Krystal kembali ke dapur setelah urusannya selesai, ia mengecek kopi yang tadi ia tinggalkan yang ternyata sudah dingin. gadis berambut panjang itupun memutuskan untuk membuat kopi baru yang tak lupa ia tuangkan lagi beberapa tetes obat perangsang hasil racikannya sendiri
Krystal tersenyum ringan sebelum akhirnya melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruang kerja chanyeol
Cklek
"Chanyeol..?"
Krystal mengernyit ketika tidak mendapati sosok tinggi bertubuh kekar itu diruangannya, ia pun memutuskan untuk berjalan kearah kamar chanyeol yang kini juga ditempati oleh baekhyun
Krystal berdiri di depan pintu kamar chanyeol yang sedikit terbuka, ia sedikit mengernyit karena biasanya pintu kamar ini selalu tertutup. tepat saat ia hendak membuka pintu kamar itu, tubuhnya tiba-tiba saja menegang takala ia tak sengaja menatap sosok pria tinggi dan gagah yang selama ini telah mencuri hatinya tengah menindih sosok tubuh yang lebih mungil dibawahnya dengan kondisi telanjang bulat
krystal terpaku ditempatnya berdiri, ia tidtempo kup bodoh untuk mengetahui apa yang tengah dilakukan sepasang anak adam itu di dalam sana. sambil mencoba menghilangkan rasa sesak yang menghimpit dadanya, gadis cantik itu menutup pintu itu dengan rapat dan pergi dengan tumpukan air mata yang kapan saja bisa tumpah
.
.
Cppkkhhh.. Cpppkhhh.. Cppkhh.. Mmmmh
Kedua anak adam itu masih terus beradu ciuman dengan penuh nafsu malam ini, yang lebih dewasa terlihat sangat mendominasi meskipun yang lebih mungil tetap tidak mau kalah
Chanyeol sudah bertelanjang dada dengan kemaluan yang sudah mengembung dibalik celana panjang yang ia kenakan, ia terus menggesekkan kejantanan nya pada kejantanan baekhyun yang menghasilkan lenguhan tertahan dari keduanya
Chanyeol melepas ciuman mereka untuk pertama kali dan beralih mencumbui leher jenjang pria mungilnya
"aaaahhh.. aaaahh pangeran hmm"
Baekhyun melampiaskan rasa nikmat yang diberikan chanyeol dengan cara meremas rambut chanyeol dengan sensual
"aaaahhh.. "
Chanyeol menghisap, menggigit dan menjilat leher itu dengan penuh nafsu, ia menggerakan kepalanya dari arah sisi kanan leher menuju sisi sebelah kiri dan begitu seterusnya sampai tanda kissmark yang ia buat tersebar rata di leher baekhyun
PLOP
"aaaaahh.. "
Baekhyun melenguh lagi ketika chanyeol melepaskan hisapan pada lehernya
Pria tinggi itu kemudian beralih pada kedua dada berisi baekhyun, chanyeol sangat menyukai bagian ini. dada baekhyun begitu putih juga mulus dan tampak lebih berisi dari pria kebanyakan, saat disentuh bagian itu juga terasa sangat kenyal seperti payudara wanita walaupun ukurannya tidak sebesar buah dada wanita, disana juga terdapat 2 puting sewarna merah muda yang sudah mengacung tegak seolah menantang chanyeol untuk segera melumatnya
Karena sudah tidak tahan chanyeol langsung menghisap puting sebelah kanan dengan rakus seperti seorang bayi yang menyusu pada ibunya, perbuatannya itu membuat baekhyun melenguh lagi dengan kencang
"aaaaaahhhh pangeran... "
Dadanya ia busungkan kedepan guna memudahkan chanyeol untuk melumatnya, tangan sebelah kiri chanyeol tidak tinggal diam, ia meremas dan memilin puting sebelah kiri sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk mengocok kejantanan super mungil milik baekhyun
CLOK.. CLOK.. CLOKK
suara kocokan itu terdengar sangat erotis dan semakin erotis karena baekhyun tidak berhenti mendesah manja
Chanyeol beralih menghisap puting sebelah kiri dan kini tangannya secara bergantian mengocok kejantanan baekhyun juga memilin dan meremas dada sebelah kanan baekhyun
Chanyeol membuat lingkaran di area puting kiri baekhyun dengan lidahnya kemudian ia menjilat dan mempermainkan puting itu
"Pangeran ahhh.. ayo dihisap saja. aku sudah tidak tahan"
Ucap baekhyun yang kesal chanyeol hanya bermain-main dengan putingnya
Tanpa diperintah 2 kali chanyeol langsung melumat dan menghisap puting itu dengan sangat kencang
Slruppppp...
"aaaaaahhhh... "
Baekhyun melenguh lagi, kali ini bahkan lebih kencang dari sebelumnya
Ia menjambak rambut chanyeol dengan kencang, chanyeol meringis karenannya, tapi rasanya tetap sensual saat baekhyun melakukan itu
Chanyeol kembali beralih untuk menikmati dada sebelah kanan baekhyun lalu setelahnya beralih ke kiri, ke kanan, ke kiri, ke kanan dan begitu seterusnya.. Chanyeol menghabiskan banyak waktu untuk menikmati dada berisi itu karena dia memang sangat menyukainya, ia bisa dengan mudah terangsang hanya dengan melihat puting sewarna merah muda itu
Kini dada itu sudah tidak seputih sebelumnya, kissmark tersebar dimana-mana dengan liur yang menempel disana sini
Chanyeol mencium dada itu sekali lagi sebelum beralih pada perut rata baekhyun, sama seperti sebelumnya ia memberikan banyak kissmark di area sana
Setelah selesai, ia mengelus dan menciumi kedua paha baekhyun dengan gemas
Baekhyun terus bergerak gelisah dibawahnya, pahanya ia rapatkan sengaja untuk menggoda chanyeol
Melihat kejantanan baekhyun yang sudah menegang sempurna itu, chanyeol menolehkan atensinya sebentar pada wajah cantik nan Ayu pujaan hatinya itu, terlihat sekali wajahnya merah padam entah karena pengaruh obat atau karena baekhyun menikmati apa yang ia lakukan
Chanyeol kemudian kembali memfokuskan atensinya pada kejantanan mungil itu dan dengan jahil menjilati pucuk kejantanan baekhyun
"aaahhhh... "
Baekhyun melenguh lagi, tubuhnya bahkan bergetar hebat. sekali lagi chanyeol menjilat bagian itu dengan sensual dan lagi-lagi tubuh baekhyun bergetar tak kalah hebat dari sebelumnya, chanyeol tertawa pelan melihat reaksi pria mungilnya itu
Lagi dan lagi ia menggoda baekhyun dengan menjilati kejantanan itu
"aaaaahhh p-pangeran jangan menggodaku terus, ayo cepat masukan. ini sangat menyiksa aaahh"
Baekhyun sengaja mengangkat pahanya tinggi-tinggi agar chanyeol segera mengulum kejantanan nya
Chanyeol tersenyum singkat, tidak ingin membuat belahan jiwanya semakin tersiksa, ia langsung memasukan kejantanan mungil itu kedalam mulutnya
"aaaahhhh... "
Tubuh baekhyun melengkung hebat, wajahnya memerah sempurna dan tubuhnya bergetar tak kalah hebat
Rasanya seperti ia tengah diterbangkan ke atas awan
"aaaahhhh... aaaahhhhh... pangeran ahhhhh"
CLOK CLOK CLOK Slrupppp
Chanyeol melaju mundurkan kepalanya dengan cepat, tak berapa lama kejantanan baekhyun mulai berkedut cepat dan akhirnya menyemburkan benihnya kedalam mulut chanyeol
"aaaaahhh pangeran.. " baekhyun terbaring lemah setelah ejakulasi pertamanya
Dia menatap chanyeol dengan tatapan sayu
Chanyeol menelan seluruh cairan baekhyun lalu setelahnya ia bangkit dan melepaskan celananya dengan cepat hingga kini ia juga sama-sama telanjang bulat seperti baekhyun
Baekhyun merona parah ketika melihat kejantanan besar yang mengacung tegak itu, meskipun kesadaran baekhyun masih dibawah pengaruh obat perangsang, tapi ia masih bisa melihat dengan cukup jelas kejantanan chanyeol, kejantanan chanyeol sangat besar dan panjang dengan urat-urat kencang yang melingkari Batang keperkasaan itu. Benda itu juga ditumbuhi bulu-bulu yang sangat lebat dan hitam, chanyeol sepertinya memang sengaja tidak mencukur bulu-bulu itu, tapi jujur baekhyun menyukainya. itu terlihat sangat seksi dan jantan
"Kenapa hanya dilihat saja? Dia menunggumu untuk kau manjakan"
GLUKK
Baekhyun menelan ludahnya gugup, chanyeol terlihat ribuan kali lebih seksi dan menggairahkan ketika dalam kondisi telanjang seperti sekarang. bahunya terlihat sangat lebar dan tegap dengan dada yang sangat bidang, belum lagi perut kotak-kotaknya yang terbentuk sangat sempurna. seberapa lama ia membentuk tubuh seperti itu? Tato tribal dilengan kanannya itu juga seperti melambangkan sebuah kejantanan dan keperkasaan yang tidak terbantahkan
Rambutnya terlihat acak-acakan dan sedikit basah karena keringat, belum lagi suara beratnya yang terdengar sangat seksi di telinga baekhyun
Chanyeol menarik tangan baekhyun lembut untuk bangun dan setelahnya ia menuntun tangan kecil itu untuk menggengam kejantanan raksasanya
"Pegang dia seperti ini dan manjakan dia sayang"
Chanyeol merapatkan tubuh keduanya dengan tangan kanan yang meremas bongkahan pantat baekhyun, ia juga menciumi kening baekhyun dengan sangat lembut dan penuh perasaan Cinta
Baekhyun merona hebat sekarang, tangannya ia gerakan untuk mengelus dan mengocok kesejatian itu yang sudah sangat keras seperti kayu. luar biasa! ereksi chanyeol benar-benar sangat kuat dan keras
"Pangeran.. "
"Iya sayang.. "
Chanyeol menjawab dengan lembut, baekhyun menolehkan kepalanya keatas dan langsung bertatapan dengan mata setajam elang milik chanyeol
"Kenapa kau sangat tampan? Aku ingin tampan seperti mu pangeran.. "
Chanyeol tersenyum geli "kau cantik sayang, aku lebih menyukaimu yang seperti ini.. "
"Ish.. Aku juga ingin tampan seperti mu pangeran" ucapnya kesal sambil mempercepat tempo kocokannya pada kesejatian chanyeol
"Uuhh.. "
Chanyeol melenguh dan mendongakkan kepalanya keatas dengan Mata terpejam karena rangsangan itu, nafasnya mulai kembali memburu karenanya
"Baekhyun.. " ucapnya dengan suara sengau
Ia memegang dagu baekhyun dengan tangannya dan mencium bibir itu dengan lembut, ia memagut bibir itu dengan penuh perasaan hingga baekhyun ikut terlena dan memejamkan matanya juga
"Ahhhh.. "
Baekhyun melenguh pelan setelah ciuman itu terlepas, chanyeol mengelus pipi putih baekhyun dengan lembut
"Aku... Mencintaimu baek, sejak pertama kali aku melihatmu waktu itu aku sadar aku sudah jatuh terlalu dalam pada pesonamu. aku tau kau pasti membenciku karena kejadian itu, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri baek. aku mencintaimu dan aku ingin kau selalu berada disisiku, maafkan aku karena telah membunuh ayahmu. tapi ada alasan yang tidak kau ketahui yang melatarbelakangi perbuatan yang aku lakukan waktu itu. dan maaf karena membuatmu merasa terkurung disini, aku hanya tidak ingin kau menjadi incaran musuh-musuhku diluar sana"
Chanyeol mengakhiri ucapannya dan mencium tangan baekhyun dengan lembut, baekhyun yang melihat itu hanya mampu terdiam ditempatnya tidak tau harus berkata apa
Chanyeol tidak tau apakah baekhyun mendengar ucapannya atau tidak, ia tau baekhyun tengah dalam kondisi tidak sadarkan diri sekarang karena pengaruh obat perangsang. tapi ia tidak peduli, ia hanya ingin mengutarakan perasaan nya saja pada pria mungil itu
"Pangeran.. "
Chanyeol menatap wajah cantik itu dengan pandangan memuja, perlahan tapi pasti baekhyun mulai mengeliminasi jarak diantara mereka berdua, chanyeol cukup terkejut tentu saja tapi ia akhirny ikut memejamkan mata dan menikmati ciuman yang memabukkan itu..
.
.
.
Krystal menangis sesenggukan di Taman belakang markas tanpa ada satu orangpun yang tahu, hatinya sakit. jujur ia sangat sakit melihat chanyeol (hampir) bercinta dengan orang lain. krystal sudah memiliki perasaan lebih pada lelaki itu sejak lama. tapi chanyeol seolah tidak pernah memandangnya sebagai seorang gadis, ia selalu menganggap soojung adalah adik perempuannya, keluarganya dan saudaranya, tidak lebih dari itu. soojung ingin lebih, krystal ingin lebih dari sekedar sebuah ikatan persaudaraan semacam itu. tak taukah chanyeol bahwa ia sangat menderita selama ini karena perasaannya terus dipandang sebelah mata? pria tampan itu justru langsung tertarik pada seseorang yang baru ia kenal, seseorang yang secara tidak langsung telah mengalahkan soojung tanpa pernah orang itu sadari. krystal tau, ia sangat tahu jika chanyeol memang memiliki perasaan lebih terhadap pria mungil itu, dan kenyataan bahwa ia telah dikalahkan oleh baekhyun bahkan sebelum ia memulai kompetisi benar-benar membuatnya sedih
.
.
FLASHBACK
"26, 27, 28, 29... 30, 31.."
soojung yang kala itu masih berusia 8 thn menatap seorang bocah lelaki yang tengah melakukan push up dibawah guyuran air hujan yang sangat deras
'JDARRRRRR'
suara gemuruh petir bahkan terdengar saling bersahutan diantara gelapnya awan mendung
"Samchon.. siapa dia? kenapa samchon menghukumnya seperti itu? "
"Samchon tidak menghukumnya, samchon sedang melatihnya untuk menjadi pria sejati"
"tapi samchon diluar sedang hujan deras, bukankah itu berbahaya? bagaimana jika nanti ia sakit?"
"soojungie kau tidak perlu khawatir, sekarang sebaiknya kau masuk kedalam. kau pasti belum makan kan? "
"Tapi samchon.. "
"tidak ada tapi tapian sayang.. ayo masuk, bibi kim sudah menyiapkan makanan untukmu"
"Ne samchon.. "
Sekali lagi soojung menatap anak lelaki yang terus menghitung angka itu dengan tatapan penasaran
"43, 44, 45, 46.. "
Keesekon harinya soojung semakin dibuat penasaran dengan sosok anak laki-laki berwajah datar itu
"Kau gagal menembak sasaran dengan tepat chanyeol ah.. "
"Ne aboeji, aku siap menerima konsekuensi nya"
soojung cukup terkesiap ketika ia mendengar suara anak lelaki itu, seperti tanpa emosi dengan ekspresi yang sangat datar. ada apa dengan anak itu?
"Baiklah kalo begitu, bersiaplah untuk menerima hukuman mu, berbaliklah"
Anak lelaki itu berbalik dengan patuh dan kemudian berjongkok
CTAKK CTAKK CTAKK
soojung membelalakan matanya kaget, yunho samchon langsung menarik sabuk ikat pinggang miliknya dan memukulkan nya pada punggung anak lelaki itu
"Fokuskan konsentrasimu, bidik sasaranmu dengan tepat dalam satu kali tembak"
CTAKK CTAKK CTAKK
soojung meringis melihatnya, tapi anak lelaki itu seolah diam begeming ditempatnya
.
.
