Secara bersamaan hampir seluruh orang yang ada di ruangan itu terkejut. Kecuali Gaara, Kankuro dan Sasori.
"tidak.. Tidak mungkin. Kita penjaga yang paling kuat. Orang macam apa yang bisa mengambil paksa kekuatanmu temari?"
"aku tidak merasakannya"
"ini tidak mungkin"
"demi waktu, benarkah ini kak temari?"
Pertanyaan bertubi-tubi menghujam temari. Temari hanya bisa menunduk dan kembali meremas dengan kuat gaun satinsilknya.
Desclaimer
For Naruto's character all belongs to Mr Masashi Kishimoto
For neutral elements all belongs to Mr Bonmedo Tambunan
Again, I must say that… cerita ini mungkin pasaran, but as can I say that this story pure from my wildest delusion.
Enjoy.
Chapter TWO
Jauh sebelum keteraturan bumi terbentuk, terdapat dua buah energi yang saling bertolak belakang. Energi yang saling saling meng hancurkan. Kedua energi tersebut adalah Gelap dan Cahaya.
Gelap dan cahaya sebenarnya adalah satu, satu yang bersua. Dua yang menjadikan satu. Saling membutuhkan dan dua yang saling menghancurkan. Tiada gelap tanpa terang dan tidak mungkin ada cahaya tanpa adanya gelap.
Beratus abad sudah mereka lewati, gelap dan cahaya saling menghancurkan dan membuat kekacauan. Sampai sang waktupun akhirnya memutuskan turun tangan. Seiring berjalannya waktu, kemudian muncullah sebuah keteraturan. Keteraturan yang membuat semuanya menjadi seimbang antara gelap dan terang. Berkat itu semua, kemudian munculah yang kita namai sebagai bumi, buah dari keteraturan tersebut. Dimana didalam bumi muncul energi energi alam yang membuat bumi terlihat hidup. Tumbuhan, hewan perlahan menampakan eksistensinya. Dan terakhir, muncul lah manusia.
Diantara semua manusia yang tercipta, sang waktu memilih beberapa orang manusia dan memberi mereka kekuatan untuk menjaga keseimbangan dunia. Keseimbangan alam murni, terapan, gelap dan cahaya.
Kekuatan elemen alam murni terdiri dari elemen air, udara, dan api. Kekuatan elemen alam terapan adalah tanaman, tahah, Xar dan Chakra .
Para manusia yang beruntung itu dianughrahi sang waktu dapat mengendalikan dan menjadi perwujudan langsung para elemen. Seperti Temari, dianugerahi elemen alam murni yaitu udara. Temari dapat mengendalikan angin dan membuat angin tersebut selembut sutra maupun seganas angin topan. Serta menjaga keseimbangan elemen udara yang ada dibumi. Kankuro pun dianugerahi kekuatan alam murni yaitu air. Dengan mudah kankuro dapat membuat air menjadi tenang, hingga berubah sedahsyat tsunami, menjaga keseimbangan dan kemurnian air adalah kewajibannya.
Gaarapun mendapatkan kekuatan elemen alam murni, yaitu api. Membuat bola api, lidah api adalah hal yang mudah. Keseimbangan elemen panas dari api merupakan salah satu tugasnya. Dan mereka bertiga mendapat julukan The Siblings, karena jika mereka menggabungkan kekuatan elemen yang mereka kuasai akan menciptakan ledakan supernova yang sangat hebat dan tentu, hal tersebut bukan hal yang mudah. Setidaknya butuh keterikatan dan kerja sama yang sangat kuat.
Berbicara soal ledakan supernova, sebenarnya ledakan supernova adalah sebuah ledakan Yang terdiri dari tiga elemen dasar termurni, yaitu udara, api dan air. Jika ledakan supernova dibangkitkan, maka kurang lebih dapat menghancurkan lima gunung sekaligus dengan mudahnya.
