MY MATE
.
.
.
Disclaimer : Bukan Milik Kitsune
.
.
.
Warning :Typo, Ooc, Etc
.
.
.
Chapter Ini Untuk Pembaca Setia Kitsune
Maaf Kalo Mengecewakan Kalian
.
.
.
Please Enjoy
Sasuke POV
Aku adalah laki-laki paling ter berengsek di dunia memang pantas aku dipanggil teme oleh dobe, aku telah menyia-nyiakan cintanya yang tulus malah tergoda dengan wanita lain dan melupakan cintaku yang sebenarnya, apa yang harus aku lakukan? jika memohon dan mengemis cintanya dapat mengembalikan dia padaku akan aku lakukan sekarang juga tanpa rasa malu akan aku tinggalkan harga diriku ini hanya untuk Naruto
Tapi semuanya telah terlambat dobe ku tersayang sudah pergi meninggalkan diriku dengan penyesalan seumur hidup dan hanya bisa berharap dia akan kembali kesini
FLASH BACK (Setelah Naruto pergi)
Aku terbangun di pagi hari dengan keadaan telanjang dan masih pusing aku merasakan bahwa ada seseorang yang memeluk ku dari belakang keringat dingin mulai mengalir dari pelipis ku kilasan adegan panas yang kulakukan dengan sakura mulai terlintas di pikiran ku
'apa yang telah aku lakukan?, a-aku menghianati Naruto bagaimana aku akan menjelaskannya, tidak-tidak Naruto tidak perlu tahu aku hanya perlu membungkam mulut sakura yah aku akan membungkam mulut wanita sialan itu?' pikir ku kalut perasaan sesak akan rasa bersalah pada Naruto mulai menyerang ku
Aku pun bergegas mandi dan ketika sakura bangun aku mengancamnya untuk tidak memberitahukan perihal apa yang kami lakukan kepada Naruto sempat dia memasang muka sedih akan tetapi tidak mempan pada diriku
...
Beberapa hari kini sudah berlalu semenjak kejadian itu, aku sendiri menjalani hari ku seperti biasanya, akan tetapi aku tidak pernah bertemu Naruto akhir-akhir ini padahal aku sangat merindukan dia, mungkinkah karena kami sama-sama disibukkan dengan misi keluar desa sehingga kami jarang bertemu
Hah! dari pada aku bingung sendiri kuputuskan untuk mencarinya dan mengajaknya kencan akan tetapi, aku sama sekali tidak menemukannya aku telah pergi apartemenya tetapi dia tidak ada, aku bahkan mencarinya ditempat yang sering ia kunjungi seperti kedai Ramen Ichiraku tetapi tetap dia tidak di sana
Sehingga kuputuskan untuk ke Kantor Hokage bertanya pada Kakashi apakah Naruto memiliki misi keluar desa jika ia aku akan menyusulnya
Setibanya aku di sana aku langsung masuk tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, ketika aku sudah berada di ruang Hokage aku melihat Iruka dan Tsunade di sana kulihat mereka tampak sedih tak terkecuali Kakashi, tetapi aku abaikan kuputuskan untuk berbicara pada Kakashi maksud kedatanganku
"Kakashi apakah dobe memiliki misi diluar desa aku tidak melihatnya akhir2 ini?" tanya ku langsung, tampak dia tersentak terkejut akan tetapi dia tetap diam dan menundukkan kepalanya
"Untuk apa kau menanyakan dia bocah!" tanya Tsunade dengan nada ketus meski dengan raut muka sedih
'Sebenarnya apa yang telah terjadi' pikir ku
"Apa salah aku mencari kekasih ku sendiri?" jawab ku datar
"Huh!? Kekasih?, dari mana saja kau bocah dia telah pergi dengan perasaan kecewa karena di khianati oleh sahabat sekaligus kekasihnya sendiri" kata Tsunade dengan nada menyindir
"Apa maksudmu!" desak ku aku mulai kalut jangan sampai apa yang aku pikirkan benar-benar terjadi sedangkan Tsunade hanya tersenyum sinis padaku
"Dari raut muka mu, sepertinya kau takut rahasiamu terbongkar heh!" kata Tsunade tambah sinis
"APA MAKSUDMU!, CEPAT KATAKAN APA YANG TERJADI PADA NARUTO" kata ku marah terbawa emosi
DUAGH... bruuk
Tanpa aba2 Tsunade meninju diriku aku tidak sempat menghindar sehingga aku terpelanting menghantam tembok membuatnya sedikit retak, aku mengeluarkan sedikit darah dari mulutku
"NARUTO SUDAH PERGI BOCAH! DAN ITU SEMUA SALAHMU" teriak Tsunade tiba2 perasaan sesak memenuhi dadaku rasanya sakit sekali, sakit yang lebih menyiksa dibanding dengan luka yang kudapat saat ini
'Tidak mungkin tidak mungkin ini semua terjadi' pikir ku kalut
