Lie To Me! Remake
.
.
.
.
Pagi itu, World Hotel dilanda badai gosip. Para chef dan koki membicarakan tentang Presdir Park Chan Yeol yang menikah. Seorang koki wanita pingsan, ia tidak percaya kalau Presedir mereka sudah menikah. Chan Yeol sudah datang dan resah, ia tahu di setiap sudut Hotel, para staf membicarakan dirinya. Kalau presider menikah diam-diam, dia melakukan itu karena mungkin CEO atau Bibi Sunny tidak merestui hubungan mereka?
Chan Yeol kesal, ia masuk kantor dan tanya ke Se Hun apa dia juga dengar gosip tentang dirinya. "Apa maksudnya tentang pernikahanmu?" tanya Se Hun.
"Jadi kau sudah dengar juga? Siapa sebenarnya yang menyebarkan berita ini?" Jawab Chan Yeol.
Se Hun menegaskan, "Jadi kau tidak benar-benar menikah?". Chan Yeol berteriak, "Oh Se Hun". Se Hun kaget, "Mungkin kau menikah tanpa sepengetahuanku."
Chan Yeol geram, "Aku..aku tidak menikah!"
Se Hun membenarkan, "Bennar juga aku pikir ini aneh, bagaimana aku bisa tiba-tiba punya istri tanpa aku tahu."
Chan Yeol ingin tahu, "Apa ada wanita yang mengaku sudah menikah denganku?" Se Hun berjanji akan mencari tahu dan menenangkan Chan Yeol.
Baek Hyun berjalan sambil minum susu ke kantor, ia jalan terhuyung seperti masih mabuk, "Aku benar-benar tidak ingin kerja." ia berhenti, ada pria yang menunggunya. Park Chan Yeol? Park Chan Yeol mendekati Baek Hyun, "Apa kau istriku?" tanya Chan Yeol.
Baek Hyun melongo. Keduanya duduk di cafe dekat kantor Baek Hyun. Baek Hyun tertawa tidak percaya. Chan Yeol marah, "Apa kau pikir ini lucu? Byun Baek Hyun- ssi!"
Baek Hyun heran, "Kenapa kau serius sekali hah? Ini cuma gurauan." Siapa dia? konyol sekali. Baek Hyun tanya, "Kau tidak berpikir aku yang menyebarkan gosip itu kan?"
"Bukan aku." kata Chan Yeol.
"Bukan aku juga." Sahut Baek Hyun.
Chan Yeol menuduh Baek Hyun merencanakan ini sejak awal. Peristiwa pengembalian uang dan keracunan alkohol itu juga pasti rencana Baek Hyun.
Baek Hyun marah, "Aku benar-benar tidak bisa bicara! Hei, Presider Park Chan Yeol, meskipun sedikit menyedihkan mengatakan tentang diri sendiri, tapi aku ini cukup populer. Kenapa aku harus menyebarkan gosip?"
Chan Yeol mengancam akan menuntut Baek Hyun, karena pencemaran nama baik. Baek Hyun marah, "Bagimu, menikah denganku adalah merusak reputasimu?" tanya Baek Hyun. Chan Yeol merasa bukan itu masalahnya. Bagi BaekbHyun tu penting baginya.
"Sekarang, apa Kau punya bukti? Apa kau bisa membuktikan kalau aku yang menyebarkan gosip? jika kau bisa, kita lihat saja." ujar Baek Hyun.
Tiga rekan kerja Baek Hyun muncul dan melihat Baek Hyun bersama seorang pria. Mereka segera sembunyi dan mengintip keduanya. Chan Yeol mengancam, "Kau tahu aku tidak akan diam saja, aku akan mengambil tindakan hukum tentang masalah ini. Kita ketemu di pengadilan." kata Chan Yeol.
"Lakukan sesukamu!" sahun Baek Hyun
"Kau sebaiknya siap-siap." Chan Yeol memberi saran.
"Jangan lupa menyiapkan buktinya." kata Baek Hyun tidak mau kalah.
Chan Yeol pergi dengan marah. Tiga rekan Baek Hyun langsung berlari mendekati Baek Hyun, "Siapa itu tadi?" tanya mereka.
"Penguntitku!" jawab Baek Hyun.
Mereka kaget, "Apa?"
Chan Yeol keluar dari cafe dan Se Hun yang sedang makan permen loli, "Bagaimana? Apa dia mengakuinya?" Tanya Se Hun.
"Maling teriak maling, dia yang bilang kalau aku sendiri yang menyebarkan gosip itu!" Jawab Chan Yeol. Chan Yeol meminta Se Hun mencarikan pengacara. Yang terbaik.
