A Line Of Destiny
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD Ichie Ishibumi
A Line Of Destiny Caesar Clown
.
.
.
.
Rate : M (Jaga- jaga)
Summary: Takdir dari sang ' Ramalan ' berubah. Dunia penuh kegilaan menunggunya. Kehidupan dengan alur yang rumit menghadangnya. Masalah demi masalah menantinya. Cinta pertama atau cinta baru yang akan ia pilih ? Benarkah ini takdir dari Tuhan ? Ataukah hanya cerita yang ditulis ulang oleh - Nya untuk sang ' Ramalan '
Genre : Adventure, Romance, Friendship
Pair : Naruto X…
" Naruto " : Talk
' Naruto ' : Thinking
" Ddraig " : Biju/Sacred Gear Talk
' Kurama ' : Biju/Sacred Gear Thinking
.
.
.
.
.
.
.
DING… DONG…
Bel sudah berbunyi yang menandakan pelajaran telah selesai. Seorang pemuda berambut pirang mengangkat kepalanya, terlihat matanya masih setengah tertutup. Setelah melihat seisi kelas yang telah kosong, Naruto mulai memasukan buku – bukunya kedalam tas sekolahnya.
Berjalan perlahan keluar dari kelas XII – C dan menuju club penelitian ilmu gaib. Memang sekarang sudah menjadi kebiasaannya untuk mengunjungi ruang club setelah pulang sekolah. Ngomong – ngomong soal club, biasanya dia menjumpai anggota club saat menuju kesana tetapi sekarang tidak ada satupun anggota yang ia jumpai.
" Aneh… "
Entah dia berbicara pada siapa. Memilih tidak menghiraukan itu, Naruto berjalan lagi menuju ruang club. Perasaannya kurang enak seperti ada yang mengganjal.
" Naruto, cepat keruang clubmu perempuan merah itu sedang dalam keadaan yang tidak menyenangkan sepertinya. "
" Baiklah, Terima Kasih Kurama. "
Firasatnya terbukti, akhirnya dia lebih memilih menggunakan Shunsin untuk menuju kesana. Dia tidak ingin anggota clubnya kenapa – napa.
.
.
.
ALOD
.
.
.
" Terimalah Rias kau harus menjadi pasanganku. " Seorang laki – laki berambut hitam berbicara kepada Rias. Tangannya secara perlahan memainkan rambut Rias.
" Jangan berharap terlalu banyak nanti kau bisa tersakiti, dan sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu. " Rias membalas ucapan lawan bicaranya tadi dengan wajah dan nada yang sama dingin. Dia sudah berulang kali menolak, tapi karena alasan iblis berdarah murni sudah berkurang drastis kakak dan ayahnya ingin menjodohkan dia dengan putra dari keluarga Phenex.
" Cih, kenapa kau selalu menolakku Rias ? Padahal aku ini sempurna tampan, kuat, dari clan ternama, dan masih banyak lagi kelebihanku. " Nampaknya makhluk satu ini memang sangat menginginkan perempuan didekatnya ini.
Sementara itu, anggota peerage Rias dan seorang Maid berambut Silver hanya diam menyaksikan. Anggota peerage Rias sepertinya sedang berusaha menahan amarah. Maid berambut silver yang bernama Grayfia tidak menunjukan sedikit – pun reaksi.
" Aku punya banyak alasan tetapi yang pasti dan tidak terbantahkan hanya satu yaitu aku tidak pernah menyayangi apalagi mencintaimu. " Rias masih diam ditempat. Sementara lawan bicaranya tadi nampak mendecih.
" Baiklah jika itu maumu aku bisa membawamu dengan paksa. " Seperti tidak ada lelahnya makhluk satu ini masih bersikeras. Tangannya perlahan menuju paha milik Rias.
TAKK…
Naruto tiba – tiba datang dan menipis tangan makhluk tadi. Makhluk yang bisa digolongkan dalam ras iblis tadi menggeram marah. Menatap iblis lain yang menggangunya tadi, ia menggeram tak suka.