Soojung berlari dengan terburu-buru dengan membawa sekotak p3k ditangannya. ia membuka pintu kayu mahoni di depannya
CKLEK
anak lelaki itu terbaring tertelungkup dengan punggung memar yang terekspos bebas, kepalanya ia tenggelamkan di dalam bantal tanpa mengeluarkan suara sedikitpun
Soojung berjalan dengan perlahan menuju ranjang
"Nugu?"
Anak lelaki itu bergumam tanpa melepas bantalnya sama sekali
"Aku soojung, aku keponakannya yunho samchon. aku datang kesini karena aku ingin mengobati luka dipunggung mu"
"wae? kenapa kau peduli padaku? "
"apa tidak boleh? yunho samchon bahkan tidak melarangku untuk mengobatimu"
"Terserah.. "
merasa mendapat lampu hijau, soojung langsung bergerak membuka kotak p3k miliknya dan mengobati punggung tegap itu
Soojung meringis, ada apa ini? Kenapa malah ia yang meringis? seharusnya anak lelaki ini yang merasa kesakitan. lihat, anak ini bahkan hanya terdiam saat soojung mengoleskan alkohol ke punggung tegap itu. apa ia sudah mati rasa?
"Pergi.. "
"Ne? "
"Pergi jika sudah selesai"
Soojung terdiam mendengarnya
"Ne"
.
.
Setelah hari itu soojung terus berusaha untuk mengakrabkan diri dengan chanyeol, namun apapun yang ia lakukan selalu ditanggapi dingin oleh chanyeol. hal itu tentu saja membuat soojung frustasi, pada akhirnya soojung memilih untuk menjaili anak itu meskipun chanyeol tetap mengacuhkan nya
Suatu hari, chanyeol diberikan sebuah liontin emas oleh yunho yang merupakan peninggalan dari seseorang. yunho meminta chanyeol menjaga liontin itu selama kurun waktu satu minggu agar ia bisa melihat apakah chanyeol bisa menjaga amanat atau tidak. soojung yang secara tidak sengaja mengetahui hal itu bermaksud untuk mencuri liontin itu dengan harapan agar chanyeol mau berbicara kepadanya, malam hari setelah yunho memberikan liontin itu, soojung berjalan dengan mengendap-endap menuju kamar chanyeol untuk menjalankan aksinya, soojung bisa dengan mudah mengambil liontin itu karena chanyeol sudah tertidur
Keesokan harinya soojung berjalan dengan riang setelah pulang sekolah, ia pikir chanyeol pasti sedang kebingungan mencari liontin itu, disaat seperti ini lah soojung muncul sebagai pahlawan dengan berpura-pura menemukan liontin emas itu, dengan begini chanyeol pasti akan merasa memiliki hutang budi kepadanya dan bisa dipastikan chanyeol akan bersikap lebih baik terhadap nya. memikirkan itu membuat soojung senyum senyum sendiri, ia semakin tidak sabar untuk segera pulang kerumah.. tapi sebuah kejadian yang tak terduga terjadi setelahnya, tiba-tiba saja seorang pria berperawakan tinggi seusia pamannya muncul dihadapannya dan menghalangi jalannya. soojung mengernyit bingung melihatnya karena ia merasa tidak mengenal pria ini
"Nuguseyo? "
pria itu hanya tersenyum singkat sambil mengelus rambut soojung
"Kau anak yang sangat manis.. "
.
.
Soojung terbangun diatas kursi Taman tak jauh dari sekolahnya, ia memegang kepalanya yang terasa pusing dan baru sadar jika hari sudah sore, dengan panik soojung membuka tasnya dan mengobrak abrik isinya, kakinya bergetar hebat takala ia tak menemukan liontin itu dimanapun
Bagaimana ini? kenapa bisa hilang? apa yang harus ia lakukan sekarang?
dengan terburu-buru ia beranjak pergi menuju rumah pamannya
.
.
setibanya ia disana, soojung melihat chanyeol tengah berdiri ditengah halaman rumah sambil menatap langit dengan tangan membentuk pose hormat. keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya yang hanya menggunakan celana panjang saja. sudah berapa lama ia berdiri disana?
"CHANYEOL.. "
ia berlari menghampiri chanyeol dan terkesiap ketika menyentuh kulit tubuhnya
"Chanyeol apa yang kau lakukan disini? tubuhmu sudah sangat panas dan wajahmu memerah, ayo masuk kerumah, kau bisa sakit"
Chanyeol tidak bergeming sama sekali bahkan ketika soojung berusaha menarik tubuh chanyeol
"Biarkan dia soojung ah, samchon tengah menghukumnya karena dia tidak bisa menjaga amanat yang samchon berikan"
Soojung menoleh ketika yunho tiba-tiba saja muncul dan menginterupsi nya
"Samchon kau salah paham.. liontin itu.. aku yang mengambilnya.. jangan hukum chanyeol samchon aku mohon.. aku yang salah.. hukum saja aku jika samchon mau.. "
"Ini semua salahku aboeji.. aku yang ceroboh kehilangan liontin itu.. ini bukan kesalahannya"
soojung membelalak kaget mendengar ucapan chanyeol, kenapa ia seperti ini? bukan ini yang ia harapkan..
"a-aniyo samchon.. aku yang mengambilnya semalam dari kamar chanyeol, aku yang salah.. hukum saja aku samchon.. "
Yunho memandang kedua anak berbeda jenis kelamin itu secara bergantian
"Chanyeol berbalik dan berjongkok lah.. "
Yunho mulai menarik sabuk ikat pinggang dari celananya dan bersiap memukuli chanyeol lagi..
soojung yang melihat itu semakin panik dan berusaha menghalangi pamannya yang akan menghukum chanyeol
"soojung pergilah.. anak ini telah salah karena tidak bisa menjaga amanat yang sudah aku berikan"
"Aniyo samchon.. aku yang salah, harusnya aku yang dihukum, bukan chanyeol"
Chanyeol berbalik dan mendorong soojung hingga gadis itu terjatuh
BRUKK
soojung meringis setelahnya, ia kemudian menatap nanar chanyeol yang berjongkok membelakangi pamannya
CTAKK CTAKK CTAKK
Chanyeol kecil hanya terdiam menerima cambukan demi cambukan yang ia terima, sedangkan soojung menangis sekeras yang ia bisa. sungguh jika ia tau akhirnya akan seperti ini tentu saja ia tidak akan mencuri liontin itu
.
.
"Kenapa kau berbohong? seharusnya kau bilang pada samchon jika aku yang mengambil liontin itu"
Chanyeol tidak menjawab, ia masih membenamkan wajahnya pada bantal dengan punggung yang terekspose
"hiks.. chanyeol maafkan aku.. seharusnya aku tidak melakukan itu.. seharusnya aku tidak mengambil liontin itu hiks.. maafkan aku chanyeol ah"
"sudahlah lupakan saja.. aku tidak masalah"
soojung terdiam sejenak ketika chanyeol mulai berbicara dengan nada yang lembut kepadanya, biasanya ia selalu berbicara ketus kepada soojung
"sebaiknya kau istirahat.. Aku tau kau lelah"
"tapi.. kenapa kau lakukan ini chanyeol ah? kenapa kau berbohong untuk menutupi kesalahan ku? "
"Kau pikir aku akan tega membiarkan mu dihukum oleh yunho aboeji? "
"Ne..? "
"Kau mengingatkanku pada adik kecilku.. "
soojung tertegun mendengarnya
"dulu aku punya seorang adik perempuan, tapi ia meninggal saat berusia satu tahun karena kelainan jantung.. aku sangat menyayanginya, dan saat melihatmu aku jadi teringat pada mendiang adik ku"
"Tapi kenapa kau terus bersikap dingin padaku? bukankah kau bilang aku ini mirip adikmu?"
"aku tidak tau harus bersikap seperti apa saat berhadapan denganmu, sebenarnya aku sama sekali tidak berniat untuk bersikap seperti itu terhadapmu"
soojung menangis lagi setelahnya, sungguh ia telah membuat kesalahan besar sekarang
"Sudahlah jangan menangis lagi.. sebaiknya kau segera istirahat, aku tidak ingin kau sakit"
Chanyeol memalingkan wajahnya dan tersenyum dengan sangat lembut
Hati soojung berdetak dengan sangat kencang melihat senyuman itu.. untuk pertama kalinya chanyeol tersenyum manis untuknya.. ia berjanji akan selalu mengingat hari ini
.
.
setelah kejadian itu chanyeol dan soojung jadi semakin dekat, chanyeol sudah tidak bersikap dingin lagi terhadap soojung. dimana ada soojung disitu pasti ada chanyeol, mereka sulit dipisahkan layaknya sebuah prangko dan amplop nya
Kebersamaan mereka hanya berlangsung selama 6 thn, tepat ketika soojung berusia 14 thn ia dan keluarganya pindah ke china dan menetap disana. namun 7 thn kemudian soojung kembali ke korea dan menjadi salah satu anggota inti black devils atas persetujuan yunho
saat itu soojung sadar jika ia memang telah jatuh dalam pesona chanyeol, bahkan ketika ia terpisah antara jarak dan waktu dengan pria tampan itu, perasaannya tetap tidak berkurang sedikitpun. berkali-kali ia menyatakan perasaannya pada chanyeol tanpa memperdulikan posisinya sebagai seorang wanita yang seharusnya tidak menyatakan perasaan lebih dulu. tapi chanyeol hanya tersenyum sebagai balasan sambil mengusap rambutnya pelan
Tanpa bicarapun soojung tau jika perasaan nya memang hanya bertepuk sebelah tangan..
FLASHBACK OFF..
.
.
soojung mengusap airmatanya lagi, ia tidak tahu apakah ia masih harus memperjuangkan perasaan nya atau tidak.. chanyeol sudah jatuh terlalu dalam pada pesona pria mungil itu, biar bagaimanapun ia hanya dianggap sebagai seorang adik oleh chanyeol.. sebagaimanapun ia berusaha untuk menaklukkan hati pria itu.. pada kenyataannya ia memang tidak akan pernah bisa.. baekhyun telah menempati posisi tertinggi dalam hati chanyeol.. ia kalah.. ia sudah kalah sekarang
.
.
Ckkpmhh.. Mmphh.. Ckkmphh
Ciuman itu masih berlanjut dan entah bagaimana sekarang chanyeol sudah terbaring diranjang dengan baekhyun yang menindihnya, bukan hanya sekedar ciuman, mereka juga saling melumat dan menghisap, perang lidah pun tidak bisa terelakkan lagi dan pada akhirnya selalu chanyeol lah yang menang dan lebih mendominasi, padahal niat awalnya baekhyun ingin lebih liar dari chanyeol tapi apalah daya chanyeol terlalu kuat sebagai dominan. ia hanya mampu mendesah dan mendesah menerima perlakuan chanyeol
Baekhyun memutus ciuman itu, ia menatap chanyeol dengan pandangan sayu, jari-jari lentik miliknya mulai bergerak seduktif mengelus dada bidang chanyeol. chanyeol memejamkan matanya rapat menikmati sentuhan itu, area dada adalah salah satu bagian tubuh chanyeol yang paling sensitif.
"Pangeran.. "
"Hmmm.. " chanyeol hanya bergumam sebagai balasan
"Apa aku boleh mencium mu?"
Chanyeol tidak menjawab, ia masih menikmati sentuhan tangan baekhyun di area dadanya
"Apa aku boleh menyentuhmu? mengulum mu? Menjilat mu? Mengendusmu dan membawamu pada kenikmatan dunia?"
Chanyeol membuka matanya perlahan, ia ulurkan tangannya untuk menyentuh pipi putih yang merona merah itu
"Lakukan apapun yang kau inginkan sayang, aku milikmu"
Baekhyun tersenyum dengan sangat manis, dengan perlahan ia menundukan kepalanya dan mencium bibir tebal pria dibawahnya
Ia miringkan kepalanya ke kiri dan ia pejamkan matanya jua untuk lebih meresapi tekstur kenyal dari bibir pria perkasa itu
Chanyeol ikut memejamkan matanya, kali ini ia ingin baekhyun yang memimpin permainan
Baekhyun menghisap bibir bagian atas dan bawah chanyeol secara bergantian, kemudian ia masukan kembali lidahnya kedalam mulut chanyeol dan kembali melakukan perang lidah
Chanyeol hanya menanggapi seperlunya saja, ia akan membiarkan baekhyun menang untuk kali ini
Slruppppp
"Uuuuhh.. "
Pria jantan itu melenguh pelan ketika baekhyun menghisap lidahnya
Sembari menikmati bibir tebal pria itu, tangan baekhyun bergerak meraba Batang kejantanan chanyeol yang sudah menegak sempurna, ia kocok benda keramat itu dengan penuh kehati-hatian
"Uuuhhh.. "
Lagi-lagi chanyeol melenguh keras karenanya, lenguhannya teredam oleh ciuman mereka
Baekhyun menyeringai tipis dalam ciuman itu
"Bagaimana? Apa kau menyukainya pangeran?"
Ucap baekhyun setelah ciuman itu terlepas
Chanyeol hanya memandang sayu pria cantik itu, sial! Ingin sekali rasanya ia membalik keadaan dan membuat baekhyun mendesah pasrah dibawah kungkungan nya.
Tapi ia harus bisa menahannya, setidaknya biarkan baekhyun bersikap agresif dulu untuk saat ini
Baekhyun tersenyum lagi, ia kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga kanan chanyeol
"Kau sangat sexy pangeran.. aku hhhh" bisiknya dengan suara sexy, ia sengaja menghembuskan nafasnya seduktif ke telinga chanyeol agar lelaki itu semakin terangsang
"Aaaahhh.. "
Baekhyun berhasil, dia berhasil membuat chanyeol mendesah karena perbuatannya, ia semakin mempercepat kocokannya pada kejantanan chanyeol
Chanyeol bergidik geli, pria dengan nama lain richard park itu tidak habis pikir baekhyun akan jadi seperti ini jika sedang terangsang. tapi sebenarnya apa yang terjadi pada baekhyun? Chanyeol sangat yakin baekhyun tengah dibawah pengaruh obat perangsang, tapi kenapa? Bagaimana bisa? Siapa yang memberikan obat itu pada baekhyun? Ah sudahlah, chanyeol bisa memikirkan itu nanti, yang penting sekarang ia ingin menghabiskan malam panasnya bersama baekhyun. Persetan jika chanyeol dianggap brengsek karena mengambil kesempatan dalam kesempitan, pada kenyataannya chanyeol memang brengsek. ia biadab, bajingan dan segudang title menjijikkan lainnya. Chanyeol memang brengsek, tapi ia benar-benar tulus mencintai baekhyun
"Lihat rahang tegas ini.. "
Baekhyun mengelus rahang chanyeol "begitu kuat dan tegas.. " ia ciumi berulang kali rahang itu dengan lembut
"Dan bibir ini.. Juga sangat tebal"
CUP
Ia cium sekali lagi bibir tebal itu
"Lihat bahu ini, begitu lebar dan kokoh.. " baekhyun menyusupkan kepalanya pada bahu tegap itu
CUP
Kemudian ia ciumi lagi dengan gemas
"Dan dada ini.. akan sangat nyaman jika aku bersandar disini.. Aku benar-benar merasa terlindungi" ucapnya sambil bersandar pada dada sebelah kanan chanyeol, tangan kanannya ia gunakan untuk membelai dada sebelah kiri
"Begitu kuat dan kokoh"
CUP
"Otot bisep ini dan juga perut kotak-kotak ini, dan jangan lupa paha yang sangat kokoh, keras dan kuat.. Pangeran.. Kau sangat sempurna"
CUP.. CUP.. CUP.. CUP
ia menciumi setiap jengkal dari tubuh chanyeol, chanyeol sendiri hanya diam menikmati apa yang pujaan hatinya itu lakukan
"Dan ini.. kenapa begitu besar, tegap dan keras?"
