SUPER PSYCHO LOVE 15

Previous Chap...

"Bagi saya hidup bukanlah sebuah permainan, bagi orang biasa mungkin kehidupan menurut mereka adalah bagaimana caranya mereka menikmati dan bersenang-senang didalam nya hingga tanpa mereka sadari jika suatu masalah entah besar ataupun kecil akan menanti dan disitulah emosi dan pemikiran mereka diuji, akan bagaiman mereka menanggapi masalah nantinya." Ye jin menghela nafas dan menepuk pelan punggung Ravi.

"Yah perkataanmu memang ada benarnya, tapi ada baiknya kau juga membuat hidupmu berwarna dengan sedikit canda dan tawa misalnya. Buatlah sebuah kenangan yang indah. Dan jangan sampai kelak kau menyesali kehidupanmu yang dipenuhi keseriusan itu" Ye Jin melangkah pergi dan berhenti saat ucapan Ravi membuatnya tertegun.

"Kehidupanku sudah kusesali semenjak aku belum bersama keluarga ini sehingga membuatku lupa apa itu sebuah kebahagiaan"

.

.

.

.

Pagi menjelang di hari Rabu yang cerah meski diluar jalanan masih dipenuhi salju. Pagi ini Kai disibukkan dengan kegiatan merapikan ranjang dan menyiapkan pakaian kerja untuk sang suami yang tengah mandi.

Saat tengah memilih-milih setelan yang cocok dikenakan oleh Sehun hari ini tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh sepasang tangan kekar yang merengkuh pinggang nya mesra. Kai yang mengetahui jika pelaku pemelukan itu adalah suaminya ia pun mengacuhkan dan terus melanjutkan kegiatan memilih bajunya.

"Hei.."

"Hm..Hai"

"Kau mengacuhkanku.." Sehun merajuk, bibir nya cemberut sambil menumpukan dagunya di pundak sang istri menbuat Kai menghela nafas dan menatap suaminya.

Cup..

Satu kecupan berhasil dilayangkan dipipi mulus sang istri tepat saat Kai menoleh padanya. Sehun tersenyum mesum melihat Kai menggembungkan pipinya gantian merajuk.

"Ayo cepat pakai bajumu sebelum terlambat, Haowen sudah menunggu dibawah"

"Kenapa Haowen tidak diantar saja oleh Changwook?" Kai berdecak sebal, melepaskan pelukan Sehun dipinggang nya dan bersedekap menatap suaminya tersebut.

"Yang ayahnya Haowen itu Changwook apa kamu hah?" Sehun hanya membalas nya dengan cengiran.

Ditariknya tubuh Kai mendekat padanya yang setengah telanjang tersebut dan kembali merengkuh tubuh ramping sang istri. Sebelah tangan nya mengambil setelan bajunya yang tengah berada pada lengan Kai lalu membuangnya keatas ranjang dengan sembarangan yang seketika mendapat delikan tajam oleh Kai.

"Apa kabar baby hari ini?" tanya Sehun, ia menyatukan dahinya dengan dahi sang istri.

Kai menghela nafas pelan dan menaruh kedua telapak tangan nya menyentuh dada bidang sang suami. Mendekatkan wajah nya ketelinga Sehun dan berbisik pelan.

"Katanya ia ingin segera keluar dan menendang ayahnya yang keterlaluan mesum pada ibunya" bisikan Kai sukses membuat Sehun tertawa cekikikan.

"Benarkah? Wah apakah baby ku berjenis kelamin laki-laki dan cita-citanya ingin menjadi pemain sepak bola sehingga ia suka menendang-nendang didalam sini?" Kai mendengus geli dan memukul pelan dada bidang sang suami.

"Tentu saja tidak bodoh, dia masih kecil mana bisa menendang. Lagipula jika dia besar aku tidak ingin dia menjadi pemain sepak bola aku ingin dia menjadi atlet Karate agar bisa menghajarmu ketika kau mesum"

"Aku kan hanya mesum padamu, lagipula bukankah kau menyukainya?" bisik Sehun tepat ditelinga Kai, bibirnya mengecup pelan telinga sang istri sehingga membuatnya memejamkan mata merasakan sensasi dingin dari bibir suaminya dan jangan lupakan aroma maskulin milik Oh Sehun.

