1 Bulan kemudian..
"BRAKK"
"DUGH"
seorang pria berusia sekitar 24 tahun terjatuh di tanah dan menghantam beberapa drum kosong yang ada di depannya
Sedari tadi pria ini terus berlari dari kejaran seseorang, keadaan tubuhnya cukup memprihatinkan. banyak terdapat luka lebam di area wajahnya dan kaki kanannya juga terluka karena tembakan peluru
"AKKHH"
pria itu berusaha bangkit kembali namun usahanya sia-sia karena kakinya sangat sulit untuk diajak berkompromi
'Sial'
Pria itu mengumpat dalam hati, kakinya seperti mati rasa
'TAP'
'TAP'
'TAP'
'DEG'
pria itu menoleh, sial. ternyata orang itu masih mengikutinya, tanpa menghiraukan rasa sakit yang menjalar disekujur tubuhnya, pria itu bangkit lagi dan berusaha menghindar dari kejaran seseorang dibelakangnya
'TAP'
'TAP'
'TAP'
Pria itu bersembunyi di dalam sebuah gedung kosong bekas kontruksi yang pengerjaannya belum selesai
Ia bersembunyi dibalik tembok penyangga gedung kosong tersebut
Ia kemudian mengambil smartphone dari dalam saku jaketnya dan mendial nomor seseorang
TUT TUT TUT TUT'
nada sambung terdengar selama beberapa saat
"Angkat teleponnya bodoh!"
'TUT TUT TUT TUT'
tidak ada jawaban dari sebrang line telepon
'TAP'
'TAP'
'TAP'
suara langkah kaki semakin jelas terdengar
'DEG'
pria itu semakin siaga, ia bisa merasakan seseorang tengah berjalan menuju kedalam gedung ini
seseorang itu menggunakan tudung hitam yang menutupi kepalanya, ia juga mengenakan kaos oblong berwarna hitam yang memperlihatkan otot bisepnya yang terlihat sangat kekar
Tubuhnya sangat tinggi, mungkin sekitar 180-190cm
Seseorang itu berjalan semakin dekat kearah tembok dimana pria itu bersembunyi
'DEG'
pria itu semakin merapatkan tubuhnya pada dinding tembok, ia berusaha agar tidak membuat kegaduhan sedikitpun yang dapat memancing seseorang itu untuk datang menghampirinya.
Ia bisa melihat sepatu yang dikenakan seseorang itu, ia berdiri sangat dekat dengan posisi dimana pria itu bersembunyi
Pria itu menutup mulutnya dengan menggunakan tangan, jantungnya berdegup dengan sangat kencang, ini sudah tengah malam, daerah sekitar sini juga sangat sepi. tidak mungkin ada orang yang akan menolongnya
Seseorang bertudung hitam tadi berdiri cukup lama di dekat dinding tadi sebelum akhirnya ia pergi secara perlahan menuju kearah lain
Pria tadi menghembuskan nafasnya lega
Baru beberapa langkah seseorang itu berjalan, ia kembali berhenti dan menundukan kepalanya melihat tanah yang ia injak
Ia berbalik, ia melihat ceceran darah yang bersumber dari dinding yang tadi ia datangi
'DEG'
Pria itu membelalakan matanya kaget, sial. ia tidak memperhatikan tetesan darah yang berasal dari kaki kanannya
Seseorang bertudung hitam itu kembali berjalan kearah dinding
'TAP'
'TAP'
'TAP'
pria itu semakin mengeratkan tubuhnya pada dinding tembok
seseorang bertudung hitam tadi sekarang berdiri tepat dibalik tembok dimana pria itu bersembunyi
"Kemana perginya tikus kecil itu?"
Pria tadi menutup matanya rapat, sungguh ia takut sekali sekarang
'SRAKK'
seseorang bertudung hitam itu berbalik pergi meninggalkan tempat itu
'TAP'
'TAP'
'TAP'
tanpa pikir panjang pria itu bergerak perlahan meninggalkan tembok persembunyiannya, namun belum apa-apa seseorang telah memukul kepalanya dengan keras menggunakan tongkat besi dari arah yang tidak pernah ia duga sama sekali
'BUGH'
'ARRRRGHH'
pria tadi tersungkur ditanah dengan darah yang mengucur dari kepalanya
"Akhirnya aku menemukan mu tikus kecil"
Samar-samar pria tadi bisa melihat pria itu membuka tudung kepalanya, rambutnya... berwarna merah api
.
.
.
.
.
.
.
.
'BUGH'
'BUGH'
'BUGH'
'BUGH'
ia terus menghantamkan tongkat besi dengan sangat keras kearah wajah pria yang sudah tidak berdaya tadi
'DUGH'
'ARRRGH'
Kali ini pria bersurai merah itu menginjak perut korban tanpa ampun
'TRAANG'
ia melempar tongkat besi yang ia pegang, kemudian ia berjongkok menghadap pria dibawahnya
"kau menyukainya? ini belum seberapa.. "
"a-ampuni aku, tolong a-ampuni aku"
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini, tapi kau sungguh membuatku kesal. bagaimana bisa kau gagal melakukan tugas kecil seperti itu huh?"
pria tadi terengah-engah, wajahnya hancur dan tubuhnya sudah penuh dengan noda darah
"a-aku minta maaf, sungguh aku minta maaf. d-dia orang baik, aku sudah banyak berhutang Budi padanya. a-aku tidak bisa melakukan itu"
"Oh begitukah? baiklah, kau tau aku bukan seseorang yang bisa mentolerir kesalahan sekecil apapun"
Pria bersurai merah itu mengeluarkan pistol Smith & Wesson 500 Magnum miliknya dan mengarahkannya tepat diatas kening pria dibawahnya
Pria dibawahnya menutup matanya pasrah, airmata perlahan mengalir dari kedua bola matanya. Ia tahu hidupnya akan berakhir sebentar lagi
"Oh apa ini? Kau menangis? aigoo kau tidak perlu menangis, sebentar lagi aku akan mengirimu ke neraka"
Pria itu menyeringai
'DORR'
suara tembakan itu terdengar sangat nyaring membelah kegelapan malam, kepala pria tadi hancur lebur, otaknya bahkan ikut hancur dan berceceran kemana-mana
"HAHAHAHA"
Pria bersurai merah itu tertawa seram, tidak ada rasa bersalah sama sekali setelah ia melenyapkan nyawa pria tadi
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya..
Chanyeol tersenyum mesum, ia sedang melihat video dari smartphone yang tersambung pada cctv yang ia pasang dikamar mandi kamarnya
2 hari yang lalu chanyeol memasang sebuah wireless cctv berukuran kecil di kamar mandi kamarnya tanpa sepengetahuan baekhyun
"Heol, lihat pantat montoknya itu, begitu putih dan terlihat sangat kenyal. Ingin sekali rasanya aku meremas dua bongkahan seksi itu"
Baekhyun tengah mandi saat ini, dan itu semua terekam sangat jelas melalui cctv yang dipasang chanyeol
Chanyeol tertawa setan, seharusnya dari dulu saja ia memasang cctv dikamar mandi kamarnya itu
"Tok tok tok tok"
"Richard?.."
Karena terlalu asik dengan ponselnya sendiri, chanyeol sampai tidak menyadari jongin yang datang keruangannya
"Richard apa yang sedang kau lakukan?"
Chanyeol menoleh "oh, aku sedang melihat sesuatu yang menarik"
"sesuatu yang menarik? Apa itu?"
"Baekhyun yang sedang telanjang"
"mwo? Apa maksudmu?"
"aku memasang cctv dikamar mandi kamarku, dan saat ini baekhyun sedang mandi. Kau bisa menebak bukan apa yang aku lihat sekarang?"
Jongin speechless
"Heol, kau benar-benar gila chanyeol. Untuk apa kau melakukan itu semua?"
"Aku pikir mengintip baekhyun seperti ini jauh lebih baik daripada aku memperkosa nya seperti waktu itu"
"geez, terserah kau saja lah. Aku ingin memberikan berkas yang sehun titipkan untukmu"
"berkas? Berkas apa itu?"
"berkas tentang profil pribadi baekhyun, sehun berhasil meretas akun sns pribadi baekhyun"
Chanyeol menerima berkas itu dengan sangat senang
"sehun memang sangat bisa diandalkan, tapi kemana anak itu? Kenapa bukan dia yang mengantar langsung padaku?"
"dia pergi menemui pelacur kesayangannya"
"mwo? Apa maksudmu?"