Se Hun pergi ke sebuah rumah hukum dan melihat seorang wanita yang sedang marah-marah. Ternyata ini masalah perceraian, wanita itu marah karena pengacaranya tidak bisa mendapat hasil seperti yang dijanjikan.
Jong Dae muncul dan ia menyapa Se Hun, keduanya komen mengenai kejadian itu. Mereka berkenalan. Oh Se Hun akhirnya bicara dengan Jong Dae. Ia konsultasi mengenai kasus Chan Yeo, "Ini masalah temanku. Ada wanita aneh yang menyebarkan gosip kalau ia dan temanku sudah menikah. Dengan kondisi lingkungan sosial temanku, apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini?" kata Se Hun.
"Kenapa temanmu tidak datang sendiri." tanya Jong Dae.
"Dia itu sibuk sekali." jawa Se Hun.
"Kalau mau menyelesaikan ini di pengadilan, maka temanmu harus menemuinya sendiri." jelas Jong Dae. Se Hun mengerti dan ia juga harus membayar biaya konsultasinya.
Setelah Se Hun pergi, Min Seok datang sambil marah-marah pada Jong Dae, " Sayang! Apa kau sesibuk itu?" tanya Minseok.
Jong Dae minta maaf karena terlambat menjemput Min Seok. Min Seok masuk kantor suaminya dan marah. "Apa kau tidak melihat ada klien yang baru saja pergi?" kata Jong Dae.
Min Seok ingin tahu, "Kasus apa."
Jong Dae berkata, "Bagaimana bisa kau tanya tentang kasus kliennku?"
"Tidak ada rahasia diantara pasangan." ujar Min Seok. Jong Dae tetap tidak bisa mengatakannya. Tapi Min Seok terus mendesaknya. Akhirnya Jong Dae terpaksa mengatakannya.
Chan Yeol sampai ke hotelnya lagi dan stafnya masih saja bergosip. Chan Yeol sengaja berbicara dengan keras pada Se Hun, agar semua bisa mendengar, "Aku tidak tahu bagaimana gosip itu bisa muncul. Tapi aku pasti akan menemukan siapa yang mengawali gosip ini dan jika perlu aku akan menuntut secara hukum."
Se Hun berkata, "Ini membutuhkan waktu". Chan Yeol minta menyelidiki Baek Hyun dan orang disekitarnya.
Se Hun heran, "Apa kau benar-benar akan membawa masalah ini ke pengadilan?" Chan Yeol mengiyakan. Tapi Se Hun tidak setuju, kalau dengan wanita sebaiknya tidak perlu berkelahi tapi membujuknya.
Se Hun berkata jika wanita itu terus berkata kalau kalian sudah menikah danChan Yeol terus menyangkalnya, "Siapa yang akan dipercaya orang?"
Chan Yeol yakin orang akan percaya padanya, stafnya yang ikut mendengar pun menggelengkan kepala mereka. "Apa kau pikir orang akan percaya pada wanita itu?" tanya Chan Yeol.
Para staf otomatis mengangguk-angguk. "Tidak ada asap tanpa api. Pasti semua tidak percaya kalau benar-benar tidak ada sesuatu diantara kalian berdua. Kenapa wanita itu..."
Chan Yeol membentaknya, "Lakukan saja sesuai perintahku, ok?".
Teman Chan Yeol muncul, "Hei, Park Chan Yeol!"
Chan Yeol tanya, "Ada apa."
Teman Chan Yeol mengingatkan ada acara kumpul-kumpul di akhir pekan ini. "Aku akan datang." kata Chan Yeol.
"Bawa istrimu juga ya!" Seru teman Chan Yeol.
Chan Yeol kaget dan menyangkalnya. Teman Chan Yeol tidak percaya, " Ah apa karena bibimu tidak setuju?"
"Apa ?"
Teman Chan Yeol melompat-lompat dan membentuk tanda love diatas kepalanya, "Tidak perlu menyembunyikannya, kami akan selalu mendukungmu. Cinta adalah abadi! Fighting!"
Chan Yeol marah. Se Hun menenangkannya. Di Lift, Chan Yeol diam saja. Ia melarang Se Hun bicara sepatah katapun.
...
Baek Hyun sedang melihat dokumen ketika tiba-tiba Chan Yeol mendobrak pintu dan mendorongnya ke sudut. Chan Yeol murka dan seperti ingin mencekik Baek Hyun, "Kau pasti sudah pergi kesana sini dan menyebarkan gosip kalau Aku adalah suamimu, iya kan?" desak Chan Yeol.
