Lie To Me! Remake
Jongin mengunjungi club elit dan bertemu para gadis. "Jong In-oppa! kapan kau tiba?" tanya seorang wanita. "Kau baik-baik saja?" tambahnya lagi. Mereka sudah sangat mengenal party goers satu ini. Salah seorang gadis menunjukkan cincin pertunangan-nya pada Jongin. Jongin mengucapkan selamat, "Hei, tapi kau kan berkata akan menungguku?" Ucap Jongin sambil tersenyum. Gadis itu berkata kalau Jongin tidak mengontaknya, tapi ia mengajak Jongin berciuam.
Baekhyun ada di situ juga dan teriak kesal, "Kalian pikir ini rumahmu atau hotel ya? menyebalkan sekali, pergi sana!" kata baekhyun sedikit mabuk, tidak Baekhyun sudah sepenuhnya mabuk. Jongin tertarik, "Siapa wanita ini?" pikir Jongin. Baekhyun mabuk dan marah-marah, "Kenapa berisik sekali? Diam! diam!" Katanya, Maklumlah namanya juga lagi Mabuk! Haha
Gadis yang bersama Jongin berkata kalau Baekhyun pasti wanita gila. "Kita pergi saja." ajak gadis itu. Tapi Jongin tersenyum geli, "Tempat ini semakin menarik saja, sepertinya tidak salah kalau aku pulang." ucap Jongin di sela-sela suara musik yang berdentum kencang.
Park Chanyeol ada di rumahnya sedang mengerjakan miniatur. Laki-laki dengan tinggi badan seratus delapan puluh enam itu benar-benar detil dan teliti. Kalian tau Chanyeol sudah membuat miniatur taman bermain lengkap dengan semua wahananya.
Chanyeol mendapat telpon dari Sekretarisnya Oh Sehun. "Oh Sehun, aku sudah bilang untuk istirahat kalau sudah selesai bekerja." kata Chanyeol begitu menerima telponnya. Raut wajah Chanyeol berubah jadi lebih serius, "Apa kau yakin? Dimana? Dimana ia sekarang?" tanya Chanyeol dengan nada serius. Chanyeol bergegas mengambil mantelnya dan langsung pergi keluar.
...
Jong In membaca tulisan Baekhyun, "Aku tidak bisa melakukan ini lagi" gumam Jongin. Jongin terheran kenapa bisa gadis ini menulis surat pengunduran dirinya ditempat seperti ini?
"Kenapa kau melihatnya." tanya Baekhyun menarik kembali suratnya. Bukan itu bukan surat melainkan sehelai tissu yang ia tulis sebagai surat pengunduran dirinya.
Jongin bertanya lagi, "Kau sedang apa."
"Apa kau tidak lihat, aku sedang menulis surat pengunduran diriku." Jawab baekhyun sambil memperlihatkan suratnya.
Jongin merasa geli dan tidak percaya "Surat pengunduran diri? disini?" kata Jongin. Baekhyun tanya, "Kenapa? Apa tidak boleh?",
Baekhyun melihat penampilan Jongin, "Kau mungkin belum pernah bekerja sepanjang hidupmu. Kalau ini adalah pekerjaan yang sangat sulit." ucap Baekhyun. Jongin membenarka perkataan Baekhyun, "Iya sepertinya begitu". "Tapi kenapa kau menulis surat itu di tissu?" tanya Jongin.
"Lalu aku harus menulis dimana? Hanya ada ini." tanya Baekhyun yang terlihat sedikit kebingungan. Bodohnya Jongin serius menanggapi Baekhyun yang sedang mabuk, "Tidak akan ada orang yang menanggapi surat pengunduran diri yang ditulis ditissu". "Itu lebih baik daripada ditulis saat di atas roller coaster." sambung Baekhyun sambil tertawa tidak jelas.
Baekhyun curhat, "Tiba-tiba segerombolan lebah muncul. Bagaimana aku bisa mengendalikan lebah. Apa kau pikir lebah-lebah itu akan mendengarkanku? Apa aku ini Tuhan?" Baekhyun mulai mengeluarkan semua masalah yang ada diotaknya. Jongin sangat setuju dengan pendapat Baekhyun, "Itu memang membuat frustrasi. Tapi bukankah lebih baik menulis surat permintaan maaf saja?" Jongin memberikan saran. Baekhyun kesal, "Tapi aku tidak melakukan kesalahan! Membuatku menulis permintaan maaf itu keterlaluan." protes Baekhyun.
