A Line Of Destiny

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD Ichie Ishibumi

A Line Of Destiny Caesar Clown

.

.

.

.

Rate : M (Jaga- jaga)

Summary: Takdir dari sang ' Ramalan ' berubah. Dunia penuh kegilaan menunggunya. Kehidupan dengan alur yang rumit menghadangnya. Masalah demi masalah menantinya. Cinta pertama atau cinta baru yang akan ia pilih ? Benarkah ini takdir dari Tuhan ? Ataukah hanya cerita yang ditulis ulang oleh - Nya untuk sang ' Ramalan '

Genre : Adventure, Romance, Friendship

Pair : Naruto X…

" Naruto " : Talk

' Naruto ' : Thinking

" Ddraig " : Biju/Sacred Gear Talk

' Kurama ' : Biju/Sacred Gear Thinking

.

.

.

.

.

.

.

.

Nampak perempuan berambut merah crimson sedang duduk termenung di taman yang ada dalam lingkup villa Gremory. Besok adalah hari dimana Rating Game akan dilaksanakan. Dia takut kalah dengan musuhnya nanti.

Didalam bayangannya terlihat ia sedang mengenakan gaun pengantin dan ada seorang pria berambut pirang sedang menatapnya dengan sebuah senyum sendu terpahat di bibir laki – laki itu. Ya, bayangan laki – laki itu adalah Naruto.

Selama kelompok Gremory berlatih, Naruto sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya. Entah kemana dia pergi Rias juga tidak mengetahuinya. Mungkinkah dia sudah memilih untuk meninggalkan dirinya ? Sendirian di Kuoh. Yah, sendirian di Kuoh kalau dia bisa menang melawan Menma.

Huh, memikirkannya membut Rias pusing. Dia memilih untuk meninggalkan area taman dan menuju kamarnya untuk mengistirahatkan badan.

.

ALOD

.

Naruto kini sedang berlatih untuk Rating Game yang akan diadakan sebentar lagi. Kata Azazel Menma adalah Iblis tingkat atas yang memiliki kekuatan unik, yaitu api emas. Azazel juga berkata bahwa api emas hanya dua orang yang memilikinya yaitu Menma dan Iblis pendiri clan Phenex. Dan berkat api emas itulah nama Phenex bisa setinggi sekarang.

Naruto menambah kefokusannya terhadap hal yang akan ia lakukan. Karena latihan inilah tangan dan bahkan aggota tubuh lainnya terbakar. Azazel memang Malaikat Jatuh yang gila, tetapi dia berkali – kali terbakar itu juga karena kesalahannya yang ingin mengusainya dengan cepat dan dalam sekala yang besar.

Sekarang dia mulai membayangkan sesuatu yang berukuran kecil. Anak panah. Ya, anak panah dari cahaya tidak akan mulukainya terlalu serius. Perlahan – perlahan mulailah terbentuk anak panah dari energi cahaya.

SWINGG…

Anak panah berwarna kuning yang hampir mendekati putih terbentuk. Walaupun terasa sedikit panas, Naruto tetap bertahan agar anak panah ini dapat sepenuhnya memiliki bentuk. Setelah beberapa deitik anak panah tersebut sudah benar – benar menjadi padat.

Naruto yang kurang puas dengan hasilnya masih berusaha membuat anak panah lagi. Kali ini anak panah bisa terbentuk dengan lebih cepat dari pada yang tadi. Dia masih berusaha lagi agar anak panah yang lain lebih cepat terbentuk. Mencoba berkali – kali dan akhirnya ia bisa membuat anak panah dengan kecepatan yang dia inginkan.

Sementara Azazel yang melihat itu hanya dapat tersenyum karena melihat murid barunya dapat mengusai sesuatu yang hampir mustahil untuk iblis dengan tingkat kegagalan 99.99 %. Dia berfikir kenapa Naruto memintanya untuk melatih dirinya ? Azazel tahu Naruto itu kuat itulah yang menjadi pikirannya.

