SUPER PSYCHO LOVE 12

previous chap..

Sehun segera pergi meninggalkan haowen menuju kamar nya, disana ia menemukan Kai yang tengah bersiap memasuki kamar mandi dengan tubuh lunglai yang dibalut bathrobe.

"Mandi bersama hum" Sehun menyeringai sambil mendekap bahu Kai disampingnya.

"Tidak..!"

"Kalau begitu aku mandi duluan" Sehun berlari memasuki kamar mandi mendahului Kai.

"Yak! Sehun aku ingin mandi!" Sehun membuka sedikit pintu kamar mandi lalu menyembulkan kepala nya disana.

"Aku juga..kau tahu kan kalau dari kemarin aku tidak mandi, dan sekarang Haowen menungguku untuk memasak bersama" Kai menghela nafas pelan, kalau mendengar nama Haowen disebut mau tidak mau ia harus mengalah.

"Hm baiklah tapi cepatlah" Kai berbalik memunggungi Sehun bermaksud untuk menunggunya di sofa tapi Sehun menarik sebelah tangan nya.

"Apalagi?"

"Mandi bersama saja!" Sehun segera menggeret tubuh Kai memasuki kamar mandi. Dan mereka pun mandi bersama, ya mandi dalam artian sebenarnya, memang kalian memikirkan apa? Ugh ok Sehun memang sedikit menggoda Kai didalam dengan ciuman dan um sedikit cumbuan tapi tidak sampai kebagian inti karena Kai sudah lebih dulu meninggalkan Sehun dengan satu tinjuan diperutnya. Rasakan! Batin Kai.

.

.

.

Sore hari nya Kai dan Sehun menepati janji untuk mengajak Haowen jalan-jalan. Mereka memutuskan pergi ke mall saja untuk mencari keperluan musim dingin, apalagi sebentar lagi adalah natal.

Mereka kini tengah menemani Haowen yang tengah asyik bermain di Kids Zone. Tempat bermain nya anak-anak seusia Haowen.

"Haowen bahagia sekali, baru kali ini aku melihatnya tertawa lepas seperti itu" gumam Sehun, Kai yang berada disamping nya menoleh dan tersenyum.

"Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu"

"Ya..kau benar, tapi sekarang ada kau disini. Aku berencana untuk mendaftarkan Haowen kesekolah, selama ini ia harus home schooling karena tidak ada yang menjaga nya. Aku terlalu takut memperkerjakan baby sitter untuknya" Kai bergumam sebelum akhirnya berkomentar.

"Kau mulai jadi ayah yang baik rupanya"

"Itu karena kau.." senyum Kai seketika berubah jadi masam. Apakah Sehun benar-benar serius dengan ucapannya atau hanya bermaksud menggoda nya. Ya Kai akui jika berkali-kali Sehun sudah mengutarakan perasaan nya tapi hati nya masih sulit untuk menerima pria itu meskipun mereka sudah tidur bersama dan menjadi suami istri.

Kai terdiam, ia tidak sadar jika Sehun kini mendekatkan wajahnya untuk mengecup kilas bibir plum itu.

Cup..

Tuh kan, Kai membelalak kaget dan barulah sadar atas tindakan Sehun pada bibirnya. Niat nya ingin memprotes tapi pria itu menjauh untuk menerima telepon yang masuk di ponsel nya. Alhasil ia hanya menggerutu tidak jelas. Oh ya mereka ke mall hanya bertiga by the way. Tanpa ada bodyguard satupun, karena Sehun berfikir ini adalah family time untuk nya jadi ia hanya perlu bersenang-senang dengan istri dan putra nya saja.

Kai sedang asyik mengawasi Haowen yang kini bermain trampolin, mata nya tak sengaja menatap pria yang memakai masker dan topi tengah memainkan ponselnya dan sesuatu terjatuh dari saku belakang celana nya.