"belakangan ini sehun sering sekali pergi menemui seorang pelacur cantik, ia sendiri yang bilang padaku"
"pelacur siapa? Pelacur dari rumah bordil kita?"
"bukan, pelacur ini bukan berasal dari rumah bordil kita. Sehun bilang pelacurnya ini seorang imigran, imigran gelap asal china"
"Aku tidak tahu sehun punya ketertarikan secara seksual terhadap seseorang, aku pikir dia itu sejenis pria impoten atau semacamnya, hidupnya terlalu fokus pada layar monitor dan komputer saja"
"kau juga seperti itu richard, semenjak kau mengenal baekhyun perilakumu jadi berubah. Padahal dulu kau bahkan tidak bergeming sedikitpun ketika seorang wanita mengangkangkan pahanya lebar dihadapanmu"
Chanyeol tertawa "sudahlah, aku harus ke kamar mandi.. "
"wae?"
"kau tidak lihat ini?"
Chanyeol menunjuk selangkangannya yang terlihat mengembung
"aku butuh pelampiasan" ucap richard sambil berlalu menuju kamar mandi
Jongin menatap datar "Heol, baekhyun benar-benar membuat richard berubah"
.
.
.
.
.
.
"Aku akan segera mengeluarkan mu dari tempat ini, aku tidak rela jika orang lain melihat dan menikmati tubuhmu juga"
Saat ini sehun dan pelacur kesayangannya itu baru saja selesai melakukan hubungan intim, peluh masih membanjiri tubuh polos keduanya
"kau tau aku tidak bisa keluar dari tempat ini sehuna, banyak biaya yang harus dikeluarkan jika ingin membawaku keluar dari tempat ini"
"jika perlu aku akan meminjam uang dari richard untuk mengeluarkan mu dari sini"
Sehun menatap pria cantik dalam pelukannya dengan tatapan serius
Pria cantik itu tersenyum manis "terimakasih sehun, aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang pria. Aku merasa sangat dihargai"
"Aku mencintaimu luhan, sangat mencintaimu. Jadilah kekasihku"
Pria cantik bernama luhan itu terkejut akan ucapan sehun, ia kemudian tersenyum miris
"Aku tidak pantas untukmu sehun, aku kotor"
"aku tidak peduli luhan, aku juga bukan orang suci, sudah banyak kejahatan yang aku lakukan selama hidupku. Aku tidak ingin hubungan kita hanya sebatas partner sex saja, aku ingin lebih dari itu"
Luhan terharu, airmata tanpa sadar mulai menetes dari kelopak mata indahnya
Luhan kemudian menarik kepala sehun dan mencium bibirnya lembut
Luhan menutup matanya menikmati sensasi yang ia rasakan
Begitu juga dengan sehun, ia begitu meresapi bagaimana benda kenyal itu melumat bibirnya pelan
"Aku juga mencintaimu sehun, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa menjalin sebuah komitmen bersama seseorang, kau tahu tubuhku tidak hanya dimiliki oleh dirimu saja sehuna"
Sehun menghela nafas kasar "aku berjanji akan segera mengeluarkan mu dari tempat ini, setelah itu akan aku pastikan hati dan tubuhmu hanya jadi milikku seorang"
Luhan tersenyum, mereka kemudian kembali berciuman. Hanya sebuah ciuman biasa tanpa nafsu yang mengiringi keduanya
.
.
.
.
.
.
Seorang wanita berusia sekitar 27 tahun terlihat baru menginjakan kaki jenjangnya di incheon international airport, penampilannya terlihat sangat modis dengan kacamata hitam yang semakin menunjang penampilannya
"jessica ssi"
Wanita itu menoleh ketika seseorang memanggil namanya
"tao ya.. "
"saya ditugaskan oleh tuan muda untuk menjemput anda nona"
.
.
.
.
.
.
.
Jessica menatap pemandangan kota seoul dari jendela mobil yang ia tumpangi, sudah cukup lama ia meninggalkan tanah kelahirannya ini. Semuanya masih tetap sama, tidak ada yang berubah
"bagaimana kabar tuan muda mu itu tao ya? Ia bahkan tidak menjawab panggilan telepon dariku belakangan ini, apa ia sudah melupakanku?"
Tao yang sedang menyetir di depan sedikit mengalihkan tatapannya pada jessica melalui kaca spion mobil
"Tuan muda sedang sibuk nona, kau tau apa yang menjadi alasan tuan muda ada dikorea sekarang"
"iya aku tahu dia sibuk, tapi sesibuk apa dia sampai tidak bisa mengangkat telepon dariku?"
"mungkin tuan muda hanya tidak sempat saja nona, saya harap nona bisa sedikit memakluminya"
"haaah sudahlah, kau sama saja dengan tuan muda mu itu"
.
.
.
.
.
.
"Ada apa lagi ini baek?"
"aku tidak mau makan.."
Saat ini chanyeol berada dikamarnya dan baekhyun, ia diberitahu oleh salah satu maid dimarkasnya jika baekhyun menolak untuk makan siang
"Kenapa tidak mau makan? Apa makanannya tidak enak?"
"bukan karena itu, aku tidak akan makan sebelum aku diijinkan untuk keluar dari kamar ini"
Chanyeol menghela nafas bosan
"Kenapa kau diam saja richard? Aku ingin keluar kamar, aku bosan dikurung dikamar terus"
Chanyeol tampak berpikir
"Baiklah, kau boleh keluar kamar"
Baekhyun terkejut. Semudah ini richard mengijinkannya untuk keluar? Sungguh?
"Kau boleh keluar kamar asal kau mau menghisap penisku dulu"
Baekhyun semakin terkejut mendengar penuturan richard selanjutnya. Apa katanya tadi?
"a-apa yang kau bicarakan richard?"
"kau tidak mendengar ucapanku? Kau boleh keluar asal kau mau menghisap penisku dulu"
Wajah baekhyun memerah sempurna, kenapa richard bisa sefrontal ini sih?
"Wae? Kau tidak mau? Baiklah kalau kau tidak mau, tidak usah berpikir untuk keluar kalau begitu"
"t-tapi.. "
"tidak ada tapi tapian, aku tidak menerima penawaran apapun, sekarang makan makananmu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan"
Chanyeol kemudian pergi meninggalkan kamar
Baekhyun mengacak rambutnya frustasi
"richard sialan!.. "
.
.
.
.
.
.
.
"Sampai disini dulu untuk hari ini, jangan lupa laporan tugas untuk presentasi minggu depan"
"Ne, kamsahamnida.. "
Kyungsoo membereskan semua buku yang tergeletak diatas meja, ia baru selesai mengikuti mata kuliah terakhir untuk hari ini
Setelah selesai berkemas ia kemudian berjalan keluar kelas, baru beberapa langkah ia berjalan seseorang terdengar memanggil namanya
"Kyungsoo ssi"
Kyungsoo menoleh
"Oh gyosu-nim, annyeonghaseyo"
"Ne, kau ada waktu? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ada apa, apa ada sesuatu yang penting?"
saat ini kyungsoo dan seseorang yang ia sebut gyosu-nim tadi sudah berada disalah satu cafe yang letaknya tidak jauh dari kampus
"Aku ingin bertanya sesuatu tentang baekhyun.. "
Kyungsoo menyeruput jus jeruk pesanannya
"Anda tidak melihat berita?"
"Aku tahu, aku sangat menyesal atas apa yang menimpa baekhyun dan ayahnya"
Kyungsoo mengangguk
"apa yang ingin anda tanyakan?"
"Dimana baekhyun? aku kesulitan menghubunginya setelah kejadian itu"
"Aku tidak tau, aku juga kehilangan kontak dengan baekhyun setelah kejadian itu"
Kyungsoo menundukkan kepalanya sedih
"Apa kau yakin? jika baekhyun masih hidup ia pasti akan menghubungi mu bukan?"
"Aku juga berharap seperti itu, tapi sayangnya itu tidak terjadi"
Pria itu menghela nafasnya lelah
"Kenapa kejadian mengerikan ini bisa sampai menimpa baekhyun? aku yakin dia masih hidup, tapi aku tidak tau harus mencarinya kemana. Kau sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian?"
"Sudah, tapi polisi belum mengabariku lagi"
"Baiklah, kau tidak perlu khawatir kyungsoo ya. aku janji akan menemukan baekhyun secepat mungkin. dia pasti baik-baik saja"
Kyungsoo tersenyum
"Ne, kamsahamnida gyosu-nim"
.
.
.
.
.
.
.
