Disclaimer : Pokoknya bukan punya gue,kecuali fanficnya.
Warning : BL/yaoi/homo,gay(i already told ya),OOC,typos bertebaran kaya kumpulan jones,alur kecepatan,minim kosa kata,membosankan,cerita pasaran and blahblah
Cast :
Ong seongwoo
Kang Daniel
Other
This is OngNiel with bott!Ong, okay Ongniel sama-sama ganteng tapi serius gue kaga bisa bayangin si bahu 60 cm jadi uke,ouch seriouslyyyy
DON'T LIKE? DON'T READ
HAPPY READING ~(*v*)~
Kang Daniel membawanya-dengan memaksa menggendongnya yang terus meronta dan memaki-ke sebuah bangunan besar mirip vila atau memang vila yang ia sebut 'kediaman sementara' di tengah hutan yang Seongwoo ketahui berada di salah satu kawasan kurang terjamah manusia dan jauh dari kota dengan kecepatan luar biasa,tentu karena ia seorang Vampir dan mungkin juga karena efek horny,pikir Seongwoo.
Tak seharusnya seorang Werewolf berada di tempat atau kawasan seorang Vampir,begitupun sebaliknya,itu peraturannya. Tapi apa mau dikata,Seongwoo bahkan kini berakhir di kediaman seorang Vampir gila,tepat diatas kasur king size dalam sebuah ruangan besar dan parahnya dalam posisi ditindih oleh si Vampir yang terus mengendusi leher jenjangnya.
Ong Seongwoo bukanlah makhluk yang suka pasrah-pasrah saja meski dalam Heat yang menyiksa sekalipun. Seongwoo menggeram,tangan kanannya yang sebelumnya patah dikarnakan cengkraman kuat Vampir yang mengaku bernama Kang Daniel sudah sepenuhnya sembuh-terimakasih untuk kekuatan regenerasi Werewolf miliknya-jadi dengan segenap sisa kekuatan yang ia miliki,tangan yang sebelumnya patah itu berhasil mendaratkan sebuah tonjokan kuat di rahang mulus Kang Daniel. Bukan hal mudah mengingat tubuhnya kini sepenuhnya merasa lemah dan panas karna efek Heat
Tak buang waktu,Seongwoo langsung menendang tubuh diatasnya,membuat Daniel terjengkang keras menghantam dinding. Tak tanggung-tanggung,si Vampir bisa merasakan dinding dibelakang punggungnya menjadi retak.
Akan tetapi,Daniel malah terkekeh geli,seolah yang dilakukan Werewolf yang kini memasang posisi siaga walaupun terlihat bergetar diatas kasur besarnya hanyalah hiburan kecil tanpa makna.
"Lumayan juga kau Wolfie." Ucap sang Vampir dengan perlahan berjalan kembali kearah ranjang sembari dengan santai merenggangkan otot-otot di punggungnya dan tak lupa membenarkan posisi rahangnya yang bergeser akibat pukulan Seongwoo tadi. Menghasilkan bunyi 'kreek' yang membuat ngilu. Manik rubinya menyorot dingin pada Seongwoo yang menggeram ganas kearahnya,memberi gesture tak ingin didekati.
Sebelum sempat melakukan apa-apa,Seongwoo telah mendapati dirinya diterjang dan kembali dihimpit oleh sosok Daniel diatas kasur dengan kekuatan dan kecepatan yang tak main-main.
Seongwoo mengumpat dalam hati didetik ketika ia melihat sebersik pancaran jahil di sorot mata Daniel,seketika ia sadar bahwa Vampir sialan ini hanya mempermainkannya dengan sengaja tak menghindari pukulannya tadi,menambah rasa kesal Seongwoo padanya.
"Lintah sialan." Seongwoo mengumpat menyadari posisi mereka. Kang Daniel mengunci pergerakannya dengan menahan kedua bagian bawah paha Seongwoo menggunakan kedua pahanya yang kuat mengharuskan kaki jenjang Seongwoo mengangkang dan terangkat keudara,parahnya karna posisi ini ia dapat merasakan kemaluan Daniel mengenai bokongnya dibawah sana,membuat Seongwoo mati-matian menahan desahan.
Tangan kiri Daniel sendiri telah mencengkram kuat kedua pergelangan tangan Seongwoo dan menyatukannya diatas kepala sang Werewolf sedangkan tangan kanannya mencekik leher Seongwoo dengan kuat membuat Seongwoo meronta dengan sia-sia.