"Kau sudah mabuk." tebak Jongin. Bukankah sedari tadi Baekhyun memang Mabuk? "Tidak!" elak Baekhyun. Ia tidak terima kalau dirinya dibilang Mabuk haha. "Jadi namamu Baek Hyun?" Kata jongin sambil membaca surat pengunduran diri milik Baekhyun.
"Bagaimana dengan isinya?" tanya Baekhyun.
"Apa kau akan memberikannya seperti ini?" Jongin menatap Baekhyun. "Tidak, aku akan mengeluarkan ingus dengan ini dan melemparkannya pada mereka." jawab Baekhyun serius.
"Itu cara yang jorok untuk mengakhiri sesuatu." ujar Jongin. Baekhyun tiba-tiba geli dengan kata-kata Jongin, "Kau bilang jorok..jorok. Itu lucu."
Chanyeol tiba di depan club dan ia lari masuk. Chanyeol mencari Jongin. Jongin melihatnya dan mengeluh, "Dia benar-benar cepat. Aku baru saja sampai."
Chanyeol juga melihat Jongin sekilas dan ia terhalang oleh para gadis yang mengajaknya berdansa. Jongin bergegas kabur. Chanyeol langsung mengejarnya.
"Aku sudah selesai dan tinggal menunggu hari Senin untuk memberikan surat itu." kata Baekhyun. Tapi ketika menoleh, suratnya sudah tidak ada. Jongin juga sudah menghilang. Baekhyun segera lari mengejarnya.
Jongin lari keluar dan langsung menumpang mobil kenalannya. Kalian tau Jongin itu sangat populer sekali. Chanyeol berlari keluar dan berteriak, "Park Jong In."
Baekhyun juga lari menyusul Jongin, "Dasar pencuri! Kau mencuri surat pengunduran diriku! Jika aku menangkapmu, mati kau! Aku ini pegawai negeri! Anggota bisnis senior Republik Korea Selatan!" teriak Baekhyun kesal karena Jongin mengambil Surat Pengunduran Diri miliknya. "Apa kau kenal Park Jongin?" tanya Chanyeol ketika mendengar teriakan Baekhyun.
Tapi tiba-tiba Baekhyun memegangi Chanyeol dan seperti ingin muntah. Jelas Chanyeol sangat kaget dan menghindarinya. Membuat Baekhyun merosot turun sampai berpegangan di kaki Chanyeol. Chanyeol panik, Baekhyun seperti tercekik, matanya mendelik. Lalu pingsan.
Chanyeol melepaskan pegangan Baekhyun dan ingin pergi, tapi orang-orang disekitarnya mulai mengenalinya, "Bukankah dia pria di TV itu?" bisik orang-orang itu. Sepertinya Chanyeol terkenal.
Chanyeol mulai gelisah dan mengulurkan jarinya ke Baekhyun, "Hei! hei! kau tidak bisa tidur disini hei..!" Sementara Baekhyun pingsan dengan mata mendelik (kejadian ini gak elit banget haha) Dengan terpaksa Chanyeol memanggil ambulance dan membawanya ke UGD.
Di Rumah Sakit, Chanyeol menjelaskan kalau gadis ini pingsan karena mabuk di depan klub di Kangnam. "Apa selain alkohol, gadis ini memakai obat lain?" tanya Dokter. Chanyeol tidak tahu, karena ia baru saja ketemu dengan gadis ini. Dokter meminta Chanyeol tanda tangan sebagai penjamin Baekhyun, Chanyeol menolak, "Aku bukan penjaganya!" Tapi ia berubah pikiran dan tanda tangan juga. Haha
Chanyeol menjaga Baekhyun yang pingsan. Ia sangat terobsesi dengan kerapian, dan sangat terganggu saat melihat kancing baju Baekhyun yang terbuka, sedikit ragu-ragu Chanyeol mau mengancingkannya, tapi tidak jadi.
Chanyeol menarik selimut, sayangnya selimutnya nyangkut di kaki Baekhyun. Chanyeol terpaksa menariknya. Membuat Baekhyun tiba-tiba sadar dan keduanya berpandangan dengan kaget.