"Uuuhh.. " chanyeol melenguh lagi ketika baekhyun mulai mengocok kejantanan nya dengan tempo yang lebih cepat
Baekhyun memasukan kepala penis chanyeol kedalam mulutnya, ia berusaha memasukan seluruh Batang raksasa itu kedalam mulutnya, tapi apa daya mulut baekhyun terlalu mungil untuk penis chanyeol, hanya setengah dari penisnya saja yang masuk ke dalam mulut barkhyun
Meskipun begitu chanyeol masih bisa merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalari Batang penisnya, rasanya sangat hangat dan basah
Baekhyun memajumundurkan kepalanya dengan tempo teratur dengan tangannya yang bergerak meremas buah zakar chanyeol
"Uuuuhhh.. " chanyeol menggeram lagi, ia hanya mampu mencengkeram sprei kasur untuk melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan..
.
.
.
Jongin menatap kyungsoo yang terbaring pingsan di jok belakang mobilnya, ia menyeringai tipis..
DORR.. CKIIITTT.. BRAAKK
jongin terkejut bukan main ketika ban mobil belakangnya ditembak oleh seseorang, kejadian itu berlangsung sangat cepat. ia sama sekali tidak menyadari telah dibuntuti sedari tadi
BRAAAKK..
mobil jongin ditabrak dari belakang oleh mobil lain, dan dari arah depan muncul dua mobil lain yang menghalangi mobil jongin
Pria berkulit Tan itu mengernyit bingung, siapa mereka? Kenapa mereka melakukan ini
Beberapa pria berpakaian serba hitam dengan tudung yang menutupi wajah mereka keluar dari dalam mobil yang berada di depan mobil jongin, tanpa aba-aba mereka langsung mengeluarkan pistol dari saku celana mereka dan menembak mobil jongin dengan membabi buta
DORR DORR DORR
jongin langsung pindah kebelakang dan refleks memeluk tubuh kyungsoo, meskipun kaca mobilnya ini anti peluru, tetap saja jika diserang seperti ini pasti akan hancur juga
Jongin bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang? yang ia pikirkan sekarang hanyalah untuk melindungi kyungsoo..
"Hentikan.. Kalian bisa membunuh mereka"
Seorang laki-laki bertudung hitam dan beberapa anak buahnya keluar dari mobil dibelakang mobil jongin, ia menginterupsi pria-pria itu untuk berhenti menembak
"Keluar atau kau mati?"
Ucap pria itu lantang dan tegas, jongin yang mendengar itu pun merasa dilecehkan. Ia pun memutuskan untuk keluar dan berhadapan langsung dengan pria bertudung hitam itu
"Apa yang kalian inginkan? Ada masalah apa kalian denganku? Kenapa kalian melakukan ini?"
"Urusanku bukan dengan mu, tapi dengan seseorang yang kau culik itu.. "
Jongin mendelik. Kyungsoo? Ada urusan apa mereka dengan kyungsoo?
"Apa yang kau inginkan darinya?"
"Itu bukan urusanmu, sekarang minggir atau kau akan mati.. "
Jongin mendecih "kau pikir kau bisa membunuhku? Mari kita lihat siapa yang akan mati"
.
.
.
"jalan geolgyungdo no 43 distrik myeongnan"
Sehun melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum menuju tempat yang tertera melalui GPS yang ia pasang. tangannya mencengkeram kemudi dengan kencang, rasa panik luar biasa kini tengah memenuhi hati dan pikirannya. Apa yang terjadi pada luhan? Sial! Ia tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani menyakiti luhan-nya.
Sreeettt..
Ia memarkirkan mobilnya dengan asal..
"LUHAN! LUHAN AH! SAYANG KAU DIMANA?"
Sehun berlari seperti orang kesetanan dan berteriak lantang seperti orang gila menuju sebuah gang kecil dijalan geolgyungdo. Gang ini cukup sempit dan gelap, meskipun begitu ia tetap berlari menelusuri gang itu berharap bisa menemukan luhan.
"TOLONGG!"
DEG
langkah sehun terhenti ketika mendengar suara luhan yang berteriak meminta tolong, dengan cepat ia menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan luhan
"LUHAN AH! LUHAN AH! "
"sehun-hmmmppthh.. "
Mendengar itu sehun semakin panik, dengan kalap ia berteriak dan menembakan peluru dari pistol yang ia bawa ke udara
DORRR
"LEPASKAN LUHAN BAJINGAN! AYO KELUAR DAN HADAPI AKU"
Hening selama beberapa saat, nafas sehun terlihat sangat tidak beraturan dan terengah-engah, wajahnya merah padam dengan mata yang mengkilat tajam. Emosinya benar-benar tidak terkontrol saat ini
Sraaakk... Sraakk
Atensi sehun langsung teralih pada semak belukar yang tiba-tiba berbunyi. tampak seorang pria yang sehun perkirakan berusia sekitar 40an menyekap mulut luhan dengan tangannya, emosi semakin menguasai sehun ketika melihat kondisi tubuh luhan yang tampak cukup mengenaskan dengan berbagai luka hingga tanda kissmark yang terlihat
"Lepaskan tangan kotormu itu darinya" ucapnya lantang sambil mengarahkan pistolnya pada pria itu
"Bukankah kau pria yang selalu datang untuk mengunjungi luhan? aku tak menyangka kau akan datang kesini untuk menyelamatkan luhan"
Sehun semakin mengeratkan pegangannya dan bersiap untuk menarik pelatuk pada pistol yang ia pegang. Konsentrasi nya semakin buyar ketika melihat tatapan penuh airmata yang tersirat dari kedua kelopak Indah milik luhannya
"Sebaiknya kau jangan ikut campur ,ia sudah terlalu banyak menyebabkan kerugian untukku"
"Aku tidak peduli, lepaskan dia atau kau akan mati"
Melihat itu, dengan sigap luhan menginjak kaki pria itu hingga cengkraman tangannya terlepas. setelah itu dia berlari kedalam pelukan sehun. dengan cepat sehun menembakan pelurunya kearah pria itu
DORRR
ARRRGHH
peluru itu berhasil mengenai perut pria itu, merasa belum cukup, sehun berniat kembali menembakan pelurunya namun luhan mengarahkan pistol itu kearah lain sehingga tembakan sehun meleset
DORRR
"sehun hentikan, sudah. ayo sebaiknya kita pergi dari sini, aku takut sehun hiks.. "
"Tapi pria itu harus mati luhan.. "
"Sehun, aku mohon.. aku takut"
Luhan memeluk tubuh sehun erat, ia menangis sesenggukan dan tubuhnya pun bergetar hebat pertanda ia memang sangat ketakutan
Sehun menghembuskan nafasnya keras "kau selamat kali ini, jika aku bertemu lagi denganmu, akan aku pastikan kau akan mati ditanganku"
Setelahnya sehun memeluk tubuh luhan dan segera beranjak pergi darisana
"Ayo sayang, kita pergi darisini"
Setelah sehun pergi, pria itu diam-diam menyeringai kecil sambil memegangi perutnya yang terus mengeluarkan darah
.
.
.
"Ahhhhh.. Ahhhh b-baekhyunnnhh ahhh"
Chanyeol benar-benar dibuat gila olehnya, baekhyun mengoral penisnya dengan sangat baik, ia menjilat, menghisap dan mengulum penisnya juga. rasanya chanyeol seperti diterbangkan kelangit ke7
Luar biasa sekali..
PLOP
Tiba-tiba baekhyun melepaskan kulumannya pada kesejatian chanyeol
"Aku rasa sudah cukup.. "
"Jadi kau sudah selesai sekarang?" tanya chanyeol sambil menyeringai lebar, ia bagkit dari tidurnya dan memeluk tubuh baekhyun, mereka berciuman lagi, kali ini bahkan lebih panas dari sebelumnya
BRUKK
kini chanyeol membalik keadaan, tubuh baekhyun ia baringkan dibawah tubuhnya
"Mari kita mulai permainan yang sebenarnya sayangku"
Baekhyun hanya tersenyum malu dibawah kungkungan tubuh besar chanyeol
Pria bertelinga peri itu mengocok penisnya pelan, setelah siap ia langsung memasukan kejantanan nya kedalam lubang surgawi baekhyun
JLEB
"AHHHHH.. "
Baekhyun berteriak histeris ketika Batang chanyeol baru masuk setengah nya, air mata tanpa disadari keluar dari pelupuk mata indahnya
Rasanya sakit sekali..
"Uggghh tahan sebentar sayang.. " chanyeol menggeram pelan, baru setengah saja yang masuk tapi rasanya sudah sangat nikmat, bagaimana jika seluruh kejantanan nya masuk kedalam sana?
JLEB
"AHHHHHH SAKIT HIKS.. "
"ARRRRGHH.. "
chanyeol memejamkan matanya erat, ketat sekali, penisnya seperti dicengkeram dengan sangat kuat oleh anus baekhyun. rasa nikmat itu bahkan membutakan chanyeol akan airmata dan teriakan kesakitan baekhyun
PLOK PLOK PLOK
ia langsung menghujam lubang baekhyun dengan sangat cepat dan kasar tanpa menunggu lubang baekhyun untuk menyesuaikan terlebih dahulu
"Ahhhhh pangeran sakit hiks, sakit sekali hiks.. "
Rasa nikmat itu seolah membutakan mata dan hati chanyeol, ia tidak peduli baekhyun kesakitan atau tidak, yang ia pikirkan sekarang hanyalah menjemput kenikmatan nya sendiri saja
"Ooohhh fuck baekhyun.. Ini n-nikmat sekali sayang ahhhhh.. "
"Hiks.. "
Baekhyun mencakar bahu chanyeol untuk melampiaskan rasa sakit yang ia terima.. Tapi meskipun begitu chanyeol seperti tidak menyadari jika bahunya berdarah karena cakaran baekhyun. Ia terlalu larut dalam kenikmatan duniawi yang baekhyun berikan kepadanya
.
.
.
"Temukan mereka, jangan sampai lolos.. "
"Baik.. "
Jongin menahan nafasnya dalam-dalam, ia berhasil melarikan diri setelah melemparkan bom asap untuk mengelabui mereka, sekarang ia dan kyungsoo bersembunyi di tempat pembuangan sampah setelah ia kalah melawan pria-pria tadi. tubuhnya sudah dipenuhi oleh lumuran darah karena tertusuk senjata tajam dan juga peluru pistol. wajahnya juga babak belur karena menerima pukulan demi pukulan dari orang-orang itu. jongin tidak mengerti, sebenarnya apa yang mereka inginkan dari kyungsoo? Mereka sepertinya bukan orang sembarangan, jongin tidak pernah terluka sampai separah ini jika bukan orang yang dihadapinya benar-benar kuat. bahkan jika ia dikeroyok sekali pun jongin tidak akan mudah dikalahkan, tapi kali ini ia bahkan hampir meregang nyawa, mereka benar-benar kuat, terutama pria yang menjadi pemimpin mereka. jongin bahkan tidak berhasil menggores kulitnya meskipun hanya sedikit
"Kami tidak berhasil menemukan mereka tuan, kami sudah menelusuri seluruh tempat ini"
Pria yang menjadi pemimpin mereka menghela nafas pelan, atensinya kemudian teralih pada ceceran darah yang menuju tempat pembuangan sampah. alisnya sedikit bertaut bingung lalu sedetik kemudian ia menyeringai tipis, ia berjalan pelan menuju setumpukan sampah itu sambil melantangkan suaranya
"Apa kau akan tetap bersembunyi disana? cepatlah keluar atau aku yang akan memaksamu keluar!"
DEG
jongin mengepalkan tangannya kuat, ia tahu ia sudah ketahuan, ia kemudian mengalihkan atensinya pada pria mungil dalam dekapannya, ia semakin merapatkan pelukan pada pria itu dan menciumi keningnya pelan. apapun yang terjadi ia harus melindungi kyungsoo, jika ia harus mati sekarang tidak akan jadi masalah selama ia masih punya kesempatan untuk melindungi pria bermata bulat itu
Pria itu menyeringai lagi "sepertinya kau memang suka bermain-main denganku ya? baiklah, kau sendiri yang memaksa ku untuk berbuat kasar bajingan!"
DEG.. DEG.. DEG
jantung jongin semakin berdetak tak karuan takala suara langkah kaki itu semakin dekat terdengar
"Bersiaplah untuk kematian mu yang menyakit-"
"Chogiyo.. "
Pria itu menoleh ketika terdengar suara seseorang yang menginterupsi tidak jauh dari tempat ia berada
"Chogi.. sepertinya telah terjadi sebuah kecelakaan beruntun disini. apa mobil-mobil itu milik kalian?"
Pria itu menghela nafas, kenapa bisa ada polisi disini? sial, sepertinya ia harus menunda rencananya dulu. ia tidak bisa berurusan dengan polisi setempat saat ini
Pria itu kemudian melepas tudung diwajahnya dan tersenyum dengan sangat ramah "Ne, itu mobil kami. kami mengalami kecelakaan kecil tadi"
Jongin benar-benar bersyukur mendengarnya, ini adalah kesempatan bagus agar ia bisa lolos dari cengkraman pria-pria tadi. sekarang tinggal bagaimana ia dan kyungsoo pergi dari sini.
"Bagaimanapun aku harus bisa segera pergi dari sini"
.
.
.
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Hiks.. "
Baekhyun masih menangis, sudah sekitar 15 menit chanyeol menyetubuhi nya dan ia sudah mencapai ejakulasinya lagi. Rasanya masih perih dan sakit, si pangeran itu menyetubuhi nya benar-benar tanpa perasaan sama sekali
Sadar akan Baekhyun yang belum mendapat kenikmatan nya chanyeol pun menurunkan wajahnya sedikit dan kembali mengajak pria mungil itu untuk perang lidah
Cppkhhh.. Cppkkhmhh.. Mppph
Seperti nya itu cukup berhasil karena baekhyun sudah mulai terlena, sambil berciuman chanyeol mencoba fokus mencari dimana posisi kenikmatan baekhyun
PLOK PLOK PLOK
"AHHHHHHH.. "
'GOTCHA'
tepat saat sodokan ketiga chanyeol berhasil menusuk prostat baekhyun, pria itu mendesah hebat ketika chanyeol berhasil menemukan titik kenikmatan baekhyun
PLOK PLOK PLOK PLOK
"Ahhhhhhh pangerannhhh.. "
Tubuhnya melengkung keatas karena prostatnya terus ditumbuk
CROTT.. CROTT.. CROTT
"Ahhhhhh pangeranhhhh"
Baekhyun langsung mengalami ejakulasi nya yang ketiga.. Chanyeol tersenyum melihatnya, setidaknya sekarang ia berhasil membuat baekhyun terbang melayang bersama menjemput kenikmatan, tidak seperti saat ia memperkosa baekhyun dulu
PLOP
chanyeol mencabut kejantanan nya dengan cepat
"Berbaliklah sayang, kita coba posisi lain"
.
.
"aaaaahh ahhhh pangeranhhh"
Baekhyun mencengkram kuat bantal yang ia jadikan topangan, dengan posisi menungging chanyeol jadi lebih mudah untuk menusuk baekhyun lebih dalam
PLOK PLOK PLOK
"Fuck Ouuuhh.. " chanyeol menengadahkan kepalanya keatas, posisi seperti ini membuat penisnya masuk lebih dalam kedalam lubang baekhyun, jangan tanya seperti apa rasanya. kata-kata saja bahkan tidak bisa mendeskripsikan betapa nikmatnya apa yang dirasakan chanyeol sekarang
"Pangerannhh akuhhh keluarhhh lagihhh ahhhhh"
CROTT.. CROTT.. CROTT
keempat kalinya baekhyun ejakulasi dan chanyeol masih tetap kuat seperti kuda perkasa
Chanyeol menarik tubuh baekhyun hingga kini ia duduk membelakangi chanyeol
PLOKK PLOKK PLOKK
Chanyeol masih terus menggenjot lubang itu tanpa ampun, baekhyun menolehkan kepalanya kebelakang dan menarik kepala chanyeol untuk ia cium kembali
Cppkhhmm.. Mmpphh.. Ahhh.. Ckkmmph.. Slrupp
Tangan chanyeol tidak tinggal diam, satu tangannya ia gunakan untuk memelintir puting baekhyun dan satu tangan lagi ia gunakan untuk mengocok penis baekhyun
"Hmmmphh.. Pangeran ahhhh"
"Kauhhh nikmathhh sekalihh baekhyun hmmmphh"
Mereka berganti posisi lagi dengan baekhyun yang menunggangi chanyeol (uke on top)
PLOKKK PLOKK PLOKK
Baekhyun benar-benar terlihat sangat sensual jika seperti itu, tubuhnya sudah dibanjiri oleh keringat, mulutnya terus mendesah tak karuan. sungguh pemandangan yang menakjubkan bagi chanyeol
"Pangerannhhh akuhhh keluarhhhh lagi.. "
CROTT.. CROTT
Spermanya kembali menyembur untuk yang kesekian kalinya, tubuhnya ambruk diatas tubuh chanyeol
"Pangerannn aku lelahhh, sungguh aku tidak kuat lagihhh"
Chanyeol memeluk tubuh itu pelan, ia mengecupi kening basah baekhyun berkali-kali
"Kau berbaringlah, biar aku yang selesaikan akhirnya.. "
.
