Proudly Present
A Produce 101 Fiction.
"The Hybrid Boy."
Im Youngmin x Takada Kenta
Rate T
© Lee Mico Malfoy
[!] BoysLove. Alur kecepetan. Typos. OOC. DLDR s . ayan . g :)
.
.
.
"Woaaaaaa~ ini tempat tinggal tuan Im?" Manik si hybrid manis bernama Kenta tampak berbinar kala tungkainya menginjak masuk ke dalam apartement milik Youngmin. Manik jenakanya berpendar, seiring dengan ekornya yang mengibas senang.
"Iya, ini tempat tinggalku yang sekarang akan jadi tempat tinggalmu juga, Kenta." Youngmin tersenyum, sebelah tangannya menarik koper milik Kenta, sedangkan sebelah lagi menggenggam lengan si empunya untuk mengikuti langkahnya.
"Nah, yang ini kamarmu." Si Hybrid manis kembali menerawang seisi ruangan bernuansa putih dan oranye tersebut, cerah, seperti dirinya. Dengan riangnya ia berlari ke arah ranjang berukurang king size disana, naik dan meloncat-loncat seperti anak kecil, membuat Youngmin harus menahan gemas karena tingkahnya yang begitu menggemaskan.
"Kau suka kamarnya?" Youngmin memilih menghampiri si manis, mendudukan dirinya di tepi ranjang dengan manik yang masih berfokus pada hybrid kucing dihadapannya.
"Woaaa ini bagus sekali tuan Im! Kenta sangaaaaaaat suka!" Youngmin kembali mengembangkan senyumnya. Entah kenapa, tapi tingkah Kenta yang menggemaskan begitu mudah membuatnya tersenyum.
Dan kemudian— brug! Si manis menerjang sang tuan sehingga terjungkal ke ranjang dengan posisi Kenta berada diatas Youngmin, memeluk leher Youngmin erat.
"Terima kasih banyak, Kenta sayang Tuan Im!" dan— cup! Sebuah ciuman kembali mendarat di pipi si tampan, membuat detak jantung si empunya berpacu lebih cepat dari sebelumnya.
Youngmin membalas pelukan Kenta. Di kecupnya puncak kepala si manis seraya jemarinya bergerak mengelus rambut Kenta dengan sayang.
"Aku.. juga menyayangimu, Kenta."
.
.
.
Youngmin mengerjap beberapa kali, membiasakan cahaya lampu yang terasa begitu menusuk retinanya. Maniknya mendapati sebuah tangan melingkar erat pada perutnya— tangan milik Kenta. Oh iya, mereka rupanya tadi mengobrol sampai ketiduran sepertinya.
Jemari Youngmin bergerak menyisir rambut halus milik Kenta, maniknya seolah tak bisa berpaling dari wajah tenang yang kini tengah terpejam dalam rengkuhannya. Senyum manis si tampan mengembang. Di ciumnya dahi si manis dengan sayang.
"Ngg-?" Tanpa disangka, ciuman pada dahinya membuat si manis terbangun, menatap manik Youngmin dengan ekspresi lucu yang begitu menggemaskan.
"Ah, maaf aku membangunkanmu, Kenta." Si manis menggeleng pelan begitu mendengar suara sang Tuan yang baru saja mengadopsinya, sembari tersenyum manis hingga matanya menyipit dan tampak seperti garis.
"Tidak kok, Kenta memang ingin bangun." Sahutnya masih dengan senyuman termanis yang ditujukan untuk Youngmin.
"Ya sudah, kalau begitu sekarang kau mandi hm? Sepertinya sudah larut, ini sudah waktunya untuk makan malam." Ucap Youngmin halus, namun malah gelengan si manis menjadi jawaban dari ucapan.
"Kenta tidak mau mandi sekarang. Kenta mau memeluk Tuan Im saja. Hangat. Kenta suka." Sahut si manis sembari mengeratkan pelukan pada tubuh Youngmin, menenggelamkan wajahnya pada dada si tampan, mencari posisi nyamannya sendiri.