" Jangan sembarangan menyentuh seseorang, bocah! " Naruto berbicara dengan nada tak suka kepada orang didepannya ini. Dia tidak akan terima jika ketuanya dilakukan semena – mena.
" Siapa yang kau sebut dengan bocah, hah ?! Apa kau tidak tahu siapa aku ?! dasar iblis reinkarnasi rendahan. " Iblis dengan rambut hitam tadi nampaknya tak terima dengan apa yang diucapkan oleh Naruto.
" Memang siapa kau bocah kecil ? " Naruto melayangkan pertanyaan kepada iblis berambut hitam tadi. Yah, karena memang tak mengenal iblis didepannya.
" Grrr… Aku adalah iblis dari keluarga Phenex yang merupakan salah satu dari 72 pilar clan iblis, Menma Phenex. " Iblis yang bernama Menma tadi menyombongkan dirinya dengan nama keluarganya.
" Ohh, aku tahu kau pengganti toping ramen jika Narutonya habiskan ? " Naruto kembali melayangkan pertanyaan kepada Menma, namun sekarang dengan muka polos. Iblis yang disana menahan tawanya mereka tak menyangka bahwa Naruto memiliki sebuah lelucon yang sangat lucu seperti ini. Yah, minus untuk Grayfia.
" Beraninya kau mengejek namaku! " Menma yang kesabarannya sudah habis – pun melayangkan sebuah pukulan kearah Naruto. Dimata Naruto itu hanya pukulan lambat, pukulan tercepat yang pernah ia lihat adalah milik rekan setimnya dan Tsunade Senju.
TAKK…
Naruto menangkap pukulan Menma dengan tangannya dengan mudah. Dengan ditambah sedikit Chakra Naruto meremas tangan milik Menma. Tulang jari tangan Menma berbunyi semua. Rasanya begitu sakit.
" Jabat tangan yang bagus Menma. " Naruto semakin menambah daya cengkram ditangan Menma, sementara Menma hanya meringis menahan sakit.
" Sudah cukup. Lucifer – sama sudah memperkirakan jika ini akan terjadi, maka seminggu dari sekarang akan diadakan Rating Game di Underworld. Kalian boleh menghabiskan waktu yang diberikan dengan berlatih atau apapun. " Grayfia menengahi. Pasalnya jika tidak ditengahi pasti akan terjadi keributan disini dan sudah bisa ditentukan pemenangnya yaitu Iblis berdarah murni yang sekarang tangannya diremas oleh Naruto.
" Cih akan kubalas kau nanti, apa posisimu dan siapa namamu ? " Setelah tangannya dilepaskan oleh Naruto Menma langsung melayangkan sebuah pertanyaan.
" Naruto mengkunsumsi dua pawn. " Jawab pemuda berambut pirang dengan singkat.
" Akan – ku ingat namamu bakso ikan! " Setelah itu Menma pergi meninggalkan Naruto, Rias, dan iblis yang ada diruangan itu.
" Hei! " Naruto berseru tidak terima. Bukan hanya kali ini namanya dipanggil begitu oleh iblis didunia ini. Apa dia harus mengganti namanya? Tapi kasihan orang tuanya jika dirinya mengganti nama,karena mereka sudah repot memilihkannya sebuah nama untuknya.
" Baiklah Rias – Oujousama, aku pergi dulu. " Grayfia pergi dengan lingkaran sihirnya. Setelah kepergian Grafiya suasana menjadi hening. Mereka semua merasa canggung untuk membuka sebuah obrolan.
" Aku juga pulang dulu sampai bertemu lagi besok. " Naruto sepertinya adalah yang pertama bebas dari rasa canggung. Dan dia mengatakan pulang karena memang dia memiliki rumah. Yah, rumah yang tidak sengaja ia dapatkan saat matanya berputar.