Namun, ada sedikit perbedaan dengan kekuatan elemen yang dimiliki oleh sasuke. Sasuke adalah salah satu pewaris klan uchiha yang dimana terkenal dengan api birunya. Jika api yang gaara kendalikan adalah api merah, maka sasuke dapat mengendalikan dan membuat api yang bewarna biru raven seperti rambutnya. Berbeda dengan gaara yang dianugerahi oleh sang waktu, sasuke mendapatkan kekuatan tersebut karena berdasarkan garis keturunan yang dimana kita tahu, bahwa semua anggota klan uchiha dapat mengendalikan elemen api biru.
Dan ketika keseimbangan elemen alam murni sudah mulai stabil, maka munculah elemen-elemen alam terapan. Seperti tanah dengan Neji, bayangan dengan Shikamaru yang menjadi penjaganya,
Serta tanaman, dipilihlah Hinata untuk menjadi sosok perwujudannya. Mereka mampu mengendalikan elemen tersebut dengan mudah, serta menjaga kestabilannya adalah suatu kewajiban.
Namun, setelah itu muncul lah dua buah energi elemen besar yang berasal dari diri manusia itu sendiri. Kekuatan tersebut adalah elemen Xar dan Chakra. Elemen tersebut layaknya gelap dan cahaya. Dua elemen yang saling membutuhkan dan saling berkaitan. Jika gelap dan cahaya saling menyerang, maka xar dan chakra merupakan suatu kekuatan energi positif dan saling terikat.
Elemen xar merupakan elemen yang lahir dari kebijaksanaan dan ketenangan. Para pengendali dan penjaga xar dapat menggunakannya untuk bertelepati, melihat masa lalu, melihat kenangan seseorang, hingga menyembuhkan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ya, kekuatan elemen xar memang lebih dominan ke psikis. Dan, manusia yang waktu beri anugerah tersebut adalah Sasori. Pendeta Xar Sasori.
Masih ingat, adik perempuan sasori?
Ya, Sakura. Sakura merupakan pengendali dan penjaga kekuatan elemen chakra di dunia. Dialah yang paling sensitif dalam merasakan keseimbangan alam, baik alam murni, terapan maupun cahaya dan gelap.
Sakura merupakan spesialis penyembuhan lewat chakra yang ia kendalikan. Aura bewarna kehijauan sehijau mata emeraldnya itu akan memancar di sekitar tangan dan tubuh Sakura jika ia sedang membantu manusia yang mengalami luka maupun sakit. Sakura pula lah yang akan menyalurkan chakra tambahan kepada masing-masing penjaga untuk memberikan kekuatan lebih untuk penjagaannya.
Tiada xar tanpa chakra, dan tiada chakra tanpa xar. Begitulah yang dapat kita simpulkan atas kekuatan xar dan chakra ini.
Diantara semua kekuatan elemen diatas, masih terdapat dua elemen kuat yang ada didunia dan sudah ada dari beratus-ratus abad lamanya. Yaitu adalah elemen Cahaya dan elemen Gelap.
Masing-masing elemen mempunyai satu penjaga yang memiliki chakra tersendiri yang lebih kuat. Para penjaga ini bertugas untuk menjaga keseimbangan kekuatan cahaya dan kekuatan gelap. Jika cahaya terlalu dominan, maka gelap akan meredam cahaya tersebut dengan kelamnya. Dan jika gelap terlalu dominan, maka kelam nya gelap akan disinari oleh terangnya cahaya. Dan perwujudan penjaga cahaya adalah Naruto dan penjaga gelap adalah Shisui yang tak lain adalah kakak sepupu dari sasuke.
Kembali ke ruang makan kastil
"maafkan aku, aku... Aku tidak dapat memenuhi kewajibanku. Menjaga anugerah yang sang waktu berikanpun aku tak mampu. Ma.. hiks... Maafkan aku!!" Ujar temari berdiri dan langsung berlari keluar dari ruang makan, meninggalkan para penjaga yang menatapnya sendu.
"Temari! Tch, Kakak Tunggu! Ini bukan salahmu!" Jawab gaara yang langsung berdiri berusaha mengejar kepergian sang kakak.