.
PLOKK.. PLOKK.. PLOKK
baekhyun tergeletak pasrah dibawah kungkungan pria tampan itu, dia sudah benar-benar kehilangan tenaganya bahkan hanya untuk sekedar mendesah, sekarang ia akan membiarkan chanyeol untuk menjemput kenikmatan nya sendiri
PLOKK PLOKKK PLOKK
"Ssshh ahhh sssh ahhhhh baek.. "
Chanyeol menutup matanya rapat ketika dirasa ejakulasi itu akan segera datang
Baekhyun bisa merasakan kejantanan chanyeol berkedut hebat di dalam tubuhnya
PLOK PLOK PLOK
Chanyeol semakin mempercepat tempo gerakannya bahkan ranjang yang mereka tempati pun ikut bergoyang hebat karenanya.
"Arrrghhhhhh baekkkkhyunnhh akuhhhhh sam-arrrggghhhhh"
CROTT.. CROTT CROTTT
banyak sekali sperma chanyeol yang keluar, baekhyun bahkan merasa perutnya seperti dipenuhi oleh cairan hangat itu. Saking banyaknya cairan itusampai keluar membasahi sprei kasur
Chanyeol menahan tubuhnya dengan kedua tangannya agar tidak ambruk menindih baekhyun, rasanya benar-benar luar biasa! Meskipun mereka tidak ejakulasi bersama, tapi sungguh rasanya benar-benar sangat nikmat. chanyeol puas sekali malam ini
Baekhyun langsung tertidur setelah pergumulan panjang mereka, ia terlihat sangat kelelahan
Chanyeol tersenyum maklum melihatnya, ia turunkan kepalanya sedikit untuk mengecup kening pria itu
"Selamat malam sayang, tidur yang nyenyak aku mencintaimu"
.
.
.
Yifan menatap jessica yang tertidur disampingnya, dengan perlahan ia turun dari kasur dengan hanya celana dalam pendek yang membalut bagian privasinya, membiarkan tubuh kekar yang bercucuran keringat itu terekspos bebas
Ia mengambil ponsel dimeja nakas dan berjalan menuju jendela kamar, dengan santai ia menekan nomor seseorang dan mendekatkan smartphone canggih itu ketelinga kanannya
TUTT.. TUTT.. TUTT
terdengar nada sambung selama beberapa saat sebelum seseorang diseberang sana mengangkat telepon darinya
"Bagaimana? Apa yang sudah kau dapatkan? aku sudah cukup lama menunggu, kau tau itu?"
"..."
"Harus berapa lama lagi aku menunggu?"
"..."
"Baiklah, jika sampai kau gagal lagi kau akan tau akibatnya"
PIIP
Yifan menutup ponselnya secara sepihak, ia kemudian menatap tajam pemandangan diluar rumahnya, sampai kapan ia harus menunggu?
Jessica yang sedari tadi memang belum tertidur akhirnya membuka matanya pelan, sorot matanya terlihat sangat datar dan sulit diartikan...
.
.
.
"Hmmm.. " baekhyun melenguh pelan ketika sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela kamarnya
Perlahan ia membuka kelopak matanya saat ia sadar hari telah beranjak pagi, butuh waktu beberapa saat baginya untuk mengumpulkan kesadaran sepenuhnya, ia melirik jam yang terpajang di dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi
"aaaahhh.. " baekhyun meringis kesakitan ketika ia hendak bangun, rasanya tubuhnya benar-benar remuk terutama area selatan tubuhnya, perih sekali, rasanya seperti terbakar api..
"Ada apa ini? Kenapa tubuhku sakit semua?"
Ia menyibak selimut yang ia kenakan dan terkejut mendapati dirinya dalam keadaan telanjang bulat, belum lagi banyak bercak-bercak kemerahan yang menjalar rata hampir di setiap jengkal tubuhnya
Dan yang paling membuat baekhyun terkejut adalah adanya bekas ceceran sperma yang mengering di sprei kasur yang ia tempati
DEG
samar-samar baekhyun mulai mengingat kejadian semalam,
"aaaahhh.. aaaahh pangeran hmm"
"Kau sangat sexy pangeran.. aku hhhh"
"Ahhhhh.. Ahhhh b-baekhyunnnhh ahhh"
"Ahhhhh pangeran sakit hiks, sakit sekali hiks.. "
"Pangerannhh akuhhh keluarhhh lagihhh ahhhhh"
"Arrrghhhhhh baekkkkhyunnhh akuhhhhh sam-arrrggghhhhh"
BLUSH!
Baekhyun merona parah, ia ingat rentetan kejadian semalam. kenapa ia bisa seceroboh itu? Di surga sana ayahnya pasti sangat kecewa padanya jika ia tahu anaknya bersetubuh (lagi) dengan pembunuh ayahnya
Bagaimana bisa ia jadi lepas kendali seperti itu? seingatnya ia hanya meminum seteguk kopi lalu setelahnya ia merasa panas dan kegerahan. apa jangan-jangan minuman itu telah dicampur sesuatu? Sial! Kenapa baekhyun baru menyadarinya? sekarang bagaimana ia harus bertemu richard? baekhyun rasanya sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu pria itu lagi..
Tapi..
"Aku... Mencintaimu baek, sejak pertama kali aku melihatmu waktu itu aku sadar aku sudah jatuh terlalu dalam pada pesonamu. aku tau kau pasti membenciku karena kejadian itu, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri baek. aku mencintaimu dan aku ingin kau selalu berada disisiku, maafkan aku karena telah membunuh ayahmu. tapi ada alasan yang tidak kau ketahui yang melatarbelakangi perbuatan yang aku lakukan waktu itu. dan maaf karena membuatmu merasa terkurung disini, aku hanya tidak ingin kau menjadi incaran musuh-musuhku diluar sana"
Apakah baekhyun bisa mempercayai ucapan richard? Apa pria itu benar-benar serius dengan ucapannya? Dia benar-benar mencintai baekhyun?
Sebenarnya baekhyun cukup dibuat bingung dengan tingkah laku richard, jika memang benar dia mencintai baekhyun lantas kenapa ia membunuh ayahnya? Bukankah itu sangat aneh? tapi tatapan matanya seperti menyiratkan sebuah ketulusan yang dalam, jujur saja baekhyun tidak bisa menemukan sebuah kebohongan sedikit pun dari tatapan mata richard, ia terlihat sangat bersungguh-sungguh dengan perasaan nya semalam.
"Ah sudahlah, kenapa juga aku harus memikirkan pria itu? Ingat baek dia adalah orang yang telah melenyapkan ayahmu" ucapnya bermonolog seorang diri
"Sebaiknya aku segera membersihkan diri sekarang-ahhhh" baekhyun jatuh terduduk lagi ketika ia mencoba bangkit dari ranjang, pantatnya benar-benar terasa perih seperti terbakar
"Ish. Richard sialan! "
.
.
.
"Apakah ini sebuah kebetulan? Semalam sehun pulang dengan membawa seorang pria cantik kesini dan sekarang kau juga datang dengan seorang pria mungil lainnya disini, dan kenapa kau bisa terluka parah sampai seperti ini? seseorang telah menyerang mu?"
Jongin meringis ketika soojung kembali memasangkan perban tambahan disekujur tubuhnya, ini adalah luka terparah yang ia dapat selama menjadi anggota black devils, jongin berjanji suatu saat dia pasti akan membalas pria bertudung hitam itu
Chanyeol yang berdiri dihadapannya hanya menghela nafas pelan, kenapa akhir-akhir ini anak buahnya sering sekali diserang banyak orang? Kemarin hanbin dan sekarang jongin, hidup sebagai sekolompok mafia memang tidaklah mudah
"Aku sudah mencabut peluru yang bersarang dikakimu, luka-luka mu juga sudah aku jahit semua, mungkin butuh waktu beberapa lama untuk pulih seperti sedia kala"
Jongin mengangguk patuh mendengar ucapan soojung, ia kemudian mengalihkan atensinya pada sosok chanyeol yang berdiri tegak dihadapannya
"Semalam aku diserang oleh sekelompok pria tak dikenal, mereka bilang mereka ada urusan dengan kyungsoo.. "
"Lalu kenapa kau membawa pria bermata bulat itu kesini?"
"Dia biar menjadi urusanku, biarkan dia tinggal disini untuk sementara"
"Mwo?"
"Apa kau tertarik pada pria itu?" ucap soojung ikut menginterupsi
"Ini bukan masalah tertarik atau tidak tertarik, aku hanya harus memastikan sesuatu tentang anak ini" balas jongin sambil menatap kyungsoo yang tertidur di ranjangnya
"Dia sahabatnya baekhyun bukan? aku pikir tidak masalah jika dia tinggal disini, setidaknya baekhyun tidak akan kesepian lagi"
Jongin mengangguk mendengar persetujuan chanyeol, ia kembali memfokuskan atensinya pada pria bermata bulat itu
"Soojung kau sudah bertemu sehun? siapa pria cantik yang ia bawa semalam?"
"Aku sudah bertemu dengannya, namanya luhan. dia adalah orang yang special untuk sehun" soojung merespon ucapan chanyeol
"Siapa? kekasih maksudmu?"
"Bukan, kau tau belakangan ini sehun sering bersama seorang pelacur dari rumah bordil di gangnam? dia adalah pelacur yang berhasil mengalihkan dunia sehun"
Chanyeol mengangguk mengerti "lalu apa kau sudah memeriksanya? aku dengar dia terluka cukup parah semalam"
"Aku sudah memeriksa nya, lukanya memang cukup parah tapi sekarang sudah mulai membaik"
"Apa kau tau alasan kenapa sehun membawa pria itu kemari?"
"Aku tidak tau, mungkin saja sehun ingin membebaskan pria itu dari rumah bordil itu kan?"
Chanyeol mengangguk lagi "yasudah kalau begitu, sekarang kau istirahatlah dulu Jonathan, setelah kondisimu membaik, segera datang temui aku. kita harus segera mengadakan rapat untuk menyelamatkan hanbyul"
Jongin mengangguk singkat
"Aku akan menemui baekhyun dulu.. "
Setelah chanyeol pergi, jongin melirik ekspresi krystal yang terlihat datar-datar saja
"Apa kau baik-baik saja? aku tau kau sangat mencintai richard, soojungie"
Soojung tidak merespon, ia lebih memilih membereskan kotak p3k miliknya
"Aku pergi.. "
Jongin menghela nafas pelan, ia memandang punggung soojung yang berjalan pergi meninggalkan kamarnya
.
.
.
"Hiks.. Sakit.. Ini sakit sekali minah ssi Hiks"
Minah menatap prihatin baekhyun yang terlihat sangat kesakitan, tuan mudanya itu bilang semalam dia jatuh terpeleset dikamar mandi, sekarang ia terus-terusan menangis mengeluh sakit diarea pantat
"Tuan muda, sebaiknya kita memberitahu nona krystal agar ia bisa segera memeriksa anda. anda terlihat sangat kesakitan tuan muda"
"Andwae! Aku tidak mau, aku malu jika harus melepas celanaku dihadapan seorang wanita"
Baekhyun berbohong pada minah, ia bilang semalam ia jatuh dikamar mandi padahal sebenarnya pantatnya perih karena perbuatan chanyeol, serius ini sakit sekali, duduk saja sudah terasa sangat perih
"Ada apa ini?"
Chanyeol tiba-tiba saja masuk kedalam kamar dan menginterupsi perbincangan minah dan baekhyun
"Ah tuan richard..."
Minah membungkuk hormat ketika chanyeol masuk kedalam kamarnya, baekhyun yang melihat itu langsung merasa gugup. Potongan kejadian semalam seolah berputar kembali di dalam otaknya, rona merah seketika menjalari kedua pipi putihnya itu
"Ada apa ini minah ssi?"
"Tuan baekhyun mengeluh sakit dibagian bokongnya tuan, daritadi ia tidak berhenti menangis"
Chanyeol terdiam. bokong? ini pasti gara-gara perbuatan nya semalam, ia jadi merasa bersalah sekarang
"Lalu kenapa kau tidak memanggil krystal?"
"Saya sudah mencoba melakukan itu tuan, tapi tuan muda menolak"
Chanyeol mengalihkan atensinya pada pria mungil itu "kenapa kau menolak?"
Baekhyun yang ditanya seperti itu langsung gelagapan sendiri "a-aku malu, bagaimana bisa aku membuka cc-celanaku di depan seorang wanita.. "
"Kenapa krystal harus membuka celanamu?"
"Lalu bagaimana lagi? bokongku kan sakit, bagaimana ia bisa memeriksa ku jika celana ku tidak dibuka?"
Chanyeol menghela nafas "yasudah, kalau begitu biar aku saja yang meminta obat pada krystal"
Chanyeol segera berbalik meninggalkan baekhyun
"Kau tau tuan muda? Tuan richard tidak pernah sampai repot-repot mengambil obat untuk orang lain, hanya kepadamu ia sampai melakukan ini"
Baekhyun menoleh melihat minah yang tersenyum manis
"Kau satu-satunya orang yang mendapat perlakuan istimewa dari tuan richard, tuan richard tidak pernah mengijinkan siapapun untuk tidur dikamarnya, hanya kau saja yang di ijinkan tidur disini"
"K-kau ini bicara apa minah ssi, a-aku tidak mengerti"
Minah tersenyum pelan "aku bisa melihat dari tatapan tuan richard jika dia memang benar-benar mencintaimu tuan muda, tatapan matanya benar-benar sangat lembut ketika ia sedang menatapmu. dan aku tau tuan muda juga memiliki perasaan yang sama seperti tuan richard"
"M-mwo? Kenapa kau bisa berpikir seperti itu, aku sama sekali tidak menyukainya!"
"Anda hanya belum menyadarinya saja tuan muda, jangan pernah ingkari apa kata hatimu ucapkan tuan muda, saya permisi"
minah menutup rapat kamar baekhyun meninggalkan pria itu dengan berbagai pemikirannya sendiri, tanpa baekhyun sadari kedua pipinya lagi-lagi merona merah seperti kepiting rebus..
.
.
"soojung.. "
Krystal yang sedang meracik obat di ruangannya menoleh ketika chanyeol tiba-tiba datang dan memanggilnya.
"Wae?"
"Baekhyun... Hmm.. Baekhyun sakit, ia mengeluh sakit di area pantat nya "
Soojung mengernyit bingung "apa yang terjadi?"
"Baekhyun.. Hmm"
Chanyeol mengusap tengkuknya gugup, tidak mungkin ia bilang jika baekhyun sakit karena perbuatan nya semalam bukan?
Soojung yang teringat kembali tentang kejadian semalam akhirnya menghela nafas pelan, ia tahu kenapa baekhyun bisa sampai sakit. Ia berbalik menuju lemari tempat obat-obatan dan mengambil sekotak salep berwarna putih
"Berikan ini pada baekhyun, ini salep pereda rasa nyeri. suruh dia mengoleskan salep ini 2 sampai 3 kali sehari"
Chanyeol menerima salep itu dari tangan soojung "gomawo soojungie.. "
Chanyeol berbalik dan hendak pergi sebelum suara soojung kembali menginterupsi
"Apa kau benar-benar mencintai baekhyun chanyeol ah?"