" Kenapa harus buru – buru pulang Naruto – kun ? " Rias bertanya kepada Naruto, tak biasanya Naruto pulang cepat dari club.
" Masih ada banyak hal yang harus aku lakukan. " Naruto berbalik dan menunjukan sebuah senyuman. Senyuman palsu. Rias hanya memandang sendu orang yang mulai mengisi hatinya.
Naruto berjalan perlahan keluar dari ruangan club dengan perlahan. Setelah berjarak beberapa ratus meter dari sekolah dia melakukan Shunsin untuk menuju rumahnya.
Sementara di ruang club penelitian ilmu gaib keadaan kembali hening. Mereka sedang memikirkan satu hal dan kebetulan semua yang mereka pikirkan adalah hal yang sama.
" Jadi, bagaimana kita tidak menyadari kehadiran Naruto – kun ? " Akeno bertanya kepada seluruh anggota club yang ada disana.
" Hawa keberadaan Naruto – senpai sangatlah kecil. Jadi akupun tidak bisa menyadarinya, dan kapan dia datang aku tidak melihat seseorang membuka pintu ? " Koneko seorang ganis loli yang menjadi maskot dari kuoh academy.
" Entahlah, dia itu seseorang yang penuh dengan misteri. " Rias mengatakannya dengan nada yang agk sendu seprtinya.
.
.
.
ALOD
.
.
.
Malam harinya Naruto tidak bisa tidur karena terus memikirkan tentang yang terjadi siang tadi. Dia baru mengetahui jika Rias akan menikah. Dan lagi dia menikah dengan iblis dari sebuah clan ternama.
" Arrrghh… Ini membuatku pusing. " Naruto mengacak rambutnya frustasi dan langsung bangun dari tempat tidurnya. Dia memakai jacketnya dan mulai melangkah keluar dari pekarangan rumahnya. Dia ingin berjalan – jalan agar pikirannya tidak terlalu tegang.
Dia seperti berjalan tanpa arah dan tujuan. Hanya menuruti kemana kakinya membawanya pergi dan akhirnya dia berhenti didekat sebuah sungai. Bukan sungainya yang menarik tetapi seorang pria paruh baya yang memiliki rambut hitam dan kuning diponi rambutnya.
Naruto dibuat keheranan oleh tingkah pria paruh baya itu, memancing saat malam hari memangnya apa yang dia pancing ? pencuri 'kah ? dan lagi dari auranya dia bukan manusia dan lagi terasa sangat kuat tetapi hangat.
" Oji – san apa yang kau lakukan malam – malam begini ? " Naruto bertanya kepada pria paruh baya tadi.
" Tidak 'kah kau bisa melihatnya anak muda ? " Pria tadi membalas pertanyaan dengan pertanyaan. Sementara Naruto dia hanya dapat menepak jidatnya sendiri. Setelah itu dia turun dan duduk disamping pria paruh baya tadi.
" Maksudku kenapa kau memancing saat malam bukan siang hari tadi ? " Naruto kembali bertanya. Rupanya kali ini adalah sesi tanya – menanya tanpa ada jawaban.
" Aku sudah memancing dari tadi pagi tetapi belum mendapat satupun ikan, apakah kau tahu alasannya anak muda ? " pria paruh baya tadi kembali melontarkan sebuah pertanyaan kepada Naruto.
" Entahlah mungkin itu karena amal dan perbuatan, dan juga kita belum berkenalan satu sama lain. " Naruto sekarang membicarakan sesuatu yang biasa namun sering terlupa yaitu perkenalan.
" Ah, maaf ya, namaku Azazel dan kau siapa anak muda ? " Azazel memperkenalkan namanya dan bertanya nama lawan bicaranya.
" Namaku Naruto Azazel – jisan. " setelah Naruto menyebutkan namanya belum ada yang membuka obrolan kembali sampai beberapa menit. Menatap anak muda disampingnya Azazel baru tersadar akan sesuatu.
