SUPER PSYCHO LOVE 13
Previous Chap..
.
.
"Baiklah kalau begitu perkenalkan namaku Oh Sehun, aku adalah seorang duda beranak satu dan nama anakku adalah Oh Haowen, aku juga adalah seorang pengusaha sukses di Korea Selatan tepat nya di Seoul dan kau nona, bisakah kau menjadi pendamping hidupku selamanya dan menjadi ibu dari anak-anakku?" Sehun mengecup pipi Kai lumayan lama dan membuat wanita itu tersenyum geli dengan ucapan Sehun.
"Kau tidak boleh sembarangan mencium seorang wanita yang baru kau ajak kenalan tuan" Kai terkekeh menatap Sehun.
"Tapi kau kan sudah kunikahi, apa salahnya jika aku menciummu? Bahkan aku baru saja menidurimu tadi"
"Oh Sehun.." Kai memperingatkan, ucapan Sehun sudah mulai menyebalkan dan lihatlah tawa jahil dibibir nya itu aahhh membuat Kai tidak bisa menahan diri agar tidak bisa terpesona.
"Baiklah maafkan aku..jadi bagaimana nona Oh Kai? Bersediakah anda?" tanya Sehun lagi, Kai mengangguk dan tersenyum malu-malu dengan semburat merah di pipi nya yang membuat Sehun ikut tersenyum. Ia merentangkan tangan nya pada Kai dan tanpa menunggu lagi Kai segera merapatkan diri pada tubuh Sehun untuk menyembunyikan wajah nya.
"Kenapa kau manis sekali?" Sehun jadi gemas sendiri dengan sikap Kai. Akhirnya hubungan mereka semakin membaik, tidak ada lagi kata benci diantara mereka, yang ada hanya kata cinta dan bahagia yang mampu mewakili perasaan kedua anak adam yang saling mencintai dan menyayangi itu.
"Oh ya love.." Kai menarik diri dari Sehun dan menatap suaminya itu yang tengah memasang wajah serius kembali.
"Ne?"
"Aku..akan menceritakan semua masa laluku padamu terutama tentang..." Kai menunggu kelanjutan ucapan Sehun dengan sabar, sebelum akhirnya pria itu menghela nafas berat.
"..tentang kematian istriku, ibu Haowen"
.
.
.
"Aku akan menceritakan semuanya padamu, akan kujawab semua pertanyaan yang selama ini ada di benakmu karena kau berhak mengetahuinya"
"A-apakah kau yakin? Terakhir kali aku bertanya padamu kau-"
"Tidak.. Aku akan baik-baik saja karena ada kau disini, kau pasti akan menguatkanku bukan?" tanpa ditanyapun Kai pasti bersedia. Sebenarnya Kai sudah tidak terlalu mempermasalahkan semenjak tahu jika Sehun mempunyai trauma tersendiri dengan isrti nya terdahulu.
Kai paham jika diluar sosok tegas dan penuh intimidasi milik Sehun pria itu menyimpan banyak trauma yang bahkan dirinya ataupun orang lain tak akan mampu untuk mengatasi nya. Tapi Kai telah berjanji dalam hati jika ia ingin membantu Sehun untuk sembuh, sembuh dari trauma untuk selamanya.
"Tentu..Kau bisa berhenti jika kau tak ingin meneruskannya, ingat jangan memaksakan diri" Kai memberi senyuman dan menggenggam tangan Sehun berusaha menyakinkannya.
Sehun tersenyum dan menarik tubuh Kai untuk mendekat kearahnya, menempelkan tubuh telanjang mereka dan saling berhadapan.
"Xi Luhan adalah nama dari ibu Haowen, mendiang istriku dahulu.. " jeda sejenak, Kai dapat merasakan keengganan dalam raut wajah Sehun tapi pria itu berusaha membuang kenangan buruk nya agar dapat mengutarakan semua pada sang istri.
"Sehun apa kau yakin untuk meneruskannya? Kau bisa berhenti, aku tidak akan memaksamu bercerita"
"Tidak aku baik-baik saja, tenanglah" ucap Sehun lalu tersenyum pelan.
"Hah.. Aku akan to the point saja kalau begitu, rasanya tidak baik jika berbelit-belit. Ibu Haowen, Xi Luhan meninggal karena bunuh diri" ucap Sehun pelan di akhir kalimat, ekor matanya melirik raut wajah Kai yang seketika berubah menjadi pucat pasi. Istrinya itu pasti terkejut tentu saja.