Chanyeol menoleh "kenapa kau bertanya seperti itu?"
Soojung mengepalkan tangannya erat "kenapa kau melakukan ini padaku chanyeol ah? apa aku begitu tak terlihat dimatamu? Apa yang selama ini aku lakukan untukmu tidak berarti apa-apa sampai aku harus dikalahkan oleh orang yang bahkan baru masuk kedalam hidupmu? chanyeol hiks.. Hatiku hancur chanyeol hiks.. sakit sekali rasanya, kenapa aku harus jatuh cinta padamu? Kenapa hati ini terus berharap pada seseorang yang jelas-jelas tidak bisa aku miliki? kenapa kau tidak pernah mengerti perasaanku chanyeol ah hiks"
Soojung menumpahkan segala isi hatinya dihadapan chanyeol, ia menangis sekeras dan semenyedihkan yang ia bisa. ia ingin melepaskan rasa sesak yang selama ini membelenggu hati dan pikirannya
Chanyeol terdiam ditempatnya, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa. Ia tahu soojung memang sudah lama menaruh rasa cinta padanya, tapi chanyeol tidak pernah menaruh perasaan lebih pada gadis itu. dari dulu sampai sekarang chanyeol hanya menganggap soojung seperti adik kandungnya sendiri, tidak lebih. Sama halnya ia menganggap sehun dan jongin seperti saudaranya sendiri
"Soojung aku.."
"Tinggalkan aku sendiri chanyeol,aku butuh waktu untuk sendiri"
"Baiklah, jika kau sudah merasa lebih baik. Kita bisa bicarakan ini lagi nanti"
.
.
.
"Gunakan ini 2 sampai 3 kali sehari, kau bisa mengoleskan salep ini pada..hmm.. Itu.. Hmm kau oleskan salep ini pada-"
"Pada apa?"
"Anusmu.."
Suasana mendadak jadi canggung setelah chanyeol berkata seperti itu,
"Ekhemm.. Aku minta maaf baek,aku tidak bermaksud untuk-"
"Sudahlah jangan dibahas, terimakasih untuk obatnya" balas baekhyun singkat
"Baiklah kalau begitu aku pergi, jika kau butuh sesuatu kau bisa minta bantuan minah"
"Hmm ne.."
Chanyeol berbalik dan hendak pergi sebelum ia teringat sesuatu
"Sahabatmu kyungsoo ada disini, semalam jonathan yang membawanya kemari"
"APA? KYUNGSOO ADA DISINI? BAGAIMANA BISA?"
baekhyun langsung berteriak kaget ketika chanyeol menyebut nama kyungsoo
"Jonathan yang membawanya semalam, dan mungkin dia juga akan tinggal disini sama seperti mu"
"Mwo? Apa yang pria hitam itu lakukan pada kyungsoo? aku tidak akan tinggal diam jika ia berani macam-macam pada kyungsoo!"
"Jonathan tidak melakukan apapun, justru ia menyelamatkan sahabatmu itu dari serangan pria tak dikenal"
"Dimana dia sekarang? aku harus menemui nya-aaaaahhh"
Baekhyun meringis lagi ketika ia tiba-tiba berdiri, rasa perih itu masih sangat terasa
Chanyeol menghela nafas melihatnya, ia bergerak kedepan dan langsung mengangkat tubuh baekhyun ala bridal style
"YA! apa yang kau lakukan?"
"Bukankah kau ingin bertemu kyungsoo? aku akan mengantarmu ke kamar Jonathan"
"Tapi aku bisa jalan sendiri"
"Berdiri saja tidak bisa bagaimana kau akan berjalan?"
"Tapi aku-"
"Diam atau aku akan mencium mu"
DEG
baekhyun terpaku ketika chanyeol dengan sengaja mendekatkan wajahnya pada baekhyun, chanyeol benar-benar dikaruniai wajah tampan yang sangat sempurna. perasaan nya semakin tak karuan jika seperti ini caranya
Pada akhirnya baekhyun hanya terdiam dengan pipi yang merona merah ketika chanyeol membawanya menuju kamar jonathan
.
.
.
CUP.. CUP.. CUP.. CUP..
Luhan terusik dari tidurnya ketika dirasa ada seseorang yang mengecupi wajahnya, perlahan ia membuka kedua matanya dan tersenyum ketika wajah rupawan sehun yang pertama kali ia lihat
"Kau sudah bangun sayang?"
"Ne, dimana ini sehun?"
"Markas utama black devils, kau aman berada disini"
"Lalu bagaimana dengan tuan hong? Kau tau aku tidak bisa lari begitu saja dari sana, ia pasti akan mencariku lagi"
"Kau tidak perlu khawatir, dia tidak akan berani mencarimu sampai kesini, kau aman bersamaku sayang" sehun berucap sambil mengendus perpotongan leher luhan
"Lalu bagaimana sekarang? Aku.. Harus bagaimana? aku tidak punya tempat tujuan "
"Tinggalah disini bersamaku, aku akan meminta ijin pada richard agar kau bisa tetap tinggal"
"Tapi apa tidak masalah?"
Sehun mengecup kening luhan "tentu tidak sayang, aku yakin richard tidak akan menolak"
luhan tersenyum "kamsahamnida sehun ah"
"Sama-sama cantik"
Sehun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah luhan dan perlahan namun pasti ia mengeliminasi jarak diantara mereka berdua
TETT.. TETT.. TETT
Tepat sebelum bibir mereka bersatu, suara alarm monitor dari layar komputer besar yang terpasang dikamar sehun menyala dan berubah warna menjadi merah
Sehun yang melihat itu langsung meloncat dari atas kasur dan dengan cepat berjalan melihat layar monitor komputer
"Ada apa ini? "
Layar komputer sehun terus menunjukan warna merah yang berkedip-kedip pertanda ada seseorang yang berusaha meretas sistem jaringan komputer milik black devils
Dengan cepat sehun berusaha mencegah hacker tersebut untuk merusak sistem komputernya
TETT.. TETT.. TETT
"SIAL"
sehun menggeram kesal, sistem komputer nya berhasil diretas dan tiba-tiba saja layar komputer nya menunjukan ada sebuah e-mail masuk dari pengirim yang tidak diketahui
Dengan cepat sehun membuka e-mail tersebut yang ternyata berisi beberapa foto hanbyul yang tengah diikat diruangan gelap dengan sebuah timer bom yang terikat ditubuhnya
Dalam keterangan foto itu ditulis jika richard tidak segera datang bom ditubuh hanbyul akan meledak dalam waktu 15 menit
Sehun mematung melihatnya, disana juga tertulis alamat dimana hanbyul disekap. 'Distrik samgyenggu no48 blok 19 bagian Selatan gangnam'
Butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai kesana dengan menggunakan mobil. itu terlalu banyak memakan waktu
"Sehun ada apa? Kenapa kau terlihat sangat panik?"
Sehun dengan sigap berbalik "luhan kau tunggu disini, ada sesuatu yang harus aku selesaikan"
.
.
.
Kyungsoo memegang kepalanya yang terasa pusing, ia baru saja sadar dari pingsannya dan yang paling membuatnya terkejut adalah saat ia membuka mata, pertama kali orang yang tertangkap retina matanya adalah pria yang menculiknya semalam. Jonathan kim!
"Kau sudah sadar?"
"K-kenapa aku bisa ada disini?" kyungsoo mengkerut takut, biar bagaimanapun pria ini adalah teman dari seseorang yang telah menculik sahabatnya
"Aku yang membawamu kemari.. "
"W-wae?"
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu"
"Sesuatu apa..?"
Jongin mendekatkan wajahnya pada kyungsoo dan itu sukses membuat pria mungil itu ketakutan
"Kau.. "
BRAKKKK
"KYUNGSOO!"
Baekhyun berteriak panik ketika ia melihat jongin yang hendak mencium kyungsoo
"YA! jauhkan dirimu dari sahabatku"
Baekhyun segera turun dari gendongan chanyeol dan dengan tertatih-tatih ia berjalan menuju ranjang
"Baekhyun.. "
Kedua pria yang sama-sama memiliki postur tubuh kecil itu saling berpelukan dan menangis bersama melepaskan rasa rindu
"Apa kau baik-baik saja? aku sangat mengkhawatirkan mu baek.. "
"Aku baik-baik saja, kenapa kau bisa ada disini kyung?"
Jongin beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri chanyeol yang berdiri tidak jauh dari sana
"Kenapa kau membawanya kemari? Tadi itu aku hampir saja memastikan sesuatu.. "
"Memastikan apa? Kau hampir melakukan pelecehan seksual pada anak dibawah umur.. "
"Ya! Dia itu seumuran dengan baekhyun, ah sudahlah! Kenapa kau membawa baekhyun kemari?"
"Ia ingin bertemu sahabatnya tentu saja, aku mana bisa melarang"
Jongin menghela nafas pelan, baiklah sepertinya ia harus menunda rencananya dulu
"Richard kau disini? Aku mencarimu ke kamar dan ruang kerjamu tapi kau tidak ada.. "
Chanyeol dan jongin menoleh ketika sehun datang menghampiri mereka
"Ada apa? Kenapa kau terlihat begitu panik"
"Sistem jaringan komputer kita telah diretas, dan tadi aku mendapat kiriman e-mail dari akun yang tidak diketahui, e-mail itu berisi tentang lokasi dimana hanbyul berada sekarang. kita harus cepat richard, hanbyul dalam bahaya"
"Mwo? Kita berkumpul diruang rapat sekarang"
"Tunggu! Aku ikut"
"Kau tinggalah disini untuk sementara, kondisimu masih belum pulih"
"Tidak bisa, aku harus tetap ikut rapat"
"Yasudah, ayo kita harus cepat"
.
.
.
"Kenapa kau bisa ada disini kyung? Apa pria itu yang membawamu kesini?"
Kyungsoo dan baekhyun saling melepas rindu satu sama lain setelah chanyeol jongin dan sehun pergi
"Pria siapa?"
"Jonathan! Pria hitam yang hampir mencium-mu tadi"
"Oh.. Iya dia yang membawaku kesini, semalam tiba-tiba saja dia datang kerumahku dan membuat kekacauan"
"Lalu paman dan bibi d.o? Mereka baik-baik saja bukan?"
"Kau tidak perlu khawatir, ayah sedang keluar negeri dan ibu sedang menjenguk nenek dikampung.. "
Baekhyun bernafas lega "syukurlah kalau begitu.."
"Apa kau terluka? Pria itu tidak melakukan hal yang aneh tehadapmu kan kyung?"
"Tidak kok, aku justru lebih mengkhawatirkan mu baek, jalanmu terseok-seok, apa kau baik-baik saja?"
Baekhyun langsung gelagapan mendengar ucapan kyungsoo
"A-ani, aku baik-baik saja. semalam aku terpeleset dikamar mandi, kau tidak perlu khawatir"
Kyungsoo mengangguk mengerti
"Kenapa kau terus dikurung disini baek? apa kau ada masalah dengan mereka?"
"Aku juga tidak tahu, aku terus dikurung disini setelah mereka membunuh ayahku, mungkin mereka takut aku akan mengadukan semuanya pada polisi"
"Jika memang seperti itu mereka pasti akan lebih memilih membunuh mu daripada menahan mu disini, pasti ada alasan lain kenapa kau terus-terusan dikurung disini"
"Menurut mu begitu?"
Kyungsoo mengangguk kecil
Baekhyun pun setuju dengan ucapan kyungsoo, alasan kenapa richard terus mengurungnya disini adalah karena pria itu menaruh hati padanya
"Apa mereka memperlakukan mu dengan baik disini baek?"
Baekhyun mengangguk "hanya saja aku tidak diperbolehkan keluar kamar"
"Kenapa begitu?"
"Aku juga tidak tahu"
"Hm ini aneh, mereka melenyapkan ayahmu tapi sama sekali tidak menyakiti anaknya, apa kau tidak berniat untuk melarikan diri lagi baek?"
"Aku sudah berhenti memikirkan itu kyung, richard itu sangat kejam, ia pernah menhancurkan satu rumah sakit dan membunuh anak buahnya sendiri karena aku kabur, aku tidak mau karena perbuatanku banyak orang tidak bersalah yang menjadi korban"
"Lalu bagaimana denganku baek? Apa aku akan dikurung juga disini?"
"Aku tidak tau kyung.. "
Kyungsoo mengigit bibirnya takut, bagaimana ini? Jika ia juga ikut dikurung lalu bagaimana dengan kuliah dan Orangtuanya?
"Baek aku tidak mau dikurung disini, aku takut. aku ingin pulang"
"Aku tidak tahu kyung, jujur saja aku juga takut pada mereka.. "
Kyungsoo menangis, tamat sudah riwayatnya sekarang
"Sudahlah kyung jangan menangis lagi, ada aku disini. setidaknya kau tidak akan sendirian kyung"
.
.
.
"Kita berangkat sekarang.. "
"Richard apa kau sudah gila? Ini jebakan, mereka sengaja menjadikan hanbyul umpan untuk menarikmu keluar, target utama mereka adalah kau richard"
"Lalu kenapa? Aku tidak takut pada siapapun krystal, kau tau ini bukan pertama kalinya aku dekat dengan bahaya. Aku sudah berjanji akan menyelamatkan hanbyul bagaimana pun caranya"
"Biar aku, sehun dan yang lainnya saja yang pergi, kau tidak perlu ikut richard"
"Lalu apa aku harus duduk santai disini sedangkan anak buahku mengerjakan semuanya sendirian begitu maksud mu? "
"Richard mengertilah, aku takut terjadi sesuatu padamu. aku mengkhawatirkan mu chanyeol"
Chanyeol menghela nafas lelah, soojung memang terlalu sering mengkhawatirkan nya padahal bukan sekali ini saja ia berhadapan dengan bahaya
Ia menyentuh pundak soojung dan meyakinkan gadis itu "kita pergi bersama, sehun dan yang lainnya sudah menunggu diluar"
Pria itu langsung bergegas pergi meninggalkan soojung yang masih sangat mengkhawatirkan chanyeol
.
.
.
"Yifan gyosu-nim sempat menemuiku baek, ia menanyakan tentang keberadaan mu"
"Benarkah? Lalu apa kau memberitahu nya?"
"Tidak, aku bilang aku tidak tahu"
"kenapa tidak kau beritahu kyung? Mungkin saja dia bisa menyelamatkan ku dari sini"
"Aku tidak bisa baek, aku sudah berjanji pada pria itu untuk tidak memberitahu siapapun tentang kejadian waktu itu"
"Siapa yang kau maksud kyung?"
"Jonathan! Jonathan kim"
"Mwo?"
.
.
Kyungsoo menatap sendu kepergian baekhyun, ia hanya bisa berharap sahabatnya itu akan baik-baik saja
"Berhentilah menangis.. Kau kelihatan sangat jelek jika menangis seperti itu"
Kyungsoo menoleh, ia baru sadar jika masih ada orang lain dirumah ini, buru-buru ia beringsut mundur takut orang itu akan melukainya
"j-jangan sakiti aku tuan, a-aku janji tidak akan melaporkan kejadian ini pada siapapun.. Aku mohon ampuni aku"
Ucapnya ketakutan sambil menundukan kepala dan menangkupkan kedua tangannya memohon pengampunan
Jonathan melangkahkan kakinya kedepan dan berjongkok dihadapan kyungsoo
"Kita obati dulu luka dibibir mu"
.
.
"aaaaaaahhh.. "
Kyungsoo meringis pelan ketika kapas dan cairan obat merah menyentuh sudut bibirnya, entah perasaan nya saja atau bagaimana tapi pria itu seperti terus-menerus menatapanya dengan intens, kyungsoo tidak berani menatap mata pria itu, dia terlalu takut
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
Kyungsoo terdiam, ia terlalu takut untuk menjawab pertanyaan pria itu
Jonathan tersenyum tipis "istirahatlah, aku akan suruh orang untuk membereskan kekacauan dirumah mu. dan jangan pernah beritahu siapapun jika baekhyun datang kemari. kau sudah berjanji padaku".
