.
.
.
.
3RD CHAPTER OF FAKE
.
.
.
.
Jungkook mengusap wajahnya kasar. Ia memejamkan matanya sejenak dan kembali membukanya ketika dirasa nyawanya sudah terkumpul kembali. Ia mengelus perutnya yang mengeluh kelaparan. Ia belum sempat sarapan dan sekarang bukanlah waktu yang logis untuk sarapan atau bahkan makan siang.
Sial—ini sudah jam sembilan malam.
Jungkook menurunkan kakinya perlahan menapaki lantai yang dingin. Jungkook ingat semua yang terjadi antara dirinya dengan Taehyung. Tidak ada sedetik pun yang terlewat. Jantungnya berdebar menyakitkan seiring nyeri yang menjalari tubuhnya.
Jungkook mengedarkan pandangannya.
Sendiri.
Jungkook selalu ditinggal sendiri.
Jungkook memungut pakaiannya yang tergeletak di lantai. Dengan langkah gontai ia menyeret kakinya memasuki kamar mandi. Membersihkan tubuhnya.
[FAKE]
Jungkook benar-benar akan beranjak meninggalkan kediaman Kim itu, jika saja ia tidak mendengar suara berisik dari arah dapur. Jungkook mendekat, sangat yakin itu adalah suara kekasihnya.
Dan benar saja. Ia langsung berpapasan dengan punggung lebar dan kurus dengan warna kecoklatan, tidak seperti warga Korea pada umumnya. Jungkook mnyusuri punggung itu tanpa berani untuk sekedar menempatkan ujung jarinya disana.
Persetan dengan label kekasih diantara mereka.
Jungkook meneguk salivanya dengan keras melihat bagaimana jeans yang membalut bagian bawah Taehyung terlihat begitu longgar. Jungkook sangat yakin, jika saja Taehyung berdiri, jeans itu mungkin saja akan terjatuh. Terlihat sekali, Taehyung tidak memasang jespernya lagi!
Jungkook mengambil tempat di sisi kiri Taehyung. Ia melipat lengannya dan mengistirahatkan kepalanya disana, mengamati wajah serius Taehyung dari samping. Taehyung tidak terlihat terganggu sama sekali. Ia tetap menaruh atensi penuh pada salah satu board games yang sedang ia mainkan.
Jungkook membuka mulutnya sedikit, ingin sekali ia bertanya. Tapi itu akan sangat mengganggu dan Taehyung tidak suka diganggu ataupun diinterupsi dari kegiatannya. Tak peduli setidakadagunanya kegiatan itu.
Jungkook menggerakkan jemarinya perlahan, mengumpulkan seluruh keberaniannya menyentuh kulit lengan Taehyung dengan jemari panjangnya. Kulit Taehyung terasa panas. Hanya sentuhan kecil dan itu bisa membuatnya merasa Taehyung di dalam dirinya.
Taehyung mendelik tajam membuat Jungkook terkesiap. Hanya dengan delikan dari iris biru laut Taehyung, Jungkook merasa respirasinya tidak berjalan lagi, tercekat.
"Mi-mian h-hyungie..."
Jungkook menarik lengannya kembali. Dengan langkah gontai ia menyeret kakinya menjauhi Taehyung. Taehyung bahkan tidak menoleh sedikit pun.
Tidak menyadari Jungkook yang tengah menunduk dalam, menahan tetesan bening yang bersiap menuruni pipinya untuk kesekian kalinya.
Taehyung melakukannya lagi. Menghancurkannya hanya dalam sepersekian detik mata mereka bertemu. Sebenarnya permainan macam apa yang Taehyung lakukan padanya? Sebegitu murahannya kah Jungkook dimatanya? Datang jika Taehyung memanggil dan pergi saat Taehyung mengusirnya. Apa ia menganggap Jungkook itu anak anjing terlantar yang ia selamatkan saat hujan lebat? Menekan Jungkook, seakan menyuruhnya bersyukur bahwa Taehyung masih sudi meliriknya dan Jungkook harus menerima apapun yang dilakukan tuannya padanya. Begitukah?