"Hanbin ah.. hiks"
Richard mematung, ia sangat terkejut ketika mendapatkan sebuah hadiah yang tak pernah ia duga sebelumnya
Soojung menangis dihapadan sebuah peti mati yang diletakkan di depan markas black devils
"Siapa yang berani melakukan ini?"
Chanyeol bertanya dengan intonasi yang sangat menyeramkan
Hening.. tidak ada satupun dari anak buah chanyeol yang berani menjawab pertanyaan chanyeol
"AKU TANYA SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN INI?"
Seluruh anak buah chanyeol tersentak kaget
"k-kami tidak tau tuan, k-kami mendapat kiriman ini dari seorang kurir yang mengantarnya tadi"
Chanyeol memijat pelipisnya pelan
"Panggil mino, suruh ia menghadapku"
"n-ne.."
.
.
.
.
.
.
"apa yang terjadi pada hanbin? kenapa hal seperti ini bisa sampai terjadi?
Chanyeol, soojung, jongin dan mino saat ini berada di dalam ruang kerja chanyeol
Chanyeol murka, ia sangat murka setelah menerima hadiah berupa peti mati berisikan mayat salah satu anak buahnya kim hanbin
"Aku tidak tau bos, sebelum kami berpisah hanbin masih dalam kondisi baik-baik saja, aku juga tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi"
"Kalian sebelumnya bertemu?" tanya jongin kemudian
"Ne. aku dan hanbin pergi ke bar untuk bersenang-senang, lalu setelah itu kami berpisah. aku tidak tau dia pergi kemana lagi setelah itu"
"Siapa yang berani melakukan ini?"
Chanyeol bertanya dengan tangan yang terkepal erat, sungguh ia tidak terima anak buahnya diperlakukan seperti ini
"Hiks.. kepalanya hancur lebur, ditubuhnya juga terdapat banyak luka lebam, selain itu kakinya juga terluka karena tembakan peluru"
Soojung menutup matanya pedih dengan menggunakan tangan, ia terus menangis ketika melihat betapa hancurnya jasad hanbin tadi
"Tadi malam ia sempat menghubungiku melalui telepon, tapi sayangnya tidak sempat aku angkat"
Mino kembali menyahut
"Jam berapa ia menelepon mu?"
"Sekitar pukul 01.25 pagi"
Chanyeol termenung, itu berarti hanbin tewas sekitar pagi tadi
Chanyeol berpikir orang yang membunuh hanbin pastilah seseorang yang kuat. Hanbin bukanlah seseorang yang mudah untuk ditaklukan, ia menguasai berbagai macam ilmu beladiri dan juga pandai menggunakan senjata, chanyeol jelas tau karena ialah yang mengajari itu semua kepada hanbin
"Siapapun pelakunya tidak akan aku lepaskan begitu saja, seseorang itu harus tahu jika ia sedang berhadapan dengan black devils"
"Krystal, lakukan otopsi sekarang juga"
.
.
.
.
.
.
Seorang pria berkacamata minus, berambut hitam tebal dan berkumis tipis itu terlihat sedang berkutat dengan laptop dihadapan nya, ia sedang sibuk memeriksa tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliahnya
Ne, dia adalah gyosu atau dosen yang tadi berbicara dengan kyungsoo. setelah bertemu kyungsoo ia kembali ke kampus dan memutuskan untuk kerja lembur
Ia melirik jam tangan rolex yang melingkar ditangan kirinya
"Pukul 19.45, hm sudah lama juga ternyata aku disini"
Ia merenggangkan tubuhnya sejenak, dan kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi
Pandangannya menerawang jauh, seperti ada sesuatu yang tengah ia pikirkan
Ia kemudian kembali menyalakan laptop dan mulai menyalakan koneksi internet
Dalam kolom pencarian naver ia mengetik kata "byun seunghyun" dan dalam hitungan detik, berbagai macam artikel tentang seunghyun muncul dan berjejer dengan rapih
Ia kemudian membuka sebuah artikel yang memuat tentang kasus kematian byun seunghyun
"Pada tanggal 17 februari sekitar pukul 21.35 telah terjadi sebuah penyerangan dikediaman keluarga byun, lalu keesokan harinya dijam yang sama ditemukan 5 potongan tubuh yang diyakini adalah potongan tubuh dari byun seunghyun, namun Putra tunggal seunghyun. byun baekhyun dikabarkan menghilang tepat setelah penyerangan itu terjadi"
Pria itu membetulkan letak kacamatanya dengan pelan. Ia masih belum menemukan petunjuk apapun terkait menghilangnya baekhyun
"Siapa yang sebenarnya telah menyerang kediaman keluarga byun, apa alasannya?"
'Drrt.. Drrt.. Drrt.. "
Pria itu mengalihkan atensinya pada ponsel pintar disamping laptop
Ia mengernyit pelan melihat id si penelepon
Ia terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat panggilan tersebut
"Yeoboseyo"
'...'
"Kau sudah sampai?"
'...'
"Baiklah, aku akan segera pulang"
'PIIP'
pria itu melepas kacamatanya pelan, ia menghela nafas kemudian sebelum akhirnya ia membereskan barang-barangnya dan beranjak pergi meninggalkan kampus
.
.
.
.
.
.
.
Jessica sedang memotong sayuran dengan telaten di dapur, ia sedang memasak banyak makanan special untuk seseorang
"Jessica ssi, kenapa anda memasak? bukankah maid sudah memasak makanan untuk makan malam?"
Jessica menoleh, "aku ingin memasak makanan special untuk tuanmu itu, aku tau dia masih belum terbiasa dengan makanan korea"
Tao menghela nafas "baiklah saya mengerti"
.
.
.
.
.
.
.
"bagaimana?"
"Aku menemukan sebuah peluru khusus yang bersarang dikaki hanbin, ini bukan peluru sembarangan chanyeol ah, hanya pistol-pistol kualitas terbaik yang bisa menggunakan peluru jenis ini"
Chanyeol melihat sebuah peluru emas yang berada ditangan soojung, ia kemudian mengambil peluru itu dan melihatnya secara seksama
"Ini peluru khusus untuk pistol jenis Smith & Wesson 500 Magnum, aku tahu peluru ini"
"Aku berpikir orang ini sengaja meninggalkan peluru dikaki hanbin untuk meninggalkan jejak"
"Brengsek! Orang ini rupanya ingin bermain-main denganku" chanyeol mengepalkan tangannya erat
"Selain itu ada sebuah tanda silang besar bekas siletan sebuah pisau atau sejenisnya yang terletak di dada bagian atas sampai ke perut, aku juga berpikir ini merupakan sebuah tanda lain atau ciri khas dari si pembunuh, karena dari hasil otopsi tanda itu dibuat setelah hanbin meninggal. aku yakin hanbin bukanlah satu-satunya korban yang pernah dibunuh oleh orang ini"
Soojung kembali menjelaskan
Chanyeol terdiam mendengarkan "untuk saat ini sebaiknya kita semayamkan dulu jenazah hanbin, baru setelah itu kita cari tau lagi siapa seseorang yang bertanggung jawab atas kematian hanbin"
"Apa kau sudah menelepon keluarganya?"
Chanyeol "belum, aku tidak tega"
Soojung mendecih "kau masih punya rasa simpati? aku pikir kau sudah mati rasa"
"Sudahlah, jangan dibahas. akan sangat riskan jika aku menghubungi ibunya, mungkin akan lebih baik jika aku menghubungi kekasihnya saja, sekalian aku ingin bertanya sesuatu pada gadis itu"
.
.
.
.
.
.
Jessica mengerucutkan bibirnya kesal, ini sudah jam 10 dan orang yang ia tunggu belum juga datang. makanannya juga sudah dingin
'CKLEK'
'TAP'
'TAP'
'TAP'
'TAP'
terdengar suara langkah kaki yang berasal dari ruang depan, jessica berdiri. ia buru-buru berjalan kearah ruang tamu
"Kau sudah datang.. " sambutnya dengan nada ceria
Pria itu tersenyum teduh "sudah lama kita tidak bertemu.. jessica"
jessica balas tersenyum "Ne, aku merindukanmu...
Yifan"
Pria bernama Yifan itu tersenyum teduh sebagai balasan
jessica mengernyit "kenapa penampilan mu berantakan sekali, kau habis dari mana? dan apa yang terjadi dengan dahimu? kau terluka yifan"
jessica berjalan perlahan kearah yifan dan mengusap luka di dahi yifan dengan lembut
"Tadi terjadi kecelakaan kecil tapi kau tidak perlu khawatir, aku juga minta maaf karena terlambat datang"
Jessica mengerucutkan bibirnya kecil "yasudah sini biar aku bersihkan dulu lukanya"
Jessica pergi mengambil kotak p3k dan mengobati luka yifan
"Lain kali hati-hati lah yifan, aku bersyukur kau tidak terluka terlalu parah"
Yifan tersenyum "Ne"
"Sekarang kau mandilah dulu, aku akan menghangatkan makanan untukmu. kau belum makan kan?"