"Eoh?" Kai memungut sesuatu itu yang ternyata adalah dompet. Kai berjalan kearah pemuda tersebut dan segera memanggil sang pemilik dompet.

"Permisi tuan..anda menjatuhkan dompet anda" kata Kai sambil menjulurkan dompet tersebut pada pemilik nya.

Sang pemilik dompet sempat terkejut menatap Kai tapi tak lama kemudia ia menerima dompet yang disodorkan Kai.

"G-gamsahamnida agasshi.." Ujar nya, Kai mendongak menatap sang pemilik dompet. Wajah nya tidak begitu terlihat karena terhalang topi dan masker.

"Ne..lain kali berhati-hatilah" sang pemuda tersebut hanya diam menatap Kai.

"Kai..!" panggil suara yang sangat familiar ditelinga nya, ya itu Sehun yang berjalan kearah nya.

"Kalau begitu saya permisi dulu..sekali lagi terima kasih" pemuda itu membungkuk sekilas sebelum membenarkan topi dan berlalu pergi.

"Kau berbicara dengan siapa?"

"Ah tidak..itu tadi aku menemukan dompet pemuda itu yang terjatuh"

"Oh.."

"Emm tapi-"

"Tapi apa?"

"Ah tidak..tidak apa-apa"

"Dasar kau ini..ayo kembali, Haowen bisa ngambek kalau dia tidak menemukan kita disana" Kai hanya bergumam menanggapi dan membiarkan Sehun menggandeng tangan nya menuju tempat Haowen bermain.

"Darimana saja sih kalian? Kalian meninggalkanku?"

"Maaf sayang..mommy tidak sengaja meninggalkan Haowen tadi, tadi ada paman yang kehilangan dompet jadi mom mengembalikannya dulu. Maafkan mom ya?"

"Baiklah mom aku maafkan tapi gendong aku..aku lapar sekali"

"Haowen kau ini manja sekali, mommy mu itu sedang tidak enak badan. Sini biar dad saja yang gendong" Haowen cemberut tapi ia menuruti kata daddy nya. Mereka pun berjalan menuju area food court untuk memesan makanan. Kai menoleh sejenak menatap kebelakang, kenapa perasaan nya tiba-tiba aneh ya apalagi ketika bertemu pria tadi, jujur saja saat ia menatap dahi, mata dan alis pria itu ia seakan menatap copyan wajah Sehun tapi mungkin hanya firasatnya saja.

"Moooomm.. Ayooo.." panggil Haowen saat tidak mendapati mommy nya berjalan disamping mereka. Kai segera menyusul suami dan putranya dan mengabaikan jika pemuda yang ia bicarakan tadi ternyata masih disana tengah menatap keluarga kecil tersebut dari balik etalase.

'Aku menemukan kalian' batin nya.

.

.

.

Hari dimana Haowen mulai bersekolah telah tiba, kini Kai tengah mengantarkan putra nya itu di sebuah sekolah dasar yang terkenal elit di kawasan Gangnam.

Bocah berusia 7 tahun yang akan beranjak 8 bulan depan itu masih enggan melepaskan pelukan nya pada sang mommy. Sehun sang daddy pun menatap putra nya jengah, pasal nya semenjak ia menikah dengan Kai bocah itu semakin manja saja, kemana-mana harus ada mommy, makan bareng mommy, bahkan tidurpun ingin ditemani mommy alhasil Sehun gagal meniduri Kai semalam dan membuat junior nya merana tanpa belaian sang istri -what the Oh Sehun.

"Ayolah Haowen cepat masuk dan biarkan daddy dan mom pulang, nanti pulang sekolah pasti kita akan menjemputmu, kau kan sudah besar untuk bisa ditinggal lagipula kau sudah bukan anak TK lagi" Sehun membujuk Haowen yang masih memeluk pinggang sang mommy erat.

"No! Aku ingin ditemani mommy"

"Haowen! Kau ini-" Ucapan Sehun terpotong saat mendapatkan death glare dari sang istri.