Jungkook hanyalah cadangan jika Taehyung bosan dengan kekasih-kekasihnya di luar sana.
Persetan dengan Jungkook yang begitu mencintai Taehyung. Ia sudah terlalu lelah.
.
[FAKE]
.
Jungkook tersenyum manis pada temannya yang lain. Mengangguk kecil saat mereka ijin pergi lebih dulu. Jungkook mengemas barang-barangnya tergesa. Ia baru mendapat pesan dari Taehyung. Pemuda beriris biru itu akan menjemputnya karena ia sedang tidak punya kerjaan di hari liburnnya.
Hanya karena tidak punya kerjaan?
Jungkook menertawai dirinya sendiri karena itu.
Jungkook menahan dirinya untuk tidak luruh sekarang juga. Beberapa meter di depan sana, Taehyung tertawa lepas dengan beberapa orang gadis sembari bersandar di body mobilnya. Tidak mempermasalahkan mereka yang dengan terang-terangan menggodanya, menyentuh lengannya, atau bahkan mendekatkan tubuh mereka padanya.
Bibir Jungkook terasa bergetar. Harus sehancur bagaimana lagi dirinya? Dadanya berdenyut sakit, sesuatu di dalam dirinya meneriaki dirinya yang begitu tolol karena hanya membatu melihat semua itu. Bukan sekali dua kali ia melihat Taehyung melakukan itu terang-terangan di depan wajahnya. Namun kali, beratus kali lebih menyakitkan mengingat apa yang sudah mereka lakukan kemarin.
Apa itu tidak ada artinya bagi Kim Taehyung?
"Hei! Kau baik?"
Jungkook menoleh cepat ke arah kanan. Seorang gadis muda menatapnya dengan raut khawatir yang kentara. Jungkook tersenyum kaku sebagai jawaban. Ia tidak begitu mudah akrab dengan orang baru.
"Uhm... maaf... tapi pipimu—" gadis itu menunjuk pipinya sendiri.
Jungkook dengan cepat mengusap pipinya, ah, dia menangis—lagi.
"Thanks"
Gadis itu mengangguk sembari tersenyum lebar. Mata sipitnya terlihat hilang dan ia sungguh manis sekali. Gadis itu lalu menunjuk ke depan sana dengan dagunya.
"Kekasihmu?"
Jungkook terkejut tentu saja. Tidak ada yang tahu jika Taehyung dan ia adalah sepasang kekasih.
"Jangan menatapku horror begitu. Semuanya terlihat begitu jelas. Kau menaruh semua yang kau sembunyikan di matamu. Matamu akan sangat indah jika saja tidak diselimuti kesedihan seperti itu—aku tidak bermaksud menyebutmu menyedihkan, sungguh. Hanya saja, akan sangat disayangkan. Kekasihmu juga tampan, sama sepertimu, Jungkook-ssi"
"Kau—"
"Jangan terkejut! Aku bukan penguntit! Aku pernah melihatmu di cafe. Itu saja!"
Jungkook tersenyum dalam hati. Gadis itu terlihat lucu saat panik.
"Kenapa kau tidak temui saja kekasihmu itu? Jika kau butuh teman, yahh jika. Kau bisa menemuiku, Yoo Shiah, jurusan psikologis. Semangat Jungkook-sii!"
Benar. Jungkook tidak boleh menyerah dulu. Ia masih punya perekat untuk menyatukan bagian dirinya yang hancur. Ia mencintai Kim Taehyung lebih dari dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
No need more note from me,
Just big thanks too :
MeikiToka | Park Min Mi| SparkyuELF137 | Whitefunnie | Taekooks'cream | christaller | ismisofifia | SwaggxrBang | dianaindriani | cuicuiwow | mothefkr | aphroditears | bitchycurly | ara'seo | Albus Convallaria majalis | Park RinHyun-Uchiha | prncsspo | Ly379 | dazzling05 | reepetra | aliceus | Parkbyun-ssi | all Follow and Favorite this story..
.
.
.
.
With Love,
Matcha Quinn