"Dia pergi dengan rasa kecewa kau tau mengapa?, karena dia melihat kau dan sakura melakukan perbuatan MENJIJIKAN dengan mata kepalanya sendiri sebelum dia pergi walau pun dia berkata dia baik2 saja tapi aku tau kalau semua itu bohong dia berbohong dia memendam rasa sakit hatinya di depan kami semua" kata Tsunade lagi aku hanya berdiri kaku syok akan perkataannya tadi
'Jadi Naruto sudah tau?, aarrgghh bodohnya aku seharusnya aku sudah sadar karena tidak bertemu dengannya akhir2 ini' pikir ku
Lama Aku terdiam karena perkataan Tsunade tadi hingga pemikiran untuk menyusul Naruto dan meminta maaf padanya terlintas dalam kepalaku
"Katakan ke mana dia pergi" tanya ku, aku ingin memutuskan menyusulnya dan meminta maaf padanya meski harus memaksa Tsunade bicara
"Untuk apa hah?, kau ingin meminta maaf? Huh percuma saja kau tidak akan bisa menemuinya dia pergi ke dimensi lain, dan tidak mungkin kita bisa kesana kecuali Naruto sendiri" kata Tsunade membuat ku kehilangan harapan untuk menyusulnya
"Aku ingin sekali membunuh mu bocah, karena sudah menyakiti Naruto yang sudah ku anggap sebagai anakku sendiri tetapi itu tidak bisa aku lakukan karena Naruto akan sedih jika aku melakukannya" kata Tsunade setelah itu berniat pergi ia membuka pintu akan tetapi sebelum keluar ia berhenti sejenak
"Sampaikan pada wanita menjijikkan yang bersamamu itu, kalau aku tidak sudi mengakuinya sebagai muridku lagi, dan katakan jangan pernah memunculkan mukanya yang menjijikkan itu di hadapanku lagi kalo tidak dia akan menyesal" kata Tsunade setelah itu keluar seraya membanting pintu saking emosinya
BLAM
Iruka yang ada juga di sana tidak berkata apa2 dia langsung keluar mungkin dia juga sedih, marah, dan kecewa kepadaku sehingga tinggal aku dan Kakashi yang ada di ruangan ini
"Kau tau Sasuke?, aku sangat kecewa padamu walaupun kau murid kesayanganku tetapi perlakuan mu saat ini sudah keterlaluan. Jangan salahkan jika Naruto mendapatkan jodoh yang lebih baik dari pada dirimu" kata Kakashi padaku perkataan Kakashi entah mengapa menambah rasa sakit di daku aku pun mencengkeram dadaku terus merosot terduduk sambil menundukkan kepalaku
Tes tes tes
Dengan tiba2 air mata ku mengalir dan menetes begitu saja menuju lantai
"NARUUUUUTOOOOOO" teriak ku pilu rasa sesak yang selama ini ku tahan ku tumpahkan begitu saja dengan meneriakkan nama kekasih yang kucintai itu tanpa mempedulikan harga diri seorang Uchiha yang selama ini kujaga, meneriakkan namanya begitu keras hingga mungkin sampai terdengar ke penjuru desa, Kakashi hanya memandang ku dengan rasa iba aku hanya terus meneriakkan namanya berharap ia mendengarnya dan kembali kepadaku
FLASH BACK OFF
Dan saat dia sudah kembali bolehkah aku berharap dia akan kembali kepadaku
"Naru..." panggil ku sendu melihatnya, walaupun dia berubah menjadi perempuan sekarang, aku masih bisa mengenalinya dari matanya yang tidak ada dua nya di dunia
"Hai Sasuke-kun, apa kabar?" jawabnya
"Maaf kan aku naru karena telah mengkhianati mu" kata ku masih dengan nada sedih sekaligus penyesalan yang terdalam sambil menundukkan kepala
"Tidak apa Sasuke-kun aku sudah memaafkan mu kok" jawabnya sambil tersenyum riang aku hanya syok tidak menyangka semudah itu dia memaafkan ku
'Sungguh tulus hati mu naru' pikir ku dengan perasaan gembira , aku pun berniat memeluknya untuk menyalurkan rasa rindu sekaligus permintaan maaf ku berharap dia mau menerimanya dan memulai semua dari awal
Ketika aku beranjak dari tempatku berniat memeluknya tiba-tiba ada seorang pria yang menghalangi jalan ku
"Anda tidak boleh memeluk Naruto-ku" katanya dingin
'Naruto-ku?, siapa dia?, seenaknya mengatakan Naruto miliknya' pikir ku kesal
"Siapa kau?, dan apa maksudmu mengatakan Naruto-ku" kataku dengan nada marah jelas sekali kalau aku sedang cemburu sekarang
"Aku adalah mate Naruto dengan katalah lain aku adalah KEKASIHNYA" katanya dengan penekanan pada kata kekasihnya yang membuat aku tidak percaya
"Apa maksudnya ini Naruto?" tanya ku dengan nada marah Naruto hanya menundukkan kepalanya membuat pria tadi menatap ku dengan tatapan seperti ingin membunuh ku setelah itu ia beranjak dan memeluk Naruto membuat aku semakin kesal
"Seperti yang Edward katakan Sasuke dia adalah mate ku sekaligus kekasihku" katanya membuat ku tambah marah
