SUPER PSYCHO LOVE 10
Previous chap...
"B-bergeraklah.." bisik Kai pelan saat merasa dirinya mulai siap. Dan dengan sigap Sehun segera menggerakkan kejantanan nya keluar masuk kedalam diri Kai.
Kegiatan tersebut terus berlangsung hingga Kai mencapai orgasme ke lima nya tapi tidak dengan Sehun pria itu sangat kuat bahkan pria itu baru orgasme yang kedua kalinya dan tentu saja pria itu keluar dalam diri Kai. Dan Kai bersumpah jika sperma Sehun sangat banyak dan memenuhi dirinya hingga dirinya tak mampu menampung semua sperma milik pria itu.
"H-hahh h-ahh..a-kuh lelah!" Ujar Kai dengan nada sedikit membentaknya.
Mendengar ucapan Kai yang sepertinya benar-benar kelelahan itupun mulai mengalah. Toh ia juga baru saja orgasme untuk yang ketiga kalinya dan itu cukup membuat nya puas meski efek dari obat perangsang itu masih ada.
Sehun menarik dirinya dari tubuh Kai dan menatap gadis itu yang sudah mulai terlelap didalam alam mimpinya dan wajah lelah Kai begitu kentara sekali dalam penglihatan nya.
Entah perasaan apa ini? Tiba-tiba tubuh Sehun menghangat ketika menatap wajah damai Kai, tanpa sadar ia mengecupi wajah itu pelan dan menatap nya lagi. Matanya menelusuri tubuh Kai yang penuh tanda kepemilikannya mulai dari leher, dada, perut dan pinggang. Sehun terkekeh geli mentap hasil karya nya, mungkin keesokan harinya saat Kai menemukan dirinya yang dipenuhi oleh kissmark akan memaki dan mencaci Sehun tapi ia tak perduli, pria itu hanya meyakini satu hal bahwa Kai..gadis itu akan mengandung bayi nya. Ia pastikan itu.
Sehun tersenyum memikirkan asumsinya, pria itu mulai merebahkan tubuhnya disamping Kai dan menyelimuti tubuh kedua nya. Tangan Sehun terulur menyentuh perut rata Kai dan sedikit mengelusnya.
'Kau akan berada disampingku selamanya love..' seringai Sehun sebelum akhirnya mengikuti jejak Kai kedalam dunia mimpi.
.
.
.
.
.
.
SUPER PSYCHO LOVE 10
Keesokan pagi nya..
Seperti dugaan Sehun bahwa Kai pasti akan mencaci dan memaki nya ketika bangun seperti yang dirasakan Sehun saat ini. Gadis itu tengah berteriak kesetanan dan melempar apapun yang dapat gadis itu jangkau disekitar nya seperti bantal, guling bahkan hampir saja gelas yang berisi air minum yang mereka teguk semalam mengenai jidat Sehun.
"Demi Tuhan Sehun apa yang sudah kau lakukan denganku! Kau menperkosaku! Dasar bajingan!" teriak Kai frustasi disertai air mata yang terus menganak sungai dimata nya. Sebelah tangan Kai digunakan untuk menutupi tubuh nya yang naked dengan selimut dan sebelah nya ia gunakan untuk mengambil ponsel milik Sehun yang baru saja akan dilemparkan kepada pemilik nya jika saja Sehun tidak mencegahnya dengan menarik tangan Kai dan membawa Kai dalam pelukannya berusaha menenangkan gadis itu tapi Kai tak henti-henti nya meronta.
"Maaf.. Tapi kejadian semalam bukan rencanaku. Aku bersumpah..dan kita melakukannya karena kita mememang membutuhkan nya karena jika tidak kita berdua yang akan tersiksa Kai" ujar Sehun sembari mengelus puncak kepala Kai dan membuat gadis itu sedikit tenang.
"Tapi kau tetap saja brengsek! Kau memanfaatkan keadaan! Aku membencimu! Bagaimana jika nantinya aku hamil brengsek!" Kai mendorong dada Sehun sehingga pelukan pria itu terlepas dari tubuh Kai.
"Aku bersumpah akan menikahimu secepatnya setelah kita kembali ke Seoul"
Kai menatap tajam kearah Sehun, gadis itu menyadari sesuatu jika sebenarnya Sehun pasti merencanakan ini dan membuat Kai terus terikat dengan pria itu. Dan semua akan menjadi rumit jika ia benar-benar akan hamil anak dari Sehun, ia takut jika pria itu pada akhirnya akan mengambil anak nya apalagi ditambah ibunya masih belum ditemukan.
"Kau itu pria paling kejam yang pernah kutemui, sebenarnya kau ini iblis atau apa hah! Kenapa kau tega merenggut semua kebahagiaanku! Kenapa kau tidak sekalian membunuhku saja Oh Sehun! Aku sungguh membencimu! Kau licik dan menjijikkan! " teriak Kai. Dan tanpa Kai sadari jika ucapan gadis itu membuat hati Sehun seakan tertohok dan itu sangat sakit rasanya melebihi rasa sakit yang ia rasakan ketika ia disiksa sewaktu kecil oleh penculiknya.