Kaki Sehun membawa tubuh mereka melangkah pelan menuju sofa dan menjatuhkan diri dengan Sehun yang menindih tubuh Kai tanpa menekan nya, ia masih waras untuk tidak menyakiti bayi mereka.

"Oh Sehun..kuperingatkan sekali lagi bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk bercumbu. Anak kita sudah menunggu dibawah dan kau harus bekerja"

"Haowen bisa pergi bersama Changwook kalau dia tidak bisa menungguku dan aku ini bos jadi kapanpun aku bisa datang sesuka hatiku bukan?"

"Kau ini..annh" ucapan Kai berubah menjadi desahan saat suaminya itu mulai mengecup dan menjilati lehernya sensual. Kai bisa merasakan lidah Sehun juga ikut andil didalam nya bahkan gigi-giginya yang tajam mengigit kecil lehernya.

"Jangan tinggalkan bekas disana! Haowen bisa melihatnya" Sehun menggeram dan berhenti mencumbu leher istrinya. Bibirnya berpindah menuju bibir plum sang istri yang sudah mendesah sejak tadi karenanya.

Sehun terus mengajak sang istri untuk terus bermain dengan bibir dan lidahnya. Menyesap dan bergulat tanpa henti bahkan saliva sudah menetes turun melalui dagu dan leher Kai yang entah milik siapa itu.

Diposisi seperti ini Kai juga dapat merasakan ereksi Sehun dibalik boxer yang diselimuti handuk tersebut. Ya Tuhan suami nya itu benar-benar mesum sekali, batin Kai.

Dilain sisi Haowen yang telah menyelesaikan makan nya tengah cemberut tidak mendapati mom dan daddy nya tidak kunjung turun menemuinya yang akan berangkat itu. Ia kesal tentu saja, ia takut akan telat jika tidak segera bergegas. Alhasil ia pun berinisiatif untuk menyusul kedua orang tuanya dikamar.

"Mom..Dad..ayo berangkat.." teriak Haowen dari tangga menuju kamar sang mommy dan daddy. Batinnya pasti sang daddy susah dibangunkan makanya mommy tidak kunjung turun dan menemaninya makan.

"Se-hm Haowen.." Kai berusaha melepaskan ciuman mereka dan mendorong tubuh Sehun saat merasakan Haowen menuju ke kamar mereka. Tapi Sehun yang sudah dipenuhi gairah itu tak dapat mendengar suara apapun apalagi suara sang putra yang menuju kearah mereka.

Cklek..

"Yak! Daddy! Kau mau menyakiti adik bayi ya.. Kenapa daddy menindih mommy!" teriak Haowen diambang pintu yang sukses membuat Sehun terkejut dan terpental kebawah sofa.

"A-um i-itu.." Sehun gelagapan mencari jawaban yang tepat, matanya melirik sang istri meminta pertolongan tapi Kai tak acuh, istrinya itu sibuk membenahi dirinya karena ulah Sehun baju Kai sedikit tersingkap tadi.

"Ah Haowen ayo kebawah biar mommy yang mengantarmu kesekolah sayang, kita tinggalkan saja daddy disini lagipula daddy bisa pergi ke kantor sendiri" Kai berjalan kearah Haowen setelah memberikan Sehun tatapan tajam padanya.

"Ya ayo mom.. Kita tinggalkan saja daddy yang jahat pada adik bayi Haowen ini! Weekk.." Haowen menggandeng tangan sang mommy dan segera pergi dari kamar setelah mengejek Sehun.

"Y-ya jangan tinggalkan aku! Love...aissh" gerutu Sehun menatap kepergian istri dan anaknya meninggalkan dirinya beserta ereksinya tersebut.

"Apa aku harus bermain solo haishh.." kesal Sehun sambil mengacak surai hitamnya dan segera beranjak ke kamar mandi.

.

.

.

.

Dilain sisi di kediaman seorang Oh Soo Jin tepatnya diruang tamu..

"Kau sudah bebas rupanya.." Soo Jin membuka suara, sebelah tangan nya memegang cangkir yang berisikan teh hijau lalu menyesapnya pelan.

