Hah ngak nyangka bakal banyak yang minta lanjutin, padahal cuman iseng2 aja upload cerita crossover.

Fic ini khusus yang pm kitsune untuk lanjutin Fic My Mate, karena kitsune sudah janji akan lanjutin, makanya kitsune buat chapter ini.

Buat para reader yang menunggu lanjutan fic ini, kitsune persembahkan chapter ini buat kalian tapi sebelumnya maaf ya kalau kurang memuaskan

MY MATE

.

.

.

.

DISCLAIMER: YANG PASTI MEREKA BUKAN MILIKKU

^.^Y (peace)

.

.

.

.

PLEASE ENJOY THIS CHAPTER

.

.

.

.

"Carlisle... Esme..." panggil Edward sambil membawa seorang gadis dengan bridal style kedalam rumahnya

"Ada apa ed..." kata Esme menggantung karena saat ini ia kaget melihat gadis yang dibawa dalam keadaan tidak sadar

"Astaga Edward! Apa kau membunuh gadis malang ini" sambung Esme yang panik

"Ada apa ini? Kenapa heboh sekali?" kata Carlisle yang muncul depan pintu menuju ruang tamu

"Tidak Esme, aku tidak membunuhnya sepertinya dia pingsan karena syok karena jatuh dari langit" kata Edward menyangkal perkataan

'Jatuh dari langit?' heran Esme dan Carlisle

Tanpa membuang waktu Carlisle memeriksa gadis itu yang masih dalam gendongan Edward,

"Sepertinya ia kelelahan mungkin karena ia melakukan sesuatu yang berat" kata Carlisle

"Edward baringkan dia di sofa saja karena kita tidak punya tempat tidur di rumah kita ini, mengingat kita tidak perlu tidur" kata Esme

"Baiklah" kata Edward


Tampak saat ini keluarga Cullen menunggu kesadaran seorang gadis yang belum mereka kenal namanya, begitu juga kakak-kakak Edward yang baru pulang dari berburu, setiap pasang mata saat ini memperhatikan gerak-gerik Edward yang tampak aneh dimata mereka, kenapa aneh? Itu karena Edward saat ini menggenggam tangan gadis itu sambil menatapnya dengan tatapan khawatir, seperti Edward terkesan posesif sekali kepada gadis itu.

"Eddy... hanya perasaanku saja atau memang benar kau menyukai anak ini?" tanya Emmet pria berotot yang mewakili pertanyaan para the Cullen's yang ada di kepala mereka

"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Edward tanpa mengalihkan pandangannya dari naruto

"Kau terlihat posesif sekali pada anak ini bukan begitu?" kata Emmet lagi sekaligus meminta persetujuan dari keluarga Cullen atas pendapatnya sedangkan yang lain hanya menganggukkan kepalanya

"Dia adalah gadis yang dikirim tuhan untukku menjadi pasangan ku selamnya" kata Edward menghembuskan napas dan tersenyum mengingat kembali pertemuannya dengan naruto saat ia meminta kepada tuhan pengganti Bella dan naruto jatuh dari langit, seperti tuhan mengabulkan doanya.

"?" tampak para the Cullen hampir sama yaitu bingung, karena tidak mendengar kata-kata dari keluarganya ia mengalihkan matanya sejenak dan melihat wajah mereka yang bingung

"Sebenarnya aku mengalami mate pada gadis ini" sambung Edward lagi, dan mendapat reaksi yang sangat lucu dari keluarganya

"APA!" secara bersamaan para the Cullen's mengucap kata yang sama dengan rahang yang jatuh ke bawah, Esme yang pertama sadar dari rasa terkejut mereka mengucapkan selamat pada Edward

"Selamat nak, akhirnya kamu memiliki pasangan, kamu bisa melupakan Bella, apalagi pasangan mu ini sehidup semati" kata Esme sambil tersenyum

"Terima kasih Esme" kata Edward tersenyum lembut dan kembali mengalihkan pandangannya pada naruto, sedangkan yang lain ikut tersenyum bahagia karena akhirnya si bungsu Cullen bisa bahagia karena menemukan matenya.


"Sepertinya dia akan sadar!" pekik Alice yang antusias sekali semenjak ia mendengar bahwa gadis itu adalah mate adiknya.