"Perlu kau ketahui semua yang terjadi semalam bukanlah rencanaku dan aku berani bersumpah jika sedikitpun aku tak memiliki niat untuk memperkosamu!" jelas Sehun dengan mata berkilat marah, pria itu beranjak dari kasur dan memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan Kai.
"Seharusnya aku tidak mengkhawatirkan gadis bodoh yang hanya bisa berprasangka buruk terhadapku" kata nya lagi sebelum meninggalkan Kai begitu saja dengan keadaan berantakan.
.
.
.
"Sir..!" panggil seorang pelayan hotel ketika melihat Sehun berjalan menuju lobby hotel.
Sehun yang merasa dipanggil itupun menoleh, keningnya mengkerut dengan tatapan menusuk menatap mata sang pelayan hotel. Hari nya sudah cukup buruk dengan perilaku gadis bar bar yang sial nya selalu menjadi prioritas utama dalam hidup Sehun, dan ia tidak ingin berurusan dengan orang lain atau yang ada ia akan menjadi pelampiasan amarah pria arogan itu.
"S-sumimasen.. Apakah anda pemilik kamar 1523?" tanya sang pelayan hotel ketika menyadari tatapan Sehun yang seakan mengatakan bahwa pria itu tidak suka bertele-tele.
"Hm.. " jawab Sehun seadanya. Tiba-tiba pelayan itu membungkuk didepan Sehun sedalam-dalam nya dengan tubuh bergetar ketakutan.
"Sumimasen..sumimasen tuan..kemarin saya tidak sengaja mengirim air minum yang berisi obat perangsang ke kamar anda..padahal seharusnya minuman itu dipesan oleh kamar disebelah kamar anda, Sumimasen tuan.." ujar sang pelayan hotel ketakutan.
Mata Sehun membola, oh! Jadi ini biang masalah sekaligus keberuntungan bagi Sehun sampai bisa meniduri Kai si gadis keras kepala itu semalam. Tanpa ba bi bu Sehun segera mencengkeram kerah kemeja sang pelayan hotel dengan tatapan menusuk.
"Sial.! Jadi ini gara-gara kau.. Sekarang kau ikut aku dan jelaskan tentang keteledoranmu ini. Gara-gara kau, aku dituduh melakukan rencana pemerkosaan terhadap wanitaku sendiri!" bentak Sehun sambil menyeret tubuh pemuda pelayan hotel tersebut menuju kamar nya. Sedangkan sang pelayan sendiri hanya pasrah meskipun difikiran nya jika seharusnya tidak masalah jika akhirnya sang pemilik kamar tidur dengan wanita nya sendiri tapi berbeda cerita jika mereka berdua sudah berkomitmen tidak akan melakukan hubungan intim sebelum menikah.
Brak..
Kai sempat terkejut saat tiba-tiba Sehun memasuki kamar dengan menyeret seorang pemuda yang ia ketahui adalah seorang pelayan hotel. Dan Kai bersyukur ia sudah menyelesaikan acara mandi nya sebelum Sehun masuk barusan.
"Cepat jelaskan pada gadis bodoh dan keras kepala itu jika kaulah yang membawa minuman berisi obat perangsang tersebut" ujar Sehun dengan nada menuntut dan membuat sang pelayan segera menjelaskan agar ia bisa segera pergi dari pria menyeramkan seperti Sehun.
Selepas pelayan itu pergi Sehun menatap Kai dengat tatapan arogan nya seakan ia menunjukkan bahwa ia memang bukanlah dalang dari semua kekacauan ini. Sedangkan Kai, gadis itu hanya menatap Sehun tanpa minat. Gadis itu benar-benar muak.
"Tidak adakah sesuatu yang ingin kau katakan? Aku sudah meluruskan kesalah pahaman ini, tidakkah kau harusnya menghargai?" Ucap Sehun saat gadis itu akan beranjak meninggalkannya. Kai menoleh menatap Sehun dan tersenyum sinis.
"Cih, lalu apa yang kau inginkan? Meminta maaf padamu? Jangan berharap! Kau bahkan memanfaatkan keadaan saat aku tidak berdaya!"
Sehun mendesis pelan, geram akan sikap Kai. Apakah hanya pikiran buruk saja yang ada dikepala nya tentang dia?
"Sudah kukatan..jika aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu secepatnya setelah kembali, bila perlu sekarang juga kita kembali ke Seoul! Dengan begitu kau tidak akan merasa cemas jika pada akhirnya kau akan hamil."
"Jangan mengatakan seakan kau berhak dengan bayi yang nantinya akan ku kandung! kau bahkan tidak pantas jadi ayahnya"
Deg..
Ucapan Kai benar-benar menohok hati Sehun. Ia tahu jika ia bukan pria baik, ia pria brengsek tapi seberengsek apapun dia, dia tidak pernah lari dari tanggung jawab.