"Tapi kita harus makan dulu, Kenta. Aku tidak mau kau sakit. Kalau kau sakit, kau tidak boleh memeluk ku nanti."
"Heeee? Kenapa tidak boleh memeluk Tuan Im?" Si manis mendongak menatap Youngmin.
"Karena aku tidak mau tertular sakit. Jadi, mau mandi dan makan, atau sakit dan tidak boleh memelukku?" Tawar Youngmin dengan wajah yang dibuat serius, cukup untuk membuat si manis merengut sebal.
"Huh, Kenta mau makan dan mandi kalau begitu. Tapi bolehkah Kenta tidur lagi bersama Tuan Im lagi nanti?" Pinta si manis dengan kitten eyesnya, membuat Youngmin tidak tahan gemas dan mengecup hidung si manis dengan lembut.
"Tentu saja boleh, Kenta. Nah, sekarang kau mandi ya?" Kenta tersenyum sumringah karena mendapat kecupan pertamanya dari Youngmin. Ia tidak tau bahwa sejak tidur tadi Youngmin sudah mencium dahinya.
"Ayay captain!" Ia langsung bangkit dari tidurnya dan membuat sikap hormat pada Youngmin sebelum berlari dengan lucu keluar lama, membuat kekehan halus terdengar dari si tampan. Namun, beberapa saat kemudian, sebuah kepala munyembul dari pintu kamar yang baru saja di tutup oleh Kenta.
"Ada apa lagi, Kenta?" Tanya Youngmin yang kini sudah duduk dipinggir ranjang, menatap si manis yang hanya menyembulkan kepalanya di pintu kamar.
"Kenta tidak tau kamar mandinya, Tuan Im. Hehe."
Dan dengan segera Youngmin menghampiri si manis, menggendongnya ala bridal dan berjalan menuju kamar mandi.
.
.
.
Kenta kini sudah berganti pakaian dengan sebuah hijau muda bermotif dinosaurus, piyama favoritenya. Ia tengah duduk di karpet di depan sofa. Sedangkan Youngmin kini tengah duduk di sofa, mengusak rambut si manis dengan handuk, membantu mengeringkannya dengan lebih cepat, membuat Kenta mendengkur halus karena telinga kucingnya juga ikut terusak. Youngmin tersenyum tipis melihat Kenta yang tampak menikmati usakan pada rambut dan telinganya.
"Nah, rambutmu kering dan rapi." Tutur Youngmin setelah selesai mengeringkan dan menyisir rambut Kenta. Si manis mendongak ke atas, menatap Youngmin yang tengah duduk di sofa di belakangnya sebelum akhirnya mengangguk dan tersenyum lucu.
"Terima kasih banyak, Tuan Im." Ucap si manis yang langsung di hadiahi sebuah kecupan pada pucuk kepalanya. Membuat senyum Kenta makin mengembang, ia suka jika Youngmin memberinya kecupan. Karena bagi Kenta, kecupan dari sang Tuan adalah sebuah tanda sayang yang diperuntukan untuknya.
"Sama-sama, Kenta. Nah, sekarang ayo kita makan." Si tampan bangkit lalu berjalan duluan ke arah dapur, diikuti Kenta yang mengekor di belakangnya. Kenta hanya duduk diam dan manis di kursi makan ketika Youngmin tampak bergelut dengan piring dan sebuah benda kotak yang nyalanya berwarna merah.
"Tuan Im, itu apa?" Kenta menunjuk benda berbentuk kotak yang kini yang tampak memancarkan cahaya oranye di dalamnya. Youngmin yang menyadari benda yang di maksud Kenta menoleh sekilas pada si manis.
"Ini namanya microwave, Kenta. Gunanya untuk memanaskan makanan. Kau tidak boleh dekat-dekat dengan benda jika aku tidak ada disekililingmu. Karena benda ini panas dan bisa membuatmu sakit. Mengerti?" Kenta hanya memperhatikan penjelasan Youngmin dengan wajah polos, sesekali ia tampak mengerjap imut.
