CHAPTER 02

Keesokan harinya..

"Terjadi trauma otak yang sangat parah yang mengakibatkan pendarahan hebat di area kepala, tengkorak kepalanya juga hancur karena tembakan peluru"

Chanyeol menatap datar jasad seunghyun yang saat ini sedang diperiksa oleh soojung, saat ini mereka berada diruangan khusus dimana soojung dan anggota medis lainnya biasa merawat anggota black devils yang terluka ataupun sakit

Chanyeol kemudian mengeluarkan sebuah gergaji besi dari dalam lemari dan memutilasi jasad seunghyun menjadi 5 bagian

"Keluarkan bola mata, hati, ginjal, limpa dan jantung orang ini. Kita bisa menjualnya dipasar gelap, buang saja sisa anggota tubuh yang lain"

Soojung mengangguk patuh mendengar perintah chanyeol, dengan sigap ia langsung mengeluarkan anggota tubuh yang tadi chanyeol sebut

"Ah tunggu dulu.. "

Chanyeol menyela dan mengambil pisau bedah yang tengah soojung pegang, ia kemudian memotong kedua telinga seunghyun dan membelah perut seunghyun hanya dalam satu kali hembusan nafas

'SREETT'

Chanyeol langsung memotong dan menarik seluruh usus seunghyun dan menyimpan semuanya kedalam sebuah magkuk

Tidak hanya sampai disitu, ia juga memotong penis dan testis seunghyun dan ikut memasukan keduanya kedalam mangkuk bersamaan dengan cuping telinga yang sebelumnya sudah chanyeol potong

"Rocky-ya.. "

"GUKK GUKK GUKK"

Chanyeol berteriak memanggil 'rocky' anjing kesayangannya untuk masuk kedalam ruangan, hanya dalam hitungan detik anjing besar berjenis rottweiler itu langsung berlari menghampiri tuannya

Chanyeol berjongkok dan memberikan mangkuk yang sudah berisi potongan tubuh seunghyun tadi

"Hari ini kau makan enak rocky ya, aku harap kau menyukainya"

Chanyeol berucap sembari mengelus lembut kepala anjing kesayangannya itu

"GUKK GUKK GUKK"

Rocky merespon ucapan chanyeol dengan terus menggonggong pertanda ia sangat senang dengan menu sarapannya pagi ini, ia melahap usus, telinga, penis dan testis seunghyun dengan sangat lahap

Soojung menatap datar pemandangan itu, ia sudah terlalu terbiasa dengan segala sifat kejam chanyeol

Tanpa banyak bicara soojung kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda

.

.

.

.

.

BAEKHYUN POV

3 minggu.. sudah tiga minggu aku dikurung disini, aku ditempatkan di dalam sebuah kamar yang sangat megah tapi terasa sangat suram. Aku berpikir mungkin pemilik kamar ini sangat menyukai segala sesuatu yang berwarna hitam, lihat saja semua perabotan dikamar ini, dari mulai seprai kasur sampai gorden jendela semuanya berwarna hitam. Kamar ini memiliki desain interior layaknya kamar" kerajaan classic eropa jaman dulu, sangat megah dan mewah. Tapi tetap saja aku merasa tidak nyaman berada dikamar ini

.

.

.

.

3 weeks ago..

aku terbangun dengan keadaan lemas, tubuhku terasa sakit dengan rahang yang seperti mau patah. Sakit sekali rasanya bahkan jika aku hanya membuka mulutku saja

Samar-samar aku teringat bagaimana aku bisa mendapatkan rasa sakit ditubuhku ini,

'Ayah.. '

Airmataku langsung merembes keluar ketika mengingat ayah, masih terekam dengan sangat jelas bagaimana ia meregang nyawa tepat di depan mata kepalaku sendiri

'BRAAKK'

Seketika aku memalingkan pandangan ku kearah pintu yang di dobrak dengan sangat kencang dari arah luar

Tubuhku langsung menggigil ketakutan ketika atensiku tidak sengaja bersiborok dengan tatapan mata setajam elang seseorang yang kini tengah berjalan kearahku

"Bagaimana keadaanmu? Kau sudah merasa lebih baik?"

Suara berat nan seksinya itu terasa seperti sebuah alunan paling mematikan yang pernah aku dengar, tanpa sadar tubuhku langsung beringsut mundur sampai ke kepala ranjang

'KREETT'

Pria itu naik keatas ranjang dan secara perlahan mencoba menghampiriku, ia mengusap pelan kepalaku dan langsung menarik tubuhku kedalam pelukannya yang terasa hangat

"Maafkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud berbuat kasar terhadapmu. Aku terlalu diliputi perasaan marah waktu itu"

Pria ini terus memelukku erat sembari menciumi kepalaku lembut. Untuk sejenak aku merasa terbuai akan segala perilaku manisnya, tapi aku teringat bagaimana sebelumnya pria ini telah menghancurkan kepala ayahku, karena pria ini jugalah aku harus kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku

Aku berontak dalam pelukannya, aku berusaha melepaskan diri tapi pelukannya justru malah semakin mengerat

"AAAAAAAAHHHH"

Aku mencoba berteriak meskipun rahangku masih terasa sangat sakit

Dari luar aku bisa mendengar derap langkah beberapa orang yang berjalan menuju kemari

"Richard apa yang kau lakukan?"

Pria ini langsung melepaskan pelukannya dari tubuhku

"Bukankah sudah aku bilang dia mengalami shock yang cukup parah? Jika kau terus memaksanya seperti ini bukan tidak mungkin kau akan membuatnya gila richard. Apa itu yang kau inginkan?"

