"Alat pelacak yang kita cari sepertinya ada di dalam koper yang di bawah tempay tidur ini" kata Sasuke. "Alat penyadapnya mungkn ada dalam koper ini" sambungnya.
"Bau ini juga kelihatannya bersumber dari situ" kata Hinata dan di jawab anggukan dari Sakura.
Klik
"Ahh sudah terbuka" kata Sasuke
Jrengg
KYAAAAAAAAA
Jeritan Hinata dan Sakura karena terkejut
Di dalam koper tersebut terdapat mayat seorang lelaki bertubuh kecil.
Sedangkan di lain tempat Naruto terlihat pingsan setelah meminum juice jeruk yang di berikan oleh Karin.
.
.
.
.
.
.
.
~Apartement Uzumaki Karin~
"Hei,kenapa bisa ini terjadi, kenapa ada mayat di dalam koper" kaget Sakura
"Siapa lelaki ini?"kata Hinata mengamati mayat laki-laki tersebut.
"Tubuhnya kecil sekali, kelihatannya dia tewas karena pukulan benda tajam di kepalanya sehingga dia tewas dan sepertinya dia mati sudah sehari" sambung Hinata menyentuh darah mayat tersebut karena darahnya sudah membeku.
"Ternyata memang ada alat pelacak yang berada di dalam koper ini" kata Sakura
"apa sebaiknya kita bertanya kepada Uzumaki-san tentang hal ini, sebagai pemilik apartment!" Ucap Hinata.
"Mungkin dia sudah tidak ada di apartement ini" kata Sasuke yang sejak tadi diam saja.
"Ehhhh" kaget Hinata dan sakura.
"Sepatu botnya tidak ada di pintu depan dan awalnya aku kira dia menyimpannya di dalam lemari penyimpanan sepatu namun aku tidak menemukan sepatunya melainkan disana hanya ada sepatu laki-laki"ucap Sasuke panjang lebar
" apa bagaimana mungkin? Jangan-jangan yang membunuh laki-laki itu Uzumaki-san?" kaget sekaligus Tanya Sakura tiba-tiba Hinata berlari dengan agak panik menemui mereka yang sejak tadi diam di pojokan kamar.
"Kalian berdua lihat ini" kata Hinata menunjukkan apa yang tertera di ponselnya.
"Hah, Naruto bagaimana mungkin" ucap sakura kaget karena di dalam ponsel itu terdapat email berisi gambar Naruto yang sedang pingsan.
"Kurasa mungkin, karena saat aku melihat sepatu Uzumaki-san tidak ada di pintu depan,aku juga tidak menemukan sepatu si Dobe."ucap Sasuke.
"Selain gambar ada pesannya" ucap Hinata. "Kurasa kalian sudah menemukan mayat yang aku simpan di dalam koper yang berada di bawah tempat tidur, dan kalian bisa lihat sendiri teman kalian si detektif pirang pingsan, aku akan membawanya, jika kalian ingin teman pirang kalian baik-baik saja jangan melapor kepada polisi atau tidak nyawa teman kalian akan terancam." baca Hinata.
"T-tidak Naru-kun" sedih Hinata melihat kekasihnya berada dalam keadaan bahaya.
"Bagaimana ini sasu-kun kita harus menyelamatkan si baka itu" kata Sakura.
"Kalian berdua tenanglah, kurasa si baka dobe tidak mungkn semudah itu di jebak oleh wanita itu." ucap sasuke ambigu.
"Hah, maksudmu apa Sasu-kun" bingung Sakura sedangkan Hinata hanya diam sepertinya sedang berpikir.
"Kita lihat saja nanti" ucap Sasuke.
Sedangkan di lain tempat.
"Kuso, kemana orang-orang itu, kenapa mereka tidak mengangkat telfonku" ucap karin kesal.
"Kurasa mereka itu, mengetahui bahwa dirinya sedang dalam bahaya sekarang" ucap Naruto yang tiba-tiba bangun dari pingsannya. Namun apakah dia benar-benar pingsan,entahlah zella pun tak tahu:v
"Hah, bagaimana mungkin kamu cepat sadar dari pengaruh obat itu"kaget Karin.
"Ohh, obat bius yang ada di dalam saku jaketmu ini" ucap naruto santai sambil menggenggam sebotol obat tidur.
"T-tapi bukannya kamu sudah meminum juice jeruk tersebut" kata Karin.
"Anda mungkin mengira aku akan meminum juice itu namun tanpa Anda sadari aku membuang setengahnya di bawah kursi ini dan pura-pura meminumnya." ucap Naruto "sebaiknya Anda segera pergi menemui mereka kalau ingin menemukan orang yang kakak cari, ketiga orang yang kakak telepon ada dalam kontak ponsel itu kan, menemukan tempat tinggal mereka, Anda ingin membunuh wanita itu , kan Karin Uzuyasa-san?"kata Naruto yang membuat karin menjadi kaget.