Yifan mengangguk "ne, kalau begitu aku mandi dulu"
.
.
.
.
.
.
.
.
'CKLEK'
chanyeol membuka pintu kamar pelan, ia berjalan perlahan kearah kasur dimana baekhyun tidur
Kedua tangannya ia masukan kedalam saku celana sembari memandangi baekhyun yang tertidur dengan memeluk boneka kelinci yang ia belikan beberapa hari yang lalu
Chanyeol terkekeh kecil, baekhyun sepertinya sangat suka kelinci. ia bahkan tidak mau melepaskan boneka itu sedetikpun
Terkadang ia merasa cemburu karena baekhyun lebih memilih memeluk boneka itu daripada dirinya
Pandangan chanyeol kembali terfokus pada pahatan sempurna wajah seorang byun baekhyun
"Kau tau baek, aku merasa sangat sedih hari ini.. " chanyeol memulai monolog nya seorang diri
"Seseorang telah berani melenyapkan salah satu anak buahku, aku bersumpah tidak akan melepaskan orang itu, tidak akan pernah"
Hening selama beberapa saat
Chanyeol tersenyum kecil "kau sangat cantik ketika sedang tidur seperti ini. kau adalah manusia paling cantik yang pernah aku temui sepanjang hidupku"
Chanyeol mengelus kepala baekhyun dengan penuh perasaan
"Maafkan aku jika selama ini perilaku ku membuat mu takut, aku hanya tidak tau cara untuk mengungkapkan perasaan ku kepada mu, hanya dengan cara seperti ini aku bisa mendapatkan perhatian darimu sayang"
Chanyeol menunduk dan mencium kening baekhyun pelan "jaljayo, semoga mimpi Indah"
Ia kemudian menaikan selimut baekhyun sampai sebatas dada
Ia keluar sambil mematikan lampu kamar
'CKLEK'
pintu ditutup dan baekhyun membuka mata
Baekhyun memegang dadanya pelan, wajahnya sudah memerah semerah buah tomat
"Apa yang harus aku lakukan hee ji ya? aku merasakan perasaan aneh ketika pria itu mengatakan sesuatu yang terdengar manis ditelingaku. bukankah ini salah? tidak seharusnya bukan aku merasakan debaran aneh ini?"
Baekhyun berbicara sambil memandang boneka kelinci yang ia beri nama hee ji
Ia kemudian memeluk boneka pemberian chanyeol itu dan memejamkan matanya berniat kembali mengarungi alam mimpi
.
.
.
.
.
.
.
Yifan berjalan memasuki kamarnya, ia membuka kumis tipis palsu dan juga rambut palsunya
Terlihat jika sebenarnya rambut asli yifan bukanlah berwarna hitam melainkan berwarna merah api
Ia kemudian melepas kemeja yang ia kenakan yang langsung memperlihatkan tubuh kekar nan proporsional miliknya
Ia memandang luka di dahinya di depan cermin yang sudah diperban oleh jessica, seketika ingatannya bergulir pada kejadian beberapa saat lalu
.
.
.
.
.
.
'BRAKK'
mobil yifan menghantam bagian belakang sebuah mobil yang terparkir di depannya
"YAK!"
pria pemilik mobil yang ditabrak yifan langsung keluar dan berteriak kencang
'TOK TOK TOK'
Pria itu mengetok kaca jendela mobil, dan meminta yifan untuk segera keluar
"YA! apa kau tidak bisa menyetir dengan benar? kenapa kau menabrak mobil orang lain dengan sembarangan? kau lihat bagasi belakang mobilku rusak karena perbuatanmu"
"Ah aku minta maaf tuan, kejadian ini benar-benar tidak disengaja. aku akan ganti semua kerugiannya"
"Heol, kau pikir masalahnya akan selesai hanya karena kau meminta maaf? semua ini tidak akan terjadi jika kau mengendarai mobilmu dengan baik"
"Ne aku tau aku salah, aku minta maaf. ini kartu namaku, kau bisa menghubungiku untuk melunasi seluruh pembayaran kerusakan yang aku timbulkan, sekali lagi aku sungguh minta maaf tuan"
"woaaah. apa kau sedang menghinaku sekarang? kau pikir aku tidak bisa membayar kerusakan mobilku sendiri? wahh kau pikir kau siapa huh?"
Pria itu mulai memukul-mukul wajah yifan dengan menggunakan tangannya, hal itu membuat kacamata yang dikenakan yifan terjatuh ke aspal
"Lihat kacamata butut ini? dan kau masih berkelakar akan mengganti kerusakan mobilku?"
'KRAAAKK'
pria itu menginjak kacamata yifan sampai patah
Yifan diam saja diperlakukan seperti itu
"Sudahlah, lain kali tidak usah menyetir jika kau tidak bisa berkendara, menyusahkan orang lain saja"
'CUIIH'
Pria itu meludahi wajah yifan sebelum ia pergi
'BRUUM'
mobil itu kembali melaju membelah jalanan ibukota seoul
Yifan mengusap liur yang mengalir diwajahnya, ia kemudian berjongkok untuk mengambil kacamatanya yang sudah patah
Dalam diam ia menatap datar kepergian mobil itu
.
.
.
.
.
.
"Aku sedang dalam perjalanan sekarang, tadi ada bajingan tengik yang dengan bodohnya menabrak bagasi belakang mobilku, aku rasa aku akan datang sedikit terlambat"
Mobil itu terus melaju melalui jalanan yang sangat sepi, yang dimana hanya ada rumput ilalang tinggi disamping kiri dan kanan jalanan tersebut
"Ne, kau tunggulah sebentar lagi"
'PIIP'
"Bajingan tengik itu mencoba bernegoisasi denganku, melihat kacamata bututnya saja sudah bisa aku pastikan dia hanyalah orang miskin. aigoo jika aku tidak sedang buru-buru sudah ku habisi pria culun itu"
'CKIIT'
'BRAAAK'
pria itu menoleh kebelakang, ia menggemulutukan giginya kesal. mobil itu lagi, dengan perasaan kesal luar biasa ia keluar sambil membawa tongkat besi hitam
"YA! ayo keluar"
Cklek
"Kau ingin bermain-main denganku? Kau sengaja menabrak belakang mobilku lagi bukan? Kau benar-benar membuatku marah bocah!"
'PRAANG'
'BUGH'
'BRAAK'
pria itu mengamuk, ia memecahkan kaca mobil yifan dan membuat bagian depan mobil yifan penyok
"Huhh, aish jinjja aku emosi sekali hari ini. Mwo? Kenapa kau menatapku seperti itu? kau ingin menantangku huh?"
Yifan menatap datar pria dihadapannya
"Apa ini? dalam sekejap kau merubah warna rambutmu menjadi merah begini? kau pikir aku akan takut haha"
"Bersiaplah untuk bertemu malaikat maut"
'BUGH'
Yifan menahan tongkat besi itu hanya dengan satu tangannya saja
'PRAANG'
'BUGH'
Yifan melempar tongkat itu dan langsung mendaratkan pukulan ke wajah pria dihadapannya
'BRUKK'
pria itu tersungkur diaspal dengan posisi tertelungkup, belum sempat ia berkedip yifan telah lebih dulu menginjak punggung pria itu dengan keras
'BYURR'
darah segar menyembur dari mulut pria itu pertanda injakan yang dilakukan yifan sangatlah keras
"Kemana sikap sok berani mu tadi? sekarang kau justru terlihat seperti seekor anak ayam yang kehilangan induknya"
'KRAKK'
'ARRGHH'
Yifan kembali menginjak punggung pria itu, sepertinya punggungnya patah karena terdengar suara patahan yang sangat nyaring
"si-siapa kau sebenarnya?"
"Aku hanyalah seseorang yang tidak bisa mengendarai mobil dengan benar. bukankah begitu?"
'KRAAKK'
'ARRGHH'
"Aku mohon lepaskan aku, i-ini sakit sekali. aku minta maaf jika kau tersinggung dengan kejadian tadi. a-aku janji akan melupakan semuanya"
"Tentu, tentu aku akan melepaskanmu dengan senang hati"
Yifan melepaskan kakinya dari atas punggung pria tadi
Dengan cepat pria itu berdiri dan berlari menghindari yifan meskipun dengan keadaan tertatih
.