Baekhyun tersenyum, lalu bergumam, "Dia tampan..siapa dia?" dasar mabuk. Chanyeol langsung lari memanggil perawat.
Baekhyun berusaha sadar dan fokus. Dokter dan perawat di dekatnya, "Siapa namamu?" tanya Dokter. "Byun Baekhyun" jawan Baekhyun. "Sebutkan berapa nomor identitasmu?" tanya dokter lagi. "841 017 206 811 tapi kenapa aku disini?" kata baekhyun. Suster kemudian mencatat nama dan nomor identitas Baekhyun.
Dokter menjelaskan kalau Baekhyun keracunan alkohol akut. Baekhyun kaget. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia juga tidak pakai obat-obatan. Apa lagi tidak menggunakan hal-hal seperti itu. "Apa kau kena sengat lebah?" tanya dokter. "Benar, aku tersengat kemarin." kata Baekhyun membenarkan.
Dokter mengerti, "Ada beberapa orang yang kalau kena sengat lebah ditambah alkohol akan mengakibatkan reaksi fatal, ini bisa saja parah, kau bisa mati." Dokter menjelaskan. Baekhyun syok, mati?! Dokter menenangkan Baekhyun, "Sekarang sudah tidak apa-apa, istirahat saja dan kau boleh pulang."
Setelah Dokter pergi, Baekhyun ngomel. "Apa dia gila, bagaimana aku bisa tenang? Katanya aku hampir Tuhan, aku terbakar, aku kepanasan."
Seorang Ibu di sampingnya menawarkan jeruk. Baekhyun berterima kasih tapi ia ragu apa boleh makan jeruk. "Berikan saja pada suamimu" kata ibu itu. Baekhyun heran, apa? Ibu itu mengira Chanyeol suami Baekhyun. "Pria muda yang tampan itu, bukankah dia suamimu?" tanya Ibu itu. "Bukan, dia orang asing." elak Baekhyun. Ibu itu heran, karena pria itu menjaga Baekhyun sepanjang malam. Baekhyun tidak percaya. Ibu itu berkata kalau "Pria itu duduk tanpa bergerak disana sepanjang malam, kau benar-benar tidak mengenalnya?"
Suami ibu itu datang sambil membawa makanan, ia berkata pada istrinya, "Pria itu bukan suaminya. Tapi pacarnya". Baekhyun belum sempat membantah karena Park Chanyeol datang. Sepasang suami istri di samping Baekhyun itu tersenyum, "Beruntung sekali, pacarmu sudah siuman". Baekhyun kaget dan langsung menyembunyikan diri dibalik selimut sambil mengintip Chanyeol.
Chanyeol tersenyum pada pasangan itu dan berkata kalau Baekhyun bukan pacarnya. Baekhyun duduk dan Chanyeol menjelaskan kalau mereka ketemu di klub. Chanyeol terganggu dengan kancing baju Baekhyun, "Tolong urus itu" kata Chanyeol.
Baekhyun segera menutupnya. Lalu ia garuk-garuk badan, rambutnya juga gatal. Baekhyun juga menyeka hidungnya. Chanyeol mengamatinya dan tidak percaya dengan kejorokan Baekhyun.
Chanyeol mendengus, dan berkata tidak mungkin, dia adalah pria itu. (maksudnya adiknya tidak mungkin bersama gadis jorok seperti Baekhyun) Chanyeol langsung pergi.
Baekhyun berusaha mengejarnya. Ia tanya pada perawat, "Pria yang bersamaku..tinggi dan.." perawat berkata kalau pria yang Baekhyun maksud ada di bagian administrasi. Baekhyun mengejarnya. Tapi sayang Chanyeol sudah jalan pergi.
Chanyeol sudah keluar dan akan masuk kedalam taksi. Baekhyun lari keluar dan melambai, "Hei! Kau tidak boleh pergi begitu saja!" teriak Baekhyun.
Chanyeol masuk ke taksi dan langsung mengunci pintunya. Baekhyun lari dan menggedor kaca, "Hei! hei!" Sopir taksi tidak mau pergi dan mengira keduanya sedang bertengkar, "Wanita itu sudah mengikutimu sampai disini, ayo berdamai dengannya" ujar Sopir taksi. Tapi akhirnya Chanyeol terpaksa keluar juga.