Aku menatap wanita yang sedang berbicara itu dengan pandangan bingung, siapa dia? Penampilannya tomboy sekali dengan rambut yang dikuncir kebelakang, tapi meskipun begitu ia tetap terlihat sangat cantik

Dibelakang wanita itu terdapat 2 orang pria dengan warna kulit yang terlihat sangat kontras, aku pernah melihat pria yang berkulit hitam itu, tapi pria yang satunya lagi aku baru melihatnya sekarang. Kulitnya sangat pucat dan pandangan matanya terlihat sangat datar

Pandangan ku kembali teralih pada pria bernama richard itu, tangannya mengepal erat. Ia kemudian berbalik dan langsung berjalan keluar ruangan

Wanita tadi berjalan kearahku kemudian "namaku soojung. Tapi orang-orang biasa memanggilku krystal, aku yang merawatmu selama kau pingsan kemarin, kau sudah pingsan selama 2 hari. Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?"

2 hari? Aku sudah pingsan selama itu? Yaampun..

Soojung mulai memeriksa tubuhku, dari sini aku tau wanita ini adalah seorang dokter atau semacamnya

"Keadaanmu sudah jauh lebih baik dari 2 hari yang lalu, setelah ini aku akan suruh orang untuk mengantar makanan. Minum obatmu setelah selesai makan, dan jangan terlalu banyak bicara karena rahangmu masih dalam masa pemulihan. Apa kau mengerti?"

Aku menganggukan kepalaku pelan sebagai jawaban, aku merasa perempuan bernama krystal ini bukanlah seseorang yang patut diwaspadai. Penampilannya memang terlihat urakan dan agak sedikit kasar, cara bicaranya juga agak kaku. Tapi entahlah, aku rasa perempuan ini adalah orang baik dan mungkin saja aku bisa mempercayainya

"Baiklah, Jonathan, stephen. Ayo kita pergi, masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan"

Perempuan itu pergi bersamaan dengan 2 orang pria yang sedari tadi hanya menatapku dalam diam, sebelum mereka benar-benar pergi. Pria berkulit sepucat vampire itu sempat memandangku dengan pandangan yang sulit diartikan

'ada apa dengan pria itu?' seruku dalam hati

.

.

.

.

.

FLASHBACK ON

"Telah terjadi sebuah pembunuhan sadis disalah satu hotel ternama diwilayah seoul korea Selatan, korban dari pembunuhan ini adalah seorang pengusaha minyak tersohor asal Timur tengah yang saat ini tengah meluaskan kerajaan bisnisnya diwilayah asia Timur. Masih belum jelas motif apa yang melatarbelakangi kasus pembunuhan ini, akan tetapi polisi menduga jika kasus ini adalah sebuah pembunuhan berencana yang dilakukan oleh lawan bisnis dari pengusaha asal Timur tengah tersebut"

Semua orang yang berada di Cafe oliver berseru heboh ketika satu-satunya televisi dicafe tersebut menampilkan sebuah berita pembunuhan paling menghebohkan saat ini

"Heol daebak, dari yang aku dengar si pelaku bahkan sampai menyembelih kepala korban, bukankah itu terdengar sangat mengerikan baek? Ya ampun aku takut sekali, belakangan ini sering terjadi pembunuhan berencana dikorea"

Baekhyun bergidik ngeri mendengar penuturan sahabatnya kyungsoo. Saat ini mereka sedang bersantai dicafe langganan mereka seusai pulang dari kegiatan perkuliahan disalah satu universitas paling bergengsi dikorea selatan

'Drrt.. Drrt.. Drrt'

Baekhyun mengalihkan atensinya pada ponsel yang ia simpan diatas meja cafe

'Appa's Calling'

Tanpa basa-basi baekhyun langsung mengangkat panggilan tersebut

"Yeoboseyo appa, wae? Aku baru selesai kuliah"

'...'

"Mengenalkanku pada seseorang? Siapa appa? Tapi aku sekarang sedang bersama kyungie appa"

"..."

"Ah Ne, baiklah. Aku akan pulang sekarang"

'PIIP'

"dari siapa baek? Ayahmu?"

Baekhyun mengangguk mengiyakan,

"Dia bilang ingin mengenalkan ku pada seseorang"

"seseorang? Nugu?"

"Mollayo, sebaiknya kita pulang sekarang"

.

.

.

.

.

"Baekhyun, kenalkan ini tuan richard park. Dia salah satu teman bisnis appa.. "

Aku menolehkan pandanganku kepada seorang pria tampan yang berdiri tidak jauh dari hadapanku

Ya ampun pria ini tampan sekali, lihat lah rahang tegasnya, hidung mancungnya dan juga tatapan matanya yang setajam burung elang

Tubuhnya tinggi seperti seorang model, bahkan pria ini lebih tinggi dari ayahku. Dari luar aku bisa melihat jika tubuhnya sangat atletis, dadanya saja terlihat sangat bidang. Dan jangan lupakan bahunya yang juga terlihat lebar

Akan sangat nyaman jika aku berada di dalam pelukannya bukan?

Eh? Baekhyun apa sih yang kau pikirkan?

"Richard"

Ia mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri, aku terdiam sebentar sebelum menyambut uluran tangannya

Ugh! Telapak tangannya kasar sekali, dia memang seorang pria sejati

"Baekhyun"

Aku balas memperkenalkan diri, entah perasaanku saja atau bagaimana pria ini serasa sengaja meremas tanganku dengan erat. Dan jujur saja itu sedikit membuatku risih

"Ah.. Maafkan aku"

Aku tersenyum mendengarnya "Tidak masalah"

.

.

.

.

.

"Tuan park itu sangat baik baek, appa akan sangat senang jika kau bisa dekat dengannya"

Saat ini aku dan appa ada di dalam kamarku, setelah selesai makan malam appa bilang ada yang ingin ia bicarakan denganku

"Dekat seperti apa appa? Aku bahkan baru mengenalnya beberapa jam yang lalu"

"Maka dari itu cobalah untuk mengenal ia lebih dekat lagi baek, appa yakin kau tidak akan menyesal"

"Aku tidak bisa menjanjikan apapun appa, lagipula aku juga sudah punya pacar sekarang"

"mwo? Siapa? Kenapa appa tidak pernah tau baek?"