"Kau pasti sudah berpikiran buruk tentangku"
"T-tidak hanya saja aku sedikit terkejut, hal apakah yang membuat ibu Haowen bunuh diri Sehun?" Sehun lagi-lagi menghela nafas, tangan nya bergerak menangkup kedua pipi sang istri agar mereka bisa menatap mata pasangan mereka masing-masing.
"Kau percaya padaku bukan? Kau tidak akan menganggapku berbohong kan?" Kai hanya mengangguk mengiyakan.
"Luhan selingkuh dariku. Waktu itu Ketika aku kembali kerumah untuk mengambil dompetku yang ketinggalan aku mendengar suara Haowen menangis, waktu itu ia masih balita umurnya bahkan belum genap setahun" Kai masih menyimak dengan tenang ucapan Sehun sesekali mengusap pelan bahu suaminya tersebut.
"Aku menghampiri Haowen dikamar, bayi itu sedang menangis kehausan dan sendirian. Aku berusaha menenangkannya dan beranjak membuatkan susu tapi aku sama sekali tidak menemukan Luhan disana jadi aku kedapur dan memanggilnya tapi ia tidak ada disana, aku marah tentu saja karena Luhan meninggalkan Haowen menangis sendirian. Akupun tak memperdulikan kemana Luhan pergi karena Haowen adalah prioritas utamaku jadi aku segera kembali kekamar Haowen setelah membuatkannya susu.
"Saat aku kembali tak sengaja aku mendengar suara desahan pria dan wanita di kamar tamu yang letaknya tidak jauh dari kamar Haowen, aku pun mencari sumber suara dan betapa terkejutnya aku ketika melihat Luhan dan mantan kekasihnya itu sedang bercumbu. Amarah ku pun memuncak dan menarik Luhan dari tubuh mantan kekasihnya, Luhan yang sama terkejutnya memohon maaf dan berusaha menjelaskan tapi aku yang saat itu dikuasai amarah itupun tidak mendengarnya dan singkat cerita aku membawa Haowen pergi dan kembali ke Korea karena waktu itu kami tinggal di China." Kai sempat terkejut menatap wajah Sehun yang berubah sendu, matanya berkaca-kaca, ia beranjak memeluk Sehun dan mengusap pelan punggung nya, Kai tidak bisa membayangkan perasaan Sehun waktu itu apalagi mereka mempunyai seorang bayi, bayi yang masih kecil dan bayi itu sudah harus merasakan kesedihan atas masalah yang menimpa orangtuanya.
"Sudah kau bisa berhenti"
"Tidak.. Masih belum.. Aku akan melanjutkan, kau masih mau mendengarnya?" Kai mengangguk dan menjawab nya dengan gumaman.
"Waktu aku membawa Haowen pergi Luhan mencegahnya tapi aku tetap pada pendirianku dan tak mau mendengar apapun penjelasan darinya karena apa yang aku lihat sudah jelas-"
"Kenapa kau tak mau mendengar nya?"
"Karena sebelum kejadian itu aku sudah mencium bau penghianatan Luhan, aku menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidikinya dan ternyata Luhan memang sering keluar bersama kekasihnya dan membawa Haowen bersama" Kai tertegun, ia tidak bisa berkomentar karena Sehun ternyata pria yang tidak mudah untuk menghakimi seseorang sebelum mencari buktinya sendiri.
"Boleh kulanjutkan?" setelah mendapat anggukan dari Kai pria itu kembali bercerita.
"Beberapa minggu setelah kepergianku dari China aku mengirimkan surat cerai pada Luhan. Ia mulai semakin gencar menelponku karena ia tidak terima dengan keputusanku yang membawa Haowen pergi bersamaku dan menceraikan nya. Bahkan ia mengirimiku pesan ancaman seperti akan bunuh diri jika aku tidak mengijinkan nya untuk bertemu Haowen, aku tentu saja tidak memperdulikan ancaman nya hingga suatu ketika ia berhenti menelpon dan mengirimiku pesan dan terdengar kabar jika ia telah meninggal. Jujur saja aku sempat terkejut tapi aku berusaha untuk tidak mempercayai nya tapi-" Sehun menghela nafas, Kai menunggu kelanjutan cerita Sehun dengan perasaan campur aduk.
"Tapi apa Sehun?" Kai sedikit mengguncang tubuh Sehun. Pria itu diam dan ganti memeluk tubuh Kai erat.