"Bisa tidak kau pelankan suaramu, ini hari pertamanya masuk kesekolah setelah beberapa tahun home schooling wajar jika dia takut maupun canggung. Selama ini dia hanya dirumah dan hanya dekat denganmu. Biarkan aku menemani nya"

"Terserah, tapi aku tidak mau" Sehun memalingkan muka dan beranjak memasuki mobil nya.

"Kau bisa pergi" Sehun menatap Kai tak percaya, istrinya lebih memilih menemani Haowen berjam-jam dibandingkan menghabiskan waktu bersama nya yang jarang ada waktu luang seperti sekarang?

Sehun menatap sebal putra nya yang tengah menjulurkan lidah pada nya pertanda ialah sang pemenang dalam memperebutkan waktu bersama Kai.

"T-tapi..aku ingin bersama denganmu. Kau isriku.. Kita juga baru saja menikah tidak bisakah kita menghabiskan waktu bersama? Kau tahu bukan aku ini orang sibuk dan sekalinya ada waktu luang kau malah lebih memilih menemani Haowen" protes Sehun, Kai menghela nafas pelan.

Hello disini yang anak kecil siapa orang dewasa siapa? Kenapa sang perfeksionis seperti Oh Sehun bertingkah kekanakan?

"Aku juga ibu Haowen sekarang Sehun, dia putramu. Tidak bisakah kau mengalah? Toh kita bisa menunggu Haowen bersama-sama? Bukankah itu sudah menjadi waktu kebersamaan kita? Sudahlah berhenti menjadi childish" Ucap Kai dan berlalu pergi menemani Haowen masuk kedalam dan mencari kelas nya, meninggalkan Sehun yang marah-marah sambil mengacak rambutnya kesal.

.

.

.

Tidak terasa jika satu minggu telah berlalu semenjak Haowen masuk sekolah. Bocah itu sudah tidak malu lagi bahkan ia sudah memiliki banyak teman yang baik padanya. Haowen juga sering bercerita bahwa guru-gurunya suka sekali dengan Haowen karena Haowen anak yang pandai, rajin dan tampan katanya.

Tak jarang pula teman-teman Haowen bermain kerumah Haowen untuk melihat anjing-anjing peliharaan putra nya itu sehingga kini mansion yang jarang dijamah oleh orang luar kini menjadi ramai karena teman-teman Haowen. Kai dan Sehun tidak merasa keberatan sama sekali, justru mereka senang jika Haowen kini semakin sering tertawa karena Haowen sudah tidak merasa kesepian lagi, dan terkadang Sehun merasa bersalah karena tidak membiarkan Haowen bersekolah dulu, tapi jangan salahkan Sehun juga karena keadaan lah yang memaksanya.

Kai tengah sibuk menatap Haowen dan kelima teman nya yang sedang asyik bermain dengan anjing jenis Siberian Husky dan Alaskan Malamut milik putra nya dibelakang taman sebelum dirinya dikejutkan oleh dekapan seseorang dibelakangnya.

"Apa kau hamil?" Kai terkejut dan menoleh untuk menatap Sehun tanpa melepaskan pelukan suaminya itu.

"Kenapa tiba-tiba bertanya itu? Lepaskan..banyak anak-anak disini. Apa kau tidak malu hah?" Kai berusaha melepas dekapan Sehun tapi pria itu justru mengeratkan pelukan nya.

"Jawab pertanyaanku" Kai berdecak kesal dan menatap Sehun sebal.

"Aniyo..aku tidak hamil. Sekarang lepaskan" Sehun cemberut dan melepaskan dekapan nya.

"Kenapa kau ini?"

"Tidak..hanya saja melihat Haowen tertawa bersama teman nya membuatku merasa bersalah karena diusia Haowen sekarang seharusnya ia punya adik" Kai terdiam mendengar ucapan Sehun.