.
.
.
.
.
'BRUKK'
kesalahan terbesar yang dilakukan pria itu adalah pergi meninggalkan mobilnya, karena terlalu panik dan ketakutan ia sama sekali tidak berpikir kabur dengan menggunakan mobil dan justru malah berlari kearah semak-semak belukar
AKKHH
pria itu terjatuh ditanah, ia kesulitan berjalan karena tulang punggungnya patah, dengan perlahan ia mencoba merangkak
TAP
TAP
TAP
TAP
Langkah kaki dibelakangnya semakin jelas terdengar
"Apa sudah cukup main-main nya?"
Pria itu menoleh takut "a-aku mohon ampuni aku, maafkan kesalahanku. jangan bunuh aku, ku mohon"
Yifan menyeringai lebar "sebenarnya tadi aku berniat mengganti kerusakan mobilmu, tapi melihat tingkahmu yang seolah sangat merendahkan diri ku aku jadi berubah pikiran, keliatannya mengirimmu pada malaikat maut jauh lebih menarik"
"j-jangan aku mohon, aku tidak ingin mati"
Pria itu terus mundur kebelakang dan tanpa sengaja tangannya menyentuh sebuah batu berukuran sedang
BUGH
ia melempar Batu itu tepat kearah kening yifan
AKKKHHH
darah segar mengalir dari kening pria berusia 30 thn tersebut, sorot matanya menajam. ia mengepalkan tangannya kencang
BUGGHH
Yifan menendang dada pria itu sampai tersungkur, ia mengambil Batu tadi dan menghantamkan Batu tersebut ke wajah pria itu sampai berkali-kali
BUGGH
BUGGH
BUGGH
Yifan terengah, ia mencekik leher pria itu dengan sangat kencang
"akhgfrfkkhgghkh.. "
Pria itu tidak bisa berbicara dengan benar karena lehernya tercekik, tangannya tidak tinggal diam, ia mencengkeram kemeja yifan sampai seluruh kancingnya terlepas
"ini akibatnya jika kau berani mencari masalah denganku"
Cengkraman pria itu mengendur dan akhirnya terlepas bersamaan dengan hilangnya hembusan nafas dari hidung pria tersebut
pria itu tewas dengan kondisi mulut terbuka dan lidah yang terjulur, jangan lupakan matanya yang terbuka tanpa menyisakan pupil
Yifan menutup matanya pelan, sebisa mungkin ia berusaha menghilangkan perasaan amarah dalam hatinya
Ia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam saku celananya dan membuka baju atasan pria itu. Yifan membuat sebuah tanda silang besar di dada pria itu dengan menggunakan pisau yang ia pegang
setelah selesai ia kemudian berdiri dan pergi meninggalkan semak belukar tersebut
Ia melirik mobilnya dan mobil pria itu dengan pandangan menyelidik
Ia kemudian mengeluarkan ponsel dan mendial nomor seseorang
"Tao-ya, aku butuh bantuanmu.. "
.
.
.
.
.
.
"Hancurkan mobil-mobil itu.. "
"Baik tuan muda"
tao dan yifan berada disebuah tempat pembuangan mobil-mobil bekas, yifan menyuruh tao menghancurkan mobil miliknya dan pria itu untuk menghilangkan barang bukti
BRAKKKK
Kedua mobil mewah itu hancur hanya dalam hitungan detik
Yifan menatap datar "pastikan tidak ada seorangpun yang tau.. "
"Saya mengerti tuan muda"
.
.
.
.
.
.
Yifan mengambil kacamata yang sudah patah dari dalam saku celananya
Yifan tersenyum, lebih tepatnya ia menyeringai
.
.
.
.
.
.
Pagi ini para anggota black devils sudah melaksanakan upacara pemakaman untuk hanbin, jasad hanbin sudah dikremasi dan disemayamkan dengan tenang
"Terimakasih sudah melaksanakan upacara pemakaman untuk hanbin, anda dan anggota black devils yang lain sudah sangat berbuat banyak untuk hanbin"
Chanyeol mengangguk ketika jisoo (kekasih hanbin) berbicara kepadanya
"Aku sangat menyesal atas kejadian ini, aku berjanji akan menemukan pelakunya secepat mungkin"
Jisoo tersenyum "terimakasih sajangnim"
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu jisoo ssi, ini tentang hanbin"
"apa yang ingin anda bicarakan sajangnim?"
"Apa hanbin memiliki masalah akhir-akhir ini? Aku merasa dia bersikap sedikit aneh, dia terlihat sering murung dan lebih pendiam. aku juga merasa ada kejanggalan setelah kematian hanbin, dia bukan orang yang mudah dikalahkan jisoo ssi, melihatnya tewas dengan keadaan mengenaskan seperti itu benar-benar membuat ku terkejut"
Jisoo menunduk "sebenarnya hanbin melarangku menceritakan masalah ini kepada siapapun, tapi aku pikir mungkin akan lebih baik jika aku menceritakan semuanya kepadamu"
.
.
"Sekitar beberapa minggu sebelum kematian hanbin, ada seorang pria yang menculik adik perempuan hanbin dirumahnya. saat kejadian hanbin tidak ada dirumah, ia pulang setelah ibunya menelepon dan mengatakan jika hanbyul diculik. Penculik itu menelepon dan mengancam akan membunuh hanbyul jika hanbin tidak mau menuruti permintaannya"
"Kenapa hanbin tidak pernah cerita apa-apa kepadaku? jika aku tau, aku pasti akan membantunya untuk menemukan hanbyul"
"Penculik itu melarang hanbin untuk melibatkan orang lain, jika hanbin menolak, nyawa hanbyul bisa jadi taruhannya sajangnim"
Chanyeol menghela nafas "lalu apa yang diinginkan oleh orang itu?"
"Ia ingin hanbin melenyapkan seseorang"
"Melenyapkan siapa...?"
"Melenyapkan anda sajangnim"
DEG
chanyeol mematung, apa katanya tadi?
.
.
.
.
.
.
"Telah ditemukan mayat seorang pria dewasa di distrik seochon seoul korea selatan, di duga kuat pria ini tewas dibunuh karena terdapat luka bekas cekikikan tangan seseorang dileher korban, selain itu terdapat luka sayatan panjang yang menyerupai tanda silang di area dada sampai perut bagian atas-"
PIIP
jessica menatap datar layar TV LED dihadapannya
"Jadi maksudmu ini semua perbuatan yifan begitu?"
"Ne nonna"
Tao menjawab pertanyaan jessica dengan santai
Jessica menghela nafas "anak itu, bukankah sudah aku katakan untuk tidak berbuat gegabah? ini korea, bukan china ck!"
CKLEK
yifan keluar dari kamar dengan penampilan rapih
"Apa benar pembunuhan yang terjadi semalam itu karena perbuatan mu?"
"Oh beritanya menyebar dengan cepat rupanya"
"Yifan bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tidak bertindak gegabah? kau lupa tujuanmu kemari? jika kau berurusan dengan polisi, itu akan mempersulit rencanamu"
"Kau tidak perlu khawatir jessica, pria itu memang pantas mati. rencana ku akan tetap berjalan meskipun polisi ikut campur nantinya"
Jessica menggelengkan kepalanya pelan
"Sebaiknya kita sarapan dulu, aku lapar sekali sekarang"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kris, orang itu bernama kris.. tidak ada informasi apapun yang hanbin ketahui selain namanya"
"Kenapa dia ingin membunuhku?"
"Aku tidak tau, hanbin tidak cerita apapun tentang itu"
Chanyeol menghela nafas "lalu apa menurutmu kasus pembunuhan hanbin ada kaitannya dengan kasus penculikan hanbyul?"
Jisoo mengangguk "kemungkinan besarnya seperti itu sajangnim, si penculik itu sering mengancam akan melenyapkan hanbyul jika hanbin menolak perintahnya. kemungkinan ia juga yang melenyapkan hanbin karena gagal melenyapkan anda"
"tapi apa kau yakin? aku bahkan tidak pernah merasa hanbin mencoba melenyapkan ku"
"Hanbin pernah melakukannya sajangnim, ia pernah menaburkan bubuk racun ke menu sarapan pagi anda tapi anda tidak jadi memakannya karena anda pergi begitu saja setelah mendengar teriakan seseorang. Hanbin sendiri yang menceritakan itu kepadaku"
Chanyeol mengernyit, teriakan seseorang?
Ah.. chanyeol ingat, ia pernah berlari ke kamar baekhyun dipagi hari karena pemuda mungil itu terpeleset dikamar mandi. jadi sebenarnya saat itu hanbin sudah menaburkan racun ke makanannya?