"K-kenapa kamu bisa tahu namaku?" kaget Karin.
"Dari ponsel yang penuh goresan yang Anda bawa itu" ucap Naruto.
"Ehh" kaget Karin
"Ponsel akan penuh goresan jika si pemilik memperlakukan barangnya dengan kasar atau menyimpannya di saku celana. Saat Anda keluar tanpa jaket yang Anda kenakan itu, aku menemukan ponsel itu, dompet dan kotak obat tidur, namun pada permukaan kotak obat tidur dan dompet, aku tidak menemukan goresan jadi pemilik ponsel itu pastilah laki-laki yang tewas di toilet di kantor detektif, Anda menukar ponselnya dengan ponsel milik Anda, Ada banyak uang receh di kantong lelaki itu pemantik api, dompetnya penuh dengan goresan namun hanya ponsel yang tidak memiliki goresan dan ada Stun gun juga namun tidak memiliki goresan berarti stun gun itu juga milik Anda.
"A-apa kamu bercanda, kamu lihat sendiri bukan, aku di ikat olehnya menggunakan lakban" jawab Karin "bagaimana caraku menukar dan mengancam laki-laki itu dengan pistol?" ucap karin masih dengan pendiriannya.
"Gampang, Anda perlu menempelkan sedikit lakban di tubuh lalu pasang lakban di kenop pintu dan Anda tinggal berputar sampai lakban menempel di seluruh tubuh. Anda diikat Dari siku ke atas, jadi kedua tangan masih bebas di gunakan setelah lakbannya Habis Anda tinggal membereskan bekas lakban di kenop pintu dengan mulut dan Anda juga dapat mengikat pergelangan tangan Anda."kata Naruto.
"Kamu menuduhku menembak lelaki itu" ucap karin. "Tapi kan jika seseorang menembak kan pistol maka di ujung lengan bajunya.."
"Ya terdapat residu tembakan kan? Waktu menembakkan pistol serpihan timah,jelaga,antimony dan lainnya akan bertebaran dan menempel pada tubuh atau pakaian si penembak"terang Naruto.
"Ehh" ucap Karin.
"Anda membuat pingsan lelaki itu menggunakan Stun gun dan memasangkan pistol di tangannya dan mendudukkannya di atas kloset. Anda juga membuatnya menggigit moncong pistol, lalu ujung sepatu bot yang sudah di lepaskan talinya di selipkan ke pelatuk lalu di jepitkan di penutup kloset sedangkan ujung satunya tetap tersangkut pada menutupi kepala menggunakan Handuk agar tidak terkena residu tembakan dan Handuk satunya lagi di basahi lalu di pasang di bawah tangan lelaki itu agar posisi pistol tidak itu juga di gunakan untuk menutupi tali sepatu yang menjulur keluar dari penutup kloset dengan demikian persiapan selesai. Setelah mengirim E-mail pada Sasuke untuk mencegah kami masuk ke toilet.
Anda menahan sepatu bot dengan lutut untuk menarik talinya sekuat tenaga,pistol menyalak dan lelaki itu tersentak sampai dinding di belakangnya. Lalu sambil menunggu kami menobrak masuk toilet karena mendengar suara tembakan, Anda mencabut tali sepatu dari penutup kloset dan menjatuhkan handuk dengan begitu seolah lelaki tersebut menyekap Anda di toilet lalu bunuh diri karena terdesak, lalu reaksi Anda sangat lambat waktu aku bertanya pada Anda tadi.
Itu karena gendang telinga kanan Anda terluka karena tidak bisa mendengar dengan baik kalau ada yang berbicara di sebelah kanan Anda. Waktu menembakkan pistol tadi, Anda menempelkan kepala kiri ke paha lelaki itu untuk menjaga telinga sebelah kiri Anda namun, Anda tidak menutupi telinga sebelah kanan.
Laki-laki itu sebenarnya bernama Nagato Uzumaki, klien yang mengajukan permintaan pada kami untuk mencari loker sewaan, sebelum dia datang ke kantor, Anda mengatur supaya kami semua keluar dari sana, Anda yang berpura-pura menjadi Asisten kami untuk menyambut klien, sebenarnya Anda ingin membujuk lelaki itu pergi ke suatu tempat untuk di introgasi tapi sayang, Anda malah ketahuan dan terpaksa membuatnya pingsan dengan stun gun, Anda tidak bisa membawa lelaki itu sendirian sebenarnya Anda dapat mengambil ponsel lelaki itu saja, lalu menembaknya Mati, tapi kalau tetangga sekitar berdatangan karena mendengar bunyi tembakan, Anda tidak akan bisa melarikan diri.