"Aku heran,kenapa kau masih bertingkah sok jual mahal sedangkan ini yang tubuhmu paling butuhkan sekarang? Bukankah harusnya sekarang kau memohon-mohon minta di setubuhi?" Kang Daniel menyeringai sembari tubuhnya semakin menghimpit tubuh Seongwoo yang terengah-engah dibawahnya,mengirimkan sengatan luar biasa yang membuat sang Werewolf melenguh tertahan. Dalam hati,Daniel terkekeh melihat betapa keras kepalanya Werewolf ini yang pasti dengan mati-matian dan tersiksa merasakan Heat mencoba melawan nafsu dan gairahnya sendiri hanya untuk membuktikan pada Daniel bahwa ia 'tidak' menginginkan hal ini.
"Le-lepas!" Seongwoo meronta merasakan sakit dileher dan pergelangan tangannya.
"Menyerah sajalah sayang." Daniel terkekeh geli menampilkan taring panjangnya melihat Seongwoo yang terus berusaha melawannya,tapi sesaat kemudia ia berhenti dan malah tertegun sembari mengusap pipi kirinya yang basah oleh air liur dengan tangan yang tadinya mencekik leher Seongwoo. Apa Werewolf hina ini baru saja meludah tepat ke wajahnya? Berani sekali!
"Musnah saja kau lintah!" Geram Seongwoo dengan mati-matian menahan nafsunya, ia akan buktikan pada Vampir sialan ini kalau ia bukan Werewolf rendah dan lemah yang akan dengan mudah memelas dibawah kuasanya hanya karna sedang mengalami Heat.
Dihadapannya,sosok Daniel terdiam untuk beberapa saat yang membuat atmosfer memberat dan kaku,pupil merahnya terlihat bergetar entah karena apa sebelum dengan tiba-tiba ia tertawa seperti hilang akal.
"Huh?haha..hahahahahahaha" Seongwoo mengernyit memperhatikannya, makhluk ini tak seharusnya tertawa atas perlakuannya kan?.
"Akh!" Seongwoo memekik tertahan ketika tangan Daniel kembali mencekik lehernya,kali ini dengan lebih keras dan kuat membuat sang Werewolf meronta dengan sisa tenaganya tapi hal itu malah membuat Daniel semakin menindihnya membuat tubuh Seongwoo yang memang sudah sangat panas semakin terbakar oleh nafsu merasakan tubuh mereka saling berhimpit dan tergesek. Seongwoo kembali mengumpati Heatnya dalam hati-yang entah sudah berapa kali dilakukannya hari ini-.
"Hell! Kau membuatku semakin bergairah Wolfie!"
Sang Vampir menggeram sembari menggesekkan kemaluannya yang sudah menegang dengan bagian bawah Seongwoo. Ia melanjutkan;
"Sialan,aku bahkan bisa merasakan kau sudah sangat basah dibawah sini sayang. Aku mengapresiasi kekuatan dan tekadmu meski sedang Heat begini. Tapi,mari lupakan sesaat tentang harga diri mu oke? Lagipula kau yang paling membutuhkan ini jadi jangan sia-siakan kebaikanku."
"Kau hanya memanfaatkanku! Ini tak akan pernah bisa disebut kebaikan dasar brengsek!" Daniel kembali terkekeh,ia menjilat bibir bawahnya yang terasa kering sebelum melepaskan cekikannya ketika melihat wajah Seongwoo yang semakin mengernyit menahan sakit.
Jemari panjangnya beralih mengelus wajah Seongwoo dengan sangat perlahan,kemudian telunjuknya berhenti sesaat pada tiga konstelasi bintang dipipinya sebelum akhirnya menyatukan bibir keduanya dalam sebuah ciuman panas yang liar dan ganas. Daniel melumat bibirnya dengan rakus,lidahnya memaksa masuk kedalam mulut Seongwoo yang terbuka setelah ia menggigit bibirnya hingga berdarah dan membuat Seongwoo mengerang.
Tak buang waktu,Daniel langsung mengobrak-abrik dalam mulutnya,lidahnya bergumul dengan lidah Seongwoo tak lupa menyesapnya kuat sebelum merobek lidah sang Werewolf dengan taringnya-hitung hitung karena Seongwoo berani menghinanya dan meludah kearahnya tadi-,alhasil membuat saliva mereka tercampur dengan darah Seongwoo,dan Kang Daniel bisa merasakan tubuhnya bergetar penuh nikmat saat tenggorokannya merasakan darah dan saliva Seongwoo. Tangannya menyusup masuk kedalam kemeja Seongwoo,mengelus perut rata dan dada sang Werewolf.