"Asal kau tahu Kai, aku memang pria brengsek tapi aku bukan pria yang tidak bertanggung jawab. Aku sadar telah melakukan hal hina itu terhadapmu tapi perlu kau tahu aku juga menginginkan bayi itu, aku menginginkan kau menjadi ibu dari anakku" Sehun menggenggam erat pundak Kai untuk meyakinkan gadis itu jika ia serius dengan ucapannya barusan. Matanya berkaca-kaca menatap Sehun entah alasannya kenapa yang jelas ia tidak menyukai situasi seperti ini, ia benci berharap.
"Berikan aku sebuah alasan kenapa aku harus menerimamu, tentu saja diluar alasan kau telah meniduriku" gadis itu menatap intens Sehun. Sudah hampir 6 bulan ia tinggal bersama Sehun dan sedikit banyak pria itu berubah sedikit lebih baik padanya meski terkadang sifat menyebalkan dan arogan nya mendominasi. Tapi Kai juga ingin memastikan tentang perasaannya dan.. Perasaan Sehun padanya.
"Jawaban apa yang ingin kau minta" Kini balik Sehun yang menatap Kai, pria itu yakin jika Kai berusaha meyakinkan dirinya akan sesuatu.
"Jawaban yang benar-benar ada didalam hatimu" Sehun menghela nafas sebelum akhirnya mengatakan semua perasaannya yang sebenarnya pada Kai.
"Aku mencintaimu.." mata Kai terbelalak, ia hendak bersuara tapi Sehun lebih dulu meneruskan kata-kata nya.
"..ya aku mencintaimu, aku ingin kau menjadi pendamping hidupku, aku ingin kau jadi ibu Haowen dan anak-anakku yang lain. Dan aku ingin kau selamanya bersamaku" ucap Sehun tulus tanpa mengalihkan tatapan nya dari gadis didepan nya.
"K-kau.."
"Ya aku serius, ini jawaban yang sesungguhnya dari hatiku. Kau bisa saja membenciku tapi kau tidak bisa melarangku untuk mencintaimu. Aku tahu aku sudah lama tidak percaya dengan adanya cinta semenjak istriku tiada. Jujur saat aku membawamu ke rumah aku hanya ingin membalasmu tapi ternyata semua seakan berbalik, kau menakhlukkan Haowen dan AKU. Kau membawa harapan bagi Haowen untuk mendapatkan sosok Ibu yang diharapkan bocah itu, bahkan dia menginginkan aku untuk menikahimu. "
Kai tidak bisa berkata apa-apa lagi, jadi benar jika Sehun mencintainya? Tapi bagaimana dengan perasaannya sendiri terhadap pria itu? Haruskah ia bahagia atau sebaliknya? Pria itu juga sudah mengatakan alasannya menyekap Kai selama ini, lalu apa yang harus ia lakukan? Ia bingung dengan perasaanya sendiri. Semua masih terlalu rumit bagi hatinya. Disatu sisi ia benci Sehun karena telah menyekapnya tapi bukankah pria itu sudah berubah menjadi sedikit lebih baik dengan memberinya sedikit kebebasan bahkan pria itu juga berusaha membantu menemukan ibunya.
Kai berbalik memunggungi Sehun dan menjauh tapi Sehun yang merasa Kai tidak memberinya respon itupun menarik pergelangan tangannya.
"Lepas Sehun"
"Tidak sebelum kau memberikan jawabanmu"
Kai menghela nafas berat dan melepaskan tangan Sehun. Berbalik dan menatap mata tajam milik pria itu.
"Baik.. Kita menikah tapi.." Sehun baru saja akan berteriak senang dan memeluk Kai jika saja ia tidak mendengar kata 'tapi' dari ucapan Kai.
"Tapi apa Kai? Kau masih meragukan alasanku?" Kai menggeleng, ia tahu jelas jika Sehun bersungguh-sungguh tapi ia hanya ingin mengutarakan kekhawatirannya.
"Tidak, aku percaya dengan alasanmu hanya saja aku masih merasa bahwa tidak seharusnya aku menikah tanpa ibuku. Aku masih menghkawatirkan ibuku yang entah ada dimana, Bahkan ia bersama orang lain yang mengaku sebagai suaminya" Sehun berjongkok didepan Kai dan menggenggam tangan nya, ia tahu Kai sangat mengkhawatirkan ibunya tapi haruskan ia bilang jika ibunya sekarang tinggal bersama pamannya yang kejam itu?
"Kau tenang saja, aku secepatnya akan menemukan ibumu. Aku sudah bersumpah padamu sebelumnya bukan?" Kai mengangguk. Sehun akan memeluk gadis itu jika saja Kai tidak mendorong dada nya dan memalingkan muka. Baik, Sehun tahu jika Kai masih belum menerima ia sepenuhnya dan Sehun akan menghargainya. Setidaknya kali ini ia bisa mengalah pada calon istrinya.
"Baiklah sebaiknya sekarang kau tidur, besok kita kembali ke Korea"
"Tidak.. Aku ingin pulang sekarang" Sehun menghela nafas sejenak.