"Kekasih!, jadi aku kau anggap apa naru? Bukankah kita juga sepasang kekasih naru" kataku marah
"Maaf kan aku Sasuke aku menganggap mu sebatas teman sekarang, semenjak kau berkhianat dengan sakura aku sudah melupakan perasaanku kepadamu sekarang" katanya entah mengapa membuat hatiku sakit
"Apa maksud mu bukankah kau sudah memaafkan ku naru?, jadi kita bisa memulainya dari awal kan?" kataku berusaha untuk mengubah keputusannya
"Maafkan aku Sasuke aku memang memaafkanmu tapi menerima mu kembali itu tidak mungkin karena aku sudah memiliki Edward, sekali lagi maafkan aku Sasuke" kata Naruto
"Sudah sayang ayo kita pergi bukan kah kau lelah" kata pria yang bernama Edward yang telah mengambil Naruto dariku
"Baiklah kalo begitu naru pergi ya Kakashi-sensei, Sai-kun, Yamato-taicho, dan Sasuke-kun" katanya beranjak pergi tanpa melihat kami mungkin dia benar kelelahan
Aku berniat mengejarnya karena aku tidak bisa menerima keputusan naruto begitu saja, Naruto adalah milikku milik Uchiha Sasuke, tapi ada tangan yang menepuk bahuku ketika aku ingin mengejar mereka dia adalah Kakashi
"Sudah Sasuke ikhlas kan Naruto bersama dengan pria itu bukankah kau yang pertama berkhianat pada Naruto jadi jangan salahkan jika Naruto memiliki pengganti dirimu di hatinya" kata Kakashi membuat aku mengurungkan niat pergi aku hanya menundukkan kepala semua ini memang salahku karena mengkhianati Naruto sehingga ia mencari pengganti diriku.
Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja aku akan membuat Naruto kembali kepadaku apapun caranya meski harus mengotori tanganku sendiri naruto adalah milikku
'Yah milikku, milik Uchiha Sasuke seorang' kataku dalam hati sambil tertawa psikopat tanpa ada yang menyadari karena aku menundukkan kepalaku
Sasuke POV Off
Kini Naruto dan Edward berjalan ke apartemen Naruto dengan Edward menggandeng tangan Naruto dengan posesif sedangkan Naruto hanya menundukkan kepalanya, melihat itu Edward memutuskan untuk berhenti berjalan
"Ada apa sayang kenapa kamu sedih?, apakah kamu sedih karena tidak bisa bersama dengan Sasuke itu" kata Edward dengan nada sedih
"TIDAK!, bukan itu aku hanya sedih karena aku merasa di sini aku yang telah berkhianat" kata Naruto
"Sayang tatap mataku" kata Edward sambil menangkup wajah Naruto memaksanya untuk menatapnya
CHUU
Setelah itu Edward mengecup singkat bibir Naruto
"Bukan kamu yang salah sayang dia lah yang salah karena telah mengkhianati mu, kamu mengerti?" kata Edward berusaha meyakinkan
"Tapi, bukan hanya itu yang ku pikirkan aku takut Sasuke akan menyakiti mu aku tau sifat Sasuke dia tidak mungkin membiarkannya begitu saja" kata Naruto sambil mengalihkan pandanganya pada Edward
"Tenang saja sayang, aku tidak akan membiarkan orang lain memilki mu, karena aku lebih membutuhkan mu daripada mereka, karena aku lebih mencintaimu daripada mereka, aku pasti akan melawan siapa pun yang akan berusaha memiliki mu aku akan melindungi mu dengan nyawaku" kata Edward dengan nada tegas 'bahkan jika harus menentang dewa sekalipun akan aku lakukan untukmu' tambahnya dalam hati sambil memeluk Naruto posesif
Setelah itu Edward dan Naruto melanjutkan perjalanan menuju apartemen dengan Naruto kembali ceria seperti sebelumnya berkat Edward yang selalu menghiburnya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hueeee maafin Kitsune karena ngak bisa update minggu kemarin, itu karena Kitsune menjalani UTS dan minggu depan juga begitu sekali lagi maafin Kitsune
Maaf yah kalo seandainya chapter ini jelek atau kurang memuaskan, ini karena Kitsune buru2 buatnya, sekali lagi maaf yah?
Dan juga terima kasih yang sudah pm Kitsune buat lanjut nie fic, dan juga buat yang setia nyemangatin Kitsune lanjut nie fic Kitsune sangat berterima kasih atas semangat kalian buat Kitsune, bagi Kitsune kalian adalah alasan Kitsune melanjutkan nie fic sekali lagi terima kasih banyak.
Mungkin minggu selanjutnya Kitsune akan update Xavier Magic atau The Special Uchiha.
Dan yah bagi kalian yang masih ingin melihat kelanjutan dari My Mate jangan lupa review oke?, itu aja dari Kitsune
BYE BYE BYE (^.^)