"Ada apa?" tanya Chanyeol.
"Bagaimana kau bisa pergi seperti ini?" tanya baekhyun balik.
Chanyeol menjelaskan bahwa ia sudah membayar biaya Rumah Sakitnya dan tidak begitu banyak, jadi ia minta Baekhyun tidak terlalu sungkan.
"Bukan, seperti itu" kata Baekhyun. "Aku tidak punya tas dan uang dan jika kau pergi begitu saja," Baekhyun menambahi. Chanyeol heran, "Apa kau tidak punya keluarga?". "Meskipun aku punya, aku tidak bisa menelepon mereka, bagaimana aku bisa berkata aku di Rumah Sakit karena keracunan alkohol?" jawab Baekhyun.
Chanyeol ingin memberikan uang untuk taksi tapi Baekhyun menolak dan ingin pergi ke klub di Kangnam bersama. Untuk mengambil barang-barangnya. "Setelah aku mendapat tasku, aku akan membayar biaya Rumah sakitnya" seru Baekhyun. Chanyeol berkata tidak perlu.
Baekhyun memegang tangan Chanyeol, "Aku seperti ini karena aku sangat berterima kasih padamu. Kau menyelamatkan nyawaku" Wkwwk baekhyun sksd :v
Chanyeol sepertinya ngeri karena tangannya dipegang Baekhyun. Chanyeol bergegas pergi. Baekhyun mengikutinya, "Kalau kau tidak mau pergi bersama, paling tidak kau bisa memberiku nomor kontak!" bujuk Baekhyun.
"Aku akan memberikan uang untukmu dan langsung mencari taksi, aku pikir kau juga tidak punya malu." kata Chanyeol. Lalu Chanyeol pergi.
Baekhyun tidak percaya, "Aku tidak tahu malu? Dia tidak mungkin mengira aku menggodanya! Apa yang ia pikirkan?" gumam Baekhyun kesal.
Chanyeol langsung pergi kerja. Saat ia keluar dari taksi, bell boy kaget, "Oh, Presiden" serunya. Chanyeol diam saja dan langsung jalan ke dalam. Di dalam, para staf juga syok melihatnya, ada apa dengan bajunya? kenapa dia tidak pakai setelan jas?
Chanyeol masuk ke kantornya dan Luhan berdiri dengan kaget, "Anda datang pagi sekali!" katanya. Chanyeol meminta Sehun menyiapkan jas.
Chanyeol duduk dan mengeluh, "Aku tidak tidur, aku merasa tidak nyaman."
Bibi Chanyeol tiba-tiba masuk, "Apa yang kau lakukan, sampai tidak tidur?" Tanya-nya. Chanyeol kaget, "Pagi, kenapa datang tiba-tiba?" kata Chanyeol. Oh Sehun masuk dengan setelan jas. Bibi Sunny mengingatkan Chanyeol, "Kau tidak lupa kencan hari ini, iya kan?"
"Dengan putri Presdir Lee?" Chanyeol mempertegas.
Chanyeol ingat kalau dia berjanji akan pergi. "Jongin sudah pulang, ia kembali ke Seoul dari Spanyol. Kemarin dia sudah tiba di Bandara Incheon." kata Chanyeol. Bibi Sunny marah, "Tidak perlu mencari Jongin sebelum dia mengakui kesalahannya dan pulang, jangan mengurusinya."
Chanyeol jalan dan akan duduk, "Benarkah?"
Tiba-tiba Sunny memukul kaki Chanyeol. Membuatnya kesakitan, "Kenapa?"
Bibi Sunny kesal, "Dia itu adikmu, kan. Adikku tidak membuat masalah, ada apa dengan adikmu?"
"Jongin sepertinya tidak menuruni Ayah, tapi ikut Bibi. Bibi Sunny hampir memukul Chanyeol lagi.
Sunny berkata kalau putri Presdir Lee cukup baik, "Jika kau cocok, menikahlah dengannya." Chanyeol mengiyakan, bagaimanapun businessman perlu seorang istri.
Bibi Sunny mengancamnya, "Kau harus serius, jika kau tidak menikah tahun ini. Aku akan memecatmu."