"Baiklah kita pulang sekarang. Aku akan menelpon Jongsuk untuk menjemput kita dengan Jet pribadiku, itu akan lebih cepat membawa kita pulang ke Seoul daripada helikopter"
"Terserah saja yang terpenting aku segera pulang dari negara ini, karena untuk kedua kalinya aku membenci negara Jepang."
"Ya, aku tahu apa yang kau rasakan. Baiklah sekarang berkemaslah dan Kai.." Kai hanya mebalas deheman ringan saat Sehun menyebut nama nya.
"..setelah tiba di Seoul kita akan segera menikah" dan setelah itu Sehun pergi meninggalkan kamar tanpa perduli tatapan Kai yang mendadak merasa tertegun.
.
.
.
22.23 KST
Sehun dan Kai sampai di mansion milik pria itu, disana mereka sudah disambut oleh Woobin, Jongsuk, Changwook dan Hyunwoo.
"Selamat datang tuan dan nona..mari silahkan masuk" Woobin membungkuk hormat disusul ketiga rekan nya pada Sehun dan Kai. Sehun hanya berdehem pelan menanggapi.
"Kami sudah menyiapkan apa yang tuan Sehun minta, jika anda bersedia kita bisa melakukan pernikahan yang tuan Sehun inginkan sekarang juga" Kai yang awal nya tertunduk lesu karena..hell mereka baru saja sampai dan ia sangat capek disuguhkan oleh ucapan yang membuat mata Kai benar-benar melotot tajam menatap Jongsuk yang berujar barusan.
Sehun yang tahu akan perubahan singkat Kai melirik sekilas pada gadis itu lalu menatap keempat bodyguard kepercayaan nya itu intens. Tangan nya mengibas sesaat dan berucap, "Tidak! Kita lakukan pernikahan nya besok saja. Aku tidak mau melihat calon istriku pingsan karena kecapekan pada pernikahan kita nantinya"
Keempat bodyguardnya mengangguk paham dan segera memberi jalan untuk Sehun yang akan berjalan masuk kedalam. Kai hanya memandangi punggung kokoh Sehun dari belakang, ia bersyukur karena Sehun tidak memaksakan kehendaknya kali ini karena Kai bersumpah jika tubuhnya benar-benar terasa remuk terlebih setelah kejadian dimana Sehun menidurinya itu membuat tubuh Kai terasa pegal bahkan ia tidak sempat istirahat karena paginya Kai sibuk mendebat Sehun ingat?
"Nona mari masuk, udara semakin dingin dan anda pasti sudah sangat capek karena perjalanan bukan? Jadi silahkan masuk dan istirahatkan tubuh anda sebelum hari pernikahan anda besok" Ucap Changwook, Kai menghela nafas pelan sebelum akhirnya menyusul Sehun kedalam.
Sesampainya dikamar...
Kai dikejutkan oleh Baekhyun dan Haowen yang menyabutnya dengan gembira karena beberapa hari tidak ada Kai mereka merasa kesepian. Mereka merindukan Kai.
"Selamat datang...dan selamaaaattt" teriak kedua nya lalu berhambur memeluk tubuh Kai. Kai yang merasa terkejut hanya bisa tersenyum, sejenak rasa capek nya hilang melihat sahabat dan calon putra nya itu. Memikirkan jika Haowen akan menjadi anak nya membuat Kai merasa senang dan sedih bersamaan. Senang karena Kai akan menjadi ibu Haowen dan sedih karena ia akan terikat dengan Oh Sehun selamanya tapi entah ini bisa disebut kesedihan atau kebahagiaan karena Kai tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
"Kalian belum tidur? Dan kau Haowen bukankah ini sudah lewat jam tidurmu? Mengapa masih belum tidur? Kenapa eonni tidak mengajak nya tidur? " ujar Kai sambil menyedekapkan tangan nya didepan dada menatap sahabat dan calon putranya seakan meminta penjelasan.
"Kami menunggumu karena kami rindu denganmu Kai. Kai aku senang kau akan jadi ibuku" Haowen memeluk pinggang Kai, gadis itu menatap Haowen dengan mata yang berkaca-kaca dan balas memeluknya sambil mengelus puncak kepala nya sayang. Sejenak mata Kai beralih menatap Baekhyun seakan bertanya 'kalian mengetahuinya?' yang dibalas anggukan oleh Baekhyun, disana terselip senyuman miring dibibir tipis sahabat nya.
"Darimana kau tahu? Apa Woobin yang mengatakannya pada kalian?"
"No..lebih tepatnya aku mendengar pembicaraannya lewat telepon" jawab Haowen. Bocah itu memeluk Kai lagi, ia sungguh senang jika ia akan mendapatkan sosok ibu seperti Kai. Ia sangat menyukai Kai begitupun sebaliknya.
