Sesampainya di hotel Sehun segera menuju kamar yang ia tinggali bersama Kai dengan perasaan khawatir yang luar biasa, meskipun saat ini masih menunjukkan pukul 8 malam tapi tidak menutup kemungkinan penculik itu akan menculik Kai dengan nekatnya.

Brak..

Sehun membanting pintu kamar hotel dan segera masuk, seketika wajah Sehun berubah pucat pasi. Kai tidak ada dikamar tersebut, kamar tersebut kosong.

Sial! Andai ia tadi tidak meninggalkan Kai sendirian dan andai ia membawa beberapa bodyguard handal nya dan andai saja waktu dapat diputar kembali, dan semuanya hanya menjadi pengandaian Sehun saja karena semua sudah terlanjur, Kai sudah tidak ada di kamar ini! Gadis itu diculik! Dan Sehun tidak tahu bagaimana nasib nya dan itu semua karena kecerobohan nya.

"Aarrrgghh fuck" Sehun berteriak frustasi sambil meremas rambutnya, terduduk dilantai dengan air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya.

Sehun masih terhanyut dalam rasa bersalah dan khawatirnya sehingga tidak menyadari jika seseorang sedang berjalan kearah nya dengan tatapan bingung.

"Sehun.."

.

.

.

.

.

.

SUPER PSYCHO LOVE 9

Warn! NC Ready..! Not for children okeh bwahahaha yang dibawah umur silahkan menjauh..

DON'T LIKE DON'T READ..

.

.

.

"Sehun.." merasa suara yang memanggilnya sangat familiar ia pun menoleh dan betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang didepannya tersebut.

"Kai..! K-kau..apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkan kamarmu! Apakah kau tahu betapa khawatirnya diriku saat tidak menemukanmu dikamar!" Sehun berteriak didepan wajah Kai, bahkan pria itu tidak menyadari bahwa ia telah menyakiti Kai dengan mencengkeram bahunya sangat keras hingga gadis itu meringis sakit.

"S-Sehun s-ssakit..tolong lepaskan tanganmu" lirih Kai menahan sakit dibahunya, matanya berkaca-kaca menatap Sehun dengan memohon.

Sehun tersadar akan tindakan nya, ia mencoba meredam amarahnya. Pria itu menghela nafas lalu dengan tiba-tiba membawa Kai dalam dekapannya. Memeluk gadis itu posesif seakan gadis itu bisa hilang kapan saja darinya.

Kai yang tidak mengerti dengan sikap Sehun hanya diam menerima pelukan pria tersebut, Kai dapat merasakan bahwa pria itu benar-benar mengkhawatirkan dirinya.

"S-sehun..sebenarnya ada apa?" Tanya nya setelah merasa bahwa Sehun sudah mulai tenang saat memeluknya.

Sehun melepas pelukannya dan menatap Kai intens. Dalam jarak sedekat ini Kai baru menyadari bahwa penampilan pria didepannya sangat kacau, ia bisa melihat rambut Sehun yang biasa rapi menjadi berantakan. Kemeja yang biasa dimasukkan kedalam celana juga tidak dimasukkan bahkan dua kancing teratasnya tak terkancingkan, seperti bukan seorang Oh Sehun biasanya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pria ini? Pikir Kai.

"Jawab dulu pertanyaanku, kemana kau tadi?"

"Aku bosan didalam kamar jadi aku putuskan keluar, dan hei kau tidak memesan makan malam untukku jadi aku mencari makanan diluar karena kau bilang bahwa kau akan kembali tengah malam, aku tidak mungkin menunggumu hingga tengah malam dengan perut kelaparan kan?" Sehun menghela nafas dan mengalihkan wajahnya sejenak dari Kai.

"Aku kan sudah bilang jangan kemana-mana dan ok masalah makan malam aku lupa memesankannya untukmu, aku minta maaf. Sekarang tidurlah" perintah Sehun tapi segera diprotes oleh Kai.

"Hei kau belum menjelaskan ada apa sebenarnya, apa yang terjadi selama aku keluar dari kamar dan mengapa kau terlihat panik?"

"Sudahlah tidak ada yang perlu kau cemaskan, aku hanya khawatir karena kau tiba-tiba menghilang, mengingat betapa cerobohnya kau karena aku tak ingin repot nantinya jika mencarimu. Kau ini lebih merepotkan daripada anak kecil, dan masalah penampilanku kau tak perlu ikut campur. Sekarang tidur atau kau kutiduri." Ucap Sehun dengan nada menyebalkan seperti biasanya. Ishh kembali kesikap aslinya, batin Kai.

Kai buru-buru menaiki ranjang dan berbaring disana. "Kau juga tidur disini?"