Chanyeol tersenyum, "Kau juga bilang seperti itu tahun lalu."
"Aku serius kali ini." kata Bibi Sunny.
...
Baekhyun pulang dan tidak percaya dengan tagihan di klub Kangnam, bagaimana bisa ia menghabis uang sebesar 270 ribu Won? Baekhyun kesal dengan Jongin yang minum terlalu banyak.
Baekhyun masuk dan menemui ayahnya, "Kau sedang apa?"
Ayahnya sedang potong kuku dan santai saja. Baekhyun protes, "Putrimu tidak pulang semalaman dan tidak menelepon, apa kau tidak cemas?"
Ayah Baekhyun terkekeh, "Aku tidak merasa cemas. Kau ini sudah hampir 30th, aku akan cemas kalau kau pulang tepat waktu setiap hari haha."
"Bagaimana kau bisa seperti ini? Biasanya para ayah akan melapor ke polisi!" Baekhyun merajuk.
"Karena kau juga tidak biasa! Aku melihatmu di berita, aku merekamnya." ujar Ayah Baekhyun.
Baekhyun melihat rekaman, tapi sayangnya hanya rekaman ketika ia terganggu karena sengatan lebah, bukan pidato, "Ini saja? tidak ada interview?" kata Baekhyun, padahal Baekhyun udah semangat tuh.
Ayahnya heran, "Kau diwawancara?"
Baekhyun menggaruk rambutnya, "Gatal sekali. Aduh!" eluhnya. Lalu Baekhyun keluar. Ayahnya teriak, "Kau mau kemana? Kau baru saja pulang!." Diluar, Baekhyun mulai dikenal. Seorang anak menunjuk kearah Baekhyun, "Bukankah itu Ahjumma yang ada diTV?"
Baekhyun naik darah, "Ahjumma apa? Panggil aku noona!"
Baekhyun pergi ke salon dan minta diatur agar tidak ada yang bisa mengenalinya. Hal yang benar-benar beda dari sekarang. Kapster bercanda dan berkata, "Anda salah datang, kalau mau yang seperti itu harus pergi ke dokter bedah plastik"
Baekhyun meralatnya, maksudnya ia minta diganti modelnya. Kapster mengerti dan ia langsung kerja. Ada wanita di depan Baekhyun yang sedang telponan dengan suaminya. Wanita itu berisik sekali dan sekalian pamer. Baekhyun malah mencibir.
Saat Baekhyun membuka majalah, ia menemukan foto Chanyeol. "Bukankah ini pria itu? Park Chanyeol." Baekhyun merasa foto itu terlalu banyak di edit dengan photoshop :v
...
Chanyeol menemui Nona Lee untuk kencan buta mereka. Lee memuji Chanyeol, yang terlihat lebih keren dari pada di majalah. "Aku membaca wawancaranya dan kau sudah terpilih sebagai wakil Korea Selatan untuk pengusaha muda?" kata Nona Lee.
"Itu hanya cara departemennya promosi." sambung Chanyeol.
"Apakah kau sering melakukan kencan buta seperti ini?" tanya Nona Lee.
"Tidak," jawab Chanyeol, "Ini yang pertama." Chanyeol menambahi.
"Wanita seperti apa yang ingin kau nikahi?" tanya Lee
"Wanita yang tahu apa artinya menjadi istri Park Chanyeol. Aku memikul banyak tanggung jawab, aku juga harus bertanggung jawab untuk banyak orang dimasa mendatang. Jadi agar aku bisa konsentrasi dengan pekerjaanku, aku ingin dia menjadi pendukungku yang teguh. Bertanggung jawab." Chanyeol menjawabnya dengan mantap.
Lee tanya, kenapa Chanyeol memutuskan pertunangan-nya yang dulu? "Apa aku boleh menanyakan alasannya?" ujar Lee, tapi Chanyeol diam saja.
...
...
...
...
A/n: Terima Kasih karena udah mau nge-review, yah walaupun ini cuma nge-remake. Tetep bilang terima kasih atas masukan dari kalian. Awal chap emang segaja didikitin karena takut gak ada yang baca, jadi sekarang satu eps aku bagi dua atau tiga chap aja ya:v terima kasih juga buat yang nge-follow&nge-fav. Kayak biasa aku tunggu review kalian selanjutnya, hehe