"Ya bukankah ini berkat kau? Meskipun menurutku itu tidak perlu.." jawab seorang pria tinggi dan tampan yang duduk di depannya dengan wajah datarnya.

Soo Jin tidak membalas, lelaki paruh baya itu lebih memilih untuk menyesap teh nya. Setelah tegukan kedua barulah ia taruh cangkirnya keatas meja dan mulai menatap pria yang lebih muda didepannya.

"Aku tidak tahu pasti apa tujuanmu membebaskanku tapi aku bertaruh jika ini ada hubungannya dengan Oh Sehun, keponakanmu" ucap pria tampan tersebut, alis nya terangkat ketika melihat senyuman Soo Jin mengembang.

"Kau.. Cukup pintar. Sepertinya kau tahu siapa aku sebenarnya"

"Tidak, aku hanya tahu jika kau adalah paman Sehun. Jadi paman..apa yang kau inginkan dariku, imbalan apa yang kau inginkan untuk membalasmu. Aku tahu pembebasanku ini tidak hanya cuma-cuma kan?" Soo Jin menyeringai, sepertinya ia tidak salah memilih partner. Pria di depannya ini tidak suka bertele-tele dan tahu diri.

"Aku..ingin kau bergabung menjadi partnerku dalam menghancurkan Oh Sehun" kedua alis pria tampan tersebut menukik tajam mendengar ucapan pria yang ia yakini usia nya tengah memasuki kepala lima itu.

"Apakah harus?"

"Ya.. Karena kita memiliki visi yang sama yaitu kehancuran seorang Oh Sehun" kini giliran pria muda itu menyeringai.

"Kau ini.. Keluarganya kan? Kenapa kau ingin keponakanmu sendiri hancur?"

"Di dunia ini tidak selamanya keluarga adalah keluarga, ada saatnya keluarga bisa membunuhmu" pria itu hanya mengendikkan bahu tak mau ambil pusing dengan perkataan pria tua didepan nya.

"Baiklah terserah, aku tidak begitu tertarik dengan masalah keluargamu. Asal itu membuat Oh Sehun hancur aku akan ikut denganmu, karena aku ingin membalaskan dendam seseorang yang aku cintai"

"Jadi..kita partner sekarang?" Soo Jin menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan pria yang lebih muda darinya itu.

"Sure..why not?" balas pria itu menyambut uluran tangan Soo Jin dengan seringai licik yang terpatri dikedua bibir pria tersebut.

"Misi pertama adalah mencelakai istri Oh Sehun yaitu Oh Kai beserta anak yang dikandungnya" ujar Soo Jin, tangan nya bersedekap di depan dada dengan wajah angkuhnya.

Dilain sisi mereka tidak menyadari jika ada seseorang yang mendengarkan perbincangan mereka dengan wajah terkejutnya, ya itu nyonya Kim yang tak lain adalah ibu Kai yang tengah amnesia. Wanita paruh baya itu tidak menyangka jika suaminya itu orang yang tega mencelakai orang lain dan barusan ia mendengar nama Kai disebut dan seketika pikiran nya melayang tertuju pada gadis yang pernah ia temui di Taman yang namanya juga sama yaitu Kai tapi apakah gadis yang mengaku sebagai anaknya itulah yang mereka maksud? Pikir nyonya Kim.

'Apa yang harus kulakukan?' batin Nyonya Kim, ia segera pergi dari balik tembok ruang tamu, awalnya ia tidak ada niat untuk menguping tapi saat mendengar rencana jahat disebut membuat nyonya Kim mau tak mau mendengarnya. Dan perasaan aneh itu muncul, perasaan dimana ia merasa asing dengan suami nya dan familiar dengan gadis bernama Kai.

.

.

.

Malam hari..

Setelah menemani Haowen hingga tertidur, Sehun dan Kai saat ini tengah merebahkan tubuh diatas ranjang saling berpelukan dengan Kai yang menyender pada dada bidang sang suami.

"Sehun.." panggil Kai

"Ya?" Sehun menoleh menatap wajah sang istri yang terlihat tengah memikirkan sesuatu.

"Ada apa Kai? Apa ada yang mengganggu fikiranmu?" tanya Sehun melihat sang istri tak kunjung menjawab.