"Hahaha, aku hanya belum sempat menceritakannya saja appa. Lagipula hubungan kami baru berjalan selama satu Bulan"

"aigoo, baiklah kalau begitu. Sekarang kau istirahatlah, jika kau berubah pikiran segera beritahu appa"

"Tentu appa"

.

.

.

.

.

3 days later..

'BRAAAKK'

'BRUUKK'

'BUUGHH'

'DORR'

Aku mengerjapkan mataku pelan, aku bisa mendengar suara gaduh yang berasal dari lantai bawah rumahku. Aku bahkan bisa mendengar suara tembakan dari bawah

'ada apa ini? Apa rumahku kemasukan maling?'

Dengan sigap aku langsung beranjak keluar kamar dan turun menuju lantai bawah

Tubuhku langsung lemas ketika melihat bodyguard dan beberapa maid yang tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah, bukan hanya itu, bahkan perabotan dirumah juga hancur berkeping-keping

Aku lebih terkejut lagi ketika aku berlari keruang tamu dan melihat ayahku bersimpuh dengan tangan terkepal di depan dada seolah meminta pengampunan, di depannya richard berdiri dengan pistol revolver yang mengarah tepat dikepala ayahku

"a-aku mohon ampuni a-aku, kejadian itu sudah berlalu sangat lama. Aku menyesal, sungguh aku menyesal. Tolong jangan bunuh aku"

"berhenti membual brengsek! Aku tahu kaulah orang yang paling merasa bahagia atas kejadian 23 tahun yang lalu"

Aku termenung mendengar percakapan mereka, kenapa appa meminta pengampunan dari richard? Memangnya kesalahan apa yang sudah diperbuat appaku? Dan lagi, 23 thn yang lalu? Apa yang terjadi 23 thn lalu?

"a-appa, apa yang terjadi?"

"b-baek, pergilah dari sini. Tempat ini sudah tidak aman untukmu. Selamatkan dirimu baek"

Richard menyeringai, pria itu terlihat sangat berbeda dengan saat pertama kali aku melihatnya. Sekarang ia terlihat sangat menakutkan

"Oh, kau ada disini rupanya, baiklah. Akan aku tunjukan sebuah pertunjukan menarik untukmu"

'DORR'

Kejadian itu berlangsung sangat cepat, ayahku jatuh begitu saja dengan keadaan kepala yang nyaris terbelah

Aku histeris, ayah. Satu-satunya keluarga yang aku punya harus tewas dengan cara yang sangat mengenaskan tepat dihadapanku sendiri

FLASHBACK OFF

.

.

.

.

.

Author POV

Baekhyun menelungkupkan wajahnya pada lipatan lutut dan siku yang ia tekuk, ia menangis lagi. Airmatanya selalu keluar jika mengingat kejadian itu, baekhyun bersumpah tidak akan pernah memaafkan lelaki bertelinga peri itu. Tidak akan pernah!

Jika kau bertanya apakah baekhyun pernah mencoba melarikan diri dari tempat ini tentu saja jawabannya iya! Pengamanan ditempat ini sangat ketat, oleh sebab itu keluar dengan cara memberontak adalah hal yang sangat mustahil.

.

.

.

.

.

.

FLASHBACK ON

"Hari ini aku akan pergi ke gwangju untuk urusan bisnis, kau baik-baik lah disini. Minum obatmu dengan teratur dan jangan bertingkah macam-macam jika tidak ingin richard marah, apa kau mengerti?"

Baekhyun mengangguk mendengar penuturan soojung, ngomong-ngomong baekhyun dan soojung sudah lumayan dekat. Soojung selalu memperlakukan baekhyun dengan baik meskipun terkadang sikap perempuan berusia 25 thn itu masih agak sedikit ketus

Setelah soojung pergi baekhyun masih terduduk manis diranjang empuknya, beberapa menit kemudian baekhyun bisa mendengar suara deru mesin mobil yang melaju meninggalkan pekarangan rumah, secepat kilat baekhyun berlari menuju jendela dan melihat soojung benar-benar pergi meninggalkan markas utama black devils

Baekhyun menyeringai, ini adalah kesempatan emas baginya untuk kabur, jika soojung pergi biasanya anggota medis yang lain juga ikut pergi. Baiklah baekhyun tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini

Baekhyun memandang keluar melalui jendela kamarnya, dibawah banyak sekali anak buah richard yang sedang berjaga, sangat mustahil jika baekhyun kabur dengan cara melompat dari jendela, belum apa-apa dia pasti sudah tertangkap. Lagipula jarak antara lantai satu dan kamar richard terlalu tinggi, baekhyun tidak akan berani untuk melompat

Pandangan baekhyun kemudian teralih pada beberapa lemari dan laci yang ada dikamar richard

Secepat kilat ia mengobrak abrik laci tersebut dan ia menemukan sebuah gunting hitam berukuran sedang.

Baekhyun tersenyum, ia harus melakukan ini jika ingin pergi dari tempat ini

.

.

.

.

.

'CKLEKK'

"Tuan muda, makan siang anda sudah siap"

Seorang maid yang biasa mengantar makanan untuk baekhyun mengernyit pelan ketika melihat kamar yang menjadi milik tuan besarnya terlihat sepi dan tak berpenghuni

Dengan perasaan bingung, maid tersebut menyimpan nasi dan lauk yang sudah ia bawa diatas meja disamping tempat tidur

"Tuan muda.. "

Ia kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut

'CKLEK'

"Tuan mu- AAAAAAAKKHH"

.

.

.

.

.

