Hi..balik lagi bersama saya yang sudah hampir setengah abad menghilang..sebenarnya saya udah gak ada minat lagi nerusin ff ini tapi ternyata masih ada yg nunggu dan nagih..udah ah nanti aja cuap2 nya..

Ini preview dari chap sebelum nya buat yg udah lupa haha..

.

.

.

Kai dan Haowen saat ini tengah berada diruang tengah, duduk di karpet berbulu warna putih favorite Haowen ditemani Tetsuya dan Cerberus, seakan Deja Vu, Kejadian ini mirip waktu Kai pertama kali bertemu Haowen. Inginnya Kai sih ada Baekhyun juga disini tapi mengingat jika Baekhyun juga sedang bekerja di kafe Chanyeol mau tak mau Kai harus mengubur keinginannya tersebut. Ngomong-ngomong tentang Chanyeol, bagaimana kabar pria bertelinga lebar itu?

"Waahh keren..gambarmu bagus Kai. Meskipun tanganmu sedang terluka kau masih bisa menggambar sebagus ini." Ujar Haowen antusias menatap gambaran Kai di buku gambar nya.

Kai tersenyum malu mendengar pujian Haowen, jujur tidak ada yang pernah memuji gambaran Kai sebelumnya karena Kai memang tidak percaya diri dalam menggambar tapi melihat antusias Haowen, Kai jadi mendapat sedikit rasa percaya dirinya dalam menggambar beberapa chara dalam anime.

"Gambarku biasa saja Haowen, ini bahkan jauh dari kata bagus. Gambarku masih amatir"

"Kata siapa? Aku suka kok gambarmu, ini benar-benar mirip dengan manga nya." Sahut Haowen yang tak setuju dengan ucapan Kai.

"Haha baiklah..baiklah.."

"Oke sebagai ucapan terima kasih, aku akan memberikan bubble tea ku untukmu. Tunggu disini ne..aku akan mengambilnya dikulkas" Haowen beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Kai. Gadis itu tersenyum menatap kepergian Haowen.

Ya, meskipun ini sudah seminggu dari accident bertemu dengan ibu nya dan membuat dirinya terluka cukup parah, tapi setidaknya Kai bisa tersenyum lagi dan ia tidak akan berhenti menunggu kabar tentang ibunya dari Sehun, karena Kai percaya pada pria itu.

Tap..

Tap..

Suara langkah kaki yang mendekat kearah Kai yang masih asyik memperbaiki gambar nya. Awal nya ia pikir Haowen yang datang tapi ternyata ia salah.

"Haowen kau ce-Sehun?" Kai menatap bingung Sehun yang tiba-tiba berada dihadapannya dan bukannya seharusnya pria itu dikantor pada jam segini?

Grep..

Sehun menarik lengan Kai lumayan keras, dan lagi-lagi seakan merasakan Deja Vu, Kai semakin menatap Sehun bingung. Mau tak mau ia berdiri dari duduknya.

"Sekarang juga kemasi beberapa barangmu, malam ini kita ke Jepang"

"Apa!"

...

SUPER PSYCHO LOVE #8

Pair HunKai ! GS for Kai!

WARNING..!

TYPO ANYWHERE..

GAK SUKA GS GAUSAH BACA..

GAK SUKA PAIR GAUSAH BACA..

DON'T LIKE DON'T READ..

STORY IS MINE..!

.

.

.

.

Happy Reading..

"Apa! Kau..tidak, aku tidak mau ikut denganmu. Lepaskan tanganmu.." kata Kai sembari menyentak keras tangannya yang dipegang oleh Sehun yang berakhir sia-sia karena kekuatan yang tak sebanding.

Sehun menatap tajam pada Kai dan berkata, "Aku tidak pernah dan tidak mau mendapat penolakan, semua kata-kataku harus dituruti. Itu adalah ultimatum kuat untukmu yang tidak bisa kau bantah atau tolak Kai"

"Ya itu hanya berlaku pada orang-orangmu saja tapi tidak untukku Sehun..Aku bukan bonekamu! Jadi lepaskan tanganmu dariku" jawab Kai yang masih tetap mencoba melepaskan cengkraman tangan Sehun darinya.