" Hei, Naruto kenapa kau ingin aku melatihmu ? sebutkan alasannya selain Gremory itu. " Azazel memberikan pertanyaan yang membuat Naruto menghentikan latihannya. Alasannya selain Rias tentu saja agar dia bisa menjadi lebih kuat.

" Agar aku lebih kuat ji – san. " Naruto membalas ucapan Azazel dan kemudian melanjutkan latihannya. Azazel sudah menduga jawaban ini dan ia juga sudah menyiapkan pertanyaan lain agar bisa mengetahui lebih rinci tentang anak muda yang sekarang menjadi muridnya itu.

" Naruto, aku tahu kau itu kuat. Kau memiliki sembilan makhluk yang unik dalam tubuhmu dan kekuatannya bahkan bisa melebihi Boosted Gear serta Divine Dividing, jadi apa kau ingin lebih jujur kepadaku ? " Mendengar pertanyaan Azazel yang berikutnya Naruto berdiri dan menghentikan latihannya.

" Aku akan menceritakan semuanya secara singkat dan kau harus berjanji untuk tidak mengumbar hal yang aku ceritakan kepada makhluk lain. " Mendengar syarat yang diajukan Naruto, Azazel mengangguk.

" Aku berasal dari dimensi lain, aku terkirim kesini karena pingsan saat berada dicelah dimensi sebab aku kehabisan tenaga setelah melewati peperangan. Dan aku ingin berusaha dengan kekuatanku sendiri tapi mungkin saja aku akan membutuhkan bantuan mereka suatu saat nanti, ada lagi yang ingin kau tanyakan ? " Naruto mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Azazel.

" Hanya ada satu lagi, kenapa kau tidak dimusnahkan oleh Great Red saat dicelah dimensi ? " Azazel yang masih bingung dengan satu hal ini bertanya kepada Naruto lagi.

" Aku – pun juga tidak tahu karena saat di celah dimensi aku'kan pingsan, mungkin ini adalah anugrah dari – Nya. " Naruto tidak menyebut nama Tuhan karena itu adalah sebuah pantangan untuk Iblis sepertinya.

Setelah mendengar ucapan Naruto wajah Azazel tampak menegang. Karena dia menyadari satu hal yang tidak mungkin dari ucapan Naruto. Sesuatu yang sangat dirahasiakan oleh ketiga pemimpin fraksi. Dia sedang menimang – nimang sesuatu. Tapi dia merasa bahwa ini belum saatnya diberitahukan kepada Naruto. Ah, Azazel baru ingat akan sesuatu.

" Oi Naruto, Aku punya sesuatu untuk kau pakai. " Setelah itu Azazel memunculkan sebuah baju zirah berwarna merah dan corak hitam serta abu – abu dibagian dada ( Jika bingung, itu adalah bajunya Roh Pahlawan EMIYA = Fate/Stay Night UBW ).

" Ha? Baju siapa yang kau curi ji – san ? " Naruto bertanya dengan wajah yang dapat dikatakan polos sepolos – polosnya.

" KUSO GAKI! Aku itu pemimpin dari fraksi malaikat jatuh mana mungkin aku mencuri baju, dan ini adalah baju dari salah satu roh pahlawan yang sihirnya kau pelajari itu, tapi sayangnya dia sudah mati padahal dia bisa dikatakan teman baikku. " Azazel menjelaskan dengan wajah sendu diakhir kalimatnya.

" Oh, jadi kau mencuri ini dari jasat pahlawan itu. " Naruto entah mengapa seperti memeang memanas – manasi Azazel.

" Bilang sekali lagi aku pencuri, akan aku buat kau tidak bisa bertemu dengan Gremory itu. Dan dia punya nama yaitu Emiya Shirou. " Azazel mengancam Naruto serta memberi tahu Naruto siapa nama pemilik zirah itu.

" Oh, Begitu ya. "

.

ALOD

.

