SUPER PSYCHO LOVE 14
PREVIOUS CHAP..
"Tunggu sebentar Kai-ssi.. Bolehkah kapan-kapan kita makan bersama? Sebagai ucapan terima Kasih untuk waktu itu" Kai terdiam cukup lama, apakah ia harus menerima ajakan pria ini? Tapi ia takut Sehun nanti tahu dan salah paham dengan nya.
"Dengan suamimu juga tentunya" Ravi segera meralat kata-katanya menyadari jika Kai tengah berfikir untuk menerima ajakannya atau tidak.
"Ah ya tentu, baiklah kalau begitu. Saya permisi" Ravi mengangguk dan mempersilahkan Kai pergi meninggalkan nya.
Setelah Kai pergi barulah Ravi keluar dari Apotek tersebut tanpa membeli apapun, sepertinya pria itu menyegaja untuk bertemu dengan Kai.
Pria itu menatap kepergian mobil Kai dengan tatapan yang sulit diartikan.
'Sepertinya ia tengah hamil..' ucapnya dalam hati mengingat barang-barang Kai yang terjatuh tadi dan menemukan beberapa alat tes kehamilan yang dibelinya.
.
.
.
Kai saat ini tengah berada di kantor Sehun, ia berjalan pelan menuju ruang kerja sang suami, ia berniat untuk memberikan sebuah kejutan. Beberapa karyawan yang mengenalnya membungkuk hormat dan menyalaminya. Tidak hanya sekali dua kali ia datang ke kantor Sehun nyatanya ia sering kesana jika Sehun tiba-tiba rindu untuk makan bersama Kai meski terkadang Kai menggerutu tapi itu dulu waktu hubungan mereka belum sedekat sekarang.
"Ah Nyonya Oh apakah anda mau menemui Tuan Oh Sehun?" Kai hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi pertanyaan sekretaris tampan bernama Ahn Jae hyun di depannya.
"Sebaiknya anda langsung saja keruangannya karena beliau masih ada meeting dengan para klien. Mari saya antar" Jaehyun mempersilahkan, beberapa langkah kemudian Kai berhenti dan membuat sekretaris kepercayaan Sehun itu menoleh padanya.
"Sekretaris Ahn aku akan menuju keruangan suamiku sendiri, sementara itu bisa kau rahasiakan kedatanganku? Karena aku ingin memberikan kejutan untuknya" sekretaris Ahn pun mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, tapi sebelum saya pergi apakah anda membutuhkan sesuatu? Teh misalnya?"
"Ah tidak perlu, terima kasih atas tawarannya"
"Baiklah saya permisi" Kai mengangguk dan berlalu pergi saat melihat sekretaris Ahn membalikkan badan.
...
Sehun bergegas menuju ruangan nya untuk memeriksa hasil laporan kerjasama dengan kolega bisnisnya, diperjalanan menuju ruangan ia menerima telepon dari Woobin.
"Ya ada apa Woobin?"
'Ini mengenai paman dan ibu nona Kai' ucapan Woobin membuat Sehun menghentikan gerakannya yang akan membuka kenop pintu ruang kerja nya.
"Apa yang terjadi? Ibu Kai baik-baik saja kan?"
'Ne..tapi paman anda telah meninggalkan rumahnya. Sepertinya ia pindah dan tentu saja membawa ibu nona Kai bersamanya' Sehun masih menyimak ucapan Woobin, ia memasuki ruangan tanpa tahu jika ada sosok lain yang tengah duduk bersandar di sofa menunggu nya.
"Se-" Kai baru akan memanggil Sehun tapi ia urungkan saat melihat suaminya tengah menerima telepon, ia takut mengganggu alhasil ia hanya menatap sang suami yang kini berjalan kearah jendela kaca besar yang berada di belakang kursi kerja nya.
'Sepertinya paman anda mulai curiga jika kita tengah mengintainya jadi ia membawa pergi ibu nona Kai tapi saya dan Jongsuk berhasil melacak keberadaan nya, dan kami sekarang tengah mengikutinya'
"Bagus, awasi pergerakannya terus dan kirimi aku alamat nya jika kalian sampai"
'Baik Tuan..'