Sasori menghela nafas dalam, dan seketika memanggil nama Gaara. "Gaara, biarkan ia sendiri untuk sementara. Dia butuh waktu untuk menerimanya"
Gaara menghentikan langkahnya tepat di pintu ruang makan. Ia terdiam mematung, menatap kearah lorong dimana kakaknya menghilang. Mungkin dia sedang ke taman, batinnya. Dengan gontai ia melangkahkan kaki nya kembali kemeja makan dan duduk di sebelah Kankuro.
"kak Sasori, aku adalah penjaga yang paling sensitif diantara semua penjaga. Tapi untuk kali ini akupun tak menyadari kehilangan ini. Bahkan ketika aku tadi mengobrol dikamar kak Temaripun aku tidak merasakan sesuatu yang mencurigakan." Jelas Sakura membuka pembicaraan. Ruangan itupun kembali hening, larut dalam pikiran dan opini mereka masing-masing.
"aku mengerti Sakura. Dan itulah yang sedang aku pikirkan. Sejak menerima laporan yang Kankuro berikan itupun aku sampai sekarang bertanya-tanya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa seorang penjaga kehilangan kekuatannya dalam semalam dan lebih parahnya, tak satupun dari kita yang menyadarinya." Jawab sasori menatap mereka satu persatu. "aku tidak mengerti bagaimana hal ini dapat terjadi"
"ini semua aneh" sambung Hinata
"memang aneh, hinata. Karena hal sama sekali tidak masuk akal. Bagaimana dengan kalian, keseimbangan elemen kalian dan elemen yang lainnya masih stabilkah?" Jawab Shikamaru memikirkan hal tersebut
"masih." Jawab semua penjaga. "semua masih stabil"
"hm" kembali Shikamaru tenggelam dengan pikirannya sendiri. "kalau semuanya masih stabil... Ah! Sakura, dapatkah kau merasakan kestabilan kekuatan elemen udara yang ada ditubuh Temari?" Sambungnya sambil menoleh kerarah sakura.
"jenius seperti biasa, Shikamaru. baik! Sebentar"
Tak butuh waktu lama, cahaya hijau emerald langsung menyelubungi sakura kesekujur tubuhnya. Makin lama makin pekat dan menghilang bersamaan dengan terbukanya mata sakura.
"Shikamaru..." Panggil Sakura.
"bagaimana?" Naruto yang tidak sabaran langsung memotong shimamaru yang hendak menjawab Sakura
Ekspresi sakura kini berubah dan menampilkan raut wajah bingung. Sambil menggelengkan kepalanya ia menjawab "ini aneh. Semua elemen yang ada di dunia ini masih stabil. Dan..."
"apa Sakura?! Cepat katakan!" Ujar Kankuro keras.
"elemen kak Temari... Tidak hilang. Masih berada didalam tubuh kak Temari"
Kesembilan manusia yang berasa didalam ruang makanpum sontak membulatkan mata mereka. Bahkan hinata sampai menutup mulutnya.
"a... Apa?"
"tidak mungkin"
"demi waktu!"
Semua terkejut mendengan pernyataan dari sakura, termasuk Sasori.
"demi waktu... Apa yang sedang terjadi sekarang?" Tanya Naruto yang membuat semua kepala langsung menoleh kearahnya.
"Sasori, apa yang akan kita lakukan? ?" Tanya neji
Sasori masih dalam keterkejutannya, menatap Neji dalam dan tenggelam dalam pikiriannya lagi.
"Naruto" panggil aasori
"ya?"
"cobalah deteksi melalui kekuatanmu kenapa sampai Temari tidak dapat menggunakan kekuatannya, bahkan kita sampai mengiranya hilang"
"aku mengerti" jawab Naruto mengangguk dalam dan seketika tubuh nya diselubungi cahaya putih gemerlapan memancar memenuhi seluruh ruangan dan kemudian hilang ketika Naruto selesai. Cahaya itu meredup dan kembali terserap kedalam tubuhnya. "aku tidak mengerti Sasori. Kekuatan itu masih ada di dalam tubuh Temari, dan aku merasa tidak ada yang salah dengan temari. Sasori, kita harus cepat bergerak. Ini aneh! Sesuatu pasti sedang terjadi"
Semua penjaga mengangguk dalam menyetujui pernyataan Naruto. Ya, semua ini aneh. Tidak mungkin penjaga kehilangan atas kendalinya sendiri.