Sekarang sudah tiba saatnya Rating Game dimulai. Rating Game yang menentukan masa depan Rias Gremory. Tapi nampaknya Rias Gremory tidak bisa fokus kepada yang akan dihadapinya. Dalam pikirannya masih tergambar jelas seorang laki – laki berambut pirang, berkulit tan eksotis, memiliki tiga whiskers, dan memiliki iris sebiru lautan. Naruto.

[ Kedua Tim diharapkan bersiap – siap karena sebentar lagi pertandingan akan dimulai ]

Suara Grayfia terdengar dalam indra pendengaran Rias dan seluruh anggota peeragenya. Mereka semua seperti tidak memiliki semangat melakukan pertandingan ini mereka hanya bisa pasrah berhadapan dengan Menma dan para pelayannya.

Rias mengambil sebuah senjata yang memiliki cabang tiga pemberian Naruto. Dia mengatakan bahwa namanya adalah kunai dan saat Rias memerlukan bantuan tinggal salurkan energi kekunai itu. Rias hanya mencoba menyalurkan energi yang ia miliki pada kunai tadi namun tidak terjadi apa – apa.

[ Kedua Tim sekarang kalian akan dikirim ke arena Rating Game Bersiaplah ]

Suara Grayfia kembali menggema dan kemudian sebuah lingkaran sihir muncul dibawah anggota ORC. Dan disaat itu mereka yang ada dilingkaran sihir tersebut tersenyum. Rias bisa merasakan sebuah tepukan dipundaknya dan yang ia yakini dimiliki oleh Akeno.

.

ALOD

.

[ Masing – masing tim hanya diberi waktu lima menit untuk menyusun strategi dan waktunya dimulai dari sekarang. ]

Suara Grayfia kembali terdengar. Tim Rias seperti masih di ruang penelitian ilmu gaib taka da yang berubah kecuali hanya satu.

" Hei, apa karena aku terlambat kalian jadi semurung itu ? "

Pertanyaan Naruto membuat semuanya mengalihkan pandangan menuju sumber suara, wajah bahagia tergambar jelas diwajah masing – masing anggota tak terkecuali Rias dia bahkan hampir menjatuhkan air mata jika saja Naruto tidak mengusapnya duluan dengan ibu jari.

" Tidak. Kau tidak terlambat, malahan kau datang disaat yang tepat. " Rias menjawab sambil tersenyum haru.

" Nah, sekarang bolehkah aku bertanya apa strategi kalian untuk menang melawan Menma ? " Satu pertanyaan Naruto membuat semuanya terdiam. Mereka semua baru ingat jika mereka memerlukan sebuah strategi untuk menang melawan Menma.

" Sayangnya kami belum memiliki strategi Naruto – kun. "

" Aku sudah menduganya, bahwa kalian belum memepersiapkannya, maka dari itu aku sudah mempersiapkan strategi yang kiranya bisa membantu kita. " Naruto mulai menjelaskan strateginya secara lebih rinci.

" Aku yang akan membuka serangan, setelah aku membuka serangan kalian carilah lawan kalian masing – masing. Akeno dan koneko kalian lawanlah Queen Menma, Kiba kau lawan knight milik Menma. Rias – chan dan Asia lawanlah dua pion milik Menma dan jangan sampai salah satu dari mereka mengambil baju dalammu serta yang satu lagi mengambil bentuk hatimu. Menma beserta Bishopnya biar aku yang urus. Dan sisanya akan kita bahas jika kita sudah menyelesaikan tugas masing – masing. "

Naruto memberikan rancangan rencana kepada mereka dan tentu saja itu membuat mereka kagum. Yang mereka tahu Naruto tidak pernah bertemu dengan peerage Menma. Lantas atas dasar apa strategi ini dibuat.

" Naruto – kun seingatku kau belum pernah bertemu dengan peerage Menma lalu kenapa kau bisa menyusun strategi tanpa adanya informasi ? " Akeno bertanya kepada Naruto.