"Lalu apakah anda ingat saat anda melatih anak buah anda menembak dengan menggunakan senapan? saat itu sebenarnya hanbin berniat menembakan pelurunya kearah anda, tapi ia membatalkan niatnya karena ia tidak sanggup"
Chanyeol terdiam, ia ingat pernah melatih anak buahnya menembak dengan menggunakan senapan. Kala itu hanbin gagal menembak sasaran dengan tepat dan tembakan nya malah mengenai pohon. jadi sebenarnya saat itu hanbin mencoba menembaknya? chanyeol memang berdiri tidak jauh dari target penembakan waktu itu, sepertinya hanbin memang sengaja mengalihkan tembakannya kearah pohon
"Hanbin berada dalam posisi yang sulit sajangnim, ia menganggap anda adalah orang yang paling berjasa atas kehidupan keluarga nya saat ini. tapi disisi lain ia juga tidak bisa mengabaikan keselamatan adiknya begitu saja"
Hanbin berasal dari keluarga broken home, ayahnya pergi meninggalkan hanbin setelah ibunya melahirkan hanbyul. sejak saat itu kehidupan hanbin terus dilanda kesulitan ekonomi yang sangat parah. hanbin bahkan sampai harus mencuri makanan dari toko dan kedai makanan sekitar untuk adiknya, ibunya hanyalah seorang buruh cuci piring yang penghasilannya sama sekali tidak membantu kesulitan ekonomi yang melanda keluarga hanbin
Hanbin yang kala itu masih berusia 15 thn nekat mencuri dompet chanyeol yang tengah makan disebuah restoran mewah dan hanya dalam hitungan menit hanbin langsung ditangkap dan dipukuli habis-habisan oleh anak buah yunho
"Aku minta maaf, tolong lepaskan aku. aku punya seorang adik yang masih kecil dirumah, jika aku mati siapa yang akan merawat adikku?" ucap hanbin dengan sangat memelas
Chanyeol yang kala itu masih berusia 24 thn hanya menatap datar hanbin dan menyuruh anak buahnya untuk melepaskan hanbin
"Aku punya sebuah penawaran menarik untukmu, aku lihat kau hidup dengan sangat sulit, kau tidak punya uang kan? aku bisa memberikan banyak uang untukmu asal kau mau menuruti perintahku"
Hanbin mengernyit "apa yang harus aku lakukan?"
"jadi anggota black devils.. "
Sejak saat itu hanbin direkrut jadi salah satu anggota black devils, chanyeol yang turun tangan sendiri melatih hanbin. ia juga yang secara sukarela melunasi seluruh hutang keluarganya dan menyekolahkan hanbyul sampai nanti ia mengenyam bangku perkuliahan
Karena itulah hanbin sangat menghormati chanyeol melebihi apapun, baginya, chanyeol adalah orang yang telah mengangkatnya dari jurang kehidupan yang gelap. sampai mati ia berjanji akan mengabdikan seluruh hidupnya kepada chanyeol
"Aku mohon temukan pelakunya sajangnim, aku sangat mengkhawatirkan keadaan hanbyul. sampai sekarang ia masih belum ditemukan" mata jisoo berkaca-kaca, ia sangat terpukul atas apa yang menimpa kekasih dan keluarganya
"Tentu, kau tidak perlu khawatir. aku pasti akan segera menemukan pelakunya. Hanbin adalah anggota black devils juga, black devils sudah seperti keluarga bagiku, dan siapapun yang berani mengusik keluargaku, ia harus tau dengan siapa ia berhadapan, aku janji jisoo ssi, kematian hanbin tidak akan menjadi sia-sia"
Jisoo tersenyum mendengarnya "kamsahamnida sajangnim"
"dimana bibi kim?aku ingin bertemu dengannya"
"Dia ada dirumah sakit, semenjak hanbyul diculik keadaan bibi semakin menurun. aku tidak berani memberitahu bibi tentang kematian hanbin"
"Kalau begitu jangan beritahu ia dulu, pastikan ia mendapat perawatan terbaik dirumah sakit. soal biaya kau tidak perlu khawatir, biar aku yang menanggung semuanya"
.
.
.
.
.
.
CKLEK
jessica membuka kamar yifan yang tidak terkunci, ia berjalan kearah ranjang king size milik yifan dan duduk disana dengan nyaman
"Kamar disini tidak terlalu berbeda dengan yang di china, selera yifan memang tidak pernah berubah"
Jessica berjalan kearah meja nakas dan membuka laci dibawahnya
"Huh? apa ini?"
Jessica mengernyit ketika melihat sebuah buku bersampul merah di dalam laci tersebut, ia membuka buku itu dan tersenyum setelahnya
"aigoo.. album foto rupanya"
jessica tersenyum kecil ketika melihat foto masa kecil yifan, pria itu bahkan sudah terlihat tampan sedari ia masih kecil
Ketika ia membuka halaman berikutnya, sebuah foto jatuh kelantai. jessica kemudian mengambil foto itu dan sedikit mengernyit melihatnya
Itu adalah foto seorang pria mungil yang jessica perkirakan usianya mungkin sekitar 17-18than
"siapa ini?" ujarnya setengah berbisik
Jessica kemudian membalik foto itu dan melihat sebuah tulisan dalam bahasa china yang berarti 'Cinta sejatiku'
jessica terdiam setelahnya, ia kemudian menyimpan kembali album foto itu tanpa menyimpan kembali foto pria tadi
.
.
.
.
.
.
"telah terjadi pembunuhan di distrik seochon tadi malam, pembunuhan semalam mirip dengan apa yang terjadi pada hanbin. pembunuhnya meninggalkan sebuah tanda silang besar di dada korbanya"
Black devils sedang mengadakan rapat tertutup saat ini, dan di depan sehun tengah menjelaskan sebuah informasi yang kemungkinan berkaitan dengan kasus kematian hanbin
"Aku juga menemukan beberapa kasus pembunuhan dengan ciri-ciri yang sama, dibulan desember tahun 1990 pernah terjadi pembunuhan serupa yang menimpa seorang kepala kepolisian di chengdu china. lalu kemudian pembunuhan lainnya juga terjadi di selang antara tahun 2000 sampai tahun 2013 dengan lokasi yang berbeda-beda, dimulai dari wilayah china, kyoto, fukuoka, atlanta hingga barcelona dan toronto di kanada. semua korban tewas memiliki tanda silang yang sama di dada mereka seperti yang dimiliki hanbin, motif dari pembunuhan ini masih belum jelas. rata-rata korban tewas adalah pengusaha gelap atau kelompok dari mafia-mafia tertentu"
Semua anggota black devils terdiam fokus mendengar penjelasan sehun
"seseorang yang telah membunuh hanbin pastilah bukan orang sembarangan, dilihat dari kasus-kasus sebelumnya pastilah berasal dari pelaku yang sama"
Jongin ikut menimpali
"Apa kau sudah mendapat informasi dari jisoo, richard?" soojung bertanya pada richard yang daritadi hanya diam
"Aku sudah bertemu dengannya, dan dia bilang hanbyul diculik"
semua orang yang ada di dalam ruangan itu terbelalak kaget mendengar penuturan chanyeol
"Hanbyul diculik? bagaimana bisa?"
"Ada seseorang yang telah menculik hanbyul, dan penculik itu sengaja menjadikan hanbyul alat untuk mengancam hanbin"
"Mengancam hanbin? maksudmu?" soojung bertanya bingung
"Penculik itu mengancam akan melenyapkan hanbyul jika hanbin menolak menuruti perintahnya, dan kau tau apa yang penculik itu inginkan?"
semua orang terdiam penasaran mendengar penuturan chanyeol
"Penculik itu ingin aku mati"
.
.
.
.
.
Baekhyun terduduk menatap jendela luar kamar dengan pandangan bosan, ia benar-benar hampir mati kebosanan karena terus-terusan dikurung di dalam kamar
Cklek
Baekhyun menoleh, itu minah, salah satu maid yang dipercayakan chanyeol untuk mengurus segala keperluan baekhyun
"Cemilan untuk anda sudah siap tuan muda, silahkan dinikmati" ucap wanita berambut sebahu itu dengan sangat ramah
"Terimakasih minah ssi"
"Apa ada yang sedang anda pikirkan tuan muda? kenapa anda terlihat begitu bosan?"
"Aku memang sangat bosan minah ssi, richard tidak pernah mengijinkan ku keluar kamar. ngomong-ngomong kemana dia? pagi ini dia tidak datang kemari, tidak seperti biasanya"
"Anda merindukan tuan besar, tuan muda?"
