menggotong Kai yang terlihat kacau dengan lutut dan siku yang mengeluarkan banyak darah. Sehun berlari menuju mereka dengan panik.
"Apa yang terjadi..? Biar aku yang menggendong nya. Kau cepat panggil ah tidak sekarang juga jemput dokter Jang kemari, cepat!" Suruh Sehun pada Jongsuk sambil mengambil alih tubuh Kai dari gendongannya.
"Baik Tuan.." Jongsuk segera melesat pergi dengan kecepatan diatas rata-rata menjemput dokter pribadi Sehun tersebut.
Sehun membaringkan tubuh Kai tapi gadis itu segera mendudukkan tubuh nya dan merengek ingin mencari ibu nya.
"Kau ini bisa tidak jangan keras kepala dulu? Disini semua orang khawatir dengan keadaanmu! Kau harus mengobati lukamu..Demi Tuhan Kai..aku bersumpah akan menemukan ibumu jadi tenanglah" Sehun tersadar jika ia tak sengaja membentak Kai, pria itu menghela nafas melihat Kai menangis dalam diam. Sehun segera mendekap tubuh Kai dan mengelus punggung nya pelan, berhasil gadis itu cukup tenang dalam dekapan nya. Beberapa menit kemudian dokter Jang datang dan segera memeriksa keadaan Kai.
Sehun menunggui Kai didalam sedangkan Baekhyun dan Haowen beserta keempat orang kepercayaan Sehun menunggu diluar. Haowen sedari tadi tak henti-henti nya mengucap kata maaf entah pada siapa tapi Baekhyun tahu jika Haowen sangat menyesal dan khawatir pada Kai begitupun dengan dirinya.
Satu jam berlalu dan dokter Jang keluar, rupanya luka Kai cukup parah karena lutut dan sikunya robek akibat membentur aspal cukup keras sehingga dokter yang berumur lebih dari kepala lima itupun menjahit luka dilutut dan siku Kai. Setelah itu dokter tersebut pulang dengan diantar Changwook. Baekhyun dan Haowen segera masuk kekamar Kai dimana gadis itu tengah berbaring dengan Sehun yang tengah duduk disamping nya.
Sehun mengisyaratkan pada Baekhyun dan Haowen untuk tetap diam karena Kai tengah tertidur.
"Jadi..bisa ceritakan apa yang terjadi?" Tanya Sehun dengan nada tajam dan serius nya. Baekhyunpun menjelaskan dengan suara pelan kronologis kejadian nya ya meskipun tidak semua karena Baekhyun dan Haowen tidak melihat langsung apa saja yang terjadi.
"Lalu apa yang membuat gadis ini sampai bisa terluka sebegitu parahnya?"
"Entahlah..tadi aku hanya melihat Kai mengejar sebuah mobil dan ia tejatuh cukup keras." Jelas Baekhyun.
"Tapi jika hanya karena jatuh di aspal karena mengejar mobil tidak mungkin gadis ini mendapat tujuh jahitan disiku dan lima jahitan di lutut. Aku curiga dengan pria yang mengaku sebagai suami ibu nya. Pria itu pasti melakukan kekerasan pada Kai." Ucap Sehun dengan mimik muka serius nya. Haowen mendekat pada ayah nya tertunduk.
"Maafkan aku dad..jika saja aku tidak meninggalkan Kai sendirian pasti kejadian ini tidak akan terjadi, dan jika saja kami segera kembali dan tidak memaksa Baekhyun noona untuk menemaniku menonton pertunjukan sulap pasti kejadian ini tidak akan terjadi." Ujarnya tertunduk lesu, Sehun menarik lengan Haowen pelan dan mendudukkan putra nya dipangkuannya.
"Ini bukan salahmu..kalaupun kalian ada didekat Kai belum tentu kejadian ini tidak akan terjadi. Sudahlah jangan bersedih oke. Sekarang sudah waktu nya makan malam, ajaklah Baekhyun noona untuk menemanimu makan. Daddy akan menyusul nanti jika Kai sudah bangun" Haowen mengangguk dan menarik Baekhyun untuk menemaninya makan malam.
Kini hanya ada dirinya dan Kai yang masih tertidur pulas karena obat bius. Bersyukur karena dokter Jang, dokter pribadinya itu selalu membawa perlengkapan rumah sakit nya kapan pun saat keluarga Sehun sakit sehingga Kai tidak harus terkena infeksi karena lukanya yang sangat dalam.