"Tidak kah kau ingin memberikan 3 adik untuk nya?"

"Apa! T-tiga? Kenapa tidak kau saja yang hamil!" Sehun tertawa mendengar jawaban Kai, sepertinya ia berhasil membuat sang istri kesal.

Satu bulan pernikahan mereka membuat kedua nya lebih akrab meski terkadang Kai merasa kesal atas sikap dan kemesuman Sehun tapi diluar itu ia merasa senang karena Sehun memang suami yang bisa diandalkan. Ia bisa mempercayakan hidupnya pada pria itu.

"Terima kasih Kai" Sehun tersenyum dan merangkul sang istri mesra dan mencium kening nya sayang.

"Hmm untuk?"

"Semuanya" Kai tersenyum dan balas memeluk pinggang Sehun.

"Ya! Daddy dan Mommy kenapa mesra-mesraan saja. Kemarilah..kita bermain bersama!" teriak Haowen dari kejauhan, dibelakang nya teman-teman Haowen tertawa cekikikan melihat sikap Haowen yang cemburu pada daddy nya yang bermesraan dengan sang mommy. Ckckck anak jaman sekarang sudah tahu cinta cintaan.

.

.

.

21.58 KST

Jam tidur Haowen telah lewat. Setelah bocah itu terlelap Kai yang biasa menemani Haowen tertidur itupun meninggalkan kamar sang anak dan segera beranjak menuju kamarnya dan Sehun, tapi saat memasuki kamar ia tidak mendapati Sehun ia justru mendapati kamarnya gelap gulita.

"S-Sehun..kau dimana? Apa kau sudah tidur? Kenapa gelap sekali disini?" Kai meraba-raa sakelar tapi tak kunjung ia temukan. Ia semakin terkejut saat pintu kamar nya tiba-tiba tertutup dan membuat kamar nya benar-benar gelap dan satu-satunya cahaya disitu hanyalah cahaya rembulan dibalik gorden kamarnya.

"Sehun itu pasti kau kan? Cepat keluar dari persembunyianmu dan hidupkan lampunya!" suara Kai mulai meninggi. Oke harus kalian ketahui jika Kai sedikit phobia akan ruangan gelap, karena itu hanya akan mengingatkan nya akan kenangan buruk.

Kai mulai geram, ia mengambil ponsel disakunya dan menghidupkan menu senter untuk mencari tombol lampu. Saat akan berjalan kakinya tak sengaja membentur pinggiran sofa dan alhasil ia merintih kesakitan, air matanya pun mulai tumpah. Ia benci dengan lelucon Sehun ini, ia segera berdiri dan mencari tombol lampu, ketika ia menemukan nya tiba-tiba bahunya ditepuk dari belakang dan dengan reflek ia menjatuhkan ponsel nya karena kaget.

"Sehun! Cukup hentikan!" dengan sedikit terisak ia menoleh kekanan dan kekiri tapi ia tak menemukan siapapun. Iapun mengambil ponsel nya yang terjatuh dan menghidupkan kembali senternya tapi sialnya batre ponsel nya habis.

"Ayolah Sehun ini tidak lucu, mari kita hentikan, aku sungguh lelah" Kai yang mulai frustasi itupun menjatuhkan diri dilantai.

"Jika aku tidak ingin berhenti bagaimana?" bisikan pelan terdengar dari belakang disertai hembusan nafas yang menerpa tengkuk lehernya.

"Se-hhmmpp" baru saja Kai mau menoleh dan memukul habis-habisan Sehun tapi mulutnya sudah dibungkam duluan dengan benda kenyal nan lembut yang berada dibibirnya.

"Kau menangis?" setelah selesai mencium Kai Sehun menangkup kedua pipinya dan menemukan jejak basah dipipi sang istri, sedikit banyak ia merasa menyesal karena ulah nya Kai jadi menangis.