Baekhyun mendelik "kau jangan bercanda minah, mana mungkin aku merindukan pria seperti dia"
Minah terkekeh "tuan besar sedang melakukan pertemuan tertutup dengan anggota yang lain di gedung sebelah, mungkin sebentar lagi akan selesai tuan muda"
"Pertemuan apa? apa dia berniat membunuh orang lagi?"
"Kenapa anda berpikir begitu tuan muda?"
"bukankah itu memang pekerjaannya? aku pikir melenyapkan nyawa seseorang sudah menjadi kebiasaan untuknya"
Minah tersenyum "tuan richard tidak seburuk apa yang anda pikirkan tuan muda, jika anda mau mengenalnya lebih dekat. anda pasti akan tau siapa tuan richard yang sebenarnya"
Baekhyun mendecih "apa yang harus aku tau? Dia itu suka sekali memaksakan kehendaknya"
"Tuan besar memang keras dan sangat kasar, tapi itulah caranya untuk menunjukkan Kasih sayangnya. jika bukan karena tuan richard anda mungkin tidak akan pernah melihat saya disini tuan muda"
"Maksudmu?"
"Aku dulu pernah menjadi korban perdagangan manusia, aku pernah ditipu oleh sebuah agen penyalur tenaga kerja. saat itu aku dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan yang layak di seoul, tapi ternyata aku malah ditipu dan organ dalam tubuhku hendak dijual waktu itu"
Baekhyun terdiam mendengarkan
"jika saat itu tuan richard tidak datang untuk menyelamatkan saya, sekarang saya mungkin sudah jadi manusia cacat tanpa adanya organ dalam tuan muda" minah kembali melanjutkan
"Bukan hanya saya, tapi hampir setiap orang yang dipekerjakan oleh tuan besar adalah orang-orang yang hidupnya telah diselamatkan oleh tuan besar. beliau bahkan telah menjamin kehidupan keluarga kami tuan muda"
Baekhyun tercenung, benarkah richard melakukan itu semua?
"Percayalah tuan muda, dibalik sikapnya yang kasar sebenarnya tuan richard adalah orang yang penuh dengan Kasih sayang"
"Sekarang tugas kita bukanlah hanya untuk menemukan siapa pelaku dibalik kematian hanbin, kita juga harus menemukan hanbyul kembali"
"Aku tidak percaya ini, bagaimana bisa hanbin tidak cerita apapun pada kita?" jongin menggerutu kesal
"Berarti orang yang membunuh hanbin adalah orang yang telah mengenal richard sebelumnya" sehun menimpali
"Apa kau mencurigai seseorang richard?" soojung bertanya pada chanyeol
"Aku tidak tau, kau tau aku punya banyak musuh dimana-mana"
"Bukankah pria itu bernama kris? apa kau pernah mendengar nama itu sebelumnya?"
"Aku bahkan baru mendengarnya dari jisoo"
"Baiklah aku akan mulai mencari informasi dari peluru yang ditinggalkan pembunuh itu" sehun kembali berujar
"Aku akan mencari tau informasi tentang kasus pembunuhan di seochon, siapa tau kita bisa mendapatkan titik terang untuk kasus sebelumnya" jongin juga menimpali
"Aku akan kerumah sakit menemui bibi kim, apa kau ikut richard?"
Richard menggeleng untuk menjawab pertanyaan soojung
"Aku akan pergi ke makam ayahku.."
.
.
.
.
.
Yifan pulang kerumah tepat pukul 8 malam, ada pekerjaan tambahan yang membuat dia harus kerja lembur
"Tuan muda.. "
Tao datang menghampiri yifan dan hendak mengatakan sesuatu
"Ada apa tao ya"
"Nona jessica ada di dalam, ia ingin membicarakan sesuatu dengan anda, daritadi siang ia menolak untuk makan"
Yifan mengangguk, ia kemudian berjalan menuju kamar jessica
Cklek
"jessica.. "
jessica menoleh kemudian membalikan tubuhnya lagi
"Ada apa? aku dengar dari tao kau tidak mau makan, ada sesuatu yang ingin kau bicarakan dengaku?"
Jessica masih bergeming ditempatnya, yifan kemudian berjalan kearah Jessica dan menepuk pundaknya pelan
jessica melepaskan tangan yifan dari bahunya dan segera berbalik
"Kau mencintai seseorang?"
"Apa maksudmu?"
"Byun baekhyun, siapa dia?"
Yifan terdiam, darimana jessica tau tentang baekhyun?
"Apa tao yang memberitahumu?"
"Tidak penting aku tau darimana, yang aku ingin tau siapa itu baekhyun, apa kau menjalin hubungan denganya?"
Yifan menghela nafas, ia tidak mengiyakan tidak pula membantah
Jessica tersenyum miris "kau memang tidak pernah mencintaiku yifan"
"Kenapa kau berpikir begitu?"
"Buktikan jika kau memang benar mencintaiku"
jessica kemudian melepaskan gaun tidur yang ia kenakan dan hanya menyisakan bra dan celana dalamnya saja
"Tunggu apalagi yifan, buktikan jika kau memang benar mencintaiku"
Yifan kemudian berjalan kearah Jessica dan mendekap perempuan itu kedalam dekapannya, ia mencium dan melumat bibir jessica dengan penuh nafsu dan mendorong tubuh kecilnya hingga terbaring diatas ranjang..
.
.
.
"Aku tidak apa-apa eomma, eomma tidak perlu khawatir, disini banyak bodyguard yang menjaga kyungie. eomma fokus saja untuk merawat halmeoni"
...
"Iya, sampaikan salamku untuk halmeoni, ne aku juga mencintaimu eomma. annyeong"
PIIP
Kyungsoo menutup telepon dari ibunya, saat ini kyungsoo hanya sendirian dirumah. Ayahnya pergi ke Jepang untuk urusan bisnis sedangkan ibunya pergi ke busan untuk merawat neneknya yang sedang sakit
Nyonya do sangat khawatir akan keselamatan kyungsoo selama ia tinggal, ia takut kejadian satu Bulan yang lalu terulang kembali. ia bahkan menyewa banyak bodyguard untuk menjaga kediaman keluarga do
Kyungsoo termangu dimeja belajarnya, entah kenapa ia jadi kepikiran baekhyun. setiap malam ia selalu berdoa untuk keselamatan sahabat mungilnya itu.
DORR
Kyungsoo tersentak, itu suara tembakan. kenapa bisa ada suara tembakan dirumahnya, apa jangan-jangan...
PRANGG
kyungsoo kembali dibuat terkejut dengan suara kaca jendela kamarnya yang dipecahkan
DUKK
seorang pria yang mengenakan jaket kulit hitam terlihat meloncat dari luar dan menapakan kaki di lantai kamar kyungsoo
Kyungsoo menutup mulutnya kaget, itu Jonathan, pria yang dulu menyerang rumahnya bersama dengan richard
Jonathan menyeringai "kau masih mengingatku?"
Tubuh kyungsoo gemetaran hebat, ia berdiri dengan susah payah dan hendak pergi menuju pintu kamar
Melihat itu jongin langsung sigap dan membekap mulut dan hidung kyungsoo dengan sapu tangan yang sudah dilumuri obat bius
"Hmmmmppthh.. "
Kyungsoo berontak, namun tenaganya tidak sebanding dengan tenaga jongin
Perlahan tubuh kyungsoo melemah, ia pun pingsan di dalam dekapan jongin
Jongin tersenyum, ah tidak lebih tepatnya ia menyeringai..
.
.
.
Sehun sedang berada di tempat pendistribusian pistol-pistol berkualitas tinggi di distrik gyeobong
"jungkook, kau tau di distribusikan kemana saja pistol Smith & Wesson 500 Magnum dikorea? Aku butuh informasi detailnya"
Pria bernama jungkook itu menghisap rokoknya pelan dan kemudian menghembuskan asapnya juga
"Kau butuh untuk apa stephen? pistol jenis itu banyak di distribusikan ke wilayah barat dan Selatan korea, di seoul sendiri mungkin ada sekitar 10-15 orang yang mempunyai pistol itu secara legal, bukankah black devils juga mendistribusikan pistol itu secara ilegal di pasar gelap?"
"Iya tapi aku butuh informasi penjualan secara legal juga"
"Baiklah, akan aku copy kan berkasnya. kau tunggulah sebentar disini"
Sehun mengangguk, black devils mempunyai koneksi yang sangat luas termasuk dengan pemasok pistol-pistol kelas kakap dikorea, tidak heran jika sehun bisa mendapat informasi rahasia sekalipun dari mereka
Drrt.. Drrrt.. Drrt..
