Angel Voice
Cast : Yunjae, Changkyu, Kangteuk
Other Cast : Yoosu, Eunhae, Kaihun, Krisho, Yewon
Genre : Adventure, Fantasy, Drama, Action, Romance
Rate : M
Warning : Yaoi, Mitologi, Gaje, Khayalan level dewa, Typo's berseliweran, ide mainstream
Creadit : Disandur dari buku karangan Susan Wise Bauer dengan judul ' Sejarah Dunia Kuno"
.
.
.
.
Chapter 2. Elf part 2
Kota Aratta, sebuah kota yang terletak di lapisan logam dan batu berharga – perak, emas, lapis lazuli – menjadikannya sebagai kota yang makmur nan kokoh. Dilindungi oleh para prajurit abadi dan kesatria-kesatria perang tanguh memperkokoh keamanan kota ini. Penduduk yang ramah dan keindahan alam yang mempesona tersaji sempurna dikota ini. Kedamaian selalu mengiringi Aratta dan Dewi Inanna yang selalu memberkati bumi Aratta.
Selain itu, Aratta juga mamiliki seorang peramal yang begitu welas asih . Leeteuk sang Peramal Timur adalah orang suci di kuil Inanna –Dewi pemimpin Aratta-, merupakan Elf setengah Veela yang begitu anggun dan mempesona. Layaknya bangsa Elf yang lain, Leeteuk sangatlah cantik dengan senyum lembut yang selalu menghiasi bibir mungilnya, tubuh ramping –langsing dengan kurva tubuh sempurna, kulit putih yang begitu halus, jemari lentik dengan kaki jejang yang indah dibalut oleh keanggunan dan keindahan seorang Veela. Tak seorangpun yang tak terpesona olehnya. Leeteuk makhluk paling mempesona di Aratta, dijuluki The Fallen Angel—begitu murni dan suci.
Leeteuk memiliki seorang mate yang begitu dicintainya, Kangin seorang Chevailier ksatria yang begitu gagah dan menawan. Ia adalah Jendral besar Aratta, pemimpin dari prajurit abadi, seorang dari bangsa Troy. Keahlian bela diri yang dimilikinya adalah yang terkuat di Aratta. Kangin menguasai berbagai jenis senjata mulai dari pedang, panah, tombak hingga Sagaris, sebuah kapak perang senjata khas prajurit abadi. Kekuatannya yang luar biasa di medan perang menjadikan Kangin sebagai salah satu Jendral perang terkuat di Middle Earth. Dan memiliki seorang mate yang begitu cantik menawan membuatnya begitu menjaga dan melindungi sang kekasih hati. Begitu banyak bahaya yang mengincar sang kekasih menjadikan Kangin terus berusaha menjadi kuat dan semakin kuat untuk melindunginya.
.
.
.
.
.
Lorong kuil Inanna
Kangin terlihat sedang berjalan menyusuri lorong berliku dihadapannya. Ia Nampak gaah dengan zirah perang yang dikenakannya, jubah putih panjang berkibar angkuh dalam tiap langahnya, sebilah pedang tersampir kokoh di pinggangnya. Dengan sorot mata tajam terkesan tegas, Kangin berjalan santai disepanjang lorong yang sudah ia hapal diluar kepala. Langkah kakinya membawanya kesebuah bangunan kecil ditengah taman bung, tempat yang ia tuju.
Dengan perlahan, dibukanya pintu putih bangunan mungil tersebut dan wangi lembut florallah yang pertama menyambutnya. Kangin mengamati ruangan yang didominasi warna putih itu seksama, dan pandangan matanya tertuju kearah sebuah ranjang berukuran king size berbentuk setengah lingkaran yang tertutupi oleh kelambu bening transparan disudut ruangan. Berjalan perlahan dan mencoba untuk tidak meimbulkan bunyi pada lantai marmer yang dilaluinya, Kangin berjalan kearah ranjang tersebut. Perlahan melewati satu set meja dengan empat kursi ditengah ruangan. Ia berhenti di samping ranjangdan menyibak perlahan selambu yang menutupinya. Terlihat olehnya sesosok malaikat mungil yang terngah tertidur lelap ditengah ranjang, raut damai terukir sempuna diwajah eloknya.
Kangin tersenyum lembut melihatnya, secara perlahan ia mendekatkan wajahnya dan mencium dengan lembut kening sosok mungil itu. Merasakan sentuhan lembut itu, Leeteuk membuka mata perlahan. Pemandangan indah itu tak terlewatkan oleh Kangin, ia tersenyum melihat sang kekasih menatapnya lembut kearahnya dengan senyuman manis terukir di paras cantiknya.
" pagi kesatriaku…" ucap Leeteuk lembut
" selamat pagi malaikatku " balas Kangin dan mencium kening Leeteuk dengan penuh kasih
Leeteuk tersenyum semakin lebar saat Kangin naik keatas ranjang dan memeluknya. Mendadak Kangin membalik tubuhnya dan membuat Leeteuk berbaring diatas tubuhnya. Leeteuk bertumpu pada kedua lengannya dan tersenyum begitu manis, kemudian Leeteuk merebahkan tubuhnya diatas tubuh Kangin. Ia tersenyum saat mendengar detak jantung kekasihnya dan tertidur setelahnya. Kangin membelai lembut surai ebony Leeteukdan memandangi wajah cantiknya seksama.
" semoga dewa selalu memberikan kedamaian seperti ini" doa Kangin dalam hati
Sekali lagi Kangin memandangi wajah tertidur Leeteuk dan mencium keningnya lembut. Kanginpun tertidur dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.
Sepoi-sepoi anmgin membelai lembut sepasang kekasih yang tertidur saling memeluk tersebut. Harum bunga dan lullaby dari para peri bunga mengalir indah di udara. Kedamaian menenangkan meliputi Aratta dan seluruh kejayaannya.
.
.
.
.
.
To be continue
Akhirnya saya bias update setelah berhari2 berperang dengan segala macam dokumen yang entah apa itu fungsinya di meja kerja saya, yang sukses membuat kepala nyut2 tiap kali melihatnya.
Ditunggu untuk reviewnya kawan..
See yaa