"Kenta mengerti, Tuan Im." Si manis mengiyakan. Tak lama setelahnya, Youngmin membawa dua piring makanan ke arah meja makan.
"Ini makanan apa, Tuan Im? Apa ini Ramyeon? Kenapa tidak ada kuahnya?" Si manis menatap Youngmin bingung ketika di suguhi piring dengan mie yang di bubuhi saus diatasnya.
"Bukan, Kenta. Ini namanya spageti. Apakah kau tidak pernah makan spageti?" Youngmin balik bertanya heran. Si manis membulatkan mulutnya seolah berkata 'oh' sebelum akhirnya menggeleng pelan.
"Belum, Tuan Im." Youngmin tertegun sejenak. Sekumuh apa panti asuhan para hybrid di tempat Kenta sampai-sampai spageti saja mereka tidak pernah makan?
"Kalau begitu sekarang kau makan, ya? Harus habis supaya kau tidak sakit." Youngmin mengelus puncak kepala Kenta, membuat si empunya tersenyum dan mengangguk patuh.
Youngmin duduk di seberang Kenta. Menatap wajah menggemaskan si manis yang tampak menikmati makanannya. Sesekali tertawa karena ocehan Kenta yang memuji spageti buatannya –padahal semuanya hanyalah makanan instant yang dibelinya kemarin malam.- Kenta benar-benar membuat suasana hatinya menjadi lebih cerah dari sebelumnya.
"Selesaaaaai!" Kenta bertepuk tangan ketika suapan terakhirnya sudah tertelan dan masuk ke perutnya. Youngmin kembali tertawa lucu melihat tingkat Kenta yang tidak jauh berbeda menggemaskannya dari seorang balita.
"Kau ini sudah besar tapi makanmu masih saja berantakan." Youngmin mengambil tisu, kemudian menyeka saus yang tampak belepotan di mulut Kenta. Membuat wajah si manis tiba-tiba saja memerah seperti tomat yang baru masak.
"Kenta, kau baik-baik saja? Wajahmu memerah." Tanya Youngmin khawatir ketika menyadari perubahan warna wajah Kenta yang tiba-tiba..
"Kenta tidak sakit." Si manis menunduk dengan bibir mengerucut.
"Kenta- Uhh, Kenta malu. Kenta tidak tau kenapa, tapi ketika Tuan Im melakukan hal seperti barusan, Kenta tiba-tiba saja merasa malu." Tambah si manis yang kini sudah menutup wajah dengan kedua tangannya, membuat Youngmin tergelak karena jawaban polos Kenta yang terdengar begitu menggemaskan baginya.
Kenta terkejut ketika ada lengan yang menariknya dari samping. Itu lengan Youngmin yang berpindah tempat duduk dan merengkuh dirinya ke dalam pelukannya. Si manis membalas pelukan tersebut, senyumnya mengembang karena pelukan Youngmin yang terasa begitu hangat baginya.
"Terima kasih banyak, Kenta. Aku menyayangimu."
TBC.
Halo kawan-kawan, Mico kembali! Masih adakah yang menunggu FF ini?
Maaf karena keterlambatan update yang amat sangat lama. Mico terkena WB parah, dan mood menulis baru saja kembali. Hujat sahaja aq kak.
Maaf jika chapter ini tidak jelas. Karena baru saja balik dari masa-masa buntu. Semoga ke depannya mood tidak hilang lagi ya :")
Btw, Congrats untuk Debutnya bang Paca! Tolong gantengnya biasa aja, jangan bikin Mico pengen hamil onglen dong :") WKWKWK /gak.
Ngomong-ngomong, makasih untuk reviewnya di chapter satu T_T Mico sayang kalian guise T_T
Udah ah, gajelas bengad ini a/n. Sampai jumpa di chapter selanjutnya! Review juseyongggg!