Sehun mengambil smartphone dari dalam saku jaketnya dan tersenyum ketika melihat id si penelepon
"Yeobo-"
"Hiks.. sehuh ah"
DEG
jantung sehun berdetak sangat kencang
"Luhan-ah wae? kenapa kau menangis? terjadi sesuatu?"
"Sehun ah tolong aku.. a-ada seseorang yang berusaha membunuhku"
"Mwo? kau dima- Yeoboseyo! Yeoboseyo luhan ah!"
.
.
.
.
.
Soojung berada di dapur markas black devils, ia sedang membuat kopi hitam yang menjadi minuman favorit chanyeol, ia kemudian mengeluarkan bungkusan kecil dari dalam saku celananya dan menuangkan isinya kedalam kopi hitam tersebut
Ia mengaduk kopi tersebut dengan pelan, ia tersenyum dan hendak memberikan kopi itu untuk chanyeol
"Krystal.. "
soojung menoleh "Mark, ada apa"
"Bambam terluka, ia terjatuh dari motor tadi sore. bisakah kau memeriksanya?"
Soojung mengangguk, ia menoleh pada kopi itu sebentar dan pergi setelahnya
.
.
.
Cklek
Baekhyun mengintip dari dalam kamarnya, ia cukup terkejut karena tidak ada yang menjaga kamarnya seperti biasa. sepertinya apa yang dikatakan minah itu benar, perempuan berambut sebahu itu bilang jika anggota black devils saat ini sedang sangat disibukan dengan suatu urusan, urusan apa baekhyun tidak tahu dan ia tidak peduli, yang penting sekarang ia bebas keluar dari kamar
Baekhyun melangkahkan kakinya keluar kamar dan mulai berjalan-jalan seorang diri
"Wah aku baru sadar tempat ini sangat luas dan besar, rumahku saja bahkan tidak seluas ini"
Baekhyun melirik kesana kemari, tempat ini sepi sekali. kemana perginya semua anak buah chanyeol?
Baekhyun mengedikan bahunya acuh, ia terus berjalan menuruni anak tangga, langkahnya terhenti di dapur markas black devils
"Heol daebak, ini dapur atau lapangan golf? kenapa besar sekali"
Baekhyun berjalan kearah kulkas 2 pintu di dekat meja, ia membuka kulkas itu dan semakin kagum melihat isinya. Banyak sekali makanan di dalam sana, ugh baekhyun jadi merasa lapar
Baekhyun mengambil sebuah apel merah dan memakannya
"Hm mashita.." baekhyun tersenyum jenaka
Baekhyun menolehkan tatapannya pada meja disamping kulkas dan tak sengaja melihat secangkir kopi yang masih mengepulkan asap
"Kopi siapa ini? kenapa disimpan disini?"
Baekhyun mengernyit melihat kopi itu "kopi hitam? ayah suka sekali kopi hitam seperti ini, bagaimana rasanya ya?"
Baekhyun melirik sekitar, tidak ada orang sama sekali. ia mengambil cangkir kopi itu dan menghirupnya pelan
"aigoo harum sekali, sepertinya enak"
Baekhyun menyesap kopi itu seteguk
"Yaiks, rasanya pahit sekali. kenapa orang dewasa suka sekali minum kopi hitam seperti ini"
Baekhyun kembali menyimpan kopi itu ditempat semula
"Sebaiknya aku segera kembali ke kamar, aku takut richard tau aku keluar kamar"
.
.
.
Richard melirik jam dinding diruang kerjanya, sudah pukul 22.45 malam. richard merenggangkan ototnya sejenak dan keluar dari ruang kerja
Cklek
Chanyeol membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk, ia mengambil handuk dan bersiap membersihkan diri
"Ngghh.."
Chanyeol menoleh, ia melihat baekhyun terlihat kurang nyaman dalam tidurnya
Ia berjalan kearah ranjang dan menyentuh kening baekhyun pelan
"Kenapa suhu tubuhnya panas begini?"
"Ngghh.. Panas.. Panasshh.."
Chanyeol mengernyit, panas? Padahal ac dikamar chanyeol disetel dengan suhu yang sangat dingin
"Jika kau merasa panas lepaskan dulu selimutmu baek" chanyeol berusaha menarik selmut yang menutupi seluruh tubuh baekhyun
"Ngghh.. tidaakk.. jangaaanhh dilepasshh"
Chanyeol tidak peduli, ia tetap menarik selimut baekhyun sampai terbuka semua
DEG
Jantung chanyeol berdetak dengan sangat kencang, bola matanya melebar seolah akan keluar dari tempatnya
Baekhyun tidak pakai baju? WTF!
baekhyun berbalik terlentang "panashhh hh panasshh"
Chanyeol semakin linglung ketika tak sengaja melihat kejantanan mungil baekhyun yang menegang sempurna
Ada apa ini? Kenapa baekhyun bisa seperti ini?
"Panassh.. Panassh.. Panassh" baekhyun terus merengek manja dengan kaki yang dihentak-hentakan
DEG
DEG
DEG
Dada chanyeol terus bergemuruh tak karuan, pikirannya langsung blank seketika. tubuh baekhyun benar-benar berbaya untuk kesehatan jantung dan pikirannya
Richard secara reflek menoleh ketika tangan baekhyun mencengkeram tangannya erat
SREETT
Baekhyun menarik chanyeol yang langsung terjatuh diatas tubuh baekhyun
"Tampan..kau sangat tampan, apa kau pangeran berkuda putih yang selalu muncul di dalam mimpiku?"
"m-mwo?"
"Hehehe"
"Kau sedang tidak sadar baek, sebaiknya aku-"
Baekhyun kembali menarik tubuh chanyeol ketika pria bertelinga peri itu hendak bangkit
"Kau mau kemana pangeran? aku sudah lama menantikan ini.." baekhyun mengusap rahang tegas chanyeol dengan gerakan seduktif
"ayo cium aku pangeran.. Hmm" baekhyun menutup matanya dan memajukan bibirnya kedepan
DEG
DEG
DEG
DEG
GLUK
Chanyeol menelan ludahnya gugup, cukup sudah! Ia tidak tahan lagi, persetan jika baekhyun membencinya setelah ini, toh pria manis ini yang menggodanya duluan
"Jangan menyesal karena telah membangunkan serigala yang tengah tertidur baek"
Chanyeol mencium bibir baekhyun dengan penuh nafsu, ia menggigit, menghisap, mencium dan melumat bibir baekhyun dengan rakus
"Nggghhh.. " yang lebih kecil melenguh pelan, ia memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan mencari posisi yang pas
Kedua anak adam itu menutup matanya penuh kenikmatan, baekhyun mengalungkan tangannya dikepala chanyeol dan sesekali meremas rambut yang lebih tua dengan penuh semangat
Begitu juga dengan chanyeol, tangannya tak tinggal diam dan terus menggerayangi tubuh telanjang baekhyun sembari terus melumat bibir ranum pria dibawahnya
"Ngghh.. "
"Ahhh.. "
Keduanya melenguh pelan ketika kejantanan keduanya tak sengaja saling bergesekan
"Kau cantik sayang, dan kau sangaaaat menggairahkan"
Baekhyun tersenyum menggoda "kapan kita akan ke acara inti pangeran, aku sudahhh tidak tahan"
Baekhyun merengek sembari menggesekan kejantan mereka sekali lagi
"Nggghh.."
Chanyeol menutup matanya menahan kenikmatan diarea bawah tubuhnya
"Jangan menggoda ku terus baek, kau membuatku tegang"
"Mmmphh.. pangeraaaann"
Chanyeol menyeringai setan, sungguh ia tidak menyangka baekhyun akan menyerahkan diri secara suka rela seperti ini, meskipun chanyeol tau baekhyun dalam keadaan tidak sadar sekarang. tapi ia tidak peduli, ini adalah sebuah keuntungan besar baginya
'Aku tidak akan berhenti sekalipun kau memohon dan merengek dihadapanku, kau sudah membangunkan serigala yang tengah tertidur baek. sekarang terima lah hukumanmu sayang' ujarnya pelan dalam hati
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
NC nya ditunda dulu sampe chapter depan 😂 ga pengen cuap-cuap panjang lebar, cuma berharap yang review dichapter ini lebih banyak dari chapter sebelumnya
AMIIIN :3
Btw males banget ngedit, sorry sorry to say yah kalo banyak typo :v
MIND TO REVIEW?