"Baiklah karena aku sudah ada disini sekarang kau tidur ya? Besok kau harus sekolah, aku akan mengantarmu tidur"
"Noooo.. Besok aku akan ikut menyaksikan pernikahan daddy dan kau Kai, aku akan libur untuk besok" ucap Haowen dengan bersemangat, Kai hanya menghela nafas kemudian mengangguk mengiyakan. Ia segera mengantar Haowen ke kamarnya diikuti Baekhyun dibelakangnya.
Sesampainya dikamar, Kai menemani Haowen hingga ia tertidur. Setelahnya Kai kembali kekamarnya, ia menemukan Baekhyun yang sedang duduk didekat jendela kamarnya.
"Eonni tidak tidur? Kau ingin tidur disini?" Baekhyun hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. Kai mendekat menghampirinya.
"Apa yang terjadi selama di Jepang? Kenapa tuan Sehun tiba-tiba ingin menikahimu? Dan apakah kau benar-benar menyetujuinya?" Kai mengangguk dan mulai menjelaskan semuanya dari tentang perjodohan hingga insiden Sehun menidurinya.
"Baiklah jika itu keputusanmu kuharap kalian akan bahagia selamanya. Dan Kai..mungkin ini yang terbaik untukmu, aku tahu kau tidak ah maksudku belum mencintai tuan Sehun tapi percayalah, ia orang yang tepat untuk menjadi suamimu. Dan aku yakin itu"
"Ya..kuharap demikian"
"Baiklah aku akan kembali kekamar. Besok aku harus menyiapkan pernikahan kalian, bahkan Chanyeol juga akan hadir. Kau tahu, tuan Sehun menjadi investor yang baik untuk bisnis cafe milik Chanyeol, bahkan tuan Sehun membantunya membuka beberapa cabang. Kau tahu Kai, tuan Sehun tidak seburuk yang kau kira"
"Ya..aku tahu eonni" dan setelahnya Baekhyun keluar dari kamar Kai meninggalkan gadis itu sendirian dengan perasaan campur aduk.
.
.
.
Keesokan pagi nya...
Mansion milik Sehun pagi ini sangat gaduh, banyak pelayan yang berjalan mondar-mandir menyiapkan persiapan pernikahan Sehun dan Kai pagi ini.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 tepat, Sehun sudah siap dengan setelan tuxedo warna hitam miliknya yang khusus didatangkan dari Prancis. Pria itu mematut dirinya didepan cermin, tiada kata yang bisa menggambarkan betapa tampan dan kerennya Oh Sehun yang banyak dipuja berbagai kalangan wanita itu. Rambut yang berwarna platina itu disisir rapi keatas, dengan alis tebal, bibir tipis beserta hidung mancung menambah nilai plus untuk si pebisnis sukses di Korea itu.
Ia tengah mengancingkan tuxedo nya saat pintu diketuk dari luar. Dan suara Jongsuk yang meminta izin masuk terdengar.
"Masuk.." jawab Sehun tanpa mengalihkan perhatiannya dari cermin.
"Maaf tuan, saya ingin menyampaikan bahwa Nona Kai saat ini masih belum bisa dibangunkan jadi para pelayan menunggunya diluar" lapor Jongsuk kepada Sehun yang tengah menyelesaikan kancing tuxedo di pergelangan tangan nya, ia menatap Jongsuk datar.
"Belum bangun? Baekhyun dimana?"
"Nona Baekhyun masih belum datang, ia dan Park Chanyeol masih mengurus persiapan gereja tempat anda dan nona Kai akan melangsungkan pernikahan"
"Haowen?"
"Tuan muda masih sarapan dibawah"
"Pintu kamar.."
"Dikunci" potong Jongsuk yang mengetahui apa yang akan ditanyakan oleh tuan nya.
"Gadis itu rupanya ingin diberi sedikit kejutan rupanya" gumam Sehun. Jongsuk hanya mengangkat bahu tak mengerti dengan gumaman Sehun, ia mengikuti Sehun saat pria itu memutuskan untuk 'say good morning' pada mempelainya pagi ini.
"Siapkan kunci cadangan" Jongsuk mengangguk dan segera mengambil kunci cadangan.
Sesampainya di depan kamar Kai, Sehun menyuruh pelayan yang menunggu Kai bangun untuk pergi begitupun dengan Jongsuk.
Sehun mulai membuka pintu kamar Kai dengan kunci cadangan yang dibawakan Jongsuk padanya. Setelahnya ia memasuki kamar Kai dan melihat gadis itu masih terlelap dalam tidurnya, sepertinya gadis itu benar-benar kelelahan setelah kepulangan mereka dari Jepang.
Sehun mendudukkan tubuh nya diranjang Kai dan mengelus puncak kepala gadis itu. Kini Sehun sudah benar-benar yakin jika ia memang menyayangi dan mencintai gadis itu, karena hanya menatap wajah nya saja ia sudah merasa tenang dan perasaan nyaman serta ingin melindungi itu muncul hanya jika ia bersama Kai dan Haowen.
Seketika senyum Sehun berubah menjadi seringaian licik, ia ingin membangunkan Kai dengan cara yang romantis meski ia bukanlah pria yang romantis. Setidaknya sebelum ia menemukan Kai, gadis yang sudah mencairkan hati Sehun yang membeku.