"Tapi Kris, mantan kekasih Luhan datang menghampiriku dan memberitahukan semuanya padaku jika Luhan memang telah meninggal. Ia menceritakan perihal kematian Luhan waktu Luhan bunuh diri dengan memutus urat nadinya karena frustasi dan putus asa karena tidak dapat menemui Haowen. Kris menyalahkanku atas kematian Luhan, ia tidak terima dengan kematian nya dan memaki dirinya karena tidak bisa mencegah Luhan bunuh diri. Setelah itu Kris menghajarku habis-habisan tanpa perlawanan, beruntung karena para bodyguard ku segera menghentikan Kris dan memenjarakan nya hingga aku berakhir koma selama seminggu di rumah sakit dan pasca siuman trauma itu datang. Aku mulai membenci diriku sendiri, aku mulai merusak diriku dengan bermain wanita dan minum-minuman keras setiap harinya dan melupakan satu-satu nya putraku yang setiap malam menangis mencariku. Hingga akhirnya aku tersadar dan memutuskan untuk berhenti dan saat itulah aku berjanji untuk menjaga Haowen, memperioritaskan Haowen diatas segala-gala nya bahkan aku rela tidak menikah lagi hanya untuk merawat dan membesarkan Haowen tapi semua itu berubah saat aku melihatmu Kai.." Kai menatap Sehun dari bawah dagu sang suami, menangkup sebelah pipi tirus nya dan mengecup pelan bibir tipis yang kini menjadi favoritnya.
"Pertama kali aku melihatmu waktu kau berdiri didepan pub sedang menunggu seseorang yang kuyakini adalah temanmu Baekhyun hingga beberapa pria menghampirimu dan membiusmu, aku kira mereka adalah penculik bahkan aku mau menghampiri dan menolongmu tapi melihat jika mereka membawamu masuk kedalam pub aku tahu jika mereka berniat menjualmu jadi aku memutuskan untuk membeli mu tapi karena lelaki sialan yang masuk kedalam kamar yang seharusnya kumasuki kau jadi digerayangi dengan bajingan itu, tapi aku juga bersyukur karena kau akhirnya jadi milik ku" seringai Sehun, Kai mendengus sebal dan memukul pelan bahu Sehun dan merubah posisi memunggungi sang suami.
"Hei, apa kau marah?" bisik Sehun tepat dibelakang tengkuk Kai, mendekap tubuh sang istri mesra.
"Tidak, hanya saja aku merasa kau sudah merencanakan semua dari awal"
"Tentu saja" jawab Sehun terkekeh pelan. Raut wajah nya menjadi serius kembali.
"Semua sudah kuceritakan padamu jadi tidak ada rahasia lagi diantara kita" Kai mengangguk dan mengelus pelan lengan Sehun yang merangkul perut nya.
Diam sejenak hingga suara Kai memecah keheningan di dalam kamar luas tersebut.
"Sehun?"
"Ya?"
"Apa waktu itu.. Setelah kau memutuskan untuk kembali ke Korea kau sebenarnya merasa berat untuk meninggalkan Luhan?"
"Hum.. Karena bagaimanapun Luhan adalah ibu Haowen tapi karena ego dan amarahlah yang menguasai jadi aku tidak memperdulikan fakta itu" Kai mengangguk faham.
"Apa kau menyesali kematian Luhan?"
"Tentu saja..bagaimanapun semua terjadi karena keegoisanku tapi semua itu kulakukan karena aku tak mau jika Haowen bersamanya, bersama pria yang bukan ayah kandungnya. Aku terlalu takut kehilangan Haowen karena meskipun Luhan sudah menjalin hubungan bersama dengan mantan kekasihnya 4 Bulan setelah pernikahan kami Haowen adalah darah dagingku, aku sudah memastikannya lewat tes DNA. Tapi semua sudah berakhir, itu hanya masa lalu. Aku sudah mengubur kenangan buruk itu dan menggantinya dengan yang baru yaitu dengan bersamamu dan Haowen"
"Kau selalu begitu.."
"Apa kau menyesal setelah mendengar semuanya?"
"Tidak, aku menyukaimu apa adanya. Aku menyukaimu yang pemarah, aku menyukaimu yang egois, aku menyukaimu yang pemaksa karena itu kau Oh Sehun. Disamping sisi jahatmu kau adalah pria baik dan semua yang kau lakukan hanya topeng untuk menutupi sisi lemahmu" Sehun tersenyum dan mempererat pelukannya.