Seongwoo mengerang lagi,ia dapat merasakan luka dan asin darah dalam mulutnya,akan tetapi niatnya untuk tak ingin membalas ciuman ini dan kembali melawan langsung kandas seketika saat merasakan kenikmatan yang disalurkan oleh bibir dan sentuhan sang Vampir, bahkan bibir miliknya dengan otomatis dan tidak mengindahkan rasionalitas otaknya mulai membalas ciuman liar Daniel, membuat sang Vampir menyeringai senang dan terkekeh ditengah ciuman basah mereka. Terus seperti itu,Saling melumat bibir,menabrakkan taring dan bertukar saliva bercampur darah dengan kesetanan seakan tak akan ada hari esok. Parahnya,Seongwoo merasa tubuhnya suka ini.
"Kau lebih lezat dari dugaanku ternyata" Ucap Daniel setelah melepaskan ciuman liar berdarah mereka sembari mengusap saliva berwarna merah yang dengan kurang ajarnya,mengalir dengan menggoda menuruni bibir dan dagu Seongwoo yang bernafas terengah,membuat Daniel semakin sesak dibawah sana.
Sang Vampir memutuskan melepaskan cengkramannya pada kedua pergelangan tangan Seongwoo yang terlihat memerah-mungkin akan kembali patah jika tak segera dilepas-kemudian dengan tak mengindahkan rontaan tak berguna makhluk dibawahnya Daniel tergesa merobek segala kain yang membalut tubuh Seongwoo,menampilkan kulit putih dan penuh keringat milik sang empu.
Kang Daniel tak bisa menahan dirinya untuk bersiul menggoda saat manik rubinya dengan kurang ajar menelusuri tubuh indah dan telanjang dibawahnya,tatapannya berakhir di lubang anal Seongwoo yang terlihat terus mengeluarkan cairan,membuat libido semakin naik. Apa ini yang dinamakan Jackpot? Kenikmatan duniawi sekaligus asupan makanan tersaji tepat dibawahnya.
"Hey jadilah anjing kecil yang baik oke?,turuti saja tubuhmu yang menginginkanku." Daniel tersenyum kecil menatap wajah sang Werewolf yang memerah dan terlihat menahan tangis dan amarahnya. Tak buang waktu,Sang Vampir kemudian dengan tergesa menanggalkan pakaian miliknya sendiri,menyusul Seongwoo untuk bertelanjang tanpa sehelai kainpun. Mempertontonkan bahu lebar dengan kulit putih pucat dan kotak-kotak seksi diperutnya, akan sangat memanjakan mata seandainya Seongwoo memutuskan untuk tak lagi membuang pandangan kearah lain tentu saja.
"Ngomong-ngomong,namamu?" Bisik Daniel sembari mengelus leher berkeringat dan panas milik Seongwoo dengan pelan dan penuh afeksi, merasakan aliran darah si Werewolf yang terpompa cepat.
Tetapi,setelah beberapa saat penantiannya ternyata Seongwoo tak menjawab pertanyaan yang dilemparkan padanya,
"Ugh!" Membuat Daniel mencengkram kuat kemaluannya sehingga Seongwoo mengerang tertahan merasakan sakit dan ngilu dibagian selatannya yang membengkak.
"Namamu?" Sang Vampir yang merasa tak mendapatkan apa yang diinginkannya mengulang kembali pertanyaannya,kali ini dengan mendesis dingin,menuntut dan penuh penekanan didalamnya. Penuh aura dominasi tak terbantahkan.
Seongwoo yang sebelumnya mati-matian mempertahankan rasionalitas dan menekan gairahnya untuk kepentingan harga diri akhirnya menyerah merasa tak sanggup lagi menahan Heatnya,ia melososkan sebuah isakan kecil,merasa benar-benar hancur dan malu dibawah tekanan sang dominan.
Sedari dulu ia selalu menjauhi setiap Alpha ataupun Beta yang mendekatinya bahkan ia rutin mengkonsumsi suppressantnya,berusaha menjauhi sebuah ikatan sebelum ia siap dan menemukan Alpha yang tepat bagi dirinya dan yang paling penting, ia selalu berusaha menjadi Omega kuat yang punya harga diri sehingga tak akan ada yang memandang rendah dan melecehkannya.
Tapi kemudian ia hanya dapat menggumamkan 'persetan' dalam kepalanya,toh Omega akan selalu berakhir mendesah bagai jalang jika Heat,baik itu oleh Alpha,Beta,manusia,bahkan Vampir sekalipun. Biar saja,nanti juga berakhir. Heat ini menyiksa tubuhnya,menyerah mungkin akan membuat semua jauh lebih mudah dan cepat disaat begini meskipun itu berarti apa yang telah dilakukannya sedari dulu untuk harga dirinya harus berakhir buruk seperti ini.