Sehun mengelus puncak kepala Kai, entah kenapa ia melakukannya ia hanya mengikuti naluri nya saja. Tanpa Sehun sadari bahwa elusan nya barusan membuat Kai terbangun, sebenarnya gadis itu sudah terbangun sedari tadi.
"Eomma.." gumamnya pelan yang masih terdengar oleh telinga Sehun. Pria itu berhenti mengelus puncak kepala Kai dan menatap nya.
"Kau sudah bangun?" Kai menolehkan wajahnya kearah Sehun dengan pandangan nanar.
"Eommaku dimana Sehun?"
"Ya Tuhan Kai..bisa tidak kau memikirkan dirimu dahulu, aku sudah berjanji kalau aku akan menemukan ibumu dan itu pasti..kau lupa siapa aku huh?" Kai memiringkan tubuh nya dan menutup wajah nya yang berurai air mata dengan kedua telapak tangan nya.
"Eomma hiks..terima kasih Sehun hiks. Aku mohon temukan ibuku ne.." ujar Kai, ia tidak pernah memohon seperti ini apalagi dengan seorang pria seperti Oh Sehun, tapi ia benar-benar tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi.
Sehun mengangkat tubuh Kai, lebih tepat nya hanya tubuh bagian atas nya saja sedangkan ia membiarkan Kai terduduk di ranjangnya. Sehun mendekap Kai dan membuka telapak tangan Kai yang menutupi wajah nya.
"Lihat aku..please jangan seperti ini, kau membuatku sedih. Kau bisa membuat lukamu kembali terbuka jika kau menekuk sikumu seperti ini." Sehun berusaha membuka telapak tangan Kai dan berhasil. Gadis itu kini menatap Sehun intens, masih ada jejak air mata disana tapi Sehun dengan refleks mengahapusnya. Dan ditangkupnya kedua pipi Kai.
"Aku..Oh Sehun..berjanji akan menemukan ibumu dan membawanya kehadapanmu dengan keadaan sehat tanpa luka sedikitpun. Aku bersumpah. Dan jika aku melanggarnya, kau bisa menghukumku" Sehun tersenyum tulus, untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, pria itu akhirnya bisa tersenyum kembali dengan tulus pada seorang wanita.
Dan entah siapa yang memulai, kedua belah bibir yang berbeda volume itupun menyatu, saling memagut satu sama lain. Menyesap, melumat dan mengulumnya perlahan tanpa ada nafsu sedikitpun. Yang ada hanya rasa tulus dan nyaman antara satu sama lainnya. Keadaan itu terus berlangsung seperti itu sampai suara pintu yang dibuka menyadarkan kedua nya.
"Oops! M-maaf aku..aku tidak sengaja..aku hanya..hanya.." Haowen menggaruk tengkuk nya canggung, sebelah tangan nya memegang sesuatu dibalik punggung nya entah apa itu.
"Tak apa masuklah.." Sehun mempersilahkan Haowen masuk dan mengabaikan Kai yang tengah menunduk menyembunyikan rona dipipi nya.
"Aku hanya ingin mengucapkan maaf untuk Kai, dan ini.." Haowen menyerahkan segelas besar bubble tea beserta sedotan nya didepan wajah Kai.
"Bubble tea? Untuk daddy mana?" Sehun mengangkat satu alisnya menatap Haowen.
"Ck..di kulkas banyak dad..ambil sendiri sana.."
"Aisshh dasar pelit.." Sehun beranjak meninggalkan Kai dan Haowen tapi suara putra nya mencegah Sehun dan membuat pria tersebut berbalik menatap putra nya.
"Dad..apa boleh aku tidur dengan Kai malam ini? Aku ingin menemaninya.." Sehun terdiam sejenak untuk berfikir.
"Asal kau tidak mengganggu Kai dan Kai juga mengijinkan" Haowen menatap memohon pada Kai dan tanda dimintapun Kai pasti setuju-setuju saja, gadis itu mengangguk mengiyakan.
"Baiklah..daddy ijinkan" Sehun segera berbalik menutup pintu kamar Kai setelah mendengar pekikan girang dari putra semata wayang nya.
.
.
.
Siang ini Sehun disibukkan oleh beberapa berkas dan proposal kerjasama yang harus ia baca dan tanda tangani. Tumpukan-tumpukan kertas yang menggunung dimeja kerja Sehun menandakan bahwa pria itu kini tengah sangat sibuk. Hingga suara langkah kaki terdengar tengah menuju ruang kerja nya dan tanpa sopan santun si pemilik kaki itupun membuka kasar pintu ruang kerja Sehun.