Baek Hyun meminta Chan Yeol melepaskannya dan bicara tentang ini. Baek Hyun menyangkal sudah menyebarkan gosip. Chan Yeol meneriakinya, "Bohong! bohong! aku akan menghancurkanmu."
Baek Hyun ketakutan, "Bukti? bukti! apa kau punya bukti?"
"Bukti? ada disana" Chan Yeol menunjuk ke satu arah dan terlihat layar. Di layar itu ada kejadian di salon, saat Baek Hyun bohong kalau ia sudah menikah pada Min Seok.
Baek Hyun terbangun, "Ternyata ini cuma mimpi" gumamnya. Baek Hyun teriak, "Tidak! tidak! sama sekali tidak! Aku hanya berkata kalau aku sudah menikah, tapi tidak menyebutkan nama." Ponselnya bunyi, Baek Hyun mengangkatnya, "Halo?" ternyata dari Chan Yeo. Ia ingin ketemu.
Baek Hyun panik dan langsung menutup ponselnya. "Kenapa bisa tersebar gosip kalau aku menikah dengan Park Chan Yeol" ia monolog sendiri. Chan Yeol kesal, "Bagaimana aku bisa membujuknya baik-baik kalau dia tidak mengangkat panggilannya."
Chan Yeol terus menerus menghubungi Baek Hyun. Baek Hyun takut kalau Chan Yeol menemukan tempat kerjanya dan mencarinya. Baek Hyun ingin melarikan diri dari kantor. Dan benar saja, Park Chan Yeol jalan masuk ke lobby kantor.
Baek Hyun panik dan sembunyi di balik poster besar. Baek Hyun mencari cara untuk menghindar dari Chan Yeol. Tiba-tiba rombongan Menteri datang dan melihat Baek Hyun. "Apa yang kau lakukan disini?"
Baek Hyun kaget dan mau tidak mau harus keluar dan memberi salam. Park Chan Yeol melihatnya. Baek Hyun berkata "Aku sedang kerja dan proyek ini bisa dikemas dalam berbagai macam ide."
Menteri tertarik, "Benarkah? Apa kau benar-benar punya ide bagus?"
Baek Hyun membenarkan dan ia tidak ingin menyita waktu Menteri, jadi Baek Hyun akan menjelaskannya sambil jalan. Menteri setuju dan mengajak Baek Hyun keluar bersamanya. Baek Hyun jalan melewati Chan Yeol yang memandang tajam ke arahnya.
Baek Hyun pergi bersama Menteri. "Dia pasti merasa bersalah sehingga harus menghindar dariku." Kata Chan Yeol.
Baek Hyun turun dari mobil Menteri dan berterima kasih karena sudah diantar sampai sini. "Apa Ah Jung tinggal disini?" tanya Mentri.
"Bukan, aku punya kenalan disini." Jawab Baek Hyun. Menteri mengerti dan berkata menunggu laporan Baek Hyun.
Setelah Menteri pergi, Baek Hyunmengeluh, "Laporan apa! ini gila, iya kan?" Baek Hyun menyesali diri sendiri karena ide-ide kreatifnya.
Baek Hyun masuk ke dalam cafe. Ia menemui seorang ahjumma, sepertinya teman Ayah Baek Hyun. Baek Hyun langsung duduk dan curhat. Tapi bibi Zhang jalan pergi sambil berkata, "Sepertinya rumit."
Di ruang tengah ternyata ada Su Ho sepertinya ia teman bibi Zhang, "Siapa dia?"
Bibi Zhang menjawab, "Gadis kasar itu."
Baek Hyun menggaruk kepala dan mengeluh, "Aku bahkan tidak mendengarnya. Kenapa aku harus dihubungkan dengan Park Chan Yeol."
Di meja seberang, ada seorang pria yang sedang tidur. Ternyata itu Park Jong In. "Pencuri!" seru Baek Hyun.
Keduanya saling mengenal. Jong Inmenunjuknya, "Surat pengunduran diri itu!"
Bibi Zhang tanya apa Baek Hyun kenal dengan Jong In. Baek Hyun mengeluh dan jalan pergi. Jong In mengejar Baek Hyun. Jong In merasa ini takdir bisa bertemu dengan Baek Hyun lagi.
"Seharusnya kau berterima kasih karena aku sudah mengambil surat itu, kalau tidak sekarang kau sudah pengangguran." kata Jong In.
"Aku tidak berniat menyerahkan surat itu." sahun Baek Hyun.
Jong In tetap berpikir kalau ia sudah berjasa. Baek Hyun tidak mau tahu dan berjalan pergi.
"Jika dia pergi begitu saja, berarti ini cuma kebetulan, tapi jika aku mengejarnya berarti ini takdir. Hei, Byun Baek Hyun" kata Jong In
Baek Hyun menoleh, "Apa yang harus kulakukan dengan Surat Pengunduran diri itu?" tanya Jong In.