Chanyeol tengah berada diruang kerjanya, ia cukup terkejut setelah mendengar teriakan nyaring dari arah kamarnya, tanpa pikir panjang pria bertelinga lebar itu langsung berlari menuju kamarnya takut terjadi sesuatu kepada baekhyun

Matanya langsung membulat sempurna begitu melihat baekhyun tergeletak bersimbah darah di dalam kamar mandi

Dengan panik ia langsung menarik baekhyun kedalam pelukannya

"Apa yang terjadi?"

"s-saya tidak tau tuan, begitu saya masuk tadi tuan muda baekhyun sudah tergeletak tak sadarkan diri di dalam kamar mandi"

Chanyeol menghela nafas kasar, ia melihat ada sebuah gunting berukuran sedang disamping tubuh baekhyun. Ia langsung bisa menyimpulkan jika baekhyun mencoba bunuh diri

"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH? AYO CEPAT PANGGIL AMBULANS"

"b-baik tuan.. "

.

.

.

.

.

"Bagaimana keadaannya?"

"Dia kehilangan cukup banyak darah, tapi lukanya tidak sampai memotong urat nadinya. Anda tidak perlu khawatir"

Chanyeol menghela nafas lega, untunglah baekhyun tidak apa-apa. Bisa mati berdiri ia jika sampai baekhyun kenapa-napa

"kalau begitu saya permisi.. "

Chanyeol mengangguk singkat sebagai balasan

Ia kemudian memanggil 2 orang anak buahnya

"Bobby, chanwoo.. "

2 orang pria itu langsung masuk keruangan begitu chanyeol memanggil mereka

"jaga baekhyun dengan baik, jangan sampai ia kabur. Kalian bisa menjaganya dari luar"

"siap bos.. "

.

.

.

.

.

Baekhyun terduduk dengan keadaan tangan kiri yang dibalut perban, ia tersenyum cukup puas karena rencananya berjalan dengan baik sampai sejauh ini

"Setidaknya sekarang aku sudah keluar dari rumah sialan itu, sekarang tinggal berpikir bagaimana caranya agar aku bisa kabur dari rumah sakit ini"

Baekhyun turun dari ranjang dan berjalan secara perlahan menuju pintu masuk, ia bisa melihat jika diluar hanya ada 2 orang pria yang menjaga ruangannya

"Hanya 2 orang? Ini semakin terasa mudah bagiku"

Baekhyun tersenyum kecil setelahnya, ia kemudian berjalan kearah kamar mandi dan melihat ada sebuah jendela kecil diatas dinding kamar mandi tersebut

Setelah berpikir cukup panjang baekhyun kemudian meyakinkan diri untuk kabur melalui jendela itu

"Okee.. tidak ada pilihan lain baek, ini satu-satunya cara agar kau bisa keluar"

Baekhyun memanjat jendela itu melalui closet yang ia naiki, awalnya memang terasa sulit, tapi akhirnya baekhyun bisa keluar melalui jendela tersebut. Tubuh baekhyun yang minimalis tentu saja membuat dirinya lebih mudah untuk keluar

'HUPP'

Baekhyun berhasil menapak tanah dengan selamat, tanpa pikir panjang ia langsung pergi meninggalkan rumah sakit tersebut

Baekhyun berlari dan terus berlari, tidak ada yang ia pikirkan selain pergi sejauh mungkin dari cengkraman tangan chanyeol

Sepertinya ia harus pergi menemui kyungsoo, hanya sahabatnya itu yang sekarang bisa membantunya

.

.

.

.

.

"Baekhyun hiks.. "

Kyungsoo memeluk baekhyun dengan erat. Ia sungguh khawatir dengan keadaan sahabatnya ini yang tiba-tiba menghilang setelah ayahnya tewas dibunuh

"kyung aku mohon tolong aku.. ada seseorang yang berusaha menculiku, aku takut sekali kyung aku mohon selamatkan aku hiks.. "

"iya iya, ayo kita masuk dulu. Kau aman sekarang baek, aku akan telepon polisi"

.

.

.

.

.

"begitulah kyung.. "

Kyungsoo menatap baekhyun prihatin, ia baru saja selesai mendengar semua cerita baekhyun dari mulai saat pertama kali ayahnya mengenalkan baekhyun pada seorang pria bernama richard hingga peristawa penyekapan baekhyun

Ia bersyukur sekarang sahabatnya ini bisa melarikan diri

"Tapi baek, sebenarnya apa alasan pria itu melakukan semua ini terhadap mu. Ia pasti punya alasan bukan?"

Baekhyun menggeleng, ia juga tidak tahu kenapa richard bersikap seperti ini.

"Yasudah tidak usah dipikirkan lagi, aku sudah menghubungi orangtuaku, mereka juga sudah menghubungi polisi, mereka akan datang sebentar lagi. Kau jangan khawatir baek"

Baekhyun tersenyum, sungguh ia merasa bersyukur memiliki sahabat seperti kyungsoo

'TING TONG TING TONG'

"Sepertinya mereka sudah datang, kau tunggu dulu disini ya baek. Aku akan segera kembali"

Kyungsoo berjalan menuju ruang depan dan membuka pintu masuk tanpa melihat intercom terlebih dahulu

"Eomma, appa kalian sudah pul-" ucapan kyungsoo terhenti setelah melihat siapa yang sebenarnya datang kerumahnya

.

.

.

.

.

Baekhyun duduk dengan gelisah diatas ranjang kyungsoo, ia khawatir sekali jika richard berhasil menemukannya

Ngomong-ngomong kenapa kyungsoo lama sekali? Sejak kapan membuka pintu saja bisa selama ini?

"AAAAHHH"

Baekhyun terkejut, itu suara kyungsoo. Kenapa ia berteriak begitu? Dengan perasaan panik yang luar biasa baekhyun langsung berlari menuju ruangan depan

Baekhyun terkejut begitu mendapati kyungsoo yang tersungkur dilantai dengan keadaan bibir yang sedikit robek, di depannya richard berdiri dengan seringaian mengerikan

"Merindukanku baekhyun sayang?"