" Naruto, nampaknya ada yang sedang kau pikirkan ? " Azazel bertanya kepada Naruto. Dari wajah Naruto, Azazel dapat melihat bahwa teman bicaranya ini sedang memikirkan sesuatu.
" Jujur, aku memang memikirkan beberapa hal yang membuatku pusing, tetapi aku rasa itu tidak layak dibicarakan. " Naruto membalas pertanyaan Azazel dengan lesu, dia sedang mengalami beberapa masalah sekarang ini.
" Tidak masalah jika tidak ingin menceritakannya, dan bolehkah aku bertanya satu hal lagi ? " Azazel bertanya lagi, sepertinya makhluk satu ini tidak pernah memiliki rasa bosan dalam bertanya.
" Silahkan. "
" Apakah kau bukan manusia ? " Naruto menoleh dan memandang Azazel, tak berapa lama kemudian dia tersenyum.
" Kurasa kau juga sama saja denganku, tapi kau termasuk dalam ras apa Azazel – jisan ? " Naruto bertanya dengan penasaran kepada Azazel, dia penasaran karena aura Azazel tidak sama dengannya.
" Aku adalah malaikat jatuh dan sekaligus pemimpin mereka. " Azazel sedikit menyelipkan nada bangga dan sombong kedalam omongannya.
" Pemimpin malaikat jatuh ? jadi kau yang terkuat diantara mereka ya ? " Naruto bertanya lagi kepada Azazel.
" Bisa iya, dan bisa tidak. Jika aku adalah yang terkuat diantara mereka kenapa masih ada yang membangkang ? jika aku tidak kuat kenapa mereka menjadikan aku pemimpin ? " Azazel sedikit memperumit penjelasannya.
" Oji – san, menjadi pemimpin itu bukan karena kau kuat, tetapi karena kau diakuilah dirimu bisa menjadi pemimpin, mungkin beberapa anak buahmu membangkang karena sebenarnya mereka ingin diakui olehmu. Tetapi jalan yang mereka tempuh itu salah. " Naruto mengakhiri sebuah penjelasan tentang kepemimpinan.
Azazel hanya dapat tertegun mendengar ucapan pemuda didekatnya ini. Sekarang ini jarang sekali yang memiliki pemikiran seperti Naruto. Entah hanya firasat Azazel atau memang akan menjadi kenyataan suatu saat nanti bahwa Naruto akan menjadi seorang pemimpin yang akan diakui oleh semua ras.
" Hahaha… aku kagum denganmu Naruto, diusiamu yang sekarang kau bisa berfikir seperti itu. " Azazel berbicara dengan sesekali tertawa renyah.
" Oh iya Azazel – jisan, maukah kau melatihku ? "
.
.
.
ALOD
.
.
.
" Baiklah semuanya, kita akan berlatih di villa milik keluarga Gremory. Kita harus berlatih sekeras mungkin. " Rias nampaknya sedang bersemangat untuk berlatih. Walaupun dia tahu Menma itu adalah seseorang yang sangat kuat dengan peeragenya yang unik, dia tidak akan menyerah untuk berlatih.
" Tetapi Buchou, bagaimana dengan Naruto – kun ? " Akeno menanyakan hal yang lansung membuat Rias lesu. Rias memang sedang memikirkan orang yang namanya disebutkan oleh Akeno tadi. Tadi Naruto sepertinya juga tidak masuk sekolah.
" Ups, pertanyaanku salah ya ? maaf ya Rias. " Akeno dengan sebuah senyuman meminta maaf kepada Rias.
" Tak apa, kita sekarang hanya harus fokus dengan latihan. " Setelah apa yang diucapkan Rias semuanya mengangguk. Mereka juga tersenyum. Setelah itu mereka pergi dengan lingkaran sihir merah khas keluarga Gremory.
.
.
.
ALOD
.
.
.