Oleh karena itu Anda menyeretnya ke dalam toilet dan menyiapkan trik tadi,sehingga untuk sementara Anda aman dari incaran polisi dan punya waktu menemukan orang yang Anda cari berbekal ponsel lelaki itu."ucap panjang lebar Naruto.
"Ka-kamu siapa!?"kaget Karin.
"Anda, tahu aku, Namikaze Naruto, Detektif"ucap Naruto.
"Detektif jenius itu" jawab karin.
"Ya, awas lampu merah" ucap Naruto tiba-tiba.
Ckiiiiit
"Ahhh, hampir saja" ucap Karin.
"Kamu tahu namaku dari cash card di dompetku ya?" tanya Karin.
"Tidak, belum tentu dompet itu milik Anda, aku tahu setelah mencari di internet, untuk menyakinkan kami bahwa ponsel itu milik Anda, Anda sengaja mengirim selembar foto pribadi ke dalam ponsel itu untuk dijadikan wallpaper. Lelaki yang ada di dalam wallpaper adalah Hozuki Suigetsu pegawai bank yang tewas tertembak dalam peristiwa perampokan bank belum lama ini, jadi ku pikir Anda sedang mencari ketiga perampok bank itu, si perampok bertubuh kecil yang mayatnya ada di bawah tempat tidur di apartement Uzumaki-san, yang kedua lelaki bertubuh tinggi besar, Uzumaki Nagato yang tewas di kantor detektif.
Lalu sekarang Anda mencari anggota ketiga yang bertubuh kurus, tapi di lihat dari nama ketiga orang yang Anda telepon tadi, semuanya wanita. Anda bisa tahu salah satu dari perampok itu wanita, berarti kemungkinan besar Anda ada saat perampokan, mungkin Anda tahu karena melihat gerak-gerik atau bentuk tubuhnya. Apalagi polisi tidak pernah mengungkapkan kepada pers tentang adanya wanita di antara mereka, Kalau waktu itu Anda ada di tempat kejadian, berarti seharusnya Anda tahu waktu itu Hozuki-san bukan mengatakan, "oke tolong hentikan semua ini" melainkan " oh, kei hentikan semua ini" Hozuki-san mengenali temannya, Uzumaki Nagato-san dengan panggilan kecilnya 'Kei', di antara para perampok itu dan berusaha menghentikannya, karena itu Uzumaki-san menembaknya untuk tutup mulut, tapi aku sempat memeriksa ponsel itu, nomor telepon rumah Hozuki-san ada di dalam daftar kontaknya, berarti mereka memang teman akrab, Hozuki-san bekerja di bagian ekspedisi bank, mungkin waktu mabuk atau semacamnya dia kelepasan bicara mengenai uang 200 juta yang akan di kirimkan ke bank hari itu kepada Uzumaki-san, kemudian Uzumaki-san memanfaatkannya untuk membuat rencana perampokan."ucap Naruto namun Karin hanya diam saja.
"Waktu tadi menelpon kerumah Hozuki-san, aku bertanya "Apa kekasih Hozuki-san masih di situ?" lalu orangtua Hozuki-san mengatakan kalau Uzuyasa Karin tidak terlihat di sana sejak upacara pemakaman semalam."sambung Naruto.
"Tunggu! Kenapa kamu tahu aku kekasihnya? Aku bilang kami kakak beradik kan?"kaget sekaligus tanya Karin.
"Karena Anda berada di tempat kejadian, kemungkinan besar Anda juga pegawai bank itu. Untuk mencegah penyalahgunaan, bank biasanya tak menempatkan dua karyawan bersaudara di kantor cabang yang sama,karena itu tidak mungkin kalian kakak beradik.
Dari situ aku bisa menebak semuanya, Anda ingin balas dendam pada ketiga peranpok itu karena Anda Uzuyasa Karin, kekasihnya Hozuki-san!."ucap Naruto.
.
.
.
.
.
.
.
Yeee..akhirx Zella-chan dapat melanjutkan fanfic ini hehe..
Sebelumnya Zella-chan minta maaf karena Zella-chan sudah sangat lama tidak melanjutkan fanfic ini, karena banyak tugas Zella-chan.
Semoga minna semuanya tidak bosan menunggu ya^^
Di chapter ini sudah terlihat kan pelakunya hehe
Baiklah, Zella-chan minta maaf jika masih ada kata-kata yang salah karena setelah jadi Zella-chan tidak memeriksanya langsung di publish Hehe^^
Kira-kira apa yang di rencanakan oleh Naruto ya?
Dan siapakah Wanita yang menjadi pelaku perampokan ketiga itu?
Di tunggu chapter berikutnya
Silahkan tinggalkan Review dan saran.