Baekhyun panik, dengan segera ia berbalik dan pergi menuju ruangan lain. Namun baru beberapa langkah kakinya berjalan, baekhyun sudah lebih dulu dikejutkan dengan suara pecahan kaca yang berasal dari kaca jendela rumah keluarga DO

'PRAAANG'

Jonathan memecahkan kaca jendela tersebut dari luar dan melompat masuk, ia langsung berdiri dihadapan baekhyun dan memblokade pergerakan pria mungil tersebut

'Sial'

Baekhyun mengumpat dalam hati, di depannya sekarang ada jonathan dan dibelakangnya ada richard. Ya tuhan, baekhyun rasanya ingin menangis saja sekarang

.

.

.

.

.

"Mau ikut bersamaku secara suka rela atau aku aku harus menggunakan kekerasan?"

Baekhyun mendelik kesal mendengar pertanyaan richard, kenapa sih pria ini suka sekali memaksakan kehendaknya? Memangnya dia pikir dia siapa? Lihat saja, baekhyun tidak akan semudah itu menyerah

Pandangan baekhyun beralih menatap seluruh ruangan dikediaman keluarga do, ia sedang memutar otak bagaimana supaya ia bisa keluar dari permasalahan ini

Tanpa sengaja baekhyun menatap serpihan kaca jendela yang tadi jongin pecahkan

Ia kemudian berlari kearah sana untuk mengambil serpihan kaca tersebut

Richard melihat arah pandang baekhyun, ia jadi teringat saat dimana baekhyun mencoba bunuh diri dengan menggunakan gunting, tak ingin kejadian serupa terulang kembali pria bertelinga lebar itupun ikut berlari menghampiri baekhyun, sayangnya sebelum ia berhasil meraih tubuh baekhyun pemuda berperawakan mungil itu telah lebih dulu berbalik dan mengarahkan serpihan kaca yang ia pegang kearah lehernya sendiri

"Berani mendekat akan aku potong leherku sendiri"

Chanyeol berdecih "kau pikir kau bisa mengancamku? Lakukan saja jika kau berani"

Chanyeol tampak menghiraukan ancaman baekhyun dan berjalan semakin mendekat, baekhyun yang melihat itu justru malah semakin panik, tanpa sengaja serpihan kaca yang ia pegang malah menusuk lehernya sendiri

"AAAHH"

Darah segar merembes dari leher putihnya itu

"BYUN BAEKHYUN!"

Chanyeol berteriak kesal antara marah dan juga khawatir. kepalanya serasa mau pecah jika baekhyun mulai bertingkah menyebalkan seperti ini

Baekhyun menyeringai, ia malah semakin memperdalam tusukannya yang mengakibatkan darah semakin banyak keluar dari dalam lehernya

"BAEKHYUN HENTIKAN"

Itu kyungsoo, kali ini ia yang berteriak histeris melihat aksi nekat sahabatnya itu

"Kau pikir aku main-main dengan ucapanku? Jika kau berani melangkah satu langkah lagi, akan aku pastikan kau akan mendapatkan potongan kepalaku sendiri sebagai hadiah untukmu"

Chanyeol mengepalkan tangannya erat, tidak. Ia tidak bisa bertindak gegabah jika tidak ingin baekhyun berbuat nekat. Ia harus menggunakan cara lain agar baekhyun mau mengikuti perintahnya

"KRIING KRIING KRIING"

Seluruh atensi di dalam ruangan itu beralih pada sebuah telepon rumah yang berdering

"Angkat telepon itu"

Chanyeol menyuruh kyungsoo untuk mengangkat teleponnya, akan tetapi keadaan kyungsoo yang tengah dilanda shock berat itu seakan tidak mampu walaupun hanya sekedar untuk mengangkat telepon

Chanyeol yang memang saat ini tengah dilanda emosi besar karena kelakuan baekhyun pun lantas mengeluarkan pistol Ruger Super RedHawk .454 Casull miliknya dan langsung menembak langit-langit atap rumah keluarga do

'DORR'

"AAHH"

Baekhyun dan kyungsoo berteriak histeris mendengar suara tembakan itu

"Cepat angkat telepon itu atau akan aku bocorkan kepala sialanmu itu"

Kyungsoo gemetaran mendengar ancaman chanyeol, dengan sekuat tenaga ia berusaha bangkit dan mengangkat telepon rumahnya

"y-yeoboseyo"

'...'

"y-yeoboseyo"

'...'

Hening tidak ada jawaban, kyungsoo menunggu beberapa saat sebelum ia kembali berujar

"yeobo-"

'ARRRRGGHH'

'DEG'

Itu suara ayahnya, apa yang terjadi? Kenapa ayahnya berteriak seperti itu?

"y-yeoboseyo appa! Kau baik-baik saja? Yeoboseyo!"

'Hiks.. Hentikan, aku mohon hentikan. Jangan siksa suamiku lagi, aku mohon hentikan'

'PLAKK'

Sebuah tamparan keras terdengar setelah bibi do (ibunda kyungsoo) berbicara memohon agar suaminya tidak disiksa lagi

"e-eomma waeyo? Nan gwaenchana? Yeoboseyo?"