"Maaf tapi aku harus melakukan ini"

"Tap-" belum sempat Kai melanjutkan ucapan nya tiba-tiba tubuhnya didorong kebelakang hingga menyentuh karpet tebal yang menghiasi lantai kamar mereka.

"Mari habiskan malam ini dengan sangat romantis, aku ingin kita bercinta dengan suasana gelap ini" bisikan Sehun membuat tubuh Kai memanas. Ia merasa terbakar hanya karena suara husky milik sang suami.

"Dasar mesum sialan" umpat Kai sambil memeluk leher Sehun yang sedari tadi mengecupi lehernya, benar-benar ucapan yang tidak singkron dengan perbuatan nya.

"Jangan takut sayang..aku cukup tahu kau membenci ruangan gelap tapi ada aku disini jadi kau akan aman bersamaku" bisik Sehun, bibirnya mulai menelusuri dagu hingga leher istrinya.

Perlahan tangan Sehun mulai bergerak melepas seluruh pakaian Kai hingga tersisa bra dan underwear nya.

Tangan Kai meraba-raba dada bidang Sehun serta pundaknya saat bibir dan lidah Sehun mulai menginvasi seluruh lehernya dengan memberi tanda disana.

"Kau pasti sudah merencanakan ini dari awal" ucapan Kai membuat kegiatan menandai leher sang istri terhenti. Mata Sehun berkilat tajam dengan seringaian yang menampakkan gigi taring nya.

Seketika jantung Kai berdetak kencang, ia terpesona dengan paras tampan sang suami. Tubuh Sehun yang membelakangi cahaya rembulan membuat paras tampan nya berlipat-lipat mengagumkan dengan seringai dibibir tipisnya. Sehun layak nya seorang vampir yang siap menerkam mangsanya, begitu liar dan penuh gairah.

"Kau tahu dengan baik diriku love" hampir saja Kai terpesona untuk kedua kalinya jika ia tidak melihat senyuman licik dibibir Sehun. Pria itu benar-benar haus akan sex ketika menatap tubuhnya. Terbukti hampir tiap malam mereka bergulat diranjang tapi khusus kali ini Sehun benar-benar Swag!

"Hm yeah, terbukti dari semua pakaian yang kau tanggalkan dan hanya menyisakan boxer tipismu ini" Kai menepuk pelan pinggang Sehun dan membuat pria itu tertawa pelan.

"Baiklah kau memang tahu apa yang aku inginkan" setelah menyudahi perbincangan Sehun segera menyerang bibir plum sang istri untuk diajak nya bergulat.

Suara kecipak dua bibir yang tengah beradu terdengar diseluruh penjuru kamar tersebut bahkan erangan-erangan kecil Kai yang menikmati kegiatan intim mereka menambah kesan panas dan seksi pada diri istrinya itu. Ah Sehun rasanya tidak sabar untuk menuju inti dari permainan mereka.

"Kau benar-benar mempesona love" ucap Sehun disela kuluman nya pada dada sang istri yang sudah naked sepenuhnya.

"Of Course" Sehun menyeringai, menciumi seluruh tubuh Kai dengan penuh semangat. Leher, dagu, dada hingga pundak dan lengan tidak luput dari invasi bibir Sehun.

Tubuh keduanya sudah mulai berkeringat dan panas. Dan tanpa sengaja kaki kanan Kai yang berada di selangkangan Sehun terangkat menyentuh kejantanan suaminya yang tengah tegang hebat saat Sehun mengulum intens puncak dada nya.

"Eng Kai.." erangan Sehun terdengar ketika Kai semakin menggodanya dengan menggesekkan lututnya pada kejantanan Sehun. Kai tersenyum geli dan menghentikan aksinya saat tangan-tangan Sehun berbalik menggoda kewanitaan nya yang sudah sangat basah.

"Anh.." Kai tidak bisa berkata-kata, hanya desahan nya saja yang mewakili bahwa wanita itu menikmati jari-jari panjang Sehun yang menggoda nya.