Su Ho berkata pada Zhang kalau Jong Intidak punya tempat tinggal. "Dia tidak bisa kembali ke rumahnya." Zhang rasa Jong In sudah diusir. "Bukan, begitu. Ada kejadian memalukan sehingga ia tidak bisa kembali." kata Su Ho.
"Apa? kenapa?" tanya Zhang.
"Rahasia." jawab Su Ho.
Baek Hyun dan Jong In pergi ke pojangmacha dan makan bersama. Baek Hyun mentraktir Jong In makan dan ia minta Jong In memberikan surat itu padanya.
Jong In heran, "Kenapa kau mentraktirku hanya untuk selembar tissu."
"Aku tidak suka barang milikku ada pada orang yang tidak kukenal." jawab Baek Hyun.
"Kau tidak sedang tanya "Siapa namaku kan?" kata Jong In. Baek Hyun tidak tertarik dan minta Jong In jangan bicara dengan gaya santai dengannya karena mereka tidak sedekat itu.
"Park Jong In. Ingat itu meskipun kau tidak tertarik." Jong In pergi.
...
Chan Yeol mendengarkan penjelasan stafnya tentang rencana ekspansi ke China akhir tahun ini dan juga grafik pendapatan mereka yang sangt meningkat sehingga memungkinkan untuk investasi.
Chan Yeol makan bersama Bibi Sunny dan membicarakan masalah investasi. Bibi Sunny memuji Chan Yeol, "Kau sudah kerja dengan baik." "Aku benar-benar tidak ingin investasi ini gagal. Ini adalah masalah masa depan hotel kita. Bisnis adalah peperangan." sambung Bibi Sunny
"Kau menakutiku, iya kan?" tanya Chan Yeol. Bibi Sunny bingung, "Kenapa Jong In tidak pulang?"
"Jong In tinggal di rumah temannya dan dia masih merasa tidak enak bertemu denganku." ucap Chan Yeol.
Bibi Sunny mengiyakan, "Tentu saja, karena dia, pertunanganmu jadi dibatalkan. Ini benar-benar memalukan." Bibi tidak mengerti kenapa mereka berkelahi hanya karena seorang wanita.
Chan Yeol kembali ke kantornya, ia duduk dan menghelanafas. Kemudian menarik laci, mengeluarkan fotonya bersama Jong In dan juga Do Kyung Soo. Wanita yang pernah mereka perebutkan.
...
Baek Hyun menghubungi Chan Yeol dan ingin bertemu. Baek Hyun ada di tepi sungai. Ia mengenakan jaket putih dan memakai kaca mata hitam. Baek Hyun melambai pada Chan Yeol. Chan Yeol menemuinya, "Ada apa? mengapa kau ingin aku kesini?" tanya Chan Yeol.
Baek Hyun memberikan tanda untuk diam, "Tidak disini. Kita bicara sambil naik perahu. Ayo naik." Baek Hyun memaksa Chan Yeol naik ke perahu kayuh. Baek Hyun mengayuh dan mengeluh, "Kenapa tidak jalan juga? Hei, Presider Park Chan Yeol! Ayo mengayuh!" Tapi Chan Yeol sibuk memunguti sampah yang tertinggal di dalam perahu, ia kelihatan jijik sekali.
Baek Hyun hanya ingin berhati-hati saja, itu sebabnya ia memanggil Chan Yeol kesini. "Tidak ada kenalanku yang akan naik perahu ini. Kau juga kan?"
"Mengapa kau tidak menyarankan pergi ke gunung sekalian?" tanya Chan Yeol kesal.
"Kau tidak bisa mempercayainya, ada banyak pendaki gunung. Ini lebih baik." jawab Baek Hyun.
Baek Hyun menjelaskan kalau ia tidak pernah berkata sudah menikah dengan Chan masuk akal, kata Chan Yeol. Baek Hyun berkata tapi ia juga bukannya tidak punya andil dalam masalah ini." Apa maksudmu," tanya Ki Joon.
"Aku hanya bercanda kalau aku sudah menikah dan mengatakannya pada temanku" jawab Baek Hyun.
"Jadi, kau berkata kau sudah menikah tapi tidak pernah berkata kalau kau menikah denganku?" Chan Yeol memperjelas.
"Kau pintar sekali!" seru Baek Hyun.
Ada pertengkaran di perahu dekat mereka. Sepasang kekasih bertengkar dan si gadis jatuh ke sungai. Chan Yeol dan Baek Hyun kaget. Tanpa berpikir panjang Baek Hyun langsung terjun untuk menyelamatkan gadis itu.