'CTAKK'

'CTAKK'

'SLUTT'

'SLUTT'

Terdengar suara cambukan berulang kali dari arah sebrang line telepon sebelum akhirnya panggilan tersebut terputus secara sepihak

'PIIP'

Kyungsoo menangis histeris, apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya? Dalam hati ia hanya bisa berdoa untuk keselamatan kedua orangtua nya

Baekhyun tersulut emosi, ini pasti perbuatan richard. Hanya dia satu-satunya orang yang mampu melakukan hal keji seperti ini

"brengsek! Apa yang kau lakukan pada paman dan bibi do? Mereka tidak tau apa-apa, lepaskan mereka. Jangan sakiti mereka"

Chanyeol menyeringai setan "Aku menyuruh stephen untuk menemui orangtua pria bermata bulat ini, sedikit memberikan salam perkenalan aku rasa bukanlah ide yang buruk"

Baekhyun menggemulutukan giginya kesal "kenapa kau melakukan ini kepadaku? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat hingga kau melakukan ini? Apakah kematian ayahku masih belum cukup bagimu?"

"Kesalahanmu hanyalah membangkang ucapanku, dan aku paling tidak suka dibantah, semua keputusan ada ditanganmu. Mereka akan selamat asal kau mau ikut pulang bersamaku, hanya sesimpel itu baek"

Baekhyun mengalihkan tatapannya pada kyungsoo yang kini juga sedang menatapnya, baekhyun menangis. Ia tidak bisa mengorbankan sahabatnya seperti ini hanya untuk menyelamatkan dirinya. Tidak, ia tidak boleh egois

"Baiklah, aku akan ikut pulang bersamamu"

Chanyeol menyeringai senang, ia kemudian berjalan sambil merentangkan kedua tangannya lebar bersiap untuk memeluk baekhyun

Namun belum sempat ia memeluk baekhyun, pria berperawakan mungil itu langsung menodongkan serpihan kaca yang tadi ia pegang tepat dihadapan wajah chanyeol

"STOP! Berani mendekat akan aku hancurkan wajah brengsekmu itu!"

Chanyeol berdecih pelan, memangnya ia bisa diancam hanya menggunakan serpihan kaca seperti itu? Baekhyun terlalu meremehkannya

"Aku akan ikut denganmu setelah aku memastikan paman dan bibi do baik-baik saja"

Chanyeol menghela nafas, ia kemudian mengambil smartphone dari dalam jaketnya dan langsung mendial nomor seseorang

'TUTT TUTT TUTT TUTT'

Terdengar nada sambung selama beberapa saat

"Stephen, berikan ponselmu kepada mereka. Baekhyun ingin bicara"

'Baik, aku menger-'

Baekhyun dengan cepat mengambil ponsel chanyeol

"Yeoboseyo, paman-bibi kalian baik-baik saja? Kalian tidak perlu khawatir, kalian akan aman sekarang"

'b-baek, kau kah itu? Kami baik-baik saja, bagaimana keadaan disana? Kyungsoo baik-baik saja kan?'

"kami baik-baik saja bi, kau tidak perlu khawatir"

Chanyeol kembali merebut ponsel miliknya dan berbicara dengan stephen

"Segera bebaskan mereka dan kembalilah ke markas"

'PIIP'

Chanyeol memutuskan panggilan telepon secara sepihak

"YA!"

"Mwo? Kau sudah dengar sendiri bukan jika mereka baik-baik saja? Sekarang ayo ikut aku"

Chanyeol langsung mengangkat tubuh baekhyun layaknya seseorang yang tengah mengangkat karung beras

"YA! Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri, YA!"

Chanyeol berbalik menghadap jongin yang masih berada dibelakangnya, "bereskan tempat ini, setelah itu kembali lah ke markas"

Setelah memberikan perintah kepada jongin chanyeol langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga do

Kyungsoo menatap kepergian baekhyun dengan tatapan sendu, ia hanya bisa berharap semoga sahabatnya itu baik-baik saja

Kyungsoo tidak sadar jika sedari tadi, Jonathan menatapnya dengan pandangan yang sangat intens

.

.

.

.

.

Baekhyun kesal sekali, rencananya untuk bisa pergi dari sini gagal total setelah richard berhasil menemukan keberadaannya, entahlah baekhyun tidak tau darimana pria bertelinga peri itu mengetahui kediaman keluarga do, yang pasti baekhyun kesal sekali sekarang. Jika saja richard tidak menemukannya kemarin, sekarang ia pasti sudah bisa bebas

Baekhyun kemudian menyalakan televisi yang ada dikamar chanyeol, ia mengotak-atik channel dan terkejut ketika tak sengaja ia melihat breaking news pagi ini

"Telah terjadi sebuah ledakan bom yang sangat dahsyat di rumah sakit seoul medical centre, rumah sakit paling besar di korea Selatan ini hancur hanya dalam satu malam. Kejadian ini telah memakan korban lebih dari 200 orang yang rata-rata adalah pasien yang sedang menjalani perawatan dirumah sakit tersebut, sampai saat ini polisi masih menyelidiki siapa pelaku dibalik kejadian mengenaskan ini"

'Rumah sakit seoul medical centre? Bukankah itu rumah sakit tempat dimana aku dirawat?' gumam baekhyun dalam hati

'BRAKK'

Baekhyun terkejut karena pintu kamar yang di dobrak secara tiba-tiba

"Kau suka dengan kejutannya?"

Kejutan? Kejutan apa yang dimaksud richard?

Tatapan richard kemudian beralih pada layar televisi yang masih menampilkan berita tentang ledakan bom yang menimpa rumah sakit seoul medical centre

Baekhyun ikut memperhatikan layar televisi juga

'DEG'

Ia bangkit berdiri "jangan bilang kau.. "

Richard menyeringai "Ne, akulah dalang dibalik hancurnya rumah sakit seoul medical centre, kau tidak ingin memberikan ucapan selamat kepadaku?"

"kenapa kau melakukan itu richard?"

"itu hukuman bagi mereka karena telah membiarkan dirimu kabur begitu saja"

Baekhyun menggelengkan kepalanya tak percaya, hanya karena itu dia sampai harus menghilangkan nyawa orang-orang yang tak berdosa? Apakah richard sudah gila?