"Kau selalu tahu aku yang sesungguhnya. Terima Kasih" bisik nya sembari mengecupi pelan tengkuk dan punggung telanjang sang istri.
"Terima Kasih karena telah mencintaiku" Kai mengangguk.
"Terima Kasih karena telah menyayangi dan mencintai Haowen" lagi-lagi Kai mengangguk dan menggeliat karena Sehun masih terus menciumi tengkuk dan punggung nya.
"Terima Kasih karena sudah mau menjaga Haowen dan memberinya Kasih sayang"
"Dan terima Kasih karena telah menjadi sosok ibu yang diinginkan Haowen. Aku mencintaimu Oh Kai" tepat setelah nya ia membalik tubuh Kai agar terlentang dan meraup bibir kissable sang istri, mengajak nya bergulat.
"Aku menginginkanmu.." bisik nya disela ciuman panas mereka. Kai mendorong pelan bahu Sehun dan menatapnya penuh Cinta begitupun sebaliknya.
"Kau yakin? Sekarang pukul 3 Dini hari, kau harus ke kantor besok apa kah tidak capek?" Sehun menggeleng dan melanjutkan sesi berciuman panas nya.
Kai tidak lagi menyuarakan pendapat nya karena percuma saja jika mencegah Sehun yang tengah bergairah saat ini.
Pria itu mencium bibir istrinya intens dan mengelus paha hingga punggung mulus Kai. Tangan nya beranjak menangkup dada sang istri dan meremasnya pelan.
"Persiapkan dirimu love.."
"Tentu.."
Setelahnya Sehun menaiki tubuh Kai tanpa menghimpitnya, melakukan penyatuan kembali dan kali ini Sehun masih melakukan nya dengan pelan dan hati-hati meski tak mengurangi lonjakan gairah yang meledak-ledak diantara mereka. Mereka kembali bercinta sepanjang sisa malam hingga Fajar menjemput. Kai tertidur disamping Sehun yang sudah mencabut kejantanannya dari tubuh Kai dan menyelimuti tubuh kedua nya. Sehun menyusul Kai ke alam mimpi dengan mendekap mesra sang istri dan entah insting darimana Sehun mengelus pelan perut rata Kai dan terakhir mencium dahi nya. Dalam hati Sehun berdoa agar Haowen bangun sedikit lebih siang agar ia bisa tidur tenang sebentar sebelum ia berangkat ke kantor, toh hari ini hari sabtu dan sekolah Haowen libur jadi mereka -Sehun dan Kai- tidak harus repot mengurusi Haowen.
.
.
.
08.47 KST
"Sehun..Sehun.. Bangunlah.. Sayang kau harus pergi ke kantor, Jongsuk sudah menunggumu" Kai berusaha membangunkan sang suami, ia tahu Sehun pasti lelah dan mengantuk tapi Jongsuk sudah menunggu dan berkata jika Sehun ada meeting penting hari ini, jadi meski tak tega ia harus membangunkan Sehun karena ia tahu jika rapat ini gagal maka sudah ratusan juta bahkan milyaran melayang ya walaupun bagi Sehun itu bukan apa-apa mengingat berapa banyak perusahaan yang dijalankan sang suami yang dapat menutupi kerugian tapi bagaimanapun menurut Kai suaminya harus tetap disiplin karena banyak keluarga yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan Sehun
"Hngg..aku masih mengantuk sayang" Sehun menggeliat pelan dan menarik sang istri kepelukan nya.
"Bangunlah.. Kata Jongsuk kau ada rapat penting hari ini" Sehun hanya manggut-manggut tanpa ada niatan untuk membuka mata, rasanya mata Sehun masih panas dan ngantuk untuk dibuka.
Cup..
"Cepatlah bangun.." Kai mengecup pelan bibir sang suami berharap dengan begitu ia dapat segera bangun.
"Lagi.." gumam Sehun, Kai menuruti dan mencium nya lagi.
"Lagiii.. Kurang lama" protest Sehun, Kai mendengus dan mencium kembali bibir tipis sang suami. Tanpa Kai sadari Sehun menyeringai dan berniat menggoda istrinya tersebut.
"Lagi.. Lagi.."
"Yak!" Kai berancang-ancang akan memukul Sehun tapi pria itu menahan nya dan menangkup kedua pipi istrinya. Dan baru saja Sehun akan mencium bibir Kai tiba-tiba perutnya bergejolak, ia buru-buru menyingkirkan pelan tubuh Kai dan berlari ke kamar mandi lalu memuntahkan isi perut nya. Kai yang merasa cemas segera menghampiri Sehun dan memijat pelan tengkuk sang suami.