"Sudah cukup, aku sudah tidak tahan" Sehun menghentikan kegiatan mencumbu dada dan kewanitaan sang istri lalu mengangkat bridal tubuh telanjangnya dan menghempaskan tubuh mereka keatas ranjang.

"Aku tidak ingin bercinta dibawah karena besok pagi aku masih ada meeting penting, aku tidak mau tubuhku pegal-pegal nantinya"

"Terserah" balas Kai cuek. Ia sependapat dengan Sehun sebenarnya tapi ia malas untuk mengungkapkan.

Tanpa aba-aba lagi Sehun segera melepas boxer dan membuangnya kebawah ranjang. Sehun sudah mempersiapkan kejantanannya pada lubang kewanitaan Kai dan memasukkan nya secara perlahan.

"Kau selalu terburu-buru" komentar Kai saat Sehun sudah mulai menggerakkan kesejatian nya dengan gerakan brutal. Sehun memang selalu bermain terburu-buru meski Kai sering memperingatkan nya tapi ia memaklumi. Baginya Sehun tidak menyakitinya itu sudah cukup.

Sehun itu sungguh hebat di ranjang dan paling pintar membuat Kai terpesona. Ia sering diperlakukan seperti ratu ketika mereka bercinta contoh nya seperti jika Kai capek ia rela mengalah meski kejantanan nya masih menegang hebat, terkadang juga ia memperlakukan tubuh Kai dengan sangat pelan dan romantis. Ia tahu jika Sehun pria yang memiliki hormon yang mudah meledak-ledak dan tidak dapat dicegah tapi berbeda jika itu bersama Kai, ia bisa menahan sedikit hasarat nya untuk meniduri Kai hingga pagi ah tidak siang hari. Baginya kenyamanan Kai adalah prioritas bercinta nya.

"Ada apa?" tiba-tiba Sehun memelankan gerakan nya pada tubuh Kai. Wanita itu menatap wajah Sehun yang sedang berfikir.

"Ah tidak hanya saja.." Kai mengernyit bingung. Permainan mereka terhenti sejenak, Kai menangkup wajah Sehun dan mengecup sekilas bibir suami nya berharap dapat menghilangkan pikiran Sehun yang sepertinya sedang berkecamuk.

"Ada apa Sehun? Kau menakutiku, apa kita hentikan saja?" Sehun mencegah tubuh Kai yang akan bangun dengan menahan pundak nya lalu mendorong tubuh mereka untuk berbaring kembali. Selanjutnya tindakan Sehun yang tengah menidurkan kepala nya pada dada Kai membuat wanita itu kebingungan.

"Sehun.." merasa tidak ada jawaban dari Sehun membuat Kai sedikit cemas, ia membiarkan Sehun menidurkan kepalanya didadanya tanpa melepas penyatuan mereka. Kai memeluk leher Sehun dan mengelus kepalanya sayang.

"Kau hamil?" Kai menunduk untuk melihat wajah Sehun yang tengah menatap nya intens. Kai menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan tiba-tiba Sehun. Ia jadi berfikir apa ini yang mengganggu Sehun? Sebegitu inginnya kah Sehun agar Kai hamil?

"Kenapa Sehun? Apa kau kecewa karena aku be-hmmpp" uacapan Kai yang sarat akan kesedihan itupun terhenti dengan kecupan yang dilayangkan Sehun.

"Maafkan aku, tidak seharusnya aku bersikap seperti ini, tapi aku-ah tidak lupakan. Maaf telah membuatmu cemas" Sehun menangkup wajah Kai dan menciumi pipi dan dahi sang istri.

Kai mengangguk dan memeluk punggung Sehun. Mereka memutuskan untuk melanjutkan kegiatan bercinta mereka, tapi kali ini Sehun melakukan nya sangat pelan dan hati-hati hingga Kai merasa jika Sehun saat ini mungkin tengah kecewa. Bukan seperti Sehun yang biasa nya, Kai jadi tidak enak hati.