"Ini tentang ibuku.." Sehun menghela nafas berat tanpa Kai sadarai, wanita itu memainkan jemarinya diatas dada bidang sang suami dengan menggambar pola abstrak.

"Akhir-akhir ini perasaanku tidak enak setiap kali memikirkan ibu. Sehun, kau janji bukan untuk segera menemukan ibuku? Aku rindu sekali dengan nya, aku ingin memberitahukan bahwa aku sudah menikah dan mempunyai seorang putra bahkan cucu nya yang kedua akan segera hadir" Sehun mengelus puncak kepala sang istri dan merengkuhnya lebih dalam.

Batin Sehun berkecamuk antara mengatakan yang sebenarnya atau tidak kepada Kai tentang keberadaan ibu Kai yang kini bersama paman nya itu.

"Kai.. Sebenarnya.." Sehun menjeda kalimatnya berusaha mencari kata yang tepat untuk diutarakan. Kai mendongak menatap sang suami, kini posisi nya setengah duduk menghadap Sehun.

"Ada apa Sehun, apa kau sudah menemukan ibuku?" tanya Kai antusias, matanya memancarkan harapan besar agar Sehun mengatakan 'ya aku menemukannya dan ayo kita menjemputnya' tapi bukan kalimat itu yang Sehun katakan selanjutnya.

"Aku..ah Woobin dan Jongsuk mulai mencium keberadaan ibumu tapi masih samar, ada harapan ibumu agar segera kembali dengan cepat jadi kau tenang saja mereka melakukan yang terbaik agar bisa menemukan ibumu" mata Kai berbinar meskipun bukan jawaban ini yang Kai minta tapi setidaknya ada harapan untuk ibunya.

"Benarkah Sehun? Kau yakin mereka mulai mengetahui keberadaan ibuku?" Sehun mengangguk dan menarik Kai dalam pelukannya.

"Iya..jadi kau tenang saja, jangan terlalu difikirkan. Ingatlah bahwa kau tengah mengandung cucunya, biarkan ibumu aku dan anak buahku yang mencari. Aku bersumpah akan membawa ibumu kehadapanmu tanpa cacat sedikitpun dan tentu saja secepatnya" Kai mengangguk dengan senyum yang mengembang diwajahnya.

"Terima Kasih Sehun.." Sehun mengangguk dan mengecup puncak kepala Kai sayang.

'Maaf Kai ini belum waktunya kau mengetahui semua, aku akan memberitahumu jika ibumu sudah dipastikan dapat kurebut dari tangan pria brengsek itu' batin Sehun sesekali mengucap maaf dalam hatinya yang ditujukan pada sang istri tercinta.

"Ah ya Sehun" tiba-tiba Kai teringat sesuatu.

"Besok aku akan menemani Baekhyun eonni untuk fitting baju pengantin nya jadi kemungkinan besok aku akan mengajak Haowen dan mungkin akan kembali cukup larut. Karena aku ingin ikut ambil bagian mengurusi pernikahan Baekhyun eonni, kau tahu sendiri kan jika Baekhyun eonni seperti saudari ku, jadi..."

"Ya ya aku mengijinkannya asal kau tidak boleh terlalu capek, ingat kandunganmu okey? Dan kau bisa menelponku kapanpun jika kau butuh bantuan karena aku juga akan membantu dalam mempersiapkan pernikahan mereka. Besok aku yang akan mengantar dan menjemputmu" Kai tersenyum manis dan mengecup pelan pipi Sehun.

"Terima Kasih sayang kau yang paling hebat!" ujar Kai dengan mengacungkan kedua jempolnya.

Sehun berdehem dan menyedekapkan kedua tangan di dada.

"Kau lupa aku siapa?" Kai memutar bola mata malas lalu tersenyum.

"Kau mulai lagi, dasar narsis" dan setelahnya keduanyapun tertawa bersama.

"Mari bercinta?" ujar Sehun tiba-tiba.

"Dasar mesum.."

"Kuanggap itu sebagai tanda persetujuan" Sehun menyeringai dan segera menindih tubuh Kai tanpa menghimpitnya, mencumbunya dan menelanjangi tubuh mereka berdua.

"Kau selalu indah dimata ku love"

"Tentu saja" jawab Kai dengan percaya diri.