"Kau.."

"Kai..aku membawa banyak bubble tea untuk kita ber- eoh daddy kenapa ada disini?" Ucapan Sehun terpotong tatkala melihat Haowen memasuki ruangan dan mau tak mau Sehun melepaskan cengkramannya.

"Daddy ada perlu dengan Kai.." jawabnya datar yang dibalas anggukan oleh Haowen. Hening sesaat hingga akhirnya Sehun berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Haowen lalu mengelus surai coklat putra tunggalnya tersebut.

"Haowen..daddy ingin meminta ijin padamu untuk membawa Kai bersama daddy ke Jepang selama beberapa hari, ada urusan yang harus diselesaikan dan itu membutuhkan kehadiran Kai disana, jadi apa kau mengijinkan?" Haowen sejenak terdiam dengan mata mengedip-ngedip lucu lalu mengangguk mengiyakan.

"Bagus..tapi daddy juga minta tolong padamu untuk membujuk Kai agar mau ikut dengan daddy. Urusan ini benar-benar penting dan menyangkut hidup daddy" Kai bisa merasakan tatapan -yang entah apa itu- ditujukan Sehun padanya saat menyebut namanya barusan. Ishh si Sehun ini apalagi yang akan direncanakan pria tua ini, dan apa katanya barusan? Menyangkut hidup nya? Hah yang benar saja! Batin Kai.

Haowen mengangguk meski bibirnya cemberut, bocah itu tahu jika mungkin daddy nya akan bersenang-senang dengan Kai di Jepang nantinya dan tentu saja tanpa dirinya tapi bocah SD itu cepat-cepat menghapus pikiran negatifnya mengingat jika ayah nya barusan bilang jika ini benar-benar urusan penting yang menyangkut hidup nya, jadi Haowen menghela nafas lalu mendekati Kai dan menggenggam tangan gadis itu.

"Kai..aku tahu mungkin dihatimu sangat berat meninggalkan Korea beberapa hari padahal ibumu belum ditemukan, tapi..aku mohon dengan sangat tolong ikutlah bersama daddy, dia membutuhkan bantuanmu ne? ne?" Haowen mengguncang pelan tangan Kai. Gadis itu ganti menatap Sehun dengan tajam seakan mengatakan bahwa Sehun adalah orang terlicik yang pernah ia temui yang bisa-bisanya memanfaatkan anak kecil untuk membujuknya.

Kai menghela nafas berat sebelum mengangguk mengiyakan permintaan Haowen meski ucapan bocah itu ada benarnya mengenai ibunya tapi yasudahlah. Kali ini kau menang Oh Sehun. Ah! Dan ingatkan Kai bahwa memang pria itu tidak pernah kalah darinya.

"Baiklah..kita berangkat pukul 8 tepat. Aku menuggumu diatap, kita gunakan pesawat jet saja agar kita cepat sampai dan urusan ini cepat selesai" ucap Sehun final dan berlalu begitu saja meninggalkan Kai dan Hoawen diruang santai nya.

...

08.15 KST

Kai berjalan santai menuju atap mansion besar Sehun sambil menggandeng Haowen, dipunggung nya sudah tergantung tas ransel berwarna biru. Ia memakai sweeter berwarna putih dengan kerah yang menutupi lehernya dan celana jins hitam beserta sepatu kets yang senada dengan celana nya ah dan jangan lupakan mantel biru dongker yang juga ia pakai mengingat udara pagi cukup dingin meski cuaca akan memasuki musim panas.

Sesampainya di atap, Kai menatap takjub atap mansion yang sangat luas dengan sebuah pesawat jet yang sudah menunggunya disana, ah jangan lupakan Sehun yang juga berdiri disebelah pesawat jet tersebut sambil bersedekap menatap Kai tajam.

Kai menghiraukan tatapan Sehun, gadis itu tengah berfikir apakah pesawat jet itu pesawat pribadi milik Sehun atau dia hanya menyewa nya? Hah tapi melihat betapa megah mansion yang ia tinggali dan beberapa perusahaan yang Sehun miliki tentunya sebuah pesawat jet pribadi tak jadi masalah untuk dibeli nya.