"Kau pasti masuk angin karena kurang tidur. Mau kubuatkan teh hangat?" Sehun mengangguk dan menyenderkan kepala nya pada bahu Kai setelah menutup kloset dan mendudukinya.
Kai membiarkan Sehun diam dan memeluk pinggang nya. Pria itu tengah memejamkan mata, perutnya terasa seperti diaduk dan kepala nya tiba-tiba terasa berat.
"Kepalaku rasanya ingin lepas dari tempatnya." Kai tertawa pelan mendengar ucapan sang suami dan mulai memijat kepalanya pelan. Sehun merasa lebih tenang berkat pijatan sang istri, ia melepas pelukan nya dan menatap Kai dari bawah.
"Apa sudah merasa baikan?" Sehun mengangguk dan berdiri menuntun Kai untuk keluar kamar mandi.
"Aku akan membawakan obat dan membuatkan teh hangat. Tunggu sebentar" Sehun hanya bisa mengangguk, selepas Kai pergi ia menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang dan memejamkan mata sejenak.
...
"Aku langsung berangkat saja sayang.." Sehun tiba-tiba muncul di dapur dan mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan sebelah Haowen yang tengah menyantap masakan mommy nya.
"Tidak makan dulu dad?" Sehun tersenyum menoleh pada sang putra dan mengelus pelan puncak kepalanya.
"Tidak makan dulu? Kau kan tidak enak badan..sebaiknya makan sedikit" Sehun menggeleng dan menyerahkan dasi pada istrinya dan segera diambil Kai, ia memasang dasi Sehun dengan telaten.
"Aku berangkat" ucap Sehun setelah meminum obat nya, ia segera beranjak pergi setelah mencium dahi Kai dan Haowen bergantian.
.
.
.
Kai pergi ke Apotek dekat mansion Sehun dengan diantar oleh Changwook, ia membeli obat herbal paling mujarab untuk Sehun. Sebelumnya Kai telah mengantar Haowen kerumah salah satu teman nya, bocah itu ingin bermain bersama teman dekatnya katanya ia bosan jika dirumah, Haowen juga berpesan untuk menjemputnya agak sorean saja. Jadi Kai yang tak ada kegiatan pun akhirnya berinisiatif untuk membelikan obat paling mujarab untuk sang suami dan membuatkannya makan siang.
"Tolong carikan obat paling mujarab untuk masuk angin dan sakit kepala dan.." Kai menggantung ucapanya ia sedikit berfikir apakah ia perlu membeli 'itu' juga untuk memastikan sesuatu.
"..dan beberapa macam alat tes kehamilan"
"Baik nona.." jawab sang Apoteker lalu menyerahkan barang-barang pesanan Kai setelah menemukan apa yang istri Oh Sehun itu inginkan.
Kai segera menyerahkan uang dan beranjak pergi tapi karena Kai sibuk mengecek barang-barang nya ia tak sengaja menabrak seseorang yang berjalan memasuki Apotek sehingga membuat barang-barang nya jatuh tercecer dilantai.
"Ah! Maafkan aku nona.. Mari kubantu" ucap seorang pria yang tak sengaja Kai tabrak, pria itu menunduk untuk membantu Kai memunguti barangnya.
"Ah tidak justru aku yang minta maaf karena tidak melihat jalan-Oh! anda bukannya pria yang waktu itu?" Kai terkejut karena melihat pria yang waktu itu dompetnya jatuh kini ada dihadapannga.
"Anda nona yang waktu itu menemukan dompet saya.." Kai mengangguk dan beranjak berdiri setelah barangnya sudah ia pungut.
"Ternyata kita bertemu lagi disini, ah ya rasanya tidak sopan jika tidak memperkenalkan diri. Nama saya Ravi.." pria yang bernama Ravi itu mengulurkan tangan nya dan disambut Kai dengan senang hati.
"Oh Kai.. Anda bisa memanggil saya Kai saja karena sepertinya anda seumuran dengan suami saya"
"Ah ne.. Senang bertemu anda lagi dan terima kasih karena waktu itu menemukan dompet saya"
"Sama-sama.. Hm sepertinya saya harus segera pergi karena saya harus membawa obat-obat ini pada suami saya" tanpa Kai sadari raut wajah Ravi berubah terkejut.