"Ong Seongwoo" Seongwoo akhirnya menjawab dengan lirih seketika membuat Daniel melepas cengkramannya pada milik seongwoo yang juga sudah sekeras batu. Membuat sang Werewolf mendesah lega untuk sesaat.
"Aah,Ong Seongwoo,Ong Seongwoo,Ong Seongwoo.." Daniel terus membisikkan namanya berulang dengan suara berat dan dalamnya sembari menelusuri leher jenjang seongwoo dan menciuminya. Menghirup aroma sang Werewolf dalam-dalam seolah aroma itulah yang akan dipujanya sepanjang hidup. Tangan kanan Daniel yang tak tinggal diam mulai mengelus pinggang ramping Seongwoo dan merematnya pelan mengirimkan rangsangan luar biasa bagi tubuh Seongwoo.
"Aanhh.." Seongwoo mendesah dengan tubuh yang melengkung keatas merasa nikmat,ia dengan refleks membenamkan kuku-kuku panjangnya pada bahu Daniel,menorehkan luka gores dan berdarah yang dalam,tetapi tak membuat Daniel merasa terganggu oleh lukanya.
"Now,say my name Seongwoo." Daniel berbisik dengan nada rendah dan terdengar manipulatifnya tepat di telinga Seongwoo,membuat bulu di tengkuk sang Werewolf meremang merasakan nafas berat dan suara penuh afektif sang Vampir,ia merintih lirih apalagi merasakan kini telapak tangan Daniel mengelus pahanya sensual.
"Ayolah,sebut namaku sayang." Sembari mengecupi telinga submissif dibawahnya,Daniel beralih mengusap dan meremas pinggul Seongwoo yang mengerang frustasi merasakan sentuhan-sentuhan ditubuhnya,membuatnya seakan terbakar meskipun kulit Daniel terasa sedingin es.
"K-Kang Danielh.." Akhirnya Daniel tersenyum menang mendengar namanya yang entah bagaimana bisa terasa begitu pas dan penuh dosa dalam suara indah bercampur desahan milik Seongwoo. 'How can this Werewolf being so sexy as fuck!' batin Daniel menjerit frustasi.
"Cepat,cepat,aku tak tahan lagi.." Daniel tertegun tapi sedetik kemudian menyeringai mendapati isakan halus Seongwoo yang tampaknya telah menyerah dengan Heatnya,ia menggeliat tak tenang dan meremas sprai dibawahnya dengan kuat. Untuk sesaat,manik rubi Daniel terpaku pada manik kuning cerah Seongwoo yang juga menatapnya,seakan memberi tahu apa yang masing-masing pemiliknya inginkan.
"Terimakasih untuk hidangan lezat ini Seongwoo" Sedetik kemudian Seongwoo dapat merasakan sepasang taring menembus kulit di perpotongan lehernya,terasa sakit dan panas. Ia bahkan dapat mendengar darahnya yang diteguk dalam tenggorokan sang Vampir,bersamaan dengan milik daniel yang melesat memasuki lubangnya dengan sekali hentakan membuahkan teriakan melengking dari sang Werewolf.
Sialannya, masa Heat bagi para Werewolf berlangsung selama 7 hari atau lebih.
Dan bisa ditebak,selama 7 hari dihabiskan Ong Seongwoo bersama Kang Daniel dengan seks tanpa henti. Kabar baiknya,Kang Daniel benar-benar terasa layaknya 'Sex God'-salah satu fakta yang tak bisa dibantah Seongwoo-meskipun ia tetap seorang Vampir brengsek dimata Seongwoo. Kabar buruknya,Seongwoo mendapati dirinya lebih mirip jalang yang terus mendesah dan tak puas-puas karena Heat.
Dengan kekuatan dan stamina monster seperti mereka,istirahat hanya terjadi beberapa kali dalam seminggu-bahkan dapat dihitung dengan jari mungkin-.
Pada hari ketiga,setelah melakukan seks tanpa henti didalam kamar,mereka memutuskan untuk berhenti sementara dikarnakan Seongwoo merasa lapar dan harus mendapatkan asupan makanan,tak seperti Daniel yang yang mendapatkan asupannya dari darah Seongwoo,sang Werewolf membutuhkan daging untuk mengisi perutnya yang jadi agak kembung dikarenakan sperma Daniel yang terus menyembur didalamnya.
Tentunya Seongwoo tak akan kenyang hanya dengan sperma kan?. Kemudian berakhirlah Daniel yang dengan terpaksa pergi berburu hewan diluar sana untuk kemudian dilemparkan tepat dihadapan Seongwoo yang langsung melahap mangsanya dengan ganas,hal ini juga terjadi beberapa hari berikutnya.