Chan Yeol kaget, lalu ia melihat banyak orang mendekat ke sungai. Chan Yeol akhirnya terjun juga untuk membantu Baek Hyun. Gadis itu selamat dan dibawa ke Rumah Sakit. Chan Yeol dan Baek Hyun menyelimuti diri mereka. Semua orang bertepuk tangan memuji keduanya. Setelah tinggal berdua saja, Chan Yeol marah, "Kenapa kau harus lompat?"
"Lalu apa? mengabaikannya?" jawab Baek Hyun.
Chan Yeol teriak, "Ada perahu penyelamat disana, dan pacarnya bahkan pakai jaket penyelamat. Kau tidak perlu melakukannya!"
"Aku hanya melakukan yang seharusnya." ucap Baek Hyun.
Chan Yeol menyindir, "Ktanya harus hati-hati, apa ini hati-hati?" Chan Yeol jalan ke mobilnya sambil ngomel, ia kedinginan dan basah. Tapi ada masalah, Chan Yeol kehilangan kunci mobilnya!
Baek Hyun kaget dan memeriksa sakunya, ternyata kunci mobilnya masih ada. Baek Hyun menunjukkan kunci dengan senyum kemenangan, "Sepertinya, dompetmu..ponsel..dan kunci mobilmu. Sepertinya hilang semua. Masuklah, aku antar pulang."
Chan Yeol menyerah dan masuk ke mobil Baek Hyun. Chan Yeol mengeluh, "Ada apa dengan mobilmu?" mobil Baek Hyun kecil, jadi Chan Yeol tidak nyaman.
Baek Hyun cuek. Ia berkata tidak akan minta uang karena sudah mengantar Chan Yeol. Sampai di rumah Chan Yeol, Baek Hyun bersin. Chan Yeol minta Baek Hyun keluar, ia ingin bicara.
Baek Hyun mengenakan kaca mata hitam karena takut Chan Yeol berkata, "Tidak ada siapapun di rumahnku."
Baek Hyun masuk rumah Chan Yeol dan membersihkan diri. Bajunya dikirim ke petugas Laundry. Baek Hyun berkeliling dan merasa kagum dengan rumah Chan Yeol. Ia jalan ke ruang tengah.
Chan Yeol sudah ganti baju bersih. Baek Hyun duduk di sofa sambil minum teh, 'Berapa harga pasaran rumah seperti ini?" tanya Baek Hyun.
"Kau tidak akan sanggup membelinya. Kecuali kau menerima suap sebagai pegawai negeri, maka itu tidak mungkin." jawab Chan Yeol.
"Siapa bilang aku akan membelinya. Aku cuma ingin cari pria yang tinggal di rumah seperti ini." ujar Baek Hyun.
Chan Yeol berubah wajahnya. Baek Hyun komen, "Bercanda,ok?"
Chan Yeol ingin menyelesaikan pembicaraan mereka. Baek Hyun mengerti, ia minta Chan Yeol mengumpulkan semua orang yang percaya kalau mereka menikah. "Aku akan berkata kalau itu tidak benar."
Chan Yeol mengira Baek Hyun meremehkan masalah ini. Tapi Baek Hyun serius, "Aku akan menyelesaikan ini."
"Jika itu katamu, kau benar-benar tidak melakukan apapun. Tidak ada alasan kau melakukan ini." kata Chan Yeol.
"Karena aku juga korban. Jadi aku ingin menanggungnya bersama denganmu." Sahut Baek Hyum. Keduanya berpandangan sejenak. Lalu terdengar bel. Baju Baek Hyun selesai.
Chan Yeol mengambilnya dan Baek Hyun segera mengenakan bajunya kembali dan pulang. Ia masih mengenakan jaket dan kacamata hitamnya. Chan Yeol mengantarnya keluar dan minta Baek Hyun melepas itu, "Kau menakuti orang!"
"Aku hanya berhati-hati." seru Baek Hyun.
Setelah Baek Hyun pergi, Chan Yeol mengulang, "Korban?"
...
Baek Hyun menemui Ayahnya. Ayah Baek Hyun mengaku ia benar-benar tidak enak hari ini. Karena temannya harus masuk penjara. "Kalau ada apa-apa, aku akan menjadi pengacara putriku. Aku pasti akan membelamu." ucap ayah Baek Hyun.
"Ayah pikir aku ini sama dengan teman Ayah?" tanya Baek Hyun.
"Ya benar, putriku tidak mungkin seperti mereka." jawab Ayah Baek Hyun.