Pip..
Sehun mematikan ponsel nya dan menghela nafas berat, kepalanya ia sandarkan pada jendela kaca di depannya dan memejamkan matanya sejenak.
Kai yang sedari tadi melihat Sehun merasa kasihan, sepertinya suaminya itu tengah dilanda masalah berat sehingga Kai dapat melihat jelas gurat lelah diwajah Sehun.
Kai berjalan pelan menuju Sehun, ia baru akan mengelus pundak suaminya jika saja Sehun tidak tiba-tiba menoleh dan membuat keduanya terkejut apalagi wajah Sehun tiba-tiba berubah khawatir, takut Kai mendengar pembicaraannya lewat telepon.
"Sayang kau disini? Sejak kapan?" Kai tersenyum dan menggandeng tangan Sehun dan menuntunnya untuk duduk di kursi kerja nya.
"Dari tadi.." jawab nya singkat senyumnya tak lepas dari bibir ranum nan seksi milik istri Tuan Oh itu.
"Dari tadi? Apa kau..mendengar aku bertelpon tadi?" tanya Sehun hati-hati, Kai mengernyitkan dahi tidak mengerti atas maksud pertanyaan Sehun barusan.
"Tidak.. Aku hanya melihatmu menerima telepon dan langsung berjalan menuju jendela dengan raut wajah lelah dan yah aku pikir mungkin kau ada masalah, kau bisa membaginya denganku jika kau mau. Aku siap mendengarkan" Sehun bernafas lega lalu tersenyum menatap sang istri, menarik pinggang nya mendekat dan memeluk perut sang istri tanpa mau menjawab ucapannya barusan. Kai yang awalnya terkejut mulai mengelus pelan kepala sang suami dan tersenyum geli.
'Apakah ikatan batin seorang ayah dan anak sebegitu kuatnya?' Kai terkekeh memikirkannya. Kai fikir Sehun benar-benar bisa merasakan keberadaan nyawa lain di dalam perut nya
"Ada apa? Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu dan mengapa kesini tidak memberitahuku dulu?" Sehun mendongak menatap wajah manis dan anggun sang istri tanpa melepas pelukannya pada pinggang Kai.
"Tidak, hanya ingin tertawa saja, aku kesini karena aku merasa kesepian dirumah, kau tahu sendiri jika Haowen sekarang lebih betah bermain bersama teman nya ketimbang aku" Kai tertawa diakhir kalimat entah mengapa.
"Kau cemburu?"
"Hmm tidak hm sedikit sih tapi tidak apa karena itu bagus untuk Haowen, karena dengan begitu ia bisa mendapat banyak teman jika sering bersosialisasi dan tentunya masih berada dalam pengawasanku karena aku tak mau ia salah pergaulan nantinya." Sehun mengangguk-anggukkan kepala dan mempererat pelukannya pada pinggang Kai.
Hening sejenak, Sehun hampir tertidur jika saja suara Kai tidak menginterupsi.
"Sehun.."
"Hmm.."
"Aku ingin memberitahu sesuatu padamu.." Sehun mendongakkan kepala nya lagi menatap sang istri, kini tatapan nya berubah serius saat melihat raut wajah istrinya itu.
"Ada apa? Katakanlah..apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Kai menggelengkan kepala lalu tersenyum dan mengelus rahang tegas suaminya sebelum akhirnya berbisik pelan ditelinga.
"Say 'Hello' to our baby" ucap Kai sambil membawa telapak tangan Sehun pada perutnya.
Butuh beberapa detik sebelum Sehun benar-benar bisa mencerna ucapan Kai. Seketika ia merasakan euforia didalam dirinya, ia segera berdiri dari duduk nya dan memeluk erat tubuh Kai menggoyangkan ke kanan dan ke kiri sambil tak henti-henti nya mengucap syukur dan terima Kasih atas kebahagiaan yang Kai berikan untuknya.
"Aku mencintaimu" ujar Sehun akhirnya setelah berusaha mengangkat tubuh Kai untuk ia gendong ala Koala tanpa harus membuat perut Kai tertekan.