" Ne, Kazuto apa kau ingin dikalahkan oleh Knight Gremory ? " Seorang pemuda berambut hitam acak –acakan yaitu Mema bertanya kepada pemuda yang memiliki rambut senada dengannya namun lebih rapi
" Ha ?! Tentu saja tidak, aku tidak akan kalah dengan knightnya itu. " Pemuda yang bernama Kazuto tadi membalas ucapan Menma.
" Bagus jadi latihanlah lebih keras lagi! " Menma memerintahkan kepada Knightnya itu. Bukan apa – apa dia juga yakin Knightnya itu akan menang hanya saja ia ingin menambah semangat berlatih milik Keluarganya ini. Setelah itu Menma berjalan Menuju seorang laki – laki berambut perak.
" Hei, mau lihat sesuatu yang baru ? " Menma bertanya kepada laki – laki berambut perak tadi.
" Apa yang ingin kau tunjukkan Menma ? " Laki – laki tadi nampaknya sedikit penasaran dengan apa yang akan ditujukan oleh Menma.
" Ini dia… Golden Fire : Fire Wings. " Laki – laki berambut perak tadi nampak kaget melihat apa yang dikeluarkan oleh Menma. Tiga pasang sayap yang diselimuti oleh api emas.
" Bukan hanya ini, ada jurus yang sedikit ku modifikasi… Demonic : Rasenringgu " Setelah pemuda tadi mengeluarkan jurus yang dimilikinya, laki – laki berambut perak tadi semakin terperangah. Ia melihat sebuah bola energi berwarna hitam dan memiliki bunyi yang memekakan telinga.
" Aku tunjuk'kan seberapa besar efeknya. "
Blaar…
Setelah bola tadi dihantamkan ketanah, tanah yang semulanya dipijaki dua orang tadi menjadi cekungan yang lumayan dalam. Laki – laki tadi kaget kembali akan buah karya milik Kingnya. Memang tidak salah dia masuk kedalam jajaran High Class Devil.
" Makin hari kau bertambah hebat saja Menma, Aku yakin jika kau yang akan memenangkan Rating Game. " Laki – laki berambut perak tadi berseru dengan bangganya.
" Terima kasih, dan aku pastikan dia akan kuhabisi. " Menma dengan yakinnya berucap, setelh ucapan itu keluarlah sebuah seringai keji diwajahnya.
.
.
.
ALOD
.
.
.
" Kunci utama dalam sihir adalh imajinasimu, jadi kau hanya perlu berkonsentrasi dan bayangkan sesuatu yang ingin kau ciptakan, aku akan memberimu sebuh contoh. " Seorang pria paruh baya yaitu Azazel sedang menerangkan tentang sihir kepada murid barunya.
Mula – mula Azazel meletakan botol air mineral diatas meja dan kemudian dia mengarahkan telapak tangannya kebotol tersebut. Awalnya botolnya mulai pecah kemudian airnya keluar dari dalam setelah itu air yang keluar menjadi beku seketika.
" Kau juga bisa membuat sihirmu menjadi benda padat. " Setelah itu ditangan Azazel munnculah sebuah tombak. Murid Azazel yang tidak lain tidak bukan adalah Naruto hanya bisa mengangguk paham.
" Baiklah Naruto, kau bisa mencobanya. Dan mungkin kau bisa menemukan sesutatu yang menarik dari sihir. " Azazel tersenyum misterius saat mengatakan hal tersebut, setelah itu Azazel pergi.
" Baiklah aku harus bersungguh – sungguh untuk bisa menguasai sihir! " Naruto dengan optimis mengatakan hal tersebut, kemudian dia menutup matanya membayangkan sesuatu yang akan dia bentuk. Munculah pedang sahabat baiknya dipikiran Naruto. Mulai mengangkat tangannya secara perlahan dan memfokuskan energy di tangannya.
Partikel – partikel biru mulai berkumpul disekitar tangannya, hanya perlu sedikit lagi untuk membentuknya, Ayo Naruto! Ini demi seseorang yang mengisi hatimu sekarang ini. Rias. Entah mengapa tiba – tiba wajah Rias saat menikah dengan Menma nanti tergambar diwajahnya, konsentrasinya mulai buyar. Namun, sekuat tenaga ia mempertahankan bentuk yang akan ia buat.