"Aw..pelan-pelan Sehun, jangan lupakan kalau disini ada anakmu" ringis Kai saat Sehun tak sengaja menghentakkan terlalu keras kejantanannya.

"Maaf, apa aku menyakitimu?"

"Ya, sedikit. Pelan-pelan dan lanjutkan.."

"Tentu.."

Dan merekapun melanjutkan sesi bercinta mereka, kali ini mereka tidak akan melakukannya terlalu lama karena mereka tahu jika bercinta terlalu lama dan sering di usia kandungan masih muda akan sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan keguguran, begitu yang kata dokter Ye Jin katakan.

.

.

.

"Ya Tuhan kau cantik sekali eonni" Kai terpana saat melihat gaun pengantin yang kini dikenakan Baekhyun untuk pernikahannya 4 hari lagi.

"Terima Kasih, ah ya Kai aku juga memesankan gaun untukmu. Aku ingin kau memakainya saat pernikahanku nanti"

"Benarkah?" Baekhyun mengangguk dan menyuruh seorang pelayan untuk membawakan gaun untuk Kai.

"Wah! Cantik sekali.." pekik Kai menatap gaun putih panjang yang sangat Indah. Meskipun tidak semewah gaun yang dibelikan Sehun untuknya tapi gaun ini sangat cantik dan Indah.

"Cobalah! Ini sebagai hadiah dariku dan Chanyeol karena kau mau repot mengurusi pernikahan kami" Kai tersenyum haru menatap Baekhyun.

"Eonni..kau sudah seperti kakak ku sendiri dan bukankah waktu aku menikah kalian juga ikut ambil bagian dalam pernikahanku jadi jagan sungkan untuk meminta bantuan padaku dan Sehun karena kami pasti akan membantu" Baekhyun mengangguk sambil tersenyum.

"Cepat cobalah.." Kai mengangguk dan segera memasuki ruang ganti. Tak lama kemudian Kai keluar menggunakan gaun yang Baekhyun berikan.

"Wah..cantik! Gaun pilihanku memang Indah bukan? Tapi.." Baekhyun mengernyit menatap penampilan Kai yang menurutnya ada yang berubah.

"Ada apa eonni?" Kai menatap gaun yang ia kenakan sambil menyampirkan helai rambutnya kebelakang telinga. Baekhyun menarik pelan lengan Kai untuk mendekat dan menyentuh kedua bahunya.

"Kau hamil..?!" Kai tersenyum menanggapi pekikan Baekhyun, ah ya Kai jadi lupa jika ia belum memberitahu perihal kehamilannya pada Baekhyun.

"Ya Tuhan! Selamat..! Dan kenapa kau tidak memberitahuku hum? Berapa usia kandungannya?" tanya Baekhyun histeris sambil mengguncang pelan pundak Kai.

Baekhyun tidak menyadari perubahan tubuh Kai karena wanita itu tadi hanya mengenakan kemeja berwarna pink dan rok yang tertutupi oleh mantel tebal -mengingat musim dingin- jadi Baekhyun tidak mengetahuinya.

"Hehe maaf eonni aku lupa memberitahumu, usianya hampir dua Bulan"

"Astaga! Dan kau baru memberitahuku sekarang? Teganya kau.."

"Aku bukan bermaksud menyembunyikannya hanya saja waktu aku hamil aku tidak mengalami gejala nya bahkan aku merasa frustasi karena kupikir aku tidak bisa hamil tapi berkat Sehun dan nalurinya aku jadi tahu jika aku hamil karena selama ini yang mengalami morning sickness adalah Sehun"

"Ah jadi begitu..wah aku akan mendapatkan keponakan baru" Baekhyun segera memeluk Kai gemas dan tak henti-hentinya mengucap selamat.

Tiba-tiba Haowen datang dengan Hyunwoo dan Changwook dibelakangnya menginterupsi kegiatan berpelukan antara Kai dan Baekhyun.

"Auntie jangan memeluk momny terlalu erat, nanti adik bayi bisa sesak" kata Haowen sambil meminum bubble tea nya. Sepertinya Haowen baru saja dari kedai bubble tea bersama kedua anak buah kepercayaan sang daddy tersebut.