" Aku memang tidak pernah bertemu, tapi jika informasi aku punya semua tentang mereka dan hanya satu yang membuatku terkejut. " Naruto menjelaskan kepada Akeno. Sementara yang lain hanya mampu bertanya – tanya apa yang membuat Naruto terkejut.

" Apa yang membuatmu terkejut Naruto – senpai ? " Koneko bertanya kepada Naruto.

" Entah benar atau tiadak tapi… sudahlah kita bahas nanti saja sebentar lagi kitakan akan menghadapi Menma. " Naruto masih berfikir tentang sesuatu yang membuatnya terkejut sampai ia baru ingat sesuatu.

" Masing – masing dari kalian sudah membawa alat komunikasi'kan ? "

" Tenang Naruto – kun kami semua sudah membawa alat komunikasi dan ini satu untukmu. " Rias memberikan satu alat yang mereka gunakan untuk berkomunikasi. Setelah menerimanya Naruto memasangnya di telingga.

Tetapi semua peerage Rias agak khawatir tentang kemampuan Naruto. Mereka bisa membayangkan kemampuan yang berat sebelah antara Naruto dan Menma. Tapi, mereka juga belum pernah melihat keuatan Naruto yang sebenarnya jadi mereka berharap dugaan mereka salah tentang Naruto dan Menma.

" Rias - chan aku berjanji padamu, aku akan selalu melindungimu walaupun suatu saat kita dijalan yang berbeda dan juga aku tidak akan membiarkanmu dimiliki oleh siapapun selain aku. " Naruto memeluk dan membisikan itu ditelinga Rias agar yang lain tidak mendengarnya. Sementara Rias hanya mengangguk di dada Naruto.

[ Waktu habis, kedua tim boleh memulai serangannya. Rias – Ojousama dan peeragenya menempati ruang penelitian ilmu gaib, sementara Menma – sama menempati ruang kepala sekolah. Kerusakan jenis apapun yang diterima oleh pemaain akan dinetralkan atau dihilangkan setelah keluar dari arena ]

Mendengar suara Grayfia Naruto langsung menuju atap zirahnya berkibar dengan indah. ' Menma dan peeragenya ada diruang kepala sekolah '. Naruto mengalirkan energi sihirnya menuju mata agar pandangannya lebih baik lagi. Kemudian Naruto memproyeksikan sebuah panah dengan cepat ( Bentuk panahnya juga sama dengan milik roh pahlawan EMIYA ). Dan juga ada pedang berbentuk spiral sebagai anak panahnya.

" I am the bone of my sword. "

Setelah Naruto mengucapkan sebuah kalimat tadi, Angin menerbangkan debu – debu dan Narutolah sebagai pusatnya.

" Caladbolg! "

Naruto melesatkan anak panahnya yang bentuknya tak lazim itu. Tanah sekitar yang menjadi jalur panah tersebut mengalami kerusakan yang cukup besar. Sementara orang yang menonton Rating Game ini hanya kebingungan melihat apa yang dilakukan Naruto. Bukan hanya penonton tapi Rias dan peeragenya juga bingung akan apa yang dilakukan Naruto yang pasti mereka ( Rias dan para peeragenya ) merasakan adanya kekuatan yang cukup besar dipadatkan di anak panah itu.

.

ALOD

.

Menma yang sudah selesai menyusun strategi dan hanya menunggu musuh menampakkan dirinya nampak santai serta tenang dia yakin tidak ada peerage Rias yang berani menyerangnya secara langsung. Sementara dengan peerage Menma mereka melakukan hal yang sama dengan Menma sampai salah satu dari mereka merasakan adanya bahaya.

" Menma – sama dan semuanya cepat buatlah sihir perlindungan dengan seluruh tenaga yang kalian miliki! " Seorang peerage Menma yang memiliki rambut berwarna ungu gelap panjang sampai menyentuh betisnya dan memiliki warna mata yang sama dengan rambutnya namun agak lebih cerah.

" Memangnya ada apa Tohka ? " Seorang berambut hitam dengan pedang hitam yang bertengger manis dibelakang tubuhnya bertanya kepada wanita yang ternyata bernama Tohka tadi.