"Aku pikir aku sudah mengatakan pukul 8 tepat untuk menemuiku disini tapi..15 menit kemudian kau baru sampai, benar-benar tidak bisa disiplin waktu" sindir Sehun menatap Kai angkuh. Kai hanya berdecak membalasnya.

"Sudah untung aku mau ikut dengannya.." gumam Kai.

"Kau mengatakan sesuatu?" Kai buru-buru menggeleng, ia sudah kehilangan mood untuk meladeni perdebatan Sehun.

"Terserahlah..kita berangkat sekarang. Cepat naiklah duluan.." Kai tak menjawab, gadis itu hanya menuruti perkataan Sehun. Dari dalam pesawat ia dapat melihat Sehun tengah berbicara dengan Haowen lalu memeluknya sesaat sambil mengusap-usap kepala sang putra. Sejenak Kai terpaku, Sehun benar-benar menjadi good father untuk Haowen jika seperti itu.

"Ayo jalan.." Kai tersentak kaget dari lamunannya saat Sehun menutup pintu pesawat dan menyuruh sang pilot untuk membawa nya pergi. Kai terdiam melihat Haowen yang kini sudah dituntun untuk masuk kedalam rumah dengan Woobin.

...

Sapporo, Jepang

10.00 waktu Jepang

Kai tengah mengekori Sehun yang sedang berjalan menuju kamar hotel mewah yang dipesan pria itu sebelumnya, disepanjang perjalanan tak henti-henti nya Kai menatap takjub bangunan hotel yang akan ia tempati ini. Hingga langkah kaki Sehun berhenti dan membuat Kai yang tak memperhatikan jalan didepannya menabrak punggung kokoh Sehun. Sehun yang punggung nya merasa ditabrak hanya mendelik tajam menatap sang pelaku lalu berlalu untuk menggesekkan key card pada depan pintu kamar yang akan mereka tempati.

Mata Kai membola menyadari jika Sehun hanya memesan satu kamar.

"T-tunggu! Kau memesan satu kamar saja? Lalu untukku?" Sehun menyeringai.

"Kau pikir kita akan tidur berpisah? Tentunya kau tidak bodoh untuk mengartikan apa maksudku bukan?"

"J-jadi maksudmu kita-kita berdu-ah" Kai tergagap menjawab ucapan Sehun sampai ia merasa punggung nya didorong masuk kedalam kamar bersama Sehun.

Kai masih ingin menyuarakan protesnya tapi mendengar ucapan tajam Sehun setelahnya Kai mulai bungkam.

"Jangan coba-coba memprotes lagi atau kau akan berakhir dengan kuperkosa seharian di kamar ini" ucap Sehun datar.

"Segeralah mandi dan pakai pakaian yang ada di box diatas ranjang, 20 menit lagi aku akan menjemputmu, dan jika kau tak menuruti perkataanku maka kau akan semakin lama berada di negara ini" setelahnya Sehun meninggalkan Kai yang merutuk dalam hati soal sikap arogan seorang Oh Sehun.

20 menit kemudian Sehun benar-benar menjemput Kai. Pria itu sudah berada didepan pintu kamar mereka, ia mencoba membuka pintu tersebut dan masuk.

Sehun sedikit tersentak melihat Kai yang sedang mencoba berusaha menggapai resleting dress yang gadis itu kenakan. Sehun sedikit menelan saliva menatap punggung telanjang Kai yang begitu mulus dan err menggoda. Pria itu beranjak dari tempatnya berdiri menuju kearah Kai yang sepertinya tidak menyadari kehadirannya, mencoba membantu menutup resletingnya mungkin?

"Aishh sial! Kenapa sulit sekali.." rutuk Kai. Tanpa sadar tiba-tiba dirinya terlonjak kaget merasakan tangan kekar nan dingin menelusuri sepanjang rambut lurusnya dan berakhir mengelus punggungnya. Gadis itu menoleh kesamping tapi Sehun mencegahnya.

"Diam..kau tidak bisa menutup resletingmu karena rambut panjangmu ini menyangkut pada resletingnya" ucapnya datar, Kai sedikit menahan nafas saat merasakan Sehun semakin dekat menuju punggung nya dan tanpa sengaja nafas berat pria itu menyapu leher dan punggung polos nya.