"Sayang.. Bangunlah, kau tidak mau melewatkan pernikahan kita hari ini bukan?" bisik Sehun pelan ditelinga kiri Kai, tangannya mengelus puncak kepalanya sayang dan tak lupa kecupan-kecupan ringan ia berikan pada pelipis calon istrinya itu.
Kai yang merasa terusik itupun mulai menggeliat pelan dan membuka mata, selanjutnya yang terjadi adalah Kai yang terperangah menatap sosok pria tampan yang sering Kai bayangkan sebagai pangeran berkuda putihnya.
Kedip..
Kedip..
Barulah Kai sadar jika didepannya itu adalah pria yang saat ini tidak ingin ia temui tapi pria itu jugalah yang akan jadi suaminya.
"K-kau.." Kai buru-buru bangun dan seketika tubuhnya limbung karena tubuhnya masih dalam keadaan tidak siap, beruntung Sehun menangkapnya. Kai mendadak speechless menatap tepat pada bola mata Sehun yang Kai akui sangat indah.
"Sebenarnya aku tidak keberatan jika kau memandangiku sampai kau puas tapi kita saat ini sedang ditunggu. Kau tidak lupa bukan jika kita akan menikah pagi ini?" Kai buru-buru menjauhkan tubuhnya dari Sehun, mendadak pipinya bersemu merah dan ia menjadi gugup ditatapi Sehun sebegitu intens nya apalagi pria itu sangat menawan, benar-benar pria impian Kai dalam imajinasinya. Oh Tuhan sadarlah Kai, ucapnya dalam hati.
"M-maaf aku sangat lelah semalam jadi aku tidak tahu jika semua sedang menungguku"
"Baiklah..segeralah bersiap aku akan memanggil para pelayan yang akan membantumu" sebenarnya Sehun ingin sekali tersenyum didepan Kai saat gadis itu meminta maaf dengan raut wajah gugupnya karena untuk pertama kalinya Kai bersikap lembut padanya dan Sehun sangat senang sampai-sampai ingin memeluk Kai detik itu juga.
Sehun segera beranjak dari ranjang Kai jika saja tangan nya tidak ditarik oleh gadis itu. Sehun menatap Kai bingung atas tindakannya. Menyadari arah pandang Sehun pada tangannya Kai pun segera melepas tangan nya dan menunduk sejenak menyembunyikan raut wajah merona nya. Sumpah demi Baekhyun yang cerewet saat ini jantungnya tidak bisa berhenti berdetak dengan cepat ketika bersama Sehun karena hell pria itu hot sekali, berbeda dengan Sehun yan biasanya, Sehun yang arogan dan mengundang siapapun untuk meninju wajah menyebalkannya.
"Ya?"
"A-em itu..jika kau tidak keberatan.." Kai menghela nafas berat, haruskan ia menanyakan ini pada Sehun? Ia takut akan menyakiti perasaan Sehun.
"Apa?" ucapan datar Sehun membuat Kai semakin tak enak hati untuk mengutarakan pertanyaan yang selama ini berputar dikepala nya.
"Katakanlah Kai..sesungguhnya tidak akan ada rahasia lagi diantara kita jika kita akan menjadi suami istri" Kai menatap Sehun takjub, kenapa pria didepannya itu tiba-tiba menjadi bijak? Dia benar-benar Oh Sehun bukan?
"Kau Oh Sehun kan?" ucap Kai spontan, Sehun terkikik geli menatap raut wajah Kai.
"Tentu? Jadi apa ini yang ingin kau tanyakan dear?" bisik Sehun, wajahnya mulai mendekat pada Kai. Gadis itu gelagapan dan sedikit memundurkan wajah nya.
"B-bukan! Aku..aku hanya ingin menanyakan satu hal yang selama ini mengganjal dalam benakku. Kau bilang tidak akan ada rahasia diantara kita selama kita menjadi suami istri bukan?" Sehun mengangguk membenarkan pertanyaan Kai, senyum nya masih mengembang menatap Kai. Melihat Sehun masih menunjukkan raut wajah tenang disertai senyuman itupun membuat Kai melanjutkan pertanyaan nya.
"Kita akan menjadi suami istri dan kuharap kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku, sebelum itu aku ingin kau memberitahuku perihal kematian istrimu" ucap Kai pelan diakhir kalimat. Ia menatap Sehun takut-takut dan benar saja wajah pria didepannya tiba-tiba menegang dan berubah murung. Senyum yang tersemat dibibirnya seketika lenyap, jika seperti ini Sehun tak jauh beda dengan orang yang mengidap penyakit alter ego.
"Kau benar-benar pintar dalam merusak moodku, kita bicarakan ini nanti" geram Sehun, ia beranjak dari tempatnya dan berdiri menatap tajam Kai.
"Tidak Sehun, aku hanya ingin tahu kebenarannya! Istrimu bunuh diri, kematiannya tidak wajar, kenapa kau menyembunyikannya dariku? Kau bilang tidak akan ada rahasia diantara kita, tapi kenapa kau menghindarinya, aku akan jadi istrimu jadi setidaknya kau tidak keberatan menceritakannya padaku kecuali.."