Kyungsoo mengangguk patuh, kemudian ia menundukan lagi kepalanya dalam-dalam
"Aku pergi.. "
BRAAAKKK
setelah pintu tertutup dan pria itu benar-benar pergi, kyungsoo memegang dadanya yang berdetak keras tak karuan entah karena dia takut atau karena perasaan lainnya
.
.
"Aku takut mereka akan mengincar keluargaku lagi jika aku memberitahu orang lain termasuk yifan gyosu-nim, maafkan aku baek"
"Sudahlah tidak apa-apa, kau tidak salah. mereka semua memang brengsek"
"Oh iya, apa yifan gyosunim baik-baik saja? ia sering mekewatkan jam makan siangnya"
"Dia baik-baik saja baek, dia hanya terlihat sangat mengkhawatirkan mu"
"Aku begitu merindukannya kyung.."
Kyungsoo tersenyum tipis menanggapi nya
.
.
.
FLASHBACK ON
"Aku sedang dalam perjalanan menuju kampus, aku bangun terlambat hari ini"
Baekhyun bangun kesiangan pagi ini padahal ia ada kuis.. Entahlah mungkin dosen kang yang terkenal galak iti tidak akan mengijinkannya masuk kelas pagi ini
"Ne, aku tutup dulu telepon nya kyungsoo ya, aku sedang menyetir, kita bertemu dikelas nanti-OMO!"
CKITTT
BRAAAAKK
Mobil baekhyun oleng ketika tanpa sengaja ada seekor kucing yang menyebrang jalan, mobilnya langsung menabrak trotoar jalan ketika ia berusaha menghindari kucing tersebut
"Aigoo.. aaaaah appo"
Baek hyun meringis menyentuh keningnya yang berdarah akibat terbentur stir mobil
"Baekhyun ah kau baik-baik saja? Yoboseyo? Apa yang terjadi baekhyun ah? "
"Ne.. Kyungsoo ya, aku mengalami sedikit kecelakaan kecil disini"
"Apa? Bagaimana bisa? Kau baik-baik saja kan?"
"Kepalaku sedikit berdarah, tapi kau tidak perlu khawatir. aku baik-baik saja"
"Apa aku perlu menyusul kesana baekhyun ah?"
"Tidak perlu kyungsoo ya, aku baik-baik saja"
"Baiklah kalau begitu, cepat datang kemari baek.. Aku menunggu mu "
"Ne.. "
PIIP
Baekhyun keluar dari mobil dan ia lihat bamper depan mobilnya penyok karena menabrak trotoar, belum lagi mesin mobilnya yang tiba-tiba mati membuat baekhyun jadi semakin bingung
"Bagaimana ini? aku tidak mengerti cara memperbaiki mesin.. "
Tiba-tiba saja sebuah mobil audi hitam melintas di depannya dan berhenti di depan mobil baekhyun
"Chogiyo.. "
Baekhyun menoleh ketika mendapati seorang pria berkacamata tebal dan berkumis tipis keluar dari audi itu, ia berjalan pelan sambil tersenyum ramah pada baekhyun
"Apa kau mahasiswa dari seoul national university? Dilihat dari blazer yang kau pakai seperti nya kau berasal dari sana"
Baekhyun mengangguk "ne, aku mahasiswa disana, waeyo?"
"Ah begini, perkenalkan namaku wu yifan dan aku dosen baru di sana, jika tidak keberatan apa kau mau menunjukan jalan menuju kampusmu? Jujur saja aku tidak tahu arah menuju kesana"
"Sebenarnya aku baru mengalami kecelakaan mobil, mobilku rusak dan aku tidak bisa pergi ke kampus sekarang"
"Kalau begitu kita berangkat bersama saja, kebetulan aku membawa mobil"
"Lalu bagaimana dengan mobilku? "
"Nanti akan aku panggilkan tukang derek untuk mengurus mobilmu.. "
Baekhyun terdiam sejenak, tidak ada pilihan lain sekarang, ia sudah telat untuk mengikuti kuis dari dosen kang
"Baiklah kalau begitu, kajja"
"Tapi sebelum itu sebaiknya kita ke rumah sakit dulu, kening mu terluka"
Baekhyun refleks menyentuh keningnya dan ia meringis "aah tidak usah, aku bisa mengurusnya nanti"
"Tapi jika terlalu lama diabaikan itu bisa membuat infeksi ehhmm.. "
"Baekhyun, namaku byun baekhyun"
"Ne, baekhyun ssi nanti bisa infeksi"
"Tapi aku ada kuis pagi ini"
"Sudah tidak usah dipikirkan, yang penting lukamu harus disembuhkan dulu. biar aku yang tanggung biaya nya itung-itung sebagai tanda terima kasih dariku"
Baekhyun tersenyum tipis "baiklah kalau begitu, kamsahamnida"
.
.
"Baekhyun ah disini.. "
Jam kuliah sudah selesai sekitar 10 menit yang lalu dan sekarang para mahasiswa SN university sedang menikmati waktu istirahat mereka, seperti saat ini baekhyun sedang berada dikantin untuk makan siang bersama kyungsoo
"Ah baek, bagaimana keadaan mu? Kau baik-baik saja"
"Aku baik-baik saja kyung, hanya terdapat luka kecil dikepalaku"
"Lain kali kau harus lebih berhati-hati baek"
"Ne.. "
"Oh ya bagaimana dengan jurnal yang sedang kau kerjakan? Apa kang gyosu-nim menerimanya kali ini? "
Baekhyun menghembuskan nafasnya kesal "revisi lagi, sudah tiga kali aku membuat jurnal baru dan selama itu pula aku harus merevisi ulang"
"Wow sepertinya kang gyosunim punya standar yang tinggi ya? "
"Mollayo, rasanya kepalaku mau pecah jika memikirkan itu, bagaimana ini kyung? Aku terancam tidak akan lulus di semeter ini jika tidak segera menyelesaikan jurnal itu"
"Kenapa kau tidak minta bantuan yifan gyosu nim saja?"
"Mwo? Yifan gyosu nim?"
"Ye, dia adalah dosen baru dikampus kita. Kau tahu? seluruh gadis dikampus ini tengah heboh membicarakan dosen baru itu"
Kyungsoo membuka laman web kampus mereka dari smartphone miliknya dan membuka profile milik dosen baru ini
"Lihat ini, dia merupakan lulusan terbaik harvard university, dia lulus dengan nilai IPK paling tinggi"
Baekhyun cukup terkejut melihatnya, dia adalah pria yang meminta ia antar menuju kampusnya tadi pagi
"Lihat, banyak penghargaan nasional maupun international dibidang akademik yang sudah ia raih, ia merupakan mahasiswa andalan harvard di jurusan psikologi, ia pasti bisa dengan mudah membantumu membuat jurnal sosiologi itu baek"
"Aku bertemu dengannya tadi pagi,ia yang memberiku tumpangan sampai kesini, ia juga yang menyewa tukang derek untuk mobilku dan membayar biaya pengobatan ku dirumah sakit"
"Jinja? Kalau begitu bagus, pasti tidak akan sulit untuk meminta bantuannya kembali"
"Iya tapi aku malu kyung, kita baru bertemu satu kali dan aku sudah terlalu banyak merepotkannya"
"Baek.. kau ingin lulus atau tidak?"
"Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku harus.."
"Kalau begitu lakukan, toh kau tidak memintanya untuk mengerjakan tugasmu, kau hanya perlu memintanya untuk membimbingmu" saja
Baekhyun menghela nafas, sepertinya ia memang harus melakukan itu
.
.
"Sekian untuk hari ini, kita bertemu lagi besok'
"Ne kamsahamnida "
"Yifan gyosunim"
"Oh baekhyun ssi.. "
Baekhyun datang menemui yifan setelah jadwalnya selesai
"Begini, sebenarnya aku malu mengatakannya tapi aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi"
"Kau tidak perlu sungkan baekhyun ssi, katakan saja ada apa? "
"Aku ingin meminta bantuan mu untuk membantu mengerjakan jurnal tugas ku, apa kau bersedia yifan gyosunim? "
Yifan tersenyum, "tentu saja aku mau, tapi tidak sekarang, aku masih ada jadwal kelas lain. bagaimana kalau besok? Apa kau ada kelas?
Baekhyun menggeleng cepat "besok aku tidak ada kelas"
"Baiklah kita bertemu saat jam makan siang oke? "
Baekhyun mengangguk antusias "ne, kamsahamnida gyosunim"
.
.
Sejak saat itu mereka jadi semakin dekat dan dekat, jurnal tugas baekhyun juga telah diterima oleh kang gyosunim dan mendapat nilai A, semua itu berkat bantuan dari yifan
Mereka sering menghabiskan waktu bersama, bahkan hampir setiap hari yifan datang menjemput baekhyun untuk berangkat bersama
"Ekhemmm.. "
Kyungsoo berdehem untuk menyadarkan baekhyun yang sedang duduk di depannya
Sekarang baekhyun jadi lebih sibuk dengan ponselnya semenjak ia mengenal yifan, tak jarang ia tertawa sendiri seperti orang gila ketika mendapat balasan sms dari dosen tampan itu, seperti sekarang ini contohnya, ia sama sekali tidak menyadari keberadaan kyungsoo di depannya karena terlalu asyik chatingan dengan yifan
"Ish baekhyun ah" kyungsoo menggoyangkan bahu baekhyun dengan gemas
"Ah wae? Kyungsoo ya? Sejak kapan kau ada disini? "
"Sudah dari 15 menit yang lalu"
"Benarkah? Kenapa aku tidak sadar? "
"Kau terlalu sibuk dengan ponselmu baek"
"Hehehe maafkan aku kyung.. "
Baekhyun tertawa pelan
"Hm sudahlah, sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan? Kau terlihat sangat senang baek"
"Yifan gyosunim mengajakku nonton konser coldplay nanti malam, aku tidak menyangka jika kita sama-sama menyukai coldplay"
"Apa kau menyukai yifan gyosunim baek? "
"Ne? A-apa yang kau bicarakan kyung? "
Pipi baekhyun tiba-tiba saja merona Malu mendapat pertanyaan seperti itu dari kyungsoo
Kyungsoo hanya bisa menggeleng pelan, dari reaksinya saja ia sudah tau jika baekhyun memang tengah jatuh cinta
"Aku harap yifan gyosunim juga mempunyai perasaan yang sama seperti mu baek"
"a-apa yang- kyung aku tidak bilang aku menyukai yifan gyosunim"
"Tapi tingkah lakumu sudah menjelaskan semuanya baek, kau tidak akan pernah bisa membohongi sahabat mu ini"
Baekhyun menunduk malu, ia memainkan ujung kemejanya dengan malu-malu
"Lalu aku harus bagaimana kyung? "
"Kau hanya perlu menunggu baek"
"Mwo? "
"Kau tidak mungkin menyatakan perasaan mu duluan bukan? "
Baekhyun mengangguk setuju
"Sudah, sebaiknya kau dandan yang cantik besok agar yifan tertarik padamu oke? "
"Ya! Tapi aku ini laki-laki kyung"
"Hahaha kau memang lelaki, tapi lelaki cantik haha"
"Ish kau ini.. "
.
.
"Jadilah kekasihku baek.. "
Baekhyun mematung ditempatnya berdiri, hal ini sama sekali tidak pernah ia duga sebelumnya, yifan menyatakan perasaannya setelah mereka selesai menonton konser coldplay, ia berlutut sambil membawa sebuket bunga Mawar untuk baekhyun
"Ambil bunga ini jika kau menerima perasaan ku, tapi jika tidak, kau boleh membuangnya baek"
"Tapi bagaimana bisa? sejak kapan kau menaruh perasaan padaku? "
"Aku tidak tahu, perasaan itu tumbuh dengan sendirinya saat kita menghabiskan waktu bersama"
Baekhyun diam-diam tersenyum senang, ternyata perasaan nya tidak bertepuk sebelah tangan, tanpa ragu ia menerima bunga Mawar itu
"Ne, aku mau menjadi kekasih mu yifan"
Yifan tersenyum, ia bangkit dan langsung memeluk baekhyun mesra
"Terimakasih baek, aku janji tidak akan pernah menyia-nyiakan mu, aku mencintaimu"
Baekhyun balas memeluk yifan dengan bahagia"ne, aku juga mencintaimu yifan"
FLASHBACK OFF
.
.
.
Yifan memandang roti sandwich dan segelas kopi americano di hadapannya dengan pandangan datar, makanan ini yang biasanya disiapkan baekhyun jika ia melewatkan makan siangnya
'Aku sudah buatkan sandwich isi tuna untukmu, kau pasti melewatkan makan siang mu lagi kan?'
'Sayang, jangan lupa makan. aku tidak mau kau sakit'
'Segelas kopi americano untuk menemani kekasihku yang sedang lembur '
Ia tersenyum kecut, ia sangat merindukan pria mungilnya itu
"Maaf saya terlambat tuan.. "
Seorang pria bertudung hitam datang menemui yifan, saat ini mereka sudah berada disebuah restoran mahal diruangan VVIP
Pria itu membuka tudungnya dan langsung duduk di depan yifan..
"Apa kau sudah menemukan baekhyun? aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi..
seungri ya"
Pria dihadapannya yang ternyata adalah seungri itu tersenyum sopan "saya masih belum bisa menemukan tuan baekhyun, tapi setidaknya saya mendapatkan informasi yang sekiranya bisa saya beritahukan kepada anda tuan"
"Apa itu? "
"Saya mendapat informasi jika tuan baekhyun pernah mengunjungi sahabatnya yang bernama kyungsoo setelah ia menghilang, tapi tidak lama tuan baekhyun kembali menghilang setelah bertemu kyungsoo, Putra dari seorang pengacara terkenal DO in sung"
"Kyungsoo? apa kau yakin? Kyungsoo adalah salah satu mahasiswa dikampus ku, aku sudah bertanya padanya langsung dan ia bilang ia tidak tahu apapun soal baekhyun "
"Ne, saya yakin. saya mendapatkan informasi ini dari kaki tangan saya, ia mendapat informasi itu dari security kompleks rumah kyungsoo yang melihat tuan baekhyun berlari terbirit-birit menuju rumah keluarga DO"
Yifan mengernyit bingung, kenapa kyungsoo malah berbohong padanya waktu itu?
"Lalu apa hubungannya kyungsoo dengan menghilangnya baekhyun?"
"Kemarin saya sampat datang kerumah kyungsoo untuk meminta informasi tentang tuan baekhyun, tapi sayangnya saya kalah cepat dengan seseorang yang telah menculik kyungsoo. saya hampir berhasil merebut kyungsoo dari orang itu tapi sialnya tiba-tiba saja ada polisi datang yang mengira telah terjadi kecelakaan ditempat itu"
"Kau terlalu bertele-tele, katakan intinya saja langsung"
"Orang yang menculik kyungsoo adalah Jonathan kim"
DEG
Yifan langsung terdiam begitu ia mendengar nama itu "maksudmu.. Black devils?"
"Ne, saya yakin menghilangnya tuan baekhyun ada kaitannya dengan black devils.. "
"Kenapa kau bisa seyakin itu?"
"Saya berhasil mendapatkan rekaman cctv dari sebuah mobil yang terparkir di komplek perumahan byun seunghyun tinggal, hari dimana seunghyun meninggal adalah hari yang sama dengan menghilangnya baekhyun, dihari itu juga ketua kelompok mafia black devils terekam sedang berkeliaran disekitar kompleks dimana seunghyun tinggal"
Yifan melihat rekaman itu, rekaman itu memang tidak memperlihatkan wajah richard secara langsung, tapi dari postur tubuhnya saja yifan sudah sangat yakin jika dia memang richard.
"ada kemungkinan Jonathan menculik kyungsoo agar pria itu tidak melaporkan kejadian itu pada polisi, menghilangnya kyungsoo hanya berselang 1 Bulan semenjak tuan baekhyun menghilang dan keduanya sama-sama berhubungan dengan black devils"
Yifan mengepalkan tangannya erat
.
.