Hari keempat,mereka melakukan hubungan intim didalam bathub kamar mandi sang Vampir,hari kelima didapur,tepat diatas meja makan berlanjut diruang tamu. Seterusnya selama masa heat Seongwoo mereka melakukannya disetiap sudut kediaman Daniel-dimana mana-,bahkan dibalkon yang menghadap ke danau dan didalam lemari besar pakaian sang Vampir. Menyebar aroma seks dimanapun mereka berada serta memperagakan semua posisi seks yang sekiranya dapat memuaskan gairah-dan dahaga untuk Daniel-.
Bukan seminggu yang romantis,karna seks mereka liar dan diwarnai dengan makian dan pertengkaran juga darah. Baik itu pukulan keras oleh Daniel atau cakaran oleh kuku Seongwoo. Hinaan pedas Seongwoo atau ancaman jahat Daniel,tapi tujuan keduanya sama;mencapai kenikmatan karena butuh.
Di hari ke tujuh,tepat menjelang tengah malam dan Daniel kembali dengan daging hewan buruannya yang penuh dengan darah untuk diberikan pada Seongwoo yang mengaku kelaparan, ia mendapati kediamannya telah kosong-dalam artian sosok Seongwoo telah hilang dari sana,Daniel dapat memastikan hal itu karna ia tak dapat mencium aroma darah Seongwoo dimanapun dalam radius jangkauan penciumannya,bahkan beberapa meter jauhnya dari bangunan ini aroma darah yang memabukkan itu tetap tak tercium.
Itu berarti sang Werewolf telah pergi jauh bahkan saat Daniel masih sibuk mencari hewan buruan tadi. Jelas saja kan?,pastilah masa Heatnya yang telah berakhir membuatnya langsung pergi dari sana,memangnya alasan apa lagi yang membuatnya harus menetap lebih lama? Lagi pula ia sangat membenci Daniel.
"Yah,sayang sekali." Daniel burucap sembari lidahnya terjulur menjilati jari-jari tangan kanannya yang berlumuran darah hewan buruannya tadi.
Kang Daniel tak terkejut sebenarnya,sedari jauh-jauh hari ia telah menyangka Seongwoo akan pergi seperti ini. Tapi dalam benaknya ia sedikit menyayangkan kepergian pemuda Ong yang berarti membuat dirinya harus kembali berburu hewan atau manusia mulai besok,padahal darah Seongwoo adalah yang terlezat yang pernah dirasakan tenggorokannya dan jangan lupakan tubuh indah serta lubang ketat Seongwoo sebagai bonusnya. Memabukkan memang,tapi sekali lagi-Seongwoo telah pergi.
Tapi,akan selalu ada 'tapi' didunia ini karna Kepala Daniel mulai sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang diprediksikannya akan terjadi-atau sudah pasti akan terjadi nantinya,dan Daniel akan memastikan hal itu menguntungkan baginya.
"Bukan masalah,hanya perlu menunggu waktu sampai kau datang padaku dan berlutut dibawah kakiku Ong Seongwoo."
TBC?
Arghhhhh!ini apa?!
Author Note : Biasanya kalo heat omega kan jadi gabisa ngapa-ngapain dan bahkan minta dianuin karna emang itu masa kawinnya. Tapi disini buat kepentingan karakter,gue buat si Ong masih 'agak' kuat dan bisa ngendaliin diri meskipun akhirnya dia tetap minta dianuin gegara ngga nahan.
Ngebacot dikit. Yeorobun sekalian pertama makasih banget banget banggggeeeeeet yang udah review,follow and favorite ff abal ini,terharu banget sama respon kalian hiks T^T apalagi itu reviewnya slitherginger sunbae yang panjang mampus buat gue kobam gegara seneng.
Kedua,gue minta maaf banget kalo chapter ini ga sesuai ekspektasi kalian karna gue pribadi merasa ngga puas sama chapter ini. Apalagi bagian ena,kaga bisa gue lol jadi gue skip.
Awalnya mau cepet update tapi apalah daya otak gue mentok,chap ini penuh dengan 'ketik,hapus,ketik,hapus' karna gue bener-bener pengen dapetin karakter 'sexy bastard vampire Niel' walaupun kayaknya belum kesampean dengan kemampuan nulis gue yang segini,maaf yeorobun T^T
Ada yang ngerasa alurnya kecepetan atau apa? Kritik dan saran gue embat,kan masih belajar eheeee.
Last,ini dilanjut tydaaa?