"Ah! Hei bocah selamat ya..kau akan mempunyai adik, jangan nakal dan jaga mommy mu okey?" Baekhyun berjongkok sedikit untuk mengusak kepala Haowen.

"Tentu saja auntie. Auntie tenang saja..kalau perlu Haowen akan menemani mom selama 24jam penuh!" mereka pun tertawa mendengar penuturan polos Haowen.

"Haowen..kamu minum bubble tea saat cuaca dingin seperti ini? Nanti kamu sakit sayang" Kai berjongkok dan meraih bubble tea yang diminum Haowen dan membuat bocah yang genap berusia 8 tahun tersebut merengut.

"Tidak akan mom..aku sudah biasa meminumnya bersama daddy"

"Biarkan saja Kai, kau tahu sendiri jika suamimu itu juga penggemar minuman tersebut. Toh Haowen juga sudah biasa meminum nya tanpa kenal cuaca" Kai menghela nafas mendengar penuturan Baekhyun. Alhasil iapun mengembalikan minuman tersebut kepada sang Putra yang tengah cemberut.

"Aku juga membelikan untuk mom dan auntie" Haowen nyengir menyerahkan sekantung bubble tea yang ternyata sedari tadi disembunyikan oleh Hyunwoo dibelakang tubuhnya.

"Ya Tuhan.." Kai baru saja akan protes jika saja bocah itu tidak mengalihkan pembicaraannya.

"Waw mom, gaun yang mom pakai Indah sekali! Daddy harus tahu ini!" Haowen pun segera mengambil ponselnya setelah sebelumnya menyerahkan minumannya pada Changwook lalu memotret mommynya.

"Auntie jangan ikutan.." ujar Haowen sambil mengibaskan tangan agar Baekhyun tidak ikut berpose disamping mommy nya.

"Ah bocah ini" gerutu Baekhyun yang membuat Kai tertawa cekikikan. Putra nya itu bisa saja membuat Kai yang tengah kesal menjadi tertawa karena tingkah menggemaskannya. Toh bagaimanapun Kai tidak akan pernah bisa marah ataupun kesal pada putranya itu.

"Auntie sebaiknya selfie lalu kirimkan pada uncle Chanyeol pasti ia akan suka dan makin cinta sama auntie"

"Aishh bocah ini tahu apa kamu soal Cinta hum?" ujar Baekhyun sambil mengacak surai lembut Haowen yang mendapat kekehan dari Kai.

"Tahu lah auntie..Cinta itu ketika mom and dad bermesraan hingga terciptalah adik bayi" Kai tiba-tiba tersedak oleh ludahnya sendiri mendengar ucapan Haowen yang sukses membuat Baekhyun dan kedua pengawal Sehun cekikikan. Wajah Kai memerah malu mendengar penuturan polos Haowen, bagaimana bisa putranya itu memiliki pikiran seperti itu?

"Dia gen Sehun ingat? Like father like son" bisik Baekhyun seakan mengetahui apa yang difikirkan Kai. Kai hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi.

.

.

.

"Wow..! You're so beautiful.." Sehun memasuki kamar ketika Kai tengah mengenakan antingnya. Hari ini Baekhyun dan Chanyeol menikah jadi Kai sudah mempersiapkan diri sedari pagi tadi.

"Hm thanks.. You too, so handsome my man" Kai tersenyum menggoda sembari memperbaiki tuxedo sang suami yang berwarna putih, senada dengan gaun yang ia kenakan.

"Aku pikir yang menikah Baekhyun tapi disini kita memiliki pengantin wanita lainnya" Kai tertawa pelan dan memukul pundak sang suami.

"Gaun ini hadiah dari Baekhyun karena aku telah membantu mempersiapkan pernikahannya"

"Hm yeah i know.. Haowen mengirimkan fotomu waktu itu tapi kau terlihat lebih cantik jika dilihat secara langsung"

"Ya aku tahu" ujar Kai dengan percaya diri, Sehun mengecup pelan pelipis Kai dan merengkuh pinggang nya mesra.

"Dimana Haowen?" tanya Kai saat ciuman Sehun semakin intens di lehernya. Sehun hanya bergumam menanggapi ucapan Kai.