"B-benarkah? L-lalu..apa yang harus kulakukan" jawabnya terbata.

"Kubantu.." Sehun menyingkap rambut panjang Kai dan mengarahkannya pada pundak kanan gadis itu. Dan dengan begini punggung polos Kai benar-benar terpampang jelas.

Sehun sedikit tertegun, oke dia pria normal dan hell pria mana yang tidak akan tergoda jika disuguhkan dengan pemandangan menakjubkan seperti ini? Bahkan Sehun berani bersumpah ia bisa melihat sedikit buah dada milik Kai yang mengintip kesamping.

Melihat tak ada tindakan dari Sehun gadis itu menggeram rendah.

"Jangan berpikir macam-macam dan cepat resletingkan dress ini sialan!"

Mendengar geraman suara Kai Sehun mulai tersadar dari fantasi liar nya dan buru-buru meresletingkan dress yang memiliki warna Saphire tersebut.

Setelah dress nya selesai diresletingkan gadis itu berbalik dan ingin meneriaki Sehun atas apa yang pria itu lakukan -meski Kai sendiri tak yakin apa yang memang pria itu lakukan padanya?- seketika ucapannya tertahan ditenggorokan melihat betapa hot nya pria itu didepannya.

For god sake, pria didepannya ini berkali-kali lipat terlihat tampan memakai setelan jas hitam -yang menurut Kai pasti rancangan desainer kepercayaan nya- dengan rambut yang disisir kebelakang, pokoknya benar-benar dewasa dan hot sekali pria ini.

Kai tersadar dari lamunan nya dan berdehem untuk menetralkan detak jantung yang sial nya tiba-tiba menggila saat melihat penampilan seorang Oh Sehun.

"T-thanks.." ucap Kai kikuk, Sehun hanya bergumam menjawabnya.

"Kau sudah siap?"

"Y-ya.."

Sehun melirik Kai dari atas kebawah. Long dress tanpa lengan warna sapphire dengan berhias berlian disepanjang pinggang dan dengan kain transparan yang berwarna senada menjuntai dari pinggang hingga kebawah menambah mewah baju tersebut, lalu make up natural -yang well menurut Sehun Kai mulai pandai berdandan- dan rambut yang dibiarkan teruarai panjang yang sebagian kecil dikepang sedikit dibagian kanan yang langsung diarahkan kebelakang kepala dengan penjapit hitam yang indah berhias permata. Baiklah Kai sudah siap!

"Baiklah, ayo.." Sehun menggenggam tangan Kai dan menariknya pelan. Tapi seketika Sehun berhenti dan tiba-tiba menyingkap dress bagian bawah Kai yang membuat gadis itu memekik kecil.

"Kau melupakan sepatumu" Sehun menatap Kai dengan alis yang terangkat sebagian.

"Well..aku tidak pernah menyukai sepatu dengan hak tinggi jadi aku malas untuk memakai nya. Dan kau harus mengerti itu.." cicitnya diakhir kalimat

Sehun memutar bola matanya malas, pria itu lalu mengambil box berwarna silver dibawah ranjang. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi, so Sehun sudah menyiapkan sepatu ya meski tidak bisa dibilang sepatu karena ini lebih mirip sandal dengan tali dibagian belakang nya.

Sehun mendudukkan Kai seeementara ia berjongkok, Kai sempat melarang karena god! Dia bisa memakainya sendiri. Tapi Sehun tetaplah Sehun, pria itu memakaikan sendal tersebut pada telapak kaki Kai, dengan begini ia juga bisa menatap kaki jenjang nan mulus milik gadis itu.

Setelah selesai Sehun segera bangkit dan menggengam tangan Kai lagi, mereka berjalan keluar kamar menuju sebuah tempat yang entah Kai tidak tahu apa namanya, yang ia tahu dia sudah tiba didepan pintu geser khas negara Jepang, didepan nya sudah ada dua bodyguard bertubuh kekar yang berjaga dipintu masuk.

"Sehun-dono.." sapa salah satu bodyguard tersebut dan mengangguk hormat pada Sehun.