"Tuan..aku menemukannya!" Pekik suara tersebut yang ternyata adalah Changwook salah satu kepercayaan nya. Sehun tahu apa yang dimaksud 'menemukan' oleh Changwook, ya apalagi kalau bukan tentang pencarian ibu Kai.
"Kau serius?" Tanya Sehun antusias, fokus nya pada berkas-berkas tersebut seketika buyar mendengar pernyataan dari anak buah nya. Ini kabar bagus, akhirnya ibu Kai ditemukan.
"Ya..aku menemukannya. Tapi.." Changwook tidak meneruskan ucapannya, ia ragu harus mengatakan nya atau tidak karena jujur saja ini juga ada hubungan nya dengan Sehun.
"Apa..? Ayo cepat katakan! Jangan bertele-tele Changwook" Sehun sudah diujung kesabarannya, ia benar-benar dibuat penasaran oleh Changwook.
"Tapi Tuan Sehun..ibu nona Kai..dia..bersama..Oh Soo Jin, paman anda" Seketika mata Sehun membelalak terkejut dengan ucapan salah satu kepercayaan nya itu.
"Apa? Kau serius..? Kenapa bisa..?"
"Sebenarnya dari keterangan yang saya dapatkan, ibu nona Kai menghilang beberapa bulan setelah kepergian nona Kai ke Jepang dari rumah nya ah tidak lebih tepatnya waktu ibu Kai berbelanja, beliau mengalami kecelakaan saat pulang dari berbelanja dan membuat beliau mengalami amnesia dan anda pasti tahu kelanjutannya" Sehun mengangguk paham, ia terduduk lemas dikursi nya. Seketika kertas-kertas yang tadinya sempat menyita perhatiannya mendadak ingin ia robek dan bakar. Ia marah, sungguh ia sangat marah. Kenapa takdir seakan mempermainkannya. Kenapa Kai harus terlibat dengan takdir memuakkan ini, kenapa harus ibu Kai? Teriak Sehun dalam hati.
"Paman Soo Jin pasti pelakunya, dan mungkin karena tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib ia membawa ibu Kai dan berpura-pura menjadi suaminya. Mengingat juga bahwa paman Soo Jin seorang duda yang tidak memiliki anak sehingga memperlancar rencananya untuk berpura-pura sebagai suami ibu Kai, ini gila! Benar-benar gila, paman Soo Jin benar-benar sudah tidak bisa dimaafkan." Sehun menggeram rendah menahan amarah, tangan nya terkepal erat.
"Tapi yang lebih penting sekarang adalah nona Kai.." Seketika Changwook tertunduk mendapat tatapan tajam dari Sehun setelah mengatakan kalimatnya tersebut.
"Apa maksudmu?"
"Paman anda..dia tahu jika nona Kai tinggal bersama anda. Beberapa hari ini saya tak sengaja mendapati beberapa pria asing yang selalu memperhatikan Nona Kai saat keluar rumah. Sepertinya paman anda merencanakan sesuatu untuk nona Kai. Dan perlu anda ketahui, diam-diam paman anda menemui salah satu kolega anda yang berada di Jepang dan mereka merencanakan sebuah Miai(perjodohan) antara anda dan putri tunggal mereka. Dan besok kolega anda meminta anda untuk menemui nya." Jelas Changwook panjang lebar yang membuat Sehun mati-matian menahan amarah untuk tidak membanting meja kerja nya.
"Kurang ajar! Paman Soo Jin benar-benar keterlaluan! Dia sudah melebihi batas, kali ini aku tidak akan tinggal diam. Sekarang juga kau perintahkan para bodyguard untuk memperketat penjagaan dan jika Kai keluar bersama Haowen dan Bekhyun kemanapun setidak nya minimal ada 5 bodyguard bersama mereka. Dan jangan segan-segan tangkap orang asing yang kedapatan mengawasi Kai karena aku sendiri yang akan mengintrogasi nya. Dan masalah Miai sialan itu biarkan aku yang mengurusnya, aku akan membawa Kai kehadapan mereka dan memperkenalkan Kai sebagai calon istriku" ujar Sehun dengan mata yang berkilat-kilat tajam, menandakan bahwa pria itu benar-benar murka terhadap paman nya.
"Tapi tuan..bagaimana dengan nona Kai. Ia pasti akan membenci anda jika anda memaksanya, walaupun jika hanya pura-pura pasti ia akan menolak"
"Tidak..biarkan aku yang mengurusnya. Ini juga salah satu cara agar Kai aman dengan membawa nya pergi sementara dari Seoul. Aku tahu betul rencana licik Soo Jin bajingan itu, ia sengaja membuat Miai ini agar Kai tidak berada disampingku dan ketika aku tidak bersama Kai maka kesempatan untuk mencelakakan gadis itu semakin besar. Bajingan itu tidak ingin diketahui secara terang-terangan niat busuk nya olehku meskipun aku tahu pasti apa saja yang selama ini ia lakukan padaku." Sehun berdiri dari kursi nya dan akan meninggalkan ruangan nya tapi seketika ia teringat dengan berkas-berkasnya yang ada dimeja.