"Apa?"
"Kecuali jika istrimu meninggal karena kau, maka dari itu kau tidak mau memberitahuku karena kau takut aku semakin membencimu" ucapan Kai benar-benar telak mengenai hatinya.
"Ya..kau benar semua yang kau katakan benar Kai, penyebab ia bunuh diri adalah aku kau puas?" Kai menganga tak percaya dengan apa yang Sehun barusan bicarakan, ia menutup mulut nya tak percaya dan setitik air mata menetes membasahi pipinya.
"Kenapa? Kenapa bisa? Kau monster!"
"Tidak!" Sehun mengerang rendah, tiba-tiba kepala nya berdenyut sakit. Memori itu kembali terulang, ia sangat membenci hari dimana dirinyalah penyebab sang istri bunuh diri. Tapi ia tidak sepenuhnya bersalah, justru ialah pihak yang tersakiti. Susah payah ia mengubur dalam-dalam ingatan itu tapi Kai berhasil membuat ingatan itu muncul kepermukaan dan membuat Sehun hancur untuk kedua kalinya.
"S-sehun..!" Kai memegangi pundak Sehun saat pria itu mengerang kesakitan, apa yang terjadi? Kai merasa ada yang tidak beres, apa ini karenanya?
"Sehun..kau tidak apa-apa?" Kai berujar panik, ia sungguh menyesal kali ini karena ia sadar mungkin Sehun mengalami masa sulit waktu itu dan mungkin ada alasan lain pria itu tidak ingin menceritakan masa lalu nya perihal kematian sang istri.
"Sehun.. Maafkan aku.." Kai terisak pelan membawa kepala Sehun pada pelukannya dan menenangkan pria itu. Sehun mulai merasa tenang, kepalanya tidak sesakit tadi. Dari posisinya ia sadar jika Kai menangis, ya gadis itu menangisinya. Sehun beranjak dari pelukan Kai dan menatap wajah manis milik Kai.
"Jangan menangis please.." Sehun menghapus air mata Kai dan menangkup wajah Kai.
"Aku berjanji akan menceritakan semuanya padamu tapi tidak saat ini, percayalah aku bukan monster. Aku tidak seburuk yang kau pikirkan Kai" dan setelahnya satu kecupan Sehun layangkan pada bibir tebal Kai. Kecupan yang singkat tapi membuat keduanya merasa tenang. Kai mengangguk dan membiarkan Sehun meninggalkan dirinya untuk bersiap.
.
.
Inilah saat yang paling ditunggu oleh Haowen, Baekhyun, Chanyeol dan keempat bodyguard Sehun yaitu pernikahan sang pengusaha terkaya di Korea dengan gadis biasa yang tak sengaja ditemuinya di Jepang dengan insiden yang tidak mengenakkan.
Sehun berdiri di depan altar, didepannya sudah ada pendeta dan beberapa tamu undangan yang hadir hanya kolega bisnis Sehun mengingat Sehun dan Kai tidak memiliki keluaga lain selain orang tua mereka yang sudah tiada kecuali ibu Kai yang tengah menghilang dan jangan lupakan jika paman Sehun bersamanya. Sehun cukup waras untuk tidak memberitahu ataupun mengundang paman brengsek nya itu untuk datang ke pernikahannya.
Sang mempelai wanita memasuki gereja dan berdiri disamping Sehun dengan balutan gaun pengantin yang sangat indah dan panjang berwarna putih dengan belahan dada yang ehem sedikit menyembul -tipe favorite Sehun- karena menurut Sehun Kai itu indah jadi sangat sayang jika Kai hanya memakai gaun yang sederhana.
Dan tak berselang lama janji suci pun terucap dan riuh tepuk tangan tamu undangan beserta teman dekat terdengar menggema saat Sehun diperbolehkan mencium pasangannya setelah sebelum nya menyematkan cincin pernikahan mereka. Disana bahkan ada Mr. Jackson dan putrinya Alexa, ada pula Justin yang sedikit tersenyum masam pasalnya ia sudah jatuh hati pada Kai saat pertemuan pertama mereka.
Haowen tersenyum bahagia melihat daddy dan mommy barunya, akhirnya ia memiliki keluarga yang lengkap. Ia tidak akan diejek lagi karena tidak mempunyai ibu.
Baekhyun dan Chanyeol saling berpelukan ah lebih tepatnya Chanyeol yang merangkul tubuh Baekhyun kala wanita itu menangis haru melihat sahabat nya menikah dan ehem perlu kalian ketahui bahwa kedua orang ini sudah menjadi sepasang kekasih dan Baekhyun lupa memberitahu pada Kai.
Sehun menyudahi ciumannya dan menatap Kai intens, ia dapat melihat rona merah dikedua pipi Kai bahkan gadis itu sedikit mengusap lelehan saliva entah milik siapa disudut bibirnya. Benar-benar Oh Sehun ini tidak tahu tempat jika melakukan sesuatu yang 'iya-iya' pada wanita yang kini sudah resmi menjadi istri nya.