Dan setelahnya entah apa yang diucapkan bodyguard itu pada Sehun yang bisa Kai tangkap adalah bahwa mereka sudah ditunggu oleh seseorang yang mereka panggil "Master" didalam ruangan tersebut. Oke well, Kai memang tidak bisa ah bukan nya tidak bisa hanya tidak fasih saja ya meskipun ia sudah tinggal di Jepang cukup lama tapi gadis itu tidak terlalu bisa dengan dialek yang orang Jepang ucapkan.

"Douzo.." kedua bodyguard itu membukakan pintu untuk Sehun dan Kai, mempersilahkan mereka masuk.

Didalam ruangan mereka berdua disambut oleh suara berat khas pria paruh baya yang menggelegar dalam ruangan.

"Youkoso! (Selamat datang!)" Sehun menunduk yang diikuti oleh Kai.

Kai dapat melihat didepannya seorang pria yang tengah memakai yukata berwarna hitam tengah menatap mereka lebih tepatnya pada Kai sebelum akhirnya pria itu mempersilahkan mereka duduk dan lagi-lagi Kai tak dapat menangkap omongan pria tua itu dan Sehun. Ok disini Kai akui Sehun cukup mahir dengan bahasa Jepang, dan..hei! He's Oh Sehun! The perfact man, the greatest Oh Sehun.

Kai hanya bisa diam, ia menunduk dan meremat dress yang ia kenakan. Oh ayolah ini Jepang, dan pria yang ditemui mereka ini pria terhormat dan pria itu memakai pakaian khas orang Jepang tapi mengapa ia dan Sehun malah memakai pakaian yang malah cocok dipakai kepesta? Ia merasa salah kostum kali ini.

Kai masih terhanyut oleh pikirannya sehingga tak menyadari bahwa kini pria tua tersebut menatapnya dan Kai tertegun bahwa pria tersebut fasih sekali dalam berbicara bahasa Korea.

"Kau cantik sekali nona.." puji nya tulus, senyum mengembang dibibir pria tersebut.

"T-terima kasih" jawab Kai sedikit sungkan. Ia merasa jantungnya berdebar ditatap sedemikian rupa oleh pria tua tersebut, seakan tatapan nya benar-benar bisa menembus ke tubuhnya.

"Aku yakin kau membawa gadis ini ada hubungannya dengan miai ini bukan?" Ucap pria baya tersebut dan meminum ocha nya.

Miai? Perjodohan? Apa maksud pria tersebut? Batin Kai.

"Ya, kau benar Tomoya-san. Aku kesini untuk meluruskan soal miai yang kalian lakukan dibelakangku."

"Hmm..aku sudah menduga bahwa pamanmu belum mengatakan yang sejujurnya soal miai ini bukan?" Sehun mengangguk, Kai bisa melihat keseriusan diwajah Sehun. Ia tidak percaya jika bisa melihat wajah Sehun yang seperti ini.

"Baiklah..kau ingin apa setelah ini"

"Aku hanya ingin miai ini dibatalkan" ucap Sehun to the point.

"Dibatalkan..?" Gumam Kai menatap wajah Sehun dari samping.

Tanpa Kai sadari pria paruh baya itu tersenyum dibalik gelas putih kecilnya yang berisi ocha favorit nya sambil menatap Kai.

"Baiklah nona, aku akan menjelaskan sesuatu padamu karena sepertinya Sehun-ssi tidak menceritakan ini sebelum nya padamu. Mungkin ia takut kau marah" pria itu menaruh gelas nya dan menatap Kai intens.

"Maksud anda.."

"Aku tahu mungkin kau ini kekasih atau calon istri Sehun-ssi.."

"Tapi kami-" ucapan Kai terpotong saat merasakan tangan Sehun menggenggamnya seakan memaksa untuk tidak mengatakan apapun pada pria paruh baya didepannya.

"Sehun sebenarnya dijodohkan oleh putriku, Mio namanya. Dia putri cantik ku satu-satu nya. Tapi perjodohan ini sepertinya tidak diketahui oleh Sehun karena perjodohan ini memang paman Sehunlah yang merencanakan."

Kai seketika bungkam, jadi ini ada hubungannya dengan paman Sehun. Paman yang kejam pada Sehun itu? Astaga!