" Aku merasakan adanya bahaya yang lama – lama semakin mendekat kearah kita! " Semua orang yang disana membuat sihir pertahanan untuk diri mereka masing – masing. Mereka membuatnya dengan segenap tenaga mereka.

.

ALOD

.

" Baka. "

Setelah mengucapkan hal itu sebuah senyum miring bertengger manis di bibir milik Naruto. Mereka tidak tahu seberapa besar kekuatan pedang yang katanya terbuat karena kegagalan meniru Hougu ( Harta Mulia ) dari seorang raja pahlawan. Raja dari segala raja. Gilgamesh.

Setelah mengatakan itu Naruto membuat anak panah lagi tapi sekarang benar – benar anak panah dengan bentuk yang lazim. Tapi sekarang yang tidak lazim adalah unsur yang membentuk anak panah tersebut. Panah tersebut terbuat dari cahaya yang merupakan musuh alami Iblis. Semua mata yang memandang hal tersebut sungguh tidak bisa mempercayai pandangan mereka.

BLAAR…

Terjadi sebuah ledakan besar kala anak panah yang berbentuk pedang tadi mengenai sasarannya. Semua mata kembali takjub. Mereka tak menyangka hanya sebuah pedang spiral tadi bisa menghasilkan ledakan seperti itu. Parahnya anak panah itu menghancurkan bangunan yang di dalamnya ada anggota peerage Menma.

Setelah asap bekas ledakan menghilang, nampaklah Menma beserta keluarganya dengan keadaan tubuh yang penuh dengan debu dan beberapa luka yang cukup seius dibeberapa bagian tubuh seperti tangan, kepala, jari – jari mereka.

Tidak hanya sampai disitu Naruto kembali melesatkan anak panahnya yang terbuat dari cahaya dari panahnya. Tim Menma yang masih meringis kesakitan tidak menyadari adanya bahaya tersebut mereka masih sibuk dengan air mata phoenix mereka masing – masing. Mereka masing – masing sedang meminum air itu yang isinya hanya beberapa tetes.

JLEB…

JLEBB… JLEBB… JLEBB

Salah satu bidak Menma yang sudah selesai meminum air mata phoenix harus rela dirinya terkena panah suci dari Naruto. Semua mata yang ada disana memandang terkejut dengan apa yang menancap ditubuh teman mereka. Panah cahaya yang berwarna kuning yang hampir menyerupai putih menancap di tubuh bidak Bishop milik Menma yang bahkan regenerasi – nya belum selesai walau sudah menggunakan air mata Phoenix.

" Ma – Maiya – san, bertahanlah! Bertahanlah! Kita baru mulai melaksanakan Rating Game ini belum lebih dari satu menit, masa kau sudah ingin meninggalkan kami ?! " Seorang pemuda berbadan kekar berkulit sawo matang dan memiliki pedang besar mencoba untuk menyemangati temannya tersebut.

" Mau bagaimana lagi Ohok…! Aku mengalami luka yang sangat fatal akibat anak panah Ohok…! tadi " Orang yang bernama Maiya tadi berbicara dengan lancar tapi dari mulutnya keluar darah kental yang cukup banyak.

" Kalian berjuanglah jangan sampai kalah " Setelah itu tubuh Maiya pecah menjadi serpihan cahaya. Namun teman – teman Menma bisa bernafas lega karena kerusakan itu akan dinetralkan setelah keluar dari arena Rating Game.

[ Bishop Menma – sama tidak dapat melanjutkan pertarungan ]

Suara Grayfia membuat semua anggota Rias membulatkan matanya tak percaya. Apakah benar Naruto hanya mengkonsumsi dua bidak pawn dengan kekuatan yang seperti ini ? Rias sungguh beruntung bisa menjadikan Naruto sebagai salah satu keluarga – nya.