Baek Hyun dan Ayahnya minum bersama. "Tapi kau saat ini sedang ada masalah atau tidak?" tanya Ayah.
"Tidak."
"Kau yakin?" tanya ayah.
...
Chan Yeol masuk kantor. Se Hun mencemaskannya. Karena tidak bisa menghubungi Chan Yeol. "Ponselku hilang, carikan aku ponsel lagi. Nomornya sama." kata Chan Yeol.
"Lalu bagaimana? tetap akan menuntut wanita itu?" tanya Se Hun.
"Sertinya tidak perlu, ini salah paham." jawab Chan Yeol.
Se Hun heran, hanya sehari tidak melihat Ki Joon, bagaimana bisa berkata seperti itu pada wanita itu?
Manager Lu Han ada di lift bersama Chan Yeol, "Apa yang seharusnya kau lakukan. Apa perlu menolak syuting drama di hotel?'
Chan Yeol rasa tidak perlu. Ia heran kenapa Lu Han seperti ini. Lu Han tidak mengerti. Chan Yeol menegaskan, "Aku tidak menikah." Lu Han tersenyum, "Itu tidak ada hubungannya denganku."
Chan Yeol menganggap Lu Han tidak benar-benar jadi temannya. "Dalam perusahaan Aku tidak ingin dianggap sebagai teman. Jangan bicara seperti itu denganku."
"Kita akan mendiskusikan mengenai syuting drama ini, Presider." Lu Han menambahi.
...
Min Seok yang tidak ada kerjaan masih membicarakan masalah pernikahan Baek Hyun. Ketika tahu kalau suami Baek Hyun adalah Park Chan Yeol dari World Hotel. Min Seok -temannya menegaskan itu. "Bahkan ada satu teman yang datang ke pernikahan Baek Hyun."
Min Seok tidak percaya, "Gadis itu tukang bohong. Dia bahkan berkata datang ke pernikahan Brad dan Angelina."
Teman-teman So Ran heran, "Apa benar gadis itu bohong."
Min Seok yakin, "Mana ada konglomerat yang mau menikah dengan Baek Hyun".
"Karena Min Seok sepertinya selalu merendahkan Baek Hyun. Saat sekolah juga seperti itu." kata Mereka.
"Baek Hyun memang seperti itu." ujar Min Seok. " Apa Baek Hyun sehebat itu? Tanya Min Seok.
Mereka menjawab, "Baek Hyun lulus dari Universitas yang lebih baik dari kau."
"Baek Hyun beruntung karena nilaiku jelek." Salah satu temannya berkata kalau Baek Hyun lulus ujian PNS. Tapi Min Seok merasa itu cuma beruntung.
Teman Min Seok, "Saat ia mendaftar untuk ujian PNS, kami tidak mentertawainya saat itu. Kim Min Seok, sepertinya kau benar-benar cemburu pada Baek Hyun."
Min Seok marah, "Siapa? siapa katamu yang cemburu padanya?" Ia meremas bunga sampai hancur dan pergi. Min Seon percaya apa cerita Cinderella seperti di drama. Perut Min Seok sampai sakit karena stress.
...
Jong In mengeluarkan serbet yang berisi surat pengunduran diri itu dan meletakkannya di meja. Su Ho lari ke toilet. Ada bel. Jong In keluar untuk membuka pintu. Ternyata kiriman paket untuk Su Ho.
Su Ho keluar lagi dari toilet karena kehabisan tisue. Ia melihat lembaran tissu kertas di meja. Tanpa pikir panjang Su Ho mengambilnya.
Jong In masuk lagi dan mencari tissu kertas itu, lalu sadar apa yang terjadi.
Baek Hyun datang ke cafe menemui Jong In dan akhirnya tahu apa yang terjadi dengan surat pengunduran dirinya itu, "Tidak mungkin." ucap Baek Hyun.
Baek Hyun tersinggung karena tissuitu berisi harga dirinya dan sekarang jadi lap bokong seseorang!. Baek Hyun menangis dan pergi keluar.
Jong In mengejarnya dan ingin mentraktir makan untuk minta maaf. Tapi Baek Hyun menolaknya.
Akhirnya Jong In memeluk Baek Hyun di depan banyak orang. "Lepaskan! apa yang kau lakukan?" kata Baek Hyun.
Jong In melepaskannya, "Sekarang kau sudah tidak apa-apa?" Jong In ingin menghibur Baek Hyun sehari ini untuk menebus kesalahannya. Baek Hyun tidak tertarik.
Beberapa gadis menunjuk Jong In, "Dia tampan sekali!"
Baek Hyun berubah pikiran, "Hari ini kau bebas, iya kan?"