"Tidak, aku akan tidur disofa. Puas?" Kai terlonjak senang, akhirnya ia bisa tidur tenang malam ini. Sedari tadi Kai tak henti-henti nya berfikir bagaimana jika jadinya Kai dan Sehun seranjang pasti akan terasa canggung sekali.

"Baiklah, good night pak tua arogan" bisik nya yang masih didengar Sehun, pria itu memilih membaringkan tubuh capek nya disofa daripada meladeni ucapan Kai. Setidaknya ia bisa tidur tenang malam ini sebelum mereka kembali ke Korea esok hari nya, mungkin.

.

.

.

00.45 waktu Sapporo, Jepang

Sehun terbangun dari tidur nya, merasa tenggorokan nya sangat kering. Matanya melirik kesekeliling kamar dan menemukan gelas berisi air putih yang tinggal setengah, mungkin Kai yang meminumnya setengah, pikir Sehun. Tanpa basa-basi Sehun segera menenggaknya rakus.

"Eungghh~" dahi Sehun mengernyit mendengar suara desahan, ia melirik kesamping ranjang. Sehun dapat melihat tubuh Kai yang tertutupi selimut keseluruhan tengah bergerak gelisah. Sehun menghampiri ranjang Kai sambil menggerakkan ujung kerah kemejanya, entah kenapa tubuhnya tiba-tiba merasa panas.

"Kai.." panggil Sehun, tangan nya menyingkap selimut Kai dan seketika matanya membola melihat keadaan Kai yang berantakan mulai dari rambut dan bajunya. Bahkan tubuh dan dahi gadis itu penuh dengan keringat.

"S-sehunnhh pan-nash" mendengar desahan Kai tiba-tiba dirinya juga merasakan hal yang sama. Ia melirik ac dikamarnya, masih nyala kok tapi kenapa panas sekali?

"Panas? Tapi ac dikamar masih menyala Kai dan suhu nya sudah minus paling dingin-ashh" Sehun juga tidak bisa menahan desahan nya karena rasa panas yang menjalar keseluruh tubuhnya, dan ia mulai menyadari bahwa ada yang tidak beres, ini terbukti dari kejantanan pria itu yang mulai mengeras.

"Shit!" Umpatnya kesal.

"Apa yang kau makan atau kau minum tadi?"

"T-tidak adahh hhanya air putih i-ituuh" jawab Kai berusaha menahan rasa sakit di daerah privat nya sambil menunjuk gelas kosong diatas nakas tempat tidur yang isinya telah ditenggak habis oleh pria itu. Rasanya tubuh Kai sungguh aneh dan menyakitkan tak jauh beda dengan Sehun.

"Sial..minuman itu ada obat perangsangnya dan lebih sialnya lagi aku juga meminumnya barusan" Kai terkejut dengan ucapan Sehun, ia tidak bodoh untuk mengetahui apa itu obat perangsang.

"Perangsang?" Sehun mengangguk sambil mengusap tengkuk nya. Shit! Ini sungguh menyakitkan jika tidak segera dituntaskan.

"Kai.." panggil Sehun, mata Kai melirik Sehun dengan pandangan yang entah apa artinya itu. Yang pasti Kai tahu bahwa Sehun dan dirinya sudah mulai terangsang, pandangan mereka sama-sama dipenuhi oleh kabut nafsu.

"S-Sehun apa yang k-kau la-lakukan!" Kai sedikit memekik saat melihat Sehun menaiki ranjang dengan keadaan shirtless menuju dirinya.

"Kai..aku tahu kau masih perawan, kau juga pastinya belum berpengalaman tapi kumohon kali ini menyerahlah" ucapan Sehun barusan benar-benar seakan menjadi tombak yang langsung menembus jantungnya. Apa barusan pria itu bilang? Menyerah? Menyerahkan keperawanan nya untuk pria arogan macam Oh Sehun? Tidak Akan!

Kai bangkit dari posisi meringkuknya dengan sedikit tenaga yang ia punya. Menatap Sehun dengan tatapan tajam meski tatapannya lebih menuju pada tatapan penuh nafsu.

"Tidak akan Oh Sehun! Aku hanya akan menyerahkan mahkota paling berhargaku pada orang yang aku cintai bukan pada bajingan yang sedang terangsang seperti dirimu! Dan..oh! Jangan-jangan kau yang merencanakan ini huh!" Sehun menggeram marah, ia menatap Kai tajam dan tanpa sengaja saat Sehun mendekati Kai kulit tangan mereka bersentuhan dan perasaan aneh muncul seperti ada kenikmatan saat kulit mereka bersentuhan barusan dan itu tak luput dari desahan keduanya.