Kini setiap pasang mata mengalihkan matanya pada naruto

"Engh..." erang naruto sambil membuka matanya orang yang pertama yang ia lihat adalah Edward yang tersenyum kepadanya, sedangkan Edward sendiri tersenyum hangat pada naruto yang sudah sadar dan dalam hati ia memuji mata naruto yang sangat indah seperti batu safir, ia seperti malaikat.

"Ini dimana?" tanya naruto yang sempat terpesona dengan ketampanan Edward

"Tenang sayang, kamu berada ditempat yang aman ini adalah rumahku dan mereka adalah keluargaku" kata Edward sambil tersenyum, naruto hanya bersemu dipanggil sayang oleh Edward

"Nak, nama kamu siapa dan mengapa kamu bisa berada di sini?" tanya Esme yang bertanya pada naruto

"Nama aku, uzumaki naruto obasan naru bisa berada di hutan karena naru melakukan perjalanan untuk mencari kebahagiaan naru" kata naruto, sedangkan yang lain hanya heran dengan kata naruto

"Mencari kebahagiaan?, memang kamu tidak bahagia selama ini?" tanya Edward penasaran

"Naru kadang-kadang bahagia kok, tapi naru sakit hati karena orang yang naru cintai berkhianat bersama teman naru sendiri" kata naruto sedih

"Jangan begitu naru emang naru tidak kasihan pada orang tua naru yang mengkhawatirkan kepergian mu?" kata Carlisle

"Sebenarnya orang tua naru sudah tiada sejak naru lahir, soal tentang khawatir naru sudah minta izin pada orang terdekat naru untuk pergi sehingga naru bisa pergi" kata naruto tersenyum sedih mengingat Tsunade, Iruka dan Kakashi

Mendengar kata naruto, timbul rasa iba pada hati mereka terhadap naruto.

"tenang sayang aku, akan melimpahi mu kasih sayang sehingga kamu bahagia, kamu bisa tinggal di sini dan hidup bahagia" kata Edward sambil tersenyum kepada naruto, sedangkan naruto sendiri hanya tersenyum ia tidak mempermasalahkan kata sayang Edward karena ia pikir Edward hanya khawatir padanya

"Terima kasih" kata naruto senang

Keluarga Cullen hanya tersenyum bahagia menyambut keluarga barunya

"Oh ia, naru sebelum kamu tinggal di sini kamu harus tau tentang kami" kata Carlisle setelah itu ia memperkenalkan nama satu-satu keluarganya

"Dan juga kamu perlu tau bahwa kami adalah vampir" sambung Carlisle lagi dengan serius

"Vampir? Apaan tuh? Apa sejenis makanan?" tanya naru bingung, sedangkan yang lain hanya tertawa dengan kepolosan naruto

"Naru vampire adalah makhluk immortal yang artinya tidak akan mati dan makanan kami adalah darah" kata Esme menjelaskan sedangkan naruto hanya ngangguk-ngangguk kepala saja

"Apakah kamu tidak takut pada kami sayang" kata Edward khawatir karena ia berfikir naruto akan menjauhinya yang mengetahui kebenarannya

"Tidak kok naru tau kalau kalian baik" kata naruto sambil tersenyum

"Dan naru, kamu perlu tau bahwa Edward adalah matemu, mate dalam vampire adalah pasangan hidup jika kamu menolak Edward sebagai pasangan, dia akan mati" kata Carlisle menjelaskan status Edward sebagai pasangan naruto

Naruto sendiri hanya membelakkan matanya, ia pun menundukkan kepalanya karena malu

"Apakah kamu tidak mau jadi mateku naru?" tanya Edward sedih ia berfikir naruto tidak ingin menjadi matenya karena diam

Mendengar kata Edward naruto langsung menggeleng sambil menatap serius Edward

"Naru mau kok lagi pula entah mengapa naru merasa nyaman dan tidak ingin kamu mati" kata naruto

Mendengar kata-kata naruto Edward tidak bisa menghentikan senyum yang terkembang di wajahnya

"Benarkah begitu sayang?" tanya Edward penuh pengharapan, sedangkan naruto hanya mengangguk sambil tertunduk karena malu.

"Terima kasih sayang" ucap Edward sambil memeluk naruto dan menciumi wajahnya

.

.

.

.

TBC or END

Masih mau lanjut please review...