"Aku juga mencintaimu" balas Kai sambil mengecup pelan bibir tipis suaminya tersebut.
...
"Jadi.."
"Jadi? Jadi apa?" Kai berdecak sebal meminta penjelasan maksud pertanyaan Sehun padanya.
"Jadi ceritakan bagaimana bisa kau yakin jika kau tengah hamil sayang?"
"Sebenarnya aku tidak begitu yakin pada awalnya tapi aku sudah mengetesnya dengan beberapa alat tes kehamilan yang berbeda dan hasilnya positif" Sehun tidak bisa menahan senyumnya, berkali-kali ia kecupi wajah sang istri dan kedua tangan nya.
"Berapa Bulan?"
"Aku tidak tahu, aku belum memeriksa nya ke dokter"
"Kalau begitu ayo kita berangkat" Sehun segera menggenggam tangan Kai dan membantunya berdiri dari sofa yang daritadi mereka duduki.
"Isshh nanti saja, ayo kita makan dulu dan kau harus minum obat"
"Semua itu tidak penting karena yang paling penting sekarang adalah memeriksakan kandunganmu, ayo.." Sehun menarik-narik tangan Kai layaknya anak kecil yang merengek ingin pergi kesuatu tempat.
Kai yang tak tahan itupun menarik balik tubuh Sehun hingga terduduk kembali. Dalam hati Sehun bertanya darimana Kai mendapatkan kekuatan barusan, rasanya Sehun ditarik oleh orang kuat. Terlalu berlebihan sekali kau Oh Sehun.
"Duduk! Kau mau menuruti kemauanku atau kau akan tidur dengan Haowen dua malam kedepan" Sehun menghela nafas dan mengalah.
"Baiklah.."
"Bagus.. Ini aku bawakan makanan dan obat paling mujarab agar kau tidak masuk angin lagi" Kai mendorong paper bag yang tadi ia taruh disebelah kaki sofa.
"Suapi.."
"Seperti anak kecil saja, dasar manja!" Kai mendecih pelan. Meski ia mencibir tapi ia dengan senang hati menyuapi sang suami dengan makanan favorit Sehun yang khusus Kai masakkan tadi.
"Terima Kasih sayang.." Kai berhenti menyuapkan makanan yang akan masuk ke mulut Sehun, pipi nya merona samar. Dan semakin merona saat Sehun menggoda nya dengan senyuman mesum miliknya.
"Dasar cabul.." ucap Kai sambil mendorong makanan yang Kai sumpit kemulut sang suami sehingga Sehun tersedak dan membuahkan kekehan dari bibir indah sang istri.
"Yak! Uhuk uhuk..teganyaaa.." rengek Sehun mendramatisir sehingga membuat Kai berdecih sebal.
...
"Usia kandungan Nyonya Oh memasuki enam minggu"
"E-enam minggu? Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun? Mual-mual dipagi hari ataupun semacamnya" Sang dokter bernama Han Ye Jin itupun tersenyum mendengar penuturan ibu muda tersebut.
"Memang hal itu bisa saja terjadi diawal kehamilan atau bisa saja suami anda yang mengalami morning sickness"
"Anda benar dok, belakangan saya selalu merasa tiap pagi hampir mengalami muntah-muntah bahkan terkadang jika mencium bau yang menurut saya aneh kepala saya akan pusing dan perut saya bergejolak" Sehun menyuarakan keluhannya selama ini pada sang dokter yang kemungkinan masih berumur 30an keatas tersebut.
"Ya hal itu biasa terjadi, tidak sedikit para ayah mengalami apa yang anda alami. Jadi sebaiknya mulai sekarang anda memantau pola makan istri anda dan Nyonya Oh tidak boleh melakukan pekerjaan berat dahulu karena kandungannya masih sangat rentan dan jangan terlalu setres karena akan berdampak pada sang bayi dan kemungkinan paling parah anda bisa keguguran"
Deg..