"Suami anda sakit apa? Ah maaf bukan maksud saya untuk-"
"Tidak apa-apa.. suami saya itu hanya masuk angin biasa, aku tidak tega melihat nya muntah-muntah sejak pagi tadi dan juga ia tidak mau sarapan" pria itu mengangguk mengerti.
"Jika boleh saya memberi saran berikan ia teh mint hangat tanpa gula setelah itu berikan makanan favoritnya karena pria kebanyakan malas jika harus makan bubur saat ia tak enak badan. Dan terakhir berikan obat herbal"
"Wah terima kasih atas saran anda, sepertinya itu akan berhasil mengingat suami saya orang yang keras kepala dan paling malas makan bubur. Hm apakah anda seorang dokter?" tanya Kai, jika dilihat sedekat ini pria bernama Ravi itu memiliki mata dan bentuk wajah seperti suaminya ah tapi mungkin hanya perasaan nya saja.
"Bukan.. Saya bukan dokter, hanya saja saya pernah memiliki seorang adik yang keras kepala dan ketika sakit hal yang ia inginkan adalah ditemani orang yang disayangi dan membawakannya teh mint hangat dan menyuapinya makanan kesukaannya" Kai mengangguk-angguk mengerti.
"Baiklah kalau begitu saya permisi, terima Kasih atas saran nya"
"Tunggu sebentar Kai-ssi.. Bolehkah kapan-kapan kita makan bersama? Sebagai ucapan terima Kasih untuk waktu itu" Kai terdiam cukup lama, apakah ia harus menerima ajakan pria ini? Tapi ia takut Sehun nanti tahu dan salah paham dengan nya.
"Dengan suamimu juga tentunya" Ravi segera meralat kata-katanya menyadari jika Kai tengah berfikir untuk menerima ajakannya atau tidak.
"Ah ya tentu, baiklah kalau begitu. Saya permisi" Ravi mengangguk dan mempersilahkan Kai pergi meninggalkan nya.
Setelah Kai pergi barulah Ravi keluar dari Apotek tersebut tanpa membeli apapun, sepertinya pria itu menyegaja untuk bertemu dengan Kai.
Pria itu menatap kepergian mobil Kai dengan tatapan yang sulit diartikan.
'Sepertinya ia tengah hamil..' ucapnya dalam hati mengingat barang-barang Kai yang terjatuh tadi dan menemukan beberapa alat tes kehamilan yang dibelinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC gaeess..
Udah ah sampek sini dulu chap ini, btw ini sekali ketik loh soal nya lagi males dan buntu ide makanya saya telat post nya hehe maafken yee.. Sorry juga kalau banyak typo dan bahasa yang amburadul maafken part 2 hehe. Sebenernya ini mau aku post semalem tp karena jaringan lelet jd saya post nya baru sekarang .
Pelan-pelan ya cerita nya biar satu persatu jadi jelas.. Disini udah kejawab kan perihal kematian istri Sehun. Next chap mungkin tentang ibu Kai atau enggak tentang si misterius Ravi.
Oh ya saya bawa kabar entah kalian tertarik apa enggak..
Jadi selama saya males nulis saya nyetalk hunkai karena lagi banyak2 nya momen mereka dan dari situ saya punya ide buat ngedit poto mereka.. Karena saya suka GS (bukan berarti gak suka yaoi! saya suka sekaki malah) saya ngedit poto Kai jadi cewek dan memutuskan untuk membuat IG khusus untuk HunKai, disana saya udah post poto hasil editan saya (lumayanlah haha) dan pingin nya nii saya bakal buat poster untuk ff super psycho love ini. Disana juga open requet editan.. Dan gak nutup kemungkinan juga buat ngedit HunKai yaoi tergantung peminat dan imajinasi saya haha.
Setiap FF yang nantinya bakal aku post disini nanti ada posternya dan bakal ku post disana.
Tertarik kah? Tertariklah ayo! #maksa haha gak ding..
Kuy follow IG nya :
edited_hunkai
Kita kumpul disana dan ramaikan hehe..
Kalian yang mau request foto editan juga boleh asal Kasih konsep dan contoh foto nya yak..
Kuy di follow di follow.. :-D para HunKai hard Shipper dimanapun berada hahahaha 😀
Itung-itung nunggu ff sekalian kalau pas lagi buntu ide saya larinya ke sana hehe.
Okelah hanya itu saja yang ingin disampaikan..
Byeeeee see you next chap..
Ojok lali di follow loohh haha
IG : edited_hunkai