'"Cepat hubungi aku jika terjadi sesuatu"
"Ne.. "
Dua buah helikopter besar mendarat dilapangan luas dihalaman belakang markas utama black devils
Sehun, chanyeol, krystal dan beberapa anak buah black devils yang lain telah berkumpul semua dan bersiap untuk berangkat
"Ayo kita berangkat.. "
.
.
Kedua helikopter itu mendarat disebuah bukit tinggi, setelah mendarat mereka langsung berlari menuju lokasi yang dimaksud
"Berapa menit lagi yang tersisa?"
"12 menit lagi sebelum bom itu meledak"
"Baiklah kita harus cepat"
"BAIK!" Jawab mereka serentak
.
.
"Kau yakin hanbyul disekap disini? "
"Ne, alamatnya sesuai dengan yang tertera di e-mail"
"Baiklah, ayo"
BRAKKK
BRAKKK
BRAKKK
chanyeol dan yang lainnya langsung mendobrak gerbangnya setinggi 2 meter itu, mereka langsung berlari menerobos rumah besar yang terlihat seperti istana itu
"TUNGGU"
Seluruh anggota black devils langsung berhenti begitu krystal berteriak menginterupsi
Gadis itu mengeluarkan pistol dari dalam sakunya dan langsung menembak halaman luas rumah besar itu
DORRR
BOOOOM
sebuah ledakan besar langsung terjadi ketika krystal melepaskan pelurunya
"Banyak ranjau disini, kalian berhati-hati lah"
"NE!"
Mereka berlari lagi namun kali ini lebih berhati-hati agar tidak terkena ranjau
SYUTTT
ARRGGHHH
"DONG HO YA!"
"DIATAS!. " sehun berteriak
SYUTT
SYUTT
SYUTT
Sekelompok pemanah kelas kakap muncul dari lantai atas dan langsung meluncurkan puluhan anak panah dengan anggota black devils sebagai sasarannya
"BRENGSEK"
DORRRR
DORRR
DORRR
chanyeol langsung menembakan peluru ke lantai atas tapi sayangnya mereka semua berhasil lolos
"Bajingan.. "
Ia mengumpat pelan
"Dong ho ya"
Krystal berusaha membangunkan salah satu anak buah black devils kang dong ho yang terkena anak panah
"Aku tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawa-ARRRRGHH" Ia berteriak keras ketika krystal mencabut paksa anak panah itu, ia kemudian merobek lengan baju dongho yang dijadikan perban untuk menahan pendarahan dibahu dongho
"Kau tahan sebentar, setelah kita kembali ke markas aku akan segera mengurus lukamu"
"Ne"
"Kita tinggalkan dulu dong ho disini, kita tidak punya banyak waktu lagi" ucap chanyeol menginterupsi
"Kalian tidak akan kemana-mana"
Sekumpulan pemanah tadi tiba-tiba muncul kembali dari lantai 2 rumah namun bedanya kali ini mereka tidak membawa panah melainkan sebuah samurai panjang ditangan masing-masing
Chanyeol menatap kesal pada sekelompok orang itu, ia sudah tidak memiliki cukup banyak waktu lagi untuk sekedar bermain-main dengan mereka
"Biar kami yang menghadapi mereka, kalian pergi lah duluan, kami akan menyusul" ucap salah satu anak buahnya yang bernama wooshin
"Tapi apa kalian yakin?"
"kami pasti bisa mengalahkan mereka bos.. "
"Baiklah kalau begitu, stephen, krystal ayo kita pergi.. "
"Ne.. "
HUPP
TANG!
Sekelompok musuh itu tiba-tiba saja turun dan langsung menyerang richard, stephen, dan krystal secara bersamaan, untungnya saja mereka bisa dengan gesit menghindar
SYUTT
ARRRGHH
wooshin dengan cepat menancapkan pisau lipat miliknya pada salah satu musuh tersebut..
"Kalian segeralah pergi biar kami yang mengurus mereka"
TANG!
TANG!
TANG!
Krystal dan stephen berusaha menghalau serangan samurai itu hanya dengan pisau lipat ditangan mereka
"Sial! Ini tidak seimbang" sehun mulai mengumpat pelan
TANG!
TANG!
TANG!
Krystal terus berusaha menghalau serangan itu namun sayatan samurai itu berhasil memutus tali ikat rambut yang ia kenakan hingga kini rambutnya tergerai bebas
"Wow kau benar-benar sangat cantik" ucap pria tersebut mencoba menggoda krystal
Krystal tersenyum miring, "terima Kasih atas pujiannya tapi maaf aku tidak butuh pujian dari pria seperti mu"
SYUTT
SYUTT
Krystal berusaha menancapkan pisau lipatnya pada bahu pria itu tapi selalu gagal
"Kekeke kau benar-benar wanita yang agresif, tapi aku menyukainya"
TANG!
Pria itu langsung menyerang krystal dengan samurainya, untungnya ia masih bisa menahan serangan itu dengan pisau ditangannya
Pria itu terus menekan samurai miliknya agar mengenai wajah krystal
"Sial! " krystal ikut mengumpat jua sambil ia terus berusaha menahan samurai itu
DORRR
ARRRGHH
"Yongguk.. "
Anak buah black devils yang lain yaitu bang yongguk menembakan sebuah peluru miliknya pada pria yang berusaha membunuh krystal, peluru itu berhasil menembus dada pria itu hingga kini ia terbujur kaku dengan darah segar yang terus keluar
TANG!
TANG!
TANG!
Sehun masih berusaha menghalau serangan musuh sampai ia terpojok di dinding pagar
BUGH
BRAKKK
KRAKK
"ARRRGHH"
Anak buah black devils yang lain yaitu kihyun juga ikut memukul tengkuk pria itu dan setelah tersungkur ia langsung menginjak lehernya sampai patah
"Terima Kasih kihyun ah"
"Sama-sama hyung, sebaiknya kau segera selamatkan hanbyul, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi"
"Ne, aku akan segera pergi"
TANG!
TANG!
TANG!
"CEPATLAH KALIAN MASUK KEDALAM, HANYA TINGGAL SISA 10 MENIT LAGI SEBELUM BOM ITU MELEDAK"
wooshin berteriak sambil terus menghalau serangan musuh
"Krystal, stephen ayo cepat.. "
"Ne.. "
BRAAAKK
Chanyeol menendang pintu masuk di depannya yang setinggi dua meter itu
Setelah terbuka ia langsung berlari masuk diikuti krystal dan stephen dibelakangnya
Rumah ini benar-benar sangat besar dan mewah dengan gaya khas arsitektur romawi kuno
"Periksa setiap ruangan yang ada disini.. "
BRAKKK
BRAKKK
BRAKKK
mereka mendobrak satu persatu setiap ruangan yang ada dilantai satu, namun mereka tidak berhasil menemukan hanbyul
"Sial! Dimana mereka menyembunyikan hanbyul.. " chanyeol mulai mengumpat kesal
"Wah wah wah, aku kedatangan tamu rupanya.. "
Secara serempak mereka langsung menoleh kearah tangga yang menuju lantai dua. Seorang pria yang memakai pakaian khas seorang atlet wushu terlihat berjalan menuruni anak tangga
"Seharusnya kalian datang dengan memberi salam, bukan dengan cara mendobrak pintu rumah orang lain seperti itu" ucap pria berambut pirang itu
"Dimana kau sembunyikan hanbyul?"
"Kekeke santai sebentar, kita bermain-main dulu sebentar"
Chanyeol yang memang sudah sangat kalap langsung mengeluarkan pistolnya dan menghujani pria itu dengan tembakan
DORRR
DORRR
DORRR
"BRENGSEK! AKU TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK BERMAIN-MAIN DENGAN MU!"
HUPP
Krystal dan stephen membelalakan matanya kaget ketika pria itu bisa dengan mudahnya menghindari tembakan chanyeol hanya dengan melompat saja
"Kalian sangat tidak sabaran, baiklah kalau begitu, ayo kita mulai permainannya"
Pria itu mulai merenggangkan otot tubuhnya dan bersiap untuk bertarung
"Biar aku yang melawannya, kalian pergilah, segera selamatkan hanbyul"
Sehun menawarkan diri untuk melawan pria itu..
"Apa kau yakin?" ucap chanyeol kemudian
"Aku yakin, aku cukup menguasai ilmu beladiri dan aku rasa aku bisa menghadapi nya"
"Kita tidak punya banyak waktu lagi richard, hanbyul harus segera diselamatkan"
"Baiklah, hati-hati stephen. firasatku buruk tentang pria ini"
Sehun mengangguk "Ne..kau tidak perlu khawatir richard"
"Ayo krystal kita pergi.. "
"Ne.. "
BUGH!
Tanpa di duga sama sekali pria itu langsung berlari dan menyerang chanyeol, ia memukul chanyeol dengan satu tangannya namun chanyeol masih bisa menahannya dengan menggunakan kedua tangannya sebagai tameng
Saking kuatnya pukulan itu, tubuh richard sampai terdorong kebelakang secara perlahan
"Sial!.. " ia mengumpat pelan
"Richard!.. "
BUGH
KRAKKKKK
AHHH
Pergelangan tangan Krystal langsung dipatahkan ketika ia berusaha menolong richard
Setelah itu tubuhnya langsung di dorong hingga ia jatuh ke lantai
"Krystal.. " teriak chanyeol
Sehun tiba-tiba muncul dibelakang tubuh pria itu dan bersiap memukulnya
Dengan cepat pria itu menoleh dan menahan pukulan sehun dengan satu tangannya
"Apa? Bagaimana bisa.. " sehun terbelalak kaget pukulannya bisa dihentikan dengan begitu mudah
Kini posisi pria itu adalah satu tangan untuk mendorong tubuh chanyeol dan yang satunya lagi ia gunakan untuk menahan pukulan sehun
BUGH
ARRRGHH
Satu kakinya ia layangkan untuk menendang perut sehun lalu yang satu lagi ia tendangkan pada chanyeol
BUGH
Keduanya terpental cukup jauh karena tendangan itu
"Uhukk.. Uhukk"
Sehun terbatuk "sial! Dia kuat sekali" ucapnya pelan
"Kalian seperti nya terlalu meremehkan ku"
Pria itu menyeringai lebar dan langsung berlari lagi berusaha menyerang chanyeol
Sehun yang melihat itu tidak tinggal diam, ia berlari dan langsung menghalangi pria itu yang hendak menyerang chanyeol
Tangan kanannya ia gunakan untuk menahan serangan tangan kiri pria itu sedangkan tangan kiri nya ia gunakan untuk menahan tangan kanan pria itu
"Richard segeralah pergi, cari hanbyul. waktu kita tinggal 9 menit lagi"
"Tapi bagaimana dengamu stephen?"
"Aku akan menahannya semampuku"
"Kau dan krystal segera lah pergi"
Chanyeol mengepalkan tangannya kesal "baiklah, krystal ayo"
Dia membantu krystal berdiri dan segera pergi menuju lantai 2
"Aku tidak akan membiarkan kalian pergi"
Sehun menahan pria itu sekuat yang ia bisa, wajahnya sampai memerah sempurna dan tubuhnya sudah banjir keringat saking besarnya kekuatan pria itu
"Kau keras kepala juga rupanya"
SETTTT
BRUKKKK
hanya dalam waktu sepersekian detik pria itu berhasil membanting tubuh sehun hingga terbaring di lantai
"Arrrrrghh.. " sehun meringis dengan posisi tertelungkup, ia bisa merasakan beberapa tulang rusuknya patah akibat bantingan itu
"STEPHEN!"
"Chanyeol sudahlah, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi.. "
"Kalian tidak akan aku biarkan lolos.. "
Sehun menahan pergelangan kaki pria itu dengan tangan kanannya ketika ia hendak menyusul chanyeol dan soojung
"Cepatlah richard, pergi selamatkan hanbyul! Jangan khawatirkan aku, pria ini biar menjadi urusanku"
"Richard ayo!" krystal berusaha menarik tangan chanyeol
Dengan berat hati chanyeol meninggalkan sehun sendirian, dia tidak punya pilihan lain karena mereka sudah tidak punya banyak waktu lagi sekarang..
"Brengsek! Kau benar-benar keras kepala rupanya.. "
Pria itu mulai membentak kesal
"Lepaskan kaki ku.. "
"Tidak sebelum kau beritahu dimana hanbyul berada.. "
"Dasar keras kepala.. "
KRAKKKK
"ARRRRGHHH"
Sehun berteriak kesakitan, tangannya terasa hancur berkeping-keping ketika di injak oleh pria itu..
"Baiklah, kau yang menahanku disini. mari kita lihat sampai di mana batas kemampuan mu itu bocah tengik!"
Sehun meringis pelan 'sial...' ucapnya dalam hati
.
.
"Kau cari disebelah sana, aku akan mencari disebelah sini"
Di lantai 2, chanyeol dan soojung saling membagi tugas satu sama lain untuk mencari hanbyul.. mereka memeriksa seluruh ruangan yang ada dilantai 2, ruangan dan kamar di lantai ini jumlahnya lebih banyak dari lantai 1, ada belasan bahkan puluhan ruangan kosong yang entah apa fungsinya dirumah yang luasnya bahkan lebih luas dari lapangan golf ini
"Kalian sedang mencari sesuatu?"
Seorang wanita berjaket kulit hitam, berambut panjang sewarna dark brown tiba-tiba saja muncul dari salah satu ruangan sambil membawa sebuah cambuk panjang ditangan kanannya
Chanyeol dan soojung sontak memfokuskan atensinya pada wanita itu
"Wow.. Kau terlihat sangat tampan tuan, apa kau sudah punya kekasih?"
Krystal menatap sedikit ekspersi chanyeol yang seolah tak terbaca
"Sepertinya sudah ya? padahal aku pikir aku bisa menjadi kekasih masa depan mu wahai tuan tampan"
Gadis itu merubah ekspersinya menjadi cemberut dan dibuat sesedih mungkin
"Berhenti bicara dan tunjukan dimana hanbyul" krystal menyela dengan intonasi suara yang sangat dingin
"Wah kasar sekali, apa wanita itu kelasihmu tuan tampan? Hei, aku bahkan lebih cantik dari dia"
"Katakan apa maumu" ucap chanyeol yang tak kalah dingin
"Wow suaramu juga sangat berat tuan, itu seksi sekali.. Aku jadi semakin bernafsu untuk membawamu tidur diranjangku"
DORRRRRRR
PRAAAAANNNGG
Chanyeol yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya langsung menembakan pelurunya pada wanita itu, tapi sayangnya dia punya refleks yang sangat bagus. Dia hanya mengibaskan rambutnya sedikit untuk menghindari peluru itu, sebuah lukisan klasik yang ditaksir seharga ratusan juta won dibelakang tubuh wanita itu langsung hancur berkeping-keping terkena peluru dari chanyeol
"BERHENTI BERMAIN-MAIN DASAR JALANG!"
Wanita itu tersenyum mengejek sambil menyelipkan rambutnya dibelakang telinga
"Berani sekali kau mengataiku jalang, memangnya kau pikir kau siapa?"
Nada suaranya mulai berubah sinis
"Tadinya aku memang tertarik padamu, tapi sekarang tidak! Aku lebih tertarik untuk melenyapkan nyawamu"
Seringaian tipis muncul diwajah cantiknya,
CTAKK
CTAKK
CTAKK
ia mengibaskan cambuknya ke udara beberapa kali
"Berapa lama lagi waktu yang tersisa krys?"
"Tersisa 7 menit lagi.. "
"Brengsek! Tinggal tujuh menit tapi kita bahkan belum menemukan hanbyul!"
"Aku rasa mungkin dia disekap dilantai 3, kita sudah menyelusuri seluruh tempat dilantai satu sampai dua tapi hasilnya nihil. opsi terakhir hanya berada dilantai 3 richard"
"Wanita ini menghalangi langkah kita krys.. sepertinya mereka memang sengaja mengulur-ulur waktu"
"Kau pergilah kelantai dua, wanita ini biar aku yang urus.. "
"Apa kau yakin? Tapi pergelangan tanganmu masih terluka.. "
"Ini bukan masalah besar richard, dulu aku bahkan pernah membunuh seorang ketua gangster dengan kondisi tangan yang patah"
"Tapi.. apa kau yakin?"