Jantung Kai terasa ingin copot mendengar ucapan terakhir dokter cantik tersebut, bukannya Kai berlebihan tapi ini adalah kehamilannya yang pertama, ia masih belum berpengalaman jadi ia takut hal buruk terjadi.
Sehun dapat merasakan ketegangan pada raut wajah Kai terbukti dari genggaman tangan istrinya yang sangat erat itu mencengkeram lengan nya.
"Ah maaf saya tidak bermaksud menakuti, jangan terlalu difikirkan omongan saya barusan. Saya hanya memperingatkan, dan alangkah baiknya jika anda rajin memeriksakan kandungan anda, apapun yang anda rasakan jika merasa ada masalah anda bisa langsung menghubungi saya. Saya tahu jika ini mungkin pengalaman anda pertama kalinya waktu hamil bukan?" Kai mengangguk.
Mereka berdua segera berpamitan untuk pergi dari ruangan dokter dan beranjak kembali ke mansion setelah sebelumnya memutuskan untuk menjemput Haowen sekalian karena hari sudah mulai petang.
...
"W-what! Haowen akan punya adik? Kau serius dad!" teriak Haowen yang tak percaya dengan apa yang diucapkan daddy nya barusan.
"Tentu saja bocah.. Jadi mulai sekarang jaga mommy mu saat daddy tidak dirumah jangan terlalu sering main dengan Cerberus dan Tetsuya apalagi main diluar"
"Baik bos!" Haowen tanpa sadar hormat kepada sang daddy dan seketika terdengar tawa keras bersal dari samping Sehun yang tak lain dan tak bukan adalah Kai.
"Kau lucu sekali sih sayang..mommy semakin gemas padamu, sini.." Kai menarik pergelangan tangan Haowen pelan dan mengecupi pipi Haowen yang semakin hari semakin mirip dengan nya -chubby
"Aku sayang mommy.. Terima Kasih karena sudah mau membuatkan Haowen adik, Haowen janji akan menjaga mommy dan adik nantinya dan Haowen akan sering dirumah menemani mommy"
"Ahh kamu menggemaskan sekali, pipimu semakin chubby rasanya mom ingin memakannya hum" Kai benar-benar menggigit pipi chubby Haowen pelan sehingga membuat Haowen tertawa geli.
"Sudah..Sudah.. Sekarang giliran daddy, kamu minggir sana" Sehun melepas paksa pelukan ibu dan anak tersebut yang membuahkan protes dari keduanya.
"Apasih dad ganggu saja, sana.." Haowen dan Kai bebarengan mendorong pelan tubuh Sehun yang berani-beraninya menginterupsi kegiatan mereka.
"Yak teganya kalian.." dengus Sehun, ia berusaha memisahkan lagi pelukan Kai dan Haowen tapi tak berhasil karena Haowen terus-terusan menyingkirkan tangannya alhasil Sehun cemberut dipojok sofa yang mereka duduki sambil memeluk bantal dan memandang kesal adegan pelukan ibu dan anak tersebut dan perlahan senyumnya mengembang..
Kai benar-benar membawakan kebahagiaan untuk keluarga tidak sempurna itu dan membuatnya menjadi sempurna dengan adanya Kai dan anggota baru yang beberapa Bulan lagi akan bertambah.
"Ah ya Kai!" Sehun memekik pelan saat teringat sesuatu. Kai hanya menggumam menjawabnya tanpa mau menatap Sehun maupun melepas pelukannya pada sang putra yang membuat Sehun kesal.
"Chanyeol dan Baekhyun minggu depan menikah"
"Apa!" teriaknya sangat nyaring sehingga membuat telinga Haowen berdengung. Bocah itu meringis pelan menatap mommy nya.
...
Disebuah apartemen tak jauh dari distrik Gangnam terlihat seorang pria yang tengah berdiri didepan jendela kaca yang menampakkan pemandangan Seoul dimalam hari dengan gemerlap lampu yang menghiasi gedung-gedung dan rumah-rumah, pria itu hanya terdiam sambil mengamati kota dari atas apartemen nya sampai akhirnya ia merasa seseorang tengah berdiri disampingnya, ia hanya melirik seseorang itu dari ekor matanya tanpa mau menoleh.