Jong In mengiyakan, ia senang karena Baek Hyun sepertinya berubah pikiran.
Baek Hyun minta Jong In tidak salah paham. Baek Hyun hanya ingin Jong In memperbaiki kesalahannya.
Baek Hyun terlambat menjemput Jong In, tapi keduanya pergi juga. Baek Hyun mengikuti saran Jong In untuk mengubah penampilannya.
Baek Hyun mengeluarkan uang banyak untuk gaun dan sepatunya, 2 juta Won lebih! Baek Hyun sayang mengeluarkan uang sebanyak itu. Ia sempat tarik menarik kartu kredit dengan kasir butik. Jong In geli melihatnya.
"Harganya tidak mahal, ada apa? kau menghasilkan banyak uang kan?" tanya Jong In
"Mana ada pegawai negeri yang penghasilannya tinggi!" Jawab Baek Hyun. Baek Hyun jalan terhuyung karena harganya mahal sekali.
Jong In memujinya, "Keren..2 juta Won"
"Jangan menyebutkan harganya, rasanya aku ingin muntah." kata Baek Hyun
"Sebenarnya aku ingin membelikan baju itu untukmu, tapi aku menjaga harga diri seorang Byun Baek Hyun" ujar Jong In.
"Ingat kau harus menampilkan pertunjukkan yang bagus." seru Baek Hyun
"Serahkan padaku, aku akan tetap disisimu. Kau hanya tertarik padaku dan bukan pria itu, ok?" ucap Jong In.
"Baiklah, kita pergi."
"Kemana?" tanya Jong In.
"World Hotel" jawab Baek Hyun.
Jong In kaget, "Apa?Di World Hotel"
Suasana di Hotel World suddah meriah. Semua ingin melihat siapa wanita yang katanya menjadi Istrinya Park Chan Yeol. Semua teman Chan Yeol memberi selamat dan memuji kalau Chan Yeol semakin tampan saja.
Chan Yeol berulang kali menyangkal, "Sudah kubilang aku tidak menikah."
"Meskipun pernikahan rahasia, tapi kali ini Yeol kita yang menikah, jadi ayo kita bersulang. Cheers!" kata Teman Chan Yeol.
"Hyung, selamat untukmu." kata Teman Chan Yeol lagi.
Chan Yeol marah, "Brengsek, sudah kubilang..."
Baek Hyun tiba di hotel Chan Yeol dan ia harus menyeret Jong In untuk keluar dari mobil.
"Ini pertama kalinya kau ke hotel ini kan?" tanya Baek Hyun.
"Aku lupa sudah ada janji lain." jawab Jong In.
Baek Hyun kesal, "Kau sudah merencanakan dari awal kan?"
Jong In menyangkal, "Aku minta maaf." Tapi ia berubah pikiran, dan jalan menemani Baek Hyun. Hanya Jong In menutup wajahnya terus.
Di Lift, Se Hun menunggu Baek Hyun. "Byun Baek Hyun-ssi, Saya senang bertemu anda. Saya Oh Se Hun sekretaris Presider Park Chan Yeol"
Jong In langsung melarikan diri ke arah tangga. Baek Hyun, "Kaget, hei, kau mau kemana? Kau mau kemana?" teriak Baek Hyun.
Baek Hyun jadi mengejar Jong In. Baek Hyun mengeluh, ia tahu pasti akan jadi seperti ini. Se Hun panik, "Bagaimana ini?"
Min Seok memaksa suaminya datang ke World Hotel untuk memastikan. Ia menuju lobby dan tanya pada manager Lu Han "Apa Presider Park Chan Yeol sudah menikah.?"
Lu Han tentu tidak mau mengatakannya pada Min Seok. Min Seok bertekad akan mencari tahu sendiri. Suaminya benar-benar merasa malu dan berusaha menghentikan istrinya.
Jong Dae dan Min Seok justru bertemu Se Hun sedang mencari Baek Hyun. Keduanya saling menyapa. "Kami kesini untuk makan." kata Jong Dae.
"Oh begitu, Aku juga mendengar kalau makanan disini enak." ujar Se Hun membenarkan.
Jong Dae tanya tentang teman Se Hun, "Ba gaimana dengannya?"
"Aku rasa akan segera selesai." jawab Se Hun
"Bagus sekali." kata Jong Dae mantap.
Setelah mereka berpisah, Chan Yeol menghubungi Se Hun. "Apa dia belum datang?"
"Sudah, tapi tidak ada lagi." jawab Se Hun.
Chan Yeol akhirnya menghubungi Byun Baek Hyun sendiri. "Byun Baek Hyun-ssi?"