Kai menatap wajah Sehun, ia tidak bisa membaca raut wajah pria itu tapi ia bisa merasakan tangan nya yang digenggam Sehun semakin mengerat. Dan Kai tahu, Sehun mulai geram pada pamannya.

"Aku minta maaf sebelumnya pada anda Tomoya-san karena aku tidak bisa menikahi putrimu. Karena.." Ucapan Sehun terpotong, ia menatap wajah Kai intens. Mereka saling berpandangan sekarang.

"..karena gadis inilah yang akan aku nikahi kelak. Gadis ini jugalah yang telah mencuri hatiku dan menarik diriku dari gelapnya masa lalu yang pernah kualami. Dia meyakinkanku bahwa cinta masih ada dalam diriku" setelah mengatakan itu, Sehun menatap pria tua yang bernama Tomoya tersebut seakan meyakinkan bahwa ucapannya sangat serius dan tidak ada keraguanpun didalamnya.

Tomoya tersenyum simpul, ia tidak mengatakan apa-apa tapi ia menatap pintu disamping kanan nya dan berucap pada seseorang yang ada dibalik pintu tersebut.

"Kau bisa keluar Mio, mungkin kau bisa mengucapkan kata perpisahan untuk Sehun" seketika pintu tersebut tergeser dan nampaklah seorang gadis cantik dengan kulit putih pucat seperti kulit Sehun memakai kimono pink yang bercorak bunga dengan rambut panjang dan poni yang menjuntai diatas alis nya. How beautiful she is.

"Halo Sehun-san" Sehun tak membalas, ia hanya menatap gadis itu datar.

Gadis itu beranjak menuju ayahnya dan duduk disampingnya dengan anggun. Gadis bernama Mio itu menatap Sehun berbinar, terpampang jelas bahwa gadis itu sangat mengagumi Sehun meski ada sirat kekecewaan disana. Sedangkan Sehun pria itu melirik sekilas Mio lalu menatap Kai yang juga menatapnya hingga gadis itu tersadar dan mengalihkan wajahnya untuk menatap Mio.

Kai dapat melihat senyum Mio berubah menjadi senyum kecut saat melihat Sehun menatap dirinya barusan.

Mio menunduk sejenak sebelum akhirnya menatap Kai dengan senyum merekah.

"Anda pasti gadis beruntung yang dibicarakan Sehun-san barusan bukan? Anda sangat manis sekali, pantas saja Sehun-san lebih memilih anda menjadi pendamping hidupnya" ucap gadis itu yang masih disertai senyuman. Kai jadi merasa tak enak hati.

Kai menghembuskan nafasnya pelan, mungkin ini saat nya membalas kebaikan Sehun, setidaknya ia bisa membantu Sehun dari masalah yang ditimbulkan paman nya.

"Maaf sebelum nya Mio-ssi, kuharap kita bisa menjadi teman setelah ini. Aku tidak ingin hubungan kalian dengan Sehun menjadi buruk karena masalah ini, jadi kumohon bantuan kalian." Kai menunduk dalam, Sehun sempat terkejut dengan sikap dan ucapan Kai tapi pria itu berhasil menutupi nya dengan wajah datarnya.

Mio tersenyum, "Ya tentu saja..kita bisa menjadi teman, aku menyukaimu. Kau sangat manis nona. Ngomong-ngomong namamu siapa?"

"Namaku Kai, Kim Kai.. yeoroshiku ne" Mio membalas nenundukkan kepala saat melihat Kai menundukkan kepala padanya.

"Baiklah kalau begitu masalah sudah selesai bukan? Saat nya kita menyantap makanan bersama" Tomoya memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan dan setelah semua nya siap mereka berempat makan bersama. Dalam sekejap Kai menjadi teman yang menyenangkan dan akrab dengan keluarga Tomoya.

Pukul 11.00 waktu Sapporo

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 11, Sehun berpamitan untuk kembali ke kamar mereka, ia menarik pergelangan tangan Kai untuk pergi setelah sebelum nya berpamitan pada Tomoya dan Mio.