"Wanita itu benar tengah hamil dan usia kandungannya berusia 5 minggu jalan" ucapan seseorang itu membuat pria yang dari tadi terdiam akhirnya menolehkan kepalanya menatap sosok disamping nya.
"Butuh usaha keras untuk membuat agar akulah yang mereka pilih menjadi dokter kandungannya, beruntung tadi teman se divisiku sedang ada urusan mendadak sehingga aku bisa menggantikannya."
"Terima Kasih Ye Jin-ssi.. Aku mohon bantuan nya untuk menjaga istri dan calon bayi Oh Sehun" perempuan yang dipanggil Ye Jin itupun menatap sang pria dan tersenyum penuh arti.
"Tentu, aku akan membantumu sebisaku. Tapi aku hanya dokter kandungan yang akan mereka panggil jika mereka membutuhkanku jadi aku tidak bisa menjaganya terlalu sering, apa sebaiknya aku mencari tempat tinggal yang dekat dengan mansion mereka?"
"Tidak perlu, nanti..akan ada waktunya anda akan dipanggil untuk terus berada disamping istri Sehun untuk memantau perkembangan bayi mereka" wanita yang menyandang sebagai dokter kandungan itupun terkekeh pelan mendengar penuturan pria disampingnya.
"Kau masih saja berbicara formal padaku, hei kita ini adalah keluarga jadi bicaralah sewajarnya pada keluargamu. Kau terlalu serius.. "
"Tidak bisa, anda dan keluarga anda sudah berjasa banyak pada hidup saya bahkan sampai sekarang pun saya masih merepotkan anda."
"Yak Ravi.. Kau ini aisshh dasar, pantas banyak wanita yang tidak dapat bertahan lama bersamamu. Kau terlalu serius menjalani hidupmu" pria yang bernama Ravi itupun menatap tajam wanita bermarga Han tersebut, sedikit banyak Ye Jin merasa ciut saat mendapat tatapan seperti itu.
"Bagi saya hidup bukanlah sebuah permainan, bagi orang biasa mungkin kehidupan menurut mereka adalah bagaimana caranya mereka menikmati dan bersenang-senang didalam nya hingga tanpa mereka sadari jika suatu masalah entah besar ataupun kecil akan menanti dan disitulah emosi dan pemikiran mereka diuji, akan bagaiman mereka menanggapi masalah nantinya." Ye jin menghela nafas dan menepuk pelan punggung Ravi.
"Yah perkataanmu memang ada benarnya, tapi ada baiknya kau juga membuat hidupmu berwarna dengan sedikit canda dan tawa misalnya. Buatlah sebuah kenangan yang indah. Dan jangan sampai kelak kau menyesali kehidupanmu yang dipenuhi keseriusan itu" Ye Jin melangkah pergi dan berhenti saat ucapan Ravi membuatnya tertegun.
"Kehidupanku sudah kusesali semenjak aku belum bersama keluarga ini sehingga membuatku lupa apa itu sebuah kebahagiaan"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC sejenak yaaa...
Regangkan otot mata dulu hihi.. 😀😀
Pelan-pelan aja ya hehe gak mau bikin yang panjang-panjang soal nya takutnya nanti malah tambah bosen.
Maaf ya apdet nya ngaret mulu soal nya banyak yang harus dikerjain di dunia nyata haha juga nih koneksi internet eror mulu.
Udah sih itu aja yang mau disampein hehe..
Yuk follow Ig : edited_hunkai
Disana saya share foto Kai yang saya edit jadi cewe yah biar bisa bayangin Kai jadi cewe sesuai ama ff ini. Yang minat follow aja kalau gak ya gpp haha..
Saya sih suka yaoi ya tapi kalau bikin ff NC yaoi itu gak bisaaa bisa nya kalau Kai nya jadi cewe, biar dapet feel nya tapi kalau kalian banyak yang g suka GS ya silahkan leave dari ff ini oke? So simple to do right?
Ok byeeeee...
Thanks for fav foll and review..
I love you guys.. So muuuuccchh 😘