Kegiatan mereka berhenti pukul 12 tepat, Sehun menyudahinya dengan dua kali klimaks. Sikap Sehun seperti ini membuat Kai jadi kecewa, kecewa bukan dalam artian karena melakukan hubungan intim hanya sebentar tapi karena malam bercinta mereka yang romantis dan erotic itu berubah menjadi canggung.

"-ai..Kai..Kai"

Cup..

Kai tersadar dari lamunan nya saat Sehun mengecup singkat dahi nya, seketika ia menoleh menatap wajah Sehun yang khawatir memandanginya.

"N-ne?"

"Apa aku membuatmu merasa tidak nyaman?" Kai menggeleng dan beringsut untuk merapatkan tubuh telanjang mereka dibalik selimut.

"Maaf aku tidak bermaksud membuatmu terbebani dengan pertanyaanku tadi, hanya saja ada sesuatu yang aneh. Maafkan aku love, aku benar-benar pria yang buruk" Sekali lagi Kai menggeleng dan memeluk erat punggung Sehun yang dibalas Sehun dengan tak kalah erat nya.

"Maaf.." bisik nya pelan ditelinga Kai. Kai mengangguk dan membenamkan wajah nya pada dada bidang sang suami.

Sehun menarik wajah Kai dan membawanya pada ciuman mesra tanpa ada nafsu didalam nya. Setetes air mata jatuh dari sudut mata Kai tanpa Sehun ketahui.

.

.

.

"Apa kau tidak bisa tidur?" tanya Sehun saat dirinya merasa bahwa Kai juga tidak bisa tidur setelah kejadian tadi.

Kai mengangguk pelan, kepala Kai yang berada di dada nya membuat Sehun sedikit geli karena rambut Kai mengenai dada nya.

Sehun menarik wajah Kai dan seketika ia terkejut saat mendapati pipi Kai basah oleh air mata.

"Astaga sayang kau menangis? Kenapa? Apa ini karena aku?" Kai mengangguk dan semakin terisak. Sehun kelabakan dan memeluk Kai lagi lalu menciumi pipi istrinya sambil menggumamkan kata maaf.

"Berhenti minta maaf Sehun, aku tidak apa-apa" kata Kai, tangan nya mendorong pelan dada Sehun untuk menciptakan jarak antara mereka, bukan jarak yang jauh hanya 30 senti saja.

"Kau pasti kecewa padaku" ucap Sehun saat Kai mulai tenang.

"Bukan hanya kecewa tapi merasa tidak bisa diandalkan"

"Tidak..Tidak..kau tidak seperti itu love. Maaf pasti kau sangat terganggu dengan sikapku tadi aku hanya-hanya-" Sehun menghela nafas, sebenarnya ia tadi tidak bermaksud seperti itu ia hanya merasa ada yang aneh pada Kai tapi ia ragu mengatakan nya.

"Maafkan aku..aku hanya merasakan ada yang aneh pada dirimu saat kita bercinta tadi" Kai mengernyit bingung menatap Sehun.

"Aneh, maksudnya.."

"Aku merasa kau tengah hamil saat ini, entah ini hanya firasatku atau memang saat bercinta tadi aku merasa ada yang aneh dengan tubuhmu, tidak seperti biasanya. Maafkan aku jika aku membuatmu sedih karena firasat konyolku in-"

"Ani..aku tidak menyalahkanmu. Aku juga minta maaf jika berfikiran buruk tentangmu. Aku hanya..hanya merasa jika kau kecewa karena aku tidak kunjung hamil padahal pernikahan kita sudah hampir dua bulan. Aku jadi malu dengan diriku sendiri karena berkata kasar saat di Jepang. Maafkan aku Sehun" Sehun tersenyum dan menangkup lagi wajah Kai dan mengajaknya untuk berciuman lalu tertawa bersama.