"Aku tidak berniat menghindar hanya temanku tiba-tiba menghilang." kata Baek Hyun. "Aku janji akan segera menemuimu". Baek Hyun kesal, "Park Jong In, mati kau!"
Baek Hyun sadar kalau rambutnya sudah acak-acakan dan bergegas ke toilet. Ia bertemu Min Seok di toilet.
"Byun Baek Hyun, kita ketemu lagi. Aku kesini bersama suamiku" kata Min Seok.
"Aku juga sama." kata Baek Hyun.
Min Seok ingin tahu apa pekerjaan suami Baek Hyun dan berapa usianya. Baek Hyun heran buat apa tanya. "Aku hanya gembira ketika mendengar Kau menikah" kata Min Seok.
Baek Hyun tidak mengerti, "Kenapa? Aku yang menikah kenapa kau yang gembira?"
"Aku mencemaskanmu. Aku takut kau tidak akan kencan dengan pria lagi sepanjang hidupmu setelah kehilangan cinta pertamamu. Jadi ini sangat melegakan." kata Min Seok.
Baek Hyun menuduh Min Seok merasa sangat bersalah sehingga mengatakan hal ini. Min Seok tidak terima, "Memangnya ada apa antara Kau dan Jong Dae, oh kau menyukainya."
"Paling tidak, jika kau adalah temanku, kau seharusnya merasa bersalah padaku." kata Baek Hyun
"Kalau kau dan Jong Dae akan bahagia jika kau mengaku padanya setelah ujian kedua itu?" tanya Min seok
"Benar."
"Sebagai teman, aku tidak berencana mengatakan ini tapi kau benar-benar tidak mengerti. Jong Dae tidak menyukaimu. Jong Dae tersiksa dan memohon padaku untuk menyingkirkanmu darinya. Kau tidak tahu ini, kan?" kata Min Seok.
Baek Hyun menuduh mereka membicarakannya. Min Seok berkata ia tidak menghianati hubungan Baek Hyun dan Jong Dae, tapi justru membantu Baek Hyun. Jika saat itu Min Seok mengatakan hubungan mereka pada Baek Hyun, apa Baek Hyun akan fokus dalam belajar. Pasti Baek Hyun tidak akan belajar lagi. Karena Min Seok menyimpan rahasia ini makanya Baek Hyun lulus ujian PNS itu.
"Pikirkan saja bagaimana kau bisa lulus dan kerja dengan baik. Satu hari kau akan bertemu orang yang baik." ujar Min Seok
Baek Hyun menahan marah, "Kau.."
Min Seok berkata, "Aku tahu kau tidak menikah, kau pasti malu lalu kau berpura-pura. Aku ini Min Seok dan kau adalah Baek Hyun, jangan menyebarkan gosip aneh hanya untuk mengalahkanku."
Baek Hyun tidak merasa ia yang menyebarkan gosip. Tapi Min Seok berkata Baek Hyun menyebarkan gosip, "Kau menikah dengan Park Chan Yeol apa itu masuk akal? Bagaimana mungkin kau menikahi pria yang lebih baik dari yang kunikahi, benar-benar..tapi kau pintar juga membuat orang percaya dengan gosip tidak jelas itu."
Baek Hyun tidak percaya. "Jadi kau tidak suka kalau aku bertemu orang yang lebih sukses darimu, aku harus bertemu dengan orang yang dibawahmu baru kau puas."
"Tentu saja, itu akan menyalahi hukum alam jika kau menikahi orang yang lebih baik dari aku." Min Seok tersenyum dan pergi.
Baek Hyun marah dan mengikuti Min Seok. Jong Dae ada di luar dan ketika melihat Baek Hyun ia langsung memberi salam. Min Seok langsung menyeret suaminya pergi.
Baek Hyun kesal sekali dengan kata-kata So Ran tadi. Pasangan itu berlalu dan Park Chan Yeol muncul. Baek Hyun kaget. Chan Yeol memberi kode, "Ayo cepat, ini sudah jam berapa."
Baek Hyun berpikir, "Aku lebih sering berpikir dengan perasaanku daripada kepalaku, kalau sudah seperti itu, pasti terjadi masalah." Baek Hyun tersenyum pada Chan Yeol. Chan Yeol juga tersenyum pada Baek Hyun, bahkan melambai.
Baek Hyun melihat Min Seok dan Jong Dae masih belum jauh, maka ia berseru, "Sayang aku disini." Min Seok secepat kilat menoleh, Jong Dae juga. Min Seok tidak percaya apa yang arusan ia dengar.
Park Chan Yeol juga kaget seketika senyumnya lenyap, ia menurunkan tangannya. Baek Hyun menatap Chan Yeol dengan pandangan bersalah.