" Naruto – kun kenapa kau bisa membuat anak panah dari cahaya ? Kau 'kan Iblis " Rias bertanya dengan ekspresi yang menunjukan bahwa dia benar – benar terkejut. Naruto kemudian mengalihkan pandangannya kepada Rias lalu dia tersenyum.

" Kau tahu awalnya ini terasa sangat panas tapi setelah berlatih untuk membuatnya secara berulang – ulang akhirnya aku bisa membuatnya. Namun ternyata masih sedikit terasa panas ditangan. Kau tahu pendahulumu dulunya juga bisa melakukan ini. " Naruto menjeaskan kepada Rias. Namun jawaban yang diberikan oleh Naruto sepertinya agak berbelok tujuan karena Rias bertanya kenapa dan ia menjawab dengan bagaimana.

" Maksudmu Lucifer ? "

" Um, siapa lagi pendahulumu yang bisa membuat sesuatu berunsurkan cahaya. Kupikir dia bisa karena awalnya adalah malaikat. "

" Dan kau ? "

" Aku awalnya adalah manusia, tapi dulu ada seorang manusia yang bisa membuat sesuatu dengan unsur cahaya. Aku berlajar dari dia. "

Rias kembali terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Naruto, selama dia hidup dia baru tahu jika ada manusia yang bisa membuat sesuatu berunsur cahaya.

" Baiklah, kita lebih baik fokus kepada mereka yang akan menjadi lawan kita karena aku yakin mereka adalah orang yang kuat. " Naruto memberikan sarannya kepada Timnya. Mereka kemudian memfokuskan pandangannya di area tempat musuhnya sekarang berada.

.

ALOD

.

Sementara itu dikursi yang diduduki oleh dua orang tamu VIP yaitu Kakak dari Lord Phenex dan Sirzech Lucifer nampak kagum dengan apa yang dilakukan oleh Naruto. Mereka bahkan terkejut bahwa Naruto mengetahui fakta ada manusia yang bisa membuat sesuatu dengan unsur cahaya.

" Tak kusangka dia bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Emiya – kun dulu. " Sirzech mengatakan hal tersebut kepada orang yang berada disampingnya.

" Yah, aku juga terkejut tetapi rasa khawatirku lebih tinggi dari pada keterkejutanku. Aku takut dia melukai fisik bahkan mental Menma secara berlebihan, " Seorang pria berambut pirang yang menjadi ciri kahs klan Phenex mengungkapkan kekhawatirannya.

" Bukankah ini yang kau inginkan ? agar putramu bisa belajar dari suatu kekalahan ? "

" Ya, memang seperti itu. Masalahnya Menma… "

.

.

.

ALOD

.

.

.

Hai, semuanya maaf jika chap ini mengecewakan dalam bagian pertarungan tadi. Tapi saya memang sengaja melakukan itu untuk menunjukan seberapa kuat Naruto itu dengan kekuatannya sendiri. Saya yakin kalian juga bisa menebak alur berikutnya yaitu Menma tahu bahwa Naruto adalah kakaknya, tapi pada saat itu saya akan membuat bagian tersebut secara berbeda.

Kalian juga pasti sudah tahu siapa kakak dari Lord Phenex. Memang seharusnya dia yang menjadi Lord Phenex namun karena sebuah insiden posisi itu diberikan kepada adiknya. Dan juga menurut kalian apakah Naruto lebih baik bersama para biju atau membiarkan para biju hidup bebas ? serta apakah Naruto terlalu overpower jika seperti ini ?

Berikan pendapat kalian masing – masing tentang fic ini apakah fic ini membosankan atau tidak bagi kalian dengan begitu saya akan lebih giat untuk mengembangkan segala alur yang sudah saya rancang.

Dan tolong kasih saran untuk fic ini agar nati kedepannya bisa lebih baik lagi dan membuat Reader sekalian merasa senang. Dan untuk chap dua kemarin maaf jika mengecewakan para reader karena kurang seru.

REVIEW ANDA SANGAT MENENTUKAN MASA DEPAN FIC INI

.

.

.

ALOD

.

.

.

Thank you for R. n. R

See you next chap