"Aku mencintaimu" ucap Sehun. Kai diam ia hanya balas tersenyum, Sehun memaklumi jika Kai masih belum sepenuhnya menaruh hati padanya tapi setelah ikrar janji suci tadi terucap Sehun bersumpah jika ia akan membuat Kai takhluk dan menyerahkan seluruh cinta dan hatinya hanya untuk Sehun seorang.
Sehun baru akan mencium Kai lagi jika saja Haowen tidak berlari kearah mereka dan memeluk pinggang Kai erat dan menangis disana.
"Hei mengapa kau menangis?" tanya Kai sambil berjongkok menyamai tinggi badan Haowen dan mengusap lelehan air mata pada wajah memerah Haowen. Bocah itu tidak menjawab malah memeluk tubuh Kai erat dan menangis dipundaknya.
"Aku hanya senang karena akhirnya aku mempunyai ibu" tutur Haowen yang sukses membuat Kai menitihkan air mata haru.
"Kai ah maksudku mom bisakah kau menggendongku?" tanya Haowen saat bocah itu sudah tak menangis lagi. Kai mengangguk tersenyum dan menggendong tubuh Haowen yang tidak bisa dikatakan ringan. Sehun melotot menatap Haowen.
"Haowen apa yang kau lakukan.? Cepat turun! "
"Aniyoo..aku ingin digendong mom"
"Biarkan saja Sehun" bisik Kai pelan.
"Kau nanti akan kelelahan sebelum acara resepsi pernikahan kita" Kai menggeleng pelan dan membawa Haowen duduk.
Resepsi pernikahan Sehun dan Kai digelar dibelakang gereja yang luas dengan tema gardening. Meja dan kursi serta jamuan ditata sedemikian rupa, disana juga terdapat kumpulan pemain musik klasik yang menambah kesan romantis.
Sehun meninggalkan Kai dan Haowen untuk menemui kolega bisnis nya. Ia sangat sebal dengan bocah satu itu, pasalnya putra semata wayang nya itu menempel terus dengan ibu barunya padahal Sehun ingin berduaan dengan Kai.
Selama Haowen bersama Kai bocah itu sangat manja dan rewel, kemana-mana digendong, makan disuapin, sampai duduk pun harus dipangku. Meski Kai sedikit kesusahan apalagi dengan gaun pengantin yang panjang tapi ia tetap menemani Haowen karena Kai tahu apa yang dirasakan Haowen.
"Apa dia tidur?" Sehun kembali ke meja dimana Kai dan Haowen berada. Ia melihat putranya sudah tertidur dibahu Kai, Sehun berniat mengambil Haowen untuk digendong tapi bocah itu terus memeluk leher Kai.
"Aishh bocah ini, sini biar kugendong. Aku akan menyuruh Woobin untuk menemaninya pulang"
"Tidak usah Sehun, acaranya kan belum selesai. Kasihan Haowen jika harus pulang sekarang dia akan mencarimu nanti"
"Tapi kau sudah kelelahan!" akhirnya Kai menuruti perkataan Sehun. Ia membiarkan Sehun menggendong Haowen yang tertidur dan memutuskan untuk menggendongnya sampai acara selesai.
"Terima kasih Sehun" ujar Kai saat pria itu menyodorkan minuman kepada Kai yang langsung tandas isi nya karena Kai benar-benar kehausan pasalnya ia tidak sempat minum karena Haowen tertidur dipundak nya.
"Ck Sehun..Sehun..dan Sehun..aku ini suamimu setidaknya panggil aku yeobo, suamiku atau sayang" Kai melotot horor menatap Sehun lewat ekor matanya.
"Jangan memaksa!" geram Kai yang hanya dibalas kekehan ringan dari pria itu.
Setidaknya mereka bisa bercanda dan melupakan sebentar tentang masalah pernikahan mereka yang tidak dilandasi cinta ah atau lebih tepatnya hanya Sehunlah yang merasakan.
.
.
.
.
.
To Be Continue... Gaesss
Lama yaaaaa maaf ya..saya memutuskan untuk mengetik ceritanya sampai habis baru saya post karena takut nya malah gak kelar2 dan nge gantung apalagi saya super sibuk hehehe.. Dan maaf kualitas menulis nya menurun karena yah kalian tahu sendiri lah kalau udah jarang nulis malah lebih sering baca nya aja hehe.
Udah deh cuap-cuap nya.. Semoga masih ada yg nunggu ff ini dan mau me review lagi amiiinn...
Bye.. See you at next chapter...
Next chap nc gaess dan bakal banyak nc kayak nya karena saya lagi bernafsu eits bernafsu untuk menulis maksud nya yap menulis nc maksudnya hahahaha
Bye bye. .
Review yang banyak okeh biar saya semanagat! :-D
Yang mau temenan sama saya (ngarep) add line aja (ridail369) gomawo :-)