"Ini sudah sangat keterlaluan richard, kau adalah seorang kriminal kelas berat"

"Terimakasih atas pujiannya, masih ada satu kejutan lagi yang ingin aku tunjukan kepadamu. Ayo ikut aku"

Chanyeol menarik baekhyun dengan paksa dan membawanya menuju halaman belakang markas black devils

Markas black devils itu sangat luas, selain gedung utama yang ditempati oleh anggota inti, masih terdapat beberapa gedung lain lagi yang terdapat diarea belakang halaman utama

Baekhyun diseret menuju gedung yang letaknya paling belakang diantara gedung-gedung yang lain, baekhyun tidak tau gedung apa itu tapi dari luar ia bisa mendengar banyak sekali suara anjing yang menggonggong saling bersahutan

Setelah masuk kedalam baekhyun diajak masuk keruangan dimana banyak terdapat layar monitor dari ukuran kecil hingga besar yang terpampang di dinding ruangan

Richard kemudian menyalakan layar monitor yang paling besar yang langsung memperlihatkan 2 orang pria yang diikat di dalam sebuah tali tambang yang sama dengan posisi saling membelakangi

Kedua pria itu dibiarkan terduduk disebuah ruangan terbuka yang minim pencahayaan, selain itu disamping kiri dan kanan ruangan tersebut terdapat banyak sel yang mirip penjara yang di dalamnya dihuni banyak sekali anjing-anjing dari ras paling mematikan di dunia

"Gedung ini adalah rumah bagi puluhan anjing-anjing paling mematikan di dunia, biasanya mereka aku gunakan untuk membantuku menyelasaikan sebuah misi, menjaga markas ataupun untuk mengeksekusi korban"

Baekhyun mengernyit bingung mendengar penjelasan richard, untuk apa ia menjelaskan itu semua? Memangnya baekhyun peduli?

"Kau lihat 2 orang pria itu?"

Baekhyun kembali memusatkan netranya pada layar monitor dan melihat dengan seksama 2 orang pria yang terikat tadi

Banyak sekali luka bekas pukulan benda tumpul disekujur tubuh 2 pria tadi, selain itu terdapat pula noda-noda darah yang terlihat sudah mengering

Eh tunggu dulu, baekhyun menyipitkan kedua mata indahnya untuk lebih memperjelas penglihatannya

Bukankah 2 orang pria itu yang kemarin berjaga diluar ruangan rumah sakit tempat baekhyun dirawat?

Tapi kenapa-

'DEG'

"Richard kau.. "

Richard menyeringai "Ne, Aku menghajar mereka sampai babak belur karena tidak becus menjaga seekor tikus lemah sepertimu"

Baekhyun mendelikan matanya kesal, bukan. Ia bukan kesal dikatai seekor tikus, ia hanya tidak suka richard bersikap seenaknya seperti ini. Biar bagaimanapun mereka berdua tetaplah anak buah richard

"Apa kau sudah tidak waras? Ayo cepat lepaskan mereka, mereka tidak tau apa-apa richard. Kenapa kau kejam sekali sih?"

"Kenapa aku harus melepaskan mereka? Aku melakukan ini agar kau berhenti bermain-main denganku, akan aku tunjukan padamu siapa itu richard park yang sesungguhnya"

Richard kemudian menekan tombol hijau yang terletak tidak jauh dari monitor utama

'TET'

Secara otomatis pintu sel yang berisi puluhan anjing-anjing paling mematikan itu langsung terbuka sepenuhnya

Dengan cepat anjing-anjing itu keluar dan berlari menghantam tubuh 2 pria yang diikat tadi

'GUK GUK GUK GUK GUK'

'ARRRRRGHHH'

Suara gonggongan anjing saling bersahutan satu sama lain dengan suara teriakan kesakitan 2 pria tadi

Anjing-anjing itu mengoyak, menggingit dan mencakar tubuh bobby dan chanwoo tanpa ampun

Baekhyun limbung, ia terjatuh dilantai dengan tubuh yang bergetar hebat, bobby dan chanwoo sudah benar-benar kehilangan kesadaran mereka, entahlah baekhyun tidak tahu apakah mereka masih hidup ataukah sudah mati. Tubuh mereka bahkan sudah sulit untuk dikenali

"Ini akibatnya jika kau berani menentang keinginanku, bukan hanya kau, tapi orang lain yang berada disekitarmu juga akan terkena getahnya" chanyeol berucap dengan nada yang kelewat datar

Baekhyun menangis, ia menundukan kepalanya dalam

"Hiks.. "

FLASHBACK OFF

.

.

.

.

.

Baekhyun menutup matanya pedih, ia selalu merasa sangat bersalah jika mengingat kejadian itu. Baekhyun benar-benar tidak menyangka niatannya untuk kabur dari sini justru berakhir dengan richard yang menghancurkan sebuah rumah sakit besar dan menewaskan ratusan orang yang tak berdosa, selain itu richard juga berani menyerang kyungsoo dan orangtuanya. Dan terakhir, bobby dan chanwoo harus meregang nyawa sia-sia karena dianggap telah lalai menjaga baekhyun

Baekhyun mengacak rambutnya frustasi, ia berjanji tidak akan pernah mencoba untuk kabur lagi dari sini. Ia tidak mau orang-orang yang tak bersalah harus kembali menjadi sasaran kekejaman richard

Lagipula richard memenuhi segala kebutuhan baekhyun dengan baik disini, richard selalu memberinya makanan yang sangat enak, selain itu dia juga menyediakan banyak komik" edisi terbaru untuk baekhyun baca, ada juga televisi, dvd dan mp3 player lengkap dengan puluhan kaset film terbaik dari berbagai macam genre, richard sengaja menyiapkan itu semua agar baekhyun tidak merasa bosan