Greep…
Naruto membuka matanya ia dapat melihat sebuah pedang yang bentuknya tak beraturan, dibagian gagangnya terdapat warna merah dan berbentuk seperti helaian rambut.
" Arrghh… Sangat sulit berkonsentrasi disaat yang seperti ini. " Naruto mengacak rambutnya frustasi. Dia tak habis pikir semangatnya bisa mengganggu konsentrasinya. Setelah itu muncul sebuah ide dikepalanya.
" Kage Bunshin no Jutsu. "
Setelah itu munculah sepuluh Naruto yang sama persis dengannya. Yah, dengan cara seperti ini setidaknya akan bisa lebih mempersingkat waktu.
" Kalian masing – masing bentuklah senjata sebanyak mungkin dan usahakan itu semua berbeda – beda, ada yang mau bertanya ? " Naruto mengadakan sesi tanya jawab sekarang ini.
" Jika semisal kita semua kehabisan ide untuk membuat senjata dan hanya bisa membentuk pedang untuk diproyeksikan boleh'kah itu dilakukan ? " Bunshin satu bertanya kepada tuannya.
" Boleh saja, asalkan bentuknya berbeda. " Setelah itu Naruto menghilang dengan Shunsin entah akan menuju kemana.
.
.
.
ALOD
.
.
.
" Boleh aku ikut duduk disini Azazel – jisan ? " Naruto rupanya sekarang berada ditempat Azazel yang sedang meminum teh. Dirinya kesini untuk memita Azazel melatihnya hal lain.
" Silahkan. Apakah kau sudah menyerah dengan sihir ? " Azazel bertanya kepada Naruto dengan senyum miring. Dia sudah mengira jika iblis reinkarnasi, apalagi baru pemula seperti yang didepannya ini akan sulit mempelajari sihir.
" Bukan. Aku sudah meninggalkan klonku disana, justru aku ingin kau melatihku dalam bidang lain. " Naruto menjelaskan sebab kedatangannya kemari. Dia ingin menguasai hal lain selain memproyeksikan sesuatu.
" Klon ? jadi kau bisa membelah dirimu ? dan latihan seperti apa yang kau inginkan ? " Azazel tentu saja terkejut dengan apa yang baru saja murid barunya katakan.
" Ya, aku bisa membelah diriku, latihan yang kumaksud adalah keuali, pengendalian elemen, memproyeksikan sihir, dan fisik. " Naruto kembali menjelaskan hal yang diinginkannya.
" Um, sebenarnya ada satu tapi aku tidak tahu latihan ini akan berhasil atau tidak. " Azazel berkata dengan sedikit ragu – ragu. Bukan tanpa alasan dia seperti itu, ia mengatakan hal tersebut karena latihan seyelah ini akan benar – benar diluar nalar ketiga fraksi akhirat.
" Tak apa, kita juga belum tahu hasilnya sebelum dicoba'kan dan latihan seperti apa itu Azazel – jisan ? " Naruto pada akhir kalimatnya mengajukan sebuah pertanyaan kepada Azazel.
" Memadatkan energi suci. "
.
.
.
ALOD
.
.
.
N/B : Apa chap ini sudah mendingan ? Saya butuh komentar dan saran kalian. Mungkin cerita ini akan sedikit berbeda alurnya dengan yang asli. Oh ya, disini Asia direinkarnasikan sebelum Issei dan Naruto.
Dan ada yang punya saran untuk peerage Menma yang lain ? boleh dari Anime lain juga kok. Dan maaf sepertinya TAOUN gak bisa up besok karena author masih sibuk buat nyiapin kemah disekolahan. sereta saya minta maaf atas penempatan Issei kemarin, dia itu tetap peerage Sona. terimaksih untuk yang sudah mengingatkan.
Thank ' s for RnR
See you again