"Cukup! Kau terlalu banyak berfikiran buruk padaku!" Kali ini Sehun mencengkeram kedua bahu Kai lalu tanpa diduga oleh Kai pria itu langsung melumat bibirnya ganas. Dan sensasi nikmat itu datang lagi. Oh damn!

"Heungghh~~mhnh" Kai berusaha melepaskan diri tapi ia tidak bisa, tubuhnya menghianati dirinya karena jujur ia menginginkan ini.

Suara kecipak antara bibir mereka berdua terdengar dipenjuru kamar yang mereka tempati saat ini. Kedua nya saling melumat meski terlihat yang paling bernafsu dan dominan disini adalah Sehun. Pria itu menguasai tubuh Kai sepenuhnya, dan ketika Sehun melepas ciuman mereka untuk bernafas sejenak Kai mendorong pundak Sehun.

"Tidak..hentikan! Aku tidak menginginkan ini..aku tidak mencintaimu. Kumohon..hentikan" mohon nya pada Sehun yang mulai membuka satu persatu kancing bajunya.

Sehun berusaha menulikan pendengaran nya, ia mendekap tubuh Kai erat. Selama hidup ia tidak pernah ditolak seorang wanitapun tapi Kai! Gadis itu bahkan berani menolak nya dan terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak menyukai nya.

"Tapi aku mencintaimu.." bisik Sehun ditelinga Kai sebelum mengulum cuping telinga gadis itu. Kai yang mendengar dengan jelas ucapan Sehun mulai berhenti berontak. Pikiran nya berkecamuk antara percaya atau tidak dengan ucapan Sehun mengingat mereka berdua tengah diselimuti nafsu dan ingatkan bahwa Sehun itu pria egois dan arogan bahkan pria itu mungkin tidak lagi mempercayai cinta semenjak istrinya meninggal! Ya..istrinya yang sudah meninggal..

Kai tersadar dari lamunan nya ketika Sehun sudah membuka baju dan celana nya dan menyisahkan bra dan celana dalam nya saja. Gadis itu berontak lagi dan menahan Sehun yang akan mencium leher nya.

"Tidak..tidak..kita tidak bisa meneruskan nya. Ini semua salah!"

"oh benarkah?" Sehun menyeringai. Tangannya menelusuri paha dalam gadis itu dan semakin naik menuju daerah kewanitaannya menyentuhnya perlahan yang menghasilkan desahan pelan dari bibir kissable milik Kai.

"See..kau sudah mulai basah dan siap" bisik nya pelan lalu mengulum leher jenjang Kai sehingga menimbulkan bercak kemerahan disana.

"Angghh~" Kai tidak bisa menahan desahan nya lagi, gadis itu mulai lemah dan menyerah di tangan Oh Sehun.

Sehun semakin menyeringai melihat respon Kai yang sudah mulai menyerah padanya. Kedua nya kini sudah telanjang bulat dengan Sehun yang berada diatas tubuh lemah Kai, saling mencumbu dan melumat bibir.

Awalnya Kai mati-matian menolak semua sentuhan intim dari Oh Sehun tapi efek dari perangsang itu benar-benar membuatnya tak berdaya dan menerima semua perlakuan Sehun karena jujur saja, tubuhnya menginginkan nya menginginkan Oh Sehun didalam nya.

Ciuman Sehun semakin dalam dan liar kini bibir nya semakin turun menuju buah dada Kai yang sangat sintal dan membuat Sehun berkali-kali lipat terangsang. Kejantanan nya pun semakin keras dan menyakitkan ia rasakan.

"Langsung ke inti oke? Aku sudah tidak bisa menahan nya lagi" ucapan Sehun sedikit membuat Kai takut, pasalnya ini yang pertama bagi nya dan penghalang itu pasti ada. Kai takut, sangat takut jika ia merasakan sakit yang luar biasa.

"Keep calm..relax..aku tidak akan melakukannya dengan kasar meskipun aku ingin" bisik Sehun saat merasakan tubuh Kai menegang dan bergetar. Ia mengelus pundak dan punggung telanjang gadis tersebut berusaha untuk membuatnya tenang, Kai sempat tertegun sesaat dengan perlakuan Sehun barusan.

Sehun menatap dalam mata Kai yang mulai berkaca-kaca lalu mengecup kelopak mata gadis itu gantian.

"Trust me.." bisik Sehun didepan bibir Kai. Gadis itu mengalihkan pandangan nya kesamping, memegang kedua bahu Sehun saat pria itu mulai membuka lebar kaki nya.