"Naruto" panggil sasuke yang dari tadi hanya diam dan memperhatikan.
"kenapa, Sasuke?"
"coba kau deteksi, seberapa besar kekuatan kegelapan sekarang" ujarnya sambil menatap pemuda pirang itu dalam.
Kembali, Naruto dilingkupi cahaya gemerlapan. Dibukanya mata dan langsung menoleh kearah sasuke. "stabil".
Pertemuan malam itu ditutup dengan sesuatu yang mengganjal dimasing-masing para penjaga. Bagaimana? Kenapa? Dan sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Mereka mulai meninggalkan ruang makan dan langsung menuju kekamar mereka masing-masing yang sudah disediakan oleh Baki. Hinata dan sakura berjalan didepan dan terlibat obrolan antusias mengenai tanaman obat, sementara naruto, sasuke, neji dan shikamarupun berjalan dibelakangnya.
Diikuti oleh gaara, kankuro dan Sasori. Sasori terlihat masih berkutat pada pemikirannya. Wajahnya yang biasa tidak menampilkan ekspresi sekarang tergambar dengan jelas bahwa pemuda itu sedang berpikir keras.
"Shikamaru" panggil kankuro menepuk bahunya
"ya, ada apa Kankuro?" Jawab shikamaru memberhentikan langkahnya dan menoleh kearah kankuro
"bisa kah, kau berbicara dengan temari dan menjelaskan apa yang Sakura dan Naruto dapatkan tadi? Aku... Yakin dia sedang terguncang sekarang"
"ya, Shikamaru. Aku yakin kau bisa menenangkannha sejenak." Tambah Gaara
Shikamaru menyunggingkan senyumnya dan menatap kearah dua sahabatnya itu. "aku memang mau kesana"
Mendengar jawaban Shikamaru, Gaara dan Kankuropun ikut tersenyum. "aku rasa dia sedang berada ditanam belakang. Sebaiknya kau cek kesana" jelas Kankuro
"kami percayakan padamu, Shikamaru" tambah Gaara menepun kembali bahu Shikamaru. Shimamaru kembali berjalan melewati lorong-lorong megah kastil ini meninggalkan kedua kakak beradik itu dan menghilang di ujung lorong yang menghubungkan ruang makan dan taman belakang kastil
"sepertinya sistercomplex kalian susah mulai berkurang, eh?" Sasori menyeringai jahil
"Sasori!" Sergah Gaara dan Kankuro bersamaan. Wajah mereka sontak menimbulkan semburat rona merah
"sudah malam, sebaiknya kita istirahat. Besok kita lanjutkan permbicaraan kita" jawab Sasori yang sudah berjalan mendahului gaata dan kankuro.
Setelah Gaara dan Kankuro meminta Shikamaru untuk berbicara dengan Temari (walaupun tanpa disuruhpun Shikamaru akan tetap pergi kesana) pemuda bersurai hitam pekat yang diikat tinggi seperti nanas berjalan melewati lorong megah yang menghubungkan ruang makan dan taman belakang kastil.
Sesampainya pemuda itu dipintu belakang kastil, dengan mudah ia menemukan sosok gadis yang ia cari.
Gadis tersebut sedang duduk dibangku taman dan sesekali mengusap airmatanya.
Gadis bersurai cokelat keemasan yang ia rindukan. Shikamaru berjalan tanpa suara mendekati temari. Kemudian duduk tepat di sampingnya. Tidak ada yang berbicara, mereka membiarkan angin dingin malam yang terus membelai kulit.
Temari tetap menangis tertahan, tatapannya sendu dan pancaran sinar yang ada di matanya seakan-akan meredup.
"menangislah"
Akhirnya shikamaru membuka pembicaraan. Digenggamnya tangan halus temari tanpa menoleh kearahnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, sontak Temari menangis sesenggukan. Airmatanya kembali mengalir deras, membasahi wajah mulusnya. Cukup lama Temari menangis seperti itu, namun sesaat kemudia tangisan temaripun akhirnya meredup. Meninggalkan isakan-isakan yang menandakan dirinya sudah lebih tenang daripada tadi.