Sehun berjalan beriringan dengan Kai menuju kamar hotel mereka. Tidak ada percakapan selama mereka berjalan beriringan hingga Kai memutuskan untuk menanyakan sesuatu yang berkecamuk dibenaknya.

"Apa mereka tahu jika kau sudah menikah sebelum nya?" Tanya Kai yang dibalas gumaman oleh Sehun.

"Kenapa kau menolak miai tersebut, bukankah nona Mio sangat cantik dan baik hati? Dia cocok menjadi pendampingmu, menjadi ibu Haowen" seketika Sehun berhenti berjalan dan menatap Kai tajam.

"Tahu apa kau soal diriku, lagipula aku tidak akan melemparkan anakku bersama orang yang tidak ia kenal. Kau pikir mencari sosok ibu yang cocok buat Haowen mudah."

"Tapi.."

"Masuklah.." Sehun membuka pintu kamar mereka dan menyuruh Kai masuk kedalam kamarnya.

"Lalu kau.." Sehun menyeringai dan berbisik pelan ditelinga kiri Kai.

"Kau ingin kita tidur berdua didalam? Kau sudah siap menyerahkan dirimu padaku rupanya"

Buk..

Kai mendorong dada Sehun untuk menjauh dari dirinya, seketika amarah nya memuncak.

"Bajingan..enyahlah!"

Brak!

Kai menutup pintu kamar nya tepat didepan wajah Sehun sehingga membuat pria tersebut meringis pelan.

"Aku akan kembali tengah malam, jangan kemana-mana dan jangan membukakan pintu untuk orang lain selain diriku" ucapnya didepan pintu yang ia yakini jika Kai mendengarnya.

...

Sehun berjalan-jalan disekitar taman yang ada diwilayah hotel, niat awalnya sih ingin mengajak Kai jalan-jalan juga tapi melihat Kai yang sepertinya kelelahan pasca keberangkatan mereka ke Jepang pagi tadi membuatnya mengurungkan niat, mungkin ia akan membelikan nya cemilan atau souvenir untuk putra semata wayang nya.

Saat Sehun masih berjalan santai disekitar taman dengan jas yang sudah hilang entah kemana ia tak sengaja menabrak seorang wanita cantik yang tengah membawa minumannya dan tak sengaja pula mengenai dress putih tulang nya.

"Ouch..!"

"I'm sorry.." jawabnya datar, Sehun mengeluarkan beberapa uang didalam dompetnya dan menyerahkan nya pada wanita tersebut.

"Oh are you kidding me? Aku tidak membutuhkan uangmu aku hanya ingin kau bertanggung jawab" Sehun menghela nafas, sial sekali hari ini karena harus bertemu wanita cerewet seperti dia.

"Fine, what do you want?" Wanita itu sedikit berfikir dan tersenyum.

"Follow me.."

Dan entah bagaimana ceritanya Sehun dengan wanita yang ditabraknya yang ia ketahui bernama Irene tersebut menjadi akrab bahkan kini mereka berdua berbincang-bincang sambil menonton drama Jepang apartemen wanita tersebut.

"Jadi..kau kesini untuk liburan?" Tanya Irene.

"Tidak.."

"Lalu..?"

"None of your business okay?" Irene mengerucut sebal.

"Fine tuan arogan" dan setelahnya Irene tersenyum menatap Sehun. Ia mendekatkan dirinya pada Sehun dan berbisik pelan pada pria tersebut.

Sehun menoleh dan entah apa yang terjadi mereka berdua berakhir dikamar milik Irene, pria itu sibuk mencumbu nya. Oke disini dia normal, dia sudah lama tidak bermain wanita sejak kedatangan Kai tapi sebagai pria dia memiliki kebutuhan, kebutuhan untuk dirinya. Kai selalu menolak nya jadi untuk kali ini biarkan dia menyenangkan hasrat nya.

Sehun sudah mulai menanggalkan pakaian wanita tersebut bahkan tubuh bagian atas nya shirtless. Ia hendak membuka seluruh pakaian wanita itu sebelum ponsel milik Irene berdering. Dengan geram mereka menghentikan aktivitas nya sesaat, Irene menuju kamar mandi nya dan menerima panggilan tersebut.