Kai berdecak kesal, suaminya itu selalu tidak bisa mengontrol hormon kelewat batasnya. Tidak mungkinkan mereka bercinta disaat seperti ini? Demi Tuhan acara pernikahan Baekhyun dan Chanyeol akan digelar 1 jam lagi dan Kai harus terjebak dengan suami tengah mencumbu nya.

"Sehun.." peringat Kai tapi pria itu seolah tak perduli dan terus mengecupi leher dan pundaknya.

"Dad! Berhenti bermesraan..! Auntie sudah menunggu, sedari tadi ia terus menelpon dan menanyakan kita yang tidak kunjung datang" Haowen dengan suara cempreng nya berhasil membuat Sehun melepaskan diri dari sang istri. Kai bernafas lega tanpa Sehun ketahui, ya lagi-lagi Haowen berhasil menyelamatkan sang mommy dari terkaman sang daddy haha.

"Ah sayang kamu tampan sekali dengan setelan tuxedo itu" Kai menghampiri Haowen dan berjongkok di depan nya, merapikan tuxedo yang berwarna senada dan dasi Haowen seperti ia merapikan dasi Sehun lalu memberinya sebuah kecupan singkat yang membuat Haowen tersenyum sumringah.

"Tentu saja mom, bahkan aku lebih tampan dari daddy" Kai tertawa menyetujui, ia segera bangkit dan menggandeng Haowen meninggalkan Sehun yang mendengus kesal.

"Ya! Jangan tinggalkan orang tampan ini!" Kai dan Haowen tak sengaja memutar bola matanya bersamaan. Sehun segera menyusul istri dan putranya tersebut dan sebelah tangan nya segera merengkuh pinggang sang istri saat ia sudah menyamai langkah mereka.

Sehun mengendarai Range Rover nya membelah jalanan kota Seoul yang nampak lenggang di hari libur itu menuju gereja dekat Cafe Chanyeol.

Rencananya Chanyeol ingin menyulap Cafe nya untuk diubah menjadi ball room untuk acara pesta pernikahannya, Kai dan Sehunpun menyetujui, membantu mendekor tempat tersebut dan tara.. Cafe Chanyeol mendadak menjadi tempat yang mewah bahkan mereka juga mengundang semua pelanggan setia Cafe nya untuk datang ke acara pernikahan mereka. Bersyukur Cafe Chanyeol saat ini menjadi Cafe terbesar di Seoul sehingga tempat itu muat banyak orang yang akan datang nantinya.

Keluarga Oh itupun sampai di gereja dan segera menemui Baekhyun. Setelah semua keperluan beres akhirnya yang dinanti pun datang juga, acara dimulai dan pemberkatan pun di laksanakan. Kini Baekhyun dan Chanyeol resmi menjadi sepasang suami istri.

Kai menangis haru disamping Sehun. Pria itu segera merengkuh pundak sang istri dan mengecup dahinya pelan.

Pemberkatan telah selesai dan janjipun terucap kini mereka langsung menuju ke Cafe milik Chanyeol untuk melangsungkan resepsi pernikahan. Banyak tamu undangan yang datang terutama dari keluarga Chanyeol dan Baekhyun.

Chanyeol dan Baekhyun tengah disibukkan dengan tamu undangan sedangkan keluarga Oh memilih duduk disebuah meja karena Haowen sudah merengek kehausan. Kai segera beranjak untuk mengambilkan minum untuk Haowen tapi ditahan oleh Sehun.

"Biar aku saja.." Kai mengangguk mengiyakan.

Dilain sisi berdiri seorang pria tampan yang mengenakan setelan Tuxedo berwarna hitam dengan kacamata hitam dan rambut blonde tengah menatap layar ponsel nya lalu tersenyum menyeringai menatap tempat Kai dan Haowen duduk.

"Ah! Itu Minji teman sekelasku, ternyata dia ada disini, mom bolehkah.." Kai tersenyum lalu mengangguk mengerti arti keinginan Haowen yang ingin menemui teman nya dimeja lain.

"Jika selesai segera kesini okey, jangan kemana-mana tanpa izin mom dan dad"

"Ayay Capten!" Haowen segera beranjak menemui teman nya.