"Kita sudah tidak punya banyak waktu lagi richard.. ayo cepat pergi"
"Baiklah, setelah selesai segera susul aku kelantai 3"
Soojung memangguk sekilas, setelah itu richard langsung berlari menuju tangga lantai 3
SYUTTT
Wanita itu melemparkan tali cambuknya dan mengikat kaki chanyeol, chanyeol yang sadar kakinya telah terikat tali cambuk langsung menolehkan lagi kepalanya pada wanita itu
Ia menyeringai tipis "kau tidak akan bisa kabur sayangku"
SRETTTTT
BRUKKK
Chanyeol langsung jatuh terbaring dilantai ketika wanita itu menarik cambuknya, tubuh chanyeol langsung terseret beberapa meter menuju arah wanita itu berdiri
"RICHARD!"
krystal langsung berlari, ia melompat dan menendang tubuh wanita itu hingga jatuh menabrak dinding
BRAKKKK
krystal menahan kedua tangan wanita itu agar tidak bergerak
"Cepat pergi chanyeol! "
Buru-buru chanyeol melepas tali cambuk di kaki nya dan langsung berlari menuju lantai 3
"Lepaskan aku bajingan!"
Krystal menatap sinis wanita itu "lawan aku jika kau bisa, dasar JALANG"
Ia sengaja menekankan kata jalang agar membuat wanita itu semakin geram
"Bangsat!.."
.
.
Chanyeol sampai dilantai 3, ia dobrak seluruh pintu ruangan yang ada namun hasilnya tetap sama, ia tetap tidak menemukan hanbyul dimanapun
"HANBYUL AH KAU DIMANA? INI PAMAN RICHARD, KAU DIMANA HANBYUL AH?"
"Tinggal 5 menit lagi, tapi hanbyul tidak ada dimanapun"
Chanyeol semakin kebingungan sekarang, kemana lagi ia harus mencari hanbyul?
Ia menyandarkan tubuhnya pada sebuah pintu bercat kayu hitam dibelakangnya, tanpa ia duga sama sekali, kenop pintu itu langsung terbuka ketika ia menyandarkan tubuhnya.
Chanyeol membuka pintu itu yang ternyata terhubung melalui sebuah tangga, tanpa ragu ia menaiki tangga tersebut yang ternyata membawanya pada atap rumah ini
Ia mengedarkan seluruh tatapannya pada atap yang luasnya hampir menyamai lapangan sepak bola
DEG
Itu dia, itu hanbyul, ia terikat ditengah-tengah atap dengan lilitan kabel timer bom ditubuh nya
Chanyeol langsung berlari menghampiri nya tanpa sadar ada bahaya lain yang tengah mengintainya
"Hanb-GUK GUK GUK GUK"
BRUKKKK
Rrrrhhhh
"ARRRRGHHH"
chanyeol tersungkur dilantai atap ketika 2 ekor anjing pitbull menyerangnya dari arah yang tidak ia duga sama sekali, darah segar mengalir dari bahu dan pahanya akibat gigitan 2 ekor anjing besar itu
Pistol yang ia bawa terlempar begitu saja dibawah kaki seseorang bertudung hitam
Hanbyul menangis, tapi suara tangisannya teredam oleh kain yang membekap mulutnya
"Aku dengar kau sering membunuh musuh-musuh mu dengan menggunakan anjing-anjing pembunuh bukan? sekarang bagaimana rasanya ketika mereka mengoyak tubuhmu secara langsung"
RRRRRHHHHHH-
"ARRRRRRGHHHH"
Chanyeol mati-matian menahan rasa sakit ditubuhnya akibat gigitan 2 anjing beringas itu, taring-taring tajam itu bahkan serasa meremukan tulang-tulangnya
"S-siapa k-kau.. "
Pria yang menutupi wajahnya dengan topeng itu diam-diam menyeringai
"Kau tidak perlu tau siapa aku, yang terpenting sekarang adalah bagaimana supaya kau cepat bertemu dengan malaikat pencabut nyawa"
Chanyeol berusaha menggapai pistol di dekat kaki pria itu tapi tangannya tak sampai
Pria itu tertawa keras, ia menendang pistol itu hingga jatuh ke bawah
"Apa hanya segini kemampuan seorang richard park yang terkenal bengis itu? ini benar-benar jauh diluar ekspektasi ku"
Richard sudah tidak fokus, rasa sakit ditubuhnya benar-benar mengacaukan seluruh konsentrasi nya
Ia benar-benar dalam kondisi terjepit sekarang..
.
.
BUGH
BUGH
BUGH
sehun hampir kehilangan kesadarannya, wajahnya sudah sangat hancur dengan darah dan luka lebam dimana-mana
Tangan dan kakinya patah dan beberapa tulang rusuknya juga patah karena serangan pria tadi, ia tidak tau apa yang akan terjadi padanya setelah ini
Tubuhnya benar-benar sakit dan ia sudah kehilangan tenaga sepenuhnya
"Apa hanya segini kemampuan mu? Kau benar-benar payah bocah tengik"
BUGH
BYURR
"Uhukk.. Uhukk"
Pukulan terakhir membuat sehun kembali memuntahkan darah, ia berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan kesadaran nya..
Seketika ia teringat bagaimana saat pertama kali ia diterima sebagai anggota black devils, waktu itu yunho sempat ragu menerimanya karena sehun sama sekali tidak pandai bela diri dan menggunakan senjata, ia hanya pandai menjadi seorang hacker daripada menjadi seorang petarung
Ia ingat bagaimana ia berusaha dengan sangat keras agar yunho mau menerimanya sebagai anggota black devils, ia terus berlatih dan berlatih hingga akhirnya ia pandai melakukan berbagai macam jurus beladiri hingga permainan senjata api maupun tajam, tapi sehebat apapun ia tetap saja ada orang yang kemampuannya jauh melebihinya, contohnya pria ini. sehun akui dia memang hebat, sehun bahkan tidak mampu hanya sekedar menggores kulit wajah pria itu. rasanya sungguh memalukan jika perjuangannya selama ini harus berakhir ditangan musuh seperti ini
Dan luhan, pria cantik yang telah berhasil memporak-porandakan hati dan pikirannya itu, apa ia harus meninggalkan luhannya dengan cara yang menyedihkan seperti ini?
"Ada kata terakhir yang ingin kau sampaikan sebelum aku melenyapkan mu?"
Sehun mengepalkan tangannya. tidak, ia tidak boleh mati seperti ini
.
.
BUGH
wanita itu menendang tubuh krystal hingga tersungkur, ia bangkit dan hendak melayangkan tinjunya pada soojung
BUGH
dengan sigap krystal menahan serangan itu dengan tangannya, tangan yang satu lagi ia gunakan untuk memukul wajah wanita itu tapi ia juga dengan tangkas menahan krystal
BUGH
AHHHHH
Tidak ada pilihan lain, krystal akhirnya menghantamkan kepalanya ke kepala wanita itu. Darah segar mengalir dari kepala keduanya
Tak ingin membuang kesempatan, krystal langsung mengeluarkan pisau lipat miliknya dan menggores wajah cantik wanita itu hingga terluka
"AHHHHHHHH" wanita itu berteriak kesakitan sambil memegangi pipinya yang terus mengeluarkan darah
"BERANINYA KAU"
Tanpa merespon apapun krystal kembali maju dan menyerang wanita itu dengan pisaunya, wanita itu refleks menghindar, ia memukul pergelangan tangan soojung yang sedang terluka
TRAKKK
"AHHHH"
Krystal berteriak kesakitan hingga pisau ditangannya terlepas, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh wanita itu. ia bergegas mengambil cambuk miliknya dan mencambuk punggung krystal hingga berkali-kali
CTAKK
CTAKK
CTAKK
"AHHHHH.."
Krystal ambruk, wanita itu langsung menduduki punggung krystal dan menghantamkan kepalanya berkali-kali ke lantai
BUGH
BUGH
BUGH
Kepala dan wajahnya sudah dipenuhi oleh darah, tubuhnya lemas dan ia sudah tidak bisa melawan lagi
DUK
Krystal tergeletak tak berdaya dibawah tindihan tubuh wanita itu
.
.
KRAKKKK
"ARRRRGHHH"
pria itu menginjak kaki chabyeol hingga terdengar bunyi patahan yang sangat nyaring
"Ayo richard, tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya. Kenapa kau jadi loyo begini?"
"Diam kau brengsek!"
Pria itu tertawa setan, ia mengeluarkan pistol dari sakunya dan mengarahkan pistol itu pada kepala chanyeol
"Hidupmu akan segera berakhir disini tuan richard park"
"Hmmmphtth..hmmmpthhh..hmmmpthh" hanbyul berontak dalam ikatannya, ia tidak mau jika orang yang telah dianggapnya seperti paman sendiri harus mati seperti ini
Chanyeol menutup matanya pasrah, sudah tidak ada lagi cara untuk kabur dari situasi ini..
.
.
"Bersiaplah untuk bertemu malaikat maut bajingan tengik"
Pria itu mengangkat tinjunya tinggi-tinggi dan bersiap menghantamkannya pada sehun
Sehun pasrah, ia menutup matanya rapat dan tersenyum miris..
BUGH
.
.
Wanita itu melihat pisau yang tadi digunakan krystal untuk menyerangnya tergeletak begitu saja dilantai, tanpa pikir panjang ia ambil pisau itu dan tersenyum sinis
"Ini akibatnya jika kau berani mengataiku jalang.."
Ia angkat pisau itu tinggi-tinggi Dan...
JLEBBB..
.
.
.
.
.
"Gong myung, jennie, tao.. waktu kalian habis, segera pergi melalui pintu rahasia.."
.
.
Suara seorang wanita terdengar begitu tenang dari earphone yang terselip ditelinga mereka
BUGH
Pukulan itu mengenai lantai disamping wajah sehun, pria itu menyeringai lebar "kau selamat kali ini"
Ia menepuk-nepuk wajah sehun sebelum beranjak berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu
.
.
"JLEB"
pisau itu ditancapkan pada dinding disamping krystal, wanita itu tersenyum mengejek "padahal aku masih ingin bermain-main"
.
.
"Semuanya, kita pergi.. "
Wooshin menatap bingung para kelompok pemanah itu yang tiba-tiba saja pergi sebelum pertarungan usai
"Ada apa ini? Kenapa mereka tiba-tiba pergi?"
.
.
DORRR
Peluru itu lepas ke udara
"Sayang sekali waktuku habis, jika kita bertemu lagi akan aku pastikan kau akan mati ditanganku tuan richard park"
Pria itu melempar pistolnya sembarang arah dan pergi menuju lantai bawah..
BUGH
BUGH
BUGH
"Enyahlah kalian anjing-anjing sial!.. "
Chanyeol yang tidak terlalu peduli memilih memukul kedua anjing itu sekuat yang ia mampu
"Rrrrrhhhhh... "
Bukannya lepas, anjing-anjing itu malah semakin menggigit tubuhnya dengan kencang
Chanyeol menolehkan kepalanya ke segala arah, ia melihat pistol pria tadi yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya sekarang
Ia berusaha menggapai pistol itu dengan tangannya
"Sedikit lagi.. "
Setelah dapat ia langsung mengarahkan pistolnya pada kedua anjing itu
DORRR
DORRRR
Kedua anjing ganas berjenis pitbull itu langsung tergeletak tak berdaya dengan peluru yang bersarang di kepala masing-masing
chanyeol berusaha berdiri
Tinggal 1 menit lagi sebelum bom itu meledak, bisa ia lihat hanbyul menangis sesenggukan di kursi tempat ia di ikat
Dengan cepat ia berusaha melepas ikatan kabel timer bom ditubuh gadis kecil itu, ia juga mencoba menghentikan timer bom itu dengan cara mengotak atik tombolnya. tapi hasilnya tetap nihil, timer itu tetap berjalan bahkan kini waktunya tinggal tersisa 30 detik lagi
Dengan cepat ia memutar otak, matanya melirik kesana kemari melihat sesuatu yang sekiranya bisa ia gunakan untuk menghentikan timer itu
Matanya akhirnya tertuju pada pistol tadi, buru-buru ia ambil pistol itu dan mengggunakan pistol itu untuk memukul dan menghancurkan timer itu.
BUGH
BUGH
BUGH
"hancur, hancur, HANCUR!"
ia berteriak kencang dan hanbyul terus menangis histeris
'20, 19, 18, 17, 16, 15.. '
BUGH
BUGH
BUGH
"SIAL!"
'14, 13, 12, 11, 10... '
.
.
Soojung masih berusaha mempertahankan kesadarannya, dengan suara lirih ia berucap
"Chanyeol ah.. " airmata nya mengalir tanpa sadar..
.
.
"Sssshhhh.. "
Sehun tersenyum lirih
'Apa begini akhirnya?.. '
.
.
'9, 8, 7, .. '
BUGH
BUGH
BUGH
'5, 4, 3.. '
PRAANGGGG
kaca timer itu pecah dan otomatis mati
Chanyeol menghela nafas lega, dengan segera ia menarik kabel yang mengikat tubuh hanbyul
Ia buka kain yang menyumpal mulutnya,
"Hiks.. Paman"
Hanbyul memeluk tubuh chanyeol dan menangis histeris, chanyeol mengelus rambut anak itu dan berusaha menenangkan nya
"Kita pergi dari sini.. "
Dengan langkah terseok ia beranjak pergi dari tempat itu
TETTT
TETTT
TETTT
DEG
tubuh chanyeol menegang, timer itu tiba-tiba hidup lagi, ia menolehkan kepalanya kebelakang dengan perlahan
'3, 2, 1..'
"Paman.. "
TETTTTT
DUARRRRRR!
BOOOM!
ledakan yang cukup besar itu terjadi sangat cepat, chanyeol dan hanbyul langsung terpental hingga jatuh kelantai bawah. atap rumah seluas lapangan golf itu juga hancur berkeping-keping habis dilalap api, dan rumah itu langsung runtuh seketika
.
.
Jongin dan anak buah black devils yang lain akhirnya tiba di lokasi kejadian
Setelah chanyeol pergi, ia memutuskan untuk menyusul menggunakan mobil
Alangkah terkejut nya ia ketika melihat rumah itu runtuh dan dilahap api
"Maldo andwae.. RICHARD"
.
.
Sebuah mobil mercedez benz berwana hitam terparkir beberapa meter dari lokasi kejadian, jessica tersenyum puas melihat rumah besar itu hancur berkeping-keping
"gong myung, jennie dan tao.. Kalian pantas mendapat reward karena ini"
.
.
Yifan tersenyum puas melihat video yang dikirimkan jessica beberapa detik yang lalu, ia telah memantau semuanya.. Richard ternyata masuk perangkapnya dengan mudah..
"Sepertinya rencana anda berhasil tuan.."
"Aku belum bisa memastikannya..seungri ya"
"Mari kita bersulang.."
.
.
"Uhuuuukkk.."
"Baek, kau baik-baik saja?"
Baekhyun tersedak minumannya sendiri, ia memandang botol cola yang tadi ia minum.. Kenapa.. Perasaannya jadi kalut begini
"Perasaanku tidak enak kyung.. "
Kyungsoo menatap bingung "ada apa..? "
"Aku hiks... "
Baekhyun tidak tahu kenapa ia menangis, tapi ia merasa telah terjadi sesuatu yang buruk..
.
.
"Hiks.. Sehun ah"
Luhan menangis keras dikamarnya, ia terus-terusan memegang kencang dada sebelah kirinya
"Apa yang terjadi denganmu?" ucapnya lirih penuh kekalutan
.
.
.
to be continued
Terakhir kali update sekitar bulan maret dan sekarang udah akhir juli, entah masih ada yang nunggu atau enggak wkwk anyway~ thanks yang udan fav, follow sama review ff abal ini ya~
see you in the next chapter muaaaachhh 😘😘😘
MIND TO REVIEW?