Sehun yang merasa bosan mulai beranjak dari ranjang ingin menuju balkon wanita tersebut tapi telinga nya mendengar perbincangan Irene dengan seseorang diseberang dan matanya membulat dan tiba-tiba ia merasakan amarahnya meluap mendengar nama Kai disebut dan ia baru menyadari bahwa Irene masuk dalam rencana untuk menyakiti Kai.

Brak!

Sehun membanting pintu kamar mandi, ia merasakan amarah nya memuncak. Irene yang terkejut melihat kedatangn Sehun segera menjatuhkan ponsel nya.

"Se-Sehun..sayang aku bisa jelask-" ucapan Irene terpotong saat tiba-tiba Sehun mencekik nya.

"Siapa kau sebenarnya? Dan apa yang kau lakukan pada Kai! Katakan! Siapa yang menyuruhmu!"

"H-hek S-Sehun aku hh bis-a menjelaskan t-tapi lephaskan tan-gan mu" mau tak mau Sehun melepaskan tangan nya dari leher Irene.

Segera Irene mengambil oksigen sebanyak-banyak nya setelah Sehun melepaskannya. Ia terbatuk-batuk tapi tak lama setelah itu Sehun mencengkeram kerah kemeja yang dipakai Irene sebelum mengangkat telepon tadi.

"Katakan bitch!" Bentaknya murka.

"Oke..aku akan jelaskan, aku hanya dibayar oleh seseorang pria yang tidak kuketahui namanya untuk mengalihkan perhatianmu sejenak dari gadis yang kau bawa ke negara ini. Aku hanya diperintahkan itu selebihnya aku tidak tahu" jelas Irene diselingi oleh air mata yang menurut Sehun malah membuat dirinya muak.

Sehun melepaskan cengkramannya dari kemeja Irene dengan sedikit mendorongnya. Ia tidak peduli jika ia kasar pada seorang wanita, yang ia fikirkan saat ini adalah keselamatan Kai.

Sehun beranjak dari kamar mandi diikuti oleh Irene, pria itu mengambil kemejanya yang teronggok di lantai lalu memakai nya.

"Sehun..aku-aku minta maaf" ucap Irene merasa bersalah. Sehun menatap gadis itu tajam.

"Jika terjadi sesuatu dengan Kai, aku bersumpah akan mencarimu dan akan membunuhmu, camkan ini" dan setelahnya Sehun keluar dari apartemen wanita itu dan memacu mobil nya meninggalkan Irene yang terduduk dilantai dengan tubuh yang bergetar. Wanita itu sungguh takut dengan tatapan dan ancaman Sehun, bahkan wanita itu bersumpah jika Sehun seperti memiliki aura membunuh yang kuat.

.

.

Sesampainya di hotel Sehun segera menuju kamar yang ia tinggali bersama Kai dengan perasaan khawatir yang luar biasa, meskipun saat ini masih menunjukkan pukul 8 malam tapi tidak menutup kemungkinan penculik itu akan menculik Kai dengan nekatnya.

Brak..

Sehun membanting pintu kamar hotel dan segera masuk, seketika wajah Sehun berubah pucat pasi. Kai tidak ada dikamar tersebut, kamar tersebut kosong.

Sial! Andai ia tadi tidak meninggalkan Kai sendirian dan andai ia membawa beberapa bodyguard handal nya dan andai saja waktu dapat diputar kembali, dan semuanya hanya menjadi pengandaian Sehun saja karena semua sudah terlanjur, Kai sudah tidak ada di kamar ini! Gadis itu diculik! Dan Sehun tidak tahu bagaimana nasib nya dan itu semua karena kecerobohan nya.

"Aarrrgghh fuck" Sehun berteriak frustasi sambil meremas rambutnya, terduduk dilantai dengan air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya.

Sehun masih terhanyut dalam rasa bersalah dan khawatirnya sehingga tidak menyadari jika seseorang sedang berjalan kearah nya dengan tatapan bingung.

"Sehun.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Bersambung dulu ya..

Janji kok bakal apdet ceper soal nya saya udah nyiapin chap setelahnya. Maaf ya jika banyak typo..

Byeee semoga masih betah baca ff ini..

Gomawo yeorobun...