"Kita terlalu bodoh untuk menyadari perasaan masing-masing sehingga membuat kesalah pahaman diantara kita"

"Tidak, aku saja yang terlalu kasar padamu, padahal kau sebenarnya memang pria yang baik. Aku minta maaf atas sikapku selama ini Sehun.." Sehun menggeleng dan mendekap tubuh Kai.

"Tidak ada yang perlu di maafkan karena aku sendiri juga salah karena membawamu kesini dengan cara yang kasar. Aku tertarik denganmu saat pertama kali kita bertemu meski dengan cara yang tidak mengenakkan" Kai mengangguk dan mencoba mengerti.

"Sekarang kita mulai dari awal?"

"Tentu.."

"Baiklah kalau begitu perkenalkan namaku Oh Sehun, aku adalah seorang duda beranak satu dan nama anakku adalah Oh Haowen, aku juga adalah seorang pengusaha sukses di Korea Selatan tepat nya di Seoul dan kau nona, bisakah kau menjadi pendamping hidupku selamanya dan menjadi ibu dari anak-anakku?" Sehun mengecup pipi Kai lumayan lama dan membuat wanita itu tersenyum geli dengan ucapan Sehun.

"Kau tidak boleh sembarangan mencium seorang wanita yang baru kau ajak kenalan tuan" Kai terkekeh menatap Sehun.

"Tapi kau kan sudah kunikahi, apa salahnya jika aku menciummu? Bahkan aku baru saja menidurimu tadi"

"Oh Sehun.." Kai memperingatkan, ucapan Sehun sudah mulai menyebalkan dan lihatlah tawa jahil dibibir nya itu aahhh membuat Kai tidak bisa menahan diri agar tidak bisa terpesona.

"Baiklah maafkan aku..jadi bagaimana nona Oh Kai? Bersediakah anda?" tanya Sehun lagi, Kai mengangguk dan tersenyum malu-malu dengan semburat merah di pipi nya yang membuat Sehun ikut tersenyum. Ia merentangkan tangan nya pada Kai dan tanpa menunggu lagi Kai segera merapatkan diri pada tubuh Sehun untuk menyembunyikan wajah nya.

"Kenapa kau manis sekali?" Sehun jadi gemas sendiri dengan sikap Kai. Akhirnya hubungan mereka semakin membaik, tidak ada lagi kata benci diantara mereka, yang ada hanya kata cinta dan bahagia yang mampu mewakili perasaan kedua anak adam yang saling mencintai dan menyayangi itu.

"Oh ya love.." Kai menarik diri dari Sehun dan menatap suaminya itu yang tengah memasang wajah serius kembali.

"Ne?"

"Aku..akan menceritakan semua masa laluku padamu terutama tentang..." Kai menunggu kelanjutan ucapan Sehun dengan sabar, sebelum akhirnya pria itu menghela nafas berat.

"..tentang kematian istriku, ibu Haowen"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TeBeCeh okeee...

Capeeekk sayaaaa, sedikit cerita ye dan mohon pengertian nya..

Ini nih ni cerita baru kelar barusan! Masih anget! Sorry kalau banyak typo dan penggunaan kata yang rancu..

Jujur ya emang berat maksain nulis itu apalagi pas gak mood dan buntu ide dah kelar idup saya..

Tapi tapi tapi. Ini demi kaliaaaannn coooyyy jadi makasiiihhh buat review follow sam favorite nya yeee.. Luph you semua deh..

Next chap doain cepet ya apdet nya soal nya banyak masalah juga eh bukan masalah juga sih ya pokok nya bikin ati dan pikiran kebagi *bahasaLu

Dah pokok nya itu saja yang mau saya sampaikan. Bye byeeeeee

Btw masih ada aja ya haters nya hunkai hahaha *senyuminAja

Makasih rek..