"Dan juga di pintu depan toilet terdapat bekas seretan"kata Naruto
"Betul entah apa alasannya mungkin orang itu sedang menyekap si klien di dalam toilet" kata Sasuke "dan sepertinya sampai saat ini, mereka masih di dalam sana" kata Sasuke melirik ke arah toilet. Dan tiba-tiba bunyi letusan pistol pun terdengar dari dalam toilet.
DOOOOR~
Mereka yang terkejut pun menuju toilet secepatnya dan naruto membuka pintu toilet.
"Jangan-jangan" kata naruto.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di dalam toilet tersebut terdapat si klien dan si penyekap tersebut namun karena ketakutan dia bunuh diri.
Di kantor Detektif
"Jadi begini ya? Uzumaki-san kemari untuk meminta tolong detektif Naruto Dkk untuk mencari loker sewaan kakak Anda dan sampai disini Anda di sambut lelaki ini yang mengaku sebagai asisten Naruto Dkk lalu di buat pingsan dengan Stun gun, saat Anda sadar sudah dalam keadaan terikat lakban di dalam Toilet?"tanya Inspektur Kakashi
"I-iya dia bahkan hiks..m-melepas sepatu botku dan mencabut talinya agar aku tidak dapat kabur"kata Karin si klien sambil menahan tangis.
Para tim forensik menyelidiki di lokasi terjadinya penyekapan dan bunuh diri, dan di lain tempat Inspektur Kakashi bersama Naruto Dkk masih menanyakan situasi kejadian kepada wanita tersebut.
"Jadi kesimpulannya seperti ini, Waktu Kami kembali ke Kantor,lelaki ini menjadi panik dan karena mengira kami akan mengetahuinya dia bunuh diri dengan memasukkan moncong pistol ke dalam mulutnya lalu menarik pelatuknya hingga dia tewas, Begitu?"tanya Naruto kepada Karin yang menjawab dengan anggukan.
"Lalu mengapa pria itu menyekap Anda di Toilet?"tanya Sasuke.
" D-dia terus hiks..bertanya kepadaku, kunci loker mana ini"kata Karin sambil menghapus air matanya. "Jika aku tidak bicara maka dia akan membunuhku" kata Karin lagi.
Tiba-tiba detektif Yamato datang.
"Inspektur Kakashi" panggil detektif Yamato
"Ya Yamato" kata Inspektur Kakashi lalu Yamato membisikkan "Dari pemeriksaan tim forensik tidak di temukan adanya Residu tembakan di badan dan di pakaian yang di kenakan Uzumaki-san" bisik Yamato "berarti lelaki itu memang bunuh diri dan keterangan wanita itu benar" bisiknya lagi,
Inspektur Kakashi mendengarkan secara serius dan tiba-tiba berteriak.
"BAIKLAH KITA CARI LOKER SEWAAN YANG MENJADI MASALAH UNTUK MEMPERJELAS MOTIF KASUS INI" teriak Inspektur Kakashi.
"BAIK PAK" Kata detektif Yamato lalu pergi dari ruangan itu.
Naruto,Hinata,Sasuke dan Sakura hanya diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.
Setelah Tim forensik pergi membawa mayat lelaki tersebut, Naruto Dkk mulai menyelidiki kasus tersebut.
"Aneh, mengapa pelaku mencegat Uzumaki-san disini?"tanya Hinata mengawali pembicaraan.
"Dia Ingin tanya lokasi loker sewaan yang kuncinya ditemukan oleh Uzumaki-san kan?" jawab Sakura.
"Iya, dia bisa saja mengancam Uzumaki-san dengan pistolnya lalu menculik Uzumaki-san ke suatu tempat untuk di introgasi karena dia membuat pingsan Uzumaki-san dengan Stun gun lalu mengikatnya dengan lakban,berarti dia berniat berada lama disini"kata Sasuke.
"Apalagi akhirnya dia terpaksa bunuh diri karena kepulangan kita yang lebih cepat dari perkiraannya membuatnya putus asa tidak dapat melarikan diri"kata Naruto.
Lalu mereka berempat kembali ke ruang tamu menemui Karin dan inspektur Kakashi, dan tiba-tiba Karin mengatakan sesuatu.
"Kelihatannya dia panik dan mengatakan harus segera menemukan loker itu" kata Karin.