"apa yang salah denganku, Shika? Aku selalu mengerjakan kewajibanku dengan sempurna. Dan kemudian, malam itu semua kekuatanku diambil. Aku... Aku merasa gagal sebagai seorang penjaga. Aku... Aku takut menghadap sang waktu" ujar Temari masih dengan terisak-isak. Matanya sekarang bengkak karena terus menerus mengeluarkan airmata.
Shikamaru menoleh lembut kearah temari, di cangkupnya wajah Temari yang masih menunduk itu dan di hapusnya sisa airmata yang ada dipipinya
"shh.. Tenanglah" seiring Shikamaru mengatakannya, ia menggiring kepala Temari kedalam pelukannya.
Temari yang masih terisak langsung membenamkan wajahnya didada bidang Shikamaru. Ia merasa nyaman.
Shikamaru mulai membelai lembut rambut dan kepala Temari yang sedang berada didalam pelukannya. "dengar, setelah kau pergi dari ruang makan itu, Gaara berusaha untuk mengejarmu. Namun, dicegah oleh kakak sepupumu, Sasori. Dan kami berdiskusi tentang masalahmu bersama-sama" jelas Shikamaru, masih mengusap kepala temari.
"dan kami menemukan sesuatu yang aneh. Dengan kekuatan elemen chakra yang Sakura miliki dan elemen murni cahaya dari Naruto, kami menemukan bahwa kekuatanmu tidak hilang. Kekuatanmu masih berada didalam tubuhmu, Temari" tambah Shikamaru.
Mendengar hal itu, mata Temari membulat dan langsung melepas pelukannya. Menatap Shikamaru dalam, seolah mecari kebenaran didalam ucapannya.
"be..benarkah? Apa kau yakin?"
"ya, sangat yakin. Karena, semua elemen didunia ini pun masih stabil Temari" jawabnya menatap lurus lembut kedalam mata hijau kesayangannya.
"aku...tidak mengerti. Tapi kenapa aku tidak dapat menggunakan kekuatanku? Seakan-akan aku kembali kemanusia normal dan bahkan kalau aku tidak dapat menggunakan kekuatanku itu berarti keseimbangan alam sedang goyah. Mana mungkin masih stabil."
"kau tidak perlu untuk mengerti sekarang, Temari. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah tenangkan dirimu dulu. Tenagkan pikiranmu, hatimu dan ragamu. Untuk kedepannya, kita akan menemukan jawabannya bersama-sama"
Temari menatap Shikamaru lagi, ia ingin menjawab pernyataan shikamaru.
"i..iya ta..tapi.."
"shhh" Shikamaru memotong perkataan Temari dengan meletakan jari telunjuknya dibibir ranum milik temari. Perlahan tapi pasti, kedua wajah itu mulai saling mendekat. Kedua bibir insan muda itupu menyatu, memangut pelan. Semakin lama semakin dalam namun masih terasa halus tanpa paksaan. Menampilkan semburat rona merah diwajah masing-masing. Menyalurkan rasa yang selama ini dipendam.
Kedua insan itupun akhirnya memisahkan diri. Kembali, Shikamaru menatap Temari.
"besok, kita cari jalan keluarnya bersama-sama. Kau masih punya kami. Kau masih mempunyai aku, Temari. Jangan lupakan itu."
"baiklah, aku jauh lebih tenang sekarang. Terimakasih, Shikamaru" jawabnya tersenyum lembut. Menampakan kembali senyuman anggun yang beberapa hari ini menghilang di tekan rasa bersalah.
Shikamaru tersenyum melihat wanitanya, kembali ia kecup bibir ranum temari.
"tidurlah. Sudah malam." Ujarnya sambil berdiri. Membungkuk di depan Temari dan mengulurkan tangannya. Temari tertawa,di sambutnya tangan kekar shikamaru dan berjalan masuk kedalam kastil
TBC
:3
Kritik dan saran sangat author harapkan untuk memperbaiki karya ini.
di tunggu reviewnyaaaaa~
v