Richard juga banyak membelikan pakaian-pakaian kualitas terbaik dengan harga selangit, tidak tanggung-tanggung pria bertelinga lebar itu bahkan membelikan pakaian satu lemari penuh khusus untuk baekhyun, tapi tetap saja baekhyun merasa tidak bebas. Richard tidak pernah mengijinkannya keluar dari kamar, menggunakan handphone saja ia tidak boleh. Ia juga sudah tidak kuliah semenjak ia dibawa kemari

Baekhyun tidak bodoh, ia tahu alasan kenapa richard memperlakukannya seperti ini. Ia tahu richard menyukainya, baekhyun tahu karena setiap malam richard akan berjalan mengendap-endap ke kamarnya dan tidur diranjang setelah baekhyun tertidur, sebenarnya baekhyun tidak sepenuhnya tertidur, ia tahu richard selalu datang saat baekhyun terlelap dan pergi saat baekhyun belum bangun

Saat tidur richard selalu memeluk baekhyun dari belakang sambil membisikan kata-kata seperti..

'saranghae.. '

'saranghae.. '

'saranghae.. '

Seperti itu terus secara berulang-ulang. baekhyun tahu itu, tapi dia lebih memilih pura-pura tidur saja, ia terlalu malas untuk berontak

Baekhyun tidak pernah berpikir untuk membalas perasaan richard, atau setidaknya ia belum berpikir sampai kesitu. Bagaimana mungkin ia harus menerima pernyataan Cinta seseorang yang jelas-jelas telah membunuh orangtua mu sendiri? Heol baekhyun masih mencoba untuk berpikir realistis

Ngomong-ngomong baekhyun bosan sekali pagi ini, ia baru selesai sarapan dan tidak tau akan melakukan apalagi. Semua komik sudah ia baca dan semua film juga sudah ia tonton

Ia kemudian berjalan menuju jendela kamar chanyeol untuk melihat pemandangan diluar

'Indah sekali' ah baekhyun ingin sekali jalan-jalan keluar, tidak perlu jauh-jauh. Berjalan ditaman belakang markas black devils saja sudah lebih dari cukup untuk baekhyun. Seandainya saja richard mengijinkannya untuk keluar rumah

Eh?

Siapa itu? Baekhyun melihat seorang pria dewasa yang tengah melakukan push up dalam keadaan topless di Taman belakang markas black devils

Baekhyun menyipitkan matanya tajam, ia masih belum bisa melihat wajah pria itu karena masih melakukan push up

Setelah melakukan beberapa gerakan terakhir pria itu kemudian berdiri

Baekhyun membelalakan matanya kaget, itu richard. Apa dia sedang berolahraga pagi?

Richard mengambil handuk kecil yang tersampir dikursi Taman dan mengelap keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya, Baru setelah itu ia mengambil botol minum air putih dan meminumnya langsung dari botol tersebut

'GLUKK'

Baekhyun menelan ludahnya sulit, sial. Richard kelihatan sexy sekali, lihatlah tubuhnya yang mengkilap karena keringat yang terkena sinar matahari pagi. Jakunnya bergerak naik turun karena meneguk air putih yang ia minum

Air dari botol itu sedikit mengucur dari bibir menuju dagu, turun keleher, dada bidangnya dan terakhir berlabuh menuju perut kotak-kotak pria bertelinga lebar itu

Wajah baekhyun memerah sampai ke telinga, yaampun ia seperti melihat iklan minuman isotonik yang biasa ia lihat ditelevisi

'SRETT'

Dengan cepat baekhyun menutup gorden jendela kamar chanyeol

Sial. Richard yang sedang dalam keadaan half naked ternyata jauh lebih berbahaya daripada saat ia dalam keadaan marah

Richard menolehkan kepalanya keatas, perasaannya saja atau memang tadi baekhyun sedang mengintip? Aneh, padahal gorden jendela kamarnya tertutup tapi ia merasa seseorang seperti tengah memperhatikannya dari arah sana

Baekhyun jalan mondar-mandir di dalam kamar chanyeol, wajahnya masih memerah dan jantungnya terus berdetak kencang tidak karuan

"ish.. berhenti memikirkannya bodoh! Ingat baek, dia adalah orang yang telah membunuh ayahmu"

Baekhyun bermonolog sendiri sambil memukul kepalanya pelan, tapi semakin ia berusaha melupakan apa yang ia lihat tadi, pikirannya justru malah semakin semrawut. Entah kenapa ia iri sekali pada air yang tadi mengalir ditubuh atletis richard

Eh? Apa yang kau pikirkan baekhyun?

"Aish.. aku bisa gila"

Akhirnya baekhyun hanya bisa menenggelamkan wajahnya pada bantal milik richard untuk meredam rasa malunya

.

.

.

.

.

.

"bagaimana? Kau sudah menemukannya?"

"maafkan saya tuan, saya masih belum bisa menemukan orang yang anda cari, beri saya waktu sedikit lagi. Saya yakin saya bisa segera menemukannya"

Pria bersurai merah api itu sedikit menghela nafas kesal

"berapa lama lagi aku harus menunggu? Kau tau aku bukan orang yang sabar seungri ya"

"sedikit lagi tuan, sedikit lagi. Beri saya waktu sedikit lagi. Saya yakin akan segera menemukannya"

"baiklah, kalau begitu kau boleh pergi. Segera hubungi aku jika sudah ada perkembangan"

"baik tuan, saya permisi"

Pria bernama seungri itu berdiri dan pergi meninggalkan ruangan tersebut, sebelum ia pergi ia menyempatkan diri untuk membungkuk hormat pada pria yang saat ini tengah membelakanginya

Pria bersurai api itu menatap pemandangan dari luar jendela dengan pandangan datar

"Harus kemana lagi aku mencarimu sayang?"

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Thank's yang udah review, fav, follow dan buat siders juga makasih 😃 semoga ga bosen ya sama ff abal ini 😃

.

.

.

.

.

MIND TO REVIEW?