Kini Kai sendirian, ia menatap suaminya yang tak kunjung datang. Kai menghela nafas saat tahu jika suaminya itu tengah berbincang dengan seseorang yang mungkin adalah rekan bisnisnya, alhasil ia pun hanya berdiam diri. Sebenarnya ia juga haus tapi ia terlalu lelah untuk mengambil minun yang tempat nya lumayan jauh dari ia duduk alhasil ia hanya memainkan ponsel dan sesekali tersenyum melihat Baekhyun bahagia disamping Chanyeol.

"Maaf permisi, bisakah aku duduk disini sebentar? Aku sedang menunggu temanku yang tak kunjung datang" Kai menatap pria tampan yang memakai kacamata itu dengan senyum tulus nya.

"Ah ya tentu" jawab Kai langsung mengiyakan, toh kursi yang diduduki pria itu berseberangan dengan meja nya jadi tak masalah bagi Kai asal tidak duduk disampingnya karena ia tahu watak suaminya itu dan akan jadi salah paham jika mereka duduk berdampingan.

"Ah maaf apa anda teman dari mempelai wanita? Karena saya tadi melihat anda yang membawakan cincin nya. Ah maaf sebelumnya jika saya lancang mengajak anda berbicara seperti ini padahal kita baru bertemu" pria tampan yang sepertinya seusia dengan sang suami nya itupun meminta maaf atas sikapnya.

"Tidak, tidak apa.. Sebenarnya aku teman kedua nya. Dan ya aku tadi yang membawakan cincin mereka" Kai tersenyum menanggapi.

Pria itu mengangguk paham, kepala nya menoleh kesamping dimana seorang pria tengah menuju kearah nya. 'Waktunya pergi' batin pria tersebut dan segera beranjak.

"Ah itu dia teman saya, saya akan kesana untuk menyapa nya. Saya permisi dulu nona.."

"Kai..Oh Kai anda bisa memanggil Kai saja karena anda sepertinya seusia dengan suami saya"

"Ah ya nona Kai, senang bertemu dengan anda. Saya.." pria itu menggantungkan ucapan nya.

"..Wu Yifan. Saya permisi dulu, terima Kasih" pria itu segera beranjak pergi dan tak lama kemudian Sehun datang dan meminta maaf karena telah meninggalkan nya terlalu lama apalagi mengetahui putranya juga tak ada disamping nya.

Di lain sisi pria bernama Wu Yifan tersebut tersenyum menyeringai menatap ponsel nya yang tengah berbunyi bahwa ada panggilan masuk. Ia segera mengangkatnya dan berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.

"Aku sudah bertemu dengan nya"

'Wah kau mencoba mengakrabkan diri rupanya Kris'

"Tidak, hanya..menjadi tamu tak diundang dan menyapa saja"

'Terserahlah, kita harus segera melaksanakan rencana'

"Take it easy..don't be hurried" dan setelah nya Kris menutup telepon dan menjalankan mobil Porce silver nya meninggalkan tempat tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC..

Sorry for bad scene at last, aku tahu ini cerita makin gak menarik dan ngebosenin. Pingin nya sih segera tamatin nih ff agar cepet kelar dan gak ada tanggungan dan sorry sangat yang buat minta Half Blood Vampire and Hunter nya saya beneran gak bisa ngelanjutin ff itu, udah buntu suwer.

Maaf juga karena gaya bahasa dan jalan cerita makin ancur karena saya ngetik dalam mood yang naik turun plus abis sakit parah jadi mohon maklum. Dah itu aja sih hehe

Thanks ya guys buat Fav Foll sama Review nya saya baca semua kok review an kalian tapi sorry gak bisa nyebutin satu-satu siapa aja yang review fav sama foll tapi saya berterima Kasih banyak karena kalian masih Setia nunggu ff ini, dan nyadar g sih ff ini udah 2tahun sejak rilis hehe maaf yeee ngaret mulu.

Dah itu aja deh cuap cuap nya..

Byeeeee...

Buat yang mau tahu editan Kai sama Sehun bisa follow IG edited_hunkai

Dan yang gak suka GS bisa leave oke gausah pakek cincong, karena memaksakan sesuatu yang g disukain itu gak enak (saya ngalamin haha) bye!

Saranghae... Para HK shipper..

#LestarikanHunKai