"Please.." mohon Kai entah memohon tentang apa, yang jelas Kai harap Sehun benar-benar melakukannya dengan perlahan. Kabut nafsu sudah melingkupi kedua nya dan Kai sudah tidak tahan begitupun dengan Sehun.

Dan tanpa aba-aba Sehun mulai memasukkan kejantanan nya dalam diri Kai. Gadis itu menggigit bibir nya merasakan rasa sakit yang teramat dalam di daerah privat nya seakan tubuhnya terbelah dan darahpun mengalir dari daerah kewanitaan nya. Sehun yang melihat ekspresi kesakitan yang teramat jelas dimata Kai mulai membawa gadis itu kedalam ciuman hangatnya, menggiring kedua lengan Kai untuk mengalung dilehernya.

'Shit! Sempit sekali..calm down Sehun..gadis ini masih perawan dan kau harus pelan-pelan' gumam Sehun dalam hati.

Tapi Sehun tetaplah Oh Sehun, ia ingin mengejar orgasme nya jadi ia sedikit menaikkan tempo dorongannya sehingga kini kejantanan nya masuk dengan sempurna. Kai, gadis itu terisak pelan dan melepas paksa ciuman Sehun, mau tak mau Sehun menghentikan aktivitas nya yang akan in out dalam diri Kai, memberi gadis itu waktu untuk tubuh nya membiasakan diri.

Kuku jari Kai menancap di bahu kokoh Sehun dan menimbulkan bekas merah disana tapi Sehun tak perduli dengan rasa sakit dibahunya karena ia tahu jika Kai lebih sakit berkali-kali lipat dari dirinya.

"B-bergeraklah.." bisik Kai pelan saat merasa dirinya mulai siap. Dan dengan sigap Sehun segera menggerakkan kejantanan nya keluar masuk kedalam diri Kai.

Kegiatan tersebut terus berlangsung hingga Kai mencapai orgasme ke lima nya tapi tidak dengan Sehun pria itu sangat kuat bahkan pria itu baru orgasme yang kedua kalinya dan tentu saja pria itu keluar dalam diri Kai. Dan Kai bersumpah jika sperma Sehun sangat banyak dan memenuhi dirinya hingga dirinya tak mampu menampung semua sperma milik pria itu.

"H-hahh h-ahh..a-kuh lelah!" Ujar Kai dengan nada sedikit membentaknya.

Mendengar ucapan Kai yang sepertinya benar-benar kelelahan itupun mulai mengalah. Toh ia juga baru saja orgasme untuk yang ketiga kalinya dan itu cukup membuat nya puas meski efek dari obat perangsang itu masih ada.

Sehun menarik dirinya dari tubuh Kai dan menatap gadis itu yang sudah mulai terlelap didalam alam mimpinya dan wajah lelah Kai begitu kentara sekali dalam penglihatan nya.

Entah perasaan apa ini? Tiba-tiba tubuh Sehun menghangat ketika menatap wajah damai Kai, tanpa sadar ia mengecupi wajah itu pelan dan menatap nya lagi. Matanya menelusuri tubuh Kai yang penuh tanda kepemilikannya mulai dari leher, dada, perut dan pinggang. Sehun terkekeh geli mentap hasil karya nya, mungkin keesokan harinya saat Kai menemukan dirinya yang dipenuhi oleh kissmark akan memaki dan mencaci Sehun tapi ia tak perduli, pria itu hanya meyakini satu hal bahwa Kai..gadis itu akan mengandung bayi nya. Ia pastikan itu.

Sehun tersenyum memikirkan asumsinya, pria itu mulai merebahkan tubuhnya disamping Kai dan menyelimuti tubuh kedua nya. Tangan Sehun terulur menyentuh perut rata Kai dan sedikit mengelusnya.

'Kau akan berada disampingku selamanya love..' seringai Sehun sebelum akhirnya mengikuti jejak Kai kedalam dunia mimpi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC yah..

Segini dulu gpp kan? Yang penting apdet cepet hihihi *ketawaSetan

Yang nagih nc noh..udah kan? Tapi sori dori stroberi ye karena nc nya g hot..yaa sebenernya sih mau mau aja bikin nc yanh hot, hard dan ekstrem hanya saja saya ini takut dosa..disini pasti ada yg dibawah umur kan yee jadi saya kagak mau mencemari otak kalian nanti ketularan ngeres nya kayak saya *ngaku* jadi nya saya bikin bahasa yang agak-agak sopan lah dan gak nyeritain full nc nya. Sorry ya..okeh kalian boleh kok nge bully saya..saya ikhlaaaasss :-P

Oke cuap cuap nya cukup deh..

See you next chap yee..

Moga banyak yang mau ripiu dan stay ama cerita GJ nih *amiiiinn hehe