"Uzumaki-san, apa Anda benabenar-benar tidak mengenal lelaki tersebut?"tanya Inspektur Kakashi.
"Iya aku sama sekali tidak kenal" kata Karin pasti.
"Dia mengincar kunci loker Almarhum kakak Anda, mungkinkah dia salah satu teman kakak Anda?" tanya Hinata.
"Aku tidak begitu kenal dengan teman-teman kakakku" kata Karin.
Tiba-tiba Naruto bertanya kepada karin namun dia tidak mendengar apa yang di katakan oleh Naruto.
"Ngomong-ngomong kenapa kakak Anda meninggal?" tanya Naruto namun Karin hanya diam sehingga Naruto bertanya lagi dengan nada yang lebih keras.
"Apa penyebab kematian kakak Anda?" ulangnya.
"Eh? K-karena kecelakaan 5 hari yang lalu."kata Karin cepat lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto.
"Ini kakakku" kata karin menunjukkannya.
"Foto kakak Anda di jadikan wallpaper ya?" kata Sakura.
"Hah,sepertinya aku pernah melihatnya"iner Naruto.
"Ohh iya bicara tentang ponsel kurasa ponsel si pelaku juga aneh" kata Sasuke membawa ponsel genggam yang sudah di bungkus dengan plastik.
"Aneh bagaimana" kata Sakura
"Di ponsel ini ada catatan waktu si pelaku mengirimkan email pemberitahuan perubahan tempat pada kita."kata Sasuke.
"Tapi tidak ada catetan lain setelah itu" kata sasuke lagi sambil mengecek ponsel tersebut.
"Tadi dia menggunakan ponsel aku untuk mengirim email"kata Karin mengintrupsi.
"tapi isi kontak masuk dan kontak keluar ponsel ini satu email itu saja, dan daftar kontaknya juga kosong"kata Sasuke. "Padahal ponsel ini tidak kelihatan baru du beli"sambungnya.
"Mungkin dia beli ponsel dengan harga yang murah dan badan ponselnya masih cukup mulus" kata sakura.
"Isi kantung celananya juga aneh,dia menyimpan ponsel ini, uang receh,dan dompetnya disana"kata Naruto
" uang receh dan dompet"tanya Hinata.
"Ya,aku menemukan uang receh berjumlah hampir 5 ribu yen bersama stun gun,rokok,korek api dan kunci yang di rebut dari Uzumaki-san" kata Naruto.
"5 ribu yen? Uang receh sebanyak itu pasti berat!" kata Kata Inspektur Kakashi.
"Iya lalu isi dompetnya 2 lembar uang 10 ribu,lima lembar uang 5 ribu dan 47 lembar uang seribu,aneh kan?" kata Naruto menjelaskan
"Ya memang aneh, bolehkah kami melihat apa saja di saku si pelaku?" tanya Sasuke
"Boleh saja" kata Inspektur Kakashi lalu meletakkan semuanya di meja.
"Ini sudah semua tinggal kunci loker yang di bawa Yamato untuk di selidiki" kata Inspektur Kakashi. naruto dan Sasuke hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Salah satu dari Dua handuk yang jatuh di dekat kaki si pelaku juga basah,Anda tahu kenapa bisa begitu?" tanya Hinata.
"Entahlah aku tidak tahu,karena aku meringkuk ketakutan terus" kata Karin.
"Dan sepatu bot Anda yang ada di bawah handuk itu,talinya memang di lepas tapi, ada simpul di tali itu sehingga tersangkut ke sepatu" kata Sakura.
"I-itu kebiasaan aku sejak kecil,ujung tali sepatu berbahan kain seperti sneakers dan semacamnya yang bisa langsung di cuci,di buat simpul sehingga mudah di gantung waktu di keringkan,begitu hiks yang di ajarkan oleh kakakku"kata Karin sedih.
" sepatu bot memang tidak bisa dicuci dengan cara seperti itu namun aku sudah kebiasaan jadi aku tetap membuat simpul pada talinya, sekarang kakak aku sudah meninggal"kata Karin.
"Pak Inspektur kurasa malam ini sudah cukup, Uzumaki-san baru saja kehilangan kakaknya ditambah lagi tadi dia menyaksikan orang bunuh diri di depannya"kata Kata Sakura.
"Hm..baiklah kalau begitu kami minta keterangan Anda lagi besok pagi, tolong berikan alamat dan nomor telepon Anda"kata Inspektur Kakashi.
"B-baik apa saja yang harus aku tulis" tanya Karin sambil menghapus air matanya.
"Punya kartu Identitas?"tanya Inspektur Kakashi
"Saya baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan,belum punya kartu nama" kata Karin. "Tapi ada kartu Asuransi di rumah" kata Karin lagi.
"Tolong bawa kartu itu besok pagi" kata Inspektur Kakashi karin hanya mengangguk saja.
"Mau pulang?Biar ku antar pakai mobilku" kata Sasuke menawari mengantar.
"Sekalian jaga-jaga siapa tahu si pelaku mempunyai komplotan yang sedang menunggu Anda pulang"kata Sasuke lagi.
"Baik" kata Karin.
~00~
"Mobil ini sama dengan mobil milik kak Neji, tapi warnanya beda" kata Hinata
"Mobil es kudo hijau sudah terlalu terkenal di Konoha sih"kata Naruto "dan kenapa kalian ikut juga sih" kata Naruto heran.
"Naru-kun sendiri kenapa ikut? Kamu tega meninggalkanku dengan Sakura di kantor padahal baru saja ada orang yang bunuh diri di sana?" kata Hinata mulai ngambek.
"A-aku khawatir dengan Uzumaki-san, makanya ikut mengantar." kata Naruto mencari alasan.
"Ehh kamu menghawatirkan Uzumaki-san sedangkan tidak menghawatirkanku bersama sakura huh" kata Hinata sambil memalingkan wajah.
"T-tidak Hime,bukan begitu,maaf ya" kata Naruto mulai merasa bersalah terhadap Hinata.
"Huh,baiklah Naru-kun" kata Hinata
"Yukatta,arigatou Hime" kata Naruto senang.
Sedangkan Sakura dan karin hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sepasang kekasih ini dan sasuke hanya tersenyum sambil fokus menyetir.
Di Mension Uzumaki
"Wahh, Anda tinggal di Mension yang mewah ya pasti uang sewanya mahal." kata Sakura kagum.
"Ya begitulah, aku tua kami masih membantu biaya hidup kami."kata Karin "mengantarnya sampai sini saja, sudahh jelas tidak ada yang mengincar aku"kata Karin.
"Baiklah kam-" kata Hinata terpotong dengan teriakan Naruto.
"AHH AKU LUPA KE TOILET! AKU SUDAH TIDAK TAHAN LAGI"Kata Naruto tiba-tiba.
"Uzumaki-san pinjam toilet dong,cepat"kata Naruto seakan menahan kebeletnya.
"I-iya, tunggu sebentar"kata Karin buru-buru membuka pintu Apartementnya.
Klik, pintu pun terbuka.
"Bau ini jangan-jangan" iner Naruto curiga.
"Toiletnya lurus saja, di pojok sebelah kanan" kata Karin
"Terima kasih" kata Naruto berjalan cepat ke toilet.
"Sebenarnya aku juga tidak kuat lagi" kata Sasuke.
"Huh kalian ini"kata Sakura.
Mereka pun tiba di ruang tamu dan disana sangat berantakan.
"Lho? Tadi malam ada pesta ya?" tanya Hinata.
"Iya, beberapa teman kuliah aku datang kemari" kata Karin sebelum menghilang di pintu dapur dan diikuti Hinata.
"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Hinata.
"Tolong bereskan meja saja" kata karin.
Tiba-tiba bunyi televisi pun terdengar.
Pukul 4 sore ini,di temukan seorang lelaki yang bunuh diri dengan menembak diri dalam toilet di kantor detektif di Blok 5 jalan Sakura.
"Wah,kejadian tadi sudah muncul di berita" kata Sakura
"Iya" kata Sasuke.
Identitas lelaki itu sampai saat ini masih belum di ketahui!
"Gawat! Kachaan pasti cemas,dari tadi ponselnya aku matikan"kata Hinata lalu mengaktifkan ponselnya.
Kriiing..kriiing
Bunyi telfon lalu Hinata mengangkat telfon tersebut di kira dari kachaannya.
"Ha-hallo? Kachaan?" kata Hinata.
"KE-KENAPA PONSELMU DI MATIKAN SIH? AKU JADI CEMAS TAHU!" kata lebih tepatnya teriak si penelfon.
"I-INO!" kaget Hinata ikutan teriak.
"Jadi? Apa Sa...Na dan Ra baik-baik saja?" tanya si penelfon tapi terputus-putus.
"Maaf Ino-chan,suaramu terputus-putus,aku gak bisa dengar."kata Hinata, lalu sasuke mematikan panggilan tersebut.
"Eh, kenapa di matikan Sasuke" kata Hinata heran.
"Mungkin kamar ini di sadap" kata Sasuke membuat yang lainnya terkejut.
"Aku akan berkeliling mencari penyadapnya, boleh kan?"tanya Sasuke.
"Iya, kalau begitu tunggu 5 menit,aku akan membereskan cucian pakaian dalam"kata Karin sepertinya panik.
~00~
Karin pun pergi keluar rumah mengendap-endap namun ketahuan Naruto.
"Uzumaki-san, mau kemana?" tanya Naruto
"Tehnya habis aku mau membeli di super market dekat sini" kata Karin
"Ohh,kalau begitu aku ikut ya,kebetulan aku juga ingin mencari sesuatu" kata Naruto.
Di Ruang Tamu
"Sudah lewat 10 menit, kenapa Uzumaki-san belum juga kembali?" tanya Sakura sambil mengecek Jamnya.
"Mungkin dia sedang di Toilet" kata Hinata.
"Kalau begitu kita mulai saja mencari alat penyadapnya"kata Sasuke
"Sakura tolong berdiri di tengan ruangan yang sedang aku periksa sambil memainkan lagu dengan suara maksimal."kata Sasuke aku akan mencari alat penyadapnya itu dengan bantuan suara dari ponselmu itu"kata Sasuke.
Di lain tempat di jalan
"Uzumaki-san punya sim ya?" tanya Naruto
"I-iya" kata Karin
"Sim termasuk kartu identitas lho kenapa,kamu tidak memperlihatkan kartu simmu kepada Inspektur tadi?"tanya Naruto.
"Foto di simku jelek sekali, jadi aku malu menunjukkannya"kata Karin.
"Bagaimana rasanya Juice Jeruk yang aku belikan di mesin penjualan otomatis tadi?" tanya Karin mengalihkan pembicaraan.
"Ya ini enak" kata Naruto
~00~
Sedangkan Sasuke,Sakura dan Hinata sedang mencari alat penyadap.
"Wah, ada 3 alat penyadapnya." kata Sakura.
"Disini juga ada"kata Sasuke, lalu Hinata membuka pintu di belakangnya dan dia mencium bau yang tidak sedap dari dalam sana.
"Ukh, bau sekali" kata Hinata.
"Ruangan ini kenapa sih bau sekali" ucap hinata lagi sambil menutup hidungnya.
"kelihatannya ruangan ini di sadap juga"kata Sasuke.
"Ehh btw kok Uzumaki-san dan Naru-kun sama sekali gak kelihatan" kata Hinata bingung.
"Biarkan saja mereka kita cari dulu alat pelacaknya"kata Sakura.
"Alat pelacak yang kita cari sepertinya ada di dalam koper yang di bawah tempay tidur ini" kata Sasuke. "Alat penyadapnya mungkn ada dalam koper ini" sambungnya.
"Bau ini juga kelihatannya bersumber dari situ" kata Hinata dan di jawab anggukan dari Sakura.
Klik
"Ahh sudah terbuka" kata Sasuke
Jrengg
KYAAAAAAAAA
Jeritan Hinata dan Sakura karena terkejut
Di dalam koper tersebut terdapat mayat seorang lelaki bertubuh kecil.
Sedangkan di lain tempat Naruto terlihat pingsan setelah meminum juice jeruk yang di berikan oleh Karin.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jreeng..jreeng~
Kembali Zella-chan melanjutkan fanfic ini, maaf jika Zella-chan masih suka melakukan kesalahan dalam pengetikan hehe^^
Saat Zella-chan membuat fanfic ini, Zella-chan merasa tegang dan merinding karena Zella-chan membuatnya malam hari hehe^^
Semoga minna semua senang membaca fanfic Zella-chan ini.
Apakah yang terjadi selanjutnya?
Lalu bagaimana nasib Naruto yang pingsan? Apakah dia benar-benar pingsan?
Dapatkah mereka memecahkan kasus ini?
Di tunggu kelanjutannya^^
Silahkan tinggalkan Reveiw dan saran.