"Panggil Jaehyun untuk menghandle semua berkas-berkas ini" titah Sehun pada Changwook.
Jaehyun adalah sekertaris terpercaya Sehun yang biasa menghandle segala pekerjaan Sehun jika pria itu sedang sibuk dengan urusan lain. Sehun lebih senang memperkerjakan seorang pria untuk menjadi sekertarisnya daripada seorang wanita yang hanya bisa menggoda nya saja.
Brak..
Pintu ruangan Sehun tertutup dan menyisakan Changwook yang terdiam sejenak lalu ia segera menyusul Sehun untuk kembali ke mansion.
.
.
.
Kai, gadis itu tengah asyik menggambar karakter anime kesukaan Haowen yaitu Gon, Killua dan Alluka di buku gambar A3 milik Haowen.
Kai dan Haowen saat ini tengah berada diruang tengah, duduk di karpet berbulu warna putih favorite Haowen ditemani Tetsuya dan Cerberus, seakan Deja Vu, Kejadian ini mirip waktu Kai pertama kali bertemu Haowen. Inginnya Kai sih ada Baekhyun juga disini tapi mengingat jika Baekhyun juga sedang bekerja di kafe Chanyeol mau tak mau Kai harus mengubur keinginannya tersebut. Ngomong-ngomong tentang Chanyeol, bagaimana kabar pria bertelinga lebar itu?
"Waahh keren..gambarmu bagus Kai. Meskipun tanganmu sedang terluka kau masih bisa menggambar sebagus ini." Ujar Haowen antusias menatap gambaran Kai di buku gambar nya.
Kai tersenyum malu mendengar pujian Haowen, jujur tidak ada yang pernah memuji gambaran Kai sebelumnya karena Kai memang tidak percaya diri dalam menggambar tapi melihat antusias Haowen, Kai jadi mendapat sedikit rasa percaya dirinya dalam menggambar beberapa chara dalam anime.
"Gambarku biasa saja Haowen, ini bahkan jauh dari kata bagus. Gambarku masih amatir"
"Kata siapa? Aku suka kok gambarmu, ini benar-benar mirip dengan manga nya." Sahut Haowen yang tak setuju dengan ucapan Kai.
"Haha baiklah..baiklah.."
"Oke sebagai ucapan terima kasih, aku akan memberikan bubble tea ku untukmu. Tunggu disini ne..aku akan mengambilnya dikulkas" Haowen beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Kai. Gadis itu tersenyum menatap kepergian Haowen.
Ya, meskipun ini sudah seminggu dari accident bertemu dengan ibu nya dan membuat dirinya terluka cukup parah, tapi setidaknya Kai bisa tersenyum lagi dan ia tidak akan berhenti menunggu kabar tentang ibunya dari Sehun, karena Kai percaya pada pria itu.
Tap..
Tap..
Suara langkah kaki yang mendekat kearah Kai yang masih asyik memperbaiki gambar nya. Awal nya ia pikir Haowen yang datang tapi ternyata ia salah.
"Haowen kau ce-Sehun?" Kai menatap bingung Sehun yang tiba-tiba berada dihadapannya dan bukannya seharusnya pria itu dikantor pada jam segini?
Grep..
Sehun menarik lengan Kai lumayan keras, dan lagi-lagi seakan merasakan Deja Vu, Kai semakin menatap Sehun bingung. Mau tak mau ia berdiri dari duduknya.
"Sekarang juga kemasi beberapa barangmu, malam ini kita ke Jepang"
"Apa!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC yeee...
Hollaaaa minna-san..kangen gak kangen gak *naik turunin alis *enggaaakkk
Haha sorry lama apdet nya gpp yaa soal nya saya sibuk kerja..kerjaan saya juga sift2an kadang pagi kadang siang jd ya gak tentu, ini aja ngetik disela-sela pas pulang kerja. Udah ah curcol nya, btw di chap ini aku memperjelas tentang ibu Kai. Semakin lama ini ff bakalan memanas *kompor kalee panas haha* beberapa chap juga mau the end kok haha semoga masih mau nunggu ya..
Bye...
Next chap konflik memuncak..
Ada apa dengan